Anda di halaman 1dari 8

BAB I

Keuangan publik adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas finansial pemerintah. Keuangan publik menjelaskan belanja publik dan teknik-teknik yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai belanja tersebut. Keuangan publik juga menganalisis pengeluaran publik untuk membantu kita dalam memahami mengapa jasa tertentu harus disediakan oleh negara dan mengapa pemerintah menggantungkannya pada jenis pajak-pajak tertentu. Termasuk uraian yang menjelaskan mengapa pertahanan nasional harus dikelola oleh negara. Keuangan publik mempalajari bagaimana proses pengambilan keputusan yang dilakukan pemerintah, karena setiap keputusan akan mempunyai pengaruh terhadap ekonomi, keuangan rumah tangga dan swasta. Kesimpulannya: keuangan publik adalah mempelajari pendapatan dan belanja pemerintah dan juga menganalisis implikasi dari kegiatan pendapatan dan belanjja pada alokasi sumber daya, distribusi pendapatan dan stabilisasi ekonomi. Keuangan publik erat kaitannya dalam proses pengambilan keputusan berdasar asas demokrasi. John Stuart Mill : o Dalam pertahan nasional, campur tangan pemerintah, walaupun harus membatasi kebebasan individu, tetap dibutuhkan alam memelihara perdamaian dan melindungi masyarakat terhadap serangan yang datang dari luar maupun dari dalam. o Pemerintah harus bersifat inferior dalam melakuakn kegiatan ndustri dan perdaganga, karena usaha seperti itu dapat dijalankan oleh sektor swasta. o Individu akan lebih percaya diri apabila mengerjakan sesuatu untuk kepentingannya sendiri, sehingga pemerintah hanya bergerak dalam area yang menyangkut kepentingan publik atau umum. Kelemahan mekanisme pasar: o Adanya barang publik yg tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar, seinngga harus disediakan oleh pemerintah. o Adanya perbedaan antara biaya pribadi dan biaya sosial, manfaat pribadi dan manfaat sosial, sehingga pemerintah secara nyata diperlukan dalam pengelolaan biaya dan manfaat sosial karena swasta tidak ada keinginan untuk mengelolanya. o Adanya resiko yang sangat besar yang tidak mungkin dikelola swasta o Adanya sifat monopoli dalam bidang usaha tertnetu yang menyebabkan pemerintah harus campar tangan agar monopoli tidak merugikan para pelaku ekonomi. o Adanya inflasi atau deflasi yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis oleh mekanisme pasar. o Adanya distribusi pendapatan yang tidak merata antar pelaku ekonomi pasar. 3 kriteria menilai sektor publik: komposis output pengeluaran publik haruslah sesuai dengan keinginan konsumen, adanya preferensi pengambilan keputusan yang terdesentralisasi dan tidak menyerahkan ekonomi hanya pada kekuatan pasar, karena mekanisme apsar tidak dapat melaksanakan semua fungsi ekonomi. Karakteristik keuangan publik: o Untuk mencapai efisiensi pasar. Suatu kondisi dimana produksi barang sama dengan keinginan pasar. o Peraturan pemerintah. Diperlukan untuk mengoreksi penyimpangan yang terjadi apabila terdapat kondisi persaingan yang tidak efisien. o Pertukaran barang dan jasa tertentu. Perlu ada proteksi dari pemerintah untuk melindungi pelaku pasar. o Timbulnya masalah eksternalitas yang perlu dipecahkan pemerintah, melalui anggaran, subsidi dan pajak. o Perlunya peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk distribusi pendapatan dan kesejahteraan dalam mekanisme pasar. o Menjamin kesempatan kerja, stabilitas harga dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Keuangan publik mencoba memberikan gambaran tentang pilihan publik yang menyangkut aspek institusi publik, keseimbangan publik yang dicapai melalui proses pemilu. Mencakup masalah bagaimana