Anda di halaman 1dari 20

DIAGNOSIS KEDOKTERAN KELUARGA URETRITIS GONORE

PENDAHULUAN

WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 350 juta penderita baru PMS (penyakit menular seksual) di negara berkembang seperti di Afrika, Asia, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Di negara industri prevalensinya sudah dapat diturunkan, namun di negara berkembang prevalensi gonore menempati tempat teratas dari semua jenis PMS. Gonore dapat terjadi pada semua ras, usia dan tidak memandang strata sosial. Kejadian penyakit ini meningkat dengan adanya kontak seksual dengan banyak mitra.Di dunia diperkirakan 200 juta kasus baru gonore setiap tahunnya. Dimana pria 1,5 kali lebih banyak daripada wanita. Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat 600.000 kasus baru gonore setiap tahunnya, kira-kira 240 kasus per 100.000 populasi. Insiden gonore tertinggi terjadi di negara-negara berkembang. Lebih banyak mengenai penduduk dengan sosial ekonomi rendah. Di Indonesia, infeksi gonore menempati urutan yang tertinggi dari semua jenis PMS. Beberapa penelitian di Surabaya, Jakarta, dan Bandung terhadap wanita pekerja seksual menunjukkan bahwa prevalensi gonore berkisar antara 7,4%50% Uretritis gonore dan penatalaksanaannya penting diketahui karena gonore merupakan penyakit yang mempunyai insidensi tinggi di antara penyakit menular seksual.

DIAGNOSA KEDOKTERAN KELUARGA LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Suku Pendidikan : Tn.J :38 Tahun : Laki-laki : Jl. Jakarta RT 01 Simpang Pasir : Islam : Jawa : SMP

Tanggal Pemeriksaan : 02-08-2012 Tanggal Kunjungan Identitas Orangtua Nama Ayah : Tn. S Umur : 68 tahun Nama Ibu : Ny. S Umur : 65 tahun : 13-08-2012

Pendidikan : Pekerjaan :-

Pendidikan : Pekerjaan : -

Identitas Anak Nama anak : An.P Umur : 11 Tahun Pendidikan : SD Pekerjaan : -

B. Anamnesis Keluhan Utama : Keluar nanah dari kemaluan

Riwayat Penyakit Sekarang : Keluar nanah dari kemaluan dialami pasien sejak 5 hari sebelum ke puskesmas. Nanah berwarna putih kekuningan dan keluar terus-menerus. Keluar nanah dari kemaluan

disertai gatal panas serta nyeri saat kencing. keluhan ini dirasakan baru pertama kali ini dan belum pernah mendapat pengobatan sebelumnya. Pasien terakhir kali melakukan hubungan dengan PSK (Pekerja Seks Komersil) 1 bulan yang lalu dan tidak menggunakan kondom.

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.

Riwayat penyakit keluarga Tidak ada anggota keluarga pasien dengan keluhan serupa

Riwayat Kebiasaan Pasien memiliki riwayat berganti ganti pasangan dengan melakukan hubungan seksual dengan PSK sejak pasien ditinggal oleh istrinya sekitar 5 tahun yang lalu.

C. Pemeriksaan Fisik Kesadaran Tanda vital TD RR Nadi Suhu Berat badan Tinggi badan Status Gizi : 110/70 mmHg : 22 x/menit : 74 x/menit : 36,8oC (axila) : 60 kg : 163 cm : IMT = 22,58 Normal : Compos mentis

Status Generalis Kepala Bentuk kepala Rambut : Normal, simetris : Warna hitam

Mata Palpebra Konjungtiva Sklera Leher : Edema (-/-) : Anemia (-/-) : Ikterik (-/-) : Pembesaran KGB (-)

Thorak Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Simetris dekstra sinistra, retraksi intercostalis (-) : Gerakan nafas simetris dekstra sinistra : Sonor pada kedua lapang paru : Vesikuler (+) dekstra sama dengan sinistra, rhonki (-), wheezing (-) Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Iktus cordis tidak tampak : Iktus cordis teraba di ICS V linea midclavicularis sinistra : Batas jantung Kanan Kiri Atas Bawah Auskultasi Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi : Datar : Bising usus (+) normal : Soefl, tidak terdapat nyeri tekan, hepar dan lien tidak teraba : Timpani di seluruh lapang abdomen : ICS II sinistra : ICS V sinistra : S1 S2 tunggal, regular, bising jantung (-) : Linea parasternalis dekstra : Linea midclavicularis sinistra

Ekstremitas : Akral hangat, pucat (-), edema (-)

Status Lokalis : Regio orificium uretra externa

Tampak discharge (+), berwarna putih kekuningan dan kental yang keluar dari orificium uretra externa.

