4.a. Arus traksi adalah arus suatu media yang membawa sedimen didasarnya.

Pada umumnya gravitasi lebih berpengaruh dari pada yang lainya seperti angin atau pasang-surut air laut. Sedimen yang dihasilkan oleh arus traksi ini umumnya berupa pasir yang berstruktur silang siur, dengan sifat-sifat:

pemilahan baik  tidak mengandung masa dasar  ada perubahan besar butir mengecil ke atas (fining upward) atau ke bawah (coarsening upward) tetapi bukan perlapisan bersusun (graded bedding). Di lain pihak, sistem arus pekat dihasilkan dari kombinasi antara arus traksi dan suspensi. Sistem arus ini biasanya menghasilkan suatu endapan campuran antara pasir, lanau, dan lempung dengan jarang-jarang berstruktur silang-siur dan perlapisan bersusun. Arus pekat (density) disebabkan karena perbedaan kepekatan (density) media. Ini bisa disebabkan karena perlapisan panas, turbiditi dan perbedaan kadar garam. Karena gravitasi, media yang lebih pekat akan bergerak mengalir di bawah media yang lebih encer. Dalam geologi, aliran arus pekat di dalam cairan dikenal dengan nama turbiditi. Sedangkan arus yang sama di dalam udara dikenal dengan nuees ardentes atau wedus gembel, suatu endapan gas yang keluar dari gunungapi. Endapan dari suspensi pada umumnya berbutir halus seperti lanau dan lempung yang dihembuskan angin atau endapan lempung pelagik pada laut dalam. b. Sedimen yang bergerak karena hanya pengaruh gaya gravitasi ini, ada 3 macam sedimen :
  

Debris flows (umumnya mud flows) Grain flows Fluidized flows

Mud flows (interparticle interaction) Ada 2 : di bawah air dan di darat Ciri sedimen hasil mud flows:  dikuasai matrik (matrix-dominated sediment)  sortasi jelek

 pejal (tak berlapis) Grain flows (grain interaction) Ciri sedimen hasil grain flows: dikuasai kepingan (fragment dominated-sediment) terpilah baik dan bebas lempung   Fluidized flows Ciri sedimennya: tebal. non-graded clean sand batas atas dan bawahnya kabur umumnya terdapat struktur piring (dish structures). Aliran Turbulen merupakan aliran fluida yang terjadi olakan atau gumpalan ataupun gelombang saat mengalir. Namun yang pasti ketika fluida mengalir dari suatu penampang 1 ke penampang yang lebih kecil maka besar kemungkinan akan terjadi turbulence seperti dibawah ini . Penyebab terjadinya turbulence sangat banyak.     f.

turbulence atau transisi dapat diketahui dengan . Jika kecepatan aliran semakin kecil maka bilangan Reynolds nya akan semakin kecil pula. Untuk menentukan aliran itu turbulence atau laminar harus dicari terlebih dahulu Reynolds numbernya dengan persamaan : Dimana terdapat variable massa jenis . diameter dan juga viskositas. kecepatan. Aliran laminar merupakan aliran fluida yang tidak terjadi olakan dan sifatnya mendekati linear dan biasanya akibat tidak terjadinya perubahan penampang yang tiba-tiba. Hubungan antara bilangan Reynolds dengan penentuan apakah aliran suatu fluida yang kita tinjau memiliki profil yang laminar. Sehingga semakin kecil viskositas nya maka bilangan Reynolds nya akan semakin besar begitu pula sebaliknya. Osborne Reynolds yang pertama kali menemukan dan mengklasifikasikan jenis aliran pada fluida.

   Apabila Reynolds number didapatkan hasil < 2000 maka aliran tersebut dinyatakan sebagai aliran Laminar Apabila Reynolds number didapatkan hasil 2000-x-4000 maka aliran tersebut dinyatakan sebagai aliran transisi Apabila Reynolds number didapatkan hasil >4000 maka aliran tersebut dinyatakan sebagai aliran Turbulence .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful