Anda di halaman 1dari 3

Nama: Ratna Dwi Ramadani NIM: 100342400924 OFFERING: G2010 LAPORAN PRAKTIKUM PERKEMBANGAN HEWAN GAMETOGENESIS -OOGENESIS-

Oogenesis merupakan proses pembentukan sel gamet betina pada hewan dan manusia yang terjadi di dalam ovarium. Sel telur (ovum) berkembang di dalam folikel-folikel telur yang memiliki beberapa tahapan. Tahap awal perkembangan folikel adalah folikel promordium yang tersusun atas selapis sel epitel pipih yang mengelilingi ovum (oosit) yang terletak di bagian tengah folikel dengan ukuran oosit yang masih kecil. Selanjutnya folikel berkembang menjadi folikel primer dengan ukuran yang berkembang lebih besar karena perkembangan sel epitel selapis menjadi sel-sel epitel kubus selapis. Ovum (oosit) terletak di tengah folikel dengan ukuran yang bertambah besar, pada gambar hasil pengamatan inti oosit (ovum) terlihat cukup jelas.

Tahap selanjutnya, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder, sel-sel epitel kubus selapis berkembang menjadi sel-sel epitel kubus berlapis banyak. Sel-sel folikel tersebut dilindungi oleh kumpulan sel-sel yang membentuk teka pada bagian luar (teka eksterna) dan teka pada bagian dalam (teka interna). Ukuran oosit semakin besar terletak tepat pada bagian tengah folikel tersier. Selanjutnya folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier dengan ciri terbentuknya rongga (athrum) yang berisi Liquor folicle. Selanjutnya folikel berkembang menjadi folikel matang (folicle de graaf) yang dengan ukuran athrum yang sangat besar dan ovum yang terdesak menuju bagian tepi folikel. Folikel yang telah melepaskan ovumnya disebut korpus luteum yang tersusun atas selsel lutein.

Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin jantan (spermatozoid) di dalam tubulus seminiferus yang terdapat di dalam testis. tahaptahap perkembangannya diawali dengan spermatogonium yang terletak di tepi membran basalis dengan ukuran relatif kecil dan berbentuk oval. Selanjutnya spermatogonium membelah dan berkembang menjadi spermatosit I dengan ukuran relatif besar, berbentuk bulat dan terletak semakin menjauhi membran basalis. Selanjutnya spermatosit I membelah menjadi spermatosit II dengan ukuran ukuran spermatosit I dan terletak semakin mendekati lumen. Spermatosit II selanjutnya berkembang menjadi spermatid yang berbentuk oval, kecil, dengan ukuran sitoplasme menyempit dan terletak di dekat lumen, dan yang terakhir spermatid membentuk ekor dan berkembang menjadi spermatozoid yang terletak pada lumen lobus. Sel sertoli berfungsi sebagai penyuplai makanan bagi perkembangan spermatogonium menjadi spermatozoid, sedangkan sel leydig berperan dalam pembentukan hormon testosteron, yang merupakan hormon yang membantu pembentukan sperma. -Daftar RujukanGartner,L.P, Hiatt,J.P.. Color Atlas of Histology Fourth Edition. Lippinkot William and Wilkins. Tenzer,Amy,dkk. 2001. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Malang: FMIPA UM.