Anda di halaman 1dari 2

KONSEP PENDEKATAN PELAYANAN KESEHATAN HOLISTIK DAN KOMPREHENSIF

HOLISTIK : 1. Teori : Pendekatan Bio Psiko Sosio Kultural (sulit diaplikasikan dalam praktek) 2. Praktis : Pendekatan yang terdiri dari 3 (tiga) aspek, untuk menentukan kondisi masalah kesehatan sasaran pelayanan dan upaya intervensinya, secara holistik, yaitu : Status : Biofisio medik, berupa : Morbiditas/keluhan/symptom klinis, mortalitas, kecacadan. Morbiditas : menentukan suatu kondisi bio patofiologis dari suatu keadaan kelainan kesehatan, keluhan sakit. Mortalitas : menentukan causal/faktor utama terjadinya kematian, untuk menduga dan mempertimbangkan masalah kesehatan anggota keluarga serta penanggulangannya. Kecacadan : untuk menentukan kualitas dan kuantitas, serta foktor penyebab terjadinya kecacadan, sebagai dasar perawatan dan pencegahan masalah kesehatannya bagi penyandang cacad dan peran anggota keluarga serta komunitasnya.

Status : Status Faktor resiko kesehatan, baik dari aspek : Fisik, Kimia, Biologi, Sosial, Ekonomi, Budaya, Psikologi, Ergonomi yang diduga berperan terhadap kondisi penyakit atau keluhan sakitnya, untuk menentukan strategi dan efektifitas intervensi pengobatan serta perawatan masalah dan keluhan kesehatan.

Status Upaya Kesehatan : yang telah dilakukan/sedang dilakukan, untuk mengkaji profil masalah kesehatandan keluhannya, agar tim kesehatan dapat menentukan lebih tepat masalah kesehatan dan strategi penanganannya yang lebih efektif dan efisien.

Konsep holistik ini mengharuskan tim kesehatan : mencari, menemukan, dan melakukan intervensi masalah kesehatan/keluhan kesehatan melalui ke tiga (3) aspek status/keadaan tersebut, agar masalah kesehatan dapat dikelola secara lebih paripurna. KOMPREHENSIF : 1. Pemahaman pengertian Komprehensif/menyeluruh dapat difahami bahwa setiap masalah kesehatan yang ada perlu didekati permasalahannya melalui pemikiran : a. Setiap kejadian kontak antara pasien dan tim kesehatan, maka seluruh masalah kesehatan seharusnya dapat diketahui, disimpulkan, ditangani secara

proporsional. Tidak hanya sebatas masalah kesehatan yang dikeluhkan/ ditampilkan saat itu oleh pasien, namun juga dilakukan eksplorasi terhadap berbagai masalah kesehatan dan keluhan kesehatan yang kurang diprioritaskan oleh pasien. Hal tersebut dapat digali oleh tim kesehatan secara hipotetis atau wawancara tuntas ( exhousted). b. Setiap kejadian kontak antara pasien dan tim kesehatan, maka masalah kesehatan/keluhan kesehatan perlu di dekati melalui, sisi upaya : Pencegahan (promotif/preventiv), Pengobatan (kuratif), Rehabilitatif.