Anda di halaman 1dari 7

EFEK ANALGESIK DARI MENYUSUI PADA NEONATUS TERM: PERCOBAAN TERKONTROL DAN ACAK

Abstrak Tujuan: untuk menginvestigasi apakah menyusui efektif untuk penyembuhan nyeri pada penusukan vena pada neonatus term dan membandingkan efeknya apakah sama dengan glukosa oral yang digabungkan dengan dot bayi. Rancangan: percobaan terkontrol dan acak Peserta: 180 bayi baru lahir term yang mengalami penusukan vena, 45 dalam setiap kelompok Intervensi: pada saat penusukan vena bayi disusui (kelompok 1), dipeluk ibu tanpa disusui (kelompok 2), diberikan 1 ml air steril sebagai placebo (kelompok 3), atau diberikan 1 ml glukosa 30% yang diikuti dengna pemberian dot (kelompok 4). Perekaman video prosedur dilakukan oleh dua pengamat yang tidak mengetahui tujuan penelitian. Ukuran hasil luaran yang utama: nyeri yang berkaitan dengan prilaku dievaluasi dengan dua skala penilain nyeri akut: skala Douleur Aigue Nouveae-ne (kisaran 0 hingga 10) dan skala profil nyeri bayi premature (kisaran 0 hingga 180). Hasil: skor nyeri median (kisaran interkuartil) untuk menyusui, dipeluk ibu, placebo, dan glukosa 30% plus dot bayi adalah 1 (0-3). 10 (8,5-10), 10 (7,5-10), dan 3 (0-5) dengan skala Douleur Aigue Nouveau-ne dan 4,5 (2,25-8), 13 (10,5-15). 12 (9-13), dan 4 (1-6) dengan skala profil nyeri bayi. Analisis perbedaan menunjukkan skor nyeri median yang berbeda secara signifikan (P<0,0001) antar kelompok) terdapat penurunan yang signifikan pada kedua skor nyeri untuk kelompok menyusui dan glukosa ditambah dot dibandingkan dengan dua kelompok lainnya (P<0,0001, two tailed Mann-Whitney U test antar kelompok). Perbedaan dalam skor Douleur Aigue

Nouveau-ne antara kelompok menyusui dan glukosa tambah dot tidak signifikan (P=0,618). Kesimpulan: menyusui secara efektif menurunkan respon terhadap nyeri pada saat prosedur invasive minor pada neonatus term. Pendahuluan Pada bayi yang sehat, prosedur yang paling menyakitkan adalah menusuk tumit dan penusukan vena. Pengobatan farmakologis jarang digunakan pada saat prosedurprosedur ini karena pertimbangan mengenai efektifitasnya dan efek samping yang mungkin timbul. Oleh karena itu, intervensi non-farmakologis merupakan alternative yang baik. Penelitian terbaru telah melaporkan bahwa nyeri dapat diturunkan dengan intervensi yang sederhana seperti larutan oral yang manis dan penghisapan nonnutritif atau stimulasi multisensoris. Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi juga efektif. Strategi lingkungan dan prilaku telah dipertimbangkan menjadi sesuatu yang cukup penting dalam pencegahan dan pengelolaan nyeri neonatal. Karena menyusui kemungkinan merupakan stimulasi menyenangkan yang paling kuat yang dapat dialami oleh bayi baru lahir kami mengeluarkan hipotesa bahwa menyusui kemungkinan memiliki sifat analgesic pada neonatus. Kami menginvestigasi efektifitas menyusui untuk penyembuhan nyeri pada saat penusukan vena pada neonatus term dan dibandingkan efeknya dengan glukosa oral yang digabungkan dengan dot bayi. Metode Protocol Kami memasukkan bayi yang lahir pada usia gestasi > 37 minggu; skor apgar > 7 pada menit ke-5; berusia > 24 jam; menjalani penusukan vena sebagai bagian perawatan medis rutin; menyusui; dan belum diberikan makan selama 30 menit

