Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar

Pertama-tama kami panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini dibuat dalam rangka penyelesaian tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Komunikasi dan Informasi, serta berisi penjelasan tentang penggunaan web dan komputer dalam pembelajaran atau yang lebih sering dikenal dengan pembelajaran berbasis web dan komputer serta penerapannya dalam dunia pendidikan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami sebagai penyusun meyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan serta belum sempurna mengingat adanya kemampuan dan pengetahuan yang terbatas, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritiknya demi penyempurnaan makalah ini. Demikianlah makalah yang dapat kami buat. Semoga materi yang kami sajikan dapat dipahami dengan seksama, serta dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Jakarta, 14 November 2012 Penyusun

Daftar Isi Kata Pengantar ........................................................................................................................................... 1 Daftar Isi .................................................................................................................................................... 2 Bab 1 Pendahuluan .................................................................................................................................... 3 1.1 Latar belakang masalah............................................................................................................ 3 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 4 1.3 Tujuan ...................................................................................................................................... 4 Bab 2 Pembahasan ..................................................................................................................................... 5 2.1 Penggunaan web dan komputer dalam pembelajaran bebasis web dan komputer ....................................................................................................... 5 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran Berbasis web dan komputer ..................................................................................................... 7 2.3 Karakteristik Pembelajaran berbasis web dan komputer .......................................................... 9 2.4 Kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis web dan komputer .................................... 10 Bab 3 Kesimpulan ...................................................................................................................................... 11 3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................... 11 Daftar Pustaka ............................................................................................................................................ 12

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahamaan yang cukup tentang media pengajaran.

Dari beberapa model pembelajaran, ada model pembelajaran yang menarik dan dapat memicu peningkatan penalaran siswa yaitu model pembelajaran berbasis web dan komputer. Pada dasarnya, pembelajaran berbasis komputer adalah suatu sistem pengajaran yang cocok dengan otak yang menghasilkan makna dengan menghubungkan muatan akademik dengan konteks teknologi. Saat ini juga sudah dimungkinkan dan banyak diterapkan proses belajar jarak jauh dengan menggunakan internet untuk menghubungkan mahasiswa dan dosen, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas perkuliahan, melihat nilai, konsultasi, dan bahkan melakukan diskusi.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Atas dasar tersebut maka makalah ini akan membahas tentang penggunaan web dan computer dalam proses pembelajaran atau yang lebih sering dikenal dengan pembelajaran berbasis web dan computer serta penerapannya dalam pendidikan.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa dan bagaimana penggunaan web dan komputer dalam pembelajaran berbasis web serta pembelajaran berbasis komputer? 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi pembelajaran berbasis web dan komputer? 3. Bagaimana karakteristik pembelajaran berbasis web serta pembelajaran berbasis komputer? 4. Apa saja kelebihan serta kekurangan dari pembelajaran berbasis web serta komputer?

1.3 Tujuan Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas mata kuliah Pengantar Teknologi Komunikasi dan Informasi serta untuk menambah wawasan kami tentang bagaimana pembelajaran berbasis web dan komputer serta penerapannya dalam proses pembelajaran.

BAB II Pembahasan

2.1 Penggunaan web dan komputer dalam pembelajaran bebasis web dan komputer Pembelajaran berbasis web

Pembelajaran berbasis web adalah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga sering disebut juga dengan elearning. Internet merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon, kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kegiatan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet, Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol (FTP), atau World Wide Web (WWW) (Oos M. Anwas: 2003). Dalam konvensi internasional, menyatakan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan berbagai proses dan aplikasi elektronik untuk pembelajaran, termasuk di dalamnya adalah CBT, WBI, CD, dan lain-lain. Sedangkan pembelajaran berbasis web diartikan sebagai pembelajaran melalui internet, intranet, dan halaman web saja. Namun demikian istilah e-learning dan online learning sering disamakan dengan pembelajaran berbasis web (Davidson & Rasmusen, 2006: 10). Dari beberapa pernyataan di atas maka kita dapat mengetahui bahwa dalam pembelajaran berbasis web pengajar menyajikan materi secara online, memandu siswa melalui aktivitas kelas dalam bentuk latihan, ruang diskusi/tanya jawab, tugas, dan berinteraksi dengan teman sekelas secara online. Menurut Herman Dwi Surjono & Maltby (2003), ada dua keuntungan dari pembelajaran berbasis web, yaitu kebebasan platform dan ruang kelas. Dengan demikian pembelajaran berbasis web memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengubah seting, struktur, maupun konten sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna.
Pembelajaran berbasis komputer

