Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Air adalah salah satu keperluan dasar manusia, baik untuk keperluan hidup (minum dan masak), keperluan sanitasi (MCK), dan untuk kebutuhan yang menunjang proses produksi (irigasi). Ketersediaan air yang memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut di atas, sering menjadi masalah, terutama pada daerah yang sumber air sangat terbatas atau yang air tanahnya sangat dalam. Meskipun teknologi dan peralatan pompanisasi untuk memperoleh air telah tersedia dan mudah diperoleh, pada daerah tertentu ketersediaan tenaga penggerak pompanisasi sering menjadi hambatan karena ketiadaan jaringan listrik PLN. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengatasi hambatan tersebut di atas. Di Indonesia, cahaya matahari dapat diperoleh cuma-cuma sepanjang tahun, di tempat terpencil sekalipun. Sehingga pemanfaatan PLTS untuk menggerakkan pompa sangatlah ideal. Semua keunggulan sel surya di atas disebabkan oleh karakteristik khas sel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi listrik secara langsung.

1.2. Tujuan Percobaan


Menmpelajari keunggulan dan kekurangan dari pompa air tenaga surya.

1.3. Pembatasan Masalah


Terdapat beberapa daerah tertentu yang jauh dari ketersediaan air dan jaringan listrik PLN, oleh sebab itu alat yang sudah ada seperti pompa air diefektifkan untuk
1

mempermudah semua kalangan daerah yang sulit untuk mendapat atau memakai pompa air, yaitu dengan menggunakan energi tenaga surya.

1.4. Kerangka Penulisan


BAB I Pendahuluan

Berisi tentang latar belakang permasalahan, pembatasan masalah, tujuan melakukan percobaan, serta sistematika penulisan. BAB II Teori Dasar Berisi tentang teori-teori yang berhubungan dengan pompa air tenaga surya. BAB III Kesimpulan Berisi tentang kesimpulan praktikum.

BAB II TEORI DASAR

2.1. Pompa Air Pengertian Pompa Pompa adalah alat transportasi fluida cair. Jadi, jika fluidanya tidak cair, maka belum tentu pompa bisa melakukannya. Misalnya fluida gas, maka pompa tidak dapat melakukan operasi pemindahan tersebut. Namun, teknologi sekarang sudah jauh berkembang di mana mulai diperkenalkan pompa yang multi-fasa, yang dapat memompakan fluida cair dan gas. Namun dalam tulisan ini, hanya dibahas tentang pompa yang mengalirkan fluida cair, dan topiknya dipersempit untuk yang berjenis sentrifugal.

Jenis-jenis Pompa Air

Pompa terdiri dari beberapa jenis yaitu : 1. Floating Pump : digunakan jika terdapat sumber air permukaan/ sumur gali/sungai dan mengapung di atas permukaan air 2. Surface Pump : digunakan jika terdapat sumber air permukaan/ sumur gali/sungai tetapi pompa ingin diletakkan di atas permukaan tanah 3. Subsumersible Pump : digunakan jika sumber air berasal dari sumur bor / air bawah tanah 4. Lineshaft Pump : digunakan jika sumber air berasal dari sumur bor / air bawah tanah tetapi pemakai ingin pompanya saja yang masuk ke dalam sumber air, sedangkan driver head dan motor pompa tetap di atas tanah.

Prinsip dan Cara Kerja Pompa 1. Centrifugal pumps (pompa sentrifugal) Sifat dari hidrolik ini adalah memindahkan energi pada daun/kipas pompa dengan dasar pembelokan/pengubah aliran (fluid dynamics). Kapasitas yang di hasilkan oleh pompa sentrifugal adalah sebanding dengan putaran, sedangkan total head (tekanan) yang di hasilkan oleh pompa sentrifugal adalah sebanding dengan pangkat dua dari kecepatan putaran.

2. Positive Displacement Pumps (pompa desak) Sifat dari pompa desak adalah perubahan periodik pada isi dari ruangan yang terpisah dari bagian hisap dan tekan yang dipisahkan oleh bagian dari pompa. Kapasitas yang dihasilkan oleh pompa tekan adalah sebanding dengan kecepatan pergerakan atau kecepatan putaran, sedangkan total head (tekanan) yang dihasilkan oleh pompa ini tidak tergantung dari kecepatan pergerakan atau putaran. Pompa desak di bedakan atas : oscilating pumps (pompa desak gerak bolak balik), dengan rotary displecement pumps (pompa desak berputar). Contoh pompa desak gerak bolak balik : piston/plunger pumps, diaphragm pumps.

