PT.PSP.3-3.

2012

KONSEP PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION TA. 2012

DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN
DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN JAKARTA, 2012

KATA PENGANTAR

Pembuatan pedoman teknis ini dimaksudkan untuk memberikan acuan umum bagi para petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi, Kabupaten/Kota dan petugas lapangan dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan SRI (System of Rice Intensification) yang dananya bersumber dari dana APBN TA 2012. Para petugas terkait diharapkan dapat mempelajari dan mencermati pedoman ini dengan saksama. Disamping itu dengan memahami Pedoman Teknis ini, diharapkan tidak akan terjadi keragu-raguan dalam implementasi kegiatan dilapangan dan kendala / hambatan yang ada akan dapat diatasi, sehingga kinerja yang diperoleh dapat tercapai secara optimal . Muatan pedoman teknis ini bersifat umum karena berlaku secara nasional, oleh karena itu diharapkan pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi dapat menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota dapat menerbitkan Petunjuk teknis yang menjabarkan secara lebih rinci Pedoman Teknis ini sesuai dengan kondisi spesifik daerah masing-masing. Untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap pedoman teknis ini, sangat diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada (misalnya Acara Sosialisasi, Rapat Koordinasi, Rapat Teknis, Supervisi dsbnya) Pedoman Teknis ini dapat didiskusikan bersama secara intensif. Dengan demikian diharapkan semua pihak terkait baik Pusat dan Daerah dapat memiliki kesamaan pandangan, gerak dan langkah dalam melaksanakan kegiatan ini. Akhirnya, sangat diharapkan komitmen berbagai pihak untuk dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaikbaiknya dalam bingkai waktu yang telah ditentukan, agar
Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

i

hasil pembangunan melalui kegiatan ini benar-benar dapat dinikmati manfaatnya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan petani di Indonesia.

Jakarta, Januari 2012 Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan,

Ir.Tunggul Iman Panudju,Msc NIP.195805261987031002

Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

ii

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...................................................... DAFTAR ISI ................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..................................................... I. PENDAHULUAN ..................................................... A. B. C. D. Latar Belakang ................................................ Tujuan ............................................................. Sasaran .......................................................... Pengertian ..................................................... i iii v 1 1 3 3 4 5 5 5 6 6 6 7 9

II. RUANG LINGKUP KEGIATAN ................................ A. B. Persiapan ........................................................ Pelaksanaan ...................................................

III. SPESIFIKASI TEKNIS ............................................. A. B. C. Norma ............................................................. Standar Teknis ................................................ Kriteria ............................................................

IV. PELAKSANAAN KEGIATAN .................................... A. B. C. D.

Cara Pelaksanaan ......................................... 9 Tahapan Pelaksanaan ................................... 9 Jadwal Kegiatan ............................................ 15 Pendanaan .................................................... 16

Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

iii

..... 25 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.......... B..... Indikator Hasil (Outcomes) ... C... 18 A................ 23 A...... PEMBINAAN....... Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Propinsi ........................................ D............................................... PENUTUP ......... MONITORING.... INDIKATOR KINERJA ........ Alur Laporan ..................................................................... 23 23 23 23 VII........................................... Indikator Dampak (Impacts) ............ 2011 iv ......................... D............ Format Laporan .......... C...... 18 19 20 20 VI......... Indikator Manfaat (Benefits) ........................................ B........................ EVALUASI DAN PELAPORAN .............. Indikator Keluaran (Outputs) ...... Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Kabupaten/Kota ..............................V.

...b Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen............a..... 2012 (form PSP.......... Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen........ 2011 v . PSP TA... PSP TA......... 29 31 32 34 35 Lampiran 4..02) . Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen......03)................ 2012 (form PSP. 2012 (form PSP............ Lampiran 2.... Outline Laporan Akhir Kegiatan Pengembangan SRI TA.............................. Lampiran 2.. .....01) ..04) ........ Lokasi Pengembangan SRI Tahun 2012 26 Lampiran 2..b Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen...... Contoh Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) kegiatan Pengembangan SRI ..... 2012 .........DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1..a.. 36 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA................... Lampiran 3.......... PSP TA. PSP TA.... Lampiran 3. 2012 (form PSP..

Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi banyak petani adalah kesehatan dan kesuburan tanah yang semakin menurun. Hal ini ditunjukkan dengan gejalagejala sebagai berikut. PENDAHULUAN A. Keseimbangan tanah dengan kandungan bahan organik.I. Latar Belakang Tanah merupakan faktor produksi pertanian yang penting. asam dan padat. tanah cepat kering. mikro organisme dan aktifitas biologi serta keberadaan unsur-unsur hara dan nutrisi sangat penting untuk keberlanjutan pertanian kedepan. Kondisi ini semakin buruk karena penggunaan pupuk an-organik terus meningkat dan penggunaan pestisida untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan juga meningkat. Perilaku usahatani lebih tertuju pada cara memupuk tanaman. lapisan olah dangkal. lengket bila diolah. begitu juga dengan kesehatan manusia mempunyai hubungan langsung dengan kesehatan tanah. produksi sulit meningkat bahkan cenderung menurun. retak-retak bila kurang air. 2012 1 . bukan cara memupuk tanah agar tanah Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.

sehingga dapat menyediakan sekaligus memberikan banyak nutrisi pada tanaman. tanaman dan air. Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian pada tahun 2012 akan melaksanakan kegiatan untuk tani meningkatkan melalui kemampuan Pelatihan teknis dan masyarakat kegiatan Sekolah Lapangan System Of Rice Intensification (SRI) yaitu cara budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengelolaan tanah. 2012 2 . Saat ini usahatani secara umum belum melibatkan tanah sebagai komponen yang mempengaruhi pengendalian dan dalam menentukan keputusan pengelolaan suatu agroekosistem. sehingga mengakibatkan pencemaran udara dan rotasi unsur hara tidak terjadi. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.menjadi subur. Oleh karena itu Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan. Dibeberapa tempat masih terjadi pembakaran sisa jerami sebelum pengolahan lahan.

B. usahatani padi yang ramah produktivitas dan efisiensi C. Tujuan Tujuan Pengembangan SRI ini adalah : a. Meningkatkan usahatani. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang usahatani padi sawah organik metode SRI. c. 109 kabupaten/kota dengan rincian sebagaimana terlampir pada Lampiran 1.300 Ha yang tersebar di 20 propinsi. sehat dan berkelanjutan. d. Menghasilkan produksi yang berdaya saing tinggi. 2012 3 . Pada tahun 2012 kegiatan pengembangan SRI seluas 60. Sasaran Sasaran kegiatan pengembangan SRI adalah petani yang mempunyai lahan sawah beririgasi yang ketersediaan airnya terjamin. b. Mengembangkan lingkungan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.

D. tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok tani dan kearifan lokal serta berbasis pada kaidah ramah lingkungan. Usahatani padi sawah organik metode SRI adalah usahatani padi sawah irigasi secara intensif dan efisien dalam pengelolaan tanah. Pengertian 1. 2012 4 . Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Kelompok tani pelaksana SRI adalah kelompok tani yang menggarap lahan dalam satu hamparan dan bersedia menerapkan metode SRI pada seluruh lahan garapan kelompok tani tersebut secara utuh. 2.

3. Pengolahan Tanah Pelatihan Sekolah Lapangan (SL) dan pendampingan Lokakarya Monitoring dan Evaluasi Pelaporan (APPO. 4. RUANG LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup kegiatan pengembangan SRI terdiri dari : A. Transfer Dana B. 2. 4. Pelaksanaan 1. 3. 9. benih dan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 7. Pengadaan alat dan saprodi bahan organik (BO) 2.II. 2012 5 . 8. Persiapan 1. 5. Pembuatan Juklak oleh Propinsi Pembuatan Juknis oleh Kab/Kota Koordinasi dengan Instansi terkait Sosialisasi Penjaringan Calon Petani dan Calon Lokasi (PCPCL) Penetapan hasil penjaringan CPCL Pembuatan rekening kelompok Musyawarah Kelompok Tani Penyusunan RUKK 10. 6. 6. 7. 5.

3. Pelaksanaan Sekolah Lapang Pemandu SRI selama 15 kali pertemuan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Standar Teknis Standar teknis Pengembangan SRI meliputi : 1. Norma Pengembangan SRI dilaksanakan bagi petani dalam kelompok tani pada lokasi sasaran dan dilakukan oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan pemandu ( TOT ) atau petani maju yang telah mampu menerapkan metode SRI. Pelaksanaan Pelatihan Usahatani Padi Organik Metode SRI. Pelaksanaan TOT bagi Instruktur/ Petugas di daerah 2.SRI) mengacu pada norma. SPESIFIKASI TEKNIS Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan SRI melalui Pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI (SL. B. 2012 6 .III. standar teknis dan kriteria sebagai berikut : A.

Kriteria Calon Petani Pelaku SRI a. Hamparan sawah beririgasi yang ketersediaan airnya terjamin yang dimiliki/dikelola oleh satu kelompok secara utuh seluas lahan yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut ( kurang lebih 20 ha). kotoran hewan). e. 2. Kriteria Lokasi a. Kriteria Kriteria lokasi. pendamping dan pemandu pelaksana pengembangan SRI yaitu : 1. d. Luas lahan pemilik penggarap atau penggarap maksimum 2 ha / KK. petani. Diutamakan yang di daerah sekitarnya tersedia bahan organik (hijauan.C. Bukan daerah rawan genangan / banjir dan infrastruktur drainase cukup memadai. kelompok tani. Petani pemilik penggarap atau penggarap yang mempunyai kemauan dan kemampuan dalam mengembangkan SRI serta berada dalam satu kelompok tani hamparan. pengajar. b. Lokasi mudah dijangkau. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 7 . c.

