Anda di halaman 1dari 4

PHYLOSOPHYCAL THEORIES KATIE ERICKSON A.

Konsep Dasar

1. Caritas Mengandung makna cinta dan kemurahan hati, merupakan motif dasar dari ilmu caring, artinya bahwa keyakinan, harapan dan cinta dicapai dengan perantaraan caring melalui tindakan pemeliharaan, pelaksanaan dan pembelajaran

2. Caring Communion Mengandung konteks pengertian dari caring dan menjadi struktur yang menentukan realitas caring, yang terdiri dari intensitas dan vitalitas yaitu kehangatan, keakraban, ketenangan, ketanggapan, kejujuran dan toleransi. Caring comunion adalah apa yang menyatukan dan mengikat individu/manusia tersebut sehingga membuat caring itu berarti

3. Tindakan caring Merupakan suatu seni/cara menjadikan sesuatu yang kurang spesial menjadi sangat special

4. Etika Caritative Caring Etika caring menitik beratkan pada hubungan dasar antara pasien dan perawat, dimana saat perawat menemui pasien memenuhi batasan-batasan etika yang jelas. Sikap yang ditampakkan dilakukan melalui pendekatan- pendekatan yaitu tanpa ada prasangka dan tetap melihat manusia sebagai makhluk yang bermartabat.

5. Martabat Dalam berinteraksi dengan pasien perlu diperhatikan martabat pasien. Ada dua jenis martabat, yaitu martabat yang mutlak dan martabat yang relatif. Martabat yang relatif dipengaruhi/dapat diperoleh dari budaya.

6. Menerima panggilan/undangan/invitasi Perawat datang mengunjungi pasien dan memberikan tindakan perawatan atas permintaan atau undangan dari pasien/keluarga sendiri.

7. Penderitaan Penderitaan ada yang dihubungkan dengan kondisi sakit, perawatan, dan kehidupan. Penderitaan yang dihubungkan dengan kondisi sakit dimana pasien mengalami penderitaan karena kondisi sakitnya tersebut. Penderitaan yang dihubungkan dengan perawatan, dimana kadang pasien mengalami penderitaan akibat pada saat diberi tindakan perawatan, kurang dipertimbangkan masalah martabat pasien, kurangnya keramahan petugas, adanya kesalahan tindakan, dan terapi latihan yang menyiksa.

8. Penderitaan manusia Keadaan yang digambarkan oleh pasien saat dia mengalami sakit dimana pada saat itu ia memikul penderitaan

9. Rekonsiliasi Merupakan suatu bentuk drama dari penderitaan dimana seseorang yang menderita ingin memastikan penderitaan yang dialaminya dan diberi kesempatan untuk mencapai rekonsoliasi/kedamaian

10. Budaya caring Merupakan konsep dimana Erikson menggunakan lingkungan berdasar pada elemen budaya sebagai tradisi, ritual dan nilai-nilai dasar. Budaya yang berbeda memiliki dasar perubahan nilai etos. Bila suatu comunion muncul berdasarkan etos, budaya menjadi lebih menarik. Budaya caring menunjukkan sikap tanggap terhadap manusia, martabat dan kesuciannya dalam membentuk tujuan communion

B. Aplikasi Theories Katie Erickson

1. Kasus : Tn. A berumur 68 tahun, seorang pensiunan guru datang seorang diri ke RS untuk memeriksakan diri dengan keluhan pusing,jantung berdebar-debar,keringat dingin,pandangan berkunang-kunang,dan hasil laboratorium GDS 50 mg/dl. Dari pengkajian diketahui bahwa pasien ini sudah menderita DM sejak 4 tahun terakhir. Dalam komunikasi antara pasien dan perawat, pasien mengatakan bahwa ia merasa hidup sendiri walaupun ia tinggal bersama 2 orang anaknya, tetapi mereka tidak

