Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi

: SMK Negeri 7 Semarang : Teknik Elektro Industri : Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan : X/1 & X/2(Gasal) : 1-2 : 4 x 2 x 45 menit : Menerapkan Dasar-Dasar Kelistrikan.

Kode Standar Kompetensi : 065.DKK.01 Kompetensi Dasar Indikator : Menjelaskan arus, tegangan dan tahanan listrik.
: 1. 2.

Menjelaskan pengertian arus, tegangan, dan tahanan listrik. Menjelaskan perbedaan antara tegangan, arus, dan resistansi.

A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran siswa diharapkan dapat:


1. 2. 3. 4.

Siswa mampu memahami definisi atom dan electron. Mampu menjelaskan definisi arus listrik , tegangan dan hambatan listrik. Menjelaskan perbedaan arus searah dan arus bolak-balik. Mampu menguasai dan menerapkan hukurn ohm. bentuk gelombangnya.

5. Mengetahui tentang tegangan puncak, tegangan efektif, tegangan rata-rata serta 6. Mengetahui dasar Hukum Kirchof I dalam rangkaian kelistrikan, baik seri maupun paralel.

B. Materi Pembelajaran
1. 2.

Deskripsi dan identifikasi pengertian dan konsep dasar tegangan, dan tahanan listrik. Diskripsi dan identifikasi perbedaan arus, tegangan, dan resistansi.

C. Metode Pembelajaran

Metode Model

: Ceramah, Tanya jawab, Presentasi, Demonstrasi, Diskusi, : STAD

Praktek.

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke 1-2 Kegiatan dalam pembelajaran I. Kegiatan dalam pembelajaran 1.1 Guru datang tepat waktu.
1.2 Guru

PKB/EEK
Disiplin Religious Disiplin Memotivasi

memberi salam pembuka kepada peserta didik. Berdoa bersama sebelum memulai pelajaran. Mengecek kehadiran siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan beberapa pertanyaan awal seputar

1.3 1.4 1.5


1.6 Guru

mempersiapkan siswa. kelistrik. II. Kegiatan Inti 2.1 Guru memberikan gambaran tentang dunia kelistrikan. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi listrik & elektronika sebagai basis teknologinya, contoh : Televisi, Radio, Komputer, Printer Faximile, Lampu lalu-lintas, Lampu penerangan jalan dan masih banyak contoh yang lainnya.
2.2 Guru

Prasyarat

mendefinisikan pengertian Atom dan electron,

Eksplorasi

muatan listrik dan arus listrik, Tegangan dan hambatan, Arus AC, Arus DC. 2.3 2.4 Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk Guru menjelaskan Hukum ohm dan pemakaiannya. mengajuan pertanyaan. Bahwa besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar berbanding lurus dengan tegangan listrik yang diberikan pada kawat penghantar itu dan berbanding terbalik dengan

tahanan kawat penghantar.


2.5 Guru

menjelaskan hubungan antar besaran listrik serta Elaborasi

contoh hitungan dengan hokum ohm. Hukum ohm menjelaskan hubungan arus, tegangan dan tahanan listrik. V=IxR I=V/R R=I/V dirnana : V / E : tegangan dalam satuan volt I : arus dalam satuan amper R: harnbatan dalam satuan Ohm Contoh: Sebuah accu 12 volt dihubungkan dengan sebuah lampu yang mempunyai harnbatan 24 ohm. Berapakah arus yang mengalir didalam lampu. Jawab:
2.6 Guru

V=IxR

I=

I= pada

= 0,5 A siswa untuk

Konfirmasi

memberikan

kesempatan

mengajukan pertanyaan.
2.7 Guru

memberikan soal latihan dan lembar kerja siswa.

Hitung nilai tahanannya:

Evaluasi

2.8
2.9 Guru

Guru

meminta

siswa

secara

acak

untuk

mengerjakan soal latihan. memberikan pertanyaan dan motivasi tentang nilai Guru menjelaskan tentang arus AC meliputi nilai Explorasi puncak.
2.10

puncak, nilai puncak-puncak, nilai rata-rata, nilai efektif dan bentuk gelombang.
2.11

Guru memberikan contoh soal tentang nilai puncak

nilai puncak-puncak, nilai rata-rata, nilai efektif.


