Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Push up merupakan salah satu kerja fisik yang dilakukan oleh tubuh dengan menggunakan otot/musket. Push up merupakan salah satu olahraga yang mudah untuk dilaksanakan dan populer di kalangan masyarakat. Menurut Ade Rai, push up berguna untuk membentuk otot tangan dan dada. Dalam Push Up, konsumsi energi merupakan faktor utama yang dijadikan tolak ukur. Penggunaan energi akan berakibat pada perubahan kondisi tubuh salah satunya adalah perubahan denyut jantung. Kerja fisik (push up) secara terusmenerus akan membuat manusia membutuhkan banyak energi. Semakin lama intensitas push up semakin banyak energi dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal tersebut berpengaruh terhadap jantung dan pembuluh darah karena jantung merupakan organ vital yang memasok kebutuhan darah yang digunakan sebagai alat transport oksigen untuk dirombak menjadi energi ke seluruh tubuh. Aktivitas fisik seseorang akan meningkat karena kebutuhan darah yang mengandung oksigen akan semakin besar. Kebutuhan ini dipenuhi oleh jantung dengan meningkatkan aliran darahnya. respon pembuluh darah terhadap aktivitas ini adalah dengan melebarkan diameter pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga akan berdampak pada denyut nadi dan tekanan darah individu tersebut. Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah didalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Saat kita bergerak, Denyut nadi meningkat karena otot yang bekerja memerlukan pasokan oksigen untuk mengolah energi yang didapat dari makanan. Udara yang dihirup oleh paru, dihantarkan darah menuju jantung, kemudian oleh jantung dipompakan keseluruh tubuh, terutama pada otot yang bekerja.Otot, terutama anggota gerak tubuh, bisa kita kendalikan. Astrand & Rodahl (1997); Rodahl (1989) menyatakan bahwa denyut nadi mempunyai hubungan linier yang tinggi dengan asupan oksigen pada

waktu kerja. Makin banyak otot yang bekerja, makin banyak kebutuhan oksigen, makin besar frekuensi denyut jantungnya. Respon fisiologis terhadap olahraga seperti push up adalah meningkatnya curah jantung yang akan disertai meningkatnya distribusi oksigen ke bagian tubuh yang membutuhkan, sedangkan pada bagian-bagian yang kurang memerlukan oksigen akan terjadi vasokonstriksi, misal traktus digestivus. Meningkatnya curah jantung pasti akan berpengaruh terhadap tekanan darah. (Sherwood, 1996). Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, timbul pemikiran untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh push up terhadap frekuensi denyut nadi dan tekanan darah.

1.2 Rumusan Masalah Dari uraian di atas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut, yaitu : 1. Apakah push up berpengaruh terhadap frekuensi denyut nadi ? 2. Apakah push up berpengaruh terhadap tekanan darah ?

1.3 Tujuan Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh push up terhadap frekuensi denyut nadi dan pengaruh push up terhadap tekanan darah

1.4 Manfaat 1. Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan dari push up terhadap frekuensi denyut jantung serta tekanan darah sebagai respon terhadap aktivitas fisik. 2. Untuk memberikan informasi pada masyarakat mengenai porsi latihan push yang baik agar frekuensi denyut nadi dan tekanan darah tetap terjaga