Anda di halaman 1dari 9

Bab 2 Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Dokter Gigi Keluarga Dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku professional dalam menjaga dan memelihar kesehatan gigi dari keluarga binaannya dengan menyelenggarakan upaya pemeliharaan kesehatan gigi dasar paripurna dengan pendekatan holistic dan kesisteman serta proaktif dalam antisipasi dan pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga yang memilihnya sebagai mitra utama pemeliharaan kesehatan gigi. (SK Menteri Kesehatan RI, No. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga) Pengertian Pelayanan kedokteran Gigi Keluarga adalah suatu upaya kesehatan perorangan dalam kesehatan gigi dan mulut secara paripurna yang memusatkan layananya kepada setiap individu dalam suatu keluarga. Dokter gigi keluarga adalah dokter gigi yang: 1. Mampu memberikan pelayanan kesehatan gigi yang berorientasi pada komunitas melalui unsur keluarga sebagai target utama. Serta melihat individu sakit dan sehat sebagai bagian dari unit keluarga dan komunitasnya. Dokter gigi harus proaktif mendatangi keluarga sesuai indikasi dan melakukan perawatan dan asuhan pelayanan kesehatan gigi dasar. 2. Melayani masyarakat melalui unit keluarga yang berfungsi sebagai kontak pertama, menganalisa kebutuhan, rencana perawatan, asuhan, serta melaksanakan pelayanan kedokteran gigi tingkat individu dan keluarganya sesuai dengan lingkup kewenangannya - harus melakukan rujukan untuk menjaga keseimbangan pemeliharaan kesehatan keluarga dengan mengutamakan pendektan promotif dan preventif, penerapan iptekdokgi yang sesuai, benar, terpadu, holistik dan berkesinambungan, dengan memperhatikan pelayanan kesehatan gigi yang terkendali mutu dan biayanya.

( SK Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kebijakan pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga) 2.2 Visi dan Misi Dokter Gigi Keluarga Visi : Menciptakan kemandirian keluarga dalam upaya pemeliharaan kesgi dan tercapainya derajat kesehatan gigi setinggi-tingginya melalui pelayanan kedokteran gigi keluarga secara efisien, efektif, adil-merata, dan bermutu. Misi : 1. .Mendorong kemandirian keluarga dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. 2. Mengusahakan tersedianya pelayanan dokter gigi keluarga yang merata, bermutu, dan terjangkau 3. Memberikan pelayanan, memelihara, meningkatkan kesgi perorangan serta masyarakat (keluarga binaan) sehingga tercapai derajat kesehatan gigi yang diharapkan 4. Meningkatkan profesionalisme dokter gigi keluarga dalam mengemban peran, tugas, dan fungsinya 5. Meningkatkan kemitraan dengan profesi, institusi pendidikan, dan pihak-pihak yang terkait. ( SK Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kebijakan pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga) 2.3 Tujuan Dokter Gigi Keluarga 1. Tercapainya kemandirian dalam menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. 2. Terpenuhinya kebutuhan keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan gigi yang optimal, bermutu, terstruktur, dan berkesinambungan. 3. Tertatanya pembiayaan dan pelayanan kedokteran gigi keluarga. 4. Tertatanya administrasi dan manajemen pelayanan kedokteran gigi keluarga. 5. Terbinanya profesionalisme dokter gigi keluarga secara berkesinambungan. ( SK Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kebijakan pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga)

