Anda di halaman 1dari 26

KARYA TULIS ILMIAH MEKANISME KOPLING MOBIL TOYOTA KIJANG 5K

Penulisan Karya Ilmiah ini Bertujuan untuk Memenuhi Tugas Bahasa Indonesia Sebagai Salah Satu Syarat Agar Dapat Mengikuti UAS dan UN Tahun Ajaran 2012-2013

Disusun Oleh Nama NIS Kelas : Rizky Saputra : 10.5107 : XII TKR B

Jl. Taruna Jaya Cibubur Ciracas Jakarta Timur 3720, Telp/Fax. 021 8732519 Website: http://smkn52jkt.sch.id, E-mail : smkn52_jakarta@yahoo.com

2012

HALAMAN PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah Ini Telah Diperiksa dan Disetujui Oleh:

Guru Pembimbing Materi

Guru Pembimbing Teknis

Drs. Riswanto NIP: 19600 208 98603 1014

Dra. Veronica Suharti NIP: 19620 728 198703 2002

Mengetahui Kepala Sekolah SMKN 52

Drs. Komarudin ,MM NIP: 19601 230 198403 1006

Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya dan segala kebaikan yang telah diberikannya, sehinnga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas Laporan Praktik Industri. Makalah ini juga ditulis untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis dan para pembaca agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dalam penyelesaian makalah ini, banyak pihak-pihak yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Drs. Komarudin ,MM selaku kepala sekolah SMKN 52 Jakarta 2. Drs. Riswanto selaku pembimbing materi 3. Dra. Veronica Suharti selaku pembimbing teknis Penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Untuk itu segala kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kemajuaan dimasa yangakan datang terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kelalaian.

Jakarta, November 2012 Penulis

DAFTAR ISI
HAL

HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Memilih Judul .......................................................... B. Latar Belakang ................................................................... C. Tujuan Penulisan ................................................................ D. Metode Pengolahan Data ................................................... BAB II SISTEM MEKANISME KOPLING A. Uraian Mekanisme Kopling ................................................. B. Komponen Mekanisme Kopling .......................................... C. Fungsi Mekanisme Kopling ................................................. D. Prinsip Kerja Mekanisme Kopling ....................................... E. Analisa Kerusakan .............................................................. BAB III JENIS-JENIS KOPLNG A. Kopling Mekanik ................................................................. B. Kopling Hidrolik ................................................................... BAB IV PERAWATAN MEKANISME KOPLING A. Cara Pemakaian Kopling Sesuai Prosedur ......................... B. Perbaikan Mekanisme Kopling ........................................... 1 1 2 2

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ......................................................................... B. Saran .................................................................................. Lampiran Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN
A. Alasan Memilih Judul Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis memilih judul MEKANISME KOPLING MOBIL TOYOTA KIJANG 5K . Kendaraan membutuhkan suatu ketetapan dalam kecepatan dan juga perlu kenyamanan dalam memudahkan kecepatan sesuai kebutuhan, maka diperlukan suatu mekanisme pemindah kecepatan. Proses pemindahan tenaga dibantu oleh sebuah komponen yang dinamakan Kopling. Fungsinya adalah sebagai pemutus atau penghubung tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke Transmisi yang akan diteruskan ke roda kendaraan dengan Propeller Shaft. Sesuai perkembangan zaman, mekanisme Kopling mobil TOYOTA Kijang 5K menggunakan 2 jenis Kopling, yaitu Kopling mekanik dan Kopling Hidrolik. Pada kenyataannya dalam proses mekanisme kopling seorang pengemudi tidak pernah memperhatikan cara pemakaian kopling dengan benar dan bagaimana caranya melakukan perawatan pada kopling. Kali ini penulis akan membahas tentang Mekanisme kopling serta pemakaian dan perawatan sesuai prosedur. B. Latar Belakang Salah satu bagian terpenting dari sistem pergerakan kendaraan adalah perpindaha tenaga. Agar terjadi suatu perpindahan tenaga yang efisien makan dibutuhkan suatu alat yaitu Kopling. Kopling adalah komponen yang berfungsi sebagai penerus tenaga dari poros penggerak ke poros yang digerakan. Kopling juga berfungsi sebagai pengaman yang mencegah terjadinya kerusakan pada poros. Salah satu kopling yang sering digunakan pada kendaraan adalah kopling gesek. Pada pembuatannya kopling dibuat sebagai komponen utama yang digunakan untuk menerima torsi dan putaran dari daya yang dipindahkan. Agar