sebelumnya. Kami mengeluarkan bayi dengan keadaan medis yang tidak stabil, mereka yang mendapatkan nalokson 24 jam sebelumnya, dan mereka yang telah mendapatkan sedative atau analgesic mayor 24 jam sebelumnya. Prosedur dan masking Bayi dan ibu mereka yang berpartisipasi dibawa ke ruang perawatan yang tenang untuk penusukan vena. SV membuka amplop yang bernomor secara bersama-sama, yang berisi pengobatan yang diberikan untuk masing-masing bayi. Bayi ditempatkan ke salah satu dari empat kelompok: pada kelompok 1 mereka yang menyusui, dimulai 2 menit sebelum prosedur dan terus diberikan selama tindakan; pada kelompok 2 mereka yang dipeluk oleh lengan ibu mereka tanpa disusui, dimulai 2 menit sebelum prosedur; pada kelompok 3 dua menit sebelum prosedur bayi dibaringkan pada meja dan diberikan 1 ml glukosa 30% yang diikuti oleh dot bayi. Kaki dan telapak kaki tidak ditutupi untuk memungkinkan observasi pergerakan. Bayi pada kelompok 3 dan 4 berbaring telentang pada meja pemeriksaan selama prosedur. Air atau glukosa 30% diberikan selama 15 detik dengan suntikan steril ke dalam mulut bayi. Pada kelompok 2 dot (putting standar yang diisi dengan gabus persegi untuk resistensi) dipegang secara hati-hati pada mulut bayi oleh seorang asisten selama prosedur. Detak jantung dan saturasi oksigen bayi diawasi dengan monitor Nellcor (model N-395). Bayi dan layar monitor direkam pada saat prosedur. Penusukan vena dilakukan pada aspek dorsalis tangan bayi oleh satu atau tiga perawat yang berpengalaman. Dua pengamat yang dilatih khusus secara independen melakukan pencatatan skala Douleur Aigue Nouveau-ne (DAN) (ukuran hasil keluaran utama) dan skala profil nyeri bayi premature (PIPP) (ukuran hasil keluaran sekunder). Mereka mengukur keadaan yang timbul dengan menggunakan system penilaian observasional Prechtl. Penilaian nyeri dimulai ketika jarum dimasukkan dan berakhir ketika jarum dipindahkan. Pengamat tidak mengetahui tujuan dan hipotesis penilitian. Mereka

telah diberitahui bahwa kami menilai skor yang diberikan mereka pada empat situasi yang berbeda. Untuk skala DAN terdapat persetujuan yang baik antara kedua pengamat pada pemeriksaan awal. Kedua pengamat secara independen menilai ulang semua prosedur untuk setiap skor yang tidak sama pada saat penilaian pertama mereka, dan menghasilkan persetujuan antara pengamat yang sempurna. Penghitungan sampel Kami menghitung bahwa kami membutuhkan 40 bayi dalam setiap kelompok untuk mendeteksi perbedaan 2 poin pada skala DAN dengan kekuatan 80% dan signifikansi 1%. Kami memutuskan untuk memasukkan 45 neonatus pada setiap kelompok untuk mencakup masalah yang mungkin timbul dengan perekaman video. Skala nyeri Skala DAN merupakan skala prilaku yang dikembangkan untuk menilai nyeri akut pada neonatus term dan preterm. Skor berkisar dari 0 (tidak nyeri) hingga 10 (nyeri maksimum). Skor ini mengevaluasi tiga hal: ekspresi muka, pergerakan tungkai, dan ekspresi vocal. Skala PIPP merupakan ukuran multidimensional yang dikembangkan untuk menilai nyeri akut pada bayi preterm dan term. Skor ini mengukur usia gestasional, keadaa prilaku, detak jantung, saturasi oksigen, dan tiga reaksi fasial (penonjolan alis, menutup mata, dan alur nasolabial). Pada bayi term, kisaran skor antara 0 (tidak nyeri) hingga 18 (nyeri maksimal). Analisa statistic Kami menggunakan analisis variasi ranking satu arah untuk membandingkan keseluruhan perbedaan diantara keempat kelompok. Kami membandingkan skor nyeri median dari semua kelompok dengan menggunakan two tailed Mann-Whitney U test. Karena direncanakan lima pairwise yang dibandingkan kami

mempertimbangkan P < 0,01 sebagai perbedaan yang signifikan. Kami menggunakan tes x3 untuk membandingkan variabel kategorial. Tabel 1. Skor nyeri median (MPS) diantara keempat kelompok neonatus dengan skala DAN pada saat penusukan vena.

