P. 1
perlindungan tanaman

perlindungan tanaman

|Views: 177|Likes:
Dipublikasikan oleh Desy Tri Artika
teknik perlindungan tanaman
teknik perlindungan tanaman

More info:

Published by: Desy Tri Artika on Jan 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2015

pdf

text

original

Perlindungan tanaman

TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT JAGUNG DI LAPANGAN DAN GUDANG
Wasmo Wakman Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros

ABSTRAK Hama dan Penyakit merupakan kendala utama dalam budidaya jagung. Banyak jenis hama dan penyakit dilaporkan pada tanaman jagung, namn ada beberapa yang menjadi hama dan penyakit utama, yaitu yang dapat menimbulkan kerusakan secara ekonomis. Beberapa hama utama pada jagung yaitu lalat bibit, ulat grayak, penggerek tongkol, penggerek batang, belalang, kutu daun, kumbang bubuk. Sedangkan penyakit utama pada jagung yaitu penyakit bulai, karat daun, bercak daun, hawar daun, hawar upih, busuk batang, busuk tongkol/biji dan virus mosaic. Komponenkomponen pengendalian hama dan penyakit yang banyak direkomendasikan meliputi varietas tahan, kultur praktis, penggunaan musuh alami dan aplikasi pestisida. Mengingat banyaknya faktor-faktor luar yang dapat mempengaruhi perkembangan baik hama maupun penyakit , maka perlu perakitan komponen-komponen pengendalian tersebut dalam suatu program pengendalian terpadu yang lazim disebut dengan PHT. Kata Kunci : teknologi pengendalian, Hama penyakit

PENDAHULUAN Hama dan penyakit merupakan kendala utama dalam produksi jagung. Kerusakan akibat hama penyakit pada jagung pernah dilaporkan mencapai 26,5% (Sudjono dalam Subandi et al. 1988). Untuk mengatasi kehilangan tersebut perlu adanya usaha untuk menekan perkembangan hama penyakit tersebut. Sekitar 70 jenis serangga hama (Ortega, 1987) dan 100 macam penyakit (Shurtleff, 1980) telah dilaporkan menyerang tanaman jagung, namun hanya beberapa yang secara ekonomi sering menimbulkan kerusakan berat (Anonymous, 1995; Shurtleff, 1980; Sumartini dan Hardaningsih, 1995). Beberapa jenis hama yang dilaporkan sering menimbulkan kerusakan ekonomis yaitu lalat bibit (Atherigona sp.), ulat grayak (Spodoptera sp.), kumbang landak (Dactylispa sp.), kutu daun/aphis (Rhopalosiphum maydis), penggerek batang (Ostrinia furnacalis), penggerek tongkol (Helicoverpa armigera), dan kumbang bubuk (Sitophilus sp.) (Anonymous, 1995). Sedangkan jenis penyakit utama yang sering menimbulkan kerusakan pada jagung yaitu penyakit bulai (Peronosclerospora sp.), penyakit karat (Puccinia sp.), bercak/hawar