pemerintah memperoleh pendapatannya (pajak dan non pajak) yang dihubungkan dengan aspek keadilan dan distribusi pendapatan. Membahas aspek belanja publik yang merupakan aktivitas utama pemerintah dalam penyediaan barang dan jasa publik untuk kesejahteraan masyarakat. Secara khusus, pemerintah perlu memberikan stimulus pada perekonomian melalui kebijakan belanjanya yang dapat mengalami pertumbuhan. Menyangkut kegiatan analisis hubungan antara kebijakan pemerintah dengan perekonomian yang dikelola oleh rumah tangga dan swasta. Kriteria Evaluasi: o Equity dan Fairness (keadilan dan kewajaran). Suatu kebijakan publik dapat diuji dsengan berbagai pertanyaan. o Economic Efficiency (efisiensi ekonomi). Dapat dianalisis dari sudut Pareto Efficiency yaitu melalui realokasi sumber daya atau melalui perubahan alokasi sehingga mencapai kondisi dimana seseorang atau beberapa orang mengalami kepuasan lebih baik tanpa menyebabkan pihak lain terbebani. o Paternalism (sistem paternal). Kebijakan dapat dievaluasi dari asumsi bahwa pemerintah adalah pihak yang paling mengetahui permasalahan pendudduk suatu negara dan pemerintah bebas menentukan kebijakan apa saja. o Freedom of Choice (kebebasan individu). Salah satu indikator keberhasilan addalah apakah kebijakan pemerintah dapat mendorong kebebasan individu dalam bertransaksi ekonomi. o Stabilization (stabilisasi). Apakah kebijakan yang diambil pemerintah mampu meningkatkan pengeluaran agregat?apakah ekonomi sektor swasta perlu diintervensi pemerintah. o Trade Off. Dapat dievaluasi dengan pertanyaan apakah pilihan kebijakan tidak akan mengorbankan tujuan lainnya.

BAB II Barang publik merupakan nonrival in consumption yang artinya bahwa kuantitas dari barang publik dapat dinikmati oleh lebih dari satu konsumen tanpa mengurangi jumlah yang dinikmati oleh konsumen yang lainnya. Karena sifat pokoknya barang ini tidak dapat dimiliki. Non Rivalry (tidak ada persaingan dalam mengkonsumsinya). Bahwa barang tersebut akan dapat dikonsumsi oleh sejumlah orang secara bersama-sama, tanpa mengurangi jumlah yang dapat dikonsumsi oleh konsumen lainnya. Bahwa satu orang dapat meningkatkan kepuasannya atas barang publik tersebut tanpa mengurangi kepuasan orang lain yang juga akan menikmati barang yang sama. Konsumsi atas barang publik oleh seseorang tidak mempengaruhi penawran barang publik tersebut untuk dikonsumsi oleh orang lain atau suatu barang publik dapat dikonsumsi oleh beberapa orang secara bersama-sama (jalan raya dan pertahanan nasional). Non Excludability. Menggambarkann bahwa tidak ada cara yang mungkin untuk mengecualikan siapapun agar dapat memanfaatkan barang publik. Manfaat akan berlaku sama bagi semua orang, meskipun mereka dapat mempunyai preferensi yang berbeda-beda. Setiap anggota masyarakkat tidak dapat dibatasi ataupun dilarang untuk mengkonsumsi barang publik. Walaupun setiap orang mengkonsumsi jumlah yang sama atas barang publik, tidak ada persyaratan bahwa konsumsi ini dinilai atau dihargai oleh semua orang. Kontribusi dapoat berbeda-beda, bisa saja satu kelompok membayar lebih mahal, akibat rendahnya kontribusi sebagian lainnya. Barang publik tidak disediakan secara eksklusif oleh pihak swasta. Bisa disediakan swasta, tapi pemerintah kemudian membelianya. Perbedaan barang publik dan barang pribadi: o Pertukaran barang pribadi dalam mekanisme pasar tidak akan menghasilkan eksternalitas, sedangkan pertukaran barfang publik selain dapat menghasilkan manfaat eksternal (pertahanan nasional) juga akan dapat menyebabkan beban eksternal bagi pihak lain (polusi udara). o Biaya marjinal untuk distribusi barang publik kepada konsumen adalah nol.

