P. 1
Klasifikasi Obat anti DM dan Hipertensi

Klasifikasi Obat anti DM dan Hipertensi

|Views: 215|Likes:
Dipublikasikan oleh amaliaturrahmah

More info:

Published by: amaliaturrahmah on Jan 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2015

pdf

text

original

TUGAS PENGGOLONGAN OBAT-OBAT DM DAN HIPERTENSI

Oleh : Amaliaturrahmah 06.55372.00315.09

Lab/SMF Ilmu Farmasi/Farmakoterapi Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda 2010

KLASIFIKASI OBAT-OBAT ANTI DIABETIK
Prandial (mealrelated) Short-acting Reguler Insulin IntermediateLong-acting Campuran acting NPH (Neutral Insulin Glargine Short dan Protemine Ultralente IntermediateHagedorn) Insulin Detemir acting Lente Insulin Secretagogue Sulfonilurea Glinid Generasi I Repaglinid Chlorpropamide Nateglinid Tolbutamide Tolazamide Acetohexamide Sulfonilurea Generasi II Glibenklamide (glyburide) Glimepiride Glipizide Biguanide α-Glucosidase inhibitor Acarbose Thiazolidinediones Rosiglitazone Pioglitazone

Metformin Metformin XR

Analog rapidacting Insulin Lispro Insulin Glulisine Insulin Aspart

PENGGOLONGAN OBAT-OBAT ANTI DIABETIK
Nama Golongan Nama Generik/ Mekanisme kerja Indikasi Bentuk Sediaan Obat (BSO) & dosis Interaksi obat Efek Samping Obat (ESO) Perhatian penggunaan ADME Referensi

Insulin Secretago gue (Sulfonil urea Generasi I)

Dagang Chlorpropamide (Diabinese)

Generasi pertama Sulfonil urea yang memacu pelepasan insulin dari sel beta pancreas sehingga menurunkan kadar gula darah

Pasien Diabetes Mellitus tipe II yang keadaan hiperglikemiany a tidak dapat dikontrol dengan diet

Tablet 100 mg, 200 mg (Diabinese) Dosis: dewasa inisial 250 mg 1x/hari, maintenance 250-500 mg 1x/hari, maksimal 750 mg.hari; Usia tua inisial 100-125 mg 1x/hari, maintenance 100-250 mg 1x/hari, dapat ditingkatkan atau diturunkan 50-125 mg sehari untuk interval waktu 3-5 hari Tablet 500 mg (Orinase) Dosis: dewasa inisial 1 gr/hari dengan sarapan atau makanan, maintenance 0,25-3 gr 1x/hari, setelah dosis q gr dicapai,dosis harus ditingkatkan 2 mg tiap 1-2 minggu tergantung respon glukosa dara, maksimal 3 gr/hari

Anabolik steroid, kloramfenikol, monoamin oksidase inhibitor, salisilat, sulfonamid, NSAID memperkuat efek hipoglikemia, diuretk thiazid menambah konsentrasi glukosa sehingga meningkatkan dosis Anabolik steroid, kloramfenikol, monoamin oksidase inhibitor, salisilat, sulfonamid,antiko agulan oral memperkuat efek hipoglikemia, beta boler merubah respon hipoglikemik, antijamur meningkatkan konsentrasi serum tolbutamide, fenilbutaon meningkatkan efek hipoglikemik

Sakit kepala, infeksi saluran napas bagian atas, jarang mialgia

Hipoglikemia, usia tua, insufisiensi kelenjar adrenal atau hipofise

A: diabsorbsi cepat dari GIT D: ikatan protein 60-90% M:dimetabolisme ekstensif di hepar E: terutama melalui uine T ½ 30-42 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Insulin Secretago gue (Sulfonil urea Generasi I)

Tolbutamide (Orinase)

Generasi pertama Sulfonil urea yang memacu pelepasan insulin dari sel beta pancreas sehingga menurunkan kadar gula darah

Pasien Diabetes Mellitus tipe II yang keadaan hiperglikemiany a tidak dapat dikontrol dengan diet

Sering meningkatkan sensitifitas kulit terhadap cahaya matahari, kulit menjadi kemerahan, gatal rash, pusing, konstipasi, diare, mual, sakit kepala

Anak-anak, hipersensitif golongan sulfonil urea

A: diabsorbsi baik dari GIT D: ikatan protein 80-90% M:dimetabolisme ekstensif di hepar, menjadi 2 metabolit inaktif E: terutama melalui uine T ½ 4,6-6,5 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Insulin Secretago gue (Sulfonil urea Generasi II)

Glibenklamide (Condiabet, Daonil, Semi Daonil, Semi euglocon Euglocon, Gludanil, Gluconin, Prodiabet

Meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas dengan hambatan aliran ion kalium ke luar melalui kanal dan terjadi depolarisasi sehingga membuka kanal kalsium dan

Diabetes Mellitus tipe II

Tablet 2,5 mg (Semi Daonil, Semi euglocon), 5 mg (Condiabet, Daonil, Euglocon, Glibenclamide, Gludanil, Gluconin, Prodiabet) Dosis: inisial 2,5 mg, ditingkatkan 2,5 mg

Potensiasi efek hipoglikemik dengan alkohol, beta bloker, biguanid, kloramfenikol, koumarin, monoamin oksidase inhibitor, salisilat dan tetrasiklin,

Gangguan GIT, reaksi hipersensitif

Kehamilan, laktasi, usia tua

A : di GIT, konsentrasi puncak 2-4 jam, bioavailibility 40100%, melambat pada pasien hiperglikemi D : ikatan protein 99% M : di hepar sebagian menjadi

MIMS 2005, Martindale. The complete drug references. 2006,

terjadi aliran kalsium ke dalam sel meneybabkan pelepasan insulin

dalam interval 3-5 hari hingga tercapai level metabolik yang terkontrol

metabolit aktif E : 50% di ginjal, 50% lewat sistem bilier keluar melalui feses T ½ : 2-10 jam Kortikosteroid meningktkan glukosa darah pasien; NSAID, Clofibrat, Gemfibrozil, MAOI, Fenilbutazon, Sulfonamid meningkatkan efek hipoglikemia Pusing, somnolen, konstipasi, diare, mual, muntah, sakit kepala, meningkatkan sensitifitas kulit terhadap cahaya matahari, gatal, rash Disfungsi ginjal, malnutrisi, insufisiensi adrenal, hipofise dan hepar, usia tua, kehamilan, laktasi, anakanak, menerima obat beta bloker A: diabsorbsi baik dari GIT D: ikatan protein 99% M: dimetabolisme di hepar E: melalui urine T ½ 2-4 jam Mosby’s 2006, MIMS 2005

Insulin Secretago gue (Sulfonil urea Generasi II)

Glimepiride (Amadiab, Amaryl, Glamarol, Glimexal, Gluvas, Metrix)

Meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas dengan hambatan aliran ion kalium ke luar melalui kanal dan terjadi depolarisasi sehingga membuka kanal kalsium dan terjadi aliran kalsium ke dalam sel meneybabkan pelepasan insulin serta meningkatkan sensitifitas insulin pada jaringan perifer Meningkatkan pelepasan insulin dari sel beta pankreas dengan hambatan aliran ion kalium ke luar melalui kanal dan terjadi depolarisasi sehingga membuka kanal kalsium dan terjadi aliran kalsium ke dalam sel meneybabkan pelepasan insulin serta meningkatkan sensitifitas insulin pada jaringan

Diabetes Mellitus tipe II yang tidak dapat dikontrol secara adekuat dengan diet, olahraga, dan pengurangan berat badan

Tablet 1 mg, 2 mg, 3 mg, 4 mg (Amadiab, Amaryl, Glamarol, Glimepiride, Glimexal, Gluvas, Metrix) Dosis: dewasa, usia tua inisial 1-2 mg 1x/hari bersama sarapan atau makanan utama awal, maintenance 1-4 mg 1x/hari, setelah dosis 2 mg tercapai, dosis ditingkatkan 2 mg tiap 1-2 minggu berdasar respon glukosa darah, maksimal 8 mg/hari

Insulin Secretago gue (Sulfonil urea Generasi II)

Glipizide (Aldiab, Glucotrol XL, Glyzid)

Diabetes Mellitus tipe II yang tidak dapat dikontrol secara adekuat dengan diet, olahraga, dan pengurangan berat badan

Tablet 5 mg (Aldiab, Glucotrol XL, Glyzid), 10 mg (Glucotrol XL, Glyzid) Dosis: dewasa inisial 5 mg/hari sebelum sarapan, dosis ditingkatkan 2,5-5 mg dalam interval 7 hari, maksimal dosis per hari 40 mg, Pasien usia tua dan gangguan hepar 2,5 mg/hari, ditingkatkan 2,5-5 mg/hari tiap 1-2 minggu

Kortikosteroid meningkatkan glukosa darah pasien; NSAID, Clofibrat, Gemfibrozil, MAOI, Fenilbutazon, Sulfonamid meningkatkan efek hipoglikemia

Pusing, somnolen, konstipasi, diare, mual, muntah, sakit kepala, meningkatkan sensitifitas kulit terhadap cahaya matahari, gatal, rash

Penyakit ginjal dan hepar, kehamilan, laktasi, anakanak

A: diabsorbsi baik dari GIT D: ikatan protein 99% M: dimetabolisme di hepar E: melalui urine T ½ 2-4 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Insulin Secretago gue (Meglitini de)

Repaglinide (Novonorm)

perifer Menstimulasi pelepasan insulin dari sel beta pancreas dengan mendepolarisasi sel beta sehingga membuka kanal kalsium menyebabkan influx kalsium yang menginduksi sekresi insulin

Diabetes Mellitus tipe II yang tidak dapat dikontrol secara adekuat dengan diet, olahraga, dan pengurangan berat badan, dapat digunakan bersama metformin

Tablet 0,5 mg, 1 mg, 2 mg (Novonorm) Dosis: dewasa dan usia tua 0,5-4 mg 2-4x/hari diminum 15 menit sebelum makan, maksimal 16 mg/hari

Aspirin, beta bloker, sulfa, kloramfenikol, warfarin, MAOI, meningkatkan efek hipoglikemia; antijamur, eritromisin, luminal, meningkatkan metabolism repaglinide

Infeksi saluran napas atas, sakit kepala, nyeri punggung, rhinitis, diare, dyspepsia, mual, atralgia, jarang konstipasi, muntah, alergi, parestesia

Pasien >75 tahun

Biguanide

Metformin (Benofomin, Diabex, Diafac, Forbetes, Glucophage, Gludepatic, Glumin, Gliformin, Methormyl Methpica, Reglus 500, Zumamet)

Menurunkan produksi glukosa dari hepar, menurunkan absorbs glukosa dan meningkatkan sensitifitas insulin

Terapi inisial untuk pasien yang didiagnosis awal diabetes yang kelebihan berat badan (overweight) atau gagal dalam diet. Terapi kombinasi bila sulfonil urea gagal dan terapi adjuvant Diabetes Mellitus tipe II untuk mengurangi dosis insulin yang diperlukan

Tablet 500 mg (Benofomin, Diabex, Diafac, Glucophage, Gludepatic, Glumin, Metformin, Methpica, Reglus 500, Zumamet), 850 mg (Glucophage, Glumin, Metformin), tablet film coated 500 mg (Gliformin, Methormyl), 850 mg (Forbetes, Zumamet), tablet kapsul 850 mg (Benofomin, Diabex) Dosis: dewasa, usia tua inisial 500 mg 2x/hari, bersama makan pagi dan siang, dapat ditambah 500 mg tiap minggu dalam dosis terbagi. Dapat diberikan 2x/hari sampai 2000 mg/hari. Bila diperlukan dosis 2500 mg/hari, dibagi 3 dosis, maksimal 2500 mg. Anak 10-16 tahun, inisial 500 mg 2x/hari, dapat ditingkatkan 500 mg/hari dalam interval 1 minggu, maksimal

Cimetidine meningkatkan AUC metformin 50%, puncak konsentrasi 81%, dan mengurangi klirens ginjal 27%, meningkatkan resiko asidosis laktat; Monoamin Oksidase inhibitor menstimulasi sekresi insulin via beta adrenergic, hipoglikemia yang eksesif dan berkepanjangan dapat terjadi, makanan menunda dan mengurangi absorbsi

Gangguan GIT (termasuk diare, mual, muntah, flatulen, anoreksia), yang bersifat sementara dan sembuh spontan selama pengobatan

Gangguan hepar dan ginjal, kehamilan, laktasi

A: diabsorpsi segera di dalam lambung D: ikatan protein 70-76%, M:dimetabolisme di heparoleh sitokrom P450 diikuti glukoronidase atau konjugasi sulfat. E: primer dieksresi melalui urin. T ½ :4 jam A: diabsorbsi lambat dan tidak sempurna setelah administrasi oral D: ikatan protein dapat diabaikan, terutama didistribusi ke mukosa usus dan kelenjar air liur M: E: diekskresi tanpa berubah melalui urine T ½ 3-6 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Mosby’s 2006, MIMS 2005

αGlucosida se inhibitor

Acarbose (Glucobay 50, Glucobay 100)

Menghambat absorbsi glukosa dan pencernaan karbohidrat, menghasilkan peningkatan yang rendah konsentrasi glukosa darah setelah makan