2.4 Peran dan Fungsi Dokter Gigi Keluarga Dokter Gigi Keluarga (DGK) berperan sebagai unsur profesi kedokteran gigi yang menggalang peran serta masyarakat menjaga dan memelihara kesehatan gigi dan mulut. Dalam menjalakan peran ini DGK juga melakukan beberapa fungsi : 1. Ujung tombak pemberi pelayanan dan asuhan keluarga serta sebagai penapis rujukan upaya kesehatan gigi mulut. 2. Sumber informasi, edukasi dan advokasi dalam pemeliharaan kesehatn gigi dan mulut. 3. Perlindungan resiko terjadinya masalh kesehatan gigi dan mulut. 4. Meningkatkan kualitas hidup anggota keluarga sesuai siklus hidup dan. 5. Penghematan biaya kesehatan. Berdasarkan pengertian, peran dan fungsi DGK tersebut maka disusunlah prinsip pelayanan DGK yang meliputi: 1. Memberi pelayanan secara profesional dan etis dilandasi kebutuhan seluh anggota keluarga perlu adanya pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh yang direkam dalam Kartu Medik Gigi. 2. Memandang individu baik yang sakit maupun sehat sebagai bagian dari unit keluarga dan komunitasnya. 3. Bidang garapan (menurut fase siklus hidup), mulai dari janin sampai lansia. 4. Pendekatan terpadu, holistik/menyeluruh dan berkesinambungan. 5. Mengetumakan promotif-preventif terseleksi. 6. Manajemen efesiensi, efektif biaya dan penjagaan mutu. Pembiayaan pada pelayanan DGK dikelola secara efisien, adil, berkelanjutan, transparan dan akuntable. Dalam penyelenggaraan pelayanan, kepesertaan yang menjadi tanggung jawabnya terlindungi dalam satu sistem jaminan, sehingga kebutuhan dasar kesehatannya terpenuhi, mutu dan biayanya pun terkendali. Disamping itu, jaminan kesehatan ini juga akan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memperoleh dan membiayai pemeliharaan kesehatan serta pembentukan budaya perilaku hidup sehat.

Pembayaran pra-upaya dalam sistem jaminan kesehatan diterima dari badan penyelanggara Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (PJK). Pemberi pelayanan Kesehatan (PPK), dalam hal ini DGK, HArus menekankan upaya promotif-preventif, sementara upaya kuratif dan rehabilitatif di berikan sesuai dengan kebutuhan. ( SK Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kebijakan pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga)

2.5 Prinsip Pelayanan Dokter Gigi Keluarga 1. Sebagai upaya kesehatan perorangan strata pertama, merupakan pelayanan paripurna dalam bidang kesgilut yang bertujuan untuk meningkatkan kesgilut yang setinggitingginya dari pengguna jasa dalam konteks keluarga. Caranya dicatat dalam kartu rekam medik untuk setiap individu dimasukkan dalam 1 arsip keluarga (family folder). 1. 2.Pelayanan dilandasi kebutuhan seluruh anggota keluarga - melakukan pemeriksaan kesgilut secara menyeluruh. 2. Rencana terapi dan asuhan komprehensif meliputi tingkat pencegahan secara rinci termasuk rujukannya dan dikomunikasikan kepada keluarga binaan untuk persetujuan tindakan medik gigi. Penjadwalan tindakan/ terpai dibuat bersama oleh pemberi dan penerima layanan. 3. Tindakan/ terapi dan asuhan pelayanan bersifat menyeluruh dengan memperhatikan kesgilut sebagai bagian dari kesehatan secara utuh (holistik) untuk perawatan individu disertai dengan program asuhan kesehatan komunitas keluarga binaan. 4. Tindakan/ terapi dan asuhan pelayanan dilaksanakan secara profesional dengan mengacu pada bukti-bukti klinik dan epidemiologik yang ada 5. Tindakan/ terapi harus sesuai dengan prosedur standar baku yang harus selalu diikuti, dan selalu dievaluasi untuk peningkatan mutu pelayanan. ( SK Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kebijakan pelayanan Kedokteran Gigi Keluarga) Pelayanan kedokteran gigi keluarga sebagai upaya kesehatan perorangan (UKP) strata pertama merupakan pelayanan paripurna dalam bidang kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut yang setinggi-tingginya