Barang pribadi akan dirasakan secara perorangan, sedangkan kebutuhan barang publik akan dirasakan secara bersama-sama oleh individu dalam masyarakat. Terdapatnya perbedaan, karena adanya kegagalan mekanisme pasar, bagaimana pemerintah harus menentukan berapa banyak barang publik yang harus diadakan, permintaan barang publik harus diinterpretasikan berbeda dengan permintaan barang pribadi (untuk barang publik, seluruh konsumen harus mengkonsumsi sejumlah kuantitas yang sama atas barang), dari tingkat output yang efisien. Free rider problem. Masalah yang muncul karena karena ada orang-orang yang mengambil manfaat barang publik tanpa memberikan kontribusi apa pun terhadap biaya penyediaan barang tersebut. Semakin banyak jumlah orang yang menikmati barang publik, maka semakin besar free rider dalam masyarakat tersebut. Ekternalitas adalah biaya-biaya yang dibebankan pada pihak ketiga atau keuntungan yang diperoleh oleh pihak ketiga diluar transaksi pasar, dimana biaya-biaya tersebut tidap dapat dibebankan pada yang menimbulkannya atau keuntungan yang diperoleh seseorang tanpa dipungut biaya bagi yang menikmati keuntungan tersebut. Eksternalitas akan muncul dalam transaksi penyediaan dan atau pertukaran barang publik, karena karakteristik dasarnya. Dengan adanya ekternalitas, harga suatu barrang tidak secara akurat menunjukkan keuntungan sosial marjinal maupun biaya sosial marjinal. Negative eksternalities (biaya eksternal; biaya yang menjadi beban bagi pihak ketiga lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan oleh pembeli atau penjual walaupun tidak tercermin dalam harga pasar barang tersebut), contohnya perokok pasif dan polusi air. Positif ekternalities (manfaat ekstenal; merupakan suatu keuntungan atas suatu barang yang diperoleh pihak ketiga lebih dari keuntugan yang diperoleh pembeli atau penjual walaupun tidak tercermin dalam harga pasar barang tersebut), contohnya: o pendidikan anak juga bermanfaat untuk masyarakat, berpendidikan akan lebih produktif. o Sampah yang diankut secara teratur, akan mengakibatkan resiko kesehatan berkurang dan nilai properti meningkat. o Lampu jalan diseberang blok rumah kita, maka kita dapat berjalan dengan aman. Empat kategori barang: barang publik, barang pribadi, barang publik lokal (congestible goods, yaitu barang publik yang mempunyai sifat tidak bersaing yang rendah hanya pada waktu penggunaannya padat atau penggunanya mencapai jumlah tertentu) dan barang dengan ekternalitas.

BAB III Tujuan kebijakan harga oleh pemerintah akan mencngkup tindakan-tindakan yang diperlukan agar pasar bekerja lebih baik, termasuk memperbaiki arus informasi atau mengurangi unsur-unsur monopoli dan batasan-batasan dalam masuknya perusahaan-perusahaan baru dalam pasar. Penentuan harga barang publik: 1) dapat dijual dengan harga pasar, 2) dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda dengan harga pasar, 3)diberikan secara gratis kepada para konsumennya. Setiap keputusan akan memiliki konsekuensi berbeda-beda, misalnya diberikan secara gratis akan memaksimalkan penggunaan barang atau jasa, tapi biaya yang ditanggung pemerintah akan sangat tinggi. Keputusan penentuan harga oleh pemerintah ditujukan untuk memperbaiki alokasi sumber daya ekonomi padda sektor publik. Pada dasarnya, tugas pemerintah adalah menyediakan barang untuk kepentingan orang banyak dengan harga yang murah. Pemerintah akan ditekan secara politik untuk tidak mengambil keuntungan atas barang dan jas yang dihasilkan, karena itulah harganya selalu dibaweah harga pasar, konsekuensinya hal ini akan menimbulkan ketidakefisienan atau terjadi pemborosan apabila dipandang dari segi ilmu ekonomi. o Contohnya penyediaan barang publik oleh pemerintah seperti air minum dan listrik,. Pemerintah tidak diharapkan untuk memperoleh keuntungan dari penyediaan barang tersebut, sehingga pemerintah tidak dapat menetapkan harga tertinggi. Pemerintah hanya mengenakan harga yang dapat menutup biaya total perusahaan penyedia barang publik, supaya tetap berjalan tanpa mengalami kerugian. o Dilain pihak, pemerintah dapat mengijinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah tertentu (keuntungan dibatasi), kemudian masyarakat membayar diatas nilai sebelumnya

ditetapkan. Sehingga konsumen tidak dibebankan biaya yang tinggi, tetapi perusahaan masih dapat melakukan perluasan usaha untuk menambah investasinya. Kebijakan penentuan harga merupakan salah satu kebijakan yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya mendorong produksi atau memelihara kestabilan. Dua pendekatan untuk analisis penyediaan produk pertanian, yaitu: o Kebijakan harga positif yaitu kebijakan harga yang ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi. o Kebijakan harga negatif, yaitu kebijakanharga yang ditujukan untuk mengurangi penigkatan produksi. Langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi produsen dan konsumen adalah dengan menentukan harga dasar yang ditujukan untuk melindungi produsen agar harga produk di pasar tidak turun lebih rendah dari harga yang ditetapkan dan harga maksimum yang ditujukan untuk melindungi konsumen agar jangan sampai menderita karena harga yang terlalu tinggi (kebijakan penyangga/buffer stock policy).