2.12

Guru memberikan soal latihan dan lembar kerja Konfirmasi Guru meminta siswa untuk mengevaluasi jawaban Guru memberikan penguatan materi dan jawaban. Guru memberikan jobsheet praktek pada masingGuru menjelaskan langkah kerja praktek yang ada

siswa. 2.13 temannya. 2.14


2.15

masing siswa.
2.16

di jobsheet kepada siswa. III. Kegiatan Penutup 3.1 Siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi Meyimpulkan dan menyimpulkan hasil pembelajaran pada materi yang telah dipelajari dengan tanya jawab dengan siswa. 3.2 Guru memberikan tugas rumah sebagai bahan
Evaluasi

untuk penilaian non-test dan meminta siswa untuk belajar materi berikutnya. 3.3 Guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa dan
Religious

mengucapkan salam. E. Alat/Media Belajar 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. G. Tugas 1. 2. Tugas Terstruktur Tugas Non Terstruktu/ Tugas Mandiri Spidol White board & Layar LCD LCD Projector Laptop Buku Dasar-dasar Elektronika Buku Alat Ukur dan Teknik Pengukuran Buku Petunjuk Praktik Dasar kelistrikan Buku Sekolah Elektronik (BSE)

F. Buku Pegangan Guru/Siswa

H. Penilaian

1. 2.

Tes tertulis Non tes

: Pilihan ganda dan essay : Praktek dan tugas kelompok/individu

1. Tes tulis a. Soal nomor 1 sampai 25 merupakan soal pilihan ganda 1. Jika teman anda hendak mengukur tegangan DC dengan menggunakan multimeter tetapi salah dalam meletakkan selektor yaitu pada Ohm, maka sikap anda ialah: a. Mendiamkan saja agar multimeternya rusak b. Masa bodoh c. Pura-pura tidak tahu d. Memperingatkan pada teman kalau salah dalarn meletakkan selector 2. Jika hendak mengukur arus DC, maka selektor multirneter harus di arahkan pada: a. Ohm pada 100 >1000 b. Volt DC pada 50 V c. DC amper pada range tertinggi d. Volt AC pada 1000"V 3. Jika hendak,mengukur tegangan DC 72 V, maka selektor diarahkan pada: multirneter harus: a. Ohm pada pada 100 >1000 b. Volt DC pada 100 V c. DC amper pada range tertinggi d. Volt AC pada 1000 V 4. Jika hendak mengukur resistansi suatu resistor 100, maka selector multimeter harus diarahkan pada: a. Ohm pada 100 >1000 b. Volt DC pada 50 V c. DC amper pada range tertinggi d. Volt AC pada 1000 V 5. Jika hendak mengukur tegangan AC 500 V, maka selektor multimeter harus diarahkan pada: a. Ohm pada 100 >1000 b. Volt DC pada 50 V c. DC amper pada range tertinggi d. Volt AC pada 1000 V 6. Atom zata cair terdiri dari: a. Dua proton, dua neutron dan dua elektron b. Dua proton, empat neutron dan tiga elektron c. Satu proton dan satu elektron d. Dua proton dan ernpat elektron

7. Yang mengalir dalam kawat penghantar dari kutub positip batery ke kutub negatif batery ialah: a. Arus elektron b. Arus listrik c. Arus proton d. Arus neutron 8. Satuan hambatan listrik ialah: a. Ohm b. Volt c. Amper d. Watt 9. Satuan tegangan listrik ialah: a. Ohm b. Volt c. Ampere d. Watt 10. Satuan arus listrik ialah: a. Ohm b. Volt c. Amper d. Watt 11. Satuan daya listrik ialah: a. Ohm b. Volt C. Amper d. Watt 12. Sumber tegangan listril ialah: a. Magnit yang dipukul b. Kawat tembaga yang dipanaskan c. Solar sel yang dikenai sinar matahari d. Batu battery yang telah habis arusnya 13. Arus listrik dapat digunakan untuk ......., kecuali: a. Memutar/menjalankan motor listrik b. Memutar/menjalankan generator listrik c. Menyalakan lampu d. Membuat magnit listrik 14. Listrik yang dihasilkan oleh generator rnenggunakan prinsip: a. Kimiawi b. Induksi magnit c. Panas d. Listrik pizeo 15. Pada teknik eleklronika magnit digunakan pada alat: a. Head playback b. Trafo