serta mempunyai kemampuan untuk menumbuhkan minat petani dalam menerapkan dan mengembangkan SRI.3.Kelompok tani yang belum pernah mendapatkan alokasi kegiatan SRI. Kriteria Kelompok Tani . 4. 2012 8 . Kriteria Pendamping dan Pemandu Pendamping dan pemandu adalah tenaga profesional di bidang SRI. Kriteria Instruktur/ Pelatih SRI Instruktur/ Pelatih SRI adalah Petugas Dinas Daerah/ Penyuluh Lapangan / Anggota Kelompok tani yang telah mengikuti TOT yang diselenggarakan oleh Pusat.Kriteria kelompok tani adalah kelompok tani hamparan yang merupakan kelompok tani aktif dan dinamis serta berorientasi ekologis dan agrobisnis. 5. Petugas Dinas Kabupaten / Kota dan Petugas Lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan pemandu SRI dan berpengalaman melaksanakan SRI. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. .

sedangkan pengadaan Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO). Pembuatan Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan petunjuk pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Propinsi sebagai penjabaran dari pedoman teknis yang dibuat oleh pusat sesuai dengan kondisi daerah. Tahapan Pelaksanaan 1. Persiapan a.IV.SRI) dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota. dan benih dilakukan oleh kelompok tani. b. PELAKSANAAN KEGIATAN A. Cara Pelaksanaan Mekanisme pelaksanaan pengembangan SRI melalui Pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI (SL. 2012 9 . Pembuatan Petunjuk Teknis Pembuatan petunjuk teknis dilakukan oleh Dinas Kab/Kota sebagai penjabaran dari petunjuk Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. B.

dengan aparat desa untuk memperoleh dukungan dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan. d. Koordinasi Koordinasi dilakukan dengan instansi terkait di kabupaten/kota termasuk dan masyarakat luas.pelaksanaan yang dibuat oleh propinsi sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Sosialisasi Sosialisasi mengetahui bertujuan dengan jelas agar masyarakat rencana tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. c. sehingga masyarakat bersedia berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Satu kelompok tani sasaran beranggotakan + 30 orang. Penjaringan Calon Lokasi dan Petani Yang dimaksud penjaringan lokasi adalah kegiatan untuk memperoleh lokasi (daerah irigasi yang ketersediaan airnya terjamin). e. petani dan kelompok tani sesuai dengan kriteria pada spesifikasi teknis dalam Bab III. 2012 10 .

Penjaringan lokasi dan petani dilakukan oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota. Pembuatan Rekening Kelompok Rekening kelompok diperlukan untuk menerima transfer dana dalam rangka bantuan sosial ini dari dana Tugas Pembantuan. 2012 11 . Penetapan Lokasi dan Petani Pelaksana Hasil penjaringan CPCL yang memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditentukan oleh norma. standar teknis dan kriteria. Penjaringan calon petani pelaksana f. Rekening kelompok yang dimaksud merupakan rekening bersama Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. g. selanjutnya ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota. Diharapkan pada tahun yang akan datang penjaringan calon lokasi dan petani sudah dilakukan pada tahun sebelumnya dan dimasukkan dalam proposal.

dilaksanakan secara bersama-sama antara petani dan petugas untuk menentukan dilaksanakan. Musyawarah Desa Musyawarah dimaksudkan Kelompok Tani atau Rembug kelompok untuk tani (rembug desa) menyusun perencanaan secara partisipatif sesuai aspirasi masyarakat. h. 2012 kegiatan definitif yang akan 12 . i. Dalam musyawarah kelompok tani (rembug desa). Hasil dari musyawarah kelompok tani menjadi bahan dalam penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK). Usulan berdasarkan Kegiatan hasil musyawarah kelompok tani.antara ketua kelompok dengan Kepala Dinas kabupaten/kota . dalam bentuk rekening tabungan pada Bank Pemerintah terdekat. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) Penyusunan Kelompok Rencana (RUKK). sehingga diharapkan mereka akan merasa memiliki dan bersedia memelihara kelanjutannya. petugas dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator.