BAB IV Fungsi pemerintah: o Fungsi Alokasi: fungsi penyediaan barang publik atau proses alokasi sumber daya untuk digunakan sebagai barang pribadi atau barang publik dan bagaimana komposisi barang publik ditetapkan. Meningkatkan pelayanan pemerintah diikuti kenaikan pajak. o Fungsi Distribusi: penyesuaian atas distribusi pendapatan dan kekayaan untuk menjamin pemerataan dan keadilan. Mendistribusikan pendapatan dari kelompok tinggi ke kelompok rendah atau sebaliknya dengan penggenaan pajak progresif atau regresif. o Fungsi Stabilisasi: penggunaan kebijakan anggaran sebagai alat untuk mempertahankan tingkat kesempatan kerja, stabilitas ekonomi dan laju pertumbuhan ekonomi, dengan memperhitungkan akibat kebijakan pada perdagangan dan neraca pembayaran. Membuat kebijakan ekspasioner diikuti dengan menaikkan pengeluaran publik atau penurunan pajak. Adam Smith, empat fungsi pengoreksi: o Tugas memproteksi suatu kelompok masyarakat dari pelanggaran dan invasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lainnya. o Tugas memproteksi setiap anggota masyarakat dari ketidakadilan dan dominasi yang dilakukan oleh anggota lain dalam masyarakat. o Tugas membentuk dan memelihara institusi publik agar memberikan manfaat yang tinggi serta kesempatan kerja kepada masyarakat. o Tugas mempertemukan biaya yang diperlukan untuk mendukung peraturan-peraturan. Milton Friedman, bahwa keterlibatan pemerintah harus dapat membuat dan memaksakan aturan-aturan umum yang mengatur perilaku para individu. Apabila pemerintah memutuskan untuk campur tangan dalam aktivitas individu, keterlibatan tersebut harus mempunyai tingkat yang minimal. Milton juga menyarankan pemerintah supaya membeli sumber daya yang digunakan dalam pasar, bukan mengendalikan/menagtur sumber daya tersebut. Pada saat pemerintah memproduksi barang atau jasa, pemerintah harus membebankan secar pro rata kepada pengguna dan bukan bertransaksi denga pengguna. Aktivitas pemerintah hanya berperan sebagai last resort, dalam mendanai, mengatur dan menyediakan barang atau jasa secara gratis. Alasan keterlibatan pemerintah: o Terdapat arang yang bersifat non-rival dan non-excludable yang membuat tidak mungkin membebankan biaya penyediaannya kepada pengguna. o Konsumsi atau produksi barang/jasa publik mungkin menghasilkan suatu akibat eksternal kepada masyarakat yang tidak tercermin dalam harga barang. Tanpa intervensi pemerintah, pasar akan meproduksi barang publik secara tidak proporsional, tergantung baik atau buruknya eksternalitas. o Tidak bisa bergeraknya sumber daya yang produktif, terutama tenaga kerja, dapat membantu mencegah pencapaian alokasi sumber daya yang efisien.