Peranan kultur praktis Kultur praktis akan mengurangi sumber inokulum. irigasi yang baik. parasit. terjadinya pencemaran lingkungan. musuh alami. waktu panen yang tepat. PERANAN KOMPONEN PENGENDALIAN Peranan varietas tahan Penggunaan varietas tahan telah dinyatakan sebagai cara pengendalian yang baik. Komponen-komponen pengendalian yang banyak direkomendasikan dalam pengendalian hama penyakit jagung pada garis besarnya meliputi : varietas tahan. dan toleransi tanaman (Painter. busuk biji (Aspergillus spp. hawar upih (Rhizoctonia sp.. binasanya mahluk-mahluk berguna bukan sasaran.). patogen hama. dll. 1993). pemangkasan. pemupukan yang berimbang. dan mikroorganisme antagonis akan menghambat laju perkembangan hama maupun penyakit. 1995). pengolahan tanah yang baik. Predator adalah serangga yang memangsa serangga lain yang umumnya lebih kecil. 1951). Sebaliknya parasit adalah umumnya serangga kecil yang menginfeksi serangga dewasa. Diplodia sp.komponen pengendalian yang efektif terhadap masing-masing hama penyakit. predator. Untuk dapat mengendalikan hama penyakit jagung tersebut perlu adanya komponen. 1980). 1995. drainase yang baik. dan keracunan pada manusia (Oka. Fusarium sp. Dalam pengendalian terpadu harus selalu memperhatikan etika lingkungan yang ekosentrik. perlu perakitan komponen-komponen pengendalian tersebut dalam suatu kegiatan yang dikenal sebagai pengendalian hama penyakit terpadu (PHT). sehingga penggunaan pestisida berbahaya secara bijaksana diusahakan sebagai alternatif terakhir. .). 1995). Mekanisme ketahanan varietas dapat bersifat non-preferensi. rotasi tanaman. Flint dan Bosch. Varietas tahan hama penyakit akan menghambat perkembangan hama penyakit sehingga menekan tingkat serangan dan kehilangan hasil pada level yang lebih rendah. tumpang sari. dan pola tanam (Oka. Patogen adalah mikroorganisme yang menginfeksi serangga ataupun tanaman. dan virus mosaik (virus mosaik tebu. cara kultur praktis. Mengingat banyaknya faktor luar yang mempengaruhi perkembangan hama maupun patogen serta tanaman jagung itu sendiri. virus kerdil jagung) (Shurtleff. tanaman perangkap.). antibiosis. apabila tidak ada cara lain yang bisa diterapkan (Oka.). Beberapa kegiatan dalam kultur praktis meliputi : membasmi tanaman sumber inokulum. Penggunaan pestisida yang telah berkembang pesat ternyata banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan seperti timbulnya spesies hama resisten.daun (Drechslera/Helminthosporium sp.. dan pestisida. mengatur waktu tanam yang tepat dan serempak. 1990). larva atau telur serangga yang lebih besar. Peranan musuh alami/antagonis Musuh alami yang meliputi vertebrata. penggunaan mulsa. busuk tongkol/batang (Fusarium sp.. bisa dipadukan dengan cara lain (Saleh.

Karbosulfan 2. Imago aktif pada sore hari jam 16. Karena sifat meracuninya tidak spesifik. 2) Tanam serempak. 15 g/kg benih. Pupa berada dalam tanah dekat dengan tanaman. Komponen pengendalian yang diperlukan : 1) Pergiliran tanaman. PHT untuk Hama Jagung 1. Hama lalat bibit (Atherigona sp. Selain itu dapat membahayakan bagi hewan atau manusia yang mengkonsumsi hasil pertanian yang disemprot. NTT. Panicum repens serta Paspalum conjugatum Daun muda yang masih menggulung karena pangkalnya tergerek larva. dan rumput Cynodon dactylon.) Daerah sebaran Tanaman inang lain Gejalanya : : : Jawa. Sulawesi. Namun dibalik itu dapat menimbulkan resistensi serangga terhadap pestisida (Saleh.00. Telur diletakkan pada permukaan bawah daun secara terpisah satu sama lain.5 g/kg Penyebabnya : Pengendalian : . Larva yang sampai ketitik tumbuh menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh lagi. maka dapat membasmi serangga berguna yang bukan sasaran. sorgum. Lalat Atherigona sp. Peranan pestisida Pestisida kimia berperan membasmi hama dan patogen penyebab penyakit secara langsung. A. Periode telur 1-3 hari. Jagung. 3) Aplikasi insektisida : Tiodicarb 75 WP. gandum. 1993). Staidum imago rata-rata delapan hari. PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT TERPADU (PHT) Pengendalian hama penyakit terpadu merupakan suatu cara pengendalian yang dilakukan dengan memadukan berbagai komponen pengendalian dengan maksud untuk mencapai hasil yang optimal dengan biaya yang minimal dan ramah lingkungan. Periode imago 7 hari. namun kadang-kadang pada tanaman. Mengingat akan pengaruh negatif dari pemakaian pestisida kimia ini maka penggunaannya hanya dibolehkan dalam keadaan yang terpaksa kalau tidak ada cara lain yang lebih aman atau pada pertanaman yang tidak untuk memproduksi bahan pangan atau pakan seperti untuk produksi benih. Painter (1951) mengemukakan bahwa kombinasi cara pengendalian akan lebih efektif dibanding dengan cara pengendalian tunggal masing-masing. Lama stadium larva antara 8-10 hari dan stadium pupa antara 5-11 hari.Sedangkan mikroorganisme antagonis adalah mikroorganisme yang mampu memarasit langsung ataupun mengeluarkan zat yang menghambat mikroorganisme lain. Sumatera. padi gogo.