Diabetes Mellitus yang dikombinasikan dengan diet

2000 mg/hari. Untuk tablet extended release, dewasa dan usia tua, inisial 500 mg 1x/hari, dapat ditingkatkan 500 mg/hari dalam interval 1 minggu, maksimal 2000 mg 1x/hari. Sebagai adjuvant insulin, inisial 500 mg/hari, dapat ditingkatkan 500 mg/hari interval 7 hari, maksimal 2500 mg/hari (2000 mg/hari untuk bentuk extended release) Tablet 50 mg (Glucobay 50), 100 mg (Glucobay 100) Dosis: dewasa, usia tua inisial 25 mg 3x/hari dikunyah bersama gigitan pertama tiap makan berat, ditingkatkan pada interval 4-8 minggu, maksimal untuk pasien berat badan >60 kg 100 mg 3x/hari, berat badan <60 kg 50 mg 3x/hari Tablet film coated 4 mg (Avandia) Dosis: sebagai terapi kombinasi, dewasa, usia tua, inisial 4 mg sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi 2x/hari, dapat ditingkatkan sampai 8 mg/hari setelah 12 minggu terapi. Sebagai monoterapi, dewasa, usia tua, inisial 4 mg dosis tunggal atau dosis terbagi 2x/hari, dapat ditingkatkan hingga 8

Kolestiramin meningkatkan efek samping acarbose, menurunkan konsentrasi AUC dan serum puncak metformin, Charcoal dan preparat enzim digestif mengurangi efek acarbose

Gangguan GIT sementara, flatulen, diare, nyeri perut

Penyakit usus kronis, hipersensitif acarbose, kehamilan, laktasi

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Thiazolidi nediones

Rosiglitazone (Avandia)

Mempengaruhi respon sel target terhadap insulin tanpa meningkatkan sekresi insulin pancreas, menurunkan output glukosa hepar dan meningkatkan penggunaan glukosa tergantung insulin di otot skelet

Monoterapi sebagai adjuvant diet dan olahraga bagi pasien diabetes mellitus tipe II, digunakan sebagai kombinasi metformin atau sulfonil urea

Fenugreek, ginseng, glucomannan menambah penurunan glukosa darah, meningkatkan resiko hipoglikemia

Infeksi saluran napas atas, anaemia, edema, sakit kepala, nyeri punggung, kelemahan, diare

Kehamilan, laktasi, premenopouse

A: Cepat diabsorbsi D: ikatan protein 99% M: di hepar E: Terutama di urine, dan sebagian kecil melalui feses T ½ 3-4 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Thiazolidi nediones

Pioglitazone (Deculin)

Mempengaruhi respon sel target terhadap insulin tanpa meningkatkan sekresi insulin pancreas, menurunkan output glukosa hepar dan meningkatkan penggunaan glukosa tergantung insulin di otot skelet

Terapi kombinasi bersama sulfonil urea dan metformin untuk pasien diabetes mellitus tipe II yang tidak dapat dikonrol dengan adekuat oleh monoterapi sulfonil urea atau metformin

mg/hari setelah 12 minggu terapi Tablet 15 mg, 30 mg (Deculin) Dosis: dewasa, usia tua, dengan insulin inisial 15-30 mg 1x/hari, Dosis inisial tetap meneruskan dosis insulin yang ada, kemudian dosis insulin dikurangi 10-25% bila terjadi hipoglikemia atau kadar glukosa plasma menurun hingga <100 mg/dl. Maksimum 45 mg/hari. Dengan sulfonylurea inisial 15-30 mg/hari, kurangi dosis sulfonil urea bila hipoglikemia. Dengan metformin, inisial 15-30 mg/hari. Sebagai monoterapi inisial 15-30 mmg/hari, dosis dapat ditingkatkan hingga tercapai 45 mg/hari Vial 40 IU/ml x 10 ml, 100 IU/mlx10 ml, vial cartridge 100 IU/ml x 3 ml

Fenugreek, ginseng, glucomannan, guar gum menambah penurunan glukosa darah, meningkatkan resiko hipoglikemia melalui interaksi farmakodinamik; mengurangi esterogen dan progestin kontrasepsi oral

Sakit kepala, infeksi saluran napas atas, mialgia, faringitis

Pasien dengan edema atau gagal jantung, kehamilan, laktasi, anakanak, gangguan hepar sedangberat

A: Cepat diabsorbsi D: ikatan protein 99%, terutama oleh albumin M: di hepar E: melalui urine T ½ 16-24 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005

Insulin Short Acting

Reguler (Actrapid, Humulin R)

Meningkatkan penyimpanan lemak dan glukosa dalam sel khusus dan mempengaruhi pertumbuhan sel serta fungsi metabolisme berbagai macam jaringan melalui ikatan dengan reseptor insulin di jaringan

Diabetes Mellitus tipe I, Diabete Mellitus tipe II

Dapat diberikan SC atau IV pada kondisi ketoasidosis Dosis tergantung kondisi pasien dan kadar gula darah

Kortikosteroid, diuretik, oral kontrasepsi, tiroksin meningkatkan kebutuhan insulin,  bloker, MAO Inhibitor, alkohol meningkatkan efek hipoglikemik dari insulin

Hipoglikemi Jarang lipodistrofi, resisten thd insulin, reaksi alergi lokal atau umum

Pemindahan dari insulin lain, sakit atau gangguan emosi, diberikan bersama obat hiperglikemi aktif

A : cepat diabsorbsi melalui suntikan SC, di abdomen lebih cepat dari lengan , bokong atau paha. Meningkat dengan latihan fisik. IM lebih cepat daripada SC. Mulai kerja ½ jam, durasi 6-8 jam, puncak 2-4 jam D : ke hepar, otot, jaringan lemak M : di hepar, ginjal dan otot

Martindale. The complete drug references. 2006, MIMS 2005, Katzung. Farmakologi dasar & klinik

Insulin Intermedia te acting

NPH (Humulin N, Insulatard)

Campuran insulin dan protamine tidak satupun yang terdapat dalam bentuk yang tidak dalam kompleks (isophane) Meningkatkan penyimpanan lemak dan glukosa dalam sel khusus dan mempengaruhi pertumbuhan sel serta fungsi metabolisme berbagai macam jaringan melalui ikatan dengan reseptor insulin di jaringan

DM tipe I, DM tipe II

Vial 40 IU/ml x 10 ml, 100 IU/mlx10 ml, vial cartridge 100 IU/ml x 3 ml Dapat diberikan SC, tetapi tidak IV Dosis tergantung kondisi pasien dan kadar gula darah

Kortikosteroid, diuretik, oral kontrasepsi, tiroksin meningkatkan kebutuhan insulin,  bloker, MAO Inhibitor, alkohol meningkatkan efek hipoglikemik dr insulin

Hipoglikemi Jarang : lipodistrofi, resisten thd insulin, reaksi alergi lokal atau umum

Pemindahan dari insulin lain, sakit atau gangguan emosi, diberikan bersama obat hiperglikemi aktif

E : di ginjal, hanya sedikit yang utuh T ½ 3-5 menit A : Mulai kerja 1-2 jam, durasi 18-24 jam, puncak 6-12, jam D : ke hepar, otot, jaringan lemak M : di hepar 3040% E : di ginjal 60% T ½ 3-5 menit

Martindale. The complete drug references. 2006, MIMS 2005, Katzung. Farmakologi dasar & klinik

PENGGOLONGAN OBAT-OBAT ANTI HIPERTENSI
Diuretik Simpatoplegik bloker Angiotensin antagonis Calsium Antagonist Lain-lain

Central α agonist

Post ganglionik simpatetik Neuro terminal bloker Reserpine

Adrenoreseptor bloker

ACE inhibitor

Angiotensin II Reseptor Antagonis Losartan Candesartan Irbesartan Telmisartan Valsartan Eprosartan Olmesartan medoxomil

Dihidropiridin

Direct Vasodilator

HCT (proximal tubulus) Hydrochlorotiazide, Benzthiazide Chlorothiazide, Chlortalidone, Cyclopenthiazid, Indapamide, Metolazone, Trichlormethiazide, Tripamide

Methyldopa Clonidine Moxonidine Rilmenidine

Alpha bloker Selektif α1 bloker Prazosin Doxazosin Terazosin Bunazosin

Beta bloker Selektif β1 bloker Aktiv.ISA Acebutolol Celiprolol

Non selektif Fentolamin

Non selektif Alprenolol Carvedilol Labetolol Metipranolol Carteolol Nadolol Oxprenolol Pindolol Sotalol Timolol Propanolol

Captopril Lisinopril Benazepril Delapril Fosinopril Benazepril Enalapril Moexipril Ramipril Trandolapril Quinapril Imidapril Perindopril

Amlodipine Nifedipine Barnidipine Benidipine Felodipine Isradipine Lacidipine Lercanidipine Manidipine Nicardipine Nisoldipine Nitrendipine Benzothiazepine Diltiazem Phenylalkylami nes Verapamil Gallopamil

Hidralazine Minoksidil

Loop of Henle Furosemid, Bumetanid, Torasemide, Piretanide Antagonist Aldosteron Spironolakton Penahan kalium Amiloride Diuretic osmotik Manitol, Urea, Gliserin, Isosorbid Non ISA Betaxolol Pindolol Esmolol Metoprolol Atenolol

PENGGOLONGAN OBAT-OBAT ANTI HIPERTENSI
Nama Golongan Diuretik Nama Generik/ Dagang Hidrochlor Tiazid Mekanisme kerja Menurunkan reabsorbsi elektrolit, meningkatkan ekskresi Na & Cl, air di awal tubulus distal, meningkatkan ekskresi K & Mg, ekskresi Ca menurun, kerja carbonic anhidrase menurun sehingga ekskresi bikarbonat meningkat, GFR menurun menyebabkan resistensi perifer menurun, meningkatkan efek anti hipertensi lain Indikasi Bentuk Sediaan Obat (BSO) & dosis Tablet 25, 50 mg Interaksi obat Efek Samping Obat (ESO) Gangguan metabolik pada dosis tinggi Hiperglikemi & glukosuri pada DM Hiperurisemi  serangan GOUT Gangguan elektrolit  alkalosis hipokloremi, hipokalemi, hiponatremi, hipomagnesemi  mulut kering, haus, lemah, nyeri & keram perut, kejang, oliguri, hipotensi, gangguan GIT Anorexia, iritasi gaster, mual, muntah, konstipasi, diare Hipersensitif Kolestitis jaundice, pankreatitis, diskrasia darah, ulkus usus Perhatian penggunaan Gangguan cairan & elektrolit (tua) Gangguan hepar berat, CHF, DM, Addison disease, hiperkalsemi, gangguan ginjal, SLE, porfiria, gout, hamil, laktasi ADME Referensi

Hipertensi Edema

Diuretik

Furosemide (Lasix, Furosix, Farsix)

Loop diuretik yang membantu ekskresi natium, klorida, dan kalium dengan

Hipertensi, Edema jantung, paru, ginjal, dan hepar

Meningkatkan toksisitas digitalis, Dosis: per oral pagi, meningkatkan resiko untuk Hipertensi aritmia pd obat yang memperpanjang QT awal : 12,5 mg,  interval seperti 25-50 mg/hari Astemizole, Untuk edema 25terfenadine, 100 mg,  25-50 halofantrine, mg/hari primozide, Anak 1-2 mg/kg/hari 1 atau 2x meningkatkan kerja bloker neuromuskular < 6 bulan 3 seperti Atrakurium mg/kg/hari menimbulkan hipokalemi, Hipotensi ortostatik oleh alkohol, barbiturat/opioid, Efek antihipertensi  oleh kortikosteroid, NSAID, carbenoxolone,  efek nefrotoksik oleh NSAID, Hiponatremi bersama trimetroprim, carbamazepin Absorbsi menurun oleh colestiramin & coletipol CaCO3 + HCT  milk alkaly syndrome (hiperkalsemi, metabolik asidosis, gagal ginjal) Tablet 40 mg, ampul  toksisitas dan 20 mg/2ml nefrotoksisitas dari aminoglikosida Dosis: per oral  efek nefrotoksik dari dewasa, usia tua , sefalosporin inisial 20-80  efek antikoagulan mg/dosis. Anak 1-6 oral karena pendesakan

A : cepat di GIT, bioavailibility 65-70%, efek muncul setelah 2 jam per oral, kadar puncak setelah 4 jam, durasi 6-12 jam D : ikatan ke eritrosit, volume distribusi 0,8 l/kg, melewati plasenta dan ke ASI, ikatan protein 64% M: E : hampir sempurna dieliminasi ginjal tanpa diubah Tidak efektif pada creatinin clearence < 30 ml/menit T ½ 5-15 jam

Martindale. The complete drug references. 2006, Mosby’s 2006, MIMS indonesia 2005,

Hiponatremi, hipovolemi, hipotensi, resiko tinggi tjd trombosis hipomagnesemi, hipokalsemi,

Hamil, laktasi, DM, gout, ggn keseimbangan elektrolit & cairan tubuh, ggn berkemih, ggn fs.hati, SLE, BPH,

A : bioavailibility 60% (berkurang bila bersamaan dengan makan, dan pada insuffisiensi jantung kanan)

Mosby 2006, MIMS 2005, Martindale: the complete drugs reference.