Dalam penyusunan RUKK apabila terdapat penggunaan dana dari APBD atau swadaya petani. Pelaksanaan a. 2. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 13 . Transfer Dana Mekanisme transfer dana mengacu pada pedoman pengelolaan dana bantuan sosial yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Contoh RUKK seperti pada Lampiran 2. Pengembangan Metode SRI 1) Persiapan di Lapang Pengadaan APPO per kelompok tani sebanyak 2 unit oleh kelompok tani yang dibiayai dana Tugas Pembantuan Usahatani Padi Organik sedangkan untuk saung APPO nya dibuat secara swadaya petani. supaya dicantumkan. j. Pengadaan benih untuk kelompok tani yang sebanyak 50 kg (untuk 10 ha) dibiayai dana Tugas Pembantuan sedangkan 10 ha lainnya swadaya petani.

b) Petugas / pendamping SRI adalah tenaga ahli di bidang SRI. 2) Pelaksanaan di lapangan Pengelolaan lahan dan pendampingan selama 1 Musim Tanam diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dengan ketentuan/arahan sebagai berikut : a) Peserta sekolah lapangan adalah petani yang telah mengikuti pelatihan SRI. 2012 14 . usahatani padi sawah metode SRI seluas 20 ha dalam satu hamparan kelompok tani. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. selanjutnya melakukan penanaman.- Pertemuan penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan sekolah lapangan. Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan Petugas Lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan pemandu SRI dan telah berpengalaman melaksanakan SRI. pendampingan untuk seluas dan penentuan tanah siap dana lokasi tanam Tugas pengolahan 20 ha dibiayai Pembantuan dan sisanya dibuat secara swadaya oleh petani.

Jadwal Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota supaya mengikuti jadual pelaksanaan kegiatan sesuai tahapan kegiatan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 15 . d)Sesuai jadual kegiatan maka SRI dilaksanakan mulai MT April – September 2012. Panen Padi SRI C.Kegiatan pengembangan usahatani padi sawah organik metode SRI c) Waktu pelaksanaan 1 (satu) musim tanam.

000. Koordinasi. 2012 16 . Rp. pembinaan.000.000. yang dituangkan dalam ”Jadual Palang” pada Lampiran 5. 1. 2. 300.000. monitoring dan evaluasi serta pelaporan menggunakan dana Administrasi Kegiatan. D. Untuk kegiatan yang bersifat non fisik antara lain Sosialisasi. musyawarah kelompok tani.Khusus penggunaan dana dari AKUN Belanja Lembaga Sosial Lainnya mengacu pada Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.-/ Ha. 200.000. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.Pengembangan SRI. Belanja Perjalanan Lain meliputi Perjalanan Pendampingan Rp. Rp. bila tidak mencukupi diharapkan dapat disediakan dari dana APBD. Transfer dana dilakukan untuk perkelipatan 20 Ha. Penjaringan Lokasi dan Petani.000.500..dan Monitoring Rp. dengan perincian sebagai berikut : Belanja Bahan.250. 43. Pendanaan Untuk melakukan kegiatan pengembangan SRI disediakan dana Tugas Pembantuan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota sebesar Rp.-.Bansos Pembelanjaan dalam bentuk uang.

Untuk pemeliharaan dan keberlanjutan hasil kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat petani secara swadaya. 2012 17 . Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.

3. Melakukan evaluasi.V. Menyusun pelaksanaan rekapitulasi kegiatan laporan pelatihan perkembangan dan Sekolah bimbingan teknis. EVALUASI DAN PELAPORAN Dalam pelaksanaan pengembangan SRI dilakukan kegiatan pembinaan. monitoring dan Lapangan SRI dan disampaikan ke Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. PEMBINAAN. MONITORING. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Propinsi Kegiatan ditingkat Propinsi dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan meliputi : 1. A. evaluasi dan pelaporan oleh Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Menyusun petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran dari pedoman teknis pusat yang disesuaikan dengan kondisi lokalita setempat 2. monitoring. 2012 18 .

2. Melaksanakan persiapan ( koordinasi. 5.B. pelatihan. sedang dan sesudah) pelaksanaan kegiatan. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. pendampingan dan penanaman. Menyusun petunjuk teknis sebagai penjabaran dari petunjuk pelaksanaan yang dibuat oleh Propinsi yang disesuaikan dengan kondisi lokalita vertikal dan horizontal setempat. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Kabupaten/ Kota Kegiatan di tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan meliputi : 1. 2012 19 . 3. Propinsi dan Pusat Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Melaksanakan bimbingan teknis kepada para petugas lapangan dan petani peserta pelaksana kegiatan. penjaringan. workshop/ field day. alat peraga dan ATK/ perlengkapan lapangan). Sekolah Lapangan. kemudian disampaikan ke secara berkala. Menyusun laporan dan dokumentasi (sebelum. 4.

2012 20 . Laporan ini berisi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.C. sedang dan selesai pelaksanaan kegiatan). Laporan Akhir Laporan akhir agar lebih informatif dan komunikatif dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi (sebelum.b. Outline laporan akhir sebagaimana pada lampiran 8. Dinas Pertanian merakapitulasi Tanaman laporan Pangan dari Dinas Propinsi Pertanian Kabupaten / Kota. 2. Format laporan bulanan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/ Kota sesuai format Laporan PSP 01 dan PSP 03 sebagaimana terlampir pada Lampiran 6. sedangkan format laporan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi sesuai format Laporan PSP 02 dan PSP 04 sebagaimana pada Lampiran 7.b.a dan 6. Alur Laporan Laporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dan permasalahan serta upaya pemecahan dalam mencapai sasaran.a dan 7. Laporan Bulanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota wajib membuat laporan bulanan. Format Laporan 1. D.