Informasi yang tidak simetris dan tidak sempuna akan mengarah pada penilaian yang salah atas barang dan jasa publik dan dengan demikian akan menyebabkan penawaran dan permintaan yang tidak tepat. o Kegagalan pasar berhubungan dengan permasalahan dari seleksi yang tidak menguntungkan dan bahaya moral ketika pembeli atau penjual bertindak secara eksklusif atas dasar mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Aspek keadilan o Kebutuhan untuk mengatasi kemiskinan harus lebih menjadi perhatian pemerintah. o Peningkatan keadilan akan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pembangunan yang lebih cepat dan berkurangnya kemiskinan. o Ketidakadilan akan meningkatkan kejahatan dan eksterrnalitas negatif yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan keadilan sosial. o Peranan sektor swasta dan kebutuhan kemitraan dalam kesempatan, pemberdayaan dan proteksi perlu difasilitasi pemerintah. o Penekanan pada aspek keadilan bukan hanya tugas pemerintah. Sektor swasta dapat berperan aktif dalam menciptakan kesempatan ekonomi (penciptaan lapangan kerja, kredit), mempromosikan tambahan manfaat kepadda anggota masyarakat dan memberikan kontribusi mengurangi ketidakadilan melalui aktivitas yang sebetulnya merupakan tanggungjawab pemerinta (RS dan sekolah yang dananya dari swasta). Peran penyedia (provider role); pemerintah menyediakan barang publik untuk menjamin stabilitas ekonomi makro, keadilan, lingkungan yang bersih, penyelesaian konflik, perlindungan hak asasi dan stabilitas nasional. Peran kemitraan (partnership role); pemerintah dapat menjadi mitra swasta dalam penyediaan peraturan, pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan dari risiko dan kerugian. Di masa sekarang, pemerintah bersifat regulator dari mekanisme pasar dan fasilitator dari lingkungan kelembagaan dan pengaturan yang kondusif atas pembangunan sektor swasta. Fungsi Alokasi o Suatu barang publik, yang berbeda sifatnya dengan barang pribadi, tidak dapat disediakan melalui sistem pasar melalui transasi antara konsumen dan produsen secara individu. o Untuk barang pribadi, sistem pasar akan terjadi melalui transaksi antara konsumen dan produsen secara individual dan sukarela. o Mekanisme pasar terjadi apabila ada suatu permintaan dari konsumen, kemudian produsen akan menyediakan barang yang paling diinginkan oleh konsumen. o Mekanisme pasar akan membawa konsumen dan produsen ke suatu titik harga tertentu. Alasan perlunya aturan pemerintah guna menjamin efisiensi dakam sistem ekonomi pasar: o Pemerintah diharapkan dapat menjamin pasar agar dapat beroperasi secara efisien, terutama dalam hal persaingan. o Pemerintah sendiri seharusnya bekerja keras untuk mencapai tingkat efisiensi yang sama dengan pihak swasta, terutama dalam hal biaya produk dan kualitas produk yang dihasilkannya. o Terletak pada hubungan rasional dari produksi pemeintah atas barang-barang publik. Barang pribadi adalah barang-barang yang diproduksi untuk dijual dan tersedia di pasar, sedangkan barang publik adalah barang-barang yang tersedia tapi tidak untuk dijual di pasar. Penyediaan barang publik oleh pemerintah akan menyebabkan trade off dengan penyediaan barang pribadi melalui mekanisme pasar. Artinya, setiap penyediaan atas barang publik harus ada pengorbanan dari sumber-sumber daya yang seharusnya dapat digunakan untuk memproduksi barang pribadi. Barang publik terbagi dua; yaitu barang publik mempunyai sifat tidak bersaing (non rivalry) dan barang publik mempunyai sifat tanpa pengecualian (non excludability). o Semakin banyak orang dalam suatu wilayah, akan semakin tinggi sifat bersaingnya dalam penggunaan barang publik tersebut (pendidikan, kesehatan). o Pemerintah akan sulit mencegah orang yang tidak membayar pajak untuk tidak melewati jalan umum, karena apabila pemerintah tidak membangun jalan, maka akan merugikan orang-orang yang telah membayar pajak.