D. Pemeriksaan Penunjang Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang

E. Diagnosis banding 1. Uretritis Gonorea 2. Uretritis Non Spesifik 3. Trikomoniasis

F. Diagnosis kerja Uretritis gonorea

G. Penatalaksanaan - Terapi Farmakologis a. Ciprofloksasin 500 mg oral single dose b. Doxycycline 2 x 100 mg/hari oral selama 7 hari - Edukasi : a. Konseling tentang penyakit, cara penularan, dan komplikasinya b. Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan c. Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom d. Pengobatan harus dilakukan pada pasangan e. Menganjurkan untuk kembali jika keluhan masih menetap f. Pasien dianjurkan untuk memiliki pasangan tetap

H. Prognosis Bonam

I. BERKAS DATA KESEHATAN KELUARGA : IDENTITAS No 1 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Nama Umur Jenis kelamin Status perkawinan Agama Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat Lengkap I. KEPALA KELUARGA Tn. J 38 tahun Laki-laki Menikah Islam Jawa SMP Penjual Es keliling Jl.Jakarta RT.01 Simpang Pasir Blok A II. PASANGAN -

ANGGOTA KELUARGA No 1 2 3 Anggota Keluarga Ayah Ibu Anak Usia Pekerjaan Hub. Klrg Orang tua Orang tua Anak kandung Stt. Nikah Menikah Menikah Belum menikah Serumah Ya Tdk Kdg Ya Ya Ya -

68 th 65 th 11 th Pelajar

J. Analisis Kedokteran Keluarga a. Nilai APGAR Keluarga Hampir selalu (2) Kadang kadang (1) Hampir tidak pernah (0)

KRITERIA Adaptasi

PERTANYAAN Saya puas dengan keluarga saya karena masing-masing anggota keluarga sudah menjalankan kewajiban sesuai dengan seharusnya Saya puas dengan keluarga saya karena dapat membantu memberikan solusi

Kemitraan

terhadap permasalahan yang saya hadapi Pertumbuhan Saya puas dengan kebebasan yang diberikan keluarga saya untuk mengembangkan kemampuan yang saya miliki Kasih sayang Saya puas dengan kehangatan / kasih sayang yang diberikan keluarga saya Kebersamaan Saya puas dengan waktu yang disediakan keluarga untuk menjalin kebersamaan TOTAL 5 Skoring : Hampir selalu=2, kadang-kadang=1, hampir tidak pernah=0 Total skor 8-10 = fungsi keluarga sehat 4-7 = fungsi keluarga kurang sehat 0-3 = fungsi keluarga sakit Dari tabel APGAR keluarga diatas total nilai skoringnya adalah 10, ini menunjukkan fungsi keluarga yang kurang sehat Genogram: Keterangan : : Pria : Wanita : Pasien

: Anggota keluarga yang tinggal serumah

1. No 1 2 3

Status fisik, sosial, ekonomi keluarga dan lingkungan EKONOMI KELUARGA Luas tanah Luas bangunan Pembagian ruangan Keterangan 9 x 6 m2 6 x 4,5 m2 Rumah pasien terdiri dari: 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang tamu, 1 dapur

4 5

Besarnya daya listrik Tingkat Pendapatan Keluarga : a. Pengeluaran rata-rata/bulan Bahan makanan : Beras, lauk/ikan, tempe-tahu dan sayur mayur Diluar bahan makanan : Pendidikan Kesehatan Listrik Air bersih Lain-lain b. Penghasilan keluarga/bulan PERILAKU KESEHATAN Pelayanan promotif/preventif Pemeliharaan kesehatan anggota keluarga lain Pelayanan pengobatan Jaminan pemeliharaan kesehatan POLA MAKAN KELUARGA Pasien, ayah, dan ibu

450 watt Rp.230.000,00 Rp. 100.000,00

Rp. 0,00 Rp. 0,00 Rp. 50.000,00 Rp. 30.000,00 Rp. 50.000,00 Rp. 500.000,00

No 1 2 3 4 No 1

(-) Puskesmas Puskesmas Asmara

Makan 2-3 kali sehari (pagi, siang dan malam). Nasi, tahu, tempe, dan sayur. Menu makanan siang dan malam sama.