mempedulikan dirinya. Pasien mengatakan bahwa anak-anak hanya sibuk dengan urusan masing-masing bahkan untuk berkumpul dengan anaknya sangat jarang terjadi. Akhirnya pasien dirawat di RS, kemudian Perawat meminta nomor keluarga yang dapat dihubungi. Awalnya pasien menolak namun dengan pengertian dari perawat akhirnya ia memberikan nomor anggota keluarganya. Perawat kemudian menghubungi keluarga dan menceritakan kondisi Tn. A. Dari komunikasi tersebut ternyata keluarga sangat mencemaskan Tn. A karena ia tidak memberitahukan keluarga ketika akan meninggalkan rumah. Keluarga mengatakan sejak ditinggal istri pasien lebih banyak diam dan kadang marah tanpa jelas penyebabnya, sehingga anak tidak memahami kebutuhan pasien. Setelah komunikasi tersebut, keluarga menjenguk pasien di RS, namun pasien tidak menunjukkan respon yang baik. Ketika ia membutuhkan sesuatu ia tidak ingin dibantu keluarga. Seperti kejadian pagi itu ia ingin makan namun harus disuap karena kelemahan yang dialami ketika keluarga menawarkan bantuan pasien tidak menerima ia lebih memilih memanggil perawat. Melihat kondisi tersebut akhirnya perawat mengajak pasien berkomunikasi membicarakan masalah tersebut. Ketika berbincang-bincang dengn pasien, pasien mengatakan bahwa ia sangat nyaman di RS karena perawat lebih memahami perasaannya di banding keluarganya sendiri, seandainya keluarganya bias bersikap seperti perawat tentu ia sangat bahagia. Selanjutnya perawat, dengan hati-hati meminta kepada Tn. A untuk memberikan pendapatnya tentang keluarga Tn. A dan ia bersedia untuk mendengar pendapat perawat. Perawat bahwa sebenarnya keluarga sangat menyayangi pasien dan ingin selalu menemani pasien namun kesibukan mereka yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kadang keluarga tidak ditempat ketika pasien membutuhkan. Namun keluarga berjanji akan berusaha mengatur waktu agar mereka dapat bergantian merawat bapak. Perawat juga mengatakan akan membantu keluarga bagaimana cara merawat pasien ketika nanti pulang ke rumah sehingga nantinya pasien tidak marasa terabaikan. Ketika pasien mendengar pendapat perawat, pasien tersebut menunduk dan menangis serta mengatakan bahwa memang sebenarnya anak-anaknya sayang kepadanya. Mereka tidak pernah mengeluh, apalagi berkata kasar kepadanya. Mereka sangat ramah dan berusha sabar menghadapi pasien yang diakui pasien sering membuat anak-anaknya bingung. Kemudian pasien meminta perawat untuk memanggil anaknya dan meminta maaf kepada mereka demikian pula sang anak meminta maaf kepada ayahnya dan berjanji akan selalu menyayangi dan

memperhatikan pasien.

2. Analisa Kasus 1) Caritas : pasien tidak mendapatkan perhatian dari keluarga dan menganggap perawat lebih memberikan perhatian 2) Caring communion : perawat menyadari pentingnya kehangatan, ketenangan, ketanggapan, kejujuran dan toleransi 3) Tindakan caring : memberi perhatian pada pasien 4) Etika caritative caring : melihat pasien sebagai seorang yang bermartabat 5) Martabat : perawat perlu memperhatikan martabat pasien 6) Menerima panggilan : perawat segera menemui pasien ketika dibutuhkan 7) Penderitaan : pasien sedang menderita sakit DM yang berdampak pada penurunan kondisi kesehatannya. Keramahan perawat membuat pasien dapat merasa lebih nyaman di RS disbanding di rumah bersama keluarga Penderitaan manusia : pasien merasa beban yang dirasakan tidak mendapat perhatian dari keluarga sehingga dirinya merasa sendiri. 9) Rekonsiliasi : memberikan kesempatan kpd pasien untuk mendapatkan kedamaian. 10) Budaya caring : berdasarkan budaya, ketika seorang sakit mereka sangat membutuhkan support dari keluargasehingga membuat pasien bersemangat dan menjalani hidupnya dengan lebih damai, aman dan tentram.

3. Solusi terkait fenomena tersebut 1) Perawat mampu memberikan caring kepada pasien berupa kehangatan, ketenangan, ketanggapan, serta keakraban shg membuat caring itu berarti 2) Perawat menunjukkan etika caring yang begitu menghargai pasien dan melakukan pendekatan-pendekatan tanpa adanya prasangka-prasangka buruk terhadap klg ataupun pasien 3) Ketika terjadi konflik antara pasien dan keluarga maka perawat berperan dalam menyatukan pasien dan keluarganya 4) Untuk menerapkan caritative caring, maka perawat dituntut mampu melakukan komunikasi terapeutik, membina hubungan saling percaya dan mampu melihat keadaan dan situasi kapan kita dapat memberikan masukan kepada pasien agar apa yang kita sampaikan dapat diterima oleh pasien.