Ada barang publik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat di dalam negara (berskala nasional, disediakan oleh pemerintah pusat) dan ada barang publik yang hanya dapat dimanfaaatkan oleh sekelompok orang tertentu (berskala lokal, disediakan pemerintah daerah). o Barang publik bersifat lokal mempunyai sifat tidak bersaing rendah, sehingga masalah free rider mungkin dapat diselesaikan. Efisiensi Pareto: suatu pengaturan ekonomi tertentu adalah efisien jika disana tidak dapat dilakukan pengaturan kembali yang akan menyebabkan seseorang menjadi lebih baik tanpa merugikan posisi orang lain. Pada kondisi efisiensi pareto, tidak mungkin merubah metode produksi, kombinasi barang yang diproduksi atau besarnya sektor pemerintah dalam usaha membantu seseorang atau kelompok tanpa merugikan orang lain. Fungsi Distribusi o Teori distribusi biasanya mengaccu pada teori mengenai peranan faktor produksi, yaitu teori penetapan harga faktor produksi dan pembagian pendapatan nasional dari penghasilan atas tanah, tenaga kerja dan modal. o Dua masalah pokok dalam penggunaan sumber daya optimal, yaitu: masalah penggunaan sumber daya yang efisien dan masalah pendistribusian sumber daya tersebut dengan adil. Konsep keadilan: o Konsep keadilan horizontal: diasumsikan bahwa setiap orang memiliki kapasitas yang sama untuk menikmati pendapatan. Oleh karena itu, setiap orang akan ditarik pajak dengan jumlah yang sama. Sedangkan pemerintah akan menyediakan sejumlah barang publik yang sama pula. Permasalahannya hal ini tidak hanya sekedar persoalan pendapatan. Contoh: tiket masuk pada tempat rekreasi. o Konsep keadilan vertikal: berarti memperlakukan setiap orang secara berbeda sesuai dengan kondisinya masing-masing. Dasar pengukurannya bisa pendapatan, kekayaan dan kebutuhan/kemampuan untuk membayar. Contoh: penerapan tarif pajak progresif, pembebasan biaya sekolah, subsidi rumah dan kesehatan bagi masyarakat miskin. o Keadilan vertikal sukar diterapkan karena bagaimana kebijakan publik dapat menetapkan dasar yang dapat dijadikan pedoman bagi pengukuran ketidaksamaan kondisi seseorang dan bagaimana cara mengukur perbedaan jumlah pendapatan seseorang jika dikaitkan dengan perbedaan kemampuan orang tersebut dalam membayar pajak. o Prinsip kompensasi: diterjemahkan sebagai optimalisasi pareto yang menyatakan bahwa tidak mungkin merubah kondisi seseorang menjadi lebih baik, tanpa menyebabkan kondisi orang lain sebaliknya (lebih buruk). Akan tercipta kebijakan yang mau tidak mau akan terdapat pihak yang menang dan kalah. Fungsi Stabilisasi o Dirancang untukk menjaga stabilitas perekonomian seperti mempertahankan atau mencapai kesempatan kerja yang tinggi, tingkat stabilitas harga yang pantas, neraca opembayaran luar negeri yang sehat dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dapat diterima. o Kondisi stabil tidak dicapai secara otomatis. Tanpa kebijakan stabilisasi pemerintah, perekonomian cenderung mengalami fluktuasi, pengangguran dan inflasi. o Komponen kebijakan moneter mencakup: pembentukan cadangan wajib, tingkat diskonto, kebijakan pasar terbuka dan pengendalian kredit selektif. o Kebijakan untuk menambah jumlah uang beredar akan memperbesar likuiditas, menurunkan suku bunga dan akan menaikkan tingkat permintaan, sementara pembatasan moneter akan berdampak sebaliknya. o Kebijakan fiskal akan mempengaruhi secara langsung tingkat permintaan barang dan jasa. Menurunkan pajak dilakukan pemerintah dalam upaya pemerintah untuk memperbesar total belanja pemerintah, karena wajib pajak akan membelanjakan jumlah pendapatan lebih banyak. o Jika peredaran uang diperketat, pinjaman tambahan akan mempertinggi suku bungga sehingga menghambat transaksi pasar. Penentuan anggaran lebih condong sebagai proses politik ketimbang proses pasar.

