P. 1
4.0. PEDUM SRI 2012

4.0. PEDUM SRI 2012

|Views: 261|Likes:
Dipublikasikan oleh Supriyadi Banjarnegara

More info:

Published by: Supriyadi Banjarnegara on Jan 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2015

pdf

text

original

Sections

  • I. PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan
  • C. Sasaran
  • D. Pengertian
  • II. RUANG LINGKUP KEGIATAN
  • A. Persiapan
  • B. Pelaksanaan
  • III. SPESIFIKASI TEKNIS
  • A. Norma
  • B. Standar Teknis
  • C. Kriteria
  • IV. PELAKSANAAN KEGIATAN
  • A. Cara Pelaksanaan
  • B. Tahapan Pelaksanaan
  • C. Jadwal Kegiatan
  • D. Pendanaan
  • DAN PELAPORAN
  • C. Format Laporan
  • D. Alur Laporan
  • VI. INDIKATOR KINERJA
  • VII. PENUTUP

PT.PSP.3-3.

2012

KONSEP PEDOMAN TEKNIS PENGEMBANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION TA. 2012

DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN
DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN JAKARTA, 2012

KATA PENGANTAR

Pembuatan pedoman teknis ini dimaksudkan untuk memberikan acuan umum bagi para petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi, Kabupaten/Kota dan petugas lapangan dalam melaksanakan kegiatan Pengembangan SRI (System of Rice Intensification) yang dananya bersumber dari dana APBN TA 2012. Para petugas terkait diharapkan dapat mempelajari dan mencermati pedoman ini dengan saksama. Disamping itu dengan memahami Pedoman Teknis ini, diharapkan tidak akan terjadi keragu-raguan dalam implementasi kegiatan dilapangan dan kendala / hambatan yang ada akan dapat diatasi, sehingga kinerja yang diperoleh dapat tercapai secara optimal . Muatan pedoman teknis ini bersifat umum karena berlaku secara nasional, oleh karena itu diharapkan pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi dapat menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota dapat menerbitkan Petunjuk teknis yang menjabarkan secara lebih rinci Pedoman Teknis ini sesuai dengan kondisi spesifik daerah masing-masing. Untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap pedoman teknis ini, sangat diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada (misalnya Acara Sosialisasi, Rapat Koordinasi, Rapat Teknis, Supervisi dsbnya) Pedoman Teknis ini dapat didiskusikan bersama secara intensif. Dengan demikian diharapkan semua pihak terkait baik Pusat dan Daerah dapat memiliki kesamaan pandangan, gerak dan langkah dalam melaksanakan kegiatan ini. Akhirnya, sangat diharapkan komitmen berbagai pihak untuk dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaikbaiknya dalam bingkai waktu yang telah ditentukan, agar
Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

i

hasil pembangunan melalui kegiatan ini benar-benar dapat dinikmati manfaatnya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan petani di Indonesia.

Jakarta, Januari 2012 Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan,

Ir.Tunggul Iman Panudju,Msc NIP.195805261987031002

Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

ii

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...................................................... DAFTAR ISI ................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..................................................... I. PENDAHULUAN ..................................................... A. B. C. D. Latar Belakang ................................................ Tujuan ............................................................. Sasaran .......................................................... Pengertian ..................................................... i iii v 1 1 3 3 4 5 5 5 6 6 6 7 9

II. RUANG LINGKUP KEGIATAN ................................ A. B. Persiapan ........................................................ Pelaksanaan ...................................................

III. SPESIFIKASI TEKNIS ............................................. A. B. C. Norma ............................................................. Standar Teknis ................................................ Kriteria ............................................................

IV. PELAKSANAAN KEGIATAN .................................... A. B. C. D.

Cara Pelaksanaan ......................................... 9 Tahapan Pelaksanaan ................................... 9 Jadwal Kegiatan ............................................ 15 Pendanaan .................................................... 16

Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2011

iii

Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Kabupaten/Kota ... B. 2011 iv ............................... Indikator Hasil (Outcomes) ........................................................................... D. 23 A.......... C............................ EVALUASI DAN PELAPORAN .......................... Indikator Manfaat (Benefits) ... Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Propinsi ................. PENUTUP ......V...................... D........ 23 23 23 23 VII............... Indikator Keluaran (Outputs) ... Indikator Dampak (Impacts) .................. MONITORING... 18 19 20 20 VI. B.................................... C...................... 25 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.......................................... PEMBINAAN.............................. Format Laporan ........ INDIKATOR KINERJA ............. 18 A.................. Alur Laporan ........................