Laporan bulanan dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan dikirim ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi untuk diolah lebih lanjut dengan tembusan ke pusat. 3 Ragunan Jakarta Selatan 12550. hasil kerja fisik dan lain-lain.antara lain data dan informasi tentang perkembangan pelaksanaan fisik dan keuangan. : 021-7805552 3. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. pendayagunaan tenaga kerja. 2. Taman Margasatwa No. Prasarana dan Sarana Pertanian Jl. Laporan akhir dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan dikirim ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi untuk diolah lebih lanjut. Telp. Laporan bulanan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota selanjutnya direkapitulasi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi dan dikirim ke Pusat dengan alamat : Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen. 2012 21 . : 021-7805552 Fax. Alur laporan adalah sebagai berikut : 1. dengan tembusan ke pusat.

b. 5. Laporan bulanan propinsi dikirim paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. 2012 22 . Waktu pengiriman a. Laporan akhir dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi berdasarkan hasil laporan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota kemudian dikirim ke pusat.4. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Laporan bulanan kabupaten dikirim paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.

2. B. Indikator Hasil (Outcomes) 1. Indikator Dampak (Impacts) Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Terwujudnya usahatani padi sawah organik metode SRI minimal seluas 60. Terwujudnya peningkatan nilai tambah produk sebanyak 120.VI.300 Ha. Indikator Manfaat (Benefits) 1.300 Ha di 109 Kabupaten di 20 Propinsi. Terwujudnya peningkatan produksi padi sawah organik metode SRI sebanyak 2 ton/ha C. Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat sebanyak Rp 6 juta/ha D. INDIKATOR KINERJA Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pengembangan SRI maka diperlukan indikator kinerja sebagai berikut : A.000 ton 2. 2012 23 . Indikator Keluaran (Outputs) Terlatihnya kelompok tani hamparan di bidang Usahatani Padi Sawah Organik Metode SRI seluas 60.

Terwujudnya penataan lingkungan usaha tani yang lebih baik di 3000 kelompok tani 2.1. Terciptanya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi 3. 2012 24 . Terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.

sehingga upaya bimbingan dan pembinaan perlu dilakukan secara terus menerus oleh petugas lapangan. Perubahan perilaku petani tersebut memerlukan waktu untuk berproses. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. PENUTUP Pengembangan SRI melalui pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI dilakukan dengan merubah perilaku petani dalam berusahatani yang lebih efisien dan ramah lingkungan.VII. Implementasi usahatani padi sawah organik metode SRI pada saat pelatihan dan Sekolah Lapang SRI diharapkan pada tahun 2011 dapat diterapkan pada seluruh areal sawah yang dikelola oleh kelompok tani pelaksana metode SRI. 2012 25 .

000 9.250.000 2.000 2.250.125.000 2.000 2.000 450.000 2.000 675.000 200 200 200 2.125.125.000 2.250.000 5.000 2. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 1 Jawa Barat 1 Bogor 2 Sukabumi 3 Bandung 4 Karawang 5 Garut 6 Bekasi 7 Ciamis 8 Subang 9 Bandung Barat 10 Tasikmalaya 11 Purwakarta 12 Cianjur 13 Sumedang 14 Kota Tasikmalaya 2 JAWA TENGAH 15 cilacap 16 purbalingga 17 purworejo 18 sragen 19 pati 20 jepara 21 pekalongan 22 pemalang 23 tegal 24 karang anyar 25 sukoharjo 26 banjarnegara 27 wonosobo 3 DI YOGYAKARTA 28 bantul 29 gunung kidul 30 sleman 4 JAWA TIMUR 31 Pacitan 32 Ponorogo 33 Malang 34 Banyuwangi 35 Jombang 36 Madiun 37 Ngawi 38 Sampang 39 Tulungagung 40 Blitar 41 Kediri 500 1.000 2.250.250.250.250.250.000 2.000 675.Lampiran 1 LOKASI KEGIATAN PENGEMBANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) TA.125.125.000 1.250.250.000 2.125.250.250.000 1.000 1.250.250.000 675.375.250.000 1.125.000 500 1.000 2.250.000 2.000 2.250.125.000 2. 2012 26 .250.250.000 2.000 675.000 2.250.125.000 2.500.000 500 500 300 300 2.000 4.000 1.000 2.000 675.000 2.000 2.250.000 1.000 1.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 2.250.125.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.000 300 1.250.000 1.250.000 450.000 1.250.000 2.250.000 1.000 2.000 1.000 2.125.125.250.000 2.250.000 2.125.000 1.125.250.000 2.250.000 450.250.250.000 1.000 2.125.000 2.250.000 2.250.000 2.250.250.000 2.000 2.000 3.000 450.000 1.000 2. 2012 NO.000 500 500 300 500 500 2.500 1.250.250.250.250.000 1.000 2.000 1.250.000 1.250.000 2.000 675.000 1.000 300 500 300 200 2.000 1.000 2.125.000 1.250.000 2.000 2.125.125.250.250.250.250.000 1.000 2.000 2.125.000 2.125.000 500 1.125.000 2.250.000 2.000 1.250.000 20.000 11.000 1.