Anak

Makan 3 kali sehari. Menu makanan sama dengan anggota

keluarga yang lain. No 1 AKTIFITAS KELUARGA Aktivitas fisik a. Bapak b. Ibu Mencuci baju, masak, menyapu c. Pasien Bekerja menjadi penjual es Seluruh anggota keluarga jarang melaksanakan salat 5 waktu. Hubungan dengan lingkungan sekitar baik Tidak ada kegiatan gotong royong rutin Sederhana 9 x 6 meter2 6 x 4,5 meter2 Kayu Semen Lampu listrik Kamar mandi dan WC di dalam rumah, Parit (-) Sumber air untuk kebutuhan sehari-hari berasal dari air PDAM, untuk air minum biasanya merebus dari air PDAM tersebut Di samping rumah, sampah biasanya dibakar setiap 5 hari sekali. Di luar rumah Tidak bekerja

2 No 1

Aktivitas mental LINGKUNGAN Sosial

Fisik/biologic Perumahan dan fasilitas Luas tanah Luas bangunan Jenis dinding terbanyak Jenis lantai terluas Sumber penerangan utama Sarana MCK Sarana pembuangan air limbah (SPAL) Sumber air sehari-hari

Pembuangan sampah

Lingkungan kerja a. Ayah b. Ibu c. Pasien d. Anak

10

Pola Hidup Bersih dan Sehat No. Indikator Pertanyaan A. Perilaku Sehat 1 Tidak merokok Ada yang memiliki kebiasaan merokok 2 Persalinan Dimana ibu melakukan persalinan? Imunisasi Apakah bayi ibu sudah di imunisasi lengkap? Balita di timbang Apakah balita ibu sering ditimbang? Dimana? Sarapan pagi Apakah seluruh anggota keluarga mempunyai kebiasaan sarapan pagi? Dana sehat / ASKES Apakah anda ikut menjadi peserta ASKES? Cuci tangan Apakah anggota keluarga mempunyai kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah buang air besar? Sikat gigi Apakah anggota keluarga memiliki kebiasaan gosok gigi menggunakan odol? Aktifitas fisik / Olah raga Apakah anggota keluarga melakukan aktifitas fisik atau olah raga teratur? B. Lingkungan Sehat Keterangan Ayah pasien dan pasien masih aktif merokok dari usia muda dan suka merokok di dalam rumah. Ditolong oleh bidan Imunisasi lengkap (BCG, DPT 1,2,3, Polio, hepatitis, campak) dilakukan semua Penimbangan di Posyandu Sarapan pagi setiap hari JAMKESMAS Seluruh anggota keluarga mempunyai kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun Jawaban Ya Tidak

Seluruh anggota keluarga melakukan kebiasaan menggosok gigi

Seluruh anggota keluarga beraktifitas fisik sesuai dengan pekerjaannya, namun untuk olahraga yang rutin tidak dilakukan.

11

Jamban Apakah dirumah tersedia jamban dan seluruh keluarga menggunakannya? Air bersih dan bebas jentik Apakah dirumah tersedia air besih dengan tempat/tendon air tidak ada jentik? Bebas sampah Apakah dirumah tersedia tempat sampah? Dan dilingkungan disekitar rumah tidak ada sampah berserakan?

Memiliki 1 jamban / WC jongkok

SPAL Apakah ada / tersedia SPAL disekitar rumah? Ventilasi Apakah ada pertukaran udara didalam rumah?

Air bersih dengan sumber dari sumur galian kedalaman > 10 m, tertutup papan, aliran ke rumah dengan selang air jarak 10 m. Belum pernah diperiksa untuk menentukan layak dikonsumsi. Rumah terlihat bersih/bebas sampah dan tersedia tempat sampah di belakang rumah untuk dikumpulkan dalam plastik. Pekarangan rumah terdapat sampah kandang ayam yang terkesan kotor dan tidak rapi. Tidak tersedia

Ukuran ventilasi lebih kurang 1/10 luas lantai untuk setiap ruangan. Tidak memenuhi karena pada malam hari jendela ditutup. Pengukuran kepadatan dimana 1 orang penghuni membutuhkan 2mx2mx2m

Kepadatan Apakah ada kesesuaian luas rumah dengan jumlah anggota keluarga? Seluruh lantai rumah disemen Lantai Apakah lantai bukan dari atau ubin atau kayu tanah?

a. Indikator tambahan 1 ASI Eksklusif Apakah ada bayi usia 0-6 bulan hanya mendapatkan ASI saja sejak lahir sampai 6 bulan? 2 Konsumsi buah &

Anak pasien diberikan ASI hingga 6 bulan.