c. Transistor d. Loudspeker 16. Gambar disamping adalah simbol dari: a. Kondensator b. Resistor c. Induktor d. Resonator 17. Fungsi resistor adalah untuk: a. Menghambat besarnya arus listrik yang rnengalir b. Menyimpan muatan listrik c. Beban induktif d. Menahan/memblok arus DC 18. Gambar disamping adalah simbol dari: a. Kondensator b. Resistor c. Induktor d. Resonator 19. Fungsi kondensator adalah untuk: a. Menghambat besarnya arus listrik yang mengalir b. Menyimpan muatan listrik c. Beban induktif d. Menahan/memblok arus AC 20. Satuan kapasitansi sebuah kondensator ialah: a. Ohm b. Henry c. Farad d. Herzt 21. Satuan induktansi sebuah induktor ialah: a. Ohm c. farad b. Henry d. Herzt 22. Bahan pembuat resistor adalah kecuali. a. Karbon c. paduan logam b. Kawat d. keramik 23. Kondensor 1 nF sama dengan: a. 10 pF c. 1000 pF b. 100 pF d. 10000pF 24. Daya yang ada pada resistor 1000 Ohm yang dipasang pada tegangan 10 Volt adalah: a. 0,1 watt c. 10 watt b. 1 watt d. 100 watt 25. Tegangan yang ada pada resistor 100 Ohm yang dialiri arus 100 mA adalah a. 0,1 volt c. 10 Volt b. 1 volt d. 100 volt

b. Soal nomor 26 sampai 30 merupakan soal essay


26.

Hitunglah besarnya hambatan kawat tembaga yang panjangnya 100 m dengan luas penampang 6 mm2 dan tahanan jenisnya 0,0175

27. Hitunglah besarnya daya tarik antara dua kutub magnit yang berjarak 4 cm yang masing-masing berkekuatan 50 weber dan 100 weber 28. Hitunglah besarnya arus yang mengalir pada hambatan 220 KOhm, jika dipasang pada tegangan 220 volt 29. Hitunglah besarnya tegangan yang ada pada resistor 1000 Ohm dengan arus yang mengalir 10 mA
30.

Hitunglah daya yang ada pada resistor 10 Ohm yang dipasang pada tegangan 6 volt.

JOBSHEET PRAKTEK DASAR-DASAR KELISTRIKAN Judul: Menghitung arus, tegangan dan resistansi menggunakan alat ukur Alat dan Bahan: a) Amperemeter b) Voltmeter c) Multimeter
d) e) f) g) h)

= 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 4 buah = 1 buah = 1 buah = secukupnya

Led Resistor Power supply Wisboard/project board Jumper

Keselamatan Kerja: a. Jangan meletakkan multimeter disamping meja, agar tidak terjatuh. b. Jangan bercanda ketika melakukan peraktik. Langkah Kerja:
1.

Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2. Buatlah rangkaian seperti gambar berikut:

Gambar 1.1

Gambar 1.2

Gambar 1.3

3. Gambar 1.1 menggunakan voltmeter untuk mengukur arus dan dirangkai dengan rangkaian paralel. 4. Gambar 1.2 menggunakan amperemeter untuk mengukur tegangan dan dirangkai dengan rangkaian seri. 5. Gambar 1.3 mengunakan multimeter untuk mengukur

tahanan/hambatan.

6. Amati hasil pengukuran dan catat hasil pengukuran dalam bentuk laporan. Kunci jawaban evaluasi dan penskorannya 1. Tes Tertulis dan Essay No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Jawaban
D C B A D C B A B C D C B B D B A A B C B D C A C R=(Lxp)/q R=(100x0,0175)/6 R=0,29 Besar gaya tarik antara kedua kutub magnit ialah: K= K= K= 312,5 dine I= U/R I= 220/220000 I= 1 mA U= IxR P= 10. x1000 P= 10 Volt P= /R P= Jumlah Tes Praktik /10 P= 36/10 P= 3,6 W

Skor Maksimum 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 10 10

Perolehan Skor

28 29 30

10 10 10 100

2.