..............04) ...............a.. Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen....b Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen... Lokasi Pengembangan SRI Tahun 2012 26 Lampiran 2.. 2012 (form PSP. 2012 (form PSP....... PSP TA.... PSP TA.... Lampiran 2............ Contoh Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) kegiatan Pengembangan SRI ........... 36 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.. Lampiran 3....... Outline Laporan Akhir Kegiatan Pengembangan SRI TA. 2012 (form PSP..DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1...a.................... 2011 v ....... Lampiran 2.................02) ..... .... 2012 . Format Laporan Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Ditjen. 29 31 32 34 35 Lampiran 4......... PSP TA........01) .......03)..b Format Laporan Manfaat Kegiatan Ditjen.............. 2012 (form PSP.... Lampiran 3...... PSP TA....

tanah cepat kering. Hal ini ditunjukkan dengan gejalagejala sebagai berikut. retak-retak bila kurang air. bukan cara memupuk tanah agar tanah Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. begitu juga dengan kesehatan manusia mempunyai hubungan langsung dengan kesehatan tanah. Perilaku usahatani lebih tertuju pada cara memupuk tanaman. Salah satu permasalahan saat ini yang dihadapi banyak petani adalah kesehatan dan kesuburan tanah yang semakin menurun. mikro organisme dan aktifitas biologi serta keberadaan unsur-unsur hara dan nutrisi sangat penting untuk keberlanjutan pertanian kedepan. 2012 1 . Keseimbangan tanah dengan kandungan bahan organik. Kondisi ini semakin buruk karena penggunaan pupuk an-organik terus meningkat dan penggunaan pestisida untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan juga meningkat. Latar Belakang Tanah merupakan faktor produksi pertanian yang penting. produksi sulit meningkat bahkan cenderung menurun. lapisan olah dangkal.I. PENDAHULUAN A. asam dan padat. lengket bila diolah.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian pada tahun 2012 akan melaksanakan kegiatan untuk tani meningkatkan melalui kemampuan Pelatihan teknis dan masyarakat kegiatan Sekolah Lapangan System Of Rice Intensification (SRI) yaitu cara budidaya tanaman padi yang intensif dan efisien dengan proses manajemen sistem perakaran dengan berbasis pada pengelolaan tanah. Dibeberapa tempat masih terjadi pembakaran sisa jerami sebelum pengolahan lahan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Saat ini usahatani secara umum belum melibatkan tanah sebagai komponen yang mempengaruhi pengendalian dan dalam menentukan keputusan pengelolaan suatu agroekosistem. tanaman dan air. sehingga dapat menyediakan sekaligus memberikan banyak nutrisi pada tanaman.menjadi subur. Oleh karena itu Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan. 2012 2 . sehingga mengakibatkan pencemaran udara dan rotasi unsur hara tidak terjadi.

300 Ha yang tersebar di 20 propinsi. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang usahatani padi sawah organik metode SRI. d. 109 kabupaten/kota dengan rincian sebagaimana terlampir pada Lampiran 1. Menghasilkan produksi yang berdaya saing tinggi. Sasaran Sasaran kegiatan pengembangan SRI adalah petani yang mempunyai lahan sawah beririgasi yang ketersediaan airnya terjamin. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Tujuan Tujuan Pengembangan SRI ini adalah : a. c.B. sehat dan berkelanjutan. Pada tahun 2012 kegiatan pengembangan SRI seluas 60. usahatani padi yang ramah produktivitas dan efisiensi C. b. Meningkatkan usahatani. Mengembangkan lingkungan. 2012 3 .

D. Usahatani padi sawah organik metode SRI adalah usahatani padi sawah irigasi secara intensif dan efisien dalam pengelolaan tanah. Kelompok tani pelaksana SRI adalah kelompok tani yang menggarap lahan dalam satu hamparan dan bersedia menerapkan metode SRI pada seluruh lahan garapan kelompok tani tersebut secara utuh. 2. tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok tani dan kearifan lokal serta berbasis pada kaidah ramah lingkungan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Pengertian 1. 2012 4 .

2. 3. benih dan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 3.II. 5. 7. 4. 2012 5 . Pelaksanaan 1. Pembuatan Juklak oleh Propinsi Pembuatan Juknis oleh Kab/Kota Koordinasi dengan Instansi terkait Sosialisasi Penjaringan Calon Petani dan Calon Lokasi (PCPCL) Penetapan hasil penjaringan CPCL Pembuatan rekening kelompok Musyawarah Kelompok Tani Penyusunan RUKK 10. Transfer Dana B. 4. 9. Pengolahan Tanah Pelatihan Sekolah Lapangan (SL) dan pendampingan Lokakarya Monitoring dan Evaluasi Pelaporan (APPO. 5. Persiapan 1. RUANG LINGKUP KEGIATAN Ruang lingkup kegiatan pengembangan SRI terdiri dari : A. 7. 6. Pengadaan alat dan saprodi bahan organik (BO) 2. 8. 6.

2012 6 . Pelaksanaan Pelatihan Usahatani Padi Organik Metode SRI. Standar Teknis Standar teknis Pengembangan SRI meliputi : 1. Pelaksanaan Sekolah Lapang Pemandu SRI selama 15 kali pertemuan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. standar teknis dan kriteria sebagai berikut : A. Norma Pengembangan SRI dilaksanakan bagi petani dalam kelompok tani pada lokasi sasaran dan dilakukan oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan pemandu ( TOT ) atau petani maju yang telah mampu menerapkan metode SRI.SRI) mengacu pada norma. Pelaksanaan TOT bagi Instruktur/ Petugas di daerah 2.III. SPESIFIKASI TEKNIS Dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan SRI melalui Pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI (SL. B. 3.

