Anda di halaman 1dari 17

NOISE INDUCED HEARING LOSS (NIHL)

KELOMPOK D

KELOMPOK D :
1. Roat Yeti 2. Wulan 3. Enggar Gumelar 3.Luthfi Akhyar 4. A. A. Istri Eka Putri Damayanti 5.Puspita Sari 6. Berliana Kurniawati Nur H. 7. Prasetia Aji Ramadhan 8. Luthfi Akhyar 9. Dhevy Wulandari (0920101010 ) (0920101010 ) (102010101008) (102010101013) (102010101049) (102010101050) (102010101080) (102010101083) (102010101013) (102010101092)

BISING

BISING = bunyi atau suara yg mengganggu dan tidak dikehendaki oleh yang mendengarnya.
BISING = gelombang bunyi kompleks yang berulang secara tidak teratur dengan intensitas bermacam-macam dan terjadi pada saat yang bersamaan. Dapat terjadi dalam industri,lalin,tempat hiburan,mainan Penelitian terbaru : orang mudagaya hidup modern (mendengarkan musik melalui earphone). Di USA : 5,2 juta anak (6-19th) tggg pendengarannya,Indonesia tidak jauh berbeda.

Ketulian akibat bising,berdasarkan terjadinya dibagi : Akut (trauma akustik):keras,mendadak,tunggal,unilateral,tuli


konduktif / campuran Kronik (Ketulian akibat kebisingan lama/NIHL) :lama,berangsur2,bilateral,sensorineural

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI KETULIAN AKIBAT BISING

Sifat bising Frekuensi (tinggi nada) Intensitas (kerasnya bunyi) Lama bising Lingkungan / tempat sumber bunyi Faktor perorangan (peny.kronik,obat2 ototoksik)

PATOGENESIS

Trauma akustik ledakan keras Membran Timpani robek perdarahan di kavum timpani perdarahan dan gangguan mikrosirkulasi di organ corti.

Secara klinis paparan pada organ pendengaran dapat menimbulkan : Reaksi Adaptasi Penurunan pendengaran sementara dan reversibel. Kembali normal bila bising berhenti. Kenaikan ambang pendengaran sementara (Temporary Threshold Shift) Peningkatan ambang dengar akibat paparan bising dengan intensitas cukup tinggi perubahan metabolik. Besar kenaikan ambang dengar tergantung intensitas, frekuensi & lama pemaparan (berlangsung beberapa menit/jam/minggu). Pemulihan 3-7 hari untuk 85 dB Kenaikkan ambang pendengaran menetap. Kerusakan organ corti, sehingga ambang dengar tdk dpt kembali seperti semula. Paparan bising dengan intensitas sangat tinggi berlangsung singkat (eksplosif) atau berlangsung lama (gangguan menetap setelah 10-15 tahun). Gangguan frekuensi 3000-6000 Hz

DIAGNOSA
Diagnosa ditegakkan dengan : Anamnesa Riwayat Pekerjaan Pemeriksaan fisik Otoskopi Pemeriksaan Penunjang seperti Audiometri

GEJALA KLINIK
Anamnesis Pendengaran berkurang Tinitus Rekruitmen Vertigo Pada ketulian bising akut, ada riwayat trauma akustik berat.

Pemeriksaan Telinga (Otoskopi) Membran timpani utuh, kecuali pada trauma akustik berat dpt ditemukan ruptur membran timpani. Audiogram Fase awal: tuli sensorineural ringan dgn penurunan maksimal pd frek 4000 Hz Fase lanjut: penurunan pd frek lebih luas. Pada paparan bising kronik, gambaran audiogram simetris pada kedua telinga, pada trauma akustik akut didptkan tuli campuran unilateral

DIAGNOSIS
Ditegakkan berdasarkan Anamnesis Pemeriksaan telinga (otoskopi) Pemeriksaan audiometri Pemeriksaan penunjang lain untuk mencari penyakit penyerta: Diabetes, gagal ginjal, hipertensi.

PENGOBATAN

Trauma akustik sulit sembuh dgn baik kelainan pada MT : miringoplasti kelainan pada telinga dalam : sulit
NIHL lebih sulit sembuh pencegahan bila sudah terjadi ketulian : rehabilitasi, latihan membaca bibir.

PEMELIHARAAN PENDENGARAN DI LINGKUNGAN INDUSRI


Program untuk mencegah terjadinya gangguan pendengaran pd pekerja a.l : 1. Mengupayakan agar kebisingan tidak melebihi 85 dB. Bila ternyata lebih maka perlu diupayakan untuk memasang alat peredam kebisingan. 2. Mengatur jadwal bekerja (shift), supaya pekerja tidak terlalu lama ditempat bising.

WAKTU PEMAPARAN
Lama waktu bekerja Per hari / jam 8 4 2 1 1/2 1/4 Tingkat kebisingan dB A 90 95 100 105 110 115

Setiap kenaikan intensitas 5 dB, waktu kerja yg diijinkan dikurangi setengahnya

3.

Pemakaian alat pelindung telinga

Ear Plug
kebisingan 25 dB 40 dB c/o: kapas, plastik karet lunak

Ear Muff
Kebisingan : 40-50 dB Frek. 100-8000 Hz

Helmet
Kebisingan max 35 dBA pada 250 Hz sampai 50 dB pd frek. tinggi

dipilih bila bising > 100 dBA Tipe :


a. b. c.

formable type custom- molded type premolded type

Dipilih bila bising antara 85-200 dBA

4.

5.

Pemeriksaan pendengaran secara berkala. Penyuluhan kesehatan terhadap karyawan akan bahaya kebisingan Efek kebisingan 10-15 tahun

Ruangan tenang : 30-40dB Percakapan N : 65 dB Penghisap debu, telivisi : 60-70 dB Walkman/ipod : 96 dB Arena bermain anak di mal : 90-95 dB Diskotek : 100-120 dB Orke simfoni : 110 dB Konser musik/rock : 110-140 dB * Lama paparan tiap hari (jam)

Batas intensitas kebisingan (dB) 80 85 90 95 100 105 110 115

Lama pemaparan (*) 16 8 4 2 1 1/8