Skor No. 1 1 Aspek Penilaian 2 Perencanaan 1.1. Persiapan alat dan bahan 1.2. Menganalisa jenis pekerjaan Sub total Kebenaran Pengukuran 2.1. Ketepatan pembacaan hasil pengukuran 2.2. Ketepatan menghitung Sub total Keselamatan Kerja 3.1. Mentaati ketentuan keselamatan kerja Sub total Ketepatan Waktu Sub total Sikap/Etos Kerja 5.1. Tanggung jawab 5.2. Ketelitian 5.3. Inisiatif 5.4. Kemandirian Sub total Laporan 6.1.Sistimatika penyusunan laporan 6.2. Kelengkapan bukti fisik Sub total Total Lembar Penilaian Akhir: 15 40 10 10 20 20 2 3 3 2 10 4 6 10 100 5 5 10 25 Maks. 3

Skor Perolehan 4 Keterangan 5

4 5

Untuk mendapatkan nilai akhir (NA), maka nilai teori dan nilai praktik dibobot yaitu nilai teori 30% dan nilai praktik 70%. Teori (NT) Bobot (30%xNT) Praktik (NP) NILAI (N) Bobot (70%xNP) Nilai Akhir (NA) = (30%xNt) + (70% x NP)

Kesimpulan : Berdasarkan perolehan nilai akhir (NA) yang diperoleh siswa >= 7,50/< 7,50 *), maka siswa tersebut dapat/belum dapat *) melanjutkan mempelajari modul berikutnya. Semarang, ..September 2012 Guru Pamong Guru Praktikan

Sri Jatiningsih, S.Pd NIP. 196407041989032008 Materi Ajar Cek Kemampuan

Herman Ifan Nurtanto NIM. 5301409084

MATERI AJAR

Molekul dan atom Benda padat, cair dan gas terdiri dari molekul-molekul. Molekul merupakan bagian yang terkecil dari bahan dan masih mempunyai sifat-sifat yang sama dengan bahannya. Molekul itu sendiri tersusun dari atom dan atom tersusun dari sebuah inti (nukleus) yang dikitari oleh elektron dengan kecepatan yang amat tinggi. Gambar 1. merupakan ilustrasi dari sebuah atom.

Gambar 1. Elektron-elektron yang bermuatan negatif mengitari inti yang bermuatan positif dilintasan yang terdapat elektron bebas. a. Pengertian arus listrik Perpindahan elektron bebas dalam suatu penghantar yang dihubungkan pada kutub positif (kekurangan elektron) sebuah batery dan kutub negative (kelebihan elektron) sebuah baterai disebut arus elektron. Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. I = Q/t (ampere) Dimana: I = besarnya arus listrik yang mengalir (ampere) Q = besarnya muatan listrik (coulomb) t = waktu, detik Pada zaman dulu, arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Arus listrik terbagi menjadi dua jenis yaitu Arus bolak-balik (AC) dan Arus searah (DC). Arus Bolak-balik (AC)

Arus bolak-balik adalah arus listrik yang arah arus, besar arus dan tegangannya selalu berubah secara periodik (teratur). Sebagai sumber arus bolak-balik ini adalah Generator atau dinamo. Arus Searah (DC) searah adalah arus listrik yang searah, besar arus, dan Arus

tegangannya tetap. Sebagai sumber arus searah ini misalnya adalah batere primer (batere kering) dan batere sekunder (akumulator = accu ). b. Pengertian tegangan (beda potensial) listrik Benda yang bermuatan listrik bila dihubungkan dengan tanah (bumi) akan menjadi netral kembali, karena memberikan kelebihan elektronnya kepada bumi atau mengambil elektron dari bumi untuk menutup kekurangan elektronnya. Jadi benda yang bermuatan itu dalam keadaan tidak seimbang muatannya atau tegang, maka benda yang bermuatan tersebut juga bertegangan atau berpotensial. Dua benda yang tidak sama muatannya mempunyai tegangan yang tidak sama. Antara dua benda yang tidak sama besar muatannya atau tidak sama sifat muatannya terdapat beda potensial listrik (biasa sebagai tegangan listrik). Satuan Arus dan Tegangan Listrik 1. Satuan arus Untuk menyatakan besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu kawat penghantar digunakan satuan ampere (A). Satu ampere adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui tahanan 1 ohm ( ) bila diberi tegangan 1 volt. Dalam praktenya sering digunakan satuan mili ampere atau mikro ampere. 1 ampere (A) 1 mili ampere 2. = = 1000 mili ampere (mA) 1000 mikro ampere (uA)