Kriteria Kriteria lokasi. kelompok tani. Petani pemilik penggarap atau penggarap yang mempunyai kemauan dan kemampuan dalam mengembangkan SRI serta berada dalam satu kelompok tani hamparan. Bukan daerah rawan genangan / banjir dan infrastruktur drainase cukup memadai. Luas lahan pemilik penggarap atau penggarap maksimum 2 ha / KK.C. e. 2. Diutamakan yang di daerah sekitarnya tersedia bahan organik (hijauan. d. Lokasi mudah dijangkau. 2012 7 . pengajar. Kriteria Calon Petani Pelaku SRI a. kotoran hewan). c. b. petani. Hamparan sawah beririgasi yang ketersediaan airnya terjamin yang dimiliki/dikelola oleh satu kelompok secara utuh seluas lahan yang dimiliki oleh anggota kelompok tersebut ( kurang lebih 20 ha). pendamping dan pemandu pelaksana pengembangan SRI yaitu : 1. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Kriteria Lokasi a.

Kelompok tani yang belum pernah mendapatkan alokasi kegiatan SRI. Kriteria Instruktur/ Pelatih SRI Instruktur/ Pelatih SRI adalah Petugas Dinas Daerah/ Penyuluh Lapangan / Anggota Kelompok tani yang telah mengikuti TOT yang diselenggarakan oleh Pusat. Kriteria Pendamping dan Pemandu Pendamping dan pemandu adalah tenaga profesional di bidang SRI. 5. .Kriteria kelompok tani adalah kelompok tani hamparan yang merupakan kelompok tani aktif dan dinamis serta berorientasi ekologis dan agrobisnis. 4. Petugas Dinas Kabupaten / Kota dan Petugas Lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan pemandu SRI dan berpengalaman melaksanakan SRI. serta mempunyai kemampuan untuk menumbuhkan minat petani dalam menerapkan dan mengembangkan SRI. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Kriteria Kelompok Tani .3. 2012 8 .

Pembuatan Petunjuk Pelaksanaan Pembuatan petunjuk pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Propinsi sebagai penjabaran dari pedoman teknis yang dibuat oleh pusat sesuai dengan kondisi daerah. PELAKSANAAN KEGIATAN A. sedangkan pengadaan Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO). b. 2012 9 . Persiapan a. Tahapan Pelaksanaan 1. Pembuatan Petunjuk Teknis Pembuatan petunjuk teknis dilakukan oleh Dinas Kab/Kota sebagai penjabaran dari petunjuk Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.IV. Cara Pelaksanaan Mekanisme pelaksanaan pengembangan SRI melalui Pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI (SL. B.SRI) dilakukan secara swakelola oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota. dan benih dilakukan oleh kelompok tani.

c. Sosialisasi Sosialisasi mengetahui bertujuan dengan jelas agar masyarakat rencana tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Penjaringan Calon Lokasi dan Petani Yang dimaksud penjaringan lokasi adalah kegiatan untuk memperoleh lokasi (daerah irigasi yang ketersediaan airnya terjamin). d. e. sehingga masyarakat bersedia berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.pelaksanaan yang dibuat oleh propinsi sesuai dengan kondisi riil di lapangan. petani dan kelompok tani sesuai dengan kriteria pada spesifikasi teknis dalam Bab III. Satu kelompok tani sasaran beranggotakan + 30 orang. Koordinasi Koordinasi dilakukan dengan instansi terkait di kabupaten/kota termasuk dan masyarakat luas. dengan aparat desa untuk memperoleh dukungan dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 10 .

Diharapkan pada tahun yang akan datang penjaringan calon lokasi dan petani sudah dilakukan pada tahun sebelumnya dan dimasukkan dalam proposal. selanjutnya ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/Kota. Rekening kelompok yang dimaksud merupakan rekening bersama Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. standar teknis dan kriteria. Penetapan Lokasi dan Petani Pelaksana Hasil penjaringan CPCL yang memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditentukan oleh norma. Penjaringan calon petani pelaksana f. g. 2012 11 .Penjaringan lokasi dan petani dilakukan oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota. Pembuatan Rekening Kelompok Rekening kelompok diperlukan untuk menerima transfer dana dalam rangka bantuan sosial ini dari dana Tugas Pembantuan.

Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. dilaksanakan secara bersama-sama antara petani dan petugas untuk menentukan dilaksanakan. Dalam musyawarah kelompok tani (rembug desa). Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) Penyusunan Kelompok Rencana (RUKK). Musyawarah Desa Musyawarah dimaksudkan Kelompok Tani atau Rembug kelompok untuk tani (rembug desa) menyusun perencanaan secara partisipatif sesuai aspirasi masyarakat. h. Usulan berdasarkan Kegiatan hasil musyawarah kelompok tani.antara ketua kelompok dengan Kepala Dinas kabupaten/kota . dalam bentuk rekening tabungan pada Bank Pemerintah terdekat. 2012 kegiatan definitif yang akan 12 . sehingga diharapkan mereka akan merasa memiliki dan bersedia memelihara kelanjutannya. petugas dalam hal ini bertindak sebagai fasilitator. i. Hasil dari musyawarah kelompok tani menjadi bahan dalam penyusunan Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK).

supaya dicantumkan. Pengembangan Metode SRI 1) Persiapan di Lapang Pengadaan APPO per kelompok tani sebanyak 2 unit oleh kelompok tani yang dibiayai dana Tugas Pembantuan Usahatani Padi Organik sedangkan untuk saung APPO nya dibuat secara swadaya petani. Contoh RUKK seperti pada Lampiran 2. Transfer Dana Mekanisme transfer dana mengacu pada pedoman pengelolaan dana bantuan sosial yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.Dalam penyusunan RUKK apabila terdapat penggunaan dana dari APBD atau swadaya petani. 2012 13 . j. 2. Pelaksanaan a. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Pengadaan benih untuk kelompok tani yang sebanyak 50 kg (untuk 10 ha) dibiayai dana Tugas Pembantuan sedangkan 10 ha lainnya swadaya petani.