Hasil Selama periode penelitian (februari hingga juni 2001) 351 bayi dijumpai untuk criteria inklusi, dari 351 bayi, 180 ditempatkan ke satu dari empat kelompok yang memiliki jumlah anggota yang sama. Karakteristik perinatal neonatus yang tidak dimasukkan dalam penelitian sama dengan karakteristik yang dimasukkan. Tidak terdapat perbedaan yang substansial diantara kelompok kecuali arousal state skor median untuk arousal state lebih rendah pada kelompok menyusui. Alasan untuk melakukan penusukan vena mencakup tes untuk pengawasan hipotiroidisme dan feniketonuria, bilirubin, protein C reaktif, pengawasan penyakit sickle cell, kalsium, dan penentuan golongan darah. Skor nyeri media (kisaran interkuartil) pada saat penusukan vena pada kelompok 1 (menyusui), kelompok 2 (lengan ibu), kelompok 3 (placebo), kelompok 4 (glukosa 30% dan dot) adalah 1 (0-3), 10 (8,5-10), 10 (7,5-10), dan 3 (0-5) dengan skala DAN dan 4,5 (2,25-8), 13 (10,5-15). 12 (9-13), dan 4 (1-6) dengan skala PIPP.

Analisis perbedaan menunjukkan bahwa skor nyeri media memiliki perbedaan yang signifikan (P<0.0001). tabel 1 dan 2 menunjukkan perbandingan pairwise dari skor nyeri median. Diskusi Kami telah memperlihatkan bahwa menyusui selama prosedur yang menyakitkan merupakan analgesic untuk neonatus term. Dari 44 bayi dalam kelompok menyusui, 17 memperlihatkan tidak ada indikasi sama sekali untuk melakukan penusukan vena dan pengambilan darah; 35 memiliki skor nyeri DAN 3, yang bisa dipertimbangkan sebagai nyeri yang minimal atau tidak nyeri sama sekali. Hasil temuan kami sangat penting secara klinis karena memperlihatkan mekanisme perlindungan alami dapat diaktivasi secara aman dan tidak invasive dengan cara menyusui pada saat prosedur medis. Kami mendeteksi tidak ada penurunan respon terhadap nyeri pada bayi yang hanya digendong ibunya, kemungkinan karena bayi-bayi ini diberi baju dan tidak mengalami kontak kulit dengan kulit dengan ibu mereka. Gray dan rekan menemukan bahwa kontak kulit dengan kulit selama 10 hingga 15 menit antara ibu dan bayi dapat menurunkan respon nyeri bayi pada saat penusukan tumit. Untuk pengetahuan kita, hanya terdapat dua laporan saja yang telah meniliti mengenai efek analgesic dari menyusui. Bilgen dan rekan membandingkan efek analgesic sukrosa, ASI yang telah diperas, dan menyusui pada saat penusukan tumit. Menyusui diberikan selama 2 menit dan berhenti sebelum penusukan tumit. Tidak terdapat efek analgesic pada jenis intervensi ini, kemungkinan karena menyusui tidak dilakukan terus menerus pada saat prosedur. Gray dan rekan melaporkan menyusui sebelum, pada saat, dan setelah penusukan tumit dapat menurunkan secara signifikan tangisan dan seringai bayi dan mencegah peningkatan detak jantung pada neonatus term dibandingkan dengan membedong bayi dalam selimut. Tidak ada kelompok lain yang dimasukkan

dalam penelitian mereka. Bayi dipeluk dengan kontak kulit dengan kulit di seluruh tubuh pada saat prosedur. Keterbatasan penelitian Yang pertama, pengamat dapat mengenali keempat kelompok ketika mereka mengevaluasi rekaman. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui tujuan penelitian. Selain itu, persetujuan antar pengamat selama penilaian awal menunjukkan objektivitasnya. Yang kedua, meskipun skala DAN telah diketahui untuk membedakan nyeri pada bayi baru lahir term, tidak ada penelitian yang membutuhkan bahwa skala ini dapat menggolongkan derajat persepsi nyeri. Kami berasumsi bahwa ekspresi fasial, pergerakan tungkai, dan ekspresi vocal yang lebih terlihat, nyeri yang dialami bayi lebih parah. Namun, ketahanan evaluasi nyeri didukung oleh fakta bahwa penggunaan skala PIPP secara simultan memberikan hasil yang sama. Akhirnya, skor median untuk state of arousal lebih rendah pada kelompok menyusui daripada kelompok yang lain. Apa yang telah diketahui dari topic ini Pengobatan farmakologis yang ada sekarang ini tidak tepat untuk penyembuhan nyeri pada saat prosedur minor seperti penusukan vena atau penusukan tumit pada bayi baru lahir Larutan manis oral, penyedotan non-nutritif, dan kontak kulit dengan kulit menurunkan nyeri procedural pada bayi baru lahir Apa yang ditambahkan oleh penelitian ini Menyusui pada saat prosedur yang menyakitkan secara efektif menurunkan respon nyeri pada bayi baru lahir Sifat analgesic menyusui paling tidak sekuat kombinasi larutan manis dan dot