Satuan Tegangan

Satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya tegangan listrik (beda potensial) adalah volt (V). Satu volt adalah besarnya tegangan yang dapat mengalirkan arus 1 ampere pada tahanan 1 ohm ( ). Dalam praktek, sering digunakan satuan tegangan yang lebih kecil mili volt (mV). 1 kilo volt 1 volt (kV) = = 1000 volt 1000 mili volt (mV)

c.

Pengertian tahanan (hambatan) listrik Perjalanan elektron dalam penghantar (kawat penghantar) amat berlikuliku di antara bejuta-juta atom. Dalam perjalanannya electron bertumbukan satu dengan yang lainnya dan juga bertumbukan dengan atom. Rintangan yang terdapat di dalam penghantar ini disebut tahanan penghantar. Satuan tahanan penghantar ialah ohm diberi lambang (Omega). Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R = V/I di mana V adalah tegangan dan I adalah arus Penghantar yang mempunyai tahanan kecil amat mudah dialiri arus listrik, dikatakan mempunyai daya hantar listrik yang besar. penghantar yang mempunyai tahanan besar, sulit dialiri arus listrik, dan dikatakan mempunyai daya hantar listrik yang kecil. Jadi kita katakan bahwa besarnya nilai tahanan berbaning terbalik dengan besarnya nilai arus yang mengalir. Tahanan suatu penghantar dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana :

R: tahanan dalam satuan ohm L: panjang penghantar dalam satuan meter p: tahanan jenis penghantar dalam satuan Ohm-2mm/m q: luas penampang penghantar dalam satuan mm2

Bahan Konduktor dan Isolator 1. Konduktor Adalah bahan yang dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik sehingga konduktor sering disebut juga penghantar listrik yang baik. Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat atau zat cair, sedang zat gas(udara) merupakan isolator alam. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor. Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil, misalnya

air dan emas. Contoh bahan konduktor : Perak, alumunium, tembaga, besi, karbon, seng dan sebagainya. 2. Isolator Adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hampir seluruh bahan non logam adalah isolator. Contoh isolator adalah asbes, kayu kering, gelas, plastik, karet, udara dll. Dalam bahan isolator , elektron-elektron tidak bebas bergerak . Hal ini karena setiap atom dari bahan isolator terikat dengan kuat. Pada isolator, setiap muatan elektron dipegang erat oleh inti atomnya, sehingga pada suhu ruangan/normal tidak mungkin adanya pengaliran arus listrik. Apabila isolator diberi tegangan besar sehingga menghasilkan energi listrik yang mampu mengatasi energi pengikat elektron, elektron akan dapat berpindah. Dengan demikian isolator dapat mengalirkan arus listrik. Berdasarkan hal itu di katakan bahwa pada tegangan yang tinggi, isolator dapat berfungsi sebagai konduktor. 3. Semi konduktor Selain kedua macam benda tersebut masih ada pula benda benda yang tidak dapat digolongkan konduktor maupun isolator. Benda ini tergantung pada suhu sekitarnya, ia dapat jadi konduktor dan dapat pula menjadi isolator. Contoh bahan semikonduktor : Silikon, germanium,selenium danoksida tembaga. Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopan. Pada umumnya, komponen dasar aktif elektronika terbuat dari bahanbahan semikonduktor misalnya dioda, transistor, dan IC (Integreted Circuit).

Besaran dan Simbol-simbol Kelistrikan

d. Hokum ohm Hukum ohm menjelaskan hubungan arus, tegangan dan tahanan listrik. Bahwa besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar berbanding lurus dengan tegangan listrik yang diberikan pada kawat penghantar itu dan berbanding terbalik dengan tahanan kawat penghantar. V=IxR I=V/R R=I/V dirnana : V / E : tegangan dalam satuan volt I : arus dalam satuan amper R: harnbatan dalam satuan Ohm Contoh: Sebuah accu 12 volt dihubungkan dengan sebuah lampu yang mempunyai harnbatan 24 ohm. Berapakah arus yang mengalir didalam lampu. Jawab: V=IxR I= I= = 0,5 A

Grafik hubungan tegangan-arus pada hukum ohm

e.