dari pengguna jasa dalam konteks keluarga. Untuk itu dokter gigi keluarga selaku pemberi layanan dituntut untuk memenuhi beberapa prinsip pelayanan kedokteran gigi keluarga yang merupakan landasan berpikir dan bertindak yang professional. Prinsip pelayanan yang dimaksud adalah: 1. Dokter gigi kontak pertama (first contact) DGK aladalh pemberi layanan kesehatan(provider) yang pertama kali ditemui oleh pasien/klien dalam menyelesaikan masalah kesehatan gigi dan mulut, umumnya masalah yang ditangani adalah di strata pertama, maka dokter gigi keluarga berfungsi sebagai kontak pertama dan penapis rujukan ke strata kedua dan ketiga. 2. Layanan bersifat pribadi (Personal Care) DGK memberikan layanan kepada perorangan (pribadi) dengan memperhatikan bahwa setiap orang merupakan bagian dari keluarganya. Adanya hubungan baik dengan pasien dan seluruh keluarganya member peluang kepada dokter gigi keluarga untuk memahami masalah pasien secara lebih luas. Dengan demikian keputusan medis dibuat tidak hanya aspek medis tetapi juga mempertimbangkan aspek social, budaya dan ekonomi si pasien beserta keluarganya. 3. Pelayanan paripurna (Comprehensive) DGK memberikan pelayanan menyeluruh dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan(promotif), pencegahan penyakit (preventive),

penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitative) sesuai dengan kebutuhan pasien. Namun pelayanan DGK lebih menekankan pada upaya promotif, perlindungan khusus, deteksi dan tindakan penanganan dini )early diagnosis & prompt treatment). Dengan gemikian pelayanan DGK berorientasi pada paradigm sehat. 4. Paradiga sehat DGK mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri melalui kesadaran yang tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. 5. Pelayanan berkesinambungan (Continuous care) Pelayanan DGK berpusat pada pasien (patient-oriented). Prinsip ini melandasi hubungan jangka panjang antara DGK dan pasiennya dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan dalam beberapa tahap kehidupan pasien.

6. Koordinasi dan kolaborasi Dalam upaya mengatasi masalah pasiennya DGK perlu berkonsultasi dengan disiplin lain, merujuk ke spesialis dan memberikan informasi yang sejelasjelasnya kepada pasien. Karena itu DGK bertindak sebgai coordinator yang mengurusi segala hal berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut pasien. 7. Family and community oriented Dalam mengatasi masalah pasiennya, DGK mempertimbangkan kondisi si pasien terhadap keluarga tanpa mengesampingkan pengaruh lingkungan social dan budaya tempat pasien tinggal dan bekerja. Dalam mengatasi masalah pasiennya, DGK haruslah tetap memperhatikan dampak kondisi pasien terhadap komunitas dan sebaliknya. (SK Menteri Kesehatan RI, No. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga) 2.6 Ruang Lingkup Dokter Gigi Keluarga Pelayanan kedokteran gigi keluarga dilaksanakan dengan pola pelayanan berlapis melalui sistem rujukan berjenjang (Level of Care) dengan pendekatan Primary Health Care. Tujuan pelayanan ini untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh dengan tingkat-tingkat pelayanan yang dikaitkan dengan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya tersebut di atas dimaksudkan untuk menjaga fungsi gigi dan mulut sebagai bagian dari sistem cerna yang sangat penting untuk kesehatan seseorang, sebagai bagian dari sistem bicara dan pembentukan estetika wajah. Di samping itu, upaya tersebut dimaksudkan untuk menjaga kondisi gigi dan mulut agar tidak menjadi sumber penyakit (focal infection) bagi organ lainnya dan deteksi dini penyakit sistemik yang bermanifestasi di rongga mulut. Ruang lingkup kerja dokter gigi keluarga meliputi beberapa pelayanan yaitu : a. Pelayanan darurat / basic emergency care Pertolongan pertama pada keadaan darurat dan gawat darurat untuk selanjutnya dilakukan rujukan bila perlu. Mengurangi rasa sakit atau mengeliminasi infeksi / pertolongan pertama pada gigi dan mulut karena penyakit / cedera Reposisi dislokasi rahang Replantasi gigi