250.000 675.000 900.000 900.000 1.000 900.000 2.000 2.250.250.250.000 900.000 675.250.000 675.000 2.000 225.000 2.250.000 48 Deli Serdang 49 Langkat 50 Serdang Bedagai 51 Batu bara 52 Asahan 53 Simalungun 7 SUMATERA BARAT 54 tanah datar 55 pesisir selatan 56 solok 57 sijunjung 58 tanah datar 59 padang pariaman 60 agam 61 lima puluh kota 62 dharmasraya 8 JAMBI 300 300 300 300 300 300 2.250.000 675.250.000 675.000 450.250.000 2.250.250.000 2.250. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 5 ACEH 42 Aceh Besar 43 Pidie 44 Aceh Tengah 45 Aceh Tamiang 46 Nagan Raya 47 Kota Lhokseumawe 6 SUMATERA UTARA 300 300 300 300 300 300 2.000 2.000 225.000 300 300 300 300 1.000 400 400 400 100 400 100 1.250.000 2.000 2.250.000 2.250.000 675.000 2.000 2.250.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.000 2.000 2.250.000 900.000 2.000 63 Batanghari 64 Bungo 9 SUMATERA SELATAN 65 Ogan Komering Ulu 66 Muara Enim 67 Musi Rawas 68 Kota Palembang 69 Kota Lubuk Linggau 70 Ogan Komering Ilir 71 OKU Timur 10 LAMPUNG 72 lampung timur 73 lampung tengah 74 pesawaran 75 lampung selatan 11 KALIMANTAN BARAT 76 Sintang 12 KALIMANTAN SELATAN 77 Banjar 78 Hulu Sungai Selatan 79 Tapin 13 SULAWESI TENGAH 80 Banggai 81 Donggala 300 400 2.000 2.000 675.250.250.000 2.000 2.250.NO.000 400 400 400 400 2.000 300 300 300 300 2.000 675.250.000 675.250.000 2.000 2.000 900.000 450.000 900.250.250.000 2.000 2.250.000 2.125.000 2.000 2.250.250.000 675.000 2.000 675.000 900.000 675.000 2.000 400 2.000 2.250.250.250.250.250.000 675.250.250.250.000 675.000 675.000 2.000 2.250.000 200 200 200 2.000 900.000 2.000 300 500 2.000 675.250.000 2.250.250.000 675.000 675.000 450.000 675. 2012 27 .000 2.000 675.000 900.000 675.000 2.250.000 675.250.250.

250.000 2.250.000 2. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 14 SULAWESI SELATAN 82 Maros 83 Barru 84 Soppeng 85 Sidenreng Rappang 86 Pinrang 87 Takalar 88 Tana Toraja 89 Luwu Utara 90 Pangkep 15 SULAWESI TENGGARA 91 kota kendari 16 BALI 92 Tabanan 93 Badung 94 Gianyar 95 Klungkung 17 NUSA TENGGARA BARAT 96 Lombok Barat 97 Lombok Timur 98 Lombok Tengah 18 BENGKULU 99 Bengkulu Selatan 100 Rejang Lebong 101 Kaur 102 Seluma 103 Lebong 104 Kepahiang 19 MALUKU UTARA 105 halmahera timur 20 BANTEN 106 Pandeglang 107 Lebak 108 Tangerang 109 Serang TOTAL 400 1.000 675.000 2.000 900.250.250.000 2.000 675.000 2.000 300 300 300 300 2.125.250.000 2.250.250.000 675.250.250.250.250.000 2.000 1.300 2.000 675.000 2.000 900.000 900.000 2.000 675.000 2.250.250.000 300 200 300 2.250.675.000 900.000 675.250.000 300 300 300 300 300 300 2.000 2.000 675.000 2.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.250.000 675.250.250.000 900.250.250.000 675.000 2.250.250.000 2.250.250.000 300 2.000 2.000 2.250.250.000 900.000 2.000 675.000 675.000 2.000 675. 2012 28 .000 675.250.000 2.000 675.000 300 2.000 675.000 2.000 2.000 675.250.000 300 300 300 300 60.000 675.000 2.000 675.NO.000 400 400 400 400 500 300 400 2.000 675.000 135.250.000 450.

