P. 1
Presentasi+TQM+(Burn)

Presentasi+TQM+(Burn)

|Views: 2|Likes:
Dipublikasikan oleh Hasyim Purwadi

More info:

Published by: Hasyim Purwadi on Jan 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/10/2014

pdf

text

original

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

DISUSUN OLEH: GUSTI AYU MADE MIRA PRAMESWARI (122081047) GUSTI AYU PUTU WIDAYANI Y (122081053) TONNY CRISANTONO (122081121) ANITA MARTHA P ( 122081013 ) ISTI SUMAWATI ( 122081068 )

MANAJEMEN KUALITAS TERPADU
Setiap pelaku bisnis dalam dunia industri akan memberikan perhatian penuh kepada kualitas. Hal ini akan berdampak positif kepada bisnis melalui dua cara, yaitu: 1. Dampak terhadap biaya produksi 2. Dampak terhadap pendapatan Dari hasil studi ini maka lahirlah apa yang disebut sebagai: Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Mangement)

PENGERTIAN DASAR DARI KUALITAS
Definisi kualitas memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi : a. Definisi konvensional, biasanya menggambarkan karakteristik langsung dari suatu produk. b. Definisi strategik, menyatakan bahwa kualitas adalah segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan. Keunggulan produk dapat diukur melalui tingkat kepuasan pelanggan.

PENGERTIAN DASAR DARI KUALITAS Dalam ISO 8402 (Quality Vocabulary). kualitas didefinisikan sebagai: Totalitas dari karakteristik suatu produk yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang diterapkan. Kualitas seringkali diartikan sebagai: Kepuasan pelanggan (customer satisfaction) atau konformansi terhadap kebutuhan atau persyaratan (conformance to the requirement) Terdapat tiga kategori produk yang dapat di identifikasikan:  Barang (goods)  Perangkat lunak (software)  Jasa (services) .

.DEFINISI MANAJEMEN KUALITAS Manajemen kualitas (Quality Management) atau Manajemen Kualitas Terpadu (Total Quality Management) didefinisikan sebagai : Suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus pada setiap level operasi atau proses. dalam setiap era fungsional dari suatu organisasi. dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.

 Dimensi harga.  Dimensi kualitas (mutu) layanan ( service quality )  Dimensi emosional  Dimensi kemudahan .Faktor pendukung kepuasan pelanggan  Dimensi produk.

Dimensi Mutu Produk Performance Reliability Feature Durability Consistency Design .

Dimensi Mutu Reliability Responsiveness Assurance Emphaty .

Dimensi Emosional  Estetika  Self Expressive Value  Brand Personality .

Jenis pelanggan  Pelanggan Internal ( Internal Customers)  Pelanggan antara ( Intermediate custumer )  Pelanggan eksternal ( eksternal customer ) .

di mana mereka akan menceriterakan mutu produk yang akan dibeli oleh pelanggan itu. Pengalaman masa lalu ( terdahulu ) ketika mengkonsumsi produk dari perusahaan maupun pesaing pesaingnya.Faktor faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi pelanggan Kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan hal hal yang dirasakan pelanggan.  Komunikasi melalui iklan dan pemasaran . Pengalaman dari teman teman.

Proses Mengetahui Ekspektasi Pelanggan  Karakteristik Produk yang diinginkan pelanggan  Tingkat performansi yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi pelanggan  Kepentingan relatif ( urutan prioritas ) dari setiap karakteristik  Kepuasan pelanggan berdasarkan performansi sekarang. .

Benchmark Balanced Scorecard Six Sigma ISO . 3. 4. 2.1.

atau kualitas yang lain secara luas dianggap sebagai tolak ukur standar industri atau praktik terbaik. produktivitas.Benchmark  Definisi: proses membandingkan kinerja proses bisnis dan metrik termasuk biaya. . siklus waktu.

• Identifikasi industri lain yang memiliki proses yang • • • • serupa.Metodologi • Mengidentifikasi area permasalahan. Melaksanakan praktek bisnis yang baru dan lebih baik. Survei perusahaan untuk mengukur dan praktek. . Kunjungi "praktek terbaik" untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terdepan. Identifikasi organisasi yang menjadi pemimpin di wilayah.

 Biaya Benchmark Database.Biaya  Biaya Kunjungan.  Biaya Waktu. .

• Benchmarking from an investor perspective. • Operational benchmarking. . • Financial benchmarking. • Performance benchmarking. • Best-in-class benchmarking. • Product benchmarking. • Functional benchmarking. • Strategic benchmarking.Jenis-Jenis Benchmark • Process benchmarking.

Balanced Score Card • Definisi: sebuah alat manajemen kinerja strategis – berupa laporan semi-standar yang terstruktur dan didukung oleh metode desain yang teruji beserta alat-alat otomatisasi yang dapat digunakan oleh para manajer untuk memantau pelaksanaan kegiatan oleh staf di dalam kendali mereka dan memonitor konsekuensi yang timbul dari tindakan ini. .

 Mengkomunikasikan visi dan menghubungkannya dengan kinerja perorangan. indeks pengaturan.Proses desain Balanced Scorecard  Menerjemahkan visi ke dalam tujuan operasional.  Perencanaan bisnis. . dan menyesuaikan strategi yang sesuai.  Umpan balik dan pembelajaran.

Perspektif Metode Desain  Finansial/ Keuangan  Pelanggan  Bisnis internal  Inovasi dan pembelajaran .

dan menciptakan infrastruktur khusus.SIX SIGMA • Six Sigma adalah strategi manajemen bisnis awalnya dikembangkan oleh Motorola. Pada 2009 diaplikasikan secara luas di berbagai sektor industri. • Six Sigma bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses output dengan mengidentifikasi dan menghapus penyebab cacat (kesalahan) dan meminimalkan variabilitas di bidang manufaktur dan proses bisnis. . termasuk metode-metode statistik. Diwujudkan dengan menggunakan seperangkat metode manajemen mutu.

• Manufaktur dan proses bisnis memiliki karakteristik yang dapat diukur. .Doktrin • Upaya berkelanjutan untuk mencapai hasil proses yang stabil. terutama dari manajemen tingkat atas. dianalisis. • Mencapai peningkatan kualitas yang berkelanjutan memerlukan komitmen dari seluruh organisasi. diperbaiki dan dikendalikan.

• Didirikan pada 23 Februari 1947. yang merupakan lembaga nirlaba internasional. pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. ISO menetapkan standarstandar industrial dan komersial dunia. Standar yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi. Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).ISO • Adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC). ukuran kartu telepon. kartu ATM Bank. ISO. . ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya.

act) Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan Mengurangi risiko usaha Meningkatkan daya saing Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal. do. check.Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk: • • • • • • • • • Meningkatkan citra perusahaan Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan Meningkatkan efisiensi kegiatan Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan. pelaksanaan. pengukuran dan tindakan perbaikan (plan. .

Pertanyaan-pertanyaan dalam survai atau wawancara harus spesifik 6. Penghargaan atas sistem intensif .Pengukuran Performansi Kualitas Aspek-Aspek Yang Perlu Diukur Dalam Program Pengukuran Kualitas  Aspek Internal  Aspek Eksternal Prinsip Dasar Riset Kepuasan Pelanggan : 1. Riset harus berfokus pada harapan pelanggan 2. Riset harus berfokus pada kualitas dari produk 3. Instrumen riset harus dirancang 7. Seluruh karyawan harus dilibatkan 4. Data kualitatif dan kuantitatif harus dikumpulkan 5.

Atribut-atribut Yg Dipertimbangkan Dalam Pengukuran Kualitas :  Kualitas produk  Dukungan purna jual  Interaksi antara karyawan (pekerja) dan pelanggan Pengukuran Performansi Kualitas dalam 4 Dimensi :  Pelanggan  Pemegang Saham  Pekerja  Masyarakat .

Tujuh sumber pemborosan (waste) :  Pemborosan dari kelebihan produksi  Pemborosan dari waktu menunggu  Pemborosan dari transportasi dalam pabrik  Pemborosan dari inventori  Pemborosan dari pergerakan (motion)  Pemborosan dari pembuatan produk cacat  Pemborosan dari proses itu sendiri Kategori Biaya Kualitas :  Biaya Kegagalan Internal  Biaya Kegagalan Eksternal  Biaya Penilaian  Biaya Pencegahan .

Konsep Aplikasi Total Quality Marketing  Komitmen eksekutif (executive Commitment)  Mendengarkan pelanggan (listening to Customer)  Pendekatan Tim Kerja sama (Use of Teams)  Berfokus pada Proses (Focus on Process)  Organisasi Terbuka (Open Organization) .

Aplikasi konsep-konsep TQM dalam bisnis IBM  berdasarkan pada tiga nilai utama. memilih pasar. melakukan analisa kompetitif. Fungsi-fungsi pemasaran dalam IBM bertanggung jawab untuk mengumpulkan data pasar. mengidentifikasikan dan menilai kapabilitas dan mengembangkan strategi-strategi untuk menawarkan produk (barang dan atau jasa . yaitu :  respect for the individual  customer service  excellence in all that is done  Proses TQM dari IBM disebut sebagai market driven quality (MDQ).

tim kerja sama untuk bertindak sebagai kekuatan pendorong dari proses implementasi. Pelatihan dan pengembangan .Konsep dan Aplikasi Total Quality Human Resource Management (TQHRM) pemberdayaan karyawan (employee empowerment) Employee Involvement (EI) .

Konsep dan Aplikasi Total Quality Accounting Program reduksi biaya terus-menerus (continuous cost reduction program) Biaya kualitas:  Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost)  Biaya Kegagalan Eksternal (Eksternal Failure Cost)  Biaya penilaian (Apraisal Cost)  Biaya pencegahan (prevention Cost) .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->