Anda di halaman 1dari 31

DI WILAYAH LINTAS BATAS INDONESIA-MALAYSIA KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2010 Oleh: Tim Loka Litbang P2B2

Tanah Bumbu Kalimantan Selatan

STUDI EPIDEMIOLOGI KECACINGAN

Page 1

LATAR BELAKANG
Infeksi cacing (STH): Ascaris

lumbricoides, Ancylostoma duodenale & Necator americanus, Trichuris trichiura. tersebar luas, baik di
perkotaan maupun di pedesaan

SK Menkes No. 424/MENKES/SK/VI/2006 tentang panduan pengendalian cacingan


Page 2

LATAR BELAKANG
Survey kecacingan di SD 008 Desa Binalawan Kec. Sebatik Barat thd 100 murid positif cacing gelang: 20 orang, cacing cambuk: 6 org, cacing tambang: 3 orang.

Pengobatan: Pyrantel Pamoat (Dinkes Kab. Nunukan, 2008)


Page 3

TUJUAN UMUM
Menghasilkan data epidemiologi kecacingan di daerah lintas batas Indonesia-Malaysia (Kab. Nunukan)

Page 4

TUJUAN KHUSUS
Mengukur prevalensi STH Mengetahui kondisi lingkungan STH Menghasilkan data PSP

Page 5

KERANGKA KONSEP
KASUS KECACINGAN (STH)

Data Epidemiologi HOST


Karakteristik Responden PSP masy ttg kecacingan

AGENT
Prevalensi Spesies Parasit

LINGKUNGAN
Ekosistem Kontaminasi Tanah

POLICY OPTION PENGENDALIAN KECACINGAN


Page 6

TEMPAT & WAKTU


KABUPATEN NUNUKAN KALTIM

KEC. SEBUKU April-Nop 2010

KEC. LUMBIS

Page 7

Page 8

VARIABEL
Cacing STH: Ascaris lumbricoides, hookworm (Necator americanus & Ancylostoma duodenale), Trichuris trichiura) Environment PSP
Page 9

NEMATODA USUS
Inang manusia masyarakat Kesehatan

1. 2. 3. 4. 5.

Ascaris lumbricoides Trichuris trichiura Necator americanus Ancylostoma duodenale Enterobius vermicularis

Soil Transmitted Helminths

Page 10

HASIL PEMERIKSAAN LINGKUNGAN KECACINGAN DI DESA PEMBELIANGAN KEC. SEBUKU & DESA MANSALONG KEC. LUMBIS
NO TEMPAT

JUMLAH TITIK SAMPEL 6


3 3 3 3 5 23

POSITIF

Hookworm
1
1 2 1 1 1 7

A.lumbricoides
-

T.trichiura
Page 11

1
2 3 4 5 6

Lingkungan SDN 001 Pembeliangan Sebuku


Lingkungan Puskesmas Pembeliangan Kec. Sebuku Lingkungan SDN 001 Mansalong Lingkungan SDN 019 Mansalong TK Aji Kuning Mansalong Lingkungan Puskesmas Masalong JUMLAH

SURVEI PARASITOLOGI
Desa Pembeliangan Kec. Sebuku: dari 127 sampel ditemukan 33 anak yang positif kecacingan (25,98%)
Desa Mansalong Kec. Lumbis: dari 168 sampel ditemukan 69 anak yang positif kecacingan (41,07%)

Page 12

HASIL PEMERIKSAAN KECACINGAN DI DESA PEMBELIANGAN KEC. SEBUKU


6,06%

3,03% 3,03%
A.lumbricoides T.trichiura Hookworm H.nana E.vermicularis

36,36%

51,52%

Page 13

HASIL PEMERIKSAAN KECACINGAN DI DESA MANSALONG KEC. LUMBIS


15,94%
A.lumbricoides T.trichiura Hookworm

34,78%

49,28%

Page 14

Ascaris lumbricoides

Page 15

Trichuris trichiura

Page 16

Ancylostoma duodenale & Necator amaricanus

Page 17

Enterobius vermicularis

Page 18

HASIL PSP
Responden yg pernah diambil fecesnya untuk pemeriksaan kecacingan sebanyak 3%, 93% : tidak pernah dan 4% : menjawab tidak tahu. Yang pernah meminum obat pencegah kecacingan sebanyak 35%, tidak pernah : 53% dan tidak tahu : 12%
Page 19

HASIL PSP
Konstruksi rumah di atas tanah: 98%, separo di atas tanah & separo di atas air: 1%, & di atas air (sungai/rawa): 1%.