Pada umumnya dalam bidang pendidikan, penggunaan teknologi berbasis komputer merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi dengan
5

menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro prosesor, di mana informasi atau materi yang disampaikan disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan. Berbagai jenis aplikasi teknologi komputer dalam pendidikan umumnya dikenal dengan istilah Computer Asissted Instruction (CAI) atau Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK). Dalam pembelajaran berbantuan komputer, peserta didik berhadapan dan berinteraksi secara langsung dengan komputer. Interaksi antara komputer dengan peserta didik ini terjadi secara individual, sehingga apa yang dialami oleh seorang peserta didik akan berbeda dengan apa yang dialami oleh peserta didik yang lainnya. Pembelajaran dengan berbantuan komputerComputer Assisted Instruction (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam mengajar dan membantu peserta didik dalam belajar. Disamping sebagai CAI pemanfaatan komputer dapat berupa CBI (Computer Based instruction) yaitu Pembelajaran Berbasis Komputer.

Pembelajaran Berbasis Komputer dilaksanakan pada laboratorium komputer yang ada di sekolah. Fungsi Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran 1. Tujuan Kognitif Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. 2. Tujuan Afektif Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan. 3. Tujuan Psikomotor Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja. Beberapa contoh program antara lain; simulasi pendaratan pesawat, simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya.
6

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran berbasis web dan komputer Berikut adalah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran berbasis web dan komputer : 1. Pembelajaran Orang Dewasa Abad 21 Pada masa sekarang ini orang dewasa telah terjadi perubahan yang cepat khususnya dalam pengembangan metode-metode pengajaran dan pengantaraan termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi jaringan komputer kecepatan tinggi. Dalam waktu 10 tahun kedepan kita akan menyaksikan perkembangan teknologi penting seperti : (1) integrasi komputer, televisi, dan telekomunikasi melalui teknik-teknik dijitisasi/kompresi, (2) mengurangi biaya dan pemakaian yang lebih fleksibel akan telekomunikasi melalui perkembangan seperti: ISDN (Integrated Service Digital Network), Fiber Optics atau Radio Selular, (3) daya pemrosesan data yang makin cepat melalui perkembangan micro-chip baru dan teknik software yang sudah maju. Sehubungan dengan kemajuan tersebut, maka Teknologi Pendidikan terlebih dahulu harus di gerakkan pada visi tentang pendidikan dan pelatihan di abad 21. Visi tersebut harus memperhitungkan potensial teknologi, tetapi tidak digerakkan sematamata oleh apa yang mungkin secara teknologi, lebih tepat apa yang dapat kita lakukan bukan apa yang kita ingin lakukan. Dampak sosial dan pendidikan dari bertemunya media dan teknologi (convergence) dengan kecepatan tinggi akan menjadi revolusioner dan sangat menantang bagi institusi-institusi pendidikan yang sudah mapan. Pembelajaran di abad 21 seharusnya menganut teori belajar modern yang melihat pembelajaran sebagai pencarian individu akan makna dan relevansi. Jika pembelajaran berjalan di luar ingatan dan fakta-fakta, prinsip-prinsip atau prosedurprosedur yang betul dan masuk ke dalam bidang kreativitas, pemecahan masalah, analisa atau evaluasi, maka siswa memerlukan komunikasi antar individu, kesempatan untuk bertanya, tantangan, dan diskusi. 2. Multimedia Pendidikan dalam Network Society

Institusi pendidikan elektronik dibangun untuk memenuhi kebutuhankebutuhan pembelajaran abad 21 dengan peranan sebagai berikut: (1) memberi informasi tentang kebutuhan-kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan peluangpeluang, (2) memberi pengawasan kualitas, (3) memberi akreditasi melalui penilaian belajar yang independen, (4) mengembangkan kurikulum yang koheren dan tepat, (5) menjadi broker dan mensyahkan kursus-kursus dan bahan-bahan pendidikan dan pelatihan dari pemasok, (6) memberi pelayanan penggunaan dan komunikasi bahanbahan pembelajaran multimedia yang user-friendly baik impor maupun eskpor, (7) membuat jaringan antar pelajar dan antar instruktur, (8) menciptakan bahan-bahan multi-media pendidikan berkualitas tinggi dalam bentuk yang diperoleh, (9) mengadakan penelitian untuk kebutuhan pendidikan dan pelatihan, dan (10) menggunakan teknologi-teknologi baru untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan..

Inti pokok pelayanan ini adalah infrastruktur jaringan multimedia internal yang membolehkan institusi mengakses, menciptakan, dan memberi pelayanan multimedia pendidikan dalam aneka macam format dan aneka macam cara. Konfigurasi teknis sebuah institusi pendidikan elektronik yang mempunyai fungsi fungsi produksi, broker, dan manajemen dengan input dapat berupa audio, program, maupun video, sedangkan outputnya dapat berupa audio, program, barang cetakan, komunikasi dengan radio selular, komunikasi melalui satelit, atau dengan server multimedia.

3. Prinsip-prinsip Pendagogi dan Pembelajaran On-line Antar Budaya yang Efektif Pedagogi inklusif secara kultural dapat dipakai pada lingkungan-lingkungan on-line. Tujuan pembelajaran on-line adalah menjamin bahwa pedagogi dan kurikulum fleksibel, dapat menyesuaikan diri, dan relevan bagi siswa dari berbagai lartar belakang bahasa, dan pendekatan mengajar, sehingga semua aspek pedagogi bersifat mendukung akan kebutuhan-kebutuhan antar budaya. World Wide Web mempunyai kapasitas mencapai pemirsa yang luas, persoalannya adalah: sampai berapa jauh pembelajaran on-line dapat memahami pengertian lintas budaya.

Siswa-siswa yang belajar di suatu lingkungan dimana perspektif ganda dan berlainan dipupuk dan dihargai menjadi pemikir-pemikir kritis yang lebih baik, komunikator-komunikator yang lebih baik, pemecah persoalan yang lebih baik dan pemain-pemain tim yang lebih baik (Sugar & Bank, 1998). Kurikulum inklusif bertujuan untuk meningkatkan reciprocity (hal timbal-balik), pengembangan arus ide dua arah dan nilai-nilai antara komunitas. Mengkonseptualisasikan kurikulum inklusif merupakan langkah pertama ke arah perancangan aktivitas-aktivitas pembelajaran on-line yang tepat. Dan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : (1) menilai budaya, latar belakang dan pengalaman semua mahasiswa, (2) inklusif jender, budaya atas perbedaan-perbedaan yang berhubungan dengan etnik, bahasa dan latar belakang sosio-ekonomi, (3) mengakui bahwa setiap keputusan kurikulum adalah pemilihan daripada kebenaran lengkap, (4) menjadikan eksplisit pola mata pelajaran pendukung yang rasional, dan (5) responsif terhadap dasar pengetahuan siswa.

Komponen-komponen kurikulum inklusif anatar lain : Kegiatan belajar Mengajar dan dukungan proses Taksiran Hasil belajar

2.3 Karakteristik pembelajaran berbasis web dan komputer Dibawah ini merupakan beberapa karakteristik pembelajaran berbasis web dan komputer : a) Dapat digunakan sesuai keinginan siswa, bukan saja dengan direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya b) Gagasan disajikan secara realistik sesuai dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relefan dengan siswa dan dibawah pengendalian siswa c) Bahan-bahan pelajaran melibatkan interaktif siswa d) Bahan-bahan pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber
9

e) Interaksi antara pembelajar dengan fasilitator (guru/dosen) umumnya berlangsung secara asinkron, kecuali bila digunakan fasilitas chatting atau tele/video conference. f) Diskusi berlangsung secara tekstual, menggunakan fasilitas mirip mailing list yang hanya berlaku internal (di dalam situs pembelajaran, sehingga pembelajar perlu log-in terlebih dahulu sebelum bergabung).

2.4 Kelebihan dan kekurangan pembelajaran berbasis web dan komputer Kelebihan : Pembelajaran berbasis web dan komputer memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi yang ditanyangkan. Penggunaan pembelajaran berbasis web dan komputer dalam lembaga pendidikan memberikan keleluasaan terhadap siswa untuk menentukan kecepatan belajar dan memilih urutan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan.
Adanya

kemampuan untuk merekam hasil belajar pemakainya (record

keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Kekurangan o Tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. o Merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (computer based instruction) merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang

memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus. o Belum semua orang atau pendidik mampu menjalankan progam-progam yang ada dalam model pembelajaran ini.
10

BAB III Kesimpulan 3.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas maka dapat diketahui bahwa dalam penerapan pembelajaran berbasis web dan komputer harus mempertimbangkan beberapa faktor-faktor seperti yang telah disebutkan diatas juga kelebihan serta kekurangannya agar model pembelajaran berbasis web dan komputer ini dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya dalam pendidikan terutama di Indonesia sendiri.

11

Daftar Pustaka

http://tirman.wordpress.com/295-2/ http://blog.uin-malang.ac.id/fityanku/pembelajaran-berbasis-komputer/ http://mrusipal.blogspot.com/2008/12/pembelajaran-berbasis-web-dan-komputer.html http://teacher_online_2012.guru-indonesia.net/artikel_detail-17149.html

12

13