Anda di halaman 1dari 3

Pernah dengar Aurora Borealis???????

Aurora borealis salah satu fenomena alam terindah di Bumi loh... Fenomena ini munculakibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet (bumi) dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari( angin Surya), melepaskan energi sehingga menghasilkan cahaya di lapisan ionosfer. Angin surya ini adalah aliran elektron dan proton yang terlepas dari matahari akibat tingginya energi kinetik yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikelpartikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikelpartikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah. Benturan antara partikel-partikel ini dan atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi akibat reaksi dari proton dan elektron yang menyebabkan terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang mengelilingi kutub. Aurora yang dijumpai di kutub utara disebut Aurora Borealis atau Northern Light sementara yang dijumpai di Kutub selatan disebut Aurora Australis.

Gambar 1. Angin matahari ditunjukkan pada garis kuning sedang medan magnet bumi ditunjukkan pada garis biru. Gambar 2, Interaksi antara angin matahari dengan medan magnet bumi. Sebagian partikel-partikel matahari tertarik menuju kutub.

Fotografer asal Jerman Kerstin Langenberger berhasil Merekam Aurora borealis dengan kamera dalam kondisi terang bulan purnama, bukanlah hal mudah melakukannya sebab cahaya aurora borealis akan "kalah" oleh cahaya bulan. Dalam fotonya, aurora borealis terlihat terang dalam cahaya Bulan, seolah fenomena tersebut muncul di siang bolong. Langenberger berhasil memotret setelah menantia selama 300 jam menunggu fenomena itu muncul. Ia mengungkapkan, "Aurora harus sangat terang untuk bisa tampak saat ada Bulan. Ini jarang terjadi sehingga gambar seperti ini sangat jarang." Langenberger mengungkapkan, "Ledakan aurora biasanya bertahan hingga beberapa menit, lalu ia akan menghilang. Aurora mungkin muncul lagi, tetapi bisa juga tidak. Tak ada yang tahu nantinya."

Aurora di Alaska
Indahnya Warna-Warni Aurora yang terlihat bergantung pada ketinggian dan jenis molekul

yang ada. Pada ketinggian di atas 300 km partakel tersebut bertumbukan dengan atom hydrogen menimbulkan warna aurora kemerah-merahan. Ketinggian 140 km, tumbukan

dengan molekul oksigen menimbulkan aurora biru atau ungu. Ketinggian 100 km, partikel bertumbukan dengan atom oksigen dan nitrogen menimbulkan cahaya warna hijau atau merah muda. Aurora bukan hanya bisa muncul di Bumi. Hubble Space Telescope pernah menangkap fenomena aurora di Jupiter dan Saturnus, bahkan di satelit Jupiter yaitu Io, Europa dan Ganymede. Uranus dan Neptunus dilaporkan juga memiliki aurora.