Anda di halaman 1dari 10

Temuan-temuan Morfologis Memar Jantung Akibat Percobaan Benturan Benda Tumpul pada Regio Prekordial

Oleh: ROULLY AZHARS PUTRI MESITA SAFRIZAL DINA HUDIANA Pembimbing: dr. H. Taufik Suryadi, SpF

PENDAHULUAN
O Kasus pertama trauma jantung akibat cedera dada

tumpul diperkenalkan tahun 1764 oleh Akenside O Sejak 1970-an studi eksperimental memperhatikan perubahan hemodinamik dan elektrokardiografi O Secara tradisional, seharusnya tidak ada kerusakan sel miokard baik secara histopatologis maupun imunokimia, serta creatine phospokinase (CPK) yang hilang dari miokardium

METODE DAN BAHAN


Hewan coba dipersiapkan
Jaringan jantung diperiksa dengan mikroskop elektron
Jaringan jantung hewan coba diperiksa secara histologis dan imunohistokimia

Dilakukan pemeriksaan dengan logam Lanthanum

Hewan coba diberikan benturan

Autopsi hewan coba

Bagian jantung hewan coba diperiksa

HASIL PENELITIAN

Setelah terjadi benturan tekanan ventrikel kiri dan ventrikel kanan meningkat secara tiba-tiba. Segera setelah benturan terjadi, hewan coba mengalami gangguan ritme dan konduksi sementara yang selanjutnya kembali ke irama sinus

Lanjutan
O Secara makroskopik, tidak

terjadi ruptur perikardial, perdarahan subepicardial serta memar miokard yang terdeteksi pada potongan melintang kecuali terjadi dilatasi pembuluh darah subepicardial. O Hilangnya miokard Mb, CKBB dan CK-MM yang tidak merata pada fokus terutama terbatas pada lapisan subepicardial.

Lanjutan
O Beberapa lesi kecil dapat

ditemukan pada serat miokard. Beberapa miofibril berelaksasi dengan pita I yang melebar, dan beberapa miofibril berkontraksi dengan kuat
O Ditemukan

pula miofibril yang bergelombang dan terkadang ditemukan pula disrupture miofibrillar

Lanjutan

Partikel lanthanum terutama terdeteksi dalam mitokondria atau di pinggirannya, dan kadang-kadang terdapat pada miofibril, dengan atau tanpa diskontinuitas dan hilangnya krista mitokondria, di antaranya ditemukan partikel lantanum pada lapisan subepimiokardial dari ventrikel kiri dan kanan

PEMBAHASAN
O Benturan benda tumpul dengan kecepatan 8,0 m/s

menimbulkan disritmia transien daerah prekordium tidak menimbulkan perubahan yang signifikan setelah diamati secara makroskopis maupun mikroskopis. O Walaupun energi yang tersalurkan pada prekordium hewan coba lebih besar daripada kasus-kasus fatal pada manusia, tidak ditemukan adanya insiden kematian pada penelitian ini

Lanjutan
O Berdasarkan hasil pemeriksaan imunohistokimia

serta penelitian dengan menggunakan lanthanum, didapatkan hasil dengan jelas bahwa permeabilitas membran sel miokard meningkat secara tidak biasa tepat setelah benturan benda tumpul ke prekordium.

TERIMA KASIH