Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

KEANEKARAGAMAN ORGANISME

Disusun Oleh : NRANGWESTHI WIDYANINGRUM 12308144019

PROGRAM STUDI BIOLOGI SWADANA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

A.

Judul

: Keanekaragaman Organisme

B.

Tujuan

1. Dapat menginventarisasi karakter-karakter yang dapat diamati pada individuindividu anggota suatu populasi makhluk hidup. 2. Mampu melakukan pengamatan atau pengukuran atasparameter-parameter tersebut yang terinventarisasi. 3. Dapat membandingkan ciri atau karakter suatu individu dengan individu

lainnya dalam subpopulasi (subspesies) yang sama. 4. Dapat membandingkan ciri atau karakter suatu individu dengan individu

lainnya (antar subspesies) (spesies yang sama). 5. Dapat membandingkan ciri atau karakter lainnya antar spesies. suatu individu dengan individu

C.

Latar Belakang Kita ketahui bahwa Indonesia dikenal sebagasi salah satu negara yang memiliki keanekaragaman organisme tertinggi di dunia. Di dunia ini tidak ada individu yang benar-benar sama. Setiap individu memiliki ciri-ciri khusus yang berbeda sehingga menunjukkan adanya keanekaragaman makhluk hidup di bumi ini. Di lingkungan sekitar kita, kita dapat menemui berbagai jenis makhluk hidup. Berbagai jenis hewan misalnya ayam, kucing, serangga, dan sebagainya, dan berbagai jenis tumbuhan misalnya mangga, rerumputan, jambu, pisang, dan masih banyak lagi jenis tumbuhan di sekitar kita. Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri tersendiri sehingga terbentuklah keanekaragaman makhluk hidup yang disebut dengan keanekaragaman organisme. Di berbagai lingkungan, kita dapat menjumpai keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda-beda. Keanekaragaman itu meliputi berbagai variasi bentuk, warna, dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup. Sedangkan di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman. Setiap lingkungan memiliki keanekaragaman hayati masing-masing.

D.

Dasar Teori Keanekaragaman organisme merupakan suatu konsep yang menunjuk kepada variasi sifat dan ciri gen, spesies, serta ekosistem. Keanekaragaman merupakan dasar ciri-ciri dari benda hidup (Paidi, 2012). Setiap organisme mempunyai ratusan bahkan ribuan gen dalam kombinasi yang unik dan khas. Kumpulan individu-individu yang berkerabat dekat menjadi suatu kelompok spesies, kemudian berbagai spesies membentuk suatu komunitas dan seterusnya. Interaksi antara komunitas dengan faktor-faktor lingkungan fisik membentuk sistem ekologi. (Hartono dan sumardi. 2004) Upaya untuk menyederhanakn keanekaragaman organisme dari yang besar menjadi kekelompok yang kecil disebut klasifikasi. Klasifikasi bertitik tolak pada keseragaman organisme di dalam keanekaragaman organisme yang

dihadapi. Beberapa individu yang seragam dikelompokkan dalam satu golongan. Dengan demikian mudah dipahami bahwa sedikit banyak kesaragaman yang dimiliki oleh anggota yang digolongakan dapat digunakan untuk menentukan kedudukan takson pada berbagai tingkat golongan. Tingkat golongan yang umum dikenal adalah : spesies, genus, famili, ordo, kelas, divisio / filum, kingdom. (Hartono dan sumardi. 2004) Kajian evolusi sangat penting untuk mengklasifikasikan organisme kedalam kelompok-kelompok. Karena itu semua menunjukkan bagaimana organisme berhubungan satu sama lain secara kronologis dan morfologis. Klasifikasi organisme dikenal sebagai taksonomi. Ahli ahli taksonomi memeanfaatkan hubungan evolusioner dalam membuat pengelompokkanpengelompokkan mereka. Seluruh organisme tergolong kedalam satu dari 5 kingdom utama. Kingdom adalah kategori taksonomik tertinggi. Kelima kingdom tersebut adalah : monera, protista, fungi, plantae, animalia. Monera terdiri atas organisme-organisme uniseluler yang tidak memiliki nukleus dan bagian-bagian sel yang terspesialisasi yang disebut organel. Ini disebut juga prokariotik. Seluruh kingdom lain terdiri atas organisme-organisme eukariotik. (G.H. Fried dan G.J.hademenos. 2005) Terbentukya kenakeragaman, karena adanya : 1. Pengaruh lingkungan

2. Evolusi dan adaptasi (Slamet Prawirohartono, 2003) Selain faktor biotik, Keanekaragam organisme dipengaruhi juga oleh faktor abiotik. Topografi, geologi, dan iklim. Penyebaran makhluk hidup pada kondisi lingkungan abiotik yang berbeda memberi kemungkinan adanya keanekaragamn organisme. Selain faktor tersebut keanekaragam dapat

disebabkan oleh faktor gen. Keanekaragam dibagi menjadi 3 tingkat : 1. Keanekaragaman gen : menyebabkan variasi antar indivdu sejenis. Perbedaan gen pada setiap makhluk hidup menyebabkan sifat genotip dan fenotip. 2. Keanekaragam jenis : mudah diamati karena mencolok. Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya varisai bentuk, penampakan dan frekuensi gen. 3. Keanekaragam ekosistem Manfaat mempelajari keanekaragaman organisme adalah meningkatkan kesejahteraan manusia dalam bidang sandang pangan, papan, pengobatan, hiburan, dan penelitian ilmiah. (Maryati, Sri dkk. 2000)

E.

