Anda di halaman 1dari 5

PENDAHULUAN Sektor industri jasa sangat cepat perubahannya seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, baik dari

sisi jenis jasa yang ditawarkan (dibutuhkan) maupun dari instansi yang terlibat didalam industri ini. Salah satu produk yang bersifat jasa adalah pelayanan dibidang transportasi dan angkutan. Perkembangan ini juga menuntut manusia bersikap serba efektif dan efisien tanpa membuang banyak waktu, terlebih lagi tanpa harus mengantri terlebih dahulu untuk mendapatkan layanan. Hal tersebut dikarenakan mengantri bukan hal yang menyenangkan, begitu juga dengan pihak yang melayani antrian. Suatu proses antrian adalah suatu proses yang berhubungan dengan kedatangan seseorang pelanggan pada suatu fasilitas pelayanan, kemudian menunggu dalam suatu baris (antri) jika semua pelayan sibuk dan akhirnya meninggalkan fasilitas tersebut. Dalam banyak hal, penambahan jumlah layanan dapat dipenuhi untuk mengurangi antrian atau menghindari antrian yang terus membesar. Namun biaya penambahan layanan dapat menyebabkan keuntungan berada di bawah taraf yang dapat diterima. Di pihak lain, antrian yang terlalu panjang dapat mengakibatkan kehilangan pelanggan. Oleh sebab itu untuk menganalisis kasus atau suatu masalah ini adalah menggunakan Teori Antrian. Teori Antrian digunakan untuk mengetahui ukuran kinerja, dan ditinjau dari distribusi kedatangan dan permintaan atau dari fasilitas pelayanan dan kapasitas antrian tersebut. Beberapa contoh Antrian orang yang berderet waktu pendaftaran masuk pada suatu Pergururan Tinggi, deretan mobilmobil di sebuah persimpangan jalan menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau atau bahan mentah yang menunggu diolah pada suatu pabrik dan sebagainya.

Contoh Kasus : Ratusan Kendaraan Terjebak Macet Antrian BBM Senin, 7 Juli 2008 19:28 WIB Jambi (ANTARA News) - Ratusan kendaraan terjebak macet akibat antrian pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Jambi. Di sejumlah SPBU yang berada di jalan-jalan utama dan padat arus lalulintas di Kota Jambi, Senin tampak ratusan kendaraan antri hendak mengisi BBM hingga memakan badan jalan yang padat arus lalulintas. Akibat antrian ratusan kendaraan yang hendak mengisi BBM yang memakan badan jalan, kendaraan yang akan melintas di jalur itu menjadi terhalang yang mengakibatkan terjadinya kemacetan hingga satu kilometer. Kemacetan itu terjadi di SPBU di Sipin Ujung Jln Pattimura, SPBU di Jln Prof. Dr Brojonegoro, di Jln Soekarno-Hatta dan di Jln H P Kusuma. Soni (28) petugas SPBU di Sipin Ujung mengungkapkan, antrian panjang kendaraan akibat kelangkaan itu sudah berlangsung sejak empat hari terakhir, akibat kurangnya pasokan dari Pertamina. Sebelumnya masing-masing jenis BBM yakni solar dan premium di pasok minimal 30.000 liter/hari, namun sejak lima hari terakhir kurang dari setengah jumlah pasokan biasanya. Dalam keterangan terpisah, Edi (32) pengemudi bus angkutan penumpang Aroyani yang melayani rute antar kota dalam provinsi (AKDP) mengatakan kelangkaan BBM tidak saja terjadi di Kota Jambi, namun juga di luar kota Jambi jalur lintas Sumatera (Jalinsum). Puluhan SPBU yang ada mulai dari Kota Jambi hingga ke Kabupaten Merangin ditemukan dalam kondisi yang sama, kalau tidak kehabisan BBM, terjadi antrian panjang.(*)