aksi langsung pada ascending limb loop of henle

mg/kg/hari dibagi 34 dosis. IV/IM dewasa, usia tua 2040 mg/dosis, Anak 1-2 mg/kg/dosis 2-4 x/hari, neonatus 1-2 mg/kg/dosis 1-2 x/hari. Infus IV dewasa,usia tua bolus 0,1 mg/kg diikuti infus 0,1 mg/kg/jam dapat ditingkatkan 2x lipat tiap 2 jam, maksimal 0,4 mg/kg/jam. Anak 0,05 mg/kg/hari Edema : PO awal 20-80 mg tunggal dpt  s/d 600 mg/hari kecuali gagal ginjal Anak 1-2 mg/kg tunggal IV/IM dws awal 2040 mg tunggal Anak 1 mg/kg maks 6 mg/kg

dari ikatannya dengan protein plasma Hipokalemi memperkuat efek dari glikosida digitalis dan efek curare Retensi litium  konsentrasi  Memperkuat efek teofilin, antihipertensi lain Pengurangan sekresi furosemide tubuler pada pemberian bersama probenecid Pelemahan efek pada pemberian bersama phenobarbital, phenytoin

Diuretik

Spironolakto n (Aldactone, Spirolacton)

Diuretik hemat kalium yang mempengaruh i reabsorbsi natrium dengan secara kompetitif menginhibisi aktivitas aldoteron di tubulus distalis, yang menstimulasi ekskresi natrium dan

Hipertensi, Edema

Tablet 25 mg, 100 mg Dosis peroral dewasa 100-200 mg/hari, Anak 3 mg/kg/hari

 efek diuretik bila bersamaan dengan asam asetilsalisilat,  bahaya hiperkalemi bersama kaptopril,  litium-clearence renal, Mengurangi reaksi jaringan terhadap noradrenalin  konsentrasi digoksin karena hambatan sekresi tubuler pada ginjal  efek carbenoxolon

hipokalemi (kadang terjadi alkalosis hipokloremi),  urea & asam urat, gangguan GIT, pankreatitis, ikterus, Konsentrasi plasma > 25 g/ml  kesulitan mendengar karena gangguan telinga dalam& tinnitus (terutama IV cepat) Fotosensibilitas, urtikaria, dermatitis exfoliata, eritema multiforme  dosis tinggi pada insuffisiensi ginjal Jarang : trombositopeni, agranulositosis Pada kehamilan akhir : ototoksik dan alkalosis hipokalemi bagi fetus,  & hambatan laktasi Hiperkalemi (pada fungsi ginjal terganggu) Hiponatremi, dehidrasi, hiperkalsiuri, eskresi magnesium berkurang, asidosis hiperkloremik pada sirosis hepatis dekompensata Libido , impoten, ginekomasti,

pre koma pada sirosis hepatis, ggn ginjal

D : volume distribusi 0,1 l/kg (pada bayi baru lahir 0,8 l/kg), ikatan protein 98% M : di hepar 10% E : 90% di ginjal utuh (terutama sekresi tubuler)

Ggn fungsi Ginjal, laktasi, hamil, anastesi, tua, gangguan fungsi Hepar, DM, asidosis

A : diabsorbsi baik di GIT, bioavailibility 70%, absorbsi ditingkatkan oleh makanan D : Vd 0,05 l/kg Ikatan protein plasma > 98% M : menjadi cantreonat yang aktif dan metabolit lain di hepar E: T ½ : 1,5 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2005, Martindale: the complete drugs reference.

air serta meningkatkan retensi kalium

Central alfa agonist

Metildopa (Dopamet, Medopa)

Kerja sentral, mengalami decarboxylasi di CNS menjadi  metilnoradren alin  stimulasi 2 adrenoseptor  penurunan tonue simpatis dan tekanan darah

Hipertensi

Tablet 250 mg Dosis: Dewasa awal 125-250 mg/hari (malam) dosis dpt dinaikkan max 3 gr/hari 3x/hari Anak : dosis awal 10 mg/kg/hari 24x/hari max 65 mg/kg atau 3 gr/hari

Memperkuat efek penurunan tekanan darah bersama  bloker, CCB, vasodilator, diuretik Penguatan sedasi oleh obat penekan saraf pusat yang lain dan alkohol  efek penurun tekanan darah oleh antidepresan trisiklik dan  bloker, pada terapi sebelumnya dgn reserpin dan MAO inhibitor Bersama MAO inhibitor  krisis hipertensi berat Reaksi hipertensi paradoksal setelah bersama propanolol  toksisitas lithium (berkurangnya ekskresi) dan haloperidol Mengantagonis efek levodopa Diagnosa palsu pheocromacytoma (keliru mengukur katekolamin dalam urin)

gangguan menstruasi (efek anti androgen) Gangguan GIT Sakit kepala, mengantuk, kebingungan, jarang : ataksia, urtikaria Mengantuk, sedatif, sakit kepala, nervositas, parestesi, parkinsonoid, jarang : parese fasialis, chore, halusinasi, depresi, psikosis Hipotensi ortostatik, pusing, lemah, bradikardi s/d serangan angina pectoris &  carotis-sinus syndrome Retensi Na & air, edema perifer, berat badan bertambah Mulut kering, pembengkakan mukosa hidung, luka pada lidah (glossophytie) Libido , hiperprolaktinemi a, ginekomasti, laktasi, amenore Mual, muntah, mencret/obstipasi, jarang : pankreatitis, sialodenitis Sering : gangguan hati ringan, kadang dengan demam, hepatitis akut (dan juga kronis) atau

Penyakit hati, gangguan mental, disfungsi ginjal berat, laktasi

A : bervariasi dan inkomplete bioavailibility 50% D : Vd 0,4 l/kg, ikatan protein 10% melewati blood brain barrier M : di dinding usus dan hepar terutama menjadi metabolit yang bersifat farmakolofik aktif ringan yaitu methyldopa-Osulfat E : di ginjal bentuk utuh dan metabolitnya T ½ : 2 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

kolestasis Exantema, gatal, eosinofilia, demam, sindrom mirip SLE, miokarditis, perikarditis Coombs tes (+) (10-20%) dgn gangguan reaksi silang sebelum transfusi, anemia hemolitik (5%), jarang : leukopeni, granulositopeni, trombopeni reversibel, depresi sutul ANA, sel LE, faktor Rheuma (+), sakit otot dan sendi, pembengkakan sendi Central Alfa Agonist Clonidine (Catapres) Efek sentral menurunkan tonus simpatis  menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta denyut jantung. stimulasi 2 adrenoseptor dan reseptor imidazoline sentral. Hipertensi Amp : krisis hipertensi Tablet : 0,075; 0,15 mg Inj : 0,15 mg/ml Dosis: per oral awal dgn 0,075-0,15 mg/hari (malam), dapat dinaikkan s/d 0,3 mg/hari 3x/hari IV 0,2 mcg/kg/menit infus IV dgn kecepatan tdk lebih 0,5 mcg/kg/menit max 0,15 mcg/ infus bila perlu dpt 4x/hari Memperkuat efek penurunan tekanan darah bersama  bloker, CCB, vasodilator, diuretik Penguatan sedasi oleh obat penekan saraf pusat yang lain dan alkohol  efek penurun tekanan darah oleh antidepresan trisiklik dan  bloker  bradikardi & AV blok oleh glikosida digitalis &  bloker Memperbanyak sekresi STH (somatotrophormon), menekan pelepasan dari katekolamin dan aldosteron, mengurangi aktifitas Mulut kering, pembengkakan mukosa hidung, parotis dan mata kering Mengantuk, sedasi, tidak bisa tidur, penekanan dari fase tidur REM, halusinasi, takut, depresi Pusing, kolaps, hipotensi ortostatik sbg tanda kelebihan dosis Sinus bradikardi, gangguan penghantaran AV Retensi Na & air dengan hilangnya efek antihipertensi dari clonidin Hiperglikemi krn Ggn ritme & konduksi AV, ggn ginjal, ggn perfusi otak dan perifer, depresi, polineuropati, konstipasi, ggn mengemudi atau mengoperasikan mesin, penghentian obat tiba-tiba. Hamil laktasi A : baik di GIT, kadar puncak setelah 3-5 jam, bioavailibility 75%, efek muncul setelah 30-60 menit, durasi 8 jam D : Vd 2 l/kg, ikatan protein 2040% M : 50% di hepar E : 40-60% utuh lewat ginjal, 20% lewat feses melalui sirkulasi enterohepatic T ½ : 6-24 jam Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

renin plasma dan mempengaruhi efek dari obat2 yang bekerja pada sistem ini

 pembebasan insulin Ginekomasti (jarang), “Rebound Phenomenon”   tensi, nervositas, sakit kepala, gemetar, mual Pada kelebihan dosis atau IV cepat  stimulasi 2 reseptor perifer  vasokonstriksi &  TD Jarang : Raynaud phenomenon, parastesi, parotis terasa sakit, exantema, gatal, urtikaria, alopesia, edema angineuritik Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Post ganglionik simpatetik Neuro terminal bloker

Reserpine (Resapin, Serpasil)

Selektif α1 bloker

Prazosin (Minipress)

Mengurangi katekolamin dan 5hydroxytrypta mine di banyak organ termasuk otak dan medulla adrenal. Depresi fungsi saraf simpatis sehingga menurunkan heart rate dan menurunkan tekanan darah arterial Antagonis adrenergic α 1 perifer-> mendilatasi arteri & vena

Hipertensi Psychiatric disorder

Tablet 0,1 mg & 0,25 mg Dosis Dws awal 0,5 mg/hr kemudian 1-2 mgu 0,1-0,25 mg/hr

Non selective MAOIs: reaksi hipertensi Adrenaline: meningkatkan sensitivitas adrenalin Ephedrine: menurunkan efek reserpine HCT dan antihipertensi lain: potensiasi hipotensi

Mengantuk, depresi, lethargi, hidung tersumbat, mulut kering, gangguan GI, diare, perdarahan, nafsu makan meningkat, edema, impotensi, galaktore, ginekomastia Dosis tinggi parkinsonisme, edema serebral, gangguan postural, purpura. Hipotensi (postural) pada pemberian pertama mendadak & hebat. Kekurangan Na

Depresi Parkinson Epilepsi Feokromositoma Ulkus peptikum Kolitis ulserative MAOI Hamil Laktasi

A: onset lambat dan efek perlahan Bioavaibilty50% IV D: protein binding 96%, dapat melewati plasenta dan didapatkan di air susu M: E: melalui urine dan feses T1/2 33 jam

HT & HT dengan CHF

Prazosin HCL:Tab 1mg Dosis mula-mula 3x/hr, dosis dpt ditingkatkan hg 20

Fenobarbital (luminal) memperpendek T1/2 prazosin Efek hipotensi prazosin dpt ditingkatkan jika

Ibu hamil& menyusui

A: diabsorpsi dari usus 80% D: Po: Bioav: 50 %, ik.potein : 90%,tersebar luas dlm jar.tubuh,

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs

mg dlm dosis terbagi.

diberikan bersama anti HT yg lain

Selektif β1 bloker

Bisoprolol (Concor, Maintate)

Anti hipertensi yg memblok adrenerguk reseptor β1 pada jaringan jantung Efek: memperlamba t denyut jantung sinus dan menurunkan tek. darah

Hipertensi

Film-co tab.2,5, 5 mg Dosis: Hipertensi Dewasa, awal 5 mg/hr dapat ditingkatkan 20 mg/hr Org tua Awal 2.5-5 mg/hr dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/hr Max. 20 mg/hr

Adenosin: bradikardi Α1 adrenergik reseptor: membatasi potensi dosis pertama Amiodarone: meningkatkan efek bradikardi bisoprolol Antidiabetic: mengurangi efek hipoglikemi Barbiturat: membatasi metabolisme bisoprolol Cimetidin: meningkatkan level plasma β bloker Clonidin: rebound hipertensi Cocaine: Vasokonstriksi koroner Digoxin, digitoxin: bradikardia potensiasi, perpanjangan waktu konduksi atriventricular Dypiridamol: additive bradikardi NSAID: menurunkan efek antihipertensi

(sering akibat diet/Tx diuretic pd Px HT). jg bisa tjd edema, mulut kering, kongesti, sakit kepala, mimpi buruk, disfungsi seksual & letargi Efek sentral (rasa kantuk, halusinasi, depresi), ggn lambung-usus, Rx kulit (gatal-gatal, ruam, kesemutan). HDL↑, LDL &TG↓. Penggunaan lamatoleransi Frequent: Hipotensi-pusing, mual, sakit kepala, akral dingin, lemas, konstipasi atau diare Occasional: Insomnia, Flatulence, sering kencing, impotensi atau penurunan libido Jarang Rash, nyeri sendi dan otot, hilang nafsu makan

melintasi plasenta, BBB, & ASI M: sebag.dimetab dihati E: urin(prop. bebas, konj,& metabolit,), 14%(tinja) T ½ 2-3 jam

reference.

Gangguan ginjal dan hati, bronkospasme,DM

A: baik diserap dari GIT D: protein binding 25-33% M: di hepar E: melalui urine T ½ 9-12 jam (meningkat pd gagal ginjal)

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Selektif β1 bloker non ISA

Atenolol (Betablok, Beta Adalat, Tenblok, Tenormin)

Memblok res. Adr.β1, ↓frek.jantung & curah jantung ↓pelepasan rennin. Efek bronkokontrik si kurang disbanding zat yg berikatan dgn res.β2

Tx awal yg baik u/HT ringan & sedang, angina pectoris akibat arteriosklero sis primer

Paten: 50 mg,100 mg Dosis: 50-100 mg/hr HT: 50mg/hr, ditingkatkan stlh 1 mg mjd 100 mg/hr, jika dpt angina 100 mg/hr dosis tunggal atau dosis bagi.

Semua β bloker dpt ↑ efek digoksin & lidokain

Lebih jauh menekan gagal jantung, depresi & sedasi SSP Ggn sal.cerna, nafas, CNS, trigliserida serum meningkat, pruritus, hipoglikemia

KI: diabetes berat, bradikardi, blok jantung parsial, gagal jantung, asma, emfisema.

A: Po.±50% dosis diserap dr sal.cerna D: ke seluruh jaringan,penetrasi ke otak buruk (efek SSP>sedikit). M: tidak/sedikit dimetabolisme di hati. E:urin, dlm bentuk tdk dimetab. Turunkan dosis pd disfungsi ginjal T ½ 6-7 jam A: diabsorbsi baik di GIT D: ikatan protein 93%, didistribusi luas M: di hepar E: terutama melalui urine T ½ 3-5 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Non selektif β1 bloker

Propranolol (Farmadral, Inderal)

Memblok reseptor β1 dan β2, ↓frekuensi jantung & curah jantung, ↓pelepasan rennin. Bronkokontrik si mll antag.res β2

Hiprtensi, antiaritmia, profilaksis migren

Paten:Tab10mg;40 mg Dosis:antiangina oral dws 3-4x10 mg dpt dinaikkan bertahap 3-7 hr.antiaritmia dws 4x10-20 mg Anak-anak 0.5-1 mg/kg dibagi 3-4 dosis, u/ mencegah takikardi supraventrikel Anti HT dws:2x40 mg, dpt ↑120-240 mg/hr

Simetidin, quinidin, quinolon, Ca kanal bloker meningkatkan konsentrasi propanolol, α1 bloker potensial meningkatkan respon dosis pertama

Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor

Captopril (Farmoten, Tensicap, Lotensin)

Gol ACE inhibitor yang menekan sistem angiotensialdosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II

Hipertensi CHF Post MI, impaired liver function Diabetic nephropathy prevention of kidney failure

Tablet 12,5 mg, 25 mg, dan 50 mg Dosis: Awal 12,5-25 mg/2-3x/hr dapat ditingkatkan 50 mg/2-3x/hr Maintenance 25-150 mg/2-3x/hr

Diuretik dan antihipertens lain: meningkatkan efek hipotensi Aspirin dan indometasin menurunkan konsentrsi kaptopril

Sal.cerna: mual muntah, diare, konstipasi, kembung, keram abdomen, xerostomia Karvas:palpitasi, bradikardi yg parah, blok jantung A-V, henti jantung, hipotensi Pernafasan: dispnea, laringospasme, bronkuspasme SSP: konfusi, agitasi, pusing, vertigo, sinkop Batuk kering, stomatitis, ruam, pruritus, demam, anemia, iritasi GI, hipotensi, angioedema,takika rdia, proteinuria, peningkatan ureum, creatinin.

Penghentian medadak rebound HT & takikardia↑resiko strok, angina, aritmia & infark

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Angioedema Hamil laktasi Stenosis aorta hipersensitif

A: cepat diabsorbsi di GIT D: protein binding 25-30% M: di hepar E: melalui urine T ½ < 3 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor

Lisinopril (Noperten, Interpril, Linoxal)

Angiotensin II Reseptor Antagonis

Losartan (Acetensa, Sartaxal, Angioten)

Menurunkan kadar angiotensin II, meningkatkan aktivitas renin, dan menurunkan sekresi aldosteron. Menurunkan tahanan perifer Gol ACE inhibitor yang menekan sistem angiotensialdosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II Menurunkan kadar angiotensin II, meningkatkan aktivitas renin, dan menurunkan sekresi aldosteron. Menurunkan tahanan perifer Menghambat sekresi aldosteron, hipoproliferasi ot. Polos, efek kardioprotekti f blok Ang II (AT1) reseptor pd system karvas & renal

Hipertensi Post MI Renal impairment Terapi tambahan pada CHF

Tab 5 mg dan 10 mg Dosis: dws 10 mg/hr lansia 2,5-5 mg/hr max 40 mg/hr

Allopurinol: predisposisi meningkatkan reaksi hipersensitif lisinopril Aspirin & NSAID menghambat efek antihipertensi lisinopril Insulin:meningkatkan sensitivitas insuln Loop diuretic: lisinopril induce renal insuficiency Spironolacton, Trimethroprim: meningkatkan resiko hiperkalemi

Sakit kepala, postural hipotensi, ruam, pruritus, demam, anemia, iritasi GI,, angioedema,takika rdia, proteinuria, peningkatan ureum, creatinin, porphyria.

Angioedema Hamil laktasi Stenosis aorta hipersensitif

A: tidak sempurna dari GI & lambat Peak 7 jam D: protein binding 25% M: E: melalui urine dlm bentuk utuh T ½ 12 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Ht, resiko reduksi strok pd Px dgn HT+LVH, (CHF(left ventr.disfung si), miokard infark, diabet nefropati

Tablet 50 mg (Acetensa) Dosis: per oral 2550 mg /hr 2x/hari, dapat ditingkatkan hingga 100 mg 1x/hari

Fluconazole:↓perubah an metab. (inhibisi CYP2C9)), mghilangkan aksi antiHT Litium: ↑reabsopsi litium renal.

CNS : pusing, insomnia CV: ortostatik hipotensi, sinkop EENT: kongesti nasal, ggn sinus GI:diare, dispepsi,↑enz.liver GU:↑BUN, kreatinin Heme:anemia, purpura Metab: hiperkalemi

Depresi volume intravascular, gangguan hepar, stenosis arteri renalis bilateral

A:absorpsi di usus baik, tetapi BA 33%, FPE besar. po: puncak3-4 jam,respon puncak 6 jam, Bioav po 25-35%. <10% efek makanan; ik.protein 98% ( Sebag.dimetab dihepar CYP2C9, 3A4metab aktif, ekskresi

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

MS: nyeri punggung, ny.kaki, keram otot, mialgia Lain-lain: angioedema Kalsium Kanal Bloker (dihidropirid in) Amlodipin (Amdixal, Norvask, Tensivask) Gol ACE inhibitor yang menekan sistem angiotensialdosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin Agen Antiangina dan antihipertensi yang menghambat pergerakan ion kalsium melewati membran sel, menekan kontraksi jantung dan otot polos vaskuler Efek: meningkatkan denyut jantung dan cardiac output, menurunkan resistensi vaskuler dan tek. darah Hipertensi Chronic angina pectoris Renal impairement Tablel 5 mg, 10 mg Dosis:Dws awal 5 mg/hr single dose. Max 10 mg/hr Lansia 2,5 mg/hr Diltiazem, eriromisin: menurunkan bersihan amlodipin Cimetidine, PPI, quinidine: meningkatkan plasma amlodipin Rifampin:menurunkan plasma amlodipin Edema perifer, sakit kepala, flushing, palpitasi, mual, bradikardia, & hipotensi Hipersensitif Syok kardiogenik Stenosis aorta berat Unstable angina IMA Hipotensi berat Gangguan hati

min.mll urin (13%), eliminasi T1/2 1.5-2 jam (metabolit 4-9 jam) Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