mekanisme Kopling dapat bekerja dengan baik maka konstruksinya harus bisa digunakan pada kendaraan dengan nyaman dan aman. C. Tujuan Penulisan Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan kerya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk memenuhi tugas wajib Bahasa Indonesia dan

merupakan salah satu syarat kelulusan sekolah tahun ajaran 2012-2013. 2. Untuk memperdalam ilmu penulis dalam bidang otomotif berbagi ilmu kepada pembaca tentang mekanisme kopling sertamenambah kopling. 3. Mengetahui cara-cara membuat karya tulis ilmiah yang baik dan benar. D. Metode Pengumpulan Data. Untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini, penulis mengumpulkan data dengan berbagai cara, yaitu: 1. Metode Observasi. Metode ini dengan melakukan dan pemeriksaan pada saat praktek di Sekolah 2. Metode Literatur Mtode ini dengan cara membaca buku-buku yang terkait denga mekanisme kopling mobil TOYOTA Kijang 5K. wawasan pembaca tentang mekanisme

BAB II SISTEM MEKANISME KOPLING

A. Uraian Mekanisme Kopling 1. Pengertian Kopling Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah: a) Mampu menahan adanya kelebihan beban. b) Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain. c) Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih. d) Mampu mencegah terjadinya beban kejut. Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisikondisi sebagai berikut: a) Kopling harus mudah dipasang dan dilepas b) Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros c) Kopling harus sederhana dan ringan d) Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: a) Kopling Tetap b) Kopling Tak Tetap

A. Jenis-jenis Kopling a. Kopling tetap Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Kopling tetap selalu dalam keadaan terpasang, untuk memisahkannya harus dilakukan pembongkaran. Kopling tetap terbagi atas: 1. Kopling kaku Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris, dan dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrikpabrik, kopling ini terdiri atas : Kopling busKopling flens kaku Kopling flens tempa

2. Kopling luwes Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan sumbu poros yang terdiri atas: Kopling flens luwes Kopling karet ban Kopling karet bintang Kopling gigi Kopling rantai

3. Kopling universal Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar, terdiri dari: Kopling universal hook Kopling universal kecepatan tetap

Kopling universal digunakan bila poros penggerak dan poros yang digerakkan membentuk sudut yang cukup besar.

4. Kopling Fluida Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar. Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih , penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan. b. Kopling Tidak Tetap Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk menghubungkan poros penggerak dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari poros penggerak. Kopling tak tetap meliputi: 1. Kopling cakar, terdiri dari: Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral Kopling kerucut Kopling friwil 2. Kopling pelat, terdiri dari: a) Menurut jumlah pelatnya Kopling pelat tunggal Kopling pelat banyak b) Menurut cara pelayanannya: Kopling pelat cara manual Kopling pelat cara hidrolik Kopling pelat cara pneumatik c) Menurut pelumasannya: Kopling pelat kering Kopling pelat basah

Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau lebih yang dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut, sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. Konstruksi kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai.

B. Komponen Mekanisme Kopling 1. Roda Penerus Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling. 2. Pelat Kopling Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi. Kedua sisi plat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek tinggi.Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keling (rivet).

3. Pelat Tekan Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk bulat dan diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. salah satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus, sisi lainnya mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan penempatan komponen kopling lainnya. 4. Unit Plat Penekan Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi dengan sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus. jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan.

5. Mekanisme Penggerak Komponen penting lainnya pada kopling ialah mekanisme pemutusan hubungan (tuas tekan). mekanisme ini di lengkapi dengan bantalan bola, bantalan bola diikat pada bantalan luncur yang akan bergerak maju/mundur pada sambungan. Bantalan bola yang dilengkapi dengan permukaan tekan akan mendorong tuas tekan.

6. Rumah Kopling Rumah kopling terbuat dari besi tuang atau aluminium. rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. rumah kopling umumnyamempunyai daerah terbuka yang berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara.

C. Fungsi Mekanisme Kopling Fungsi kopling adalah sebagai penghubung dan pemutus tenaga putaran mesin dari poros engkol. Pada umumnya kopling terletak diantara primer reduksi dan transmisi, atau untuk tipe lain yang terletak pada poros engkol. Ada dua jenis kopling yang digunakan pada sepeda motor, yakni: 1. Kopling Otomatis Kopling yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal, yang menghubungkan serta memutuskan tenaga mesin, tergantung dari putaran mesin itu sendiri. Susunan pemasangan komponen-

komponen pada kopling otomatis akan menempatkan kanvas kopling dan pelat kopling merenggang, hal ini berbeda dengan susunan pemasangan komponen-komponen pada kopling manual, dimana antara pelat dan kanvas kapling merapat. Pada saat mesin putaran lambat, kanvas dan pelat kopling masih merenggang sehingga putaran mesin dari poros engkol belum terhubung menuju transmisi

dan roda belakang. Pada saat putaran mesin bertambah gaya sentrifugal mulai bekerja pada pemberat kopling sehingga pemberat bergerak menekan pelat kopling, hal ini akan menghasilkan merapatnya kanvas dan pelat kopling sehingga putaran mesin dan poros engkol akan dihubungkan ke transmisi dan akan dilanjutkan ke roda belakang. 2. Kopling Manual Kopling yang bekerja secara manual yang dilakukan oleh pengendara itu sendiri. Mekanisme kerja kopling adalah putaran mesin dari poros engkol yang akan diteruskan oleh kopling menuju transmisi dan ke roda belakang, pada saat kanvas kopling dan pelat kopling merapat, akan tetapi putaran mcsin dari poros engkol menuju ke transmisi akan terputus jika kanvas dan pelat kopling merenggang. Kopling adalah alat yang memenuhi persyaratan: a. Dapat meneruskan putaran poros engkol ke transmisi (persneling). b. Dapat melepaskan hubungan antara poros engkol mesin dengan transmisi. c. Dapat meneruskan perputaran poros engkol mesin ke transmisi secara berangsur-angsur secara merata tanpa hentakan D. Prinsip Kerja Mekanisme Kopling Kopling primer berfungsi untuk melayani start jalan, sedangkan kopling sekunder berfungsi untuk melayani pengoperan gigi. a. Kopling Primer Terletak pada poros engkol yang terdiri dari: i. ii. iii. Outer clutch berputar bebas pada poros engkol, Inner clutch berputar mcngikuti putaran poros engkol. Drive plate (bandul) berupa kanvas yang terletak pada inner

club, yang berfungsi sebagai pcnghubung putaran dari Inner Club ke Outer Clutch.

iv.

Drive gear sebagai penghubung cuter clutch dengan kopling sekunder Cara kerja kopling primer

Pada saat mesin berputar stasioner (lambat), drive plat (bandul) belum bekerja, sehingga outer clutch praktis belum berfungsi. baik pada saat memindah gigi perseneling ataupun pada saat start jalan. Secara lengkap dan umum cara kerja kopling dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Handel kapling ditekan. 2. Tangkai pelepas kopling (clutch release lever) tertarik oleh kabel kopling. 3. Nok pelepas (release cam) pada poros tangkai pelepas kopling mendorong batang pengangkat (lifter rod). 4. Batang pengangkat menekan pengangkat (lifter pin) dan pelat pengangkat (lifter plate). 5. Pelat pengangkat menekan pegas-pegas kopling dan mendorong piringan penekan (pressure plate) sehingga menjauhi susunan pelatpelat gesek kopling. 6. Terjadilah jarak renggang kecil diantara pelat-pelat gesek dan pelatpelat baja sehingga perputaran rumah kopling tidak diterusan lagi ke pusat kopling. Dengan melepaskan handel kopling secara perlahan-lahan maka gaya tekan pegas sedikit demi sedikit diteruskan kembali pada susunan pelatpelat gesek kopling, yang pada akhimya pelat-pelat baja beserta pusat kopling mulai mengikuti perputaran rumah kopling secara merata.