Analisa Permasalahan : Salah satu permasalahan utama contoh kasus ini adalah distribusi kedatangan pasokan minimal BBM jenis solar dan premium minimal 30.000 liter/hari, sejak lima hari terakhir kurang dari setengah jumlah pasokan biasanya. Pertaminapun bisa disebut sebagai dalang utama katakanlah seperti itu,bahan bakar minyak pada zaman ini adalah kebutuhan yang harus dipenuhi dan terpenuhi. Karena jika kita hendak akan melakukan suatu perjalanan pasti menggunakan kendaraan bermotor dan mengunnakan bensin tentu saja walaupun itu hanya beberapa ratus meter dari tempat kita, Jika pasokan bahan bakar minyak itu terhambat atau berkurang berdampak banyak contohnya bidang industry di suatu daerah yang membutuhkan pasokan bahan bakar minyak tersebut. Dampaknya adalah di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Jambi mengenai dampak yang terlihat jelas yaitu antrian ratusan kendaraan bermotor hendak mengisi bahan bakar minyak sehingga memakan badan jalan yang padat arus lalu lintas. Akibat antrian tersebut ratusan kendaraan yang mengisi bahan bakar minyak itu menghalangi dan pasti akan mengakibatkan kemacetan. Jika sebuah perindustrian terjadi kemacetan dan keterlamabatan otomatis produksi akan kurang dari target,memang antrian itu pasti ada dimana-mana dan sulit untuk dihindari dari kehidupan sehari-hari. Antrian adalah gambaran kondisi kinerja suatu sistem produksi/pelayanan yang ditandai dengan adanya suatu panjang antrian dan waktu tunggu tertentu. Antrian terjadi karena adanya unsur random (memoriless) dalam sistem kedatangan dan pelayanan. Permasalahan dalam antrian adalah mendesain layout sebuah fasilitas, keputusan tentang pemilihan staf/jumlah staf, program queue dalam sistem komputer, masalah pelayanan fisik. Teori antrian biasanya sangat berguna untuk membuat jadwal, desain pekerjaan, tingkat intensitas kerja. Mengantri bukan sesuatu hal yang menyenagkan bagi kedua belah pihak yang melayani antrian dan yang mengantri. Namun jika berhubungan dengan industry manusia harus bersikap serba efisien dan efektif dan tanpa banyak membuang banyak waktu.

Pada bidang transportasi dan angkutan, jika SPBU itu terjadi antrian panjang tentu akan terhambat produksi tersebut.Maka pelanggan dipastikan akan berkurang karena tidak mempercayai perusahaan bidang transportasi dan angkutan. Diperparah truck yang membawa pasokan BBM khususnya jika mengirim ke luar pulau jawa membutuhkan waktu yang cukup lama butuh beberapa hari bahkan minggu.Dibutuhkan mengefisiensikan waktu jangan membuang terlalu lama waktu yang dibutuhkan cukup hanya untuk istirahat dan mengisi bahan bakar minyak.Tapi tidak menutup kemungkinan membutuhkan waktu untuk mengantri entah itu dalam perjalanan atau mengisi BBM,belum mengantri di pelabuhan untuk bergantian menyebrang melalui kapal.Dan kapalpun tidak selamanya akan selalu ada sedia untuk transportasi penyebrangan dikarenakan faktor cuaca. Ombak yang tinggi akan mempanguruhi kapal yang akan menyeberang,sehingga akibatnya pertumpukkan penumpang yang hendak menyebrang.Pelabuhan menjadi tempat antrian yang sangat panjang. Setelah terjadi penumpukkan penumpang akan berdampak keterlambatan distribusi/kedatangan pada setiap daerah selain itu permintaan yang tinggi terhadap BBM ini, jika langka BBM pada suatu daerah maka akan mengalami antrian yang tidak bisa dihindari lagi. Belum lagi kapasitas dan fasilitas antrian yang belum memadai,faktor lain adalah kedisiplinan dari pelayanan. Penamabahan jumlah layanan atau produksi dari Pertamina ke daerah-daerah untuk mengurangi jumlah antrian yang panjang di daerah yang sulit sekalipun. Namun jika biaya penambahan layanan dapat menyebabkan keuntungan berada di bawah taraf yang dapat diterima. Di pihak lain, antrian yang terlalu panjang dapat mengakibatkan kehilangan pelanggan. Nah,faktor lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk melayani setiap pelanggan.Apakah akan sama dari pelanggan satu atau dengan yang lainnya,dalam contoh kasus antrian BBM ini pasti waktu layanan akan berbeda dikarenakan jika pelanggan menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu pembayaran akan jauh lebih lama jika dibandingkan dengan menggunakan uang biasa.Contoh yang lain adalah kendaraan yang mengisi bahan bakarnya dengan menggunakan premium dan pertamax. Dipastikan yang menggunakan pertamax lebih cepat,karena mengapa premium lebih diminati oleh masyarakat yang harganya relatif murah dengan pertamax,dan pengguna pertamax kurang diminati untuk masyarakat menengah ke bawah.

Kemungkinan juga terjadinya antrian diperparah dengan kurangnya fasilitas pengisian bahan bakar tersebut jika semakin sedikit makin panjang pula antrian jika semakin banyak fasilitas pengisian tersebut semakin mengurangi terjadinya antrian yang panjang Bisa jadi model fasilitas pelayanan pelanggannya yang salah Faktor pengguna adalah jumlah dan tingkat kedatangan pada persatuan waktu akan semakin padat/terjadi antrian jika dalam waktu yang bersamaan pelanggan datang dan mengisi bensin mereka apalagi pada jam-jam tertentu. Pada suatu daerah jumlah kendaraan pasti akan bertambah banyak ditambah dengan bertambahnya jumlah penduduk. Fasilitas pelayanan harus cermat memilih system antrian yang tepat dan efisien pada setiap pelayanan yang ada.Diharapkan tidak salah memilih,dan berdampak antrian yang panjang sampai menganggu aktifitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor untuk mengisi bahan bakar atau melakukan kegiatan yang lainnya