selanjutnya melakukan penanaman. 2) Pelaksanaan di lapangan Pengelolaan lahan dan pendampingan selama 1 Musim Tanam diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dengan ketentuan/arahan sebagai berikut : a) Peserta sekolah lapangan adalah petani yang telah mengikuti pelatihan SRI.- Pertemuan penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan sekolah lapangan. usahatani padi sawah metode SRI seluas 20 ha dalam satu hamparan kelompok tani. b) Petugas / pendamping SRI adalah tenaga ahli di bidang SRI. 2012 14 . Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan Petugas Lapangan atau petani yang telah mengikuti pelatihan pemandu SRI dan telah berpengalaman melaksanakan SRI. pendampingan untuk seluas dan penentuan tanah siap dana lokasi tanam Tugas pengolahan 20 ha dibiayai Pembantuan dan sisanya dibuat secara swadaya oleh petani.

Panen Padi SRI C. Jadwal Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota supaya mengikuti jadual pelaksanaan kegiatan sesuai tahapan kegiatan Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. d)Sesuai jadual kegiatan maka SRI dilaksanakan mulai MT April – September 2012.Kegiatan pengembangan usahatani padi sawah organik metode SRI c) Waktu pelaksanaan 1 (satu) musim tanam. 2012 15 .

Pengembangan SRI.000. 1.000. 2012 16 . 2.Bansos Pembelanjaan dalam bentuk uang. musyawarah kelompok tani.dan Monitoring Rp.000. D. monitoring dan evaluasi serta pelaporan menggunakan dana Administrasi Kegiatan. 43. Transfer dana dilakukan untuk perkelipatan 20 Ha.-.000. Penjaringan Lokasi dan Petani.000.000. yang dituangkan dalam ”Jadual Palang” pada Lampiran 5.500.250. Pendanaan Untuk melakukan kegiatan pengembangan SRI disediakan dana Tugas Pembantuan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota sebesar Rp.. 300. Untuk kegiatan yang bersifat non fisik antara lain Sosialisasi. pembinaan. 200. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. dengan perincian sebagai berikut : Belanja Bahan. Rp. Koordinasi.Khusus penggunaan dana dari AKUN Belanja Lembaga Sosial Lainnya mengacu pada Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Tahun 2012 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Belanja Perjalanan Lain meliputi Perjalanan Pendampingan Rp. bila tidak mencukupi diharapkan dapat disediakan dari dana APBD. Rp.-/ Ha.

Untuk pemeliharaan dan keberlanjutan hasil kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat petani secara swadaya. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 17 .

evaluasi dan pelaporan oleh Tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan tanggung jawabnya. PEMBINAAN. 2012 18 . Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.V. A. Melakukan evaluasi. monitoring. monitoring dan Lapangan SRI dan disampaikan ke Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan. Menyusun petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran dari pedoman teknis pusat yang disesuaikan dengan kondisi lokalita setempat 2. Menyusun pelaksanaan rekapitulasi kegiatan laporan pelatihan perkembangan dan Sekolah bimbingan teknis. MONITORING. 3. EVALUASI DAN PELAPORAN Dalam pelaksanaan pengembangan SRI dilakukan kegiatan pembinaan. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Propinsi Kegiatan ditingkat Propinsi dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan meliputi : 1.

kemudian disampaikan ke secara berkala. Sekolah Lapangan. workshop/ field day. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Tugas dan Tanggung Jawab Dinas Kabupaten/ Kota Kegiatan di tingkat Kabupaten/Kota dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan meliputi : 1. pelatihan. alat peraga dan ATK/ perlengkapan lapangan). 2. sedang dan sesudah) pelaksanaan kegiatan. 4. 2012 19 . 3.B. Melaksanakan bimbingan teknis kepada para petugas lapangan dan petani peserta pelaksana kegiatan. Melaksanakan persiapan ( koordinasi. 5. Menyusun laporan dan dokumentasi (sebelum. Menyusun petunjuk teknis sebagai penjabaran dari petunjuk pelaksanaan yang dibuat oleh Propinsi yang disesuaikan dengan kondisi lokalita vertikal dan horizontal setempat. Propinsi dan Pusat Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. penjaringan. pendampingan dan penanaman.

sedang dan selesai pelaksanaan kegiatan). Format laporan bulanan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten/ Kota sesuai format Laporan PSP 01 dan PSP 03 sebagaimana terlampir pada Lampiran 6.C. Alur Laporan Laporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dan permasalahan serta upaya pemecahan dalam mencapai sasaran. 2. Laporan Bulanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota wajib membuat laporan bulanan.b. D.a dan 7. Laporan Akhir Laporan akhir agar lebih informatif dan komunikatif dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi (sebelum. Format Laporan 1. sedangkan format laporan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi sesuai format Laporan PSP 02 dan PSP 04 sebagaimana pada Lampiran 7. 2012 20 . Laporan ini berisi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.a dan 6. Dinas Pertanian merakapitulasi Tanaman laporan Pangan dari Dinas Propinsi Pertanian Kabupaten / Kota. Outline laporan akhir sebagaimana pada lampiran 8.b.

