Anda di halaman 1dari 3

Mien Aminah Musaddad Wafat

Friday, 27 Apr 2012 | 10:02:25 WIB

GARUT, (KP).Anggota DRPD Provinsi Jawa Barat, Hj. Mien Aminah Musaddad meninggal dunia dalam usia 62 tahun, Kamis (26/4) sekitar pukul 14.25 WIB di rumahnya di Wanaraja, Kab. Garut. Almarhum yang duduk di Komisi V itu meninggalkan enam orang anak dan 12 cucu. Mantan anggota DPRD Kab. Garut periode 1999-2004 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meninggal dunia setelah menjalani operasi kanker rahim pada awal tahun ini. Menurut keterangan juru bicara keluarga yang juga adik kandung almarhum, Hj. Yies Sadiyah, pada bulan November tahun 2011 lalu, almarhum sepulang dari Bali merasakan sakit di bagian dadanya. Lalu almarhum dibawa ke dokter dan berobat di RS Borneus Bandung. Tak lama setelah itu, kata Yies, almarhum menjalani operasi karena ditemukan di dalam tubuhnya terdapat kanker. "Almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama 3 bulan. Lalu usai menjalani operasi almarhum sempat berobat alternatif di daerah Purwakarta selama 1,5 bulan," kata Yies. Pada Selasa (24/4) tempo hari almarhum dibawa ke Garut. Bahkan, kata Yies, sepertinya almarhum sudah mengetahui akan meninggal dunia dalam waktu dekat. Hal itu terlihat dalam ia berbicara yang selalu menitip-nitipkan anak dan cucu-cucunya. Sedangkan suami almarhum, H. Holid sudah meninggal dunia sepuluh tahun silam. Almarhum dimakamkan sekitar pukul 17,30 di pemakaman keluarga di kawasan Pondok Pesantren Darusalam, Kec. Wanaraja, Kab. Garut dan berdampingan dengan makam suaminya. Almarhumah selain menjadi anggota DPRD Provinsi Jabar juga ketua Yayasan Darusalam dan Pelopor budidaya Industri Rami. Almarhum merupakan anak ke lima dari keluarga besar KH. Musadad dan Hj. Atikah. Selain meninggalkan duka mendalam bagi anggota keluarga, kepergian Ketua Yayasan Darussalam Hj. Mien Aminah Binti Anwar Musaddad ini juga meninggalkan duka mendalam bagi para jemaahnya. Hal ini sungguh wajar mengingat kepribadian almarhumah yang bukan hanya penuh rasa sayang

terhadap keluarganya, namun juga terhadap setiap orang yang dikenalnya, termasuk para jemaah. "Itulah sebabnya selama ini kami menganggap beliau bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik umat atau seluruh jemaah terutama jemaah Darussalam," tutur anak sulung almarhumah Mien Aminah, Yudi Muhammad Aulia. Dikatakan Yudi, almarhumah yang lahir di Garut pada 27 Februari 1950 lalu selain merupakan ibu yang baik bagi anak-anaknya, juga sebagai pendidik yang sangat baik. Dengan penuh rasa kasih sayang namun juga tidak meninggalkan rasa tegasnya, dia selalu memberikan pelajaran tentang mana yang baik dan mana yang salah. Hal inilah yang meninggalkan kesan sangat mendalam bagi enam orang anak yang kini ditinggalkannya. Selain itu Yudi juga mengatakan, ada kebiasaan almarhumah yang sangat sulit dilupakan dimana dia paling senang berada di tengah para jemaah dan suka sekali berbaur dengan masyarakat di saat mempunyai waktu senggang. Tak jarang jika ketika sedang tidak ada kegiatan atau reses, anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini bukannya istirahat tapi memanfaatkan waktu luangnya dengan berkumpul dengan para jemaah atau masyarakat. "Kami juga melihat keseharian almarhumah yang begitu bersahaja, tak senang berpangku tangan serta selalu memberikan petuah bagi kami anak-anknya dan juga siapapun," ucap Yudi. Menurut Yudi, sejak kematian almarhum suaminya, KH. Cholid Tauzirie beberapa tahun lalu, almarhumah tak pernah surut semangatnya untuk terus berkarya dan mengurus ke enam anaknya. Tak heran diapun aktif di sejumlah organisasi dengan menjadi pengurus serta aktif pula dalam sektor pengembangan usaha ekonomi, diantaranya pengembangan serat rami. Sebelum menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, almarhumah juga sempat menjadi anggota DPRD Kab. Garut periode 2004-2009. Selama itu, banyak hasil pemikiran almarhumah yang mendorong upaya kemajuan Pemerintahan Kabupaten Garut, terutama pemikirannya dalam sektor pengembangan uasaha ekonomi masyarakat.

Pesan almarhuman Selain Yudi, almarrhumah juga meninggalkan lima anak lainnya yaitu Erin Nuroniah, Bucky Abubakar, Fitrianti Alia, Dea Amelia dan Makky Muhammad Sidiq. "Ada beberapa pesan yang almarhumah tinggalkan sebelum dia wafat. Salah satu pesannya, dia titip agar jemaah dan masyarakat jangan pernah ditinggalkan. Dan kami selaku penerus

perjuangan almarhumah, pasti akan selalu mengingat dan melaksanakan pesan mulia tersebut," papar Yudi. Sementara itu Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Garut yang juga anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Garut, Agus Iswadi menerangkan, almarhumah sebelumnya diketahui sudah lama menderita penyakit kanker dan sempat dirawat di rumah sakit di Bandung. Selaku keluarga besar DPC PPP Kabupaten Garut, Agus Iswadi menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya almarhumah. "Mudah-mudahan segala amal kebaikannya diterima Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan Allah ketabahan," ucap Agus. Mien terpilih menjadi anggota DPRD Jabar dari Daerah Pemilihan Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya periode 2009-2014. Mien tercatat sebagai anggota Komisi E DPRD Jabar. Mien sendiri merupakan jebolan IAIN Sunan Gunung Jati jurusan tarbiyah angkatan 1970. E-22/E-44*** Author : Zulkarnain Finaldi Dibaca : 150 kali Sent using Telkomsel Mobile Internet Service

http://www.kabar-priangan.com/news/detail/4346