Anda di halaman 1dari 3

Skenario 2 Level 1 Halo : Lingkaran berwarna atau terang seperti lingkaran yang tampak di sekeliling cahaya pada katarak

Level 2 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Level 3 8. Pemeriksaan lain : pemeriksaan sinar celah (slitlamp) dan pemeriksaan funduskopi. 2. Usia. berpengaruh sebagai predisposisi penyakit mata yang di derita pasien. Rokok. Kelainan oftalmologis yang dihubungkan dengan merokok berupa katarak, glaukoma, degenerasi makular, iskemia pada retina, anterior ischaemic optic neuropathy, Graves opthalmopathy dan ambliopia (Troyer, 2005). Hubungan-hubungan yang diuraikan diatas lebih difokuskan pada dampak rokok terhadap tubuh secara internal. Namun, asap rokok tersebut baik yang diekspirasikan ataupun hasil pembakaran tembakau dapat menyebabkan gangguan pada mata secara langsung. Keadaan ini terjadi karena kebanyakan dari zat aktif dalam rokok terdapat dalam udara daripada yang dihisap. Mukosa konjungtiva merupakan lapisan terluar pada mata yang selalu terpapar dengan lingkungan luar. Namun, lapisan ini sangat peka terhadap zat-zat kimia yang tersebar di udara, asap dan gas-gas iritatif yang berasal dari asap tembakau. Hal ini dapat menyebabkan kemerahan pada konjungtiva, lakrimasi berlebihan dan ketidaknyamanan akibat rangsangan pada ujung saraf bebas di konjungtiva. Asap rokok juga dapat meningkatkan resiko sindroma mata kering dan menyebabkan eksaserbasi keadaan yang telah terjadi 5. Akibat adanya kerusakan epitel dan edema kornea, cahaya yang diterima seolah-olah dipantulkan kembali sehingga membentuk lingkaran cahaya yang mengelilingi lapang pandang pasien atau disebut dengan halo vision. Hal ini menandakan pasien berada dalam stadium prodromal cirinya apa aja?. 1 dan 6. Kedua mata yang merah dan nyeri merupakan akibat pelebaran pembuluh darah conjunctiva yang terjadi pada peradangan mata akut. Pandangan kabur disebabkan oleh adanya gangguan pada kornea dan adanya injeksi siliar. Penyebab mata kabur dikarenakan kekeruhan lensa dengan nukleus yang mengerasakibat usia lanjut yang biasanya terjadi diatas usia 60 tahun Kelopak mata yang bengkak mungkin disebabkan oleh proses inflamasi. Nyeri di sekitar bola mata, cekot-cekot, seperti melihat pelangi merupakan gejala klinis dari glaukoma akut serta edema kornea Kenapa penglihatan pasien kabur dan nyeri di dalam dan di sekitar bola mata ? Apakah usia dan jenis kelamin berpengaruh terhadap gejala? Selain itu faktor resiko lainnya apa? Kenapa disertai mual dan muntah? Kenapa bertambah parah pada malam hari? Kenapa timbul halo? Kenapa kelopak matanya bengkak dan mata merah? Ada hubungan antara pernah diagnosis katarak dg keluhan skrg? Gimana hasil px segmen anterior bola mata dan tio? Ada px lain ga? Penanganan awal gimana?

7. pasien sebelumnya kan menderita katarak, kalo di liat dari jenis kataraknya pasien menderita katarak sensil , Karena pasien berumur lebih dari 60 tahun (usia merupakan factor predisposisi). Katarak bisa berkomplikasi pada glaucoma, * Sebuah katarak sensil, yang terjadi pada usia lanjut, pertama kali akan terjadi keburaman dalam lensa, kemudian pembengkakan lensa dan penyusutan akhir dengan kehilangan transparasi seluruhnya. Selain itu, seiring waktu lapisan luar katarak akan mencair dan membentuk cairan putih susu, yang dapat menyebabkan peradangan berat jika pecah kapsul lensa dan terjadi kebocoran. bila tidak diobati, katarak dapat menyebabkan glaukoma.* 9. Penanganan : yang jelas melakukan px fisik dan penunjang jika perlu. Untuk farmakoterapi menyusul dulu ya. Deteksi Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata secara teratur adalah jalan terbaik untuk deteksi dini Glaukoma secara dini. Pemeriksaan mata yang dilakukan: Mengukur tekanan bolamata (dengan tonometer aplanasi / schiotz) Melihat sudut bilik depan mata (dengan goniolens) Memeriksa lapang pandangan (dengan perimetri)

*Anatomi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan transparan. Tebal sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula ( zonula Zinnii) yang menghubungkannya dengan korpus siliare. Di sebelah anterior lensa terdapat humor aquaeus dan disebelah posterior terdapat viterus Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit. Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Sesuai dengan bertambahnya usia, serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi, sehingga lensa lama-kelamaan menjadi kurang elastik. Lensa terdiri dari enam puluh lima persen air, 35% protein, dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah atau pun saraf di lensa. Fisiologi lensa Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi, menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil, daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya paralel atau terfokus ke retina. Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. Kerjasama fisiologik tersebut antara korpus siliaris, zonula, dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan berkurang. Selain itu juga terdapat fungsi refraksi, yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning, lensa menyumbang +18.0- Dioptri. Metabolisme Lensa Normal Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium). Kedua kation

berasal dari humour aqueous dan vitreous. Kadar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. Dan kadar natrium di bagian posterior lebih besar. Ion K bergerak ke bagian posterior dan keluar ke aqueous humour, dari luar Ion Na masuk secara difusi dan bergerak ke bagian anterior untuk menggantikan ion K dan keluar melalui pompa aktif Na-K ATPase, sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh Ca-ATPase Metabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (95%) dan HMPshunt (5%). Jalur HMP shunt menghasilkan NADPH untuk biosintesis asam lemak dan ribose, juga untuk aktivitas glutation reduktase dan aldose reduktase. Aldose reduktse adalah enzim yang merubah glukosa menjadi sorbitol, dan sorbitol dirubah. * **Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan, berbentuk kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleus, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Dengan bertambah usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nukleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna nampak seperti kristal salju pada jendela.Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi, perubahan pada serabut halus multiple (zunula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan Kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.Katarak biasanya terjadi bilateral, namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistematis, seperti DM, namun sebenarnya merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik dan matang ketika orang memasuki dekade ke tujuh. Katarak dapat bersifat kongenital dan harus diidentifikasi awal karena bila tidak didiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B, obat-obatan, alcohol, merokok, DM, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama.**