antara lain data dan informasi tentang perkembangan pelaksanaan fisik dan keuangan. Laporan bulanan yang dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota selanjutnya direkapitulasi oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi dan dikirim ke Pusat dengan alamat : Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen. 2. Laporan bulanan dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan dikirim ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi untuk diolah lebih lanjut dengan tembusan ke pusat. 3 Ragunan Jakarta Selatan 12550. dengan tembusan ke pusat. pendayagunaan tenaga kerja. Prasarana dan Sarana Pertanian Jl. Taman Margasatwa No. Laporan akhir dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota dan dikirim ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi untuk diolah lebih lanjut. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. : 021-7805552 3. : 021-7805552 Fax. Alur laporan adalah sebagai berikut : 1. Telp. 2012 21 . hasil kerja fisik dan lain-lain.

4. 5. Laporan akhir dibuat oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi berdasarkan hasil laporan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten / Kota kemudian dikirim ke pusat. b. 2012 22 . Laporan bulanan kabupaten dikirim paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya. Laporan bulanan propinsi dikirim paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Waktu pengiriman a.

Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat sebanyak Rp 6 juta/ha D. INDIKATOR KINERJA Untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan pengembangan SRI maka diperlukan indikator kinerja sebagai berikut : A. Terwujudnya peningkatan produksi padi sawah organik metode SRI sebanyak 2 ton/ha C. Indikator Dampak (Impacts) Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.300 Ha di 109 Kabupaten di 20 Propinsi. 2012 23 .000 ton 2.VI. B.300 Ha. Indikator Hasil (Outcomes) 1. 2. Indikator Keluaran (Outputs) Terlatihnya kelompok tani hamparan di bidang Usahatani Padi Sawah Organik Metode SRI seluas 60. Indikator Manfaat (Benefits) 1. Terwujudnya usahatani padi sawah organik metode SRI minimal seluas 60. Terwujudnya peningkatan nilai tambah produk sebanyak 120.

Terwujudnya penataan lingkungan usaha tani yang lebih baik di 3000 kelompok tani 2.1. Terciptanya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi 3. Terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 2012 24 .

sehingga upaya bimbingan dan pembinaan perlu dilakukan secara terus menerus oleh petugas lapangan.VII. Perubahan perilaku petani tersebut memerlukan waktu untuk berproses. PENUTUP Pengembangan SRI melalui pelatihan dan Sekolah Lapangan SRI dilakukan dengan merubah perilaku petani dalam berusahatani yang lebih efisien dan ramah lingkungan. 2012 25 . Implementasi usahatani padi sawah organik metode SRI pada saat pelatihan dan Sekolah Lapang SRI diharapkan pada tahun 2011 dapat diterapkan pada seluruh areal sawah yang dikelola oleh kelompok tani pelaksana metode SRI. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.

125.250.000 3.000 500 500 300 500 500 2.000 1.000 2.000 1.250.000 1.000 2.250.250.500.125.000 2.000 2.500 1.125.000 2.250.000 2.000 2.250.250.000 675.000 1.000 2.000 2.250.250.250.000 2.000 675.250.000 20.125.000 500 1.000 4. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 1 Jawa Barat 1 Bogor 2 Sukabumi 3 Bandung 4 Karawang 5 Garut 6 Bekasi 7 Ciamis 8 Subang 9 Bandung Barat 10 Tasikmalaya 11 Purwakarta 12 Cianjur 13 Sumedang 14 Kota Tasikmalaya 2 JAWA TENGAH 15 cilacap 16 purbalingga 17 purworejo 18 sragen 19 pati 20 jepara 21 pekalongan 22 pemalang 23 tegal 24 karang anyar 25 sukoharjo 26 banjarnegara 27 wonosobo 3 DI YOGYAKARTA 28 bantul 29 gunung kidul 30 sleman 4 JAWA TIMUR 31 Pacitan 32 Ponorogo 33 Malang 34 Banyuwangi 35 Jombang 36 Madiun 37 Ngawi 38 Sampang 39 Tulungagung 40 Blitar 41 Kediri 500 1.000 2.000 2.000 2.250.000 1.000 1.000 2.250.250.000 500 1.000 5.125.000 2.000 2.125.250.250.000 300 1.250.250.250.250.000 2.250.000 1.250.000 2.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 2.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.000 2. 2012 26 .250.125.000 450.125.125.Lampiran 1 LOKASI KEGIATAN PENGEMBANGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) TA.000 450.000 2.000 1.125.000 2.250.000 11.250.250.000 2.125.000 1.000 500 500 300 300 2.250.375.125.000 2.000 9. 2012 NO.000 2.125.250.250.250.000 675.000 2.250.250.000 1.000 2.000 2.250.000 1.000 2.000 2.250.125.250.250.250.125.000 2.000 2.250.000 1.125.000 1.000 1.250.000 675.125.250.000 1.250.000 450.000 450.000 2.250.250.250.000 2.000 675.125.000 1.000 2.125.250.000 2.000 200 200 200 2.250.000 300 500 300 200 2.000 1.000 2.000 2.250.125.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 1.000 2.000 675.250.000 2.000 2.000 2.125.250.000 2.000 2.

