P. 1
ULKUS

ULKUS

|Views: 27|Likes:
Dipublikasikan oleh M Lutfi Fanani

More info:

Published by: M Lutfi Fanani on Jan 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2013

pdf

text

original

Ulkus Dekubitus

dr. Djunaedi Hidayat, dr. Sjaiful Fahmi Daili, dr. Mochtar Hamzah
Bagian I/mu Penyakit Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta

PENDAHULUAN Ulkus dekubitus adalah suatu keadaan kerusakan jaringan setempat yang disebabkan oleh iskemia pada kulit (kutis dan subkutis) akibat tekanan dari luar yang berlebihan.' 2 Umumnya terjadi pada penderita dengan penyakit kronik yang berbaring lama. Ulkus dekubitus sering disebut sebagai ischemic ulcer; pressure ulcer, pressure sore, bed sore.1 2 3Masalah ini menjadi problem yang cukup serius baik di negara maju maupun di negara berkembang, karena mengakibatkan meningkatnya biaya perawatan dan memperlambat program rehabilitasi bagi penderita.2 4 Insidens yang tepat penderita ulkus dekubitus sulit diketahui. Penyelidikan menunjukkan bahwa kira-kira 28% penderita di rumah sakit mungkin terkena. Penderita dengan trauma medula spinalis, insidensnya 25 - 85% dengan angka kematian antara 78%.2 3 ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Pada dasarnya ulkus dekubitus terjadi akibat adanya faktor primer dan sekunder. Faktor primer : Tekanan dari luar yang menimbulkan iskemi setempat. Dalam keadaan normal, tekanan intrakapilar arterial adalah ± 32 mm Hg dan tekanan ini dapat meningkat mencapai maksimal 60 mm Hg yaitu pada keadaan hiperemia.4 Tekanan midkapilar adalah ± 20 mm Hg, Sedangkan tekanan pada daerah vena adalah 13 - 15 mm Hg.3 Efek destruksi jaringan yang berkaitan dengan keadaan iskemia dapat terjadi dengan tekanan kapilar antara 32 - 60 mm Hg yang disebut sebagai tekanan supra kapilar. Bila keadaan suprakapilar ini tercapai, akan terjadi penurunan aliran darah kapilar yang disusul dengan keadaan iskemia setempat. Substansia H yang mirip dengan histamin dilepaskan oleh sel-sel yang iskemik dan akumulasi metabolit seperti kalium,

adenosin difosfat (ADP), hidrogen dan asam laktat, diduga sebagai faktor yang menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Reaksi kompensasi sirkulasi akan tampak sebagai hiperemia dan reaksi tersebut masih efektif bila tekanan dihilangkan sebelum periode kritis terjadi yaitu 1 - 2 jam.4 Kosiak (1959) membuktikan pada anjing bahwa tekanan dari luar sebesar 60 mm Hg selama 1 jam akan menimbulkan perubahan degeneratif secara mikroskopik pada semua lapisan jaringan mulai dari kulit sampai tulang, sedangkan dengan tekanan 35 mm Hg selama 4 jam perubahan degenerātiftersebut tidak terlihat. Daniel dkk (1981) menyatakan bahwa iskemia primer terjadi pada otot dan kerusakan jaringan kulit terjadi kemudian sesuai dengan kenaikan besar dan lamanya tekanan.4 Dulu faktor neurotropik disebutkan sebagai faktor penyebab utama ulkus dekubitus, tetapi temyata hal tersebut tidak terbukti.4 Faktor sekunder Faktor-faktor yang menunjang terjadinya ulkus dekubitus antara lain1 2 3 4 : − gangguan saraf vasomotorik, sensorik, motorik. − kontraktur sendi dan spastisitas. − gangguan sirkulasi perifer. − malnutrisi dan hipoproteinemia. − anemia. − keadaan patologis kulit pada gangguan hormonal. edema. − maserasi. − infeksi. − higiene kulit yang buruk. − inkontinensia alvi dan urin. − kemunduran mental dan penurunan kesadaran. LOKASI ULKUS DEKUBITUS Setiap bagian tubuh dapat terkena, tetapi umumnya terjadi pada daerah tekanan dan penonjolan tulang.3 4 5