Penyesuaian oklusi

b. Pelayanan pencegahan / preventive care Pendidikan kesehtan gigi / DHE baik individu maupun kelompok Menghilangkan kebiasaan jelek yaitu dentofasial functional abnormalities, abnormal swallowing dan menggigit lidah, bibir atau jari Tindakan perlindungan khusus yaitu aplikasi fluor dan perlindungan terhadap permukaan dan fisura gigi Tindakan penanganan dini yaitu scaling dan rootplaning Memberi advokasi untuk menanggulangi kelainan saliva dan masalah nutrisi gizi / diet c. Pelayanan medik gigi dasar / simple care Tumpatan gigi (glassionomer/komposit/kombinasi) Ekstraksi gigi (gigi sulung persistensi/gigi tetap karena penyakit/keperluan ortodonti) Perawatan pulpa (pulpcapping/pulpotomi/perawatan saluran akar gigi anterior) Perawatan atau pengobatan abses Penanganan dry socket Mengobati ulkus recurent Pengelolaan halitosis

d. Pelayanan medik gigi khusus / moderate care Konservasi gigi Pedodonsia Periodonsia Bedah mulut Orthodonsia Prostodonsia Oral medicine

(SK Menteri Kesehatan RI, No. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga) 2.7 Kompetensi Dokter Gigi dan DGK

Saat ini dirasakan masih ada tumpang tindih antara kompetensi dokter gigi dan DGK. Perbedaannya adalah pada pendalaman. Spesifikasi kompetensi DGK adalah : 1. Diet dan konseling 2. Manajemen resiko berbasis keluarga 3. Perencanaan pembiayaan kesehatan gigi dan mulut keluarga 4. Analisis efektif biaya 5. Manajemen perilaku berbasis dinamika keluarga 6. Manajemen data berbasis rekam medik keluarga 7. Surveillance epidemiology berbasis keluarga, serta 8. Pengendalian mutu pelayanan kesehatan gig dan mulut keluarga Kompetensi tersebut dapat diperoleh melalaui pelatiahn DGK paket A, B, C dan D. Paket A dan B menitikberatkan pada kompetensi manajerial DGK, sementara paket C dan D lebih pada kompetensi medis teknis. Pelayanan Kedokteran Gigi Kelurga adalah peluang masa depan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal, bermutu, terstruktur dan berkesinambungan. Selain itu, bagi dokter gigi itu sendiri DGK menciptakan peluang untuk meningkatkan profesionalisme dalam mengemban tugas mulia profesi. 2.7 Model Pelayanan Dokter Gigig keluarga Pelayanan dokter gigi keluarga dapat berkembang dari beberapa model, yaitu: 1. Dokter gigi keluarga praktik perorangan/praktek solo Pelayanan DGK yang dikembangkan atas inisiatif dokter gigi dan perawat gigi dan sesuai denga standar perijinan yang telah ditetapkan, serta memiliki sertifikat bahwa telah mengikuti melalui Program Pendidikan kedokteran Gigi Keluarga (PKGK) atau melalui diklat khusus untuk melatih dokter gigi menjadi DGK sesuai kompetensi yang diharapkan. 2. Dokter gigi praktik berkelompok Dokter gigi keluarga beserta tim yang melaksanakan praktik untuk pelayanan keluarga binaannya sebagai mitra kerja tergabung dalam system pelayanan dokter keluarga/dokter gigi keluarga sehingga standar klinik dan asuransi kesehatan yang digunakan sesuai dengan konsep dokter gigi keluarga.

(SK Menteri Kesehatan RI, No. 039/MENKES/SK/I/2007tentang Pedoman Penyelenggaraan Kedokteran Gigi Keluarga)