Anda di halaman 1dari 1

1. MBS Di Australia Pelaksanaan MBS di Australia memberikan kewenangan kepada sekolah sebagaimana dikemukakan Fattah (2000), yaitu: a.

Menyusun dan mengembangkan kurikulum dan proses pembalajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bersama-sama dengan state council dan parent an community association (SC & P& C) sekolah menyusun kurikulum dengan tetap memperhatikan curriculum statements dan curriculum profiles yang dikeluarkan pemerintah. b. Bentuk pengelolaan sekolah yang menerapkan MBS dapat memilih salah satu jenis pengorganisasian, yaitu: 1. Standart flexibility option. Dukungan kantor distrik lebih basar, sedangkan kepala sekolah hanya bertanggung jawab terhadap penyusunan rencana sekolah (termaksud penggunaan anggaran dan pelaksanaan pelajaran (impelementasi kurikulum). Tanggung jawab kantor distrik adalah mengesahkan, memonitor dan juga bertindak sebagai penasihat dalam penyusunan school planning overview (rencana strategi sekolah untuk tiga tahun). Pemerintah Negara bagian memberikan petunjuk/pedoman dan dukungan. 2. Enhanced flexibility option-1. Sekolah bertanggung jawab menyusun rencana strategis sekilah untuk tiga tahun, school panning overview (SPO), dan menyusun school annual panning (SAP), serta membuat school annual report (SAR), dengan bimbingan dan pengesahan kantor ditrik. 3. Enhanced flexibility option-2 c. Membuat perencanaan, melaksanakan , dan mempertanggung jawabkan. d. Akuntabilitas sekolah yang dapat melihat dari perencanan dan pencapaian hasilnya berdasarkan SPO dan SAP yang kemudian dimonitor dan dilaporkan secara komilatif pada SAR. Kegiatan ini merupakan bagian dari jaminan mutu dan akuntabilitas. e. Menjamin dan mengusahakan sumber daya (human and financial). f. Pelaksanaan resource flexibility diarahkan untuk dukungan: 1. Pengajaran dan kepemimpinan 2. Dukungan sekolah 3. Lingkungan sekolah. Dana diperoleh dari pemerintah, orang tua dan masyarakat. Dan dari orang tua dan masyarakat diberikan dengan melihat kepentingan program dan manfaat yang jelas.1

Syafaruddin, efektifitas kebijakan pendidikan konsep, strategi, dan aplikasi kebijakan menuju organisasi sekolah efektif (Cet, I; Jakart: Rineka Cipta 2008), h. 265-266