Anda di halaman 1dari 26

Fitriyani Lestari Sarah Widiandari Noor Asri Sindhia Sari Seftia Nurrohman

Pengertian

Klasifikasi

Sumber

Asam Amino

Fungsi & Guna

Kebutuhan

Kelebihan & Kekurangan

Upaya

Sifat Fisikokimia Protein

Protein berasal dari bahasa yunani yaitu proteos yang

artinya, yang utama atau yang didahulukan . Kata ini di perkenal kan oleh ahli kimia Belanda, Gerardus Mulder (1802-1880).
Merupakan senyawa organik, rangkaian asam amino yang

terikat oleh ikatan peptida . Tersusun atas unsur C, H, O, N dan unsur mineral seperti P, Fe, I, dan Co Bagian terbesar tubuh sesudah air dan merupakan bagian dari sel tubuh

Berdasarkan komponen kimiawi Berdasarkan bentuk Berdasarkan kepentingan dari segi gizi Berdasarkan fungsi biologis

Protein sederhana, yaitu protein yang bila

dihidrolisis akan menghasilkan asam-asam amino Protein konjungsi, yaitu protein sederhana yang bila dihidrolisis akan menghasilkan asam-asam amino dan bahan-bahan non asam amino, misalnya pada glikoprotein, lippoprotein Derivat Protein turunan, yaitu hasil dekomposisi protein
Derivat primer : koagulum protein, protean, meta protein Derivat sekunder ; proteosa, pepton, peptida

Protein terdapat dalam bentuk serabut (fibrous), globular,

dan konjungsi. A. Protein dalam bentuk serabut (Fibrous) Terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk spiral dan terjalin satu sama lain,sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristiknya : Rendah daya larutnya, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi, tahan terhadap enzim pencernan. Contoh protein serabut : Kolagen, elastin, keratin, miosin.

B. Protein globular
Karakteristiknya :

Berbentuk bola. Larut dalam larutan garam dan asam encer. Mudah berubah dalam pengaruh suhu. Konsentrasi garam mudah mengalami denaturasi. Contoh : Albumin, globumin, histon, protamin.

C. Protein Konjungsi

Merupakan protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahannon asam amino (gugus prostetik). Contoh : Nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.

Fibrous

Globular

Protein lengkap, yaitu protein yang mengandung jenis

asam amino esensial dalam jumlah yang lengkap untuk keperluan pertumbuhan . Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur . Pada umumnya protein hewani adalah protein sempurna . Protein tidak lengkap yaitu tidak mengandung salah satu jenis asam amino . Contohnya zein pada jagung dan beberapa protein nabati lainnya .

Katalis : enzim
Kontraksi : aktin, miosin Hormonal : insulin

Proteksi : fibrin, imunoglobulin


Pengatur : protein pengikat DNA Struktural : kolagen, keratin

Transport : albumin, Hb,lippoprotein, transferrin


Penyimpan : ferritin, mioglobin

Asam amino essensial Isoleusin, leusin, metionin, fenilalanin, tirosin,

treonin, triptopan, valin, histidin Asam amino non essensial Alanin, asam aspartat, asam glutamat, glutamin Asam amino semi esensial Sistein: metionin, serin arginin : glutamin/glutamat, aspartat Tiosin : fenilalanin prolin : glutamat Glisin : serin, kolin

Angka Kecukupan Protein dewasa ; 0,75 gr/kg BB


Umur Bayi Anak 0-6 bulan 7-12 bulan 1-3 tahun 4-6 tahun 7-9 tahun 10-12 thn 13-15 thn 16-18 thn > 18 thn 10-12 thn 13-15 thn > 15 thn Protein (gram) 10 16 25 39 45 50 60 65 60 50 57 50

Pria

Wanita

Sifat fisikokimia setiap protein tidak sama,

tergantung pada jumlah dan jenis asam aminonya. Berat molekul protein sangat besar Ada protein yang larut dalam air, ada pula yang tidak dapat larut dalam air, tetapi semua protein tidak larut dalam pelarut lemak.

Bila dalam suatu larutan protein

ditambahkan garam, daya larut protein akan berkurang, akibatnya protein akan terisah sebagai endapan. Peristiwa pemisahan protein ini disebut salting out. Apabila protein dipanaskan atau ditambahkan alkohol maka protein akan menggumpal. Protein dapat bereaksi dengan asam dan basa

1. Struktur primer : urutan asam amino 2. Struktur sekunder : pola lipatan teratur

yang distabilkan oleh ikatan hidrogen diantara gugus-gugus peptida yang saling berdekatan dalam rantai. 3. Struktur supersekunder : pola berulang struktur sekunder yang biasa terdapat pada banyak protein

4. Struktur tersier : untuk protein

glabular,melipatnya segmen-segmen struktur sekunder. 5. Struktur domain : terdapat pada protein globular yang memiliki massa lebih dari 20 kDa. 6. Struktur kuaterter : interaksi antara rantairantai polipeptida yang berbeda membentuk suatu struktur oligomer yang distabilkan oleh ikatan nonkovalen

Setiap perubahan terhadap struktur sekunder/tersier protein Molekul protein dapat pula mengendap disebut peristiwa koagulasi Denaturasi belum tentu mengakibatkan koagulasi. Potein dapat saja mengendap, tetapi dapat kembali ke keadaan semula ( flokulasi )

Faktor-faktor penyebab denaturasi protein : Perubahan pH : penggumpalan kasein Panas : merusak ikatan hidrogen dan jembatan garam Radiasi : sinar X dan U.V Pelarut organik : aseton, alkohol. Garam-garam dari logam berat : Ag2+, Hg2+, Pb2+ Pereaksi-pereaksi alkaloid : asam tannat, asam pikrat bisa menggumpalkan protein menurunkan infeksi. Pereduksi : thioglikolat

Untuk pertumbuhan dan pemeliharaan. Untuk pembentukan ikatan-ikatan esensial

tubuh. Untuk mengatur keseimbangan air dalam tubuh. Untuk memelihara netralitas tubuh. Untuk pembentukan antibodi. Untuk mengangkat zat-zat gizi Sebagai sumber energi.

Untuk membangun sel jaringan tubuh seorang

bayi yang lahir dengan berat badan 3 kg. Untuk mengganti sel tubuh yang aus atau rusak. Untuk membuat air susu, enzim dan hormon air susu yang diberikan ibu kepada bayinyadibuat dari makanan ibu itu sendiri Membuat protein darah, untuk mempertahankan tekanan osmose darah Untuk menjaga keseimbangan asam basadari cairan tubuh. Sebagai pemberi kalori.

Protein Hewani (Berasal dari binatang,

contoh : daging, susu, dll) Protein Nabati (Berasal dari tumbuhan, contoh : jagung, kedelai, dll)

Asam amino essensial

Isoleusin, leusin, metionin, fenilalanin, tirosin,

treonin, triptopan, valin, histidin Asam amino non essensial Alanin, asam aspartat, asam glutamat, glutamin Asam amino semi esensial (tdk ess bersyarat) Sistein: metionin, serin - arginin : glutamin/glutamat, aspartat Tiosin : fenilalanin - prolin : glutamat Glisin : serin, kolin

Kekurangan KEP Kwashiorkor : kurang protein Marasmus : kurang energi dan protein Kelebihan Obesitas Asidosis, kenaikan amoniak darah, kenaikan

ureum darah Dehidrasi, diare dan demam

Kwasiorkor

Marasmus

Untuk menanggulangi kekurangan / kelebihan protein, maka dapat dilakukan upayapenanggulangan sebagai berikut : a.pemantauan status gizi (PSG) masyarakat. b.Pemberian makanan tambahan (PMT). c.Pemantauan garam beryodium. d.Pemberian kapsul vit. A e.Pemberian tablet Fe. f.Pengumpulan data KADARZI.

THANKS FOR YOUR ATTENTION WASSALAMUALAIKUM