Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Kerja Hormon Estrogen

Terdapat dua tipe utama reseptor edtrogen di nukleus sel yaitu reseptor estrogen (ER) yang dikode oleh sebuah gen di kromosom 6 dan reseptor estrogen (ER), yang dikode oleh sebuah gen di kromosom 14. Setelah mengikat estrogen,reseptor ini membentuk homoditer lalu berikatan dengan DNA, dan mengubah transkripsinya. Sebagian besar efek estrogen bersifat genomik, yakni disebabkan oleh efek pada nukleus. Efek tersebut meliputi efek pelepasan implus neuron di otak dan , mungkin, efek umpan balik pada sekresi gonadotropin. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa efek-efek ini diperantarai oleh reseptor di membran sel yang tampaknya secara struktural berkaitan dengan reseptor di nukleus dan menimbulkan efek melalui jalur protein kinase intrasel yang diaktifkan oleh mitogen. Efek cepatn ini dijumpai pada progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron, dan 1,25 di hidroksikolekalsiferol mungkin juga ditimbulkan oleh reseptron membran.

Mekanisme Kerja Progesteron


Efek Progesteron , seperti steroid lain, terjadi melalui efek pada DNA sehingga tercetus sintesis nRNA baru. Seperti yang dinyatakan bahwa reseptor perogesteron terikat ke suatu heat shock protein tanpa adanya steroid, dan pengikatan progesteron menyebabkan pelepasan heat shock protein sehingga ranah pengikatan DNA pada reseptor menjadi terpajan. Steroid sintetik mifepriston (RU 486) brikatan dengan reseptor , tetapi tidak menyebabkan pelepasan heat shock protein, dan obat ini menghambat pengikatan progesteron. Karena kelangsungan kehamilan muda tergantung pada efek stimulasi progesteron terhadap pertumbuhan endometrium dan inhibisinya terhadap kontraksi uterus, mifepriston menyebabkan abortus. Si beberapa negara, mifepriston yang dikombinasikan dengan prostaglandin digunakan untuk menimbulakan abortus efektif . Terdapat dua isoform reseptor progesteron - PRA dan PRB - yang dihasilkan dari satu gen yang diolah secara berbeda. PRA merupakan reseptor yang berbentuk buntung (truncated), tetapi besar kemungkinannya bahwa kedua isoform tersebut memperantarai efek-

efek khususprogesteron. Zat-zat yang kerjanya mirip dengan progesteron kadang-kadang disebut obat progestasional, gestagen, atau progestin. Zat-zat ini digunakan bersama estrogen sintetik sebagai obat kontrasepsi oral.