Lampiran 2 Contoh RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK (RUKK) KEGIATAN PENGEMBANGAN SRI Kab/ Kota Kecamatan Desa Nama Kelompok Tani : : : : Jumlah Biaya & Sumber Dana (Rp) Jenis Pekerjaan Volume/ Satuan Harga Per Satuan Tugas Pembantuan APBD Swadaya Petani Metode Pelaksanaan a Pelaksanaan Fisik .……. dll) . 2010 Mengetahui.………………..(sebutkan) b Penyediaan Sarana Produksi Pertanian .Pengolahan lahan sampai siap tanam . konservasi.Penyiangan . saluran irigasi.Perbaikan sarana dan prasarana (JUT.Lain-lain …………………. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ( ) ( TimTeknis/ Korlap ) Ketua Kelompok Tani ( ) HOK HOK HOK HOK Kg Ltr Kg Ltr Unit Buah Buah Bansos Bansos HOK HOK HOK HOK Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.Lain-lain ………………….Bahan organik .Benih . bangunan.Perbaikan galengan .Sabit .Lain-lain ………………….Aplikasi bahan organik .Pestisida nabati . 2012 29 .Aplikasi MOL .Cangkul .(sebutkan) TOTAL DANA …….APPO .Perbaikan kesuburan (aplikasi bahan organik/pupuk dll) .Mikro Organisme Lokal (MOL) .(sebutkan) c Penanaman d Pemeliharaan .

Bulan No. 1 2 3 4 5 6 Persiapan Pembuatan Juklak oleh Propinsi Pembuatan Juknis oleh Kab/Kota Koordinasi dengan Instansi terkait Sosialisasi Penjaringan Penetapan Lokasi Pembuatan rekening kelompok Musyawarah Kelompok Tani Penyusunan RUKK Transfer dana Pelaksanaan Pengadaan alat dan saprodi Pelatihan Sekolah Lapangan (SL) dan pendampingan Workshop/ Field day Monitoring Evaluasi .Propinsi . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 B. 2012 30 .Pusat 7 Pelaporan Januari Minggu ke II III IV I Pebruari Minggu ke II III IV I Maret Minggu ke II III IV I April Minggu ke II III IV I Mei Minggu ke II III IV I Juni Minggu ke II III IV I Juli Minggu ke II III IV I Agustus Minggu ke II III IV I September Minggu ke II III IV I Oktober Minggu ke II III IV I Nopember Minggu ke II III IV I Desember Minggu ke II III IV Keterangan : Secara swadaya Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.Kabupaten/Kota . Nama Kegiatan I A.

Aspek/Kegiatan (%) Nama Kelompok Koordinat Keterangan 1 Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1. Harsono RM No. dst ……... : ……………………………. : ……………………………. : ……………………………. Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (Ha/Km/Unit) Realisasi Terhadap Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (%) (Ha/Km/Unit) Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan Form PSP. dst …. 2012 31 . dst …. Tata Air Mikro (TAM) 4... dst ……….. Penguatan KP3 2. Cetak Sawah 2. Tractor Roda 2 2. JIDES 3. JUT 3. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PSP Pusat.. Pengelolaan Air Irigasi 1. SP DIPA : ……………………………. Japrod 4.…… 2011 Penanggung jawab kegiatan Kabupaten Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Skrening Pestisida 3. dst ………. : …………………………….. Optimasi Lahan 5. Pupuk dan Pestisida 1. Pembiayaan 1. …………………………. : ……………………………. 2 3 4 5 JUMLAH Catatan : 1. Alat dan Mesin Pertanian 1. PUAP 2.. Kanpus Kementan Gedung D Lantai 8 Jl.A. JITUT 2. 2011 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan No... 01 No. : ……………………………. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a.com ………………………. 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail.. Tractor Roda 4 3..Lampiran 2.a LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN T. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2..

25.000. dst …. c.000.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp.. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. dst ………. dst ……….com 3. 2006/2007/2008/2009/2010*) Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor NO SP DIPA : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… NO KEGIATAN Target Fisik DIPA Realisasi Fisik MANFAAT 1 Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8. 2011 Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Skrening Pestisida 3. JIDES 3. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. Alat dan Mesin Pertanian 1. Manfaat harus terukur. Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail. 2012 32 . JUT 3. 2 Pengelolaan Air Irigasi 1. Cetak Sawah 2. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1. …………………. Japrod 4.5 = 750 ton 4. Tata Air Mikro (TAM) 4. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PSP pada akhir Tahun Anggaran 2.000 X 1. dst ……. 3 Ragunan.5 ton X 1.. JITUT 2. Jl.5 X 5 Ton = 1. Optimasi Lahan 5. 25. Penguatan KP3 2. 25.03 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA.………………. Pembiayaan 1. / Kg atau Rp...000. Laporan ke Ditjen PSP cq. Tractor Roda 2 2. Pupuk dan Pestisida 1. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. Tractor Roda 4 3.b (lanjutan) Form PSP. dst …. ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. PUAP 2.000 = Rp. 3 4 5 Catatan : 1. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. 25. *) Coret yang tidak perlu ……….….Lampiran 2. contoh : a.. Harsono RM No.5 ton/Ha dan IP 150 %.250 ton b.