Cermin Dunia Kedokteran No. 64, 1990 33

tetapi dapat lebih sering pada daerah yang potensial terjadi ulkus dekubitus.Terlihat eritema dan indurasi. sedangkan sisi lateral lutut terkena karena lama berbaring pada satu sisi. 2) Khusus : a) Mengurangi/menghindari tekanan luaryang berlebihan pada daerah tubuh tertentu dengan cara : perubahan posisi tiap 2 jam di tempat tidur sepanjang 24 jam. kursi roda terlalu sempit. trauma pada waktu pemindahan penderita. otot. 5) Lutut Terjadi bila penderita lama berbaring telungkup.8 minggu. 4) Anemia. keringat ataupun feces. Terjadi akibat tekanan langsung pada keadaan duduk. Stadium 2 : Ulserasi mengenai epidermis. 6) Kematian. Pengobatan Pengobatan ulkus dekubitus dengan pemberian bahan topikal. Keadaan spastik pada anggota gerak bawah dapat menimbulkan tekanan dan gesekan tumit pada tempat tidur atau pada foot rest kursi roda. 8) Jari kaki Dapat terkena pada posisi telungkup. bantal anti dekubitus seperti circolectric bed. Dapat sembuh dalam 3 . dermis dan meluas sampai ke jaringanadiposa. 64. dengan bantuan penderita lain ataupun keluarganya. Bila perlu dapat diberikan bedak. sistemik ataupun dengan tindakan bedah dilakukan sedini mungkin agar reaksi penyembuhan terjadi lebih cepat. Biasanya sembuh dalam 3 . Terjadi karena lama berbaring pada satu sisi. penderita dan keluarganya. Pemeriksaan kulit dapat dilakukan sendiri. melakukan push up secara teratur pada waktu duduk di kursi roda. Tindakan pencegahan dapat dibagi atas2 3 4 6 1) Umum : a) Pendidikan kesehatan tentang ulkus dekubitus bagi staf medis. inflamasi.6 bulan. tulang serta sendi. osteitis. 6) Maleolus Maleolus lateralis dapat terkena karena berbaring terlalu lama pada satu sisi. yang mengakibatkan pindahnya berat badan ke sisi panggul yang lain. skoliosis. artritis septik. dan otot sudah mulai terganggu dengan adanya edema. gel flotation pads. Pencegahan. 1990 . 7) Siku Dapat terkena bila siku sering dipakai sebagai penekan tubuh atau pembantu mengubah posisi. 3) Septikemia. sheepskin dan lain-lain. Stadium ini umumnya reversibel dan dapat sembuh dalam 5 . Maleolus medialis juga dapat terkena karena gesekan kedua maleolus kanan dan kiri akibat keadaan spastik otot aduktor. 9) Scapulae dan Processus spinosus vertebrae Dapat terkena akibat terlalu lama berbaring terlentang dan gesekan yang sering. osifikasi heterotropik. salah posisi path waktu duduk di kursi roda juga dapat terjadi karena penderita merosot di tempat tidur dengan sandaran miring.15 hari. 4) Tumit Frekuensinya mencapai 10% dari lokasi tersering. terlalu lama kontak dengan urin. Penderita dengan sensibilitas baik akan mengeluh nyeri. tidak mengubah posisi berbaring secara teratur. pemakaian berbagai jenis tempat tidur. urin dan feces. PENATALAKSANAAN A. air-matras. matras.10 hari. 2) Trochanter mayor Frekuensinya mencapai 20% dari lokasi yang tersering. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain3 4 : 1) Infeksi. 2 3 4 : 1) Mengurangi tekanan lebih lanjut pada daerah ulkus. b) Pemeriksaan dan perawatan kulit dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore). Juga karena foot rest pada kursi roda yang terlalu tinggi. sering bērsifat multibakterial. Dapat terjadi artritis septik atau osteomielitis dan sering disertāi anemia. Stadium 4 : Ulserasi dan nekrosis meluas mengenai fasia. baik yang aerobik ataupun anerobik.1) Tuberositas ischii Frekuensinya mencapai 30% dari lokasi tersering. Stadium ini dapat sembuh dalam 10 . Pada pengobatan ulkus dekubitus ada beberapa hal yang perlu diperhatkan antara lain. Terjadi pada penderita yang lama berbaring terlentang. Secara umum sama dengan tindakan pencegahan yang sudah 34 Cermin Dunia Kedokteran No. Stadium 3 : Ulserasi meluas sampai ke lapisan lemak subkutis. B. sehingga berat badan tertumpu pada daerah ischium. tilt bed. losio yang mengandung alkohol dan emolien. b) Pemeliharaan keadaan umum dan higiene penderita. posisi foot rest kurang baik. Pencegahan ulkus dekubitus adalah hal yang utama karena pengobatan ulkus dekubitus membutuhkan waktu dan biaya yang besar. infeksi dan hilangnya struktur fibril. KOMPLIKASI Komplikasi sering terjadi pada stadium 3 dan 4 walaupun dapat juga pada ulkus yang superfisial. KLASIFIKASI Klasifikasi berdasarkan gambaran klinis yang penting berkenaan dengan penatalaksanaannya 1 3 4 5 Stadium 1 : Ulserasi terbatas pada epidermis dan dermis dengan eritema pada kulit. sepatu yang terlalu sempit dan sebagainya. 2) Keterlibatan jaringan tulang dan sendi seperti periostitis. 5) Hipoalbuminemia. osteomielitis. Perawatan kulit termasuk pembersihan dengan sabun lunak dan menjaga kulit tetap bersih dari keringat. Tepi ulkus tidak teratur dan terlihat hiper atau hipopigmentasi dengan fibrosis. Kadang-kadang terdapat anemia dan infeksi sistemik. 3) Sacrum Frekuensinya mencapai 15% dari lokasi tersering.

