Anda di halaman 1dari 28

Sistem saraf otonom

20070310143

Sistem saraf otonom berfungsi untuk mempertahankan keadaan tubuh dalam kondisi terkontrol tanpa pengendalian secara sadar. Sistem saraf otonom bekerja secara otomatis tanpa perintah dari sistem saraf sadar. Sistem saraf otonom juga disebut sistem saraf tak sadar, karena bekerja diluar kesadaran.

Struktur jaringan yang dikontrol oleh sistem saraf otonom


otot jantung pembuluh darah iris mata organ thorakalis abdominalis dan kelenjar tubuh

Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua bagian

Sistem Saraf Simpatis


Sistem saraf simpatis terbagi juga menjadi dua bagian, yaitu saraf otonom cranial dan otonom sacral. Sistem saraf ini berhubungan dengan sumsum tulang belakang melalui serabut-serabut sarafnya, letaknya didepan column vertebrae.

Fungsi sistem saraf simpatis


Mensarafi otot jantung Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pancreas dan usus Melayani serabut motorik sekretorik pada kelenjar keringat Serabut motorik pada otot tak sadar dalam kulit Mempertahankan tonus semua otot sadar

Sistem Saraf Parasimpatis


Sistem saraf parasimpatis, hampir sama dengan sistem saraf simpatis, hanya sistem kerjanya saja yang berbeda. Misalnya saraf simpatis memacu jantung, maka sistem saraf parasimpatis memperlambat denyut jantung.

Fungsi saraf parasimpatis


Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandibularis dan kelenjarkelenjar dalam mukosa rongga hidung Mensarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung Menpersarafi kelenjar ludah Mempersarafi kelenjar parotis Mempersarafi sebagian besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, GIT, ginjal, pancreas, lien, hepar dan kelenjar suprarenalis

Mempersarafi kolon desendens, sigmoid, rectum, vesika urinaria dan alat kelamin Miksi dan defekasi

TEST KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI

Koordinasi
Meliputi semua aspek dari gerak termasuk keseimbangan, yang memungkinkan gerakan terjadi dengan bebas, bertujuan, akurat, dengan kecepatan, irama, dan ketegangan otot yang terarah/ terkontrol

Keseimbangan
Bisa diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support) Keseimbangan merupakan suatu proses dimana tubuh berusaha mempertahankan posisinya saat melakukan berbagai kegiatan (kreighbaum, 1985)

TEST ROMBERG
1. Pemeriksa berdiri dalam jarak dekat untuk menjaga bila pasien jatuh. 2. Mintalah pasien berdiri dengan kaki berhimpitan dan ke 2 lengan disisi tubuh 3. Kedua mata pasien terbuka dan kemudian mintalah matanya dipejamkan. 4. Normal adanya gerakan tubuh dengan sedikit bergoyang

5. bila pasien jatuh kesamping karena hilangnya keseimbangan ( test romberg positip ) TEST ROMBERG

TEST SATU KAKI


1. Mintalah pasien berdiri pada satu kaki dengan mata tertutup 2. Kedua lengan lurus dan tetap disisi tubuh. 3. Ulangi prosedur ini pada kaki satunya. 4. Normal keseimbangan berkisar 5 detik dengan sedikit goyangan tubuh 5. Penyimpangan apabila pasien menggerakan badan dan mengayunkan kakinya untuk mencegah agar tidak jatuh

TEST MENYENTUH HIDUNG


1. Demonstrasikan setiap manuver ini terhadap pasien dan minta pasien mengulanginya. 2. Perhatikan kehalusan dan keseimbangan gerakan tersebut untuk memeriksa fungsi motor halus. 3. Mintalah pasien mengekstensikan lengan keluar sisi tubuh dan sentuhkan setiap jari ke hidung. 4. Mintalah pasien melakukan dengan mata terbuka dan kemudian dengan mata terpejam.

5. Normal pasien dapat menyentuh hidung secara bergantian. 6. Penyimpangan terjadi apabila pasien tidak mempunyai kemampuan menyentuh hidung, gerakan tidak terkordinasi, tampak kaku, lambat dan tidak teratur

TEST MENEMPATKAN TUMIT KAKI


1. Posisi pasien terlentang/duduk dengan mata tertutup. 2. Mintalah pasien untuk menempatkan tumit salah satu kaki keatas tulang kering atau tibia kaki satunya. 3. Turunkan tumit tersebut dari tulang kering ke ujung kaki lainnya. 4. Normal pasien dapat menggerakan tumit kakinya keatas atau kebawah pada bagian atas tulang tibia kaki yang lainnya dalam satu garis lurus dengan teratur.

5. Penyimpangan terjadi apabila pasien sulit melakukan gerakan keatas atau kebawah, gerakan tampak tidak teratur, kaku, sering menyimpang kesamping dan tidak lurus.

TEST MENEPUK LUTUT


1. Posisi pasien duduk. 2. Mintalah pasien untuk menepuk lututnya dengan kedua tangan. 3. Kemudian mintalah pasien menepuk lututnya dengan telapak dan punggung tangan secara bergantian dengan gerakan yang cepat dan bergantian. 4. Mintalah pasien untuk meningkatkan kecepatan secara bertahap.

5. Normal tangan yang dominan pasien tampak lebih terkordinasi dalam gerakan, irama teratur, dapat dihentikan dengan halus dan cepat.

TEST TANGAN
1. Posisi pasien duduk, berdiri atau tidur terlentang. 2. Mintalah pasien menyentuh masing-masing jari dengan ibu jari dari tangan yang sama. 3. Mintalah pasien malakukan dalam rangkaian gerak yang cepat, dimulai dari jari telunjuk sampai jari kelinking.

4. Normal pasien dapat menyentuh masingmasing dari jari pada tangan yang sama dengan teratur, cepat dan halus.

TEST KAKI
1. Posisi pasien berbaring telentang. 2. Letakkan tangan pemeriksa pada pusat kaki pasien. 3. Mintalah pasien untuk mengetuk tangan pemeriksa dengan kaki secepat mungkin. 4. Amatilah masing-masing kaki mengenai kecepatan dan kehalusannya. 5. Normal gerakan kaki tidak secepat dan serapi tangan.

TEST GAYA BERJALAN


1. Mintalah pasien berjalan tanpa alas kaki mengelilingi ruang periksa. 2. Mintalah pasien berjalan dengan mata terbuka dan kemudian dengan mata tertutup. 3. Amatilah rangkaian gaya berjalan dan gerakan dari lengan 4. Normal tumit yang pertama menyentuh lantai, kemudian seluruh bagian kaki

5. Tumit kedua menekan dan melayang dari lantai 6. Berat badan berpindah dari tumit pertama ke pusat kaki 7. Ayunan tungkai meningkatkan kecepatan saat berat badan pindah dari kaki kedua 8. Kaki kedua mengangkat dan melangkah mendahului kaki pertama yang masih menahan berat badan dan mengayun 9. Kaki kedua menurun kecepatannya dalam mempersiapkan sentuhan tumit selanjutnya

10.Tidak normal bila panggul dan lutut terangkat terlalu tinggi untuk menaikan kaki dan plantar fleksi dari tanah (Steppage) 11.Gerakan seperti kejang dan tidak terarah (Distonik) 12.Tungkai jauh terpisah dengan berat badan berpindah dari sisi satu kelainnya seperti gerak bebek (Distropik).

Terima kasih