250.000 2.000 2.000 675.000 900.000 900.000 675.000 200 200 200 2.000 675.250.000 675.000 2.000 63 Batanghari 64 Bungo 9 SUMATERA SELATAN 65 Ogan Komering Ulu 66 Muara Enim 67 Musi Rawas 68 Kota Palembang 69 Kota Lubuk Linggau 70 Ogan Komering Ilir 71 OKU Timur 10 LAMPUNG 72 lampung timur 73 lampung tengah 74 pesawaran 75 lampung selatan 11 KALIMANTAN BARAT 76 Sintang 12 KALIMANTAN SELATAN 77 Banjar 78 Hulu Sungai Selatan 79 Tapin 13 SULAWESI TENGAH 80 Banggai 81 Donggala 300 400 2.000 2.000 2.250.000 48 Deli Serdang 49 Langkat 50 Serdang Bedagai 51 Batu bara 52 Asahan 53 Simalungun 7 SUMATERA BARAT 54 tanah datar 55 pesisir selatan 56 solok 57 sijunjung 58 tanah datar 59 padang pariaman 60 agam 61 lima puluh kota 62 dharmasraya 8 JAMBI 300 300 300 300 300 300 2.250.000 2.000 2.000 675.250.250.000 2.250.250.000 675.NO.000 675.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 675.000 400 400 400 100 400 100 1.250.000 675.000 675.000 225.250.250.000 2.000 300 300 300 300 2.000 2.000 2.000 300 300 300 300 1.000 450. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 5 ACEH 42 Aceh Besar 43 Pidie 44 Aceh Tengah 45 Aceh Tamiang 46 Nagan Raya 47 Kota Lhokseumawe 6 SUMATERA UTARA 300 300 300 300 300 300 2.000 1.000 2.250.250.000 675.250.000 675.000 900.250.250.000 2.000 900.000 2.250. 2012 27 .000 450.000 675.250.000 2.000 2.000 675.000 400 400 400 400 2.250.000 450.250.250.000 2.000 900.250.000 225.000 2.250.000 675.000 900.000 675.000 675.250.000 2.000 2.000 675.000 2.250.250.000 2.250.000 900.250.000 900.250.000 675.000 2.250.000 2.250.250.250.000 2.000 400 2.000 675.000 675.000 2.000 2.000 2.000 900.250.000 300 500 2.000 900.250.250.000 2.250.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.125.250.000 2.000 2.250.000 675.

250.250.250.250.000 2.000 675.250.000 675.000 2.250.250.000 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.000 2. 2012 28 .000 675.000 675.000 2.NO.000 675.000 675.250.250.000 300 2.000 675.250.000 400 400 400 400 500 300 400 2.000 2.250.000 2.000 300 300 300 300 60.000 675.000 675.250. PROPINSI / KABUPATEN VOL SATUAN BIAYA 14 SULAWESI SELATAN 82 Maros 83 Barru 84 Soppeng 85 Sidenreng Rappang 86 Pinrang 87 Takalar 88 Tana Toraja 89 Luwu Utara 90 Pangkep 15 SULAWESI TENGGARA 91 kota kendari 16 BALI 92 Tabanan 93 Badung 94 Gianyar 95 Klungkung 17 NUSA TENGGARA BARAT 96 Lombok Barat 97 Lombok Timur 98 Lombok Tengah 18 BENGKULU 99 Bengkulu Selatan 100 Rejang Lebong 101 Kaur 102 Seluma 103 Lebong 104 Kepahiang 19 MALUKU UTARA 105 halmahera timur 20 BANTEN 106 Pandeglang 107 Lebak 108 Tangerang 109 Serang TOTAL 400 1.250.000 675.250.000 300 2.000 135.000 2.000 2.000 675.000 675.000 675.250.000 2.000 300 300 300 300 300 300 2.000 675.000 2.000 675.000 900.250.000 675.250.000 2.250.000 2.250.000 900.000 2.000 2.250.250.000 2.000 900.250.250.000 2.000 300 300 300 300 2.250.000 450.250.000 900.000 900.250.000 900.000 2.000 675.300 2.000 300 200 300 2.000 2.250.000 1.250.125.000 675.000 2.675.000 675.000 2.000 2.000 2.250.

(sebutkan) TOTAL DANA …….Lain-lain ………………….Perbaikan sarana dan prasarana (JUT.Lain-lain ………………….APPO .Perbaikan kesuburan (aplikasi bahan organik/pupuk dll) .Sabit .Aplikasi MOL . konservasi.(sebutkan) c Penanaman d Pemeliharaan .Bahan organik . bangunan. saluran irigasi.Perbaikan galengan ..Aplikasi bahan organik . 2010 Mengetahui.Cangkul .Mikro Organisme Lokal (MOL) .Penyiangan .……. dll) .Benih .Pestisida nabati . Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ( ) ( TimTeknis/ Korlap ) Ketua Kelompok Tani ( ) HOK HOK HOK HOK Kg Ltr Kg Ltr Unit Buah Buah Bansos Bansos HOK HOK HOK HOK Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.(sebutkan) b Penyediaan Sarana Produksi Pertanian .Lampiran 2 Contoh RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK (RUKK) KEGIATAN PENGEMBANGAN SRI Kab/ Kota Kecamatan Desa Nama Kelompok Tani : : : : Jumlah Biaya & Sumber Dana (Rp) Jenis Pekerjaan Volume/ Satuan Harga Per Satuan Tugas Pembantuan APBD Swadaya Petani Metode Pelaksanaan a Pelaksanaan Fisik . 2012 29 .……………….Lain-lain ………………….Pengolahan lahan sampai siap tanam .