Arus AC (alternating current) Meliputi tegangan puncak, tegangan efektif dan tegangan rata-rata serta faktor daya. 1. Pengertian arus bolak-balik Arus bolak-balik sering disebut arus AC (alternating current) merupakan arus yang arah dan besarnya setiap saat berubah-ubah. Arus bolak-balik paling banyak digunakan dalam teknik kelistrikan. Arus bolak-balik selalu mempunyai puncak gelombang atas dan puncak gelombang bawah. Bila sebuah gelombang mencapai puncak atas dan puncak bawah disebut telah mencapai 1 gelombang penuh. Harga maksimum dan harga puncak atas dan puncak bawah disebut harga peak to peak (harga dari puncak ke puncak).

Gambar 1

2.

Bentuk arus bolak-balik

Ada 3 macam bentuk gelombang arus AC, yakni gelombang sinusoidal, gelombang kotak (segi empat), dan gelombang segitiga (gergaji). Perhatikan gambar-gambar 2, 3, dan 4.

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4 3. Pergeseran fase

Gambar 5 Kalau kita lukis lengkung = m cos t dan lengkung e = Em sin t secara bersama dalam satu susunan sumbu tegangan seperti gambar ini. Maka jelas terlihat bahwa kedua lengkung tersebut mempunyai besar periode yang sama, tetapi fluksi bergeser kekanan sejauh /2 atau seperempat periode dari lengkung tegangan e. ini dapat dikatakan bahwa antara lengkung dengan e terdapat beda fase sebesar /2 rad atau sebesar 900. Kalau kedua lengkugn tersebut dilukis sebagai vektor, seperti gambar berikut ini. Kalau diperhatikan vektor mendahului E sebesar 900 (arah geseran vektor melawan arah jarum jam).

Gambar 6 Perlu diketahui bahwa pergeseran fase tidak selalu 900, tetapi dapat bermacam-macam sesuai dengan keadaannya. Misalnya, antara E1 dan E2 berbeda fase sebesar 450, maka dapat kita gambarkan lengkung gelombangnya dan vektornya. Selanjutnya, kedua persamaan itu ditulis dengan: e1 = E1 sin t e2 = E2 sin (t - 450)

Gambar 7 jadi pergeseran fase ialah bergesernya gelombang bolak-balik dari titik nol. 4. Harga-harga arus bolak-balik a) Harga sesaat

Banyak digunakan dalam teknik listrik ialah gelombang bolak-balik sinusoidal. Harga gelombang tegangan ini dapat ditulis: v = Em sin t harga ini disebut harga sesaat, dinotasikan dengan huruf kecil. Untuk arus AC, harga sesaat ditulis dengan: i = Im sin t e = Em sin t keterangan: i = harga sesaat arus e = harga sesaat tegangan Im = harga arus maksimum (puncak) Em = harga tegangan maksimum (puncak) sin t = sudut yang ditempuh gelombang contoh: sebuah gelombang tegangan berbentuk arus bolak-balik sinusoidal. Harga tegangan maksimum 200 V, 50 Hz. Berapakah tegangan sesaat untuk sudut 300, 600, dan 900. Serta, berapakah tegangan sesaat untuk t = 0,001 detik. Penyelesaian: Pada 300 e = Em sin = 200 sin 300 = 100 volt Pada 600 e = Em sin = 200 sin 600 = 200 . 0,866 = 173,2 volt Pada 900 e = Em sin = 200 sin 900 = 200 . 1

= 200 volt Pada t = 0,001 detik e = Em sin t karena = 2f maka e = Em sin 2ft = 200 sin 2.3,14.50.0,001 rad = 200 sin 17.990 = 200.0,31 = 61,77 volt b) Harga rata-rata Harga rata-rata arus AC ialah harga arus bolak-balik yang setara dengan harga arus DC yang dapat memindahkan muatan listrik yang sama dengan muatan yang dipindahkan arus DC.