Semua anggota keluarga

12

sayur Apakah dalam 1 minggu terakhir anggota keluarga mengkonsumsi buah dan sayur? Jumlah Klasifikasi

mengkonsumsi buah dan sayur

SEHAT I : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 1-5 pertanyaan (merah) SEHAT II : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 6-10 pertanyaan (kuning) SEHAT III : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 11-15 pertanyaan (hijau) SEHAT IV : Dari 18 pertanyaan jawaban Ya antara 16-18 pertanyaan (biru) Dari 18 indikator yang ada, yang dapat dijawab Ya ada 10 pertanyaan yang berarti identifikasi keluarga dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehatnya masuk dalam klasifikasi SEHAT I

RESUME FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN KELUARGA Faktor Resiko Ventilasi cukup, dan pencahayaan matahari kurang Fisik Sanitasi lingkungan kurang. Biologi Ayah pasien dan pasien merupakan perokok Kepala keluarga memiliki penghasilan yang tidak tetap Tidak memiliki dana khusus untuk kesehatan Pengetahuan tentang kesehatan dan gizi rendah Pengetahuan tentang kesehatan dan gizi masih kurang. Tidak ada seorang istri yang mengurus rumah tangga Higiene pribadi kurang baik Tidak berobat langsung di puskesmas Tidur bersama dalam 1 ruangan Prioritas untuk kebutuhan sandang, pangan, papan Pasien merupakan kepala rumah tangga yang kesehariannya banyak menghabiskan waktu diluar rumah .

Psiko-sosioekonomi

Perilaku Kesehatan Gaya Hidup Lingkungan Kerja

13

DIAGNOSIS KELUARGA (RESUME MASALAH KESEHATAN) STATUS KESEHATAN DAN FAKTOR RESIKO (individu, keluarga, dan komunitas) 1. Pasien tinggal dalam sebuah rumah dengan lingkungan keluarga yang tidak mendukung sehingga kesadaran pasien untuk pencegahan penyakit masih kurang. 2. Pasien dan keluarganya masih memiliki kemungkinan untuk terserang penyakit infeksi lainnya di waktu yang lain karena lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat dan bisa menjadi sumber berbagai penyakit lainnya, seperti ventilasi dan pencahayaan yang kurang. STATUS UPAYA KESEHATAN (individu, keluarga, dan komunitas) 1. Pendapatan keluarga diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, papan sehingga pemeriksaan kesehatan ke puskesmas atau ke dokter hanya dilakukan bila pasien dan keluarganya sakit. STATUS LINGKUNGAN : 1. Sanitasli lingkungan kurang, sampah ada yang berserakan. 2. Ventilasi dan penerangan rumah kurang baik. Walaupun terdapat jendela di kamar, di ruang tamu dan dapur, namun jendela jarang dibuka.

RENCANA PENATALAKSANAAN MASALAH KESEHATAN Terhadap status kesehatan individu dan keluarga No 1. 2. 3. Masalah kesehatan Uretritis Gonorea Ayah Ibu Pengobatan Pengobatan di Puskesmas, memiliki pasangan tetap. Edukasi mengenai bahaya merokok bagi diri pribadi dan anggota keluarga. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan rurnah dan lingkungan sekitarnya, serta memperhatikan kebersihan diri serta anggota keluarga lainnya, Edukasi makanan sehat dan seimbang, dan dapat membantu nenek dan kakeknya untuk

4.

Anak

14

membersihkan rumah.

Perawatan masalah kesehatan keluarga No Masalah kesehatan 1. Uretritis Gonorea Tindakan perawatan (promotif, preventif, protektif) Individu Keluarga Komunitas Minum obat nsecara Edukasi mengenai Melakukan teratur higiene pribadi dan penyuluhan menjaga kesehatan lingkungan. mengenai penyakit secara baik, edukasi Edukasi mengenai gizi menular seksual mengenai penyakit, dan menjaga kesehatan. terhadap warga cara penularan, dan sekitar. komplikasinya, menghindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom , dan memiliki pasangan tetap.

