Anda di halaman 1dari 18

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENYUSUN RPP DAN RANCANGAN PELAJARAN UNTUK SMP/SMA

A. Pengantar Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang ditetapkan dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling luas mencakup satu KD yang terdiri atas sejumlah indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih (Petunjuk Teknik Pengembangan RPP, Ditjen Pembinaan SMA, 2010). RPP dikembangkan dari silabus, dan silabus dikembangkan dari standar isi (SI) yang terdapat di dalam Permendiknas Nomor 22/2006. Tidak ada format baku yang disepakati untuk digunakan di sekolah secara nasional. Masingmasing sekolah dapat menggunakan format yang berbeda. Hal itu dimungkinkan karena dengan otonomi yang dimilikinya, yang tercermin dari diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), masing-masing sekolah dapat mengembangakan RPP dengan format yang dianggapnya cocok. Format RPP di atas merupakan salah satu contoh. Komponen RPP adalah (1) identitas, (2) standar kompetensi, (3) kompetensi dasar, (4) indikator, (5) materi ajar, (6) metode pembelajaran, (7) prosedur pembelajaran, (8) media pembelajaran, (9) sumber belajar, dan (10) penilaian.

B. Identitas Identitas RPP meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, keterampilan berbahasa, genre, topik, pertemun ke-, dan alokasi waktu. Pencantuman unsur keterampilan berbahasa, genre, dan topik adalah pilihan (optional) boleh dicantumkan dan boleh tidak dicantumkan. C. Standar Kompetensi Standar kompetensi (SK) merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. SK diambil dari SI yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Jenis genre (report, narrative dan analytical exposition) dapat ditulis semua seperti dalam contoh RPP di atas karena pada bagian identitas sudah disebutkan jenis genre-nya, yaitu analytical exposition. Bila pada bagian identitas tidak disebutkan jenis genre-nya, pada bagian SK cukup ditulis salah satu jenis genre, yaitu analytical exposition agar pembaca tahu bahwa jenis genre yang dikembangkan adalah analytical exposition.

D. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar (KD) adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. Sebagaimana SK, KD juga diambil dari SI yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Jenis genre (report, narrative dan analytical exposition) dapat ditulis semua seperti dalam contoh RPP di atas karena pada bagian identitas sudah disebutkan jenis genre-nya, yaitu analytical exposition. Bila pada bagian identitas tidak disebutkan jenis genre-nya, pada bagian SK cukup ditulis salah satu jenis genre, yaitu analytical exposition agar pembaca tahu bahwa jenis genre yang dikembangkan adalah analytical exposition.

E. Indikator Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan pengembangan materi ajar dan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut: 1. Rumusan indikator harus relevan dengan KD-nya; 2. Indikator harus dirumuskan dalam jumlah yang cukup untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi minimal dalam KD; 3. Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur; 4. Setiap satu rumusan indikator hanya memuat satu perilaku; 5. Rumusan indikator dibedakan dengan rumusan dalam penilaian. Kesalahan umum yang sering dibuat oleh guru dalam merumuskan indikator (dari suatu kompetensi dasar) adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Rumusan indikator tidak relevan dengan rumusan kompetensi dasarnya; Indikator dirumuskan secara tidak memadai dalam jumlah; Rumusan indikator tidak terkait dengan kegiatan pembelajaran bahasa; Terdapat lebih dari satu perilaku dalam satu rumusan indikator; Indikator dirumuskan dengan menggunakan kata kerja yang tidak terukur; Guru tidak dapat membedakan antara rumusan indikator dan bahasa evaluasi.

Berikut ini diberikan beberapa contoh indikator yang kurang tepat, yang dirumuskan oleh guru. 1. Memahami makna teks bacaan naratif (kata kerja yang tidak operasional dan tidak terukur); 2. Mengisi titik-titik dengan kata atau frasa yang tepat (bahasa evaluasi); 3. Menyebutkan dan menjelaskan makna ungkapan (mengandung dua perilaku); 4. Menyebutkan langkah-langkah membuat nasi goreng (di luar kegiatan bahasa);

5. Menjelaskan fungsi sosial teks deskriptif (kognitif teoretik). Di bawah ini diberikan contoh rumusan indikator yang benar untuk empat keterampilan berbahasa, khususnya untuk teks monolog yang panjang (longer monologue texts). Untuk jenis teks lain, seperti teks interpersonal, teks transaksional, dan teks fngsional pendek, rumuan indikatornya (bisa) berbeda. 1. Listening 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menunjukkan gagasan utama (main idea) suatu teks; Menentukan tujuan teks; Menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat; Menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks; Menunjukkan respons yang tepat sesuai dengan tuntutan dalam teks; Memanfaatkan peranti kohesi (cohesive devices) untuk menjelaskan hubungan antar elemen dalam teks.