c) Mechanical debridement (dengan tehnik pencucian. 1st ed.20. short wave diathermy.8. Rehabilitation medicine. 1984. 110 . kolagenolitik. 6. 10 6) Tindakan bedah selain untuk pembersihan ulkus juga diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan penutupan ulkus. Zn SO4). 3rd ed. Rusk HA. povidon iodin 1%.3 4 5 PROGNOSIS Terjadinya proses penyembuhan ulkus tergantung faktorfaktor primer dan sekunder serta penatalaksanaan ulkus itu sendiri.1.70. Provost TT. b) Enzymatic debridement (dengan enzim proteolitik. Basmajian JV. sampai saat ini masih terus diselidiki manfaatnya terhadap terapi ulkus dekubitus. Farmer ER Current therapy in Dermatology. 2. larutan plasma dan larutan Burowi serta larutan antiseptik lainnya. hal. 1st ed. Prescription and preparation. Physiotherapy 1985. hal 881 . 4. Cermin Dunia Kedokteran No. Saint Louis. Skin therapeutic. hal. pencucian. William & Wilkins.8. Pengurangan tekanan sangat penting karena ulkus tidak akan sembuh selama masih ada tekanan yang berlebihan dan terus menerus. 8. 3) Mengangkat jaringan nekrotik. CV Mosby Co. Oleh karena itu pengangkatan jaringan nekrotik akan mempercepat proses penyembuhan ulkus. 9. 1. menambah jaringan granulasi dan memperbaiki keadaan vaskular. Medical rehabilitation. Diamud T. 71 : 66 . JB Lippincott Co 1988. 50 . WB Saunders Co 1984. 2) Mempertahankan keadaan bersih pada ulkus dan sekitarnya. 410 -. Current therapy in Physiatry. hal.4. hal. 5. Perlu pemeriksaan kultur dan tes resistensi. Untuk hal tersebut dapat dilakukan kompres. Baltimore -London. pembilasan. Ulkus yang terinfeksi hams dibersihkan beberapa kali sehari dengan larutan antiseptik seperti larutan H202 3%. seng sulfat 0. hal.50.9%.9. WB Saunders Co 1982. pembilasan. 3. Antibiotika sistemik dapat diberikan bila penderita mengalami sepsis. hal. selulitis. Perlu diingat pentingnya tindakan pencegahan karena pada dasarnya ulkus dekubitus sesungguhnya dapat dicegah. Radiasi ultraviolet (terutama UVB) mempunyai efek bakterisidal. Lancet 1969. Lehmann JF. larutan H202 3% dan NaC10. 476 . 7. Rehabilitation medicine. dan fibrinolitik). Kirby RL. 1985. Krusen's Handbook of physical medicine and rehabilitation. 9 c) Radiasi infra merah. Kottke FJ. d) Terapi ultrasonik. 2 : 405 . Mc. Adanya jaringan nekrotik pada ulkus akan menghambat aliran bebas dari bahan yang terinfeksi dan karenanya juga menghambat pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi. 10. Co. terutama ulkus dekubitus stadium III & IV dan karenanya sering dilakukan tandur kulit ataupun myocutaneous flap. Delisa JA et al. selain mempunyai efek bakteriostatik terhadap sejumlah bakteri. dan pengurutan dapat membantu penyembuhan ulkus karena adanya efek peningkatan vaskularisasi.9. 174 . 34 . WB Saunders Co 1984.9%. 1990 35 . Ruskin AF. kompres dan hidroterapi) 4) Menurunkan dan mengatasi infeksi. gunting dan lain-lain).90. Hal ini dapat dicapai dengan pemberian antara lain : a) Bahan-bahan topikal misalnya : salep asam salisilat 2%. 5) Merangsang dan membantu pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi. Keadaan tersebut akan menyebabkan proses penyembuhan luka lebih cepat dan baik. CV Mosby Co 1977. Terdapat 3 metode yang dapat dilakukan antara lain : a) Sharp dēbridement (dengan pisau.dibicarakan di ātas. Fischer BH Topical hyperbaric oxygen treatment of pressure sores and skin ulcers. juga mempunyai efek proliferatif epitel. 64. preparat seng (Zn 0. Stillwell GK. b) Oksigen hiperbarik. et al : Ultrasound and the treatment of pressure sores. 1952. hal 247 .5%. Polano MK. pengeringan dan pemberian bahan-bahan topikal seperti larutan NaC10. Elsevier Publ.2 3 KEPUSTAKAAN Okamoto GA Physical medical and rehabilitation.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->