BAB V Anggaran adalah suatu rencana keuangan yang merupakan perkiraan entang apa yang dilakukan dimasa yang akan datang. Perbedaan antara penerimaan dan pendapatan, antara belanja dan pengeluaran: o Penerimaan publik tidak selalu berupa pendapatan publik, karena penerimaan tidak menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara, sedangkan pendapatan akan menyebabkan kenaikan kekayaan neto negara. o Pengeluaran publik tidak selalu identik dengan belanja negara, karena pengeluaran publik tidak mengurangi kekayaan neto negara, sedangkan belanja publik pasti mengurangi kekayaan neto negara. Seluruh rencana pengeluaran dan penerimaan pemerintah dibahas olehlegislatif untuk disahkan setiap tahun, on budget. Namun ada anggaran yang dibiayai dengan dedicated fund yg tidak dibahas dilegislatif, dikenal off budget (alokasi dana untuk pensiun dan tunjangan hari tua). On budget akan deficit, sedangkan off budget akan surplus. Apabila anggaran disusun dengan mengkonsolidasikan antara on budget dan off budget, makan anggaran yang dihasilkan disebut unified budget. Jenis Anggaran: o Anggaran belanja line-item: Jenis anggaran belanja yang hanya membuat daftar barang atau obyek. Disebutkan secara spesifik pengeluaran uang digunakan untuk membeli barang apa. Bila obyek dalam line-item budget banyak, maka akan dikelompokkan. Kelebihan sistem ini karena mudah mengawasi penggunaannya, karena mencantumkan dengan jelas barang atau obyek dimana uang itu dibelanjakan. sedangkan kelemahannya adalah sulit menyederhanakan berbagai jenis barang untuk dikelompokkan. o Anggaran belanja berprogram: Suatu anggaran yang berorientasi kepada maksud dan tujuan untuk apa uang dibelanjakan. Pengeluarannya dikelompokkan berdasarkan programnya, sesuai tujuan, fungsi dan kegiatan pengeluarannya. Kelebihannya memungkinkan kita untuk memuat daftar prioritas dalam memutuskan kegiatan-kegiatan yang akan dibelanjakan dan lebiih normatif, karena dapat diketahui tingkat kepentingan tujuan pembelanjaan itu, bukan perincian yang sempit sifatnya. Kelemahannya lebih sulit dilakukan pengawasan, karena dalam sitem ini hanya mencantumkan X rupiah untuk belanja satu program, namun tidak dijelaskan obyek pengeluarannya. o Anggaran berbasis kinerja: Dibangun atas anggaran berprogram, anggaran ini hanya menambahkan keterangan berapa banyak jenis pelayanan yang akan disediakan untuk melaksanakan suatu tujuan. Merupakan kombinnasi antara line-item, berprogram, obyek pengeluaran dan data hasil kerja. Dua hal yang harus dilakukan dalam menyusun anggaran belanja berbasis kinerja adalah harus tersedia ukuran hasil kerja (output) yang realistis dan menetapkan dan mengukur suatu tingkat pelayanan yang wajar. o Zero-based budgeting Menggunakan paket-paket anggaran. Seluruh program kegiatan pemerintah harus dijustifikasi setiap tahun dengan tidak mendasarkan atas kemiripan kegiatan yang telah diselenggarakan tahun sebelumnya. Siklus anggaran: o Penyusunan anggaran o Pengesahan anggaran o Pelaksanaan dan pengawasan angaran o Pemeriksaan dan pertanggungjawaban anggaran 3 cara menyusun anggaran: o Bottom up, penyusunan anggaran dimulai dari unit paling bawah ditersukan berjenjang ke unit yang lebih tinggi. Besar kecilanya usulan ditentukan oleh unit paling bawah. o Top down. Unit paling tinggi menetapkan batas tertinggi (plafon) anggaran yang dapat dibelanjakan unit dibawahnya. Unit tidak boleh melakukan pengeluaran melebihi plafon tersebut.

o Campuran Fungsi pemeriksaan dari legislatif lebih ditekankan pada bagaimana memanfaatkan seluruh kekayaan publik pada porsi paling menguntungkan ekonomi negara. Setiap siklus mempunyai problem sendiri. Pada fase penyusunan dan pembahasan lebih banyak akibat campur tangan politik, sedangkan pada pelaksanaan dan pemeriksaan lebih mengarah pada isu manajemen dan akuntansi.

BAB VI Untuk mencapai pertumbuhan, tidak cukup hanya dengan cara penyediaan modal pembangunan (investasi fisik dan investasi SDM) serta proses teknologi yang diperlukan, tetapi juga diperlukan sejumlah perubahan sodial dan kelembagaan yang merupakan sebab dan akibat dari tingkat pembangunan perekonomian yang masih rendah. Perkembangan sektor publik di negara-negara maju cenderung tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Besarnya sektor publik di negara-negara maju tidak hanya berkembang sejalan dengan pendapatan per kapita, tetapi kenaikan pendapatan per kapoita juga disertai dengan kenaikan persentase sektor publik dalam GNP. Kelayakan pengenaan pajak tergantug pada kesaddaan masyarakat untuk membayar pajak, dukungan pengadilan terhadap penegakan peraturran perpajakan dan keterseddiaan petugas fiskus yang mampu dan jujur. Keringanan pajak untuk investasi tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, tetapi juga menyebabkan hilangnya penerimaan pemerintah dan memperbesar ketimpangan apabila keringanan diberikan kepada masyarakat berpendapatan tinggi. Agar insentif menjadi efektif bagi investor yang mengirimkan labanya ke negara asalnya adalah dengan kesepakatan pajak bersama.