Anda di halaman 1dari 3

GEJALA ANAFILAKSIS

http://allergyclinic.wordpress.com/2012/02/26/manifestasi-klinis-tanda-dan-gejala-anafilaksis/

Gejala Alergi Gejala alergi yang terjadi dalam tubuh dapat dibedakan dari bagian di mana alergi itu terjadi. Beberapa bagian tubuh sering dipengaruhi oleh alergi yang ada:

Sistem pernafasan. Gejala alergi pada sistem pernapasan adalah batuk, pilek, hidung tersumbat, bersin, sesak napas, mengi suara, mimisan, sakit telinga, kemerahan telinga, tenggorokan gatal, suara serak.

Sistem pencernaan. Gejala alergi terhadap sistem pencernaan: nyeri perut, diare, sulit buang air besar, kembung, dan sering kentut.

Kulit. Gejala alergi pada kulit bisa kulit gatal, kulit merah berbintik-bintik, kulit menebal, eksim, kulit menjadi kebiruan / hitam, bibir menjadi bengkak.

Mata. Gejala alergi pada mata adalah: mata gatal, mata merah, mata berair, mata belekan, warna kehitaman di bawah mata, bintitan. http://doktersehat.com/gejala-alergi-pada-tubuh-manusia/#ixzz2AXeNHuGO

Mata merah Mata merah, atau conjunctivitis, adalah kemerahan dan peradangan dari selaput-selaput (conjuctiva) yang menutupi putih-putih dari mata-mata dan selaput-selaput pada bagian dalam dari kelopak-kelopak mata. Membran-membran atau selaput-selaput ini bereaksi pada suatu batasan yang luas dari bakteri-bakteri, virus-virus, agen-agen yang memprovokasi alergi, pengganggu-pengganggu (irritants), dan agen-agen racun, begitu juga pada penyakit yang mendasarinya dalam tubuh. Bentuk-bentuk virus dan bakteri dari conjunctivitis adalah umum pada masa kanak-kanak, namun mereka dapat terjadi pada orang-orang dari segala umur. Secara keseluruhan bagaimanapun, ada banyak penyebab-penyebab mata merah. Ini dapat digolongkan sebagai yang infeksius atau tidak infeksius. http://www.totalkesehatananda.com/matamerah1.html

Susah nafas / Asma Asma adalah suatu kondisi paru-paru yang kronis, yang ditandai dengan sulit bernapas. Saluran pernapasan penderita asma sangat sensitif dan memberi respons yang sangat berlebihan jika mengalami rangsangan atau gangguan. Saluran pernapasan tersebut bereaksi dengan cara menyempit dan menghalangi udara yang masuk. Penyempitan atau hambatan ini bisa mengakibatkan salah satu atau gabungan dari berbagai gejala ulai dari batuk, sesak, napas pendek, tersengal-sengal, hingga napas yang berbunyi ngik-ngik Penyempitan atau hambatan tersebut dikarenakan : Peradangan saluran pernapasan, sehingga menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan lendir berlebihan dan menyempit.

Bronkokonstriksi, yang berarti otot-otot yang melingkari saluran pernapasan mengetat, mengejang atau mengerut. Vitahealth. 2005. Asma. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Edema Edema merupakan gejala dari berbagai keadaan medis serius, seperti penyakit jantung kongetif, gagal jantung, gagal hati, malnutrisi dan sindrom nefrotik. Edema perifer juga bisa terjadi akibat obstruksi vena atau obstruksi limfatik atau karena pemberian garam dan air berlebihan. Obatobatan, seperti obat anti-inflamasi nonstreroid (OAINS) dan bloker (penyekat) kanal kalsim (calcium channel blocker) juga bisa menyebabkan edema perifer. Edema bisa merupakan indicator utama adanya penyakit serius. Davey, Patrick. 2005. At a glance Medicine alih bahasa Annisa Rahmalia, Cut Novianty editor Amalia Safitri. Jakarta : Erlangga Urtikaria Urtikaria (kaligata) adalah lesi sementara yang terdiri dari bentol sentral yang dikelilingi oleh halo eritematosa. Lesi tersendiri adalah bulat, lonjong, atau berfigurata, dan seringkali menimbulkan rasa gatal. Urtikaria akut dan menahun memiliki variasi luas etiologi alergik. Penyebab sistemik yang langka pada urtikaria adalah mastositosis (urtikaria pigmentosa), hipertiroid, keganasan, dan artritis rematoid juvenile (JRA). Pada JRA, lesi bersamaan dengan puncak demam dan berlangsung sementara, walaupun tidak berpindah seperti pada eritema marginatum. Harrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam / editor edisi bahasa Inggris, Kurt J. Isselbacher .. [et al.] ; editor edisi bahasa Indoesia, Ahmad H. Asdie. Jakarta : EGC. 1999