Contoh pompa rotary displacement pumps : rotary pump, eccentric spiral pumps, gear pumps, vane pump.

3. Jet pumps Sifat dari jets pump adalah sebagai pendorong untuk mengangkat cairan dari tempat yang sangat dalam. Perubahan tekanan dari nozzle yang disebabkan oleh aliran media yang digunakan untuk membawa cairan tersebut ke atas (prinsip ejector). Media yang digunakan dapat berupa cairan maupun gas. Pompa ini tidak mempunyai bagian yang bergerak dan konstruksinya sangat sederhana. Keefektifan dan efisiensi pompa ini sangat terbatas.

4. Air lift pumps (mammoth pumps) Cara kerja pompa ini sangat tergantung pada aksi dari campuran antara cairan dan gas (two phase flow).

5. Hidraulic pumps Pompa ini menggunakan kinetik energi dari cairan yang dipompakan pada suatu kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi energi yang berbentuk lain (energi tekan).

6. Elevator Pump Sifat dari pompa ini mengangkat cairan ke tempat yang lebih tinggi dengan menggunakan roda timbah, archimedean screw dan peralatan sejenis.

7. Electromagnetic Pumps Cara kerja pompa ini adalah tergantung dari kerja langsung sebuah medan magnet pada media ferromagnetic yang dialirkan, oleh karena itu penggunaan dari pompa ini sangat terbatas pada cairan metal.

2.2. Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pengertian Sel Surya Photo-voltaic terdiri dari photo dan voltaic. Photo berasal dari kata Yunani phos yang berarti cahaya. Sedangkan voltaic diambil dari nama Alessandro Volta (1745 - 1827), seorang pelopor dalam pengkajian mengenai listrik. Sehingga photo-voltaic dapat berarti listrik-cahaya. Belakangan ini, photo-voltaic lebih sering disebut solar cell atau sel surya, karena cahaya yang dijadikan energi listrik adalah sinar matahari.

Sel surya merupakan suatu devais semikonduktor yang dapat menghasilkan listrik jika diberikan sejumlah energi cahaya. Proses penghasilan energi listrik itu diawali dengan proses pemutusan ikatan elektron pada atom-atom yang tersusun dalam kristal semikonduktor ketika diberikan sejumlah energi (hf). Salah satu bahan semikonduktor yang biasa digunakan sebagai sel surya adalah kristal silikon.

Gambar penampang dua dimensi dari kristal silikon. Sel surya pada dasarnya adalah suatu elemen aktif yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Pada umumnya satu keping sel surya mempunyai ketebalan 3 mm, tersusun atas kutub positif dan negatif yang terbuat dari irisan bahan semikonduktor. Prinsip kerja suatu sel surya adalah dengan memanfaatkan efek fotovoltaik, yaitu suatu efek yang dapat mengubah secara langsung cahaya matahari menjadi suatu energi listrik. Prinsip ini pertama kali dikemukakan oleh Bacquere, seorang ahli fisika berkebangsaan Perancis pada tahun 1839. Material yang sering digunakan untuk membuat sel surya adalah silikon kristal, yaitu bahan yang sama yang sering digunakan untuk pembuatan jenis semikonduktor. Agar dapat digunakan sebagai bahan sel surya, silikon dimurnikan hingga membentuk suatu unsur pembentuk atom. Dengan terbentuknya sifat atom pada setiap sel dari sel surya tersebut maka terbentuk pula suatu kutub elektromagnetik yang menyebabkan efek photovoltaik tersebut.