2012 30 .Propinsi .Bulan No. Nama Kegiatan I A. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 B.Kabupaten/Kota .Pusat 7 Pelaporan Januari Minggu ke II III IV I Pebruari Minggu ke II III IV I Maret Minggu ke II III IV I April Minggu ke II III IV I Mei Minggu ke II III IV I Juni Minggu ke II III IV I Juli Minggu ke II III IV I Agustus Minggu ke II III IV I September Minggu ke II III IV I Oktober Minggu ke II III IV I Nopember Minggu ke II III IV I Desember Minggu ke II III IV Keterangan : Secara swadaya Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. 1 2 3 4 5 6 Persiapan Pembuatan Juklak oleh Propinsi Pembuatan Juknis oleh Kab/Kota Koordinasi dengan Instansi terkait Sosialisasi Penjaringan Penetapan Lokasi Pembuatan rekening kelompok Musyawarah Kelompok Tani Penyusunan RUKK Transfer dana Pelaksanaan Pengadaan alat dan saprodi Pelatihan Sekolah Lapangan (SL) dan pendampingan Workshop/ Field day Monitoring Evaluasi .

A. Cetak Sawah 2. : ……………………………. Aspek/Kegiatan (%) Nama Kelompok Koordinat Keterangan 1 Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1.Lampiran 2.. PUAP 2.. Harsono RM No.…… 2011 Penanggung jawab kegiatan Kabupaten Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Penguatan KP3 2. Pembiayaan 1. dst …. 01 No.. SP DIPA : ……………………………. Optimasi Lahan 5.. dst ……. …………………………. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PSP Pusat. Tractor Roda 2 2. Pengelolaan Air Irigasi 1. Tractor Roda 4 3. Kanpus Kementan Gedung D Lantai 8 Jl. dst ………. 2 3 4 5 JUMLAH Catatan : 1.. Pupuk dan Pestisida 1.. Japrod 4. : ……………………………. 2011 Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor Program Bulan No. Skrening Pestisida 3.a LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN T. 2012 31 . : …………………………….. JIDES 3. Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (Ha/Km/Unit) Realisasi Terhadap Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (%) (Ha/Km/Unit) Lokasi Kegiatan Desa/ Kecamatan Form PSP.. JUT 3. paling lambat tanggal 5 setiap bulan 2.. dst …. Alat dan Mesin Pertanian 1. : ……………………………. dst ………. : ……………………………. 3 Ragunan Jakarta Selatan via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail. Tata Air Mikro (TAM) 4.. Laporan ke Pusat ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. JITUT 2... : …………………………….com ………………………..

Optimasi Lahan 5.. 25. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha.com 3. dst …….…. PUAP 2. 25. Pembiayaan 1. Harsono RM No.b (lanjutan) Form PSP. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1.Lampiran 2. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. Tata Air Mikro (TAM) 4. dst …..5 ton/Ha dan IP 150 %. contoh : a.. Penguatan KP3 2. JIDES 3. 25. Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail. / Kg atau Rp.03 LAPORAN MANFAAT KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. JITUT 2. *) Coret yang tidak perlu ……….250 ton b. 25.000. Tractor Roda 2 2. JUT 3.. 3 4 5 Catatan : 1. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. Jl. Pupuk dan Pestisida 1.5 ton X 1. Laporan dikirim ke Dinas Propinsi terkait tembusan ke Ditjen PSP pada akhir Tahun Anggaran 2.5 X 5 Ton = 1.………………. Skrening Pestisida 3. Laporan ke Ditjen PSP cq. Tractor Roda 4 3. Alat dan Mesin Pertanian 1. dst ………. ke Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. Japrod 4.000. 2 Pengelolaan Air Irigasi 1. 2006/2007/2008/2009/2010*) Dinas Kabupaten Provinsi Subsektor NO SP DIPA : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… : ……………………………… NO KEGIATAN Target Fisik DIPA Realisasi Fisik MANFAAT 1 Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1.5 = 750 ton 4.000 X 1. 2011 Penanggungjawab Kegiatan Kabupaten Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA.. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. dst ………. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8. c.000. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp.000 = Rp. …………………. dst …. 2012 32 . Manfaat harus terukur. 3 Ragunan. Cetak Sawah 2.

Transfer Dana KONSTRUKSI 1. SL-SRI BOBOT (%) 20 2 3 5 5 5 80 15 20 45 *) B. Pengadaan APPO 2. 2012 33 . PERSIAPAN 1. Perjanjian Kerjasama dan Pembukaan Rekening 5. RUKK 4. Keterangan : *) Untuk Sekolah Lapangan SRI 1 kali pertemuan bobotnya 3 Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. SK Tim Teknis 2. 2012 KEGIATAN A.SKOR PEMBOBOTAN FISIK KEGIATAN PENGEMBANGAN SRI TA. Pelatihan 3. Penjaringan Lokasi & Petani 3.

