Anda di halaman 1dari 12

PERAN VARIETAS UNGGUL DAN SISTEM PERBENIHAN JAGUNG

BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH PERTANIAN

DINAS PERTANIAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LATAR BELAKANG
Program Pembangunan Pertanian: 1. Peningkatan Ketahanan Pangan 2. Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Usaha Pertanian 3. Peningkatan Kesejahteraan Petani Memerlukan ketersediaan benih dan penggunaan benih bermutu dari varietas unggul, akan berpengaruh terhadap ; > Produktivitas > Mutu Hasil > Efisiensi Usaha Tani

SASARAN
1.

Terpenuhinya kebutuhan benih bagi petani, dengan 6 tepat; tepat varietas, tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, tepat lokasi dan tepat harga yang wajar. 2. Terjaminnya kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan. 3. Terwujudnya usaha perbenihan yang tangguh dan mandiri dengan skala usaha yang layak secara komersial dan berkesinambungan. 4. Optimalnya dukungan penggunaan benih varietas unggul bermutu untuk pencapaian sasaran peningkatan produktivitas.

KEBIJAKAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. Meningkatkan dukungan dalam pemuliaan dan penyebaran varietas Memantapkan alur perbanyakan benih Mengoptimalkan pengawasan mutu dalam produksi dan peredaran benih Memantapkan kelembagaan produksi dan pengawasan mutu benih Menumbuh kembangkan penangkar-produsen dan pengedar benih Mengganti varietas lokal, varietas produktivitas rendah dan varietas produktivitas sedang dengan varietas produktivitas tinggi.

SISTEM PERBENIHAN DAN ALUR PRODUKSI BENIH TANAMAN PANGAN

KELAS BENIH

PENGADAAN

PENGEDAR

PENGAWASAN

LOKASI PERBANYAKAN

NS BS BD BP BR

BADAN LITBANG DITJEN TP

BADAN LITBANG DITJEN TP

BADAN LITBANG / PEMULIA BADAN LITBANG / PEMULIA BPSB

KEBUN PERBOBAAN BADAN LITBANG KEBUN PERBOBAAN BADAN LITBANG KEBUN KEBUN DINAS KEBUN KEBUN DINAS / PRODUSEN BENIH PRODUSEN BENIH

DAERAH

DAERAH

DAERAH

DAERAH

BPSB

DAERAH

DAERAH

BPSB

STRATEGI
PEMANTAPAN SISTEM PERBENIHAN TERDIRI DARI 4 SUB SISTEM; 1. Penelitian, pemuliaan dan pelepasan varietas > Diperoleh varietas unggul baru > Diketahui komposisi penyebaran varietas baru 2. Produksi dan distribusi > Meningkatkan ketersediaan benih sumber dan benih sebar > Meningkatkan penyerapan benih sumber dan benih sebar 3. Pengawasan mutu dan sertifikasi benih > Optimalisasi pengawasan mutu dan sertifikasi benih > Optimalisasi pengawasan peredaran benih 4. Penunjang ( Kelembagaan, Infrastruktur, Sarana-prasarana, Peraturan Perbenihan, SDM Perbenihan, Permodalan dll.) > Optmalisasi kinerja lembaga perbenihan dan meningkatkan kemampuan usaha perbenihan.

PROGRAM PERBENIHAN
1. 2. 3. 4. 5. 6. Peningkatan ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul untuk mendukung pencapaian sasaran produksi tanaman pangan Optimalisasi penggunaan benih bermutu varietas unggul Optimalisasi kinerja kelembagaan perbenihan untuk mendukung ketersediaan benih bermutu Mendorong berkembangnya penangkar-produsen benih di daerah. Mendorong terciptanya iklim usaha perbenihan yang kondusif Pengembangan sistem sertifikasi benih yang mengacu pada SNI serta pengembangan sistem sertifikasi yang mandiri bagi produsen benih yang memenuhi persyaratan.

SERTIFIKASI BENIH JAGUNG


A. Prosedur dan Persyaratan Sertifikasi Benih Prosedur : a. Penangkar-produsen benih ( Pemohon ) mengajukan ; permohonan sertifikasi benih. b. Permohan pemeriksaan lapangan - Pendahuluan - Phase vegetatif - Phase berbunga c. Permohonan pengambilan contoh benih d. Permohonan pemasangan label benih. Persyaratan : a. Areal penangkaran benih b. Benih sumber untuk penangkaran/perbanyakan

B. Pelaksanaan Sertifikasi Benih 1. Pemeriksaan lapangan; Pendahuluan, Phase Vegeta tif, Phase Berbunga. 2. Pemeriksaan alat panen dan alat pengolahan benih 3. Pengawasan panen dan pengolahan benih 4. Pengambilan contoh benih 5. Pengujian benih di laboratorium 6. Pengawasan pemasangan label benih

BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH PERTANIAN

fungsi dan tugas pokok


FUNGSI : Sebagai pelaksana sebagaian tugas Dinas Pertanian di bidang Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura TUGAS POKOK : Untuk melaksanakan Fungsi BPSBP mempunyai tugas; 1. Menyusun rencana dan program kerja Balai. 2. Melaksanakan Pengawasan Mutu Benih TPH 3. Melaksanakan Pengawasan Peredaran Benih TPH. 4. Melaksanakan Sertifikasi dan Penilaian Kultivar 5. Melaksanakan kegiatan Ketata usahaan Balai

SERTIFIKASI BENIH ADALAH RANGKAIAN KEGIATAN PENERBITAN SERTIFIKAT TERHADAP BENIH YANG DILAKUKAN OLEH LEMBAGA SERTIFIKASI MELALUI PEMERIKSAAN LAPANGAN, PENGUJIAN LABORATORIUM DAN PENGAWASAN SERTA MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK DIEDARKAN. ( PERMENTAN RI NO. 39/Permentan/OT.140/8/2006 Ps.1 ayat 26 )

PENGAWASAN : ADALAH KEGIATAN PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN SECARA BERKALA DAN ATAU SEWAKTU-WAKTU DIPERLUKAN TERHADAP DOKUMEN DAN ATAU BENIH YANG BEREDAR UNTUK MENGETAHUI KESESUAIAN MUTU DENGAN LABEL DAN STANDAR MUTU BENIH YANG DITETAPKAN. ( PERMENTAN RI NO. 39/Permentan/OT.140/8/2006 Ps.1 ayat 39 )

TERIMA KASIH