12 kg – 0. terong. 3) Sanitasi inang liar. 4) Menyebar mulsa jerami padi merata sebanyak 5 t/ha setelah tanam jagung (Anonymous. 2003) Pengendalian : 3. umur larva 31 hari.. Tandiabang. Larva aktif dimalam hari.24 kg b.. 2) Tanam serempak. Trichogramma evanescens] (Pabbage. Stadia pupa antara 5-10 hari. Panicum sp. maka cara pengendaliannyapun harus sedini mungkin. stadium kepompong 8 hari. 4) Penyemprotan dengan insektisida : monokrotofos. Larva instar I dan II memakan daun muda. Stadia larva antara 19-28 hari. klorpirifos. Karbofuran 10 kg/ha melalui titik tumbuh pada serangan mencapai 12%. Ngengat betina bertelur mencapai 90 butir. 2000). Ngengat berwarna coklat. sianofenfos. Kalimantan. tersusun rapi dalam satu kelompok. Jawa. Oleh karena hama ini menyerang pada awal pertumbuhan tanaman jagung mulai tumbuh sampai umur tiga minggu (Tandiabang. periode telur 5 hari. 2000) . 5) Aplikasi parasitoid. sorgum. Cara kultur praktis juga belum direkomendasikan. Larva instar III menggerek batang. teki. Eropa. Hama Penggerek batang (Ostrinia furnacalis) Daerah sebaran Tanaman inang lain Gejalanya Penyebabnya : : : : Asia. Tandiabang. 2000). 1995. dan kacang-kacangan Daun berlubang-lubang atau tinggal tulang daunnya. Periode telur 3-5 hari. Pupa terbentuk dalam batang jagung. aktif di malam hari. Varietas tahan terhadap lalat bibit belum dikembangkan di Indonesia. diazifos. berkelompok. Telurnya berwarna putih sampai kekuningan. Komponen pengendaliannya meliputi : 1) Pergiliran tanaman. Bali. Salah satu cara yang dianjurkan yaitu menggunakan pestisida kimia sistimik berbahan aktif carbofuran dengan takaran 0. 2. dan Irian Jaya Jagung. 1995). dan Amerika Jagung. Siklus hidup sekitar satu bulan (Anonympus. Hama Ulat grayak (Spodoptera sp.a/ha diberikan melalui tanah bersama biji pada waktu tanam atau diberikan pada kuncup daun umur tanaman satu minggu. Sulawesi.) Daerah sebaran Tanaman inang lain Gejalanya Penyebabnya : : : : Sumatera. Amaranthus sp. Spodoptera sp. kedelai. Tiap ekor bisa bertelur 400 butir. Mythimna sp. dan karboril dosis 2 cc/l (Anonymous. 1995. Adanya lubang gerekan pada batang dengan kotoran menutupi lubang gerekan Ostrinia furnacalis Guenee.benih.

Hostation 40 EC atau Nogos 50 EC (Anonymous. 1995) Penyebabnya : Pengendalian : 5. tebu. Banyaknya telur per ekor ngengat mencapai 1000 butir. Nuclear Polyhidrosis virus (NPV). Gejala tidak langsung sebagai vektor virus menimbulkan mosaik ataupun garis-garis klorose sejajar tulang daun. 1995) 4. Hama Kutu Daun (Aphis) Daerah sebaran Tanaman inangnya : : Diseluruh daerah beriklim tropis Jagung.Pengendalian : Komponen pengendaliannya meliputi komponen pengendali terpadu : 1) Pergiliran tanaman. d. dan Karbofuran 3G melalui pucuk (Anonymous. Parasit telur larva muda Eriborus sp. Cedawan entomophaga Metharhizium. 2) Tanam serempak. Helicoverpa armigera (Hbn. Larva mengalami 6 instar dalam periode waktu 17-24 hari. bunto. Aphis (Rhopalosiphum maydis Fitc). Satu siklus hidupnya sekitar 35 hari. Parasit telur Trichogramma sp. b. c. Komponen pengendalian terpadu: 1) Menanam varietas jagung yang kelobotnya menutup tongkol rapat. 3) Penyemprotan insektisida pada ambang kerusakan 3 tongkol per 50 tanaman dengan Azodrin 15 WSC. 5) Pemberian biopesisida Dipel (Bacillus thuringiensis. Stadia telur 2-5 hari. sorgum. Serangga berwarna hijau. 3) Sanitasi inang liar. tanjing (Pennisetum macrostychum) Gejala langsung apabila populasi tinggi helaian daun menguning dan mengering. Hama Penggerek tongkol (Helicoverpa armigera) Daerah sebaran Tanaman inang lain Gejalanya : : : Diseluruh dunia termasuk di Indonesia Adanya lubang-lubang melintang pada daun tanaman stadia vegetatif. jewawut. 2) Menggunakan musuh alami seperti : a).. Pupa terbentuk didalam tanah selama 12-24 hari. 4) Pemangkasan bunga jantan 25%. tuton (Panicum colonum). 6) Aplikasi insektisida monokrotofos. Rambut tongkol jagung terpotong. ujung tongkol ada bekas gerekan dan seringkali ada larvanya. ada yang bersayap dan ada yang Gejalanya : Penyebabnya : . Tachinid. Triazopos.) Telur diletakkan satu persatu pada rambut tongkol atau bagian tanaman lain pada waktu sore sampai malam hari.

Padi dan Ilalang. Serangan yang berat dapat menyebabkan daun mengering. Periode telur 6-13 hari. Komponen untuk pengendalian secara terpadu meliputi : 1) Musuh alami : + Predator (Harmonia actomaculata dan H. 2) Parasit. 4) Aplilkasi insektisida efektif seperti klorpirifos dan isosaktion (Anonymous. dan kacang-kacangan Biji jagung berlubang-lubang dan bercampur kotoran serangga serta banyak kumbang bubuk. syrphids. jagung. Komponen pengendalian terpadu meliputi : 1) Varietas tahan : Genyah Madura dan Goter. akar tuba. 5) Bahan nabati untuk di campur biji sebelum disimpan : serbuk daun putri malu. Seekor betina bertelur sampai 75 butir. Stadia larva I – IV sekitar 18-24 hari. Sulawesi. Dactylispa balyi Gest. 4) Pengasapan. 3) Sanitasi tempat penyimpanan biji. 2) Pengeringan benih/biji kadar air 10%. Sorgum. Sayap depan tebal dan sayap belakang tipis berwarna hitam. Kumbang Sitophilus sp (Motsch). 2) Pergiliran tanaman. Hama Kumbang Bubuk (Sitophilus sp) Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Tersebar luas di seluruh dunia Beras. Komponen pengendalian terpadu meliputi : 1) Waktu tanaman serempak. 1995) Pengendalian : 7.Serangga betina mampu bertelur 300-500 butir. Jagung. Periode telur 3-7 hari. Telurnya di letakkan di jaringan daun muda sebelah atas diantara epidermis daun. Kumbang bubuk menyerang mulai dari lapangan sampai digudang penyimpanan biji. Larva hidup dan makan didalam jaringan daun. biji mahoni dan rimpong dringo. Kepompong berada pada daun yang mengering. 1995) 6. 3) Insekktisida systematik karbofuran di berikan melalui pucuk pada sladia vegetatif (Anonymous. Sumatera. Bekas gerekan pada daun sejajar dengan tulang daun. Hama Kumbang Landak Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya Penyebabnya : : : : Jawa. dengan takaran Penyebabnya : Pengendalian : . daun nimba. dan bila diberi makan dapat hidup antara 3-5 bulan. Pada bagian belakang ruas abdomen kelima terdapat sepasang tabung sifunkulus. daun mendi. Serangga dewasa tanpa diberi makan dapat bertahan hidup 36 hari. Stadium kepompong 8 –14 hari.Pengendalian : tidak bersayap. 3) Sanitasi inang liar dan sisa tanaman. sorgum.

ikan. 3) Untuk mengendalikan tikus. Burung. 1) Biji yang belum ditanam dapat diberi perlakuan insektisida anti semut Furadan maupun Sevin dalam bentuk suspensi dalam air. 2) Aplikasi Sevin juga dilaukan dengan penyemprotan suspensi Sevin pada biji pada lubang tanam sebelum ditutup. Tikus. burung tekukur. Memasang racun dengan umpan berupa bakso. Biji diambil sedikit-demi sedikit dan diangkut sampai habis. Racun yang digunakan dapat dengan racun yang untuk babi hutan. Hama Semut.20-110 gram/kg biji. pada saat benih baru ditanam. Semut merah. dan ubikayu atau umpan lainnya yang disukai babi. Penyebabnya Pengendalian : : 9. burung maupun ayam dan tikus. atau tulang berdaging untuk anjing. tikus sawah. ayam dan tikus mengais biji dari lubang tugal. Batang-batang jagung dirobohkan dan tongkolnya yang dirobek kelobotnya dan dimakan bijinya ditinggal berserakan. dan Ayam Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Di seluruh wilayah Indonesia Segala macam biji-bijian sereal maupun kacang-kacangan Biji jagung yang baru ditanam dimakan atau diangkut semut. Burung. dan ayam. Selain racun ada informasi menggunakan duri-duri pelepah daun rebung bambu dicampur pada umpan atau menaruh jarum-jarum didalam umpan dapat membunuh anjing/babi. Anjing piaraan atau anjing/babi liar yang sering berkeliaran diladang atau kebun. 1995) 8. PHT untuk Penyakit Jagung . Semut-semut menggali lubang untuk mendapatkan biji yang belum tumbuh. Penyebabnya Pengendalian : : B. daging. 5) Kapur barus atau insektisida karbofuran dibungkus kain dimasukkan kedalam kontainer/jerigen jagung sebelum ditutup (Anonymous. Aplikasi Furadan 3 G juga dapat dilakukan dengan menaruh butiran Furadan pada lubang tugal bersama biji jagung sebelum ditutup tanah atau abu. Hama/Gangguan Anjing/Babi Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Di seluruh daerah dimana ada anjing liar Anjing/babi menyerang tanaman jagung pada stadia pengisian biji. burung. atau ayam dapat dilakukan dengan menyebarkan umpan biji jagung yang telah dicampur dengan racun tikus (zink phosphit atau racun babi).

P. 1980. (Shurtleff. 1999. heteropogoni. Teosinte. tebu.. Jagung. zeae. P. Konidia yang lepas dari konidiofor di waktu subuh apabila jatuh pada air gutasi di pucuk tanaman jagung yang baru tumbuh akan berkecambah dan menginfeksi melalui stomata terus berkembang sampai titik tumbuh dan seterusnya menyebar secara sistimik. Sudjono. Komponen pengendalian untuk PHT meliputi : 1) Varietas tahan bulai : Lagaligo. 2002) Penyebabnya : Pengendalian : 2.P9. P. Baru-baru ini dilaporkan adanya P. Konidia terbentuk pada malam hari dan lepas menjelang pagi hari. atau tumbuh kerdil. Namun di Indonesia hanya dua pertama yang dilaporkan (Semangun. 4) Aplikasi fungisida berbahan aktif metalaksil melalui biji. berwarna coklat kemerahan. 1) Cendawan Peronosclerospora maydis.1. P. 2003). 2) Tanam serempak. dua spesies dari genus Puccinia yaitu P. sacchari. Sudjono. Tripsacum sp dan Erianthus sp Terjadinya bisul-bisul atau benjolan-benjolan uredia atau telia pada kedua permukaan helaian daun jagung bagian bawah dan atas. 1973. 3) Tongkol tidak tumbuh sempurna dan sering tidak terbentuk biji atau bijinya jarang. P.P12 (Wakman et al. Seclerophthora macrospora. miscantii. Pioneer (P)-4. 2000).P10. spontanea. Penyakit Bulai (Peronoscleropora spp) Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Diseluruh propinsi di Indonesia Jagung. P5. Penyebabnya : . Daun yang terserang berat akan mengering. Penyakit Karat Daun Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Diseluruh dunia termasuk di semua wilayah Indonesia. philippinenisis. S. dan satu spesies dari genus Physopella yaitu P. sorghi menyerang tanaman jagung di dataran tinggi Karo Berastagi Sumatera Utara (Wakman et al. 1) Khlorose sebagian atau seluruh helaian daun. 2002). rayssiae dan Sclerospora graminicola (Wakman dan Djatmiko. Wakman. sorgum. Pada permukaan yang khlorose tampak ada massa tangkai konidia berupa tepung putih. P. Sumartini dan Hardaningsih. beberapa jenis rumput rumputan. Wakman. BISI-4. Tiga spesies penyebab penyakit karat pada jagung . 1988. sorghi. polysora dan P.. sorghi. Surya. 2) Tanaman terinfeksi awal terjadi khlorose berat dan dapat mati. 1995. 2) Cendawan menginfeksi tanaman jagung yang baru tumbuh. 1988). 3) Periode bebas tanaman jagung.

4. 1995. Bipolaris maydis (Nisik) Shoemaker. Komponen pengendalian untuk PHT meliputi : 1) Varietas tahan karat : Arjuna.bersekat tiga sampai delapan. gama grass dan teosinte. 2) Helminthosporium turcicum Pass. Drechslera maydis (Nisik) Subram dan Jain) Stadia Perfectnya Cochliobolus heterostrophus (Drechs) Drechs. “sudangrass”. Komponen pengendalian terpadu meliputi : 1) Varietas tahan : Banyak varietas jagung unggul yang telah dilepas tahan penyakit bercak daun H. Penyakit Bercak/Hawar Daun Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Penyakit ini tersebar luas di dunia Jagung.9703. (Syn. Bipolaris turcica (Pass) Shoemaker. 2) Sanitasi sisa tanaman.9702. Wiyasa. IPB-4. Tangkai konidia bersekat dua sampai empat. sorgum. 1988) 3. Exserohilum turcicum (Pass) Leonard dan Suggs. NK-11. johnsongrass. 1) Bercak pada daun di sebabkan oleh Helminthosporium maydis. 1995. maydis (Syuryawali et al 2000). (Sumartini dan Hardaningsih. Exp. Kenia-2. 2) Sanitasi kebun dari gulma inang. 1988). 3) Aplikasi fungisida hanya untuk produksi benih. Uredospora bersel tunggal dan permukaannya berbulu halus. Kenia-1. sedikit membengkok. 2) Hawar pada daun di sebabkan oleh Helminthosporium turcicum. turcicum di dataran tinggi yaitu Pioneer-8. Penyakit Hawar Upih Daun Penyebabnya : Pengendalian : . C-10.Pengendalian : Cendawan ini mempunyai dua jenis spora yaitu uredospora yang dihasilkan didalam uredium. sedangkan teliospora bersel dua dan kulit luarnya tidak berbulu. Kalingga. Pioneer2. (Syn. Drechslera turcica (Pass) Subram dan Jain) Stadia perfectnya Trichometasphaeria turcica Luttrell (Syn. dan Trop-Late White (Wakman. 3) Bercak atau hawar dapat juga terjadi pada tongkol dan pelepah. Sudjono. 2004a). Setospharia turcica (Luttrell) Leonard dan Suggs) Spora (konidia) memanjang. dan teliospora yang di produksi di dalam telium. karena penyakit ini dapat tersebar melalui biji yang terinfeksi (Sumartini dan Hardaningsih. Kenia-3. Exp. Sedangkan varietas/galur jagung yang tahan hawar daun H. 1) Helminthoporium maydis Nisik. FPC-9923. Sudjono. 3) Fungisida mancozeb (Dithane M45). triadomefon atau dithiokarbonat.

Gejala mulai muncul pada stadia generatif berupa bercak sempit memanjang sampai 5 cm. Cercospora sorghi maydis Ell. Cendawan tidak membentuk spora. Jagung. India. hanya membentuk Sclerotia. Warna bercak mulai dari kuning kehijauan. NK-77. umumya menyerang pada musim hujan. BC-2. Tanaman inangnya Gejalanya : : Penyebabnya Pengendalian : : 5. Komponen pengendalian terpadu meliputi : 1) Varietas tahan. Cynodon dactylon banyak terserang hawar upih di musim hujan di Sulawesi Selatan. NK-22. meliputi benua Afrika. & Daniels. antara bercak satu dan lainnya bergabung. 4) Hindari menggunakan pupuk kandang berlebihan. Adanya Sclerotia berbentuk butiran berwarna putih sewaktu muda dan berubah warna menjadi kecoklatan setelah tua menempel pada permukaan pelepah/daun yang terinfeksi. 4a. 5) Cendawan antagonis Trichoderma viride dan T. NK-11. 3) Jarak tanam jangan terlalu rapat. kedelai. gandum. Asia. Cercospora zeae maydis Tehon. menyebabkan daun mengering. barley. FPC-9923 (Shurtleff. dibatasi oleh dua tulang daun. Penyakit Busuk Batang/Tongkol Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Tersebar diseluruh dunia jagung. 2) Tongkol yang terserang menjadi busuk sebagian atau seluruhnya. Di Asia dilaporkan dari Negara China. 1980. 2) Sanitasi kebun. Pioneer-8. berubah menjadi kelabu apabila keluar tangkai konidia dan konidianya. . Amerika. dan Indonesia. dan Eropa. Satu-satunya pengendalian yang bisa dilakukan yaitu dengan varietas tahan/toleran seperti : Kenia-2. Bercak melebar (hawar) pada pelepah dan juga pada daun. Philipina. 2004b). dengan lebar 2 mm. Di Indonesia dilaporkan di dataran tinggi Sumatera Utara. Wakman. sorgum.Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya : : : Penyebabnya Pengendalian : : Tersebar diseluruh dunia Banyak jenis tanaman. Pioneer-20. 1995). kapas. NK-33. oats. rumput johnson. rumput barnyard. NK-55. Penyakit Bercak Daun Kelabu Daerah sebaran : Tersebar luas di seluruh dunia. Pada serangan berat. & Ev. Cendawan Rhizoctonia solani Kuhn. IPB-4. dll. Kenia-3. 1) Pangkal batang busuk sehingga bagian atas layu dan mengering. sorgum. harzianum (Sumartini dan Sri Hardiningsih.

Cladosporium sp. adanya perubahan warna daun yang menjadi hijau muda di antara hijau tua normal. 5) Populasi tanaman jangan rapat.Penyebabnya : Pengendalian : Beberapa penyebab busuk batang/tongkol pada jagung yaitu : 1) Fusarium spp. 1995.. Bothryos-phaeria sp. Macrophomina sp. 7) Biopestisida. 4) Aplikasi asam organik : propionic. 4) Drainase yang baik di musim hujan. 1980. 6) Hindari penanaman pada musim hujan. Colletotrichum sp. Komponen pengendalian untuk PHT : 1) Varietas tahan. isobutyric. dan banyak jeni rumputan lain. Colletotrichum sp. putih. Fusarium spp. Biji busuk berwarna hitam. 1988). abuabu. 2) Pythium sp. jewawut dan biji rumputrumputan lain. Rhizoctonia sp. Diplodia spp. dll. Fungisida efektif (Shurtleff. kelembaban rendah. dan Australia. 3) Pengeringan yang baik.. 3) Virus mosaik ketimun Komponen pengendalian PHT meliputi : 1) Varietas tahan. Sudjono. kadar air dibawah 15% (Shurtleff. atau thiodan. 2) Virus mosaik kerdil jagung. Komponen pengendalian terpadu meliputi : 1) Varietas tahan. Serangannya sistimik. 4) Tanaman inangnya Gejalanya : : Penyebabnya Pengendalian : : . Jagung. Cendawan Aspergillus spp. 5) Penyimpanan biji yang baik. Sudjono. suhu 4-10°C. 3) Pemupukan berimbang. Amerika. Asia. 1988)... acetic dan campurannya dengan ammonium isobutyrate. 3) Pergiliran tanaman. 2) Pergiliran tanaman. Cephalosporium sp dan bakteri Erwinia sp. Penyakit biji Daerah sebaran Tanaman inangnya Gejalanya Penyebabnya : : : : Tersebar luas diseluruh dunia Jagung. tergantung patogennya. kuning. 1) Virus mosaik tebu. 6. Sumartini dan Hardaningsih... Trichoderma sp. Rhizopus sp. 1980. 2) Aplikasi insektisida untuk serangga vektor dengan monokrotofos. Di Indonesia di laporkan ada di Jawa dan Sulawesi. 2) Panen tepat waktu. Diplodia sp. tamaron. Pengendalian : 7. Penyakit Virus Mozaik Daerah sebaran : Tersebar diseluruh dunia : Afrika.. coklat hijau. Helminthosporium.. sorgum. benih sehat. Mozaik pada daun. gandum. sorgun.

1989.Sanitasi gulma inang (Saleh et al. Wakman et al. Semangun. New York. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Baliadi dan A. 138 hal. The use of resistant varieties and insecticide applications in controlling insect pests and the effects of resistant varieties on parasitoid development.. Anonymous. Potensi pemanfaatan parasitoid telur Trichogramma evanescens Westwood dalam pengendalian hama penggerek batang jagung. Pp... Identifikasi virus mosaik kerdil jagung pada tanaman jagung di Indonesia. Insect pests of maize. Pengenalan hama dan penyakit tanaman jagung serta pengendaliannya. Saleh. Jakarta. I. Insect Resistan in Crop Plants. Pengenalan Penyakit Penting pada Tanaman Padi dan Palawija dan Cara Pengendaliannya. Proceeding of the Symposium on Integrated Pest Management Control Component. Sebuah Pengantar. Pengendalian Hama Terpadu. 1993. Pp. N. Pabbage. Biotrop Special Publication No.H. 1995. Makalah Seminar Jatidiri persyaratan kenaikan pangkat IVb ke IVc. Jumat 5 Desember. The Mac Millan Company. M. 19 hal. 1993. Flint. 2003.M. 1987. . 1989. Painter. Gadjah Mada University Press. van den Bosch. Saleh. R. Yogyakarta. Bogor:127-129. Semangun.106. Y. CIMMYT Mexico. K. Penerbit Kanisius. and R.50:157-165. Sumartini dan Hardaningsih.L. Ortega.520. 1951. 1993. Monograf Balittan Malang No. M. Ostrinia furnacalis Guenee. Pp. 449 hal. Oka. 1995.144.A. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Balitsereal.A. 255 hal. Direktorat perlindungan Tanaman Pangan. Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan. Gadjah Mada University Press.S. 2001).13:1-14. 1990. 1989. H. A Guide for Field Identification. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia. Cook. C. 1995. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan di Indonesia.N.

dan H. Penyakit bulai (Peronosclerospora sorghi) pada jagung di dataran tinggi Karo Sumatera Utara. and solving. Wakman. W. Badan Litbang Pertanian. dan Hasanuddin. Sudjono. Indonesian Journal of Agricultural Science. Makalah disajikan pada Seminar Tahunan Perhimpunan PFI. Dalam Subandi. Paper presented at the International Congress and Symposium on Southeast Asian Agricultural Sciences (IC-SAAS). 1999. Downy mildew disease of maize in Indonesia : Problem. M. 10 hal. 1988.S. Sumartini dan Srihardaningsih. 8 hal. 2004b. 10 hal. Teakle. W. 2003. Wakman. Kontong. M. and D. Penyakit-Penyakit Jagung dan Pengendaliannya. 2000. Monograf Balittan Malang No. Penyakit Jagung dan Pengendaliannya. 2001. Wakman. Compendium of Corn Diseases. 13:1-14. Research. 2000. M. Jumat 30 April : 4 hal. 2002. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Pengelolaan hama utama tanaman jagung.Shurtleff. Sepuluh spesies cendawan penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung. Prosiding Aplikasi Paket Teknologi pertanian Sulawesi Tengah. Jagung. Hal. Mosaic disease of maize caused by sugarcane mosaic potyvirus in Sulawesi. Second Edition. 9 pages.htm . (Belum dipublikasikan). A. penyakit utama kedua pada jagung di dataran tinggi. Wakman. 1995. Bercak daun kelabu.M. Puslitbangtan Bogor. 2002. Djatmiko. http://www. 1980. Varietas jagung unggul nasional tahan penyakit bulai di akhir abad ke-20. Persley. W. Makalah disajikan pada Seminar PFI di Purwokerto 7 September 2002. 4 hal. Makalah disajikan pada Seminar Expose Palawija di BPTP Lampung 16-18 Oktober 2002. Penyakit utama tanaman jagung di Indonesia.peipfi-komdasulsel.M. Seminar Mingguan Balitsereal. W. Dahlan. PEI dan HPTI Komisariat Sulawesi Selatan di UNHAS. Syam. D. Wakman. The American Phythological Society. W. W.205-241.. M.. Muis. Varietas jagung tahan penyakit hawar daun di dataran tinggi.C. dan M. W. Wakman.S. Kontong.105. Y.S. dan A. 12 hal. M.org/jurnal-perlindungan/teknologi-pengendalian-hama-penyakitjagung-di-lapangan-dan-gudang. Bogor Agricultural University. Pp. 6-8 November 2000. USA. Wakman. Widjono.S. 2(2):56-59. 2004a. 1988. Dalam Pengenalan Hama dan Penyakit Tanaman Jagung serta Pengendaliannya.A. Seminar Mingguan Balitsereal. W. Jakarta : 16 hal. Tandiabang. Wakman.

blogspot.com/2011/01/spesies-ulat-grayak-dan-musuh-alaminya.html http://muhammadarifindrprof.http://riostones.html .blogspot.com/2009/07/pengertian-hama.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->