A: lambat diabsorbsi di GI D: protein binding 93% M: di hepar E: melalui urine T ½ 30-50 jam

Kalsium Kanal Bloker (dihidropirid in)

Nifedipine (Nifecard, Nifedin)

Hipertensi Essensial Stable angina

tablet Film-co 10 mg, Cap 10 mg Dosis: per oral Angina, Dewasa, org tua, 10 mg 3 kali sehari, ditingkatkan 7- 14 hari interval Maintenace 10 mg 3 kali sehari sampai 30 mg 4 kali sehari Per oral (extended release) Awal 30-60 mg/hr. Maintenance sampai 20 mg/hari Hipertensi essensial PO (extended release) Dewasa, org tua Awal 30-60 mg/hr. Maintenance sampai 20 mg/hari

Barbiturat, rifampin, rifabutin: menurunkan plasma konsentrasi nifedipin Β-bloker: mempertinggi efek βbloker, hipotensi Cimetidine, ranitidin,famotidin: meningkatkan konsentrasi nifedipin Digitalis: meningkatkan kadar digitalis Diltiazem: meningkatkan konsentrasi serum nifedipin Histamin H2 antagonis: meningkatkan kadar nifedipin dalam darah Lansoprazole: meningkatkan absorpsi nifedipin Phenitoin: meningkatkan konsentrasi phenitoin

Frequent: Edema periferpusing,, sakit kepala, Occasional: Mual, gemetar kram otot dan nyeri, mengantuk, palpitasi, kongesti nasal, batuk, sesak, wheezing Jarang Hipotensi, rash pruritus, urticaria, konstipasi, rasa tidak nyaman di perut, flatulense

Hipotensi parah, DM

A: lengkap diabsorbsi di GIT D: protein binding 92%-98% M: di hepar E: melalui urine T ½ 2-5 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Kalsium Kanal Bloker (non dihidropiridi n)

Verapramil (Cardiover, Corpamil, Isoptin SR)

Agen Kalsium chanell bloker dan anti angina, anti aritmia, dan anti hipertensi Yg menghambat penyebrangan ion kalsium ke jantung dan membran otot polos vaskuler. Menyebabkan dilatasi darai arteri koroner, arteri perifer, dan arteriles Efek: Menurunkan denyut jantung dan kontraksi myocardial dan melambtkan konduksi SA dan AV. Menurunkan resistensi perifer Berikatan dengan subunit α1pada kanal L sehingga menghambat masuknya ion Ca²+ melewati slow channel yang terdapat pada membran sel inotropik negative, kronotropik negative, penghambatan

Hipertensi

Tab 80 mg Dosis: per oral Dewasa dan org tua, awal 40-80 mg 3 kali sehari maintenance: 480 mg atau kurang Extended release 120-240 mg/ hari

Amiodaron: cardiotoxicity dg bradikardi dan menurunkan CO Barbiturat: menurunkan konsentrasi Verapamil Benzodiazepin: meningkatkan efek sedasi B-bloker: Meningkatkan konsentrasi B-bloker Carbamezepin: meningkatkan toksisitas Carbamazepin Cimetidin: meningkatkan konsentrasi Verapamil Digitalis: Meningkatkan konsentrasi digoxin Theophilin: meniingkatkan konsentrasi theophylin

Sering konstipasi, Pusing, sakit kepala, asthenia, mual, edema perifer, hipotensi Jarang bradikardi, dermatitis

Hipertropic Cardiomyophaty, gangguan fungsi hati

A: baik diserap dari GIT D: protein binding 90% (60% pada bayi) M: First pass metabolismedi hepar E: melalui urine T ½ 2-8 jam

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

Kalsium Kanal Bloker (non dihidropiridi n)

Diltiazem (Cordizem, Herbesser, Dilmen)

Hipertensi essensial Angina pektoris Atrial fibrilasi Paroxymal supraventric ulae tachycardia

Generik: Diltiazem tablet 30mg, 60mg. Patent kaplet SR 240 mg kapsul SR 90 mg; kapsul SR 180 mg; kapsul CD 100 mg; kapsul CD 200 mg; injeksi vial 5 mg/mL x 5 mL, ampul 10 mg; 50 mg Dosis: long acting: Angina: LA : 180 mg 1x/hr. Hipertensi: CD atau LA atau XR : 180-

B blocker: aditif Cimetidine: maningkatkan konsentrasi diltiazem Digoksin, carbamazepin: meningkatkan konsentrasi obat di atas Rifampin: menurunkan konsentrasi diltiazem

Bradikardia, firstdegree AV block, angina, aritmia, AV block (second- or thirddegree), bundle branch block, CHF, ECG abnormal, hipotensi, palpitasi, sincope, tachycardia, ventricular extrasystoles, edema perifer, asystole, dan MI, Dizziness (6%),

sick sinus syndrome tanpa pace maker Second or third degree AV block Hipotensi (sistolik < 90 mmHg) Hipersensitif terhadap diltiazem Infark miokard akut

A: peak 11-18 PO IV 2-5 mnt Onset < 3 mnt IV, dan > 30 mnt PO D: protein binding 70-80% M: di hepar melalui enzim cytochrome P450 Bioavaibilias 4065%. Metabolit utama diltiazem adalah desasetildiltiazem yang aktif, mempunyai efek vasodilatasi

Mosby’s 2006, MIMS 2007, Martindale: the complete drugs reference.

konduksi nodus AV dan nodus SA, vasodilatasi perifer, penurunan frekuensi denyut jantung, meningkatkan suplai oksigen dan menurunkan kebutuhan oksigen

240 mg 1x/hr Diltiazem SR : 60120 mg 2x/hr Short-acting: Angina: 30 mg 3x perhari. Injeksi: Arrimia LD 0,25 mg/kg 2 mnt MD 10 mg/jam

sakit kepala, fatigue, depressi, hallusinasi, insomnia, tremor, gejala extrapiramidal Nausea, vomiting, anorexia, konstipasi, diare, mulut kering, haus, abdominal discomfort, kram, dyspepsia, dan gingival hyperplasia., Albuminuria, crystalluria, hyperuricemia, impotensi, nocturia, polyuria, gynecomastia, Hyperglycemia, penambahan berat badan, kram otot, nyeri pada persendian., batuk dan dyspneu

separuh diltiazem E: Eksresi IV 3,4 jam, ER 4 -9 jam, dan IR 3-4,5 jam. Sekitar 2%-4% tidak mengalami perubahan saat dieksresi dalam urine T ½ 3-8 jam

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->