Gambar 8 Untuk menghitung harga rata-rata arus atau tegangan bolak-balik, baik yang persegi (kotak) maupun yang dilakukan dengan menjumlahkan harga separuh gelombang (harga satu puncak) Cara ini dikenal dengan cara oedinal tengah, dengan luas daerah separuh gelombang dibagi menjadi beberapa interval dengan tiap interval mempunyai nilai ordinat tengah masing-masing. Menghitung harga rata-rata ini hanya dilakukan untuk separuh gelombang. Karena jika dilakukan untuk satu gelombang penuh hasilnya akan nol. Harga rata-rata untuk arus: Irat =

Misalkan sebuah gelombang sinusoidal dengan arus maksimum 1 ampere. Untuk menentukan harga rata-ratanya, gelombang tersebut kita bagi menjadi 6 interval sehingga tiap interval bergerak 1800/6 = 300. Berarti ordinat tengah pertama berada pada sudut 150. Selanjutnya ordinat tengah pada 450, 750, 1050, 1350, 1650. Harga tiap ordinat tengah ditabulasikan sebagai berikut: Harga rata-rata arus Irat = = 0,644 Im Jika kita bagi gelombang tersebut dengan pembagian yang lebih teliti, misalnya menjadi 24 interval, maka harga rata-ratanya menjadi 0,637 Im. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hanya rata-rata gelombang sinusoidal untuk arus ialah: Irat = 0,637 Im Untuk harga rata-rata tegangan: Vrat = 0,637 Vm Secara matematis harga rata-rata gelombang sinus dapat dihitung dengan: Irat = Didapat: Irat = Irat = 0,637 Im Harga rata-rata untuk gelombang segi empat sama dengan harga maksimumnya. c) Harga efektif (root mean square) Harga efektif biasa disebut dengan root mean square (rms), yaitu harga akar pangkat dua ialah harga arus AC yang sama dengan harga arus DC yang pada waktu yang sama dapat menimbulkan sejumlah tenaga yang sama pada hambatan yang sama. Jadi, pada R akan timbul tenaga sebesar. Im

P = I2 x R Karena itu, dapat dikatakan bahwa harga arus atau tegangan efektif ialah harga arus atau tegangan yang dipakai pada rangkaian. Jadi, bila kita mengukur arus atau tegangan maka yang terukur itu adalah harga efektif. Dengan menggunakan cara ordinat tengah, harga efektif dapat dihitung dengan: Ief = Bila satu gelombang AC sinusoidal sibagi menjadi 12 interval, kita tabulasikan sebagai berikut:

Harga efektif arus: Ief = Ief = 0,7071 Im Untuk tegangan harga efektif : Vef = 0,707 Vm Selanjutnya penulisan harga efektif cukup dengan huruf besar saja, misalnya harga efektif untuk arus I dan harga efektif untuk tegangan V dan E. secara matematis harga efektif dapat ditulis: Im = sin2 t dt

Diselesaikan didapat: Ief = 0,707 Im Dan Vef = 0,7078 Vm d) Faktor bentuk dan faktor puncak

Faktor bentuk ialah harga perbandingan antara harga efektif dengan harga rata-rata: Fb = = 1.11 Harga Fb = 1.11 hanya untuk gelombang sinusoidal. Faktor puncak ialah harga perbandingan antara harga maksimum dengan harga efektif.

Fp = = 1,414 Contoh: Hasil pengukuran tegangan bolak-balik sinus didapat 150 volt dengan frekuensi 50 Hz. Lampu terpasang pada tegangan tersebut mempunyai resistansi 200 ohm. Hitunglah arus efektif. Arus maksimum, arus ratarata, tegangan sesaat pada 2700, dan tegangan sesaat pada t = 0,008 detik! Penyelesaian: a.Arus efektif ialah arus yang terukur, yaitu tegangan terukur dibagi resistansi lamp: I= = 0,75 ampere b. Im = Arus maksimum:

= 1,06 ampere
c. Irat

= 0,637 Im

= 0,637 . 1,06 == 0,675 A f. Hukum kirchof I Hukum kirchhoff menyatakan bahwa kuat arus dalam suatu rangkaian yang tidak bercabang dimana-mana besarnya sama. Tetapi apabila rangkaiannya dibuat bercabang maka jumlah kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan itu. Dua tahanan atau lebih dapat dihubungkan atau dirangkaikan secara deret atau paralel atau kombinasi seri dan paralel. a. Rangkaian Seri

b. Rangkaian Paralel