Anda di halaman 1dari 2

BAB XIV KEGAWATDARURATAN 1.

RJPO Adalah upaya mengembalikan fungsi nafas dan atau sirkulasi yang berhenti oleh suatu sebab yang datangnya mendadak pada orang yang bilamana kedua fungsi tadi pulih kembali akan hidup normal/fungsi otak normal. RJPO berhenti dilakukan apabila pasien mengalami pengembalian fungsi spontan pernapasan dan sirkulasi, pasien menderita penyakit terminal / End State Disease, ada tenaga yang lebih ahli, dan pasien dalam kontrak surat pernyataan penolakan resusitasi. Penggolongan Dibagi menjadi 3 fase 1. Fase I :bantuan hidup dasar (Airway, Breating, Circulation) 2. Fase II :bantuan hidup lanjut (Drug-drips, ECG diagnosis, Fibrilation treatment) 3. Fase III :bantuan hidup jangka panjang (Gauging, Human mentation, Intensive Care Unit) Algoritme RJPO Penilaian kesadaran Tindak keamanan panggil penolong Amankan penyelamat dan Korban, korban ditelentangkan, Penyelamat di sisi kanan Look Listen Feel Airway 1. Amati adanya jejas/lesi di saluran pernapasan dan adakah benda asing di saluran pernapasan (Look) 2. Dengarkan apabila ada suara-suara snoring/mendengkur ataupun stridor yang menandakan tersumbatnya saluran napas (Listen) 3. Rasakan hembusan pernapasan dengan mendekatkan pipi kita ke pipi pasien atau dengan merasakan menggunakan tangan kita (Feel) Bebaskan jalan nafas 1. Pada pasien TANPA trauma kepala-leher : Head tilt-chin lift/ekstensikan kepalaangkat dagu dan Jaw thrust- mendorong rahang kedepan untuk bersihkan mulut dari benda asing/cairan 2. Pada pasien dicurigai DENGAN cedera kepala-leher : jangan lakukan hiperekstensi kepala, tapi lakukan jaw thrust 3. Apabila pada trauma kepala disertai dengan trauma maksilofasial dan terjadi gangguan airway paten yang mengakibatkan ditangguhkannya head tilt/chin lift, dsb, lakukan trakeostomi. Look Listen Feel Breathing 1. Mulut-mulut (perhatikan penentuan terjadinya ventilasi a. Gerak dinding dada jelas terlihat? (look) b. Dirasakan udara masuk setiap ekspirasi? (Feel) c.Udara terasa dan terdengar keluar? (Listen) 2. Berikan bantuan nafas, Mulut-mulut dan hidung langsung sekaligus pada anak-anak

Look Listen Feel Circulation 1. Amati pergerakan denyut arteri carotis dan ictus cordis jika terlihat. 2. Dengarkan suara jantung menggunakan stetoskop jika tersedia 3. Raba arteri di keempat ekstremitas (arteri radialis dan dorsalis pedis) Pijat jantung luar 1. Pasien dibaringkan pada dasar yang keras dan penolong jengkeng di samping dada pasien 2. Letakkan 2 jari penolong diatas ujung tulang dada sebagai titik tumpuan tumit telapak tangan penolong, sepanjang aksis longitudinal tulang dada, telapak tangan lain menindih dan jari-jari saling mengunci, siku lurus/ekstensi, kemudian jatuhkan bagian atas penolong kemudian lepaskan untuk member kesempatan dada mengembang ke posisi normal dengan tumit telapak tangan tetap menempel 3. Pada 2 orang penolong PJL berbanding ventilasi bantu 5:1 kompresi 100x/menit, 1 penolong 15:2 kompresi 80x/menit. Kesepakatan yang terbaru baik 1 / 2 penolong dilakukan 30:2 kompresi 100x/menit selama 5 siklus kemudian diobservasi lagi Jika napas dan circulasi sudah kembali spontan, posisika mantab dengan miring ke salah satu sisi tubuh. Jika proses tersebut belum juga memberikan reaksi spontan, amati reflek cahaya miosis pupil jika masih positif, lanjutkan RJPO sambil lakukan ambulansi ke fasilitas kesehatan terdekat.