.. JIDES 3. JUT 3. E. Laporan dikirim ke Ditjen PSP Pusat. ……………………. Pupuk dan Pestisida 1. ……………………….*) Kab/Kota ………………………… No.. 2012 34 ...*) Kab/Kota ……………………….………… A. Skrening Pestisida 3.………… 1. C.com *) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PSP. JUMLAH 1. paling lambat tanggal 10 setiap bulan 2.. Alat dan Mesin Pertanian 1.Lampiran 3a LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. dst …. Laporan ke Pusat ke Bag Evaluasi dan Pelaporan d/a.………………. Penguatan KP3 2. Fax : 021 7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail. Kanpus Kementan Gedung D Lantai 8 Jl. dst ………. Pembiayaan 1. PUAP 2. 2 Dinas…………………………... SP DIPA : ………. Optimasi Lahan 5. ……………………………. 4.. Tractor Roda 4 3.. 2011 Penanggung jawab kegiatan Propinsi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. ……………………………. Dinas Kabupaten/Kota*) Aspek/Kegiatan Fisik (Ha/Km/Unit) Keterangan (%) 1 Dinas…………………………... No. Tata Air Mikro (TAM) 4. 5. B. JITUT 2.. …………………………….. Cetak Sawah 2. Tractor Roda 2 2. Japrod 4.. ……………………………. Harsono RM No. SP DIPA : ……. Cetak Sawah JUT Optimasi Lahan JITUT Tractor Roda 2 dst ……. Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1.. 3. 3 Ragunan Jaksel. 2. dst ……….. 6.. Pagu DIPA Anggaran (Rp) Realisasi Terhadap Pagu DIPA Anggaran Fisik (Rp) (%) (Ha/Km/Unit) Form PSP.. Pengelolaan Air Irigasi 1. D.02 No. dst ……. 2011 Dinas Propinsi Subsektor Program Bulan : : : : : ……………………………. dst ….

Catatan : 1. JITUT 2. A. Tractor Roda 2 2. PUAP 2.5 ton/Ha dan IP 150 %. Pembiayaan 1. : ……………………………………. / Ton pada areal dengan tingkat produksi 1.5 X 5 Ton = 1. C.000. No SP DIPA : ……. Penguatan KP3 2. B. dst …. Cetak Sawah Seluas 200 Ha Menyebabkan perluasan areal tanam seluas 200 Ha dengan produktivitas 2. 25.. Harsono RM No. dst ……….000 X 1. ………………….250 ton b.000 ton sehingga manfaat kegiatan dapat mengurangi ongkos angkut Rp. : ……………………………………. menaikan IP 50 % dengan produktivitas 5 ton/Ha.000 = Rp. sehingga manfaat kegiatan cetak sawah berupa peningkatan produksi sebesar 200 X 2. Pengelolaan Air Irigasi 1.Lampiran 3b Form PSP.com 3. No SP DIPA : ….. Laporan ke Ditjen PSP cq. dst ……. 2011 Penanggungjawab Kegiatan Propinsi Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Kegiatan JITUT/JIDES seluas 500 Ha.………….5 = 750 ton 4. 2006/2007/2008/2009/2010*) Dinas Provinsi Subsektor : ……………………………………. Perluasan dan Pengelolaan Lahan 1. Tractor Roda 4 3. Laporan dikirim ke Ditjen PSP pada akhir Tahun Anggaran 2. 3 Ragunan Jaksel via Fax : 021-7816086 atau E-mail : monevpsp@gmail. *) Coret yang tidak perlu **) Diisi nama Dinas Kabupaten/Kota yang melaksanakan kegiatan PSP. JIDES 3. Rehab JUT/JAPROD Manfaat mengurangi ongkos angkut Rp. D. dst ………. / Kg atau Rp. Skrening Pestisida 3.000.5 ton X 1. 25. Manfaat harus terukur. 2012 35 . 25. 25. Japrod 4. contoh : a.. Tata Air Mikro (TAM) 4. Cetak Sawah 2. E. Bagian Evaluasi dan Pelaporan d/a. 2 Dinas…………. c.. Kanpus Deptan Gedung D Lantai 8 Jl. NO DINAS KAB/KOTA ASPEK/KEGIATAN Target Fisik DIPA Realisasi Fisik MANFAAT 1 Dinas………….**) Kab/Kota ……. sehingga manfaat kegiatan berupa peningkatan produksi sebanyak 500 X 0. dst …. JUT 3.000. Optimasi Lahan 5. ……………….**) Kab/Kota ……. Pupuk dan Pestisida 1.04 REKAPITULASI LAPORAN MANFAAT KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN TA. Alat dan Mesin Pertanian 1.

MANFAAT KEGIATAN II.1. PENDAHULUAN 1. IV.2. Latar Belakang 1.PENUTUP III.1 Komponen Kegiatan LOKASI KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN 4. Pedoman Teknis Pengembangan SRI TA. Tujuan 1. Outcome. VIII.Lampiran 4 OUTLINE LAPORAN AKHIR PENGEMBANGAN SRI TA. 2012 36 .1 Tahapan Kegiatan 4. 2011 I.2 Realisasi Fisik dan Keuangan PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH 5. Benefit. Impact VII.2 Pemecahan Masalah VI. Sasaran Lokasi RUANG LINGKUP KEGIATAN 2. Output. ANALISIS KINERJA Input.1 Permasalah Yang Dihadapi 5. V.3.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->