b. Kopling Mekanik

Cara kerja kopling mekanik ialah apabila mesin dihidupkan dan perseneling masuk, sedangkan handel kopling tidak ditarik maka kopling bekerja menghubungkan putaran mesin sampai ke poros primer persneling, putaran poros engkol diteruskan oleh roda gigi utama (primer) poros engkol ke roda gigi utama (primer) kopling, sehingga rumah kopling dengan kanvasnya ikut berputar. Karena kanvas kopling dijepit oleh pelat kopling yang mendapat tekanan dan pegas-pegasnya, maka putaran kanvas diteruskan ke pelat-pelat tersebut, selanjutnya putaran ini diteruskan ke poros primer persneling.Apabila pada saat mesin hidup dan persnelmg masuk, handel kopling ditarik maka tali kopling menarik tuas dan tuas mendorong pen pendorong. Pen pendorong menekan tutup pegas sehingga pelat dasar mundur, dengan demikian pelat-pelat penjepit kanvas kopling merenggang, yang berarti pula putaran mesin hanya sampai ke kanvas kopling saja, hal inilah yang disebut kopling memutus hubungan.Pada saat kendaraan sedang berjalan proses pemindahan gigi adalah Sewaktu pedal persneling (transmisi) dipindahkan, handel kopling akanmemutar kam pengangkat (lifter cam), sehingga posisi peluru memiliki penahan bola yang merapat dengan kam pengangkat serta akan berpindah tempat. Hal ini akan menyebabkan kam pengangkat terdorong dan selanjutnya akan mendorong kopling luar (outer cluth), akibat terdorong outer cluth maka posisi pelat kopling yang sedang ditekan oleh pemberat bergerak menjauhinya, hal ini akan mengakibatkan pelat dan kanvas kopling kembali merenggang sehingga pengoperan gigi dengan mudah dapat dilakukan, karena akibat merenggangnya kanvas dan pelat kopling, hal ini berarti putaran poros engkol ke transmisi terputus. c. Kopling Otomatis Kopling otomatis ialah kopling yang cara bekerjanya diatur oleh tinggi atau rendahnya putaran mesin itu sendiri, seperti halnya dengan kopling mekanik, maka kopling otomatis juga ada yang berkedudukan pada poros engkol dan ada juga yang berkedudukan pada poros primer

persneling. Mengenai mekanisme atau peralatan koplingnya tidak berbeda dengan peralatan yang terdapat pada kopling mekanik, hanya tidak terdapat perlengkapan handel dan sebagai penggantinya pada kopling atomatis ini terdapat alat khusus yang bekerja secara otomatis pula, yakni: i. Otomatis kopling, yang terdapat pada kopling tengah, untuk kopling yang berkedudukan pada pores engkol. ii. Rol pemberat yang berguna untuk menekan pelat dasar waktu digas.

iii. Pegas kopling yang lemah, berguna pada waktu mesin hidup lambat,koplingnya dapat netral, iv. Pegas pengembali untuk mengembalikan dengan cepat dari posisi masuk ke posisi netral, bila mesin hidup dalam putaran tinggi menjadi rendah d. Kopling Ganda Kopling ganda terdiri dari kopling primer yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal dan kopling sekunder yang bekerja secara konvensional atau disebut juga garpu kopling (shift clutch). Bagian-bagian kopling primer adalah: i. ii. Clutch Shoe (sepatu kopling) yang berputur mengikuti poros engkol. Clutch Drum (rumah kopling) yang berhubungan dengan kopling konvensianal. Mekanisme kerja kopling ganda, yaitu pada saat poros engkol putaran rendah (mesin putaran lambat), clutch shoe (sepatu kopling) belum mengembang, karena masih tertahan oleh pegas, dengan demikian clutch drum (silinder kopling)-pun belum berputar, pada saat putaran mesin mulai meninggi maka sepatu kopling mulai mengembang karena adanya gaya snritrifugal. Dengan mengembangnya sepatu kopling maka silinder kopling akan ditekan (seperti proses rem tromol) dan berputar.

Selanjutnya akan meneruskan putarannya ke kopling sekunder dan kopling sekunder akan melakukan prosesnya Seperti halnya kopling kanvensional yang telah dijelaskan E. Analisa Kerusakan 1. Kopling Sulit Bebas (susah pindah gigi) a. Periksa tinggi pedal kopling, lalu tinggikan penyetelan pedal kopling. b. Periksa freeplay pedal kopling, lalu kecilkan penyetelan. c. Periksa sistem udara dalam kopling. d. Periksa pipa kopling, jika bocor harus diganti. e. Periksa master cylinder, jika bocor harus diganti. f. Periksa release cylinder, jika bocor harus dganti. g. Periksa pengecekan keausa play kopling, jika melampaui batas maka harus diganti. 2. Kopling Slip. a. Melakukan penyetelan freeplay pedal kopling. b. Periksa keausan permukaan kopling, jika melewwati batas harus diganti. c. Jika seal transmisi mengalami keausan maka harus diganti. d. Jika pegas diafragma mengalami keausan, maka harus diganti. 3. Kopling Getar. a. Periksa plat kopling: Plat kopling keras harus diganti. Torsi damper patah harus diganti. Paku keling lepas harus diganti.

b. Periksa pegas diapragma, jiga tingginya tidak sama harus diganti. 4. Kopling Bunyi. a. Periksa perputaran dan gesekan part, jika part rusak harus diganti. b. Periksa release bearing, jika rusak harus diganti. c. Periksa pilot bearing, jika aus harus diganti. d. Periksa release fork, jik macet harus diganti.

BAB III JENIS-JENIS KOPLING

A. Kopling Mekanik

1. Kopling Otomatis Kopling yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal, yang menghubungkan serta memutuskan tenaga mesin, tergantung dari putaran mesin itu sendiri. Susunan pemasangan komponenkomponen pada kopling otomatis akan menempatkan kanvas kopling dan pelat kopling merenggang, hal ini berbeda dengan susunan pemasangan komponen-komponen pada kopling manual, dimana antara pelat dan kanvas kapling merapat. Pada saat mesin putaran lambat, kanvas dan pelat kopling masih merenggang sehingga putaran mesin dari poros engkol belum terhubung menuju transmisi dan roda belakang. Pada saat putaran mesin bertambah gaya sentrifugal mulai bekerja pada pemberat kopling sehingga pemberat bergerak menekan pelat kopling, hal ini akan menghasilkan merapatnya kanvas dan pelat kopling sehingga putaran mesin dan poros engkol akan dihubungkan ke transmisi dan akan dilanjutkan ke roda belakang. Cara kerja

kopling mekanik ialah apabila mesin dihidupkan dan perseneling masuk, sedangkan handel kopling tidak ditarik maka kopling bekerja menghubungkan putaran mesin sampai ke poros primer persneling, putaran poros engkol diteruskan oleh roda gigi utama (primer) poros engkol ke roda gigi utama (primer) kopling, sehingga rumah kopling dengan kanvasnya ikut berputar. Karena kanvas kopling dijepit oleh

pelat kopling yang mendapat tekanan dan pegas-pegasnya, maka putaran kanvas diteruskan ke pelat-pelat tersebut, selanjutnya putaran ini diteruskan ke poros primer persneling.Apabila pada saat mesin hidup dan persnelmg masuk, handel kopling ditarik maka tali kopling menarik tuas dan tuas mendorong pen pendorong. Pen pendorong menekan tutup pegas sehingga pelat dasar mundur, dengan demikian pelat-pelat penjepit kanvas kopling merenggang, yang berarti pula putaran mesin hanya sampai ke kanvas kopling saja, hal inilah yang disebut kopling memutus hubungan.Pada saat kendaraan sedang berjalan proses pemindahan gigi adalah Sewaktu pedal persneling (transmisi) dipindahkan, handel kopling

akanmemutar kam pengangkat (lifter cam), sehingga posisi peluru memiliki penahan bola yang merapat dengan kam pengangkat serta akan berpindah tempat. Hal ini akan menyebabkan kam pengangkat terdorong dan selanjutnya akan mendorong kopling luar (outer cluth), akibat terdorong outer cluth maka posisi pelat kopling yang sedang ditekan oleh pemberat bergerak menjauhinya, hal ini akan

mengakibatkan pelat dan kanvas kopling kembali merenggang sehingga pengoperan gigi dengan mudah dapat dilakukan, karena akibat merenggangnya kanvas dan pelat kopling, hal ini berarti putaran poros engkol ke transmisi terputus. 2. Kopling Manual Kopling yang bekerja secara manual yang dilakukan oleh pengendara itu sendiri. Mekanisme kerja kopling adalah putaran mesin dari poros engkol yang akan diteruskan oleh kopling menuju transmisi dan ke roda belakang, pada saat kanvas kopling dan pelat kopling merapat, akan tetapi putaran mcsin dari poros engkol menuju ke transmisi akan terputus jika kanvas dan pelat kopling merenggang. Cara kerja

Kopling otomatis ialah kopling yang cara bekerjanya diatur oleh tinggi atau rendahnya putaran mesin itu sendiri, seperti halnya dengan kopling mekanik, maka kopling otomatis juga ada yang berkedudukan pada poros engkol dan ada juga yang berkedudukan pada poros primer persneling. Mengenai mekanisme atau peralatan koplingnya tidak berbeda dengan peralatan yang terdapat pada kopling mekanik, hanya tidak terdapat perlengkapan handel dan sebagai penggantinya pada kopling atomatis ini terdapat alat khusus yang bekerja secara otomatis pula, yakni: v. Otomatis kopling, yang terdapat pada kopling tengah, untuk kopling yang berkedudukan pada pores engkol. vi. Rol pemberat yang berguna untuk menekan pelat dasar waktu digas. vii. Pegas kopling yang lemah, berguna pada waktu mesin

hidup lambat,koplingnya dapat netral, Pegas pengembali untuk mengembalikan dengan cepat dari posisi masuk ke posisi netral, bila mesin hidup dalam putaran tinggi menjadi rendah

BAB IV PERAWATAN MEKANISME KOPLING


A. Pengecekan Kopling. 1. Pendant Type Clutch Control a. Penyetelan tinggi clutch pedal hingga mencapai adjusting bolt dari pedal stopper. b. Penyetelam clutch cable dilkukan dengan menarik clutch cable sehingga jarak antara adjusting nut dengan pipe harus sebesar 5 sampai 6 mm. c. Periksalah clutch pedal free travel dan jarak antara pedal dengan toe board pada saat pedal diinjak hingga clutch dischtidak berhubungan. 2. Clutch Cable. Melepaskan a. Kendorkan sepenuhnya adjusting nut. b. Lepaskan cable dari semua clamp yang mengikatnya. c. Lepaskan ujung belakang cable dari clutch control lever. d. Lepaskan ujung muka cable dari clutch pedal. Pemeriksaan. a. Periksa cable dari kerusakan. b. Periksa gromment dari kerussakan. Pemasangan. Pada waktu pemasangan perhatikan lah hal-hal berikut: a. Pasanglah split pin dengan baik pada control lever. b. Pengencangan cable dengan clamp harus sedemikian rupa agar tidak terlampau tegang, hal ini untuk menghindari kerusakan cable akibat getaran engine. c. Berikan adhesive pada grommet yang akan dipasang.

3. Clutch Pedal. Melepaskan. 1. Lepaskan Reservoir Hose dari Master Cylinder. 2. Lepaskan brake Tube dari Floor Conector. 3. Lepaskan Clutch Cable dari Pedal dan tarik ke luar dari Supportnya. 4. Lepaskan Stop Lampn Switch Wiring. 5. Keluarkan Pedal Bracket Assembly (bersama-sama

dengan Master Cylinder). 6. Lepaskan Clutch Pedal dari Pedal Shaft. Pemeriksaan. Lakukanlah pemeriksaan sebagai berikut dan ganti

(perbaikilah Part yang rusak) 1. Periksa Pedal Shaft dan Bushing dari kelonggaran. 2. Periksa Pedal Arm dari kebongkaran dan terpuntir. 3. Periksan Pad dari keausan. 4. Periksa Return Spring dari kerusakan. Pemasangan. 1. Lumasi shaft dan Bushing dengan Multi purpose Grease sebelum pedal dipasangkan pada shaft. 2. Kencangkan Stopper lock nut.

BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN Demikianlah karya ilmiah ini saya buat agar bertu bertujuan untuk

memenuhi tugas bahasa indonesia sebagai salah satu syarat agar dapat mengikuti UAS dan UN. Semoga hasil dari karya ilmiah yang saya buat dapat bermanfaat sebagai referensi dalam materi Mekanisme Kopling sehingga dapat menambah ilmu pegetahuan terhadap materi yang bersangkutan. bermakana dan dapat di terapkan pada komponen sebenarnya dan sebagai referensi untuk kita semua dan terima kasih juga atas dosen pembimbing yang mengajarkan saya apa itu tentang kopling.

B. SARAN Dari hasil penulisan Karya Ilmiah ini, penulis dapat memberikan sedikit saran untuk para pembaca diantaranya: 1. Sebaiknya gunakan Karya Ilmiah ini sebagai sarana untuk menambah wawasan para pembaca. 2. Manfaatkanlah Karya Ilmiah ini dengan sebaik-baiknya. 3. Perbanyaklah ilmu pengetahuan dengan sering membaca. 4. Lakukan lah inovasi baru agar penulisan karya tulis ilmiah nanti akan lebih baik lagi.