Sumber air bersih & air minum dari sumur gali: 16%, sungai/rawa: 16%, air hujan: 64%, & lainnya : 4%.
BAB di jamban yg terletak di atas aliran sungai/rawa: 6%, langsung di sungai/rawa : 14%, & di tempat lainnya: 80%.
Page 20

HASIL PSP
Sikap masyarakat dalam merespon bhw penyakit kecacingan berbahaya: 77% setuju, 7% tidak setuju, 16% tidak tahu.
Mencuci tangan sebelum & sesudah makan guna mencegah kecacingan oleh 95% responden dijawab setuju, & 5% tidak setuju.
Page 21

HASIL PSP
98% setuju bahwa minum air yg telah dimasak sampai mendidih sebagai upaya pencegahan kecacingan sedangkan 2% lainnya tidak tahu. Responden yang setuju minum obat cacing setiap 6 bulan sekali untuk mencegah kecacingan sebanyak 97%, & 3% tidak tahu.
Page 22

KESIMPULAN
Prevalensi kecacingan STH di Desa Pembeliangan masih tinggi : 25,98%, tdd: A.lumbricoides 12 org (51,52%); T.trichiura 12 org (36,36%); hookworm 2 org (6,06%); H.nana 1 org (3,03%; & E.vermicularis 1 org (3,03%). Prevalensi kecacingan STH di Desa Mansalong : 41,07%, tdd: A.lumbricoides 34 org (49,28%); T.trichiura 24 org (34,78%); hookworm 11 org (15,94%)
Page 23

KESIMPULAN
Angka pencemaran tanah oleh larva cacing adalah 7 / 23 sampel dengan spesies hookworm .

PSP masyarakat terhadap kecacingan umum nya baik, kecuali perilaku BAB 80% di sembarang tempat.

Page 24

SARAN
Berdasarkan SK Menkes No.424/MENKES/SK/VI/2006 ttg panduan pengendalian cacingan: Bahwa jika prevalensi kecacingan >30% dilakukan Blanket Treatment , & jika masih menunjukkan hasil >30% maka harus dilakukan pengobatan massal.

Page 25

SARAN
Program Dokter Kecil di sekolah sebagai sarana meningkatkan pengetahuan anak sekolah dan sekaligus membantu monitoring kejadian kecacingan di sekolah. Menggalakkan program cuci tangan di sekolah untuk membantu membiasakan siswa hidup bersih dan sehat.

Page 26

SARAN
Pembangunan sarana infra struktur dan sarana umum. Program pengobatan kecacingan rutin setiap 6 bulan sekali yg dilaksanakan di setiap RT di bawah koordinasi Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Page 27

TERIMA KASIH

Page 28

Transmisi Kecacingan STH dan Non STH

Infeksi nematoda usus yang penularannya melalui tanah (STH) terjadi beberapa cara : Melalui mulut, dengan memakan telur yang mengandung larva bersama minuman yang tercemar ( A.lumbricoides, T.trichiura) Menembus kulit, dengan masuknya larvafilariform yang terdapat di tanah kedalam tubuh manusia ( hookworm)
Page 29

A.lumbricoides
Hidup di rongga usus halus manusia. -Berukuran 10-35 cm -Cacing betina menghasilkan 200.000 telur / hari. -Terjadi di daerah yang beriklim panas dan lembab. -Penyebab : kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan memakai tinja sebagai pupuk.

T. trichiura
Hidup di permukaan usus besar dan rektum. -Berukuran 4 - 5 cm dengan ujung ekor membulat dan melingkar. -Cacing betina menghasilkan 5000 telur / hari. -Terjadi di daerah subtropis dan tropis -Penyebab : kebersihan lingkungan buruk serta iklim yang hangat dan lembab

Hookworm
Hidup di rongga usus halus dengan mulut melekat pada dinding usus -Berukuran 0,8 - 1 cm -Cacing betina menghasilkan 9000 - 28000 telur / hari. -Terjadi daerah perkebunan -Penyebab : kebiasaan masyarakat desa yang BAB di tanah dan pemakaian feces sebagai pupuk. Selain lewat kaki, cacing tambang juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang masuk ke mulut.

Page 30

Spesies Kecacingan yang ditemukan dari golongan STH


A. lumbricoides dan T.trichiura

Infeksi terjadi karena Tertelan telur cacing yang mengandung larva infektif melalui makanan dan minuman yang tercemar, Mengkonsumsi sayuran mentah yang mengandung telur cacing yang berasal dari pupuk kotoran manusia atau Melalui vektor serangga seperti lalat yang menularkan telur pada makanan yang tidak disimpan dengan baik.
Page 31