15

Mandala Of Health

GAYA HIDUP Pemenuhan kebutuhan primer proritas utama Alokasi khusus dana kesehatan JAMKESMAS Berhubungan seksual dengan PSK Pasien sering tidak berada dirumah

PERILAKU KESEHATAN Upaya pencegahan terhadap penyakit kurang. Berobat jika ada keluhan

FAMILY

LINGK. PSIKO-SOSIO-EKONOMI Pasien ditinggal oleh istrinya Pasien harus membiayai kedua orang tua serta anaknya Pasien tidak memiliki penghasilan tetap

PASIEN
PELAYANAN KESEHATAN Jarak rumah-PKM jauh

Uretritis Gonorea Keluar nanah dari kemaluan Panas, gatal Nyeri saat BAK

LINGKUNGAN KERJA Lingkungan rumah tidak sehat

FAKTOR BIOLOGI Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa

LINGKUNGAN FISIK Kondisi rumah kurang sehat Terdapat permasalahan sanitasi dasar dan PHBS Komunitas: Kurangnya pengetahuan tentang penyakit menular seksual Pemukiman cukup baik, namun sanitasi kurang.

16

PEMBAHASAN

Studi kasus dilakukan pada pasien Tn.J usia 34 tahun dengan keluhan keluar nanah dari kemaluan . Tn.J tinggal satu rumah dengan 3 orang anggota keluarganya terdiri dari kedua orang tua dan satu anaknya. Keluarga tinggal di rumah permanen yang berada jauh dari Puskesmas Palaran (15 menit dengan menggunakan motor). Diagnosis Uretritis Gonorea pada Tn.J di tegakkan atas dasar anamnesis dan pemeriksaan fisik, dimana pada pasien ini didapatkan adanya keluhan keluar nanah dari kemaluan. Nanah berwarna putih kental. Kemaluan juga terasa gatal dan panas serta nyeri saat kencing. Pasien juga mengaku sebulan sebelum keluhan muncul, pasien berhubungan dengan pekerja seks komersil, namun pasien tidak mengingat apakah wanita tersebut mengalami keluhan serupa atau tidak. Pada pemeriksaan fisik pada OUE terdapat duh tubuh yang mukopurulen warana putih kekukuning. Pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan. Uretritis gonore adalah penyakit kelamin, peradangan pada uretra yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, suatu diplokokus Gram negatif yang reservoir alaminya adalah manusia, ditandai dengan adanya pus yang keluar dari orifisium uretra eksternum. Infeksi ini hampir selalu menular melalui aktivitas seksual. Diantara PMS yang lain, uretritis paling sering dijumpai. Infeksi gonokokal 1,5 kali lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita. Masa tunas gonore sangat singkat, pada pria umumnya bervariai antara 2-5 hari, kadang-kadang lebih lama. Pada pria, uretritis gonorea dapat ditemukan keluhan subyejtif berupa rasa gatal, panas di bagian diatal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum, kemudian disusul disuria, polakisuria, keluar duh tubuh dari ujung uretra yang kadangkadang disertai darah, dan disertai perasaan nyeri pada waktu ereksi. Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum eritematosa, edematosa, dan ektropion. Tampak duh tubuh mukopurulen dan dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal unilateral dan bilateral. Kuman patogen penyebab utama duh tubuh uretra adalah Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis. Oleh karena itu, pengobatan pasien dengan duh tubuh uretra secara sindrom harus dilakukan terhadap kedua jenis kuman penyebab utama tersebut

17

bersama-sama. Bila ada fasilitas laboratorium yang memadai, kedua kuman penyebab tersebut dapat dibedakan, dan selanjutnya pengobatan secara lebih spesifik dapat dilakukan. Pada pemeriksaan dengan pendekatan sindrom tanpa alat bantu dapat digunakan bagan alur sebagai berikut :

18

Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi terapi farmakologis berupa ciprofloksasin 500 mg oral single dose, doxycycline 2 x 100 mg/hari oral selama 7 hari. Serta edukasi berupa Konseling tentang penyakit, cara penularan, dan komplikasinya, pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan, mengindari hubungan seksual sebelum sembuh dan memakai kondom, pengobatan juga harus dilakukan pada pasangan, menganjurkan untuk kembali jika keluhan masih menetap, pasien dianjurkan untuk memiliki pasangan tetap. Prognosis pada pasien ini adalah bonam.

19

DAFTAR PUSTAKA

Behrman, A.J. & Shoff, W.H., 2009. Gonorrhea, University of Pennsylvania. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/782913-overview [accessed 13 Agustus 2012]. Daili, S.F., 2007. Tinjauan Penyakit Menular Seksual (PMS). In: Djuanda, A., Hamzah, M., th and Aisah, S., Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5 ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 363-365. Daili, S.F., 2009. Gonore. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4 ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 65-76. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2005. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Lumintang, H., 2009. Infeksi Genital Non Spesifik. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular th Seksual. 4 ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 77-83.
th

20