Anda di halaman 1dari 3

LATAR BELAKANG : Pada tahun 2007 sudah ada SK Bupati tentang penetapan Keluarga miskin ( SK no.452 ).

. Yang mana kemudian data inilah yang diakses Depkes sebagai acuan Pemberian Dana Maskin,Yang selanjutnya disebut JAMKESMAS. Karena banyak terjadi Komplain dalam pelaksanaanya ,kemudian diadakan

pendataan ulang.Yang selanjutnya keluar SK Bupati No. 328 tahun 2008. Yang mana sesuai SK Bupati no.328 th. 2008 ini, Data jumlah Jiwa miskin menjadi lebih banyak. Sehingga ada Keluarga miskin yang tidak terdanai ( tercakup) dalam program

JAMKESMAS . Untuk itu maka Pemerintah Daerah perlu untuk memberikan Dana tambahan untuk diberikan kepada Maskin yang belum tercakup dalam program JAMKESMAS. Dana ini diambilkan dari APBD Perubahan ,yang selanjutnya disebut JAMKESDA. PENGERTIAN JAMKESMAS Jaminan Sosial Masyarakat (JAMKESMAS) adalah bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi fakir miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar oleh Pemerintah, diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 2008 dan merupakan perubahan dari Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin /JPKMM atau lebih dikenal dengan program ASKESKIN yang diselenggarakan pada tahun 2005-2007. TUJUAN DARI JAMKESMAS 1. UMUM :

Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat miskin agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara Efektiv & Efisien.

2. KHUSUS

Meningkatkan cakupan masyarakat dan tidak mampu yang mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas serta jaringannya dan di Rumah Sakit, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

SASARAN Masyarakat miskin yang tercantum dalam SK Bupati Th .2008. Masyarakat miskin yang tidak masuk dalam SK Bupati ,namun benar benar miskin yang dinyatakan oleh Kepala Desa / Lurah dan ditandatangani Camat Perubahan mendasar penyelenggaraan dari Program ASKESKIN ke Program JAMKESMAS didasari atas pertimbangan untuk pengendalian biaya pelayanan kesehatan, peningkatan mutu, transparansi dan akutabilitas penyelenggaraan program. Perubahan meliputi:

pemisahan peran pembayar dengan verifikator melalui penyaluran dana langsung ke Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) dari Kas Negara

penggunaan tarif paket Jaminan Kesehatan Masyarakat di Rumah Sakit penempatan pelaksana verifikasi di setiap Rumah Sakit pembentukan Tim Pengelola dan Tim Koordinasi di tingkat Pusat, Propinsi, dan Kabupaten/Kota, serta

penugasan PT Askes (Persero) untuk melaksanakan pengelolaan kepesertaan.

LANDASAN FILOSOFS Program JAMKESMAS sebagai kelanjutan dari Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin atau dikenal Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (ASKESKIN) diselenggarakan sejak Agenda 100 Hari Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu untuk mengatasi hambatan dan kendala akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan dan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat miskin. Kebijakan JAMKESMAS/ASKESKIN dilaksanakan untuk memenuhi hak dasar setiap individu/semua warga negara termasuk masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kebijakan ini merujuk pada Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Tahun 1948 dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 28 H. Lebih lanjut, Program JAMKESMAS diselenggarakan untuk:

Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada peserta di seluruh jaringan fasilitas kesehatan yang melaksanakan program Jamkesmas.

Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang terstandar dan terkendali mutu dan biayanya.

Terselenggaranya pengelolaan keuangan Negara yang transparan dan akuntabel.

Kebijakan JAMKESEMAS/ASKESKIN diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu selama masa transisi pelaksanaan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). Selanjutnya, penyelenggaraan akan diserahkannya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai UU SJSN.