Gambar Skematik Integrasi Sel Surya Dalam Energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari sebenarnya hanya diterima oleh permukaan bumi sebesar 69% dari total energi pancaran matahari. Suplai energi surya dari sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi sangat luar biasa besarnya yaitu mencapai 3 x 10 joule pertahun, energi ini setara dengan 2 x 1017 Watt. Jumlah energi sebesar itu setara dengan 10.000 kali konsumsi energi di seluruh dunia saat ini. Dengan kata lain, dengan menutup 0.1% saja permukaan bumi dengan divais solar sel yang memiliki efisiensi 10% sudah mampu untuk menutupi kebutuhan energi di seluruh dunia saat ini. Sebuah sel surya tunggal dapat menghasilkan listrik searah 3 volt dan 3 ampere. Sel-sel ini dapat dibuat dalam berbagai ukuran yang diinginkan dengan jalan menghubungkan seri sel-sel yang sama untuk membentuk modul sel surya dengan keluaran yang diperlukan. Selsel itu dikemas sedemikian rupa dengan bahan khusus sehingga modul dapat bertahan dalam kondisi yang terjelek tanpa kehilangan efisiensinya.

Cara Kerja dan Proses Konversi Energi Sel Surya Cara kerja sel surya adalah dengan memanfaatkan teori cahaya sebagai partikel. Sebagaimana diketahui bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat yaitu dapat sebagai gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut dengan photon.

Proses pengubahan atau konversi cahaya matahari menjadi listrik ini dimungkinkan karena bahan material yang menyusun sel surya berupa semikonduktor. Lebih tepatnya tersusun atas dua jenis semikonduktor; yakni jenis n dan jenis p.

Semikonduktor Tipe-P dan Tipe-N Semikonduktor jenis n merupakan semikonduktor yang memiliki kelebihan elektron, sehingga kelebihan muatan negatif, (n = negatif). Sedangkan semikonduktor jenis p memiliki kelebihan hole, sehingga disebut dengan p (p = positif) karena kelebihan muatan positif. Caranya, dengan menambahkan unsur lain ke dalam semkonduktor, maka kita dapat mengontrol jenis semikonduktor tersebut, sebagaimana diilustrasikan pada gambar di bawah ini. Pada awalnya, pembuatan dua jenis semikonduktor ini dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat konduktifitas atau tingkat kemampuan daya hantar listrik dan panas semikonduktor alami. Bila sel surya itu dikenakan pada sinar matahari, maka timbul yang dinamakan elektron dan hole. Elektron-elektron dan hole-hole yang timbul di sekitar pn junction bergerak berturut-turut ke arah lapisan n dan ke arah lapisan p. Sehingga pada saat elektron-elektron dan hole-hole itu melintasi pn junction, timbul beda potensial pada kedua ujung sel surya. Jika pada kedua ujung sel surya diberi beban maka timbul arus listrik yang mengalir melalui beban. Di dalam semikonduktor alami (disebut dengan semikonduktor intrinsik) ini, elektron maupun hole memiliki jumlah yang sama. Kelebihan elektron atau hole dapat meningkatkan daya hantar listrik maupun panas dari sebuah semikoduktor. Ketika suatu kristal silikon di-doping dengan unsur golongan kelima, misalnya arsen, maka atom-atom arsen itu akan menempati ruang diantara atom-atom silikon yang mengakibatkan munculnya elektron bebas pada material campuran tersebut. Elektron bebas tersebut berasal dari kelebihan elektron yang dimiliki oleh arsen terhadap lingkungan sekitarnya, dalam hal ini adalah silikon. Semikonduktor jenis ini kemudian diberi nama
10

semikonduktor tipe-n. Hal yang sebaliknya terjadi jika kristal silikon di-doping oleh unsur golongan ketiga, misalnya boron, maka kurangnya elektron valensi boron dibandingkan dengan silikon mengakibatkan munculnya hole yang bermuatan positif pada semikonduktor tersebut. Semikonduktor ini dinamakan semikonduktor tipe-p. Adanya tambahan pembawa muatan tersebut mengakibatkan semikonduktor ini akan lebih banyak menghasilkan pembawa muatan ketika diberikan sejumlah energi tertentu, baik pada semikonduktor tipe-n maupun tipe-p.

Semikonduktor tipe-p (kiri) dan tipe-n (kanan).

Diagram pita energi semikonduktor tipe-p (kiri) dan tipe-n (kanan). Ketika semikonduktor tipe-p dan tipe-n disambungkan maka akan terjadi difusi hole dari tipe-p menuju tipe-n dan difusi elektron dari tipe-n menuju tipe-p. Difusi tersebut akan meninggalkan daerah yang lebih positif pada batas tipe-n dan daerah lebih negatif pada batas tipe-p. Batas tempat terjadinya perbedaan muatan pada sambungan p-n disebut dengan daerah deplesi. Adanya perbedaan muatan pada daerah deplesi akan mengakibatkan munculnya medan listrik yang mampu menghentikan laju difusi selanjutnya. Medan listrik tersebut mengakibatkan munculnya arus drift. Namun arus ini terimbangi oleh arus difusi

11

sehingga secara keseluruhan tidak ada arus listrik yang mengalir pada semikonduktor sambungan p-n tersebut.

Diagram energi sambungan p-n dan munculnya daerah deplesi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, elektron adalah partikel bermuatan yang mampu dipengaruhi oleh medan listrik. Kehadiran medan listrik pada elektron dapat mengakibatkan elektron bergerak. Hal inilah yang dilakukan pada sel surya sambungan p-n, yaitu dengan menghasilkan medan listrik pada sambungan p-n agar elektron dapat mengalir akibat kehadiran medan listrik tersebut.

Kurva I-V sel surya pada keadaan gelap dan diberikan cahaya.

12

Ketika semikonduktor sambungan p-n disinari maka akan terjadi pelepasan elektron dan hole pada semikonduktor tersebut. Lepasnya pambawa muatan tersebut mengakibatkan penambahan kuat medan listrik di daerah deplesi. Adanya kelebihan muatan ini akan mengakibatkan muatan ini bergerak karena adanya medan listrik pada daerah deplesi. Pada keadaan ini, arus drift lebih besar daripada arus difusi sehingga secara keseluruhan dihasilkan arus berupa arus drift, yaitu arus yang dihasilkan karena kemunculan medan listrik. Arus inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh sel surya sambungan p-n sebagai arus listrik.

2.3. Pompa Air Tenaga Surya Sebagaimana namanya, pompa air yang berfungsi menyedot air dari dalam tanah ini digerakkan dengan tenaga surya. Secara fisik, fungsi maupun instalasi pompa air ini tidak ubahnya pompa air konvensional. Hanya saja, perbedaan mencolok ada pada panel surya silikon yang menggenapi sistem pompa air sebagai sumber listrik yang menggerakkan pompa, sebagaimana terlihat di Gambar berikut. Konsep dari pompa air bertenaga surya ini ialah sebuah pompa yang diperuntukkan bagi daerah yang terisolasi atau jauh dari jaringan instalasi listrik. Konsep ini dirasakan efektif mengingat penggunaan secara kolektif pompa air bertenaga surya ini akan mereduksi beban biaya akibat keberadaan panel surya yang tidak murah.

Gambar contoh produk pompa air bertenaga surya.

13

Dibandingkan dengan pompa air dengan tenaga listrik konvensional, pompa air bertenaga surya ini menggunakan arus searah (arus DC) tidak seperti pompa konvensional yang berarus bolak balik (AC). Hal ini mengingat panel surya yang digunakan sebagai sumber listrik memiliki output arus DC dan tidak memilki pengubah arus DC-AC sebagaimana listrik yang terinstalasi di perumahan. Pada umumnya pompa air ini memerlukan panel surya dengan daya keluaran 75-100 Watt dan didukung oleh baterei 12 volt agar pompa dapat bekerja di malam hari pula. Kedalaman air yang dapat dicapai secara efektif oleh pompa ini berkisar 50-70 m dengan debit air maksimum hingga 275 liter per jam. Konsumen dapat memilih dua jenis pompa ini, yakni pompa yang terletak di atas permukaan tanah atau pompa yang diletakkan/dipendam di bawah permukaan tanah. Kapasitas pompa beserta panel surya yang digunakan sangat tergantung dari kondisi operasi semisal kedalaman air di bawah tanah, berapa banyak debit air yang dibutuhkan serta tentu saja biaya. Penempatan pompa air bertenaga surya ini di Indonesia sudah dicoba di daerah kering minim hujan seperti di Nusa Tenggara Barat mapupun daerah Bantul DIY. Pompa air yang digerakkan dengan tenaga surya ini merupakan Progessive Cavity Pump yaitu pompa berupa rotor tunggal berbentuk helix yang berputar unik pada rongga stator karet. Rotor diputar langsung oleh motor melalui flexi shaft yang terbuat dari bahan titanium atau stainless steel. Pompa ini tidak memerlukan putaran tinggi sehingga air sudah dapat mengalir meskipun pada saat intensitas matahari berkurang. Selain itu konsumsi daya listrik pompa tenaga surya juga efisien.

Gambar Pompa Air Cara kerja pompa air dengan tenaga surya ini pun relatif lebih mudah dipahami. Yakni energi panas dari matahari ditampung lewat plat-plat dari aluminium di sebuah lapangan terbuka.

14

Energi panas yang ada di plat kemudian dialirkan ke baterai pompa sehingga pompa bisa dinyalakan sewaktu-waktu. Meskipun sederhana, tetapi harganya satu alat penampung energi surya ini cukup mahal, yakni sekitar Rp 600 juta.

Secara umum, pompa air tenaga surya memiliki komponen yakni : 1. Panel Listrik Tenaga Surya (sebagai modul surya) : digunakan untuk menghasilkan listrik atau putaran mekanik 2. MPPT (Maximum Power Point Tracker ) : menstabilkan putaran motor dengan mengatur kombinasi tegangan dana arus sehingga walaupun sumber cahaya matahari tidak stabil, air dapat mengalir melalui pompa secara stabil ( sebagai kontroler ). Perlengkapan lain yang diperlukan untuk instalasi pompa air tenaga surya adalah tangki air (water tank), pipa distribusi, dan pondasi atau bangunan untuk penempatan pompa. Spesifikasi dan jumlah komponen yang diperlukan tergantung dari kondisi di lokasi, misal kedalaman air tanah dan debit air yang diperlukan.

15

BAB III KESIMPULAN

Konsep dari pompa air bertenaga surya ini ialah sebuah pompa yang diperuntukkan bagi daerah yang terisolasi atau jauh dari jaringan instalasi listrik. Konsep ini dirasakan efektif mengingat penggunaan secara kolektif pompa air bertenaga surya ini akan mereduksi beban biaya akibat keberadaan panel surya yang tidak murah. Pompa air yang digerakkan dengan tenaga surya ini merupakan Progessive Cavity Pump yaitu pompa berupa rotor tunggal berbentuk helix yang berputar unik pada rongga stator karet. Rotor diputar langsung oleh motor melalui flexi shaft yang terbuat dari bahan titanium atau stainless steel. Pompa ini tidak memerlukan putaran tinggi sehingga air sudah dapat mengalir meskipun pada saat intensitas matahari berkurang. Selain itu konsumsi daya listrik pompa tenaga surya juga efisien. Cara kerja pompa air dengan tenaga surya ini pun relatif lebih mudah dipahami. Yakni energi panas dari matahari ditampung lewat plat-plat dari aluminium di sebuah lapangan terbuka. Energi panas yang ada di plat kemudian dialirkan ke baterai pompa sehingga pompa bisa dinyalakan sewaktu-waktu.

16

DAFTAR PUSTAKA

K. West, Solar Cell Beyond Silicon, Riso International Energy Confrence, 2003. M. Gratzel, Nature 414 (2001) 338. S.M. Sze. 1981.Physics of Semiconductor Devices 2nd edition,Chapter 14, John Wiley and Sons. C. J. Brabec, N.S. Sariciftci, J.C. Hummelen. 2001. Advanced Functional Materials. B.A. Gregg, J. 2003. Phys Chem B. http://zkarnain.tripod.com/selsurya.html http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_surya http://energisurya.wordpress.com/2008/07/10/melihat-prinsip-kerja-sel-surya-lebih-dekat/ http://duniaelektronika.blogspot.com/2008/07/surya.html http://definisipengertian.com/2011/cara-kerja-pengertian-pompa/ http://energisurya.wordpress.com/2007/08/23/sel-surya-bagi-pemberdayaan-masyarakat-bagianpertama/ http://ksbforblog.blogspot.com/2009/04/pompa-menurut-prinsip-dan-cara-kerjanya.html

17