Anda di halaman 1dari 5

Standar Kemasan Obat Huruf-huruf yang padat dan kecil kecil pada kemasan obat merupakan suatu penandaan.

. Penandaan untuk sediaan obat ini diatur dengan Permenkes No.1010 tahun 2008. Dalam peraturan tersebut tertulis bahwa: Penandaan adalah keterangan yang lengkap mengenai khasiat, keamanan, cara penggunaannya serta informasi lain yang dianggap perlu yang dicantumkan pada etiket, brosur dan kemasan primer dan sekunder yang disertakan pada obat. Dari peraturan tersebut tertuanglah bagian bagian informasi yang dapat kita temukan pada kemasan obat. Apa saja dan apa makna dari bagian bagian tersebut? Mari kita simak penjelasan berikut. 1. Nama Dagang Nama dagang adalah nama obat yang biasanya dituliskan paling menyolok di kemasan obat. Nama obat ini adalah nama yang diberikan oleh industri farmasi sebagai salah satu identitas produknya atau dengan istilah lain merupakan merk dagang produk. 2. Nama Generik Nama generik adalah suatu nama resmi zat obat yang telah ditetapkan dalam farmakope (kitabnya orang-orang farmasi). Nama generik ini harus dicantumkan di kemasan obat! Ada peraturannya lho yaitu Permenkes No. 524 tahun 2005. Nama generik ini harus tercantum dengan ukuran huruf 80% dari nama dagang dan dicantumkan tepat dibawah nama dagang. Contoh dari nama generik antara lain: paracetamol, chlorpheniramine maleat (CTM), asam mefenamat, amoksisilin, guafenesin, dexamethason, dan cefadroxil. 3. Bentuk sediaan Bentuk sediaan adalah bentuk obat itu sendiri, ada tablet, kapsul, kaplet, sirop, eliksir, suspensi, krim, gel, dan suppositoria. Biasanya informasi tentang bentuk sediaan ini tertulis sebagai berikut:

4 tablet 4 kaplet salut gula Untuk bentuk sediaan larutan (sirop, suspensi, atau eliksir) biasanya tertulis di bawah nama dagang obat (tapi tidak semua).

4. Tanda khusus untuk obat Tanda khusus ini harus tercantum dan telah diatur sejak lama dengan SK Menkes No.2380 tahun 1983. Tanda ini berupa lingkaran berwarna sesuai dengan golongan obatnya seperti berikut ini:

5. Komposisi Komposisi yang tercantum pada kemasan obat adalah komposisi zat zat yang berkhasiat. Karena itu komposisi yang tercantum pada kemasan obat lebih sedikit daripada komposisi pada kemasan produk makanan yang juga mencantumkan zat zat tambahan yang digunakan. Ada juga pengecualian untuk beberapa bahan yang harus tampil pada komposisi obat, contohnya adalah alkohol dan lagi lagi pencantuman ini sudah diatur, yaitu dalam SK KBPOM No.131 tahun 2003. 6. Indikasi Istilah indikasi diartikan sebagai tanda atau keadaan yang menunjukkan atau menggambarkan penyebab, patologi, pengobatan, atau serangan penyakit. Dengan kata lain, indikasi pada kemasan obat dapat diartikan sebagai petunjuk kondisi kondisi dimana tubuh membutuhkan terapi menggunakan obat tersebut. 7. Kontraindikasi Dari kata kontra tentu saja dapat ditangkap makna yang berkebalikan dengan indikasi. Ya.. betul! Kontraindikasi yang dituliskan pada kemasan obat merupakan petunjuk kondisi kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki. 8. Efek Samping Efek samping yang dituliskan pada kemasan obat adalah suatu keadaan yang bisa saja terjadi pada saat penggunaan obat dalam rentang dosis terapi. Namun jangan salah paham dulu ketika membaca efek samping obat yang akan dikonsumsi. Efek efek yang disebutkan pada kemasan bisa saja muncul ketika kita mengkonsumsi obat tersebut, tapi bukan berarti semua efek samping akan kita alami ya. Ada efek samping yang umum dialami ketika mengonsumsi obat tertentu, ada juga yang jarang terjadi atau hanya terjadi pada beberapa orang saja. 9. Interaksi Obat Interaksi obat merupakan suatu keadaan dimana efek obat berubah dengan adanya penggunaan obat lain, makanan, minuman, atau zat kimia di lingkungan. Informasi tentang interaksi obat di kemasan obat biasanya menuliskan apa apa saja yang mempengaruhi efek obat tersebut.
2

10. Cara Kerja Obat Cara kerja obat yang dituliskan berkaitan dengan efek farmakologi obat, yaitu suatu kerja obat dalam tubuh. Istilah istilah yang tertulis pada bagian ini bermacam macam, ada yang mudah dimengerti, adapula yang menggunakan istilah medis, seperti analgesik, antasida, dekongestan, laksatif dan masih banyak lagi. 11. Aturan Pakai Aturan pakai menginformasikan tentang penggunaan obat. Aturan pakai ini tidak sama dengan dosis. Dosis adalah sejumlah (dalam satuan bobot) obat yang harus digunakan untuk suatu keadaan sakit tertentu. Aturan pakai biasanya dituliskan sebagai berikut: 1 kapsul 3 kali sehari atau ada pula yang menuliskannya 3 kali sehari 1 kapsul. 12. Peringatan Untuk obat obat golongan bebas terbatas pada kemasannya juga harus dilengkapi dengan tanda peringatan obat, sesuai yang diatur dalam SK Menkes Nomor 6355 tahun 1969. Ada 6 jenis tanda peringatan sebagai berikut:

image by: http://phi1ipbl0g.wordpress.com/2010/05/19/

13. Nomor Batch/Lot Nomor ini merupakan suatu identitas produksi yang diberikan oleh industri farmasi terhadap suatu obat dalam satu satuan produksi.

14. Nomor Registrasi Nomor registrasi adalah nomor yang diberikan sebagai tanda obat telah terdaftar di BPOM dan mendapat izin edar. 15. Nama dan Alamat Industri Farmasi Nama dan Alamat Industri Farmasi dituliskan sebagai identitas industri yang memproduksi obat. 16. Tanggal Kadaluwarsa Tanggal kadaluwarsa merupakan istilah yang umum digunakan untuk menunjukkan suatu waktu dimana produk sudah selayaknya tidak digunakan lagi. Biasanya pada kemasan obat akan tertulis sebagai Exp. Date. Jangan tertukar dengan Mfg. Date. Karena Mfg. Date adalah manufacturing date, yaitu tanggal dimana obat tersebut diproduksi. 17. Penyimpanan Efek suatu obat juga berkaitan dengan kualitas obat karena setiap bahan obat mempunyai kondisi ideal agar tetap stabil. Sesuaikan cara penyimpanan obat dengan petunjuk penyimpanan agar obat tetap dalam kondisi yang baik. Perhatikan apakah obat dapat disimpan di suhu ruangan, suhu ruangan ber-AC (misal <20oC), terlindung dari cahaya matahari, atau harus di dalam freezer.

Referensi: Sukandar, E.Y., R. Andrajati, J.I Sigit, I.K. Adnyana, A.P. Setiadi, dan Kusnandar. 2009. ISO FARMAKOTERAPI. Jakarta: PT ISFI Penerbitan. Halaman 965;969. Stockley, I.H. (ed). 2005. Stockleys Drug Interaction. Ebook: Drug Interaction.

TAMBAHLAH GAMBAR KOTOK OBAT YANG BERISIKAN SYARAT2 DIATAS