Alat dan Bahan 1. Bolpen 2. Kertas 3. Papan jalan

F.

Cara Kerja

menentukan satu subspesies tumbuhan yang akan diamati (+- 5 bindividu)

Menginventarisasi parameter-parameter pada individu-individu anggota populasi tersebut

Mengamati lalu mengukur parameter-parameter dari setiap individu anggota spesies tersebut

Memasukkan hasil pengamatan ke dalam tabel

G.

Data Pengamatan 5 jenis Tumbuhan paku : Individu Ke 1 2 3 4 5

No Parameter Bentuk daun Lebar 2 daun (cm)

2,5

Dibawah Letak spora Dibawah sepanjang tepi daun sepanjang tepi daun yang berlekuk

Bawah Dibawah daun sepanjang tepinya

Bawah

permukaan permukaan daun, di tengahtengah tulang daun, diujung salah satu daun

daun Panjang 4 daun (cm) 5 Ujung daun Melancip Tumpul Tumpul Melancip Tumpul Rata dan Bergirigi 6 Tepi daun Bergelombang salah satu sisi Menjari Rata berlekuk pada beberapa sisi 5,5 2 10 39 72

H.

Pembahasan Dari data yang nampak, berbagai jenis tumbuhan paku telah menunjukkan berbagai keanekaragaman. Baik deri segi bentuk daun, letak spora, ukuran daun ataupun panjang daun. Disini menunjukkan adanya keanekaragam tingkat jenis. Menurut Maryati (Maryati, 2000) Keanekaragam jenis tersebut mudah diamati karena mencolok. Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya variasi bentuk, penampakan dan frekuensi gen. Jika dibandingkan dengan individu-individu pada kelompok lain (tabel nampak dibawah ini) : Individu Ke 1 5 2 7 3 6 4 6,7 5 6

No

Parameter Panjang daun pada ujung (cm) Panjang daun pada pangkal (cm) Lebar daun ujung (cm) Lebar daun pada pangkal (cm)

2 3 4

11 1,5 4,2

10 1,6 4,1

13 1,3 3

15,5 1,3 3,5

15 0,9 3,2

5 6

Jumlah daun pada 1 cabang (buah) Jumlah bunga (buah)

23 2

12 5

22 1

7 3

6 8

Jika kita lihat disini juga nampak perbedaan-perbedaan yang ada. Baik dari segi panjang daun pada ujung, panjang daun pada pangkal, lebar daun ujung, lebar daun pangkal, jumlah daunkan pada satu cabang, jumlah bunga, jumlah buah, ataupun pertulangan daun. Seperti yang dijelaskan diatas tadi, bahwa

keanekargaman dapat terjadi pada berbagai tingkat. Karena individu satu dengan individu lainnya mempunyai ciri khas masing-masing.

I.

Hasil diskusi Dalam populasi yang sama, antar populasi maupun antara hewan dan tumbuhan ada perbedaan ciri yang khas. Dimana satu dengan yang lainnya tidak sama. Disini menunjukkan terjadi adanya keanekaragaman, baik terjadi diantara anggota spesies, atau antara anggota spesies satu terhadap anggota spesies yang lain, atau spesies satu dengan golongan-golongan diatas spesies

J.

Kesimpulan Dalam satu spesies atau dalam berbagai tingkatan jenis, dapat diinventarisasi parameter-parameter untuk mengetahui perbedaan yang ada. Misal pada tumbuhan parameter-parameter tersebut adalah, bentuk daun, lebar daun, ujung daun, dan bentuk ujung daun. Disini akan nampak adanya berbagai ciri dari individu satu dengan individu lainnya. Ini menunjukkan adanya perbedaan. Dari perbedaan tersebut akan didapatkan berbagai keanekaragaman organisme.

Karena individu satu dengan individu lainnya tidak mungkin sama, karena mempunyai ciri dan karakter masing-masing. Keanekaragam dibagi menjadi 3 tingkat : 1. Keanekaragaman gen : menyebabkan variasi antar individu sejenis. Perbedaan gen pada setiap makhluk hidup menyebabkan sifat genotip dan fenotip.

2. Keanekaragam jenis : mudah diamati karena mencolok. Keanekaragaman tingkat jenis menunjukkan adanya varisai bentuk, penampakan dan frekuensi gen. 3. Keanekaragam ekosistem

K.

Daftar pustaka G.H. Fried dan G.J.hademenos. 2005. Teori dan Soal-soal Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga Hartono dan sumardi. 2004. Biologi dasar. Jakarta : Penebar Swadaya Maryati, Sri dkk. 2000. Buku Penuntun Biologi. Jakarta : Erlangga Prawirohartono, Slamet. 2003. Sains Biologi. Jakarta : PT Bumi Aksara Paidi. 2012. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta : UNY Press