2. Reading 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menunjukkan gagasan utama (main idea) suatu teks; Menentukan tujuan teks atau penulis; Menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat; Menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks; Menjelaskan rujukan (reference) yang ada dalam teks; Memanfaatkan peranti kohesi (cohesive devices) untuk menjelaskan hubungan antar elemen dalam teks.

3. Speaking 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. State the main idea of the speech; Provide supporting details of the topic/idea; Use appropriate words, phrases, or utterences to express the idea; Use certain language system (grammar) to make well-formed utterances; Make use of appropriate cohesive devices to cretae a well-organized speech; Use appropriate gestures to accomplish the purpose of the speech; Perform acceptable pronunciation to express understandable utterences.

4. Writing 1. 2. 3. 4. 5. 6. Express the main idea of the text; Provide supporting details of the topic/idea; Use appropriate words and phrases to express the idea; Use certain language system (grammar) to make well-formed sentences; Make use of appropriate cohesive devices to create a well-organized text; Use appropriate mechanics to accomplish the purpose of the speech.

Indikator-indikator di atas tidak disusun secara acak (randomly arranged) melainkan disusun secara logis dengan mengikuti hukum alam (sunnatullah) yang didasarkan pada psikologi gestalt. Oleh karena itu, tidak logis (dan tidak direkomendasikan) apa bila ada guru menempatkan indikator nomor 3.g (pronunciation pada speaking) pada urutan pertama, menggantikan butir 3.a. (main idea). Indikator dapat dirumuskan dengan mempertimbangkan minimal dua sumber praktis, yaitu keterampilan mikro/makro berbahasa (Brown, H. Douglas. 2004. Language Assessment:Principles and Classroom Prctice. New York: Longman, halaman 121-122, 142143, 187-188, dan 221) dan standar kompetensi lulusan (SKL) yang dikeluarkan oleh pemerintah menjelang ujian nasional (UN), di samping mematuhi hakikat berbahasa yang terdapat dalam teori berbahasa mutakhir (dengan pendekatan komunikatif).

F. Materi Ajar Secara umum materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Khusus dalam pembelajaran bahasa Inggris, materi ajar untuk keterampilan reseptif (listening dan reading) berbentuk teks yang diikuti dengan sejumlah exercises yang relevan dengan rumusan indikator. Untuk materi ajar bahasa yang bersifat produktif (speaking dan writing), materi ajar berupa the expected texs yang dibuat oleh guru atau yang diambil dari sumber tertentu, yang diikuti dengan langkah-langkah yang dilakukan untuk menghasilkan teks tersebut. Di samping itu, materi ajar juga memuat penjelasan teoretis secara singkat yang terkait dengan isi indikator kompetensi. Untuk reading comprehension, misalnya, materi juga memuat penjelasan tentang bagaimana cara menemukan main idea dalam suatu teks atau paragraf, menunjukkan reference dalam suatu teks, dan menjelaskan makna ungkapan dalam teks. Materi ajar tersebut hendaknya diambil dari berbagai sumber pembelajaran yang variatif dan up to date. Materi ajar dapat ditempatkan langsung pada bagian Materi Ajar (bila volumenya tidak terlalu besar), tapi dapat pula ditempatkan pada lampiran tersendiri (bila volumenya terlalu besar) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari RPP. Pada bagian Materi Ajar disebutkan bahwa materi terlampir. Kesalahan umum yang dibuat oleh para guru adalah sebagai berikut, khususnya untuk RPP reading. Pada bagian Materi Ajar guru menuliskan: (1) lihat LKS, atau (2) teks (recount), tanpa menunjukkan teks-nya, atau (3) teks (recount), dengan menunjukkan teks-nya tetapi tidak menyertakan exercisenya, atau (4) teks (recount), dengan menunjukkan teks-nya yang diikuti dengan sejumlah exercise tetapi tidak ada penjelasan tentang bagaimana exercise tersebut diselesaikan (penjelasan teoretis).

G. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar melalui seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Lepas dari berbagai istilah yang berbeda-beda yang ada dalam literatur, seperti approach, method, technique, strategy, model, dan lain sebagainya, disarankan agar pada bagian Metode Pembelajaran guru menuliskan nama metode yang jumlahnya hanya satu, yang tidak bersifat terlalu umum (pendekatan komunikatif, misalnya) dan terlalu spesifik (tanya jawab, misalnya). Pemilihan metode pembelajaran hendaknya yang mengandung langkah-langkah tertentu, yang akan direalisasikn dalam bagaian Prosedur Pembelajaran. Contoh nama metode yang dimaksud antara lain adalah inquiry-based teaching, role play, jig-saw, focus group discussion, problem-based learning, dan project-based learning. Kesalahan umum yang dibuat oleh guru pada bagian ini adalah menuliskan (1) nama metode yang terlalu umum, yang tidak memiliki langkah-langkah yang konkret seperti communicative approach, contextual teaching and learning, dan cooperative learning; atau (2) nama metode yang terlalu spesifik, yang juga tidak mengimplikasikan adanya langkah-langkah pembelajaran seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, drilling, dan diskusi kelompok; atau (3) nama metode yang sebenarnya merupakan tahapan pembelajaran seperti three phase technique.

H. Prosedur Pembelajaran Pada bagian ini guru menuliskan prosedur pembelajaran yang pada umumnya terdiri atas tiga fase utama, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Fase pendahuluan dan penutup terdiri atas sejumlah langkah yang jenis dan jumlahnya relatif sama untuk hampir semua jenjang pendidikan dan mata pelajaran (lihat contoh RPP pada bagian 1 di atas). Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Yang membedakan antara jenjang pendidikan satu dengan yang lain dan mata pelajaran satu dengan yang lain adalah pada kegiatan inti. Di dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dinyatakan bahwa Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Namun demikian, kegiatan inti harus mengakomodasi prinsip pembelajaran yang memberdayakan peserta didik. Dikatakan bahwa Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Langkah-langkah dalam kegiatan inti hendaknya mencerminkan metode pembelajaran yang telah ditulis pada bagian metode pembelajaran. Sebagai ilustrasi, apabila metode yang dipilih adalah role play, langkah-langkah dalam kegiatan inti harus merupakan langkah-langkah dalam role play. Yang diperlukan oleh guru (juga oleh kita sebagai fasilitator) adalah memperkaya diri dengan pengetahuan tentang metode-metode pembelajaran tersebut. Kesalahan umum yang terjadi saat ini adalah bahwa kegiatan inti terdiri atas tiga tahap pembelajaran yang disebut eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi tanpa memandang keterampilan berbahasa dan kompetensi yang hendak dikembangkan. Konon sumber kesalahan tersebut adalah instruksi para pengawas yang didasarkan pada Permendiknas No 41 Tahun 2007, yang sebenarnya tidak mewajibkan hal itu. Dalam kaitannya dengan tahap-tahap pembelajaran dalam kegiatan inti (seperti eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), kita memiliki pengalaman, seperti pre-reading, while-reading, dan post-reading, pattern, practice, production, exposure, generalization, reinforcement, application. Bahkan saat ini kita juga memiliki genre-based approach yang terdiri atas tahapan building knowledge of the field, modelling of the text, joint construction of the text, independent construction of the text.

I. Media Pembelajaran Media pembelajaran dipilih dan digunakan untuk memperlancar jalannya pembelajaran. Contoh media pembelajaran adalah LCD projector, layar, netbook, gambar, foto, dan lain sebagainya. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan.

J. Sumber Belajar Sumber belajar berupa referensi atau sumber lain yang menjadi rujukan pengembangan RPP. Disarankan bahwa sumber belajar bersifat variatif dalam jenis (materi cetak, materi rekaman, materi audio-visual, realia, dll.) dan up to date. Pemilihan sumber belajar disesuaiakan dengan kebutuhan.

K. Penilaian Dalam konteks ini, ada dua macam penilaian, yaitu penilaian formatif (assessment for learning) dan penilaian sumatif (assessment of learning). Penilaian formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Fungsinya adalah untuk (1) memonitor kemajuan belajar siswa, (2) memberikan feedback berdasarkan hasil monitoring tersebut, dan (3) mengoreksi kesalahan siswa, bila ada. Kegiatan-kegiatan pada butir (1) (3) tersebut dipandu oleh indikator kompetensi pembelajaran. Teknik yang digunakan dapat

berupa pengamatan, wawancara, unjuk kerja, portofolio, dan lain sebagainya. Penilaian formatif TIDAK HARUS menghasilkan angka/nilai. Bila guru menghendaki adanya angka/nilai, guru dapat melakukannya dengan menggunakan format anecdotal records. Pada pertemuanpertemuan awal pembelajaran, sebaiknya guru menggunakan jenis penilaian formatif ini. Penilaian sumatif adalah jenis penilaian yang dilaksanakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi pembelajaran oleh peserta didik, sebagaimana ditunjukkan dalam bagiaan indikator; dan oleh karena itu, target penilaian ini adalah diperolehnya indeks prestasi siswa yang berupa nilai. Teknik penilaian yang lazim digunakan adalah tes, yang diberikan paling tidak pada setiap akhir pembelajaran suatu KD. Di dalam bagian Penilaian, guru hendaknya menuliskan butir-butir yang terkait dengan pelaksanaan penilaian, yang mencakupi minimal (1) jenis penilaian, (2) teknik penilaian, (3) alat penilaian bila sumatif, (4) kunci jawaban bila sumatif, dan (5) rubrik penilaian bila sumatif.

REFERENSI

Brown, H. Douglas. 2004. Language Assessment:Principles and Classroom Prctice. New York: Longman. Petunjuk Teknik Pengembangan RPP. 2010. Jakarta: Ditjen Pembinaan SMA, Ditjen Mandikdasmen, Kementrian Pendidikan nasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

Surakarta, 11 Agustus 2011

CONTOH RPP (READING COMPREHENSION)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SMA Negeri 1 Surakarta : Bahasa Inggris : XI/1

Keterampilan Bhs : Membaca (Reading) Genre Tema/Topik Pertemuan keAlokasi Waktu : Analytical Exposition : Traffic Jam in Big Cities :5 : 2 x 45 menit (1 pertemuan)

I. Standar Kompetensi
Memahami makna teks fungsional pendek dan esei berbentuk report, narrative dan analytical exposition dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan

II. Kompetensi Dasar Merespon makna dan langkah retorika dalam esei yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan untuk mengakses ilmu pengetahuan dalam teks berbentuk: report, narrative, dan analytical exposition

III. Indikator Setelah menyelesaikan pelajaran membaca jenis teks analytical exposition ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. menunjukkan gagasan utama (main idea) teks eksposisi; 2. menjelaskan tujuan teks eksposisi;

3. menyebutkan informasi rinci dalam teks, baik yang tersirat maupun tersurat; 4. menjelaskan makna kata atau ungkapan tertentu dalam teks eksposisi; 5. menjelaskan rujukan (reference) yang ada dalam teks eksposisi.

IV. Materi Ajar Terlampir (lampiran 1)

V. Metode Pembelajaran Inquiry-Based Teaching (IBT)

VI. Prosedur Pembelajaran A.Pendahuluan 1. Memberi salam 2. Berdoa 3. Mengecek kehadiran siswa 4. Mereview palajaran sebelumnya 5. Mengetengahkan topik pelajaran 6. Menjelaskan tujuan pelajaran 7. Menjelaskan manfaat pelajaran

B.Kegiatan Inti Tahap Eksplorasi Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 1. Menunjukkan gambar 1. Menjawab pertanyaan guru (atau video) tentang kesesuai dengan persepsi dan macetan lalu lintas di kota pengalaman masing-masing. besar dan menga- jukan beberapa pertanya- an,

seperti What picture is it? What do you see in the picture? What is in your mind when you see the picture? 2. Menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan membaca sebuah teks dengan judul traffic jam in big cities, kemu- dian meminta siswa menebak informasi yang akan dijumpai dalam teks. 3. Mendistribusikan teks dan meminta siswa mengecek apakah prediksi mereka tersebut benar. 2. Menuliskan beberapa informasi yang diharapkan muncul dalam topik traffic jam in big cities.

Elaborasi

3. membaca teks secara cepat dan mengecek kebenaran dugaan mereka tentang isi teks. 1. Meminta kelas mem1. Kelas membentuk kelombentuk beberapa kelom pok pok-kelompok kecil yang kecil (3 sampai 5 orang), beranggotakan 3 sampai 5 lalu mendistri- busikan orang. lembaran tugas yang terkait dengan pemahaman isi bacaan. 2. Meminta masing-masing kelompok mendiskusikan tugas-tugas yang telah diterimanya.

2. Masing-masing kelompok mendiskusikan tugas (tasks),

yang meliputi sejumlah pertanyaan yang terkait dengan indikator kompetensi membaca C.Penutup (tasks 1 4). 1. Meringkas 3. Meminta masing-mapelajaran sing kelompok melapor- 3. Setelah diskusi kelompok selesai, masing2 kelompok kan hasil diskusinya. 2. Melakukan mempresentasikan hasilnya. refleksi 4. Meminta kelompok lain 4. Kelompok lain memberi memberi tanggapan tanggapan terhadap presentasi 3. Menyiapkan (pertanyaan, sanggahan, pelajaran yang saran, dll) atas presentasi suatu kelompok. akan datang tersebut (butir 3). 5. Meminta kelompok penyaji memberi tanggapan balik dari kelompok lain. 4. Memberi salam penutup

Konfirmasi

5. Kelompok penyaji mem- beri tanggapan balik kepada para VII. Media penanggap. Pembelajran 1. Memberikan penilaian 1. Menyimak penilaian guru terhadap hasil diskusi atas kinerja mereka, dan 1. LCD kelompok dan diskusi memberikan tanggapan seperprojector, kelas. lunya. screen, dan 2. Memberi penjelasan 2. Memperhatikan penjelasan laptop 2. Gambar lebih lanjut kepada para guru, dan memberikan tangkemacetan lalu siswa berkenaan dengan gapan bila dianggap perlu. lintas di kota jawaban siswa, seperti besar bagaimana menemukan 3. Video main idea suatu teks, singkat tentang menentukan referensi, dan kemacetan lalu menjelaskan makna lintas di kota ungkapan dalam teks. besar

VIII. Sumber Belajar 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. 2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi.

3. Sudarwati, Th., M. dan Grace, Eudia. 2005. Look Ahead: An English Course. Jakarta: Penerbit Erlangga.

IX. Penilaian 1. 2. 3. 4. Jenis Penilaian : sumatif Teknik Penilaian : tertulis, objektif, pilihan ganda Alat penilaian : terlampir (lampiran 2) Kunci jawawan : terlampir (lampiran 2) 1. Rubrik Penilaian : setiap butir soal memiliki bobot 1; dengan demikian, nilai siswa sama dengan jumlah jawaban benar (skala 0 10).

Surakarta, 11 Agustus 2011 Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

_______________________ NIP.

____________________ NIP.

LAMPIRAN 1: Materi Pembelajaran Task 1 Read the text below, then answer the questions that follow.

(1) In most big cities in the world, traffic has become a serious problem. (2) Traffic jam takes place, especially in rush hours. (3) There are simply too many cars. (4) This brings about some unexpected effects. (5) Traffic in Hongkong can be so bad that a vehicle moves along at only 10 KPH, slower than bicycle speed. (6) In Manila, traffic often stops completely. (7) This generates so much exhaust that Manila is now one of the worlds most polluted cities. (8) In Bangkok, children get up at 4 or 5 AM to make it to school by 9:00. (9) They have breakfast in the car or bus. (10) The number of cars in the world doubled between 1970 and 1990. (11) Currently, there are around 600 million vehicles on roads designed for half that many. (12) The number of cars is expected to double again over the next 20 40 years. (13) More roads are being built, but there is no way there can ever be enough roads to handle all these cars. (14) The wasted fuel from the vehicles causes pollution. (15) The pollution destroys the environment in a number of ways. (16) It also affects personal health. (17) More and more people in large cities suffer from asthma and other breathing disorders than ever before. (18) It is not only humans who suffer. (19) A recent study in Britain repots that birds are losing their hearing because of the traffic noise; as a result, they are unable to sing properly. (20) No one argues that traffic has become a big problem. (21) We need to find a solution to the worlds traffic jams; otherwise, we will still suffer from diseases.

1. 2. 3. 4. 5.

What is the text about? What is the purpose of the text? Why do traffic jams take place in big cities? What is the effect of traffic jams in big cities? What is the best way to solve traffic jams in big cities?

Task 2 What do the following pronouns refer to in the text? 1. this (sentence 4) 2. it (sentence 16) 3. they (sentence 19) : _________________________________________________ : _________________________________________________ : _________________________________________________

Task 3 Match the words in column A (taken from the text) and their meanings in column B. Each word in column B is used only once. A 1. rush (sentence 2) 2. bring about (sentence 4) 3. currently (sentence 11) 4. study (senteence 19) 5. argue (sentence 20) a. cause b. recently c. investigation d. hard e. deny f. busy g. properly B

Task 4 Read the text once again more intensively, then examine how the text is developed and organized. 1. 2. 3. 4. 5. How many paragraphs are there in the text? What is the main idea of paragraphs 2, 3, and 4? What is the function of the first paragraph? What is the function of the last paragraph? Can you draw a diagram showing the relationship among the paragraphs in the text?

*) Catatan bagi instruktur: 1. Mohon disampaikan kepada para peserta PLPG bahwa materi ajar (yang terdapat dalam lampiran RPP) seharusnya juga berisi penjelasan singkat tentang teori membaca yang meliputi antara lain cara menemukan main idea dalam suatu teks atau paragraf, cara menentukan reference, dan cara menjelaskan makna ungkapan dalam teks. 2. RPP dalam contoh ini belum memuat penjelasan-penjelasan teoretis sebagaimana dimaksud.

LAMPIRAN 2: Alat Penilaian Directions: Read the following texts, then answer the questions about them by choosing A, B, C, or D that best answers each question or completes each sentence. Text 1 (Questions 1 6) I think the Canterbury Council should construct more activity centers in most local areas. There are some reasons for this.t Firstly, during the school holidays, many children who dont have much on their minds can attend their local activity centers. It will keep them busy and they can also learn to do lots of different things. Another reason is children can encourage others to attend the local activity centers. Children will not get bored because they can have lots of fun. Finally, it might stop children from vandalizing properties that dont belong to them because they can go to the activity centers, have fun, and enjoy themselves. These are the main reasons why I think we should have more activity centers. It will be educational and a very good experience for lots of children.

1. What is the text about? A. The importance of constructing more activity centers B. C. The need for making children busy and have fun A way of preventing children from getting bored

D. The reasons for having educational experience 2. It can be inferred from the text that . A. Canterbury Council has constructed many activity centers B. C. There are only few activity centers in most local areas Activity centers tend to make children hang around

D. The construction of more activity centers is useless

3. How does the writer feel if more activity centers are constructed in most local areas? A. excited B. C. interested disappointed

D. encouraged 4. The word this (sentence 2 paragraph 1) refers to . A. Canterbury Councils proposal to construct activity center B. C. Keeping children busy and have fun in the holidays The construction of more local activity centers

D. Learning how to do certain things 5. The word encourage (sentence 3 paragraph 2) can be best replaced by the word A. explain B. motivate C. describe D. prevent

Text 2 (question 6 10) Solar energy has many uses. In many parts of the world, people are building solar houses with large numbers of windows to collect the heat of the sun. Solar collectors can make hot water from sun light. The rays of the sun heat water in a solar collector, and the hot water goes into storage tank. People can use the hot water for washing or for heating their houses. In the future, people may use the rays of the sun to make electricity for their homes. They will use photovoltaic cells to make electricity from sun light. The sun is an important new source of energy. It is less expensive than oil or nuclear energy. Furthermore, it does not cause pollution and it is not as dangerous as nuclear power. Many people think that solar energy will be the answer to our future energy problems.

6. What is the best title for the text? A. Energy Problems B. Solar Houses C. Sources of Power D. Solar Energy 7. The purpose of the text is A. to describe what solar energy is B. to inform the writers view about the use of solar energy C. to explain the procedure for developing solar energy D. to persuade readers to make use of solar energy

8. What is called the new source of energy? 1. 2. 3. 4. the light the sun the oil the nucleus

9. What can a solar collector do? 1. 2. 3. 4. answering our future energy problems making electricity from sunlight using hot water for washing making hot water from sunlight

10.What problems may solar energy solve? 1. 2. 3. 4. Water storages Future energy problems Storage problems Oil or nuclear energy

Sumber data: Materi PLPG Bahasa Inggris di UMS tahun 2012