SK Tim Teknis 2. Transfer Dana KONSTRUKSI 1. Pelatihan 3. RUKK 4. Perjanjian Kerjasama dan Pembukaan Rekening 5. SL-SRI BOBOT (%) 20 2 3 5 5 5 80 15 20 45 *) B. 2012 KEGIATAN A.SKOR PEMBOBOTAN FISIK KEGIATAN PENGEMBANGAN SRI TA. Pengadaan APPO 2. Penjaringan Lokasi & Petani 3. PERSIAPAN 1. Keterangan : *) Untuk Sekolah Lapangan SRI 1 kali pertemuan bobotnya 3 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 33 .

Tata Air Mikro (TAM) 4. Cetak Sawah JUT Optimasi Lahan JITUT Tractor Roda 2 dst ……. Dinas Kabupaten/Kota*) Aspek/Kegiatan Fisik (Ha/Km/Unit) Keterangan (%) 1 Dinas…………………………. JITUT 2. JIDES 3. C.………… A. D. Tractor Roda 2 2. 2011 Penanggung jawab kegiatan Propinsi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA...com *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PSP. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a. Laporan dikirim ke Ditjen PSP Pusat. Pagu DIPA Anggaran (Rp) Realisasi Terhadap Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (%) (Ha/Km/Unit) Form PSP.Lampiran 3a LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA... Optimasi Lahan 5. 2011 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan : : : : : ……………………………. PUAP 2. dst ………. Japrod 4.. ………………………... 4. No. JUMLAH 1. 6. SP DIPA : ……. 3.. E. …………………………….*) Kab/Kota ……………………….. Pupuk dan Pestisida 1. Tractor Roda 4 3.02 No. dst ……. Pengelolaan Air Irigasi 1. ……………………………. JUT 3.. ……………………………. B. Cetak Sawah 2. Alat dan Mesin Pertanian 1. 3 Ragunan Jaksel... Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1. Harsono RM No. 2 Dinas…………………………. 2. Skrening Pestisida 3.………… 1. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2.. Fax : 021 7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail.... Pembiayaan 1. SP DIPA : ………. dst ….. Penguatan KP3 2. …………………………….………………. 2012 34 .*) Kab/Kota ………………………… No.. dst …. Kanpus Kementan Gedung D Lantai 8 Jl. dst ………. …………………….. 5.

D. 2011 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Tractor Roda 2 2. dst …. E. Laporan ke Ditjen PSP cq. ………………. Japrod 4.**) Kab/Kota ……. JITUT 2.. 2012 35 . Cetak Sawah 2. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail.5 X 5 Ton = 1. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1.Lampiran 3b Form PSP. Skrening Pestisida 3. 25. Pengelolaan Air Irigasi 1.5 = 750 ton 4. Pupuk dan Pestisida 1. Optimasi Lahan 5.. dst ………. JIDES 3. : ……………………………………. A. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1.04 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. Catatan : 1. NO DINAS KAB/KOTA ASPEK/KEGIATAN Target Fisik DIPA Realisasi Fisik MANFAAT 1 Dinas…………. …………………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. Penguatan KP3 2. c.com 3. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha. JUT 3. 25.5 ton/Ha dan IP 150 %. 2006/2007/2008/2009/2010*) Dinas Provinsi Subsektor : ……………………………………. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. Harsono RM No. Tata Air Mikro (TAM) 4. C. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.**) Kab/Kota ……. 25. Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp..000. *) Coret yang tidak perlu **) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PSP. No SP DIPA : ……. B. No SP DIPA : …. / Kg atau Rp.…………. dst ….5 ton X 1. PUAP 2..000.000 = Rp. dst …….250 ton b. Manfaat harus terukur. contoh : a.000. Alat dan Mesin Pertanian 1. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. : …………………………………….000 X 1. Laporan dikirim ke Ditjen PSP pada akhir Tahun Anggaran 2. dst ………. 2 Dinas…………. Tractor Roda 4 3. 25. Pembiayaan 1.

PENDAHULUAN 1.1 Tahapan Kegiatan 4. VIII. Latar Belakang 1. MANFAAT KEGIATAN II. ANALISIS KINERJA Input.2 Pemecahan Masalah VI.Lampiran 4 OUTLINE LAPORAN AKHIR PENGEMBANGAN SRI TA. V. Tujuan 1. Output. Benefit. Sasaran Lokasi RUANG LINGKUP KEGIATAN 2.PENUTUP III.2.3. 2011 I. IV. 2012 36 . Impact VII.2 Realisasi Fisik dan Keuangan PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH 5.1. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.1 Permasalah Yang Dihadapi 5.1 Komponen Kegiatan LOKASI KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN 4. Outcome.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful