Anda di halaman 1dari 135

i

PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH AL-MUHAJIRIN TUGUMULYO TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh Tri Indah Palupi NIM 4106019

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU 2010

ii

PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH AL-MUHAJIRIN TUGUMULYO TAHUN PELAJARAN 2009/2010

SKRIPSI

Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Tri Indah Palupi NIM 4106019

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU 2010

ii

iii

LEMBAR PERSETUJUAN

PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH AL-MUHAJIRIN TUGUMULYO TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Lubuklinggau,

Juli 2010

Penulis, Tri Indah Palupi NIM 4106019

Disetujui dan Disyahkan oleh

Pembimbing Utama,

Pembimbing Pembantu,

A. Budi Mulyanto, M.Pd.

Derti Mulyana, S.Pd.

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,

H.M. Rudy Hartoyo, M.Pd.

iii

iv

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi oleh Tri Indah Palupi 4106019 Telah Dipertahankan di Depan Tim dan Panitia Penguji pada Tanggal 07 Agustus 2010

Panitia Penguji Ketua : H.M. Lukman Nawi, M.Pd. _________________

Sekretaris

J. Albert Barus, M.Pd.

_________________

Tim Penguji Ketua : H.M. Lukman Nawi, M.Pd. _________________

Anggota

1. J. Albert Barus, M.Pd.

_________________

2. Ahmad Amin, M.Si

_________________

3. Nurhayati, M.Pd.

_________________

Mengetahui Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau,

H.M. Lukman Nawi, M.Pd.

iv

PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NPM Program Studi Jurusan : Tri Indah Palupi : 4106019 : Pendidikan Fisika : Pendidikan Fisika

Judul Karya Ilmiah/Skripsi : Pengaruh Pembelajaran Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al Muhajirin Tugumulyo Tahun Pelajaran 2009/2010 Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah dengan judul tersebut di atas adalah benar-benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan yang berlaku secara ilmiah. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko ataupun sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila dikemudian hari ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan atau plagiat dalam karya ilmiah ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya tulis ini.

Lubuklinggau, Juli 2010 Yang membuat pernyataan,

Tri Indah Palupi

vi

Motto Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. (QS. Alam Nasroh: 6) Tak ada satu pun di dunia ini yang merupakan hasil karya sendiri. Anda mencapai tujuan Anda selalu berkat bantuan orang lain. (George Shinn). Semua kejadian yang terjadi di dunia ini pastilah terkandung hikmah didalamnya, maka belajarlah darinya. Hidup ini indah, berpikirlah positif dalam menghadapi segala keadaan yang sedang kau hadapi, maka kau akan menjadi tenang dan dapat menikmati keindahannya.

Skripsi ini kupersembahkan kepada: Bapak Endang Setiyono (alm), terimakasih telah membimbingku tumbuh dewasa dan tunjukkan jalan saat aku tersesat di masa hidupmu. Mamak Siti Halimah, terimakasih untuk cinta yang luar biasa, engkau wanita tangguh dalam hidupku. Saudara-saudarku dan keluarganya, mas Im, mbak Win, abang JJ, Dewi, Koko, dan Pentha, terimakasih untuk hari-hari indah penuh warna. Salwa, Aurel, Briena, Neo, dan Biyyu, keponakan-keponakanku yang lucu, hidupku jadi lebih berwarna, aku sayang kalian. Makwo nenekku tersayang, selalu kurindukan pelukan hangatmu. Almamaterku.

vi

vii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim Segala Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Pembelajaran Tipe Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti ujian sidang Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Fisika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Lubuklinggau. Penulis menyadari bahwa karya ini tidak dapat terwujud tanpa ridho Allah SWT dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada yang terhormat: 1. Bapak H.M. Lukman Nawi, M.Pd. selaku Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau. 2. Bapak H.M. Rudy Hartoyo, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan MIPA STKIP-PGRI Lubuklinggau. 3. Bapak A. Budi Mulyanto, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika STKIP-PGRI Lubuklinggau dan selaku Pembimbing Utama yang telah memberikan arahan, dan memberikan masukan-masukan yang sangat bermanfaat kepada penulis.

vii

viii

4. Ibu Derti Mulyana, S.Pd. selaku Dosen Pembimbing Pembantu yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi petunjuk dalam penyusunan skripsi ini. 5. Seluruh Dosen Pengajar Jurusan Pendidikan Fisika STKIP-PGRI

Lubuklinggau. 6. Mamak terimakasih telah memberikan dorongan moril dan materil yang begitu besar, yang selalu mengiringi dengan doa-doa dan atas semua pengorbanan yang tak akan pernah terbayar dengan apapun. 7. Mas Im, Mbk Win, Abang JJ, Dewi, Koko, Pentha dan segenap keluarga besarku, terimakasih atas doa dan dukungannya semoga Tuhan membalas semua pengorbanan kalian. 8. Seluruh rekan-rekan mahasiswa jurusan pendidikan fisika khususnya angkatan 2006 yang telah banyak memberikan bantuan dan motivasi serta semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis untuk menyelesaiak skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan ridho dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin. Lubuklinggau, Agustus 2010 Penulis

viii

ix

ABSTRAK

Tri Indah Palupi. 2010. Judul skripsi Pengaruh Pembelajaran Tipe Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo Tahun Pelajaran 2009/2010. Program Studi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA. STKIP PGRI Lubuklinggau. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tipe think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di MA AlMuhajirin Tugumulyo dengan jumlah sampel 71 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa berupa tes tertulis berbentuk essay dan observasi kelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t semu. Berdasarkan hasil analisis uji-t semu untuk tes akhir pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh - thitung > ttabel < thitung (- 2,0236 > - 0,2165 < 0,0236), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran tipe think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa. Kata kunci: Pembelajaran think talk write, hasil belajar, pengaruh.

ix

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL . i ii iii iv v vi vii ix x xv

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................... LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ PERNYATAAN ............................................................................................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................

KATA PENGANTAR ABSTRAK . DAFTAR ISI .. DAFTAR TABEL .

DAFTAR GAMBAR DAFTAR GRAFIK BAB I

xvi xvii 1 1 4 4 5 5 5 7 7 7 9 10 11 13 16

PENDAHULUAN .......... A. B. C. D. E. F. Latar Belakang ... Rumusan Masalah . Batasan Masalah Tujuan Penelitian ... Manfaat Penelitian Penjelasan Istilah .. ......

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritik ..................................................................... 1. Konsep Belajar .... 2. Konsep Pembelajaran ......................................................... 3. Strategi Pembelajaran ......................................................... 4. Hasil Belajar ........................................................................ 5. Pembelajaran Tipe Think Talk Write . 6. Hukum Ohm tentang Kuat Arus dan Hambatan .................

xi

a. Kuat Arus Listrik .......................................................... b. Hukum Ohm ................................................................. c. Hambatan ...................................................................... 1) Rangkaian Seri ......................................................... 2) Rangkaian Paralel .................................................... B. Hipotesis Penelitian ............... BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... B. Populasi dan Sampel .. 1. Populasi ... 2. Sampel ................................................................................ C. Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan Instrumen ........ 1. Tes ....................................................................................... 2. Obsevasi ............................................................................. D. Teknik Analisis Data . 1. Teknik Analisis Data Hasil Tes ........................................... a. Skor Rata-rata dan Standar Deviasi ............................... b. Uji Normalitas ............................................................... c. Uji Homogenitas ........................................................... d. Uji Kesamaan Dua Rata-rata ......................................... 2. Teknik Analisis Data Hasil Observasi ................................. E. Uji Coba Instrumen Penelitian ................................................... 1. Validitas ............................................................................... 2. Reliabilitas ........................................................................... 3. Tingkat Kesukaran ............................................................... 4. Daya Pembeda ..................................................................... F. Pelaksanaan Penelitian ............................................................. G. Prosedur Penelitian ................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .. A. Hasil Penelitian .. 1. Deskripsi dan Analisis Data Kemampuan Awal Siswa .......
_

16 16 18 18 19 19 20 20 21 21 21 22 23 23 23 23 23 24 25 25 28 30 31 33 34 35 38 38 40 40 42 42 43 44 44 46 46 47 48 48

a. Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Skor Tes Awal b. Uji Normalitas c. Uji Homogenitas d. Uji Kesamaan Dua Rata-rata .. 2. Deskripsi dan Analisis Data Kemampuan Akhir Siswa ......
_

a. b. c. d.

Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Skor Tes Akhir Uji Normalitas Uji Homogenitas Uji Kesamaan Dua Rata-rata ..

xi

xii

3. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Observasi ...................... B. Pembahasan Penelitian .............................................................. BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran .. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN LAMPIRAN A 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen .. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol . 3. Kisi-kisi Soal Tes Uji Coba .............................. 4. Soal Tes Uji Coba 5. Kunci Jawaban Sosl Tes Uji Coba 6. Kisi-kisi Soal Pretest dan Posttest ........................................................... 7. Soal Pretest dan Posttest .. 8. Kunci Jawaban Soal Pretest dan Posttest . LAMPIRAN B 1. Skor Hasil Tes Uji Coba .......................................................................... 2. Perhitungan Validitas Uji Coba Tes . 3. Perhitungan Reliabilitas Uji Coba Tes . 4. Skor Hasil Tes Uji Coba yang Sudah Diurutkan Berdasarkan Skor Total 5. Skor Kelompok Atas dan Kelompok Bawah ..........................................

49 50 53 53 53 55

57 73 79 80 81 84 85 86

88 89 94 96 97 98

6. Perhitungan Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda ...............................

xii

xiii

LAMPIRAN C 1. Data Skor untuk Tiap Butir Soal Tes Awal Kelas Eksperimen ............... 99

2. Data Skor untuk Tiap Butir Soal Tes Awal Kelas Kontrol ....................... 100 3. Data Skor untuk Tiap Butir Soal Tes Akhir Kelas Eksperimen ............... 101 4. Data Skor untuk Tiap Butir Soal Tes Akhir Kelas Kontrol ...................... 102 5. Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Awal kelas Eksperimen 103

6. Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Awal kelas Kontrol ...... 104 7. Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Akhir kelas Eksperimen 105 8. Perhitungan Rata-rata dan Simpangan Baku Tes Akhir kelas Kontrol ..... 106 9. Uji Normalitas Skor Tes Awal Kelas Eksperimen ................................... 107 10. Uji Normalitas Skor Tes Awal Kelas Kontrol .......................................... 108 11. Uji Normalitas Skor Tes Akhir Kelas Eksperimen ................................... 109 12. Uji Normalitas Skor Tes Awal Kelas Kontrol ......................................... 110 13. Uji Homogenitas ........................................................................................ 111 14. Uji Kesamaan Dua Rata-rata 113 15. Lembar Observasi . 116 16. Daftar Tabel Uji Statistik .. 119 LAMPIRAN D 1. Surat Permohonan Persetujuan Judul/Pembimbing Skripsi . 123 2. Surat Permohonan Bimbingan Skripsi . 124 3. Surat Persetujuan Judul Skripsi 125 4. Kartu Konsultasi Bimbingan Skripsi ... 126 5. Surat Permohonan Izin Penelitian 131

xiii

xiv

6. Surat Permohonan Izin Penelitian Kementrian Agama 132 7. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Uji Coba Instrumen .................. 133

8. Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian .. 134

xiv

xv

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

2.1 Tabel Warna pada Resistor ...................................................................... 17 3.1 Desain Penelitian ...................................................................................... 21 3.2 Populasi Penelitian .................................................................................. 21

3.3 Sampel Penelitian .................................................................................... 22 3.4 Kategori Aktivitas Siswa .......................................................................... 28 3.5 Lembar Observasi ..................................................................................... 29 3.6 Hasil Analisis Validitas ............................................................................ 32 3.7 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran ........................................................... 35 3.8 Hasil Analisis Daya Pembeda .................................................................. 36 3.9 Rekapitulasi Hasil Uji Coba ..................................................................... 37
_

4.1 Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Hasil Tes Awal . 42 4.2 Hasil Uji Normalitas Skor Tes Awal 43 4.3 Hasil Uji Homogenitas Skor Tes Awal .................................................... 44 4.4 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Awal . 45
_

4.5 Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Hasil Tes Akhir ... 46 4.6 Hasil Uji Normalitas Skor Tes Akhir ....................................................... 47 4.7 Hasil Uji Homogenitas Skor Tes Akhir ................................................... 48 4.8 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Awal 49

xv

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

2.1 Rangkaian Seri pada Resistor ................................................................... 18 2.2 Rangkaian Paralel pada Resistor .............................................................. 19

xvi

xvii

DAFTAR GRAFIK

Grafik

Halaman

4.1 Rata-rata Hasil Tes Awal .......................................................................... 43 4.2 Rata-rata Hasil Tes Akhir ......................................................................... 47

xvii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan tidak hanya untuk memanusiakan manusia tetapi juga agar manusia menyadari posisinya sebagai khalifatullah fil ardhi, yang pada gilirannya akan semakin meningkatkan dirinya untuk menjadi manusia yang bertaqwa, beriman, dan beramal saleh. Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia masih terus dilakukan. Dunia Pendidikan adalah sebuah mega proyek bersama bagi anak-anak bangsa yang sedang giat-giatnya membangun agar bermartabat dan tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia. Masalah pendidikan adalah masalah kita bersama, baik yang formal, informal maupun non formal, memiliki tanggung jawab besar untuk merancang bangun sebuah sistem pendidikan yang sarat dengan nilai-nilai iman dan taqwa dan modern sesuai dengan tuntutan sains dan teknologi. Tercapainya tujuan pendidikan akan ditentukan oleh beberapa unsur yang saling menunjang satu dengan yang lain. Makmun (dalam Nurchayati, 2007:1) menyebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam Proses Belajar Mengajar (PBM), yaitu: 1) Siswa, dengan segala karakteristiknya yang berusaha mengembangkan dirinya seoptimal mungkin melalui kegiatan belajar, 2) Tujuan, ialah sesuatu yang diharapkan setelah adanya kegiatan belajar, dan 3) Guru, selalu mengusahakan

11

terciptanya situasi yang tepat (mengajar) sehingga memungkinkan bagi terjadinya proses pengalaman belajar. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran terdapat dua unsur, yaitu guru dan siswa. Guru mempunyai posisi sebagai pengajar dan siswa adalah pihak yang diajar. Sebagai pengajar guru dituntut untuk senantiasa mengembangkan cara mengajarnya yang membuat siswa tertarik dan berminat untuk mempelajari pelajaran yang diberikan. Dengan demikian guru menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Suatu realita dalam kehidupan sehari-hari, di dalam kelas ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung terlihat dengan jelas bahwa beberapa atau sebagian besar siswa belum bisa belajar dengan baik. Memang ada siswa yang benar-benar memperhatikan dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik sampai berakhir, tetapi masih banyak pula yang kurang serius bahkan tidak memperhatikan penjelasan guru. Hal ini mungkin disebabkan oleh strategi, metode maupun cara yang digunakan oleh guru kurang disenangi oleh siswa. Salah satu cara yang sering dipakai oleh guru adalah metode ekspositori. Pada pembelajaran dengan metode ekspositori kegiatan hanya berlangsung satu arah, yaitu penyampaian informasi dari guru ke siswa. Selama pembelajaran dengan metode ekspositori berlangsung, aktivitas siswa belum memuaskan. Terlihat dari masih sedikit siswa yang bertanya kepada guru jika belum paham dengan materi yang disampaikan. Hal ini mungkin disebabkan siswa masih merasa takut untuk mengutarakan pertanyaan atau pendapat, siswa merasa

bingung mengenai apa yang akan ditanyakan. Bahkan mungkin karena siswa kurang dilatih untuk mengembangkan ide-ide dalam memahami dan

menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Siswa biasanya lebih leluasa untuk

mengutarakan pendapatnya kepada teman atau siswa yang lain. Permasalahan-permasalahan tersebut akan berakibat pada rendahnya pemahaman konsep siswa dan kemampuan komunikasi siswa yang akan bermuara pada rendahnya hasil belajar siswa. Peningkatan pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi siswa dapat dilakukan dengan mengadakan perubahanperubahan dalam pembelajaran. Dalam hal ini, perlu dirancang suatu pembelajaran yang membiasakan siswa untuk mengkonstruksi sendiri

pengetahuannya, sehingga siswa lebih memahami konsep yang diajarkan serta mampu mengkomunikasikan pemikirannya baik dengan guru, teman maupun terhadap materi pelajaran itu sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan komunikasi siswa adalah dengan melaksanakan model pembelajaran yang relevan untuk diterapkan oleh guru. Model pembelajaran yang sebaiknya diterapkan adalah model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri sehingga siswa lebih mudah untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan dan mengkomunikasikan ide-idenya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Belajar dengan menggunakan pembelajaran tipe think talk write memberikan kesempatan kepada siswa untuk memulai belajar dengan memahami permasalahan terlebih dahulu, kemudian terlibat secara aktif dalam diskusi, dan

akhirnya menuliskan dengan bahasa sendiri hasil belajar yang diperolehnya. (Irianto dalam Fikriyyah, 2007:17) Oleh karena itu peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Pembelajaran Tipe Think Talk Write terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo Tahun Pelajaran 2009/2010.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah pengaruh pembelajaran tipe think
talk write terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-

Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010?

C. Batasan Masalah Untuk menghindari perkembangan masalah dalam penelitian ini, maka perlu diberikan batasan-batasan masalah sebagai berikut: 1. Materi pembelajaran yang dibahas adalah hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan. 2. Kelas yang diteliti adalah kelas X1 dan X2 Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010. 3. Hasil belajar diukur dari hasil tes siswa.

D. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah, maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran tipe think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010.

E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa, membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan mengutarakan pendapat. 2. Bagi guru, dapat menjadi masukan untuk melakukan penelitian sederhana yang bermanfaat bagi perbaikan dalam proses pembelajaran. 3. Bagi peneliti, mendapat pengalaman dan pengetahuan dalam melakukan penelitian dan melatih diri dalam menerapkan ilmu pengetahuan.

F. Penjelasan Istilah Untuk menghindari salah penafsiran terhadap istilah yang digunakan, perlu adanya penjelasan istilah. Beberapa istilah yang perlu dijelaskan adalah: 1. Pengaruh yang dimaksud adalah akibat yang ditimbulkan atau yang akan terjadi setelah diberikan perlakuan pembelajaran tipe think talk write. 2. Model pembelajaran tipe think talk write adalah pembelajaran yang dimulai dengan berfikir dimana siswa membaca teks berupa soal, kemudian hasil

bacaannya (penyelesaian soal) dikomunikasikan dengan presentasi, diskusi, dan kemudian menuliskan hasil dari kegiatan berfikir, presentasi, dan diskusi. 3. Hasil belajar yang dimaksud adalah hasil tes siswa dalam menyelesaikan soalsoal pada materi pembelajaran hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teoritik 1. Konsep Belajar Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktifitas dan prestasi hidup manusia tidak lain adalah hasil dari belajar. Dalam kehidupan manusia memerlukan sejumlah kecakapan yang harus dikembangkan melalui proses belajar. Kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa untuk berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak sekali bergantung pada berbagai kegiatan proses belajar yang dialami. Sedangkan pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai bantuan perkembangan melalui kegiatan belajar. Secara umum belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Jadi perubahan perilaku adalah hasil belajar. Artinya seseorang dikatakan telah belajar, jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan sebelumnya. Sedangkan definisi belajar dari beberapa ahli, adalah sebagai berikut: a. Sardiman (2010:20) mengatakan bahwa ... belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan

77

misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan , meniru dan lain sebagainya. b. Gagne dan Berliner (dalam Nurchayati, 2007:11) menyatakan bahwa Belajar merupakan proses di mana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Berdasarkan dua pengertian di atas dapat dikatakan bahwa belajar merupakan proses yang dialami oleh seorang individu dalam suatu pengalaman yang menghasilkan perubahan tingkah laku pada individu tersebut. Belajar yang merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku seseorang, ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut menurut Sumiati dan Asra (2008:59) antara lain: a. Motivasi untuk belajar Bagi seorang siswa motivasi untuk belajar pada umumnya timbul karena adanya rangsangan, baik yang datang dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Motivasi berkaitan erat dengan tujuan yang ingin dicapai oleh siswa, karena motivasi dan tujuan merupakan bagian penting dari proses belajar agar mendapatkan hasil yang diinginkan. b. Tujuan yang hendak dicapai Seorang siswa memasuki suatu jenjang pendidikan tentu mempunyai tujuan. Dapat saja tujuan itu dirangsang oleh orang lain. Tetapi harus menjadi milik dan bagian dari diri sendiri yang melakukan proses belajar yaitu siswa. Jadi pada dasarnya siswa belajar dan akan memperoleh hasil belajar secara efisien jika mempunyai tujuan ingin mencapai tujuan itu.

c. Situasi yang mempengaruhi proses belajar Faktor situasi atau keadaan yang mempengaruhi proses belajar pada siswa berkaitan dengan diri sendiri, keadaan belajar, proses belajar, guru yang memberi pelajaran, teman belajar dan bergaul, serta program belajar yang ditempuh merupakan faktor yang mempunyai pertalian erat satu dengan yang lain. 2. Konsep Pembelajaran Pembelajaran pada dasarnya membahas pertanyaan apa, siapa, mengapa, bagaimana, dan seberapa baik tentang pembelajaran. Pertanyaan Apa berkaitan dengan isi atau materi pembelajaran. Pertanyaan Siapa berkaitan dengan guru dan siswa sebagai subyek dari kegiatan pembelajaran. Pertanyaan Mengapa berkaitan dengan penyebab atau alasan dilakukannya proses pembelajaran. Pertanyaan Bagaimana berkaitan dengan proses pembelajaran yang baik. Pertanyaan Seberapa baik berkaitan dengan penilaian proses pembelajaran, yaitu sejauh mana siswa belajar dan guru mengajar. (Sumiati dan Asra, 2008:xii) Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan tersebut setiap orang yang

berkecimpung dalam profesi keguruan dan kependidikan harus mampu merencanakan dan mengimplementasikan proses pembelajaran dan mendapatkan umpan balik yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran yang pada intinya tertumpu pada suatu persoalan, yaitu bagaimana guru memberikan pembelajaran yang memungkinkan bagi siswa terjadi proses belajar yang efektif atau dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan.

10

3. Strategi Pembelajaran Dalam arti yang sederhana, strategi biasa disamakan dengan ancangancang, cara, pola. Sedangkan dalam konteks pendidikan/pengajaran, yang dimaksud dengan strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru/murid dalam peristiwa belajar-mengajar. Strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan tujuannya yang berupa hasil belajar dapat tercapai secara optimal. Pemilihan strategi pembelajaran berpengaruh terhadap pemilihan metode, teknik, maupun pendekatan pembelajaran. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas, biasanya dibuat secara tertulis, mulai dari Telaah Kurikulum, Penyusunan Program Tahunan, Program Semester, Program Satuan Pelajaran, sampai dengan Rencana Pembelajaran. Guru dalam melaksanakan proses pembelajaran perlu memiliki strategi pembelajaran, menurut Suyitno (dalam Sari, 2006:10) strategi pembelajaran adalah perencanaan dan tindakan yang cermat mengenai kegiatan pembelajaran agar kompetensi yang diharapkan tercapai. Strategi pembelajaran menurut Amin (dalam Nurchayati, 2007:20) dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Klasifikasi berdasarkan struktur peristiwa belajar Berdasarkan klasifikasi ini dapat dibedakan strategi pembelajaran yang bersifat tertutup dan strategi pembelajaran yang bersifat terbuka.

10

11

b. Klasifikasi berdasarkan peran guru/siswa dalam mengolah pesan pembelajaran Berdasarkan klasifikasi ini strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi strategi pembelajaran yang bersifat ekspositorik dan strategi pembelajaran yang bersifat heuristik. c. Klasifikasi berdasarkan cara pengolahan pesan pembelajaran. Berdasarkan klasifikasi ini strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi strategi pembelajaran yang bersifat deduktif dan strategi pembelajaran yang bersifat induktif. d. Klasifikasi berdasarkan aspek tujuan pembelajaran Berdasarkan klasifikasi ini dibedakan strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang menekankan pada aspek kognitif, keterampilan, nilai/sikap, dan kemampuan berbahasa. 4. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar (Dimyati dan Mudjiono, 2006:3). Benyamin Bloom secara garis besar membagi hasil belajar menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar yang terdiri dari enam aspek yakni pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. a. Pengetahuan Tipe hasil belajar pengatahuan termasuk kognitif tingkat yang paling rendah. Namun tipe hasil belajar ini menjadi prasyarat bagi tipe hasil belajar berikutnya. Hafat menjadi prasyarat bagi pemahaman. Aspek yang ditanyakan

11

12

biasanya fakta-fakta seperti nama orang, tempat, teori, rumus, istilah beralasan, atau humum. Siswa hanya dituntut kesanggupan mengingatnya sehingga jawabannya mudah ditebak. b. Pemahaman Tipe hasil belajar yang lebih tinggi daripada pengatahuan adalah pemahaman. Misalnya menjelaskan dengan susunan kalimatnya sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarnya, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan atau menggunakan petunjuk penerapan pada kasus lain. c. Aplikasi Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau situasi khusus, Abstraksi tersebut mungkin berupa ide, teori, atau petunjuk teknis. Menerapkan abstraksi ke dalam situasi baru disebut aplikasi. d. Analisis Analisis adalah usaha memilih suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya atau susunannya. Analisis ,merupakan kecakapan yang kompleks, yang memanfaatkan kecakapan dari ketiga tipe sebelumnya. e. Sintesis Penyatuan unsur-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh disebut sintesis. Berpikir sintesis adalah berfikir divergen. Dalam berfikir divergen pemecahan atau jawabannya belum dapat dipastikan. Berbeda dengan berfikir pemahaman, berfikir aplikasi, dan berfikir analisis dipandang sebagai

12

13

berfikir konvergen. Dalam berfikir konvergen, pemecahan atau jawabannyaakan sudah diketahui berdasarkan apa yang sudah dikenalnya. f. Evaluasi Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara bekerja, pemecahan, metode, materil, dan lain-lain. Dilihat dari segi tersebut maka dalam evaluasi perlu adanya suatu kriteria atau standar tertentu. Keberhasilan siswa dalam belajar selain ditentukan oleh faktor guru, juga ditentukan oleh faktor-faktor yang lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Ruseffendi (dalam Sulastri, 2009:11) berpendapat bahwa: Ada sepuluh faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu faktor dari dalam dan dari luar siswa. Faktor dari dalam siswa yaitu kecerdasan anak, kesiapan anak, bakat anak, kemampuan anak, dan minat anak, serta faktor luar yang terdiri dari model penyajian materi pelajaran, pribadi dan cara guru mengajar, suasana belajar, kompetensi guru, dan kondisi masyarakat luas. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, guru memiliki peranan penting dalam keberhasilan belajar siswa. Salah satunya diantaranya adalah dalam hal model penyajian materi pelajaran. 5. Pembelajaran Tipe Think Talk Write Pembelajaran tipe think talk write diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin (dalam Siswandi, 2009:1) pada dasarnya dibangun melalui berfikir, berbicara, dan menulis. Alur kemajuan strategi think talk write dimulai dari keterlibatan siswa dalam berfikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide dengan temannya sebelum menulis.

13

14

Aktivitas berfikir (think) dapat dilihat dari proses membaca suatu teks kemudian membuat catatan apa yang telah dibaca. Dalam tahap ini siswa secara individu memikirkan kemungkinan jawaban (strategi penyelesaian), membuat catatan apa yang telah dibaca, baik itu berupa apa yang diketahuinya, maupun langkah-langkah penyelesaian dalam bahasanya sendiri. Kemampuan membaca, secara umum dianggap berfikir, meliputi membaca baris demi baris membaca yang penting saja. Setelah tahap think selesai dilanjutkan dengan tahap berikutnya talk yaitu berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata dan bahasa yang mereka pahami. Fase berkomunukasi (talk) pada strategi ini memungkinkan siswa untuk terampil berbicara. Pada umunya menurut Huinker dan Laughlin (dalam Siswandi, 2009:1) berkomunikasi dapat berlangsung alami, tatapi menulis tidak. Proses komunikasi dipelajari siswa melalui kehidupannya sebagai individu yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Secara alami dan mudah proses komunikasi dapat dibangun di kelas dan dimanfaatkan sebagai alat sebelum menulis. Pemahaman dibangun melalui interaksinya dalam diskusi. Diskusi diharapkan dapat menghasilkan solusi atas masalah yang diberikan. Selain itu, pada tahap ini siswa memungkinkan untuk terampil berbicara. Diskusi pada fase
talk ini merupakan sarana untuk mengungkapkan dan merefleksikan pikiran

atau

siswa. Selain itu, berkomunikasi dalam suatu diskusi dapat membantu kolaborasi dan meningkatkan aktivitas belajar dalam kelas. Oleh karena itu keterampilan berkomunikasi dapat mempercepat kemampuan siswa mengungkapkan idenya melalui tulisan. Selanjutnya berkomunikasi atau dialog baik antar siswa maupun

14

15

dengan guru dapat meningkatkan pemahaman. Hal ini bisa terjadi karena ketika siswa diberi kesempatan untuk berbicara atau berdialog, sekaligus mengkontruksi berbagi ide untuk dikemukakan melalui dialog. Selanjutnya write yaitu menuliskan hasil diskusi pada lembar kerja yang diberikan. Aktivitas menulis berarti mengkonstruksi ide, karena setelah berdiskusi antar teman dan kemudian mengungkapkannya melalui tulisan. Aktivitas menulis akan membantu siswa dalam membuat hubungan dan juga memungkinkan guru melihat pengembangan konsep siswa. Selain mengemukakan aktivitas menulis siswa bagi guru dapat memantau kesalahan siswa, miskonsepsi, dan konsepsi siswa terhadap ide yang sama. Aktivitas siswa selama tahap write adalah menulis solusi terhadap masalah/pertanyaan yang diberikan termasuk perhitungan, mengorganisasikan semua pekerjaan langkah demi langkah, mengoreksi semua pekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaan ataupun perhitungan yang ketinggalan, dan meyakini bahwa pekerjaannya yang terbaik yaitu legkap, dan mudah dibaca. Dari uraian-uraian di atas pembelajaran Think Talk Write merupakan perencanaan dan tindakan yang cermat mengenai kegiatan pembelajaran yaitu melalui kegiatan berpikir (think), berbicara/berdiskusi, bertukar pendapat (talk), dan menulis hasil diskusi (write) agar kompetensi yang diharapkan tercapai. Langkah-langkah pembelajaran dengan strategi Think Talk Write (dalam Taufiq, 2009) adalah sebagai berikut : 1. Guru membagi teks berupa soal.

15

16

2. Siswa membaca teks dan membuat catatan dari hasil bacaan secara individual, untuk dibawa ke forum diskusi (think). 3. Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas isi catatan (talk). Guru berperan sebagai mediator lingkungan belajar Adapun kelebihan pembelajaran tipe think talk write adalah: 1. Merangsang aktivitas siswa dalam mengembangkan daya pikir. 2. Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. 3. Menumbuhkembangkan kemampuan kominukasi siswa. 6. Hukum Ohm tentang Kuat Arus dan Hambatan a. Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik adalah muatan listrik yang mengalir melalui penampang suatu penghantar per satuan waktu. Secara matematis dituliskan:

I=

Q t

(Purwoko dan Fendi, 2007:179)

Keterangan: I = kuat arus listrik, satuannya ampere (A)

Q = muatan listrik, satuannya coulomb (C) t = waktu, satuannya sekon (s) atau detik (detik) Alat ukur kuat arus listrik adalah amperemeter. b. Hukum Ohm Hukum Ohm menjelaskan hubungan antara tegangan listrik dengan kuat arus listrik. Hukum Ohm dinyatakan dengan persamaan:

16

17

I=

V R

(Daton dkk, 2007:223)

Keterangan: I = kuat arus listrik, satuannya ampere (A)

V = beda potensial listrik, satuannya volt (V) R = hambatan penghantar, satuannya Ohm () Besar hambatan listrik tergantung pada jenis bahan, ukuran panjang, dan luas tempat arus mengalir. Resistor merupakan salah satu alat elektronik yang berfungsi untuk mengendalikan besar arus. Nilai atau hambatan resistor dapat diketahui dari kode warna yang dituliskan di bagian luarnya. Kode warna pada resistor ditunjukkkan pada tabel 2.1. di bawah ini: Tabel 2.1 Tabel Warna pada Resistor Warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Perak Emas Tidak berwarna Angka 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Faktor Pengali 1 101 102 103 104 105 106 107 108 109 10-1 10-1 Toleransi (%)

5% 10 % 20% (Giancoli dalam Daton dkk, 2001:69)

17

18

c. Hambatan Nilai hambatan suatu kawat penghantar dipengaruhi oleh panjang kawat, diameter kawat, dan jenis kawat. Besar hambatan kawat dirumuskan sebagai berikut:

R=

l A

(Purwoko dan Fendi. 2007:188)

Keterangan: R = hambatan kawat, satuannya ohm ()


= hambatan jenis, satuannya ohm.m (.m)
l = panjang kawat, satuannya meter (m)

A = luas penampang, satuannya meter2 (m2) d. Rangkaian pada Resistor Pada dasarnya ada dua jenis rangkaian, yaitu rangkaian seri dan rangkaian paralel. 1) Rangkaian Seri Rangkaian resistor dikatakan dihubungkan secara seri apabila dirangkai seperti pada gambar 2.1. dibawah ini:

R1

R2

R3

Gambar 2.1 Rangkaian seri pada resitor (Daton dkk, 2007:231) Kuat arus yang melalui setiap hambatan sama (I = I1 = I2 = I3) Tegangan totalnya: V = V1 + V2 + V3

18

19

Hambatan penggantinya makin besar (R = R1 + R2 + R3)

2) Rangkaian Paralel Rangkaian resistor dikatakan dihubungkan secara paralel apabila dirangkai seperti pada gambar 2.2. I1 I I2 R1 R2

I3

R3

(Daton dkk, 2007:232)

Gambar 2. Rangkaian Resistor Paralel Beda potensial pada setiap hambatan sama (V = V1 = V2 = V3) Kuat arus totalnya: I = I1 + I2 + I3 Hambatan totalnya:
1 1 1 1 = + + RP R1 R2 R3

B. Hipotesis Penelitian
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2006:71). Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ada pengaruh pembelajaran tipe think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010.

19

20

BAB III METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Metode dalam suatu penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian serta untuk menjawab masalah yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen sungguhan (true experimental research). Menurut Suryabrata (2003:88) tujuan penelitian eksperimen sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah control group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pretest (T1) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum memberikan perlakuan pembelajaran (X) pada kelas eksperimen dengan pembelajaran tipe think talk write dan melakukan posttest (T2) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengaruh pembelajaran tipe think talk write diukur dari perbedaan antara pengukuran akhir berupa posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Secara bagan, desain yang digunakan pada penelitian ini menurut Suryabrata (2003:105) dapat digambarkan sebagai berikut:

20 20

21

Tabel 3.1 Desain Penelitian


Group Exp. Group Contr. Group Pretest T1 T1 Treatment X Posttest T2 T2

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi


Menurut Riduwan (2008:10) Populasi adalah keseluruhan dari

karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MA AlMuhajirin Tugumulyo Tahun Pelajaran 2009/2010. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Populasi Penelitian


Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 1 X.1 13 22 35 2 X.2 13 23 36 3 X.3 16 22 38 4 X.4 14 23 37 5 X.5 18 18 36 6 X.6 20 13 33 7 X.7 11 21 32 8 X.8 13 18 31 9 X.9 8 22 30 Jumlah 126 182 308 Sumber: TU MA Al-Muhajirin Tugumulyo (Tahun Pelajaran 2009/2010) No Kelas

2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2006:131). Berdasarkan pendapat tersebut disimpulkan bahwa sampel adalah subjek yang dikenai perlakuan penelitian.

21

22

Adapun cara pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara acak. Karena kemampuan seluruh siswa kelas sepuluh adalah sama, maka sampel dalam penelitian ini diambil acak kelas bukan acak perorangan. Dan karena setiap kelas juga memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel maka, dua kelas dari sembilan kelas sepuluh yang akan dijadikan sampel diambil dengan cara undian. Kemudian dari dua kelas yang dipilih, diundi lagi secara acak untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Siswa kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran tipe think talk write, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan perlakuan pembelajaran tetapi think talk write tetapi diberikan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Setelah dilakukan pengundian, terpilih sebagai sampel kelas X.1 dan X.2. Kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan X.1 sebagai kelas kontrol. Secara rinci sampel penelitian dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.3 Sampel Penelitian


Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 1 X.1 13 22 35 2 X.2 13 23 36 Jumlah 26 45 71 Sumber: TU MA Al-Muhajirin Tugumulyo (Tahun Pelajaran 2009/2010). No Kelas

C. Teknik Pengumpulan Data dan Pengembangan Instrumen


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

22

23

1. Tes
Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. (Riduwan, 2008:76). Tes dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data menganai pengetahuan fisika siswa, penalaran siswa dalam menyelesaikan pertanyaan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay berbentuk uraian yang berjumlah lima soal.

2. Observasi
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2008:76). Observasi dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen selama proses kegiatan pembelajaran dengan tipe think talk write pada materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan. Teknik observasi ini digunakan hanya sebagai pelengkap hasil penelitian saja.

D. Teknik Analisis Data 1. Teknik Analisis Data Hasil Tes a. Skor Rata-rata dan Standar Deviasi
Menentukan skor rata-rata dan standar deviasi pada tes awal dan tes akhir, untuk data hasil belajar pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Rumus yang digunakan adalah:

23

24

x=

fX i n

dan

s=

n.fX i2 (fX i ) 2 n.(n 1)

(Riduwan, 2008:122)

Keterangan:
_

x f Xi

= skor rata-rata = Jumlah siswa pada kelas interval = nilai tengah = banyaknya siswa = standar deviasi

n s

b. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan data. Rumus yang digunakan dalam uji normalitas adalah uji kecocokan Chi-Kuadrat (2) yaitu:

( fo fe )2 =
2

fe

(Riduwan, 2008:124)

Keterangan:

2 = Nilai chi-kuadrat yang dicari


fo = Frekuensi hasil pengamatan fe = Frekuensi yang diharapkan Selanjutnya membandingkan 2 hitung dengan nilai 2 tabel dengan derajad kebebasan (dk) = k 1, dimana k adalah kelas interval. Jika 2 hitung 2 tabel , maka dikatakan distribusi data tidak normal dan jika 2 hitung 2 tabel , maka data berdistribusi normal.

24

25

c. Uji Homogenitas
Uji homogenitas varians antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dimaksudkan untuk mengatahui keadaan varians antara kedua kelompok, sama atau berbeda. Hipotesis yang akan diuji adalah: Ho = Hipotesis pembanding, kedua varians sama atau homogen. Ha = Hipotesis kerja, kedua varians tidak sama atau tidak homogen. Uji statistiknya menggunakan uji F, dengan rumus sebagai berikut:

F=

S1 S2

2 2

(Riduwan, 2008:120)

Keterangan:
S1
2

= varians terbesar = varians terkecil Dimana kriteria pengujiannya adalah jika Fhitung < Ftabel maka kedua

S2

kelompok data mempunyai varians yang sama berarti terima H0 dan tolak H0 jika F mempunyai harga-harga lain (Sudjana, 2005:250).

d. Uji Kesamaan Dua Rata-rata


Uji kesamaan dua rata-rata ini digunakan untuk menguji kesamaan antara dua rata-rata data, dalam hal ini antara data kelompok eksperimen dan data kelompok kontrol. 1) Jika kedua data berdistribusi normal dan homogen, maka uji statistik yang digunakan adalah uji-t dengan rumus:

25

26

t=

x1 x 2 1 1 s + n1 n 2

dengan

s2 =

(n1 1)s1 2 + (n2 1)s 2 2


n1 + n 2 2

(Sudjana, 2005:239)

Keterangan: t
_

= Perbedaan rata-rata kedua sampel

x1 = Nilai rata-rata kelompok eksperimen


_

x 2 = Nilai rata-rata kelompok kontrol n1 = Banyak sampel kelompok eksperimen

n2 = Banyak sampel kelompok kontrol


s 2 = Varians gabungan

s1 = Varians kelompok eksperimen


s 2 = Varians kelompok kontrol Kriteria pengujiannya adalah terima H0 jika t
hitung
2

< t

tabel

dimana t

tabel

didapat dari daftar distribusi t dengan dk = (n1 + n2 2). Untuk harga-harga t lainnya H0 ditolak. Dimana: H0 : 1 2 : Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan rata-rata skor kelas kontrol. Ha : 1 > 2 : Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata skor kelas kontrol. 2) Jika kedua data berdistribusi normal dan tidak homogen, maka uji statistik yang digunakan adalah uji-t semu (t) dengan rumus:

26

27

t =
'

x1 x 2 s1 s + 2 n1 n2
2 2

(Sudjana, 2005:241)

Keterangan:
_

x 1 = Nilai rata-rata kelompok eksperimen


_

x 2 = Nilai rata-rata kelompok kontrol n1 = Banyak sampel kelompok eksperimen

n2 = Banyak sampel kelompok kontrol


s1
2

= Varians terbesar = Varians terkecil Kriteria pengujiannya adalah:

s2

Terima hipotesis H0 jika dengan:


2 w1 = s12 / n1 ; w2 = s 2 / n 2

w1t1 + w2 t 2 w1t1 + w2 t 2 <t < w1 + w2 w1 + w2

t1 = t (1 12 ),( n1 1) dan t 2 = t(1 12 ), ( n2 1)


Untuk harga-harga t lainnya, H0 ditolak. Dimana: H0 : 1 = 2 : Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan rata-rata skor kelas kontrol. Ha : 1 2 : Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata skor kelas kontrol.

27

28

2. Teknik Analisis Data Hasil Observasi


Gambaran aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran fisika selama diterapkannya pembelajaran tipe think talk write dicatat dengan menggunakan lembar observasi yang terdiri dari tiga indikator yaitu indikator think, indikator
talk, dan indikator write dan setiap indikator terdiri dari lima deskriptor. Dalam

setiap observasi pengamat memberi tanda cek () pada deskriptor yang ada dalam lembar observasi yang tersedia. Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran tipe think talk
write, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Rumus yang digunakan untuk menghitung persentase setiap aspek aktivitas siswa adalah: % rata-rata siswa yang aktif = siswa yang aktif siswa keseluruhan
x 100%

b. Persentase rata-rata aktivitas siswa untuk setiap indikator dikategorikan sesuai dengan aktivitas belajar pada tabel 3.4 berikut ini:

Tabel 3.4 Kategori Aktivitas Siswa


Persentase Rata-rata 80 % atau lebih 60 % - 79,99 % 40 % - 59,99 % 20 % - 39,99 % 0 % - 19,99 % Kategori Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang (Laksmi dalam Sulastri, 2009:37)

Adapun lembar observasi aktivitas belajar siswa selama pembelajaran tipe

think talk write dapat dilihat pada tabel 3.5 berikut ini:

28

29

Tabel 3.5 Lembar Observasi


No Nama Siswa Indikator 1 2 3 4 5 Indikator 2 2 3 4 5 Indikator 3 2 3 4 5

1 2 3 ... N Jumlah Jumlah Total % Rata-rata Kategori

Keterangan:

o Indikator 1 (Aktivitas Think)


1. Membaca teks/soal yang ada pada lembar kerja. 2. Cara siswa mempersiapkan bahan untuk mencari jawaban. 3. Membuat langkah-langkah menyelesaikan soal. 4. Bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum dipahami. 5. Bertanya dengan siswa lain.

o Indikator 2 (Aktivitas Talk)


1. Mempresentasikan hasil jawaban. 2. Menanggapi hasil jawaban temannya. 3. Mencari jawaban yang benar. 4. Terjadi interaksi antara siswa dengan siswa. 5. Terjadi interaksi antara siswa dengan guru.

o Indikator 3 (Aktivitas Write)


1. Kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dituliskan.

29

30

2. Mengerjakan lembar kerja sesuai dengan langkah-langkah. 3. Mengoreksi semua pekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaan atau perhitungan yang tertinggal. 4. Mengerjakan kegiatan dan tugas tepat waktu. 5. Membuat kesimpulan hasil belajar.

E. Uji Coba Instrumen Penelitian


Keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang

digunakan, sebab data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah) dan menguji hipotesis diperoleh melalui instrumen (Sudjana dan

Ibrahim, 2007:97). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar. Untuk mengetahui mutu soal tes, soal-soal yang telah dibuat diujicobakan terlebih dahulu kepada siswa di luar sampel yaitu siswa kelas XI IPA1 MA Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010. Tes uji coba dilakukan pada siswa di luar sampel penelitian untuk menghindari biasnya hasil penelitian. Bila uji coba dilakukan pada siswa yang dijadikan sampel maka dapat mempengaruhi hasil tes akhir karena siswa akan merasa pernah mengerjakan soal tersebut dalam ujicoba. Hasil uji coba kemudian dianalisis dan siap digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dari kelompok penelitian. Suatu tes dapat dikatakan baik sebagai alat ukur hasil belajar harus memenuhi persyaratan tes yaitu validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Berdasarkan data hasil tes uji

30

31

coba perangkat tes dihitung validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal sebagai berikut:

1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Arikunto, 2006:168). Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah. Validitas isi suatu alat evaluasi diketahui dari ketepatan alat tersebut ditinjau dari materi yang dievaluasikan. Tes tersebut dikatakan valid jika tes tersebut mampu mengevaluasikan dengan tepat apa yang seharusnya dievaluasi. Mengetahui validitas butir soal, dihitung dengan korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson, yaitu:

rxy =

N (XY ) (X )(Y ) {N X 2 (X ) 2 }{N Y 2 (Y ) 2 }

(Arikunto, 2006:170)

Keterangan: rxy N X Y = Koefisien korelasi = Jumlah siswa = Jumlah skor item = Jumlah skor total (seluruh item) Selanjutnya dihitung dengan uji-t dengan rumus sebagai berikut:

t=r

n2 1 r2

(Riduwan, 2008:98)

Dimana: t = nilai t hitung

31

32

r = koefisien korelasi hasil rxy n = jumlah siswa Distribusi (Tabel t) untuk = 0,05 dan derajad kebebasan (dk = n 2). Kaidah keputusan: Jika t hitung > t tabel berarti valid, sebaliknya

t hitung < t tabel berarti tidak valid Interprestasi menganai nilai rxy menurut Guilford J.P (dalam Sukasno, 2006:49) dibagi kedalam kategori sebagai berikut: rxy 0,00 < rxy 0,20 < rxy 0,40 < rxy 0,60 < rxy 0,80 < rxy 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 tidak valid validitas sangat rendah validitas rendah (kurang) validitas sedang (cukup) validitas tinggi (baik) validitas sangat tinggi (sangat tinggi)

Berdasarkan hasil perhitungan, dapat dirangkum hasil analisis validitas butir soal pada tabel 3.4.

Tabel 3.4 Hasil Analisis Validitas


Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 Nilai rXY 0,39 0,24 0,50 0,61 0,65 - 0,61 0,77 t (hitung) 2,24 1,31 3,05 4,08 4,53 - 4,08 6,39 t (tabel) 2,04 2,04 2,04 2,04 2,04 2,04 2,04 Keterangan Valid / rendah Tidak Valid Valid / sedang Valid / tinggi Valid / tinggi Tidak Valid Valid / tinggi

32

33

Dari hasil analisis validitas butir soal lima soal dinyatakan valid yaitu soal nomor satu, tiga, empat, lima, dan tujuh dan dua soal dinyatakan tidak valid yaitu soal nomor dua dan enam. Perhitungan analisis butir soal uji coba tes selengkapnya dapat dilihat pada lampiran B.

2. Reliabilitas
Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tepat walaupun diberikan pada orang yang berbeda, waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda pula. Untuk mengatahui reliabilitas berbentuk uraian digunakan rumus alpha, sebagaimana yang dikemukakan oleh Suherman dan Sukjaya (dalam Sukasno, 2006:70) sebagai berikut:
2 n Si 1 r11 = 2 St n 1

Keterangan: n = banyak butir soal

S i 2 = jumlah varians skor tiap butir soal


St 2 = varians skor total Klasifikasi untuk menginterprestasikan reliabilitas suatu tes menurut Guilford. J.P (dalam Sukasno, 2006:61) adalah sebagai berikut: r11 0,20 Reliabilitas sangat rendah 0,20 < r11 0,40 Reliabilitas rendah 0,40 < r11 0,60 Reliabilitas sedang

33

34

0,60 < r11 0,80 Reliabilitas tinggi 0,80 < r11 1,00 Reliabilitas sangat tinggi Soal uji coba yang diberikan sebanyak tujuh soal. Dari perhitungan hasil uji coba diperoleh nilai reliabilitas 0,61. Ini berarti soal uji coba tersebut memiliki derajad reliabilitas tinggi, sehingga dapat dipercaya sebagai alat ukur. Perhitungan analisis reliabilitas butir soal uji coba tes selengkapnya dapat dilihat pada lampiran B.

3. Tingkat Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau terlalu sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi (Arikunto dalam Nurchayati, 2007:39). Untuk menghitung tingkat kesukaran, digunakan rumus yang

dikemukakan Suherman dan Sukjaya (dalam Sukasno, 2006:78) sebagai berikut:

TK =

JS A + JS B SI A + SI B

TK = Indeks tingkat kesukaran JSA = Jumlah skor kelompok atas JSB = Jumlah skor kelompok bawah SIA = Jumlah skor ideal kelompok atas SIB = Jumlah skor ideal kelompok bawah Kriteria untuk menentukan tingkat kesukaran adalah sebagai berikut: (Mendikbud, 1989:51)

34

35

0,24

= Sukar (24% atau kurang menjawab benar)

0,25 0,75 = Sedang (25% - 75% menjawab benar) 0,76 = Mudah (76% atau lebih menjawab benar) Hasil analisis tingkat kesukaran tes dapat dilihat pada tabel 3.5.

Tabel 3.5 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran


Jumlah Skor Kelompok Atas 28 57 40 41 47 40 39 Jumlah Skor Kelompok Bawah 28 50 15 9 17 27 20 Jumlah Skor Ideal Kelompok Atas/Bawah 75 120 75 75 135 120 75 Tingkat Kesukaran (TK) 0,37 0,44 0,36 0,33 0,23 0,27 0,39

Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7

Keterangan Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang

Dari analisis tingkat kesukaran hasil uji coba dari tujuh soal yang diberikan enam soal termasuk kategori sedang yaitu soal nomor satu, dua, tiga, empat, enam, dan tujuh serta satu soal termasuk dalam kategori sukar yaitu soal nomor lima. Perhitungan analisis tingkat kesukaran butir soal uji coba tes selengkapnya dapat dilihat pada lampiran B.

4. Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah) (Arikunto dalam Nurchayati, 2007:37).

35

36

Untuk

menghitung

tingkat

kesukaran,

digunakan

rumus

yang

dikemukakan Suherman dan Sukjaya (dalam Sukasno, 2006:76) sebagai berikut:

DP =

JS A JS B SI A

Keterangan: DP JSA JSB SIA = Indeks daya pembeda = Jumlah skor kelompok atas = Jumlah skor kelompok bawah = Jumlah skor ideal salah satu kelompok (kelompok atas atau bawah) Klasifikasi interprestasi untuk daya pembeda adalah sebagai berikut: DP 0,00 Sangat jelek 0,00 < DP 0,20 Jelek 0,20 < DP 0,40 Cukup 0,40 < DP 0,70 Baik 0,70 < DP 1,00 Sangat baik Dari hasil perhitungan dapat dilihat hasil analisis daya pembeda tes pada tabel 3.6.

Tabel 3.6 Hasil Analisis Daya Pembeda


Jumlah Skor Kelompok Atas 28 57 40 41 47 Jumlah Skor Kelompok Bawah 28 50 15 9 17 Jumlah Skor Ideal Kelompok Atas/Bawah 75 120 75 75 135 Daya Pembeda (DP) 0 0,05 0,33 0,47 0,22

Nomor Soal 1 2 3 4 5

Keterangan Sangat Jelek Jelek Cukup Baik Cukup

36

37

Nomor Soal 6 7

Jumlah Skor Kelompok Atas 40 39

Jumlah Skor Kelompok Bawah 27 20

Jumlah Skor Ideal Kelompok Atas/Bawah 120 75

Daya Pembeda (DP) 0,11 0,25

Keterangan Jelek Cukup

Analisis daya pembeda hasil uji coba pada tabel 3.6 dari tujuh soal, satu soal termasuk dalam kategori sangat jelek yaitu soal nomor satu, dua soal termasuk dalam kategori jelak yaitu soal nomor dua dan enam, tiga soal termasuk dalam kategori cukup yaitu soal nomor tiga, lima, dan tujuh, serta satu soal dalam kategori baik yaitu soal nomor empat. Perhitungan analisis daya pembeda butir soal uji coba tes selengkapnya dapat dilihat pada lampiran B. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen maka rekapitulasi hasil uji coba soal tes dapat dilihat pada tabel 3.7. berikut:

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Uji Coba


Nomor Soal 1 2 3 4 5 6 7 Validitas 0,39 0,24 0,50 0,61 0,65 - 0,61 0,77 Valid / rendah Tidak Valid Valid / sedang Valid / tinggi Valid / tinggi Tidak Valid Valid / tinggi Tingkat Kesukaran 0,37 0,44 0,36 0,33 0,23 0,27 0,39 Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Daya Pembeda 0 0,05 0,33 0,47 0,22 0,11 0,25 Sangat Jelek Jelek Cukup Baik Cukup Jelek Cukup Keterangan Digunakan Tidak Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Tidak Digunakan Digunakan

37

38

Berdasarkan rekapilutasi hasil uji coba instrumen, dari tujuh soal yang diberikan lima soal yang digunakan untuk dijadikan instrumen penelitan.

F. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MA Al-Muhajirin Tugumulyo di kelas X pada semester kedua tahun pelajaran 2009/2010. Pelaksanaannya dilakukan secara langsung oleh peneliti, sesuai dengan jadwal yang berlaku di sekolah serta meminta izin jam mata pelajaran yang lain yaitu jam mata pelajaran biologi serta jam mata pelajaran teknik informatika dan komunikasi. Pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran tipe think talk write pada materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan memberikan tes awal,

melaksanakan pembelajaran, dan tes akhir. Tes awal dugunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan sedangkan tes akhir untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 03 Mei 2010 sampai dengan tanggal 29 Mei 2010.

G. Prosedur Penelitian
Sebelum mengadakan penelitian peneliti mempersiapkan semua yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian. Tahap penelitian dimulai dari pembuatan proposal penelitian, persiapan analisis data, sampai menarik

38

39

kesimpulan dan saran. Tahapan atau prosedur penelitian yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Tahap persiapan, dimulai dengan membuat rancangan pembelajaran, rancangan instrumen, kisi-kisi instrumen, lembar observasi, lembar kerja, pertimbangan uji coba tes dan pembuatan izin penelitian. 2. Tahap pelaksanaan, dimulai dengan memberikan tes awal (pretest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum materi diajarkan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada tahap berikutnya memberikan perlakuan pembelajaran pada kelas eksperimen yaitu dengan menggunakan pembelajaran tipe think talk write dan tidak menggunakan pembelajaran tipe think talk write pada kelas kontrol. Pada tahap akhir pelaksanaan memberikan tes akhir (posttest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tujuan pelaksanaan tes akhir ini adalah untuk mendapatkan data tentang hasil belajar pada kedua kelas tersebut yaitu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Bentuk tes yang diberikan adalah uraian sebanyak lima soal. 3. Tahap akhir, meliputi pengumpulan atau penskoran tes hasil belajar yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, analisis data, dan menarik kesimpulan.

39

40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan di dua kelas sampel, yaitu kelas X.1 (kelas kontrol) dan kelas X.2 ( kelas eksperimen). Pada kelas eksperimen proses pembelajaran menggunakan pembelajaran tipe think talk write sedangkan pada kelas kontrol tidak menggunakan pembelajaran tipe think talk write tetapi menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian dilakukan dalam lima kali pertemuan yaitu, satu kali tes awal, tiga kali pembelajaran dan satu kali tes akhir. Dimana pada pelaksanaan pembelajaran, peneliti bertindak sebagai pengajar dan sebagai fasilitator. Pada kelas eksperimen terlebih dahulu peneliti menjelaskan materi pelajaran. Kemudian peneliti mensosialisasikan pembelajaran tipe think talk write, lalu memberikan tugas berupa soal-soal dimana satu orang siswa mendapat satu soal yang harus diseliesaikan. Kemudian siswa maju kedepan kelas

menyampaikan hasil jawaban dari soal yang diberikan, siswa yang tidak maju kedepan kelas menanggapi hasil pekerjaan temannya, dan setelah diperoleh kesepakatan (jawaban yang benar) siswa menuliskan hasil dari penyelesaian soal tersebut. Pertemuan pertama hari selasa tanggal 11 Mei 2010. Pada pertemuan ini peneliti memberikan tes awal (pretest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol

40

41

yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum dilakukan pembelajaran. Pertemuan kedua hari jumat tanggal 14 Mei 2010. Pada pertemuan ini siswa tidak dapat menyelesaikan soal tepat waktu sehingga tidak seluruh siswa (hanya 26 siswa) yang maju kedepan kelas menyampaikan hasil jawaban dari soal yang diberikan. Siswa tidak dapat menyelesaikan soal tepat waktu dikarenakan hanya sedikit siswa yang mempunyai buku pelajaran (buku paket) dan sehingga untuk mengerjakan soal yang diberikan mereka bergantian meminjam buku pelajaran dari temannya, juga dikarenakan siswa masih banyak yang tidak benarbenar berusaha mempelajari dan menyelesaikan soal yang ada, akibatnya perlu tambahan waktu untuk dapat menyelesaikannya. Konsekuensi dari hal tadi adalah waktu untuk membahas berkurang banyak. Pertemuan ketiga hari selasa tanggal 18 Mei 2010. Pada pertemuan ini pembelajaran berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Siswa membaca nilai hambatan pada resistor berdasarkan warna gelang pada resistor tersebut. Pertemuan keempat hari jumat tanggal 21 Mei 2010. Pada pertemuan ini proses pembelajaran berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Pertemuan kelima hari selasa tanggal 25 Mei 2010. Pada pertemuan ini peneliti memberikan tes akhir (posttest) pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pemberian tes akhir dilakukan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah mengikuti pembelajaran.

41

42

1. Deskripsi dan Analisis Data Kemampuan Awal Siswa


Kemampuan awal yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengetahuan awal yang dimiliki siswa sebelum diberi pembelajaran hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan. Kemampuan awal diperoleh melalui tes, baik itu kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Kemampuan awal yang dimaksud merupakan kemampuan siswa sebelum guru memberikan pembelajaran kepada siswa baik itu pembelajaran dengan tipe think talk write maupun pembalajaran konvensional. Skor hasil tes awal yang merupakan kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran pada materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan dapat dilihat pada lampiran C. Analisis data awal digunakan untuk mengetahui keadaan awal sampel apakah berasal dari keadaan yang sepadan atau sama. Pada tahap ini analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut.
_

a. Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Skor Tes Awal


_

Hasil perhitungan rata-rata ( x ) dan simpangan baku ( s ) skor tes awal kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini:

Tabel 4.1
_

Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Hasil Tes Awal (Pretest) Kelas Eksperimen
Kontrol
_

Rata-rata ( x ) 9,75
9,64

Simpangan Baku ( s ) 3,16


2,66

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa rata-rata skor kemampuan awal kelas eksperimen sebesar 9,75 dan kelas kontrol sebesar 9,64. Ini berarti bahwa kemampuan awal siswa dua kelompok tersebut sebelum melaksanakan

42

43

pembelajaran relatif sama. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C. Apabila rata-rata hasil tes awal pada tabel 4.1 diatas dirubah kedalam bentuk grafik, diperoleh hasil sebagai berikut:

Grafik 4.1 Rata-rata Hasil Tes Awal (Pretest)


10 8 Rata-rata 6 4 2 0 Eksp Kontrol PRETEST

b. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk melihat apakah data hasil tes siswa berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik mengenai uji normalitas data dengan taraf kepercayaan = 0,05, jika 2 hitung

2 tabel maka data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas tes awal untuk kedua
kelompok dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas Skor Tes Awal


Kelas Eksperimen Kontrol

2 hitung
1,5139 7,981

dk 5 5

2 tabel
11,070 11,070

Kesimpulan Normal Normal

43

44

Dari tabel 4.2 menunjukkan nilai 2 hitung data tes awal untuk kelas ekeperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari 2 tabel . Berdasarkan ketentuan pengujian normalitas dengan menggunakan uji kecocokan (Chi-kuadrat) dapat disimpulkan bahwa masing-masing kelas untuk data tes awal pada kedua kelompok berdistribusi normal pada taraf kepercayaan = 0,05, karena 2 hitung <

2 tabel . Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.


c. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk melihat apakah data pada kedua kelas sampel mempunyai varians yang homogen atau tidak. Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik (lampiran C) tentang uji homogenitas dengan taraf kepercayaan = 0,05, jika Fhitung < Ftabel maka varians dua kelompok data adalah homogen. Hasil uji homogenitas varians tes awal untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf kepercayaan = 0,05 dapat dilihat pada tabel 4.3.

Tabel 4.3 Hasil Uji Homogenitas Skor Tes Awal


Tes Tes Awal Fhitung 1,41 dk (40;34) Ftabel 1,74 Kesimpulan Homogen

Pada tabel 4.3 menunjukkan bahwa varians kedua kelompok data (kelas eksperimen dan kelas kontrol) pada tes awal adalah homogen, karena Fhitung < Ftabel. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.

d. Uji Kesamaan Dua Rata-rata


Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas, maka kedua kelompok data tes awal adalah normal dan homogen. Dengan demikian uji kesamaan dua

44

45

rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk data tes awal dapat menggunakan uji-t. Hipotesis statistik yang diuji dalam perhitungan uji-t untuk tes awal adalah: H0 = Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Ha = Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata skor kelas kontrol Hasil uji-t tes awal dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Awal
Tes Tes Awal thitung 0,5 dk 60 ttabel 1,67 Kesimpulan thitung < ttabel Ho diterima

Pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t mengenai kemampuan awal siswa (Lampiran C) menunjukkan bahwa thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak, berarti rata-rata skor kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Dengan kata lain bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan awal yang sama dengan taraf kepercayaan = 0,05, karena thitung < ttabel yaitu 0,5 < 1,67. Berdasarkan analisis ini, maka dapat dikatakan bahwa kedua kelompok sampal dalam keadaan sama. Karena kedua kelas sama-sama belum melaksanakan pembelajaran, sehingga pada tahap selanjutnya dapat dilaksanakan pembelajaran pada masing-masing kelas, dimana kelas eksperimen diberi pembelajaran tipe think talk write dan pada kelas kontrol diberi pembelajaran konvensional.

45

46

2. Deskripsi dan Analisis Data Kemampuan Akhir Siswa


Kemampuan akhir siswa dalam penguasaan materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan, merupakan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Kemampuan akhir diperoleh melalui tes akhir, pelaksanaan tes akhir dimaksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Tes akhir digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pembelajaran tipe think talk write. Skor hasil tes akhir dapat dilihat pada lampiran C. Pada tahap ini analisis yang dilakukan sebagai berikut.
_

a. Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Skor Tes Akhir


_

Hasil perhitungan rata-rata ( x ) dan simpangan baku ( s ) skor tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut ini:

Tabel 4.5
_

Rata-rata ( x ) dan Simpangan Baku ( s ) Hasil Tes Akhir (Postest) Kelas


Eksperimen Kontrol
_

Rata-rata ( x ) 20,83
21,04

Simpangan Baku ( s )
5,30 2,43

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dibandingkan dengan kemampuan awal siswa (tabel 4.1), terdapat peningkatan hasil belajar pada kemampuan akhir siswa setelah diberikan pembelajaran. Kelas eksperimen memperoleh rata-rata skor 20,83 dibandingkan dengan skor tes awal, maka ada peningkatan rata-rata skor sebesar 11,08. Untuk kelas kontrol memperoleh rata-rata skor sebesar 21,04 berarti terjadi peningkatan rata-rata skor sebesar 11,40. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.

46

47

Apabila rata-rata hasil tes awal pada tabel 4.5 diatas dirubah kedalam bentuk grafik, diperoleh hasil sebagai berikut:

Grafik 4.2 Rata-rata Hasil Tes Akhir (Posttest)


25 20 Rata-rata 15 10 5 0 Eksp Kontrol Posttest

b. Uji Normalitas
Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik (lampiran C) mengenai uji normalitas data dengan taraf kepercayaan = 0,05, jika 2 hitung 2 tabel maka data berdistribusi normal. Hasil uji normalitas tes akhir untuk kedua kelompok dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Skor Tes Akhir


Kelas Eksperimen Kontrol

2 hitung
1,5139 7,981

dk 5 5

2 tabel
11,070 11,070

Kesimpulan Normal Normal

Dari tabel 4.6 menunjukkan nilai 2 hitung data tes akhir untuk kelas ekeperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari 2 tabel . Berdasarkan ketentuan

47

48

pengujian normalitas dengan menggunakan uji kecocokan (Chi-kuadrat) dapat disimpulkan bahwa masing-masing kelas untuk data tes akhir pada kedua kelompok berdistribusi normal pada taraf kepercayaan = 0,05, karena 2 hitung <

2 tabel . Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.


c. Uji Homogenitas
Berdasarkan ketentuan perhitungan statistik (lampiran C) tentang uji homogenitas dengan taraf kepercayaan = 0,05, jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak Ha diterima maka kedua varians tidak sama/tidak homogen. Hasil uji homogenitas varians tes akhir untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf kepercayaan = 0,05 dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Hasil Uji Homogenitas Skor Tes Akhir


Tes Tes Akhir Fhitung 4,76 dk (40;34) Ftabel 1,74 Kesimpulan Tidak Homogen

Pada tabel 4.7 menunjukkan bahwa varians kedua kelompok data (kelas eksperimen dan kelas kontrol) pada tes akhir tidak homogen, karena Fhitung > Ftabel. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran C.

d. Uji Kesamaan Dua Rata-rata


Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa data hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdidtribusi normal dan tidak homogen. Dengan demikian uji kesamaan dua rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk data tes akhir menggunakan uji-t semu. Hipotesis statistik yang diuji dalam perhitungan uji-t untuk tes akhir adalah:

48

49

H0 : 1 = 2 Ha : 1 2

: Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan rata-rata skor kelas kontrol. : Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata skor kelas kontrol

Hasil uji-t tes awal dapat dilihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8 Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Akhir
Tes Tes Akhir thitung - 0,2165 ttabel 2,0236 Kesimpulan - ttabel > t < ttabel H0 ditolak

Pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t mengenai kemampuan akhir siswa (Lampiran C) menunjukkan bahwa - ttabel > t < ttabel ( 2,0236 > 0,2165 <
2,0236 ) maka H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini berarti rata-rata skor kelas eksperimen secara signifikan lebih besar daripada rata-rata skor kelas kontrol.

3. Deskripsi dan Analisis Data Hasil Observasi


Observasi dilakukan dikelas eksperimen untuk melihat aktifitas siswa selama proses belajar dengan menggunakan pembelajaran tipe think talk write pada materi hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan. Data hasil observasi hanya digunakan sebagai data pelengkap untuk memperkuat hasil penelitian. Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa pada kelas eksperimen selama pembelajaran berlangsung diperoleh data hasil observasi aktivitas belajar siswa sebagai berikut: a. Pada pembelajaran 1, rata-rata persentase aktivitas siswa pada kegiatan think 70,28%, kegiatan talk 54,23%, dan kegiatan talk 59,43%.

49

50

b. Pada pembelajaran 2, rata-rata persentase aktivitas siswa pada kegiatan think 57,74%, kegiatan talk 68,57%, dan kegiatan talk 68,57%. c. Pada pembelajaran 3, rata-rata persentase aktivitas siswa pada kegiatan think 68,57%, kegiatan talk 51,43%, dan kegiatan talk 70,28%. Jadi rata-rata aktivitas siswa pada kegiatan think 65,53% termasuk kriteria baik, kegiatan talk 58,08% termasuk kriteria cukup, dan kegiatan talk 66,09% termasuk kriteria baik. Dan secara keseluruhan rata-rata aktivitas pembelajaran tipe think talk write adalah 63,23% termasuk kriteria baik.

B. Pembahasan Penelitian
Berdasarkan hasil uji normalitas data awal menunjukkan bahwa sampel berdistribusi normal. Kemudian uji homogenitas menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang variannya sama atau homogen. Dengan demikian uji hipotesis dapat dilakukan dengan uji-t. Uji-t pada data awal thitung < ttabel yaitu 0,5 < 1,67 maka H0 diterima berarti kedua rata-rata skor tes awal antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Kemudian kedua kelompok diberikan pembelajaran yang berbeda, yaitu kelompok eksperimen diberi pembelajaran dengan pembelajaran think talk write sedangkan kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Setelah dilakukan pembelajaran pada kelompok ekperimen menggunakan pembelajaran think talk write dan kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, tidak terlihat bahwa hasil belajar pada kelompok eksperimen lebih besar dari kelompok kontrol. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata

50

51

skor pada kelas eksperimen sebesar 20,83 dibandingkan dengan skor tes awal, maka ada peningkatan sebesar 11,08. Untuk kelas kontrol memperoleh rata-rata skor sebesar 21,04 berarti terjadi peningkatan sebesar 11,40. Hasil dari tes hasil belajar kedua kelompok di lakukan uji normalitas, uji kesamaan dua varians, dan uji hipotesis. Dari uji normalitas dan uji kesamaan dua varians menunjukkan bahwa kedua kelompok berdistribusi normal tetapi tidak homogen. Berdasarkan uji kesamaan dua rata-rata diperoleh data mengenai kemampuan akhir siswa bahwa kemampuan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda secara signifikan pada taraf kepercayaan = 0,05 karena ttabel > t < ttabel yaitu 2,0236 > - 0,2165 < 2,0236. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, berarti rata-rata skor kelas eksperimen secara signifikan lebih besar daripada rata-rata kelas kontrol. Dengan kata lain ada pengaruh pembelajaran tipe think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X MA Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010. Berdasarkan analisis hasil penelitian, kita ketahui bahwa hasil belajar kelas eksperimen tidak lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini mungkin disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru pada kelas yang diajar dengan pembelajaran think talk write belum efektif. Hal ini dikarenakan siswa yang masih banyak yang tidak benar-benar berusaha mempelajari dan menyelesaikan soal yang ada, akibatnya perlu tambahan waktu untuk dapat menyelesaikannya. Konsekuensi dari hal tadi adalah waktu untuk membahas berkurang banyak.

51

52

2. Adanya anggapan dari siswa bahwa peneliti tidak benar-benar akan memberi nilai yang berpengaruh terhadap hasil belajar mereka mengakibatkan siswa tidak sungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran. 3. Siswa masih terbiasa menggunakan metode ekspositori (siswa hanya berlaku sebagai penerima informasi yang disampaikan oleh guru sehingga siswa bergantung sekali dengan guru untuk memahami maupun memecahkan masalah yang ditemui, sedangkan pada pembelajaran tipe think tal write siswa dituntut aktif berinteraksi dalam pembelajaran untuk memahami dan menyelesaikan masalah yang ditemui.

52

53

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan dari hasil analisis data terhadap sampel yang telah ditentukan, maka dapat diambil suatu simpulan, dari perhitungan akhir ternyata - ttabel > thitung < ttabel (- 2,0236 > - 0,2165 < 0,0236) jadi berada diluar penerimaan Ho. Hal ini berarti hipotesis yang berbunyi Ada pengaruh pembelajaran think talk write terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-Muhajirin Tugumulyo tahun pelajaran 2009/2010 diterima kebenarannya.

B. Saran
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbang pemikiran sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang pendidikan terutama pada bidang pendidikan fisika. Saran yang dapat diberikan peneliti sehubungan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebaiknya seorang guru memiliki metode dan teknik yang tepat dan variatif dalam menyampaikan pelajaran sehingga siswa akan menyenangi pelajaran, dengan demikian apabila siswa sudah senang otomatis pelajaran yang dijelaskan akan mudah mereka terima dan pahami. 2. Bagi siswa yang diberi pembelajaran think talk write hendaknya dapat lebih meningkatkan cara belajar guna memperolah hasil belajar yang lebih baik.

53

54

3. Setiap kegiatan pembelajaran hendaknya memperhatikan alokasi waktu yang tepat pada tiap-tiap pokok kegiatan sehingga kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik.

54

55

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara. Fikriyyah, Zakiyatul. 2007. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemacahan Masalah Matematis Siswa terhadap Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Logika Matematika melalui Belajar dalam kelompok Kecil dengan Strategi Think Talk Write pada Siswa Kelas X SMA Negeri Kudus. Skripsi. UNNES: tidak diterbitkan. Debdikbud. 1998. Kurikulum SMP, Petunjuk Pelaksanaan Penilaian. Jakarta: Depdikbud RI. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. http://pkab.wordpress.com/2008/04/29/model-belajar-dan-pembelajaranberorientasi-kompetensi-siswa/. diakses tanggal 15 Januari 2010. http://mellyirzal.blogspot.com/2008/12/strategi-pembelajaran-think-talkwrite.html. diakses tanggal 18 April 2010. http://nazwadzulfa.wordpress.com/2009/10/29/opo-ttw-tuh/. diakses tanggal 18 April 2010. http://move17.blogspot.com/2009/12/bab-ii-ttw.html. diakses 2010. tanggal 21 April

Nurchayati. 2007. Keefektifan Strategi Think Talk Write berbantuan Lembar Kerja pada Pokok Bahasan Trigonometri Kelas X SMA Negeri 1 Purwareja. Skripsi. UNNES: tidak diterbitkan. Purwoko dan Fendi. 2007. Fisika SMA Kelas X. Yudhistira. Sardiman 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:Rajawali Pers. Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung:Tarsito. Sudjana dan Ibrahim. 2007. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung:Sinar Baru Algensindo.

55 55

56

Sukasno. 2006. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bahan Ajar Dosen STKIP PGRI Lubuklinggau. Sumiati dan Asra. 2008. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima. Supriyanto. 2004. Fisika 1 untuk SMA kelas X. Jakarta:Erlangga. Suryabrata, Sumadi. 2006. Metodologi Penelitian. Jakarta:Rajagrafindo Persada. Tim Penyusun Pedoman Penulisan Makalah dan Skripsi STKIP PGRI. 2009. Pedoman Penulisan Makalah dan Skripsi Mahasiswa STKIP PGRI Lubuklinggau. Lubuklinggau: STKIP PGRI Lubuklinggau.

56

57

LAMPIRAN A RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1


Kelas Eksperimen

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar kompetensi

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika : X/2 : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar

: 5.1. Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Indikator

: -

Menemukan hubungan antara tegangan, hambatan dan kuat arus Menghitung arus listrik, hambatan, dan beda potensial. Menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan listrik.

Alokasi Waktu

: 4 x 45 menit

A. Materi Pembelajaran Hukum Ohm tentang Kuat Arus dan Hambatan

B. Metode Pembelajaran Metode Model : Diskusi dan informasi : Think Talk Write

C. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit)

a. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. b. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. c. Guru menginformasikan mengenai model pembelajaran yang di gunakan adalah model pembelajaran Think Talk Write, yaitu dalam pembelajaran siswa mendapatkan satu soal dan secara individu siswa di harapkan mencari jawaban dari soal yang diberikan (think), setelah mendapatkan jawaban siswa secara bergiliran maju ke depan kelas menyampaikan hasil jawabannya dan siswa yang tidak maju menanggapai jawaban dari temannya yang maju (talk), setelah memperoleh

57

58 kesepakatan siswa menuliskan hasilnya di papan tulis dan di buku mereka masingmasing (write). d. Guru memberikan apersepsi

Mengapa bola lampu yang dihubungkan dengan baterai dapat menyala?

e. Guru menyusun tempat duduk siswa berdasarkan nomor urut absen f. Guru membagikan soal kepada siswa, satu siswa satu soal 2. Kegiatan Inti a. Kegiatan think (10 menit)

Secara individu siswa di harapkan mencari jawaban dari soal yang diberikan. b. Kegiatan talk (155 menit)

Setelah mendapatkan jawaban siswa di harapkan maju ke depan kelas menyampaikan hasil jawabannya dan siswa yang tidak maju menanggapai jawaban dari temannya yang maju. c. Kegiatan write Setelah memperoleh kesepakatan siswa menuliskan hasilnya. 3. Kegiatan Penutup (5 menit)

Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang di sampaikan pada hari ini.

D. Media dan Sumber Belajar Media : Soal buatan guru untuk siswa.

Sumber : Buku Fisika kelas X yang relevan

E. Penilaian Siswa mengerjakan soal yang di berikan.

Soal
1. Mengapa suatu benda dikatakan bermuatan listrik negatif? 2. Mengapa benda dikatakan bermuatan listrik positif? 3. Mengapa benda dikatakan bermuatan netral? 4. Bermuatan apakah A, B, dan C jika muatan A dan B tolak menolak, muatan A dan C tarik menarik, muatan D ditarik C sedangkan D bermuatan negatif? 5. Apakah definisi dari kuat arus listrik? 6. Jelaskan tentang aliran arah arus listrik! 7. Besarnya arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir setiap detik. Tuliskan secara matematis pernyataan tersebut! 58

59 8. Arus listrik sebesar 0,5 A mengalir pada kawat penghantar selama 120 sekon. Berapakah besar muatan yang mengalir pada kawat tersebut? 9. Dalam waktu 120 sekon berapakah arus listrik dari suatu rangkaian yang dilewati muatan sebesar 60 C? 10. Muatan sebesar 60 C dialiri arus sebesar 0,5 A. Berapa waktu yang diperlukan muatan tersebut ? 11. Dalam waktu 30 menit mengalir muatan sebesar 450 C. Berapa besar kuat arusnya? 12. Sebuah kawat listrik dialiri arus 250 mA, berapa coulomb muatan yang melewati kawat dalam waktu 1800 sekon? 13. Arus listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian 0,25 A. Berapa waktu yang diperlukan oleh muatan sebesar 45 x 107 C untuk melewati rangkaian listrik tersebut? 14. Bagaimanakah hubungan antara tegangan listrik dengan kuat arus listrik? Jelaskan! 15. Selain tegangan, faktor apakah yang menyebabkan besar kecilnya arus listrik? 16. Tuliskan bunyi hukum Ohm dan tuliskan persamaannya secara matematis! 17. Sebuah hambatan 72 dihubungkan dengan tegangan 24 volt. Berapa kuat arusnya? 18. Sebuah baterai 3 V dirangkai dengan sebuah bola lampu. Kuat arus listrik yang terukur adalah 40 mA. Berapakah hambatan listrik bola lampu tersebut? 19. Sebuah resistor 10 dilewati oleh kuat arus listrik sebesar 50 mA, berapakah beda potensial antara ujung-ujung resistor tersebut! 20. Sebutkan fungsi dari alat ukur amperemeter! 21. Sebutkan fungsi dari alat ukur voltmeter! 22. Sebutkan fungsi dari alat ukur voltmeter! 23. Apa yang dimaksud dengan daya hantar atau konduktivitas? berikan contohnya! 24. Apa yang dimaksud dengan konduktor? berikan contohnya! 25. Apa yang dimaksud dengan isolator? berikan contohnya! 26. Apa yang dimaksud dengan semikonduktor? berikan contohnya! 27. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan listrik! 28. Jelaskan nilai hambatan kawat jika panjang kawat semakin panjang! 29. Jelaskan nilai hambatan kawat, jika diameter kawat semakin panjang! 30. Jika nilai hambatan suatu kawat penghantar dipengaruhi oleh panjang kawat, diameter kawat, dan jenis kawat . Tuliskan persamaan dari hambatan kawat tersebut! 31. Seutas kawat panjangnya 2 meter dengan luas penampang kawat 5 x 10-4 m2, dan hambat jenis kawat 1,5 x 10-4 .m, berapa besar hambatan kawat tersebut? 32. Kawat tembaga dengan panjang 10 m, diameternya 4 mm dan memiliki hambat jenis 3,14 x 10-5. Berapa besar hambatan kawat tembaga tersebut? 59

60 33. Seutas kawat panjangnya 100 m, diameternya 2 mm, dan hambat jenisnya 6,28 x 10-8 .m. Bepakah hambatan kawat tersebut? 34. Hitunglah hambatan sebuah kawat aluminium yang panjangnya 20 cm dan luas penampangnya 1,0 x 10-3 m2. = 2,65 x 10-8 .m.! 35. Berapakah luas penampang yang panjangnya 200 m, hambatan jenisnya 0,02 ohm.m dan memiliki hambatan 4? 36. Seutas kawat panjangnya 2 meter dialiri arus 1 A ketika diberi beda potensial 2 V pada ujung-ujungnya. Hitung hambat jenis bahan kawat jika luas penampangnya 4 x 10-7 m2!

Jawaban Soal
1. Benda dikatakan bermuatan listrik negatif jika benda memiliki muatan negatif yang lebih banyak (benda kelabihan elektron). 2. Benda dikatakan bermuatan listrik positif jika benda memiliki muatan positif yang lebih banyak (benda kelebihan proton). 3. Benda dikatakan bermuatan netral jika benda memiliki muatan negatif dan muatan positif yang sama. 4. A dan B tolak menolak berarti memiliki muatan yang sama, A dan C tarik menarik berarti memiliki muatan yang berbeda, D bermuatan negatif ditarik oleh C, berarti C memiliki muatan positif, A dan C tarik menarik berarti A memiliki muatan negatif, A dan B tolak menolak berarti B memiliki muatan negatif. Jadi muatan A adalah negatif, muatan B negatif, dan muatan C positif. 5. Arus listrik adalah arah aliran muatan positif dari potensial tinggi ke potensial rendah. 6. Arus listrik mengalir dari suatu rangkaian yang berpotensial tinggi menuju potensial rendah. 7. Pernyataan secara matematis dari arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir setiap detik adalah:
I= Q t

8. Diketahui: I = 0,5 A; t = 120 sekon Ditanya: Q = . Jawab: I =


Q Q = I .t = 0,5 A.120 sekon = 60 C t

9. Diketahui: t = 120 sekon; Q= 60 C Ditanya: I = . Jawab: I =


Q 60 C = = 0,5 A t 120 sekon

10. Diketahui: Q = 60 C; I = 0,5 A

60

61 Ditanya: t = . Jawab: t = Q 60 C = = 120 sekon I 0,5 A

11. Diketahui: t = 30 menit = 1800 detik; Q = 450 C Ditanya: I = . Jawab: I =


Q 450 C = = 0,25 A t 1800 sekon

12. Diketahui: I = 250 mA = 250 x 10-3 A; t = 1800 sekon Ditanya: Q = . Jawab: Q = I.t = 250 x 10-3 A . 1800 sekon = 450 C 13. Diketahui: I = 0,25 A; Q = 45 x 107 C = 450 C Ditanya: t = . Jawab: t =

Q 450 C = = 1800 sekon I 0,25 A

14. Hubungan antara tegangan listrik dengan kuat arus listrik adalah berbanding lurus, semakin besar tegangan listrik, semakin besar pula kuat arus listrik yang mengalir. 15. Faktor lain yang menyebabkan besar kecilnya arus listrik adalah hambatan listrik. 16. Bunyi hukum Ohm adalah kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar. 17. Diketahui: R = 72 ; V = 24 V Ditanya: I = . Jawab: I =
V 24 V = = 0,3 A R 72

18. Diketahui: V = 3 V; I = 40 mA = 4 x 10-3 A Ditanya: R = . Jawab: R =


V 3V = = 0,75 x10 3 = 450 I 4 x10 3 A

19. Diketahui: R = 10 ; I = 50 mA = 50 x 10-3 A Ditanya: V = . Jawab: V = I.R = 50 x 10-3 A x 10 = 50 x 10-2 V = 0,5 V 20. Fungsi alat ukur amperemeter adalah untuk mengukur kuat arus listrik. 21. Fungsi alat ukur oltmeter adalah untuk mengukur beda potensial. 22. Fungsi alat ukur ohmmeter adalah untuk mengukur hambatan. 23. Daya hantar adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik.

61

62 24. Konduktor adalah bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. Contohnya besi, baja, aluminium, dan tembaga. 25. Isolator adalah bahan yang sukar menghantarkan arus listrik. Contohnya kayu, karet, plastik, dan kain. 26. Semikonduktor adalah bahan yang bisa berfungsi sebagai isolator dan konduktor. Contohnya germanium dan silikon. 27. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya hambatan listrik adalah panjang kawat, diameter kawat, dan jenis kawat. 28. Semakin panjang kawat, nilai hambatan kawat akan semakin besar. 29. Semakin besar diameter kawat nilai hambatan kawat semakin kecil. 30. Besar hambatan kawat dirumuskan dengan: R =
l A

31. Diketahui: l = 2 m; A = 5 x 10-4 m2; = 1,5 x 10-4 m Ditanya R = . Jawab: R =

2m 3 x10 4 m 2 l = 1,5 x10 4 m = = 0,6 A 5 x10 4 m 2 5 x10 4 m 2

32. Diketahui: l = 10 m; d = 4 mm = 4 x 10-3 m; = 3,14 x 10-5 m Ditanya: R = .... Jawab: R =


l A

A=

d 2
4

3,14( 4 x10 3 m) 2 3,14(16 x10 6 m 2 ) 50,24 x10 6 m 2 = = = 12,56 x10 6 m 2 4 4 4 10m 31,14 x10 5 m 2 = = 2,5 x101 = 25 12,56 x10 6 m 2 12,56 x10 6 m 2

R = 3,14 x10 5 m

33. Diketahui: l = 100 m; d = 2 mm = 2 x 10-3 m; = 6,28 x 10-8 m Ditanya: R = .... Jawab: R =


l A

A=

d 2
4

3,14(2 x10 3 m) 2 3,14(4 x10 6 m 2 ) 12,56 x10 6 m 2 = = = 3,14 x10 6 m 2 4 4 4

R = 6,28 x10 8 m

100m 628 x10 8 m 2 = = 200 x10 2 = 2 6 2 6 2 3,14 x10 m 3,14 x10 m

34. Diketahui: l = 20 cm = 0,2 m; A = 1 x 10-3 m2; = 2,65 x 10-8 m Ditanya: R = ....

62

63

Jawab: R =

20 x10 2 m 53 x10 10 m 2 l = 2,65 x10 8 m = = 53x10 7 A 1x10 3 m 2 1x10 3 m 2

35. Diketahui: l = 200 m; = 0,02 m; R = 4 Ditanya: A = ....


A= l 200m = 0,02m = 1m 2 R 4

36. Diketahui: l = 2 m; I = 1 A; V = 2 V; A = 4 x 10-7 m2 Ditanya: = .... Jawab: =


RA l

R=

V 2V = = 2 I 1A

2( 4 x10 7 m 2 ) = 4 x10 7 m 2m

63

64

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2


Kelas Eksperimen

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar kompetensi

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika : X/2 : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar

: 5.1. Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Indikator

: -

Mengenal resistor. Dapat membaca nilai hambatan resistor berdasarkan warna cincin pada resistor.

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Materi Pembelajaran Hukum Ohm tentang Kuat Arus dan Hambatan

B. Metode Pembelajaran Metode Model : Diskusi dan informasi : Think Talk Write

C. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal (10 menit)

a. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. b. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. c. Guru menginformasikan mengenai model pembelajaran yang di gunakan adalah model pembelajaran Think Talk Write. d. Guru melakukan apersepsi

o Besarnya hambatan pada resistor dapat di ketahui dari kode warna nya. Coba
sebukan kode warna dari resistor!

o Bagaimana cara membaca kode warna pada resistor?


e. Guru membagikan resistor kepada siswa

64

65 2. Kegiatan Inti
1. Kegiatan think

(5 menit)

Secara individu siswa mencari nilai hambatan pada resistor berdasarkan warna cincin-cincin yang terdapat pada resistor
2. Kegiatan talk

(70 menit)

Setelah mengetahui nilai hambatan pada resistor siswa satu per satu maju ke depan kelas menyampaikan hasil perhitungannya dan siswa yang tidak maju menanggapai jawaban dari temannya yang maju.
3. Kegiatan write

Siswa menuliskan hasil perhitungannya di papan tulis. 3. Kegiatan Penutup Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika belum paham . (5 menit)

D. Media dan Sumber Belajar Media : Resistor.

Sumber : Buku Fisika kelas X yang relevan

E. Penilaian Siswa membaca nilai hambatan berdasarkan warna cincin-cincin yang terdapat pada resistor.

Kode Warna Resistor 1. Coklat, Merah, Hijau, Emas 2. Coklat, Hitam, Coklat, Emas 3. Hijau, Biru, Jingga, Emas 4. Coklat, Merah, Kuning, Emas 5. Merah, Merah, Hijau, Emas 6. Coklat, Hitam, Hijau, Emas 7. Coklat, Hitam, Hitam, Emas 8. Hijau, Biru, Kuning, Emas 9. Coklat, Merah, Jingga, Emas 10. Coklat, Abu-abu, Hitam, Emas 11. Abu-abu, Merah, Emas, Emas 12. Coklat, Merah, Coklat, Emas 13. Biru, Abu-abu, Hitam, Emas 14. Hijau, Biru, Emas, Emas 65 15. Merah, Ungu, Kuning, Emas 16. Jingga, Putih, Jingga, Emas 17. Merah, Merah, Kuning, Emas 18. Coklat, Hijau, Hitam, Emas 19. Abu-abu, Merah, Kuning, Emas 20. Coklat, Merah, Hitam, Emas 21. Coklat, Abu-abu, Jingga, Emas 22. Hijau, Biru, Merah, Emas 23. Jingga, Jingga, Hitam, Emas 24. Jingga, Putih, Emas, Emas 25. Hijau, Biru, Hitam, Emas 26. Kuning, Ungu, Kuning, emas 27. Biru, Abu-abu, Emas, Emas 28. Jingga, Jingga, Kuning, Emas

66 29. Coklat, Merah, Coklat, Emas 30. Merah, Hitam, Coklat, Emas 31. Coklat, Hitam, Emas, Emas 32. Coklat, Hijau, Kuning, Emas 33. Kuning, Ungu, Jingga, Emas 34. Putih, Hitam, Hitam, Emas 35. Kuning, Merah, Merah, Emas 36. Biru, Jingga, Merah, Emas

Nilai Hambatan Resistor 1. 12 x 105 = 1200 K. Toleransi 60. Nilai hambatan tersebut (1200 60) K 2. 100 , Toleransi 5. Nilai hambatan tersebut (100 5) . 3. 56 x 103 = 56000 . Toleransi 2800. Nilai hambatan tersebut (56000 2800) . 4. 12 x 104 = 120000 = 120 K. Toleransi 6. Nilai hambatan tersebut (120 6) K. 5. 22 x 105 = 2200000 = 2200 K. Toleransi 110 . Nilai hambatan tersebut (2200 110) K. 6. 10 x 105 = 1000000 = 1000 K. Toleransi 50 . Nilai hambatan tersebut (1000 50) K. 7. 10 , Toleransi 0,5. Nilai hambatan tersebut (10 0,5) . 8. 56 x 104 = 560000 = 560 K. Toleransi 28. Nilai hambatan tersebut (560 28) K. 9. 12 x 103 = 12000 . Toleransi 600. Nilai hambatan tersebut (12000 600) . 10. 18 , Toleransi 0,75. Nilai hambatan tersebut (18 0,75) . 11. 82 x 10-1 = 8,2 , Toleransi 0,41. Nilai hambatan tersebut (8,2 0,41) . 12. 120 , Toleransi 6. Nilai hambatan tersebut (120 6) . 13. 68 , Toleransi 3,4. Nilai hambatan tersebut (68 3,4) . 14. 56 x 10-1 = 5,6 , Toleransi 0,28. Nilai hambatan tersebut (5,6 0,28) . 15. 27 x 104 = 270000 = 270 K. Toleransi 13,5. Nilai hambatan tersebut (270 13,5) K. 16. 39 x 103 = 39000 . Toleransi 1950. Nilai hambatan tersebut (39000 1950) . 17. 22 x 104 = 220000 = 220 K. Toleransi 11. Nilai hambatan tersebut (220 11) K. 18. 15 , Toleransi 0,75. Nilai hambatan tersebut (15 0,75) . 19. 82 x 104 = 820000 = 820 K. Toleransi 41. Nilai hambatan tersebut (820 41) K. 20. 12 , Toleransi 0,6. Nilai hambatan tersebut (12 0,6) . 21. 18 x 103 = 18000 . Toleransi 900. Nilai hambatan tersebut (18000 900) . 22. 56 x 102 = 5600 . Toleransi 280. Nilai hambatan tersebut (5600 280) . 23. 33 , Toleransi 1,65. Nilai hambatan tersebut (33 1,65) . 24. 39 x 10-1 = 3,9 , Toleransi 0,195. Nilai hambatan tersebut (3,9 0,195) . 25. 56 , Toleransi 2,8. Nilai hambatan tersebut (56 2,8) . 66

67 26. 47 x 104 = 470000 = 470 K. Toleransi 23,5. Nilai hambatan tersebut (470 23,5) K. 27. 68 x 10-1 = 6,8 , Toleransi 0,325. Nilai hambatan tersebut (6,8 0,325) . 28. 33 x 104 = 330000 = 330 K. Toleransi 16,5. Nilai hambatan tersebut (330 16,5) K. 29. 120 , Toleransi 6. Nilai hambatan tersebut (120 6) . 30. 20 , Toleransi 1. Nilai hambatan tersebut (20 1) . 31. 10 x 10-1 = 1 , Toleransi 0,05. Nilai hambatan tersebut (1 0,05) . 32. 15 x 104 = 150000 = 150 K. Toleransi 7,5. Nilai hambatan tersebut (150 7,5) K. 33. 47 x 103 = 47000 . Toleransi 2350. Nilai hambatan tersebut (47000 2350) . 34. 90 , Toleransi 4,5. Nilai hambatan tersebut (90 4,5) . 35. 42 x 102 = 4200 . Toleransi 210. Nilai hambatan tersebut (4200 210) . 36. 63 x 102 = 6300 . Toleransi 315. Nilai hambatan tersebut (6300 315) .

67

68

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3


Kelas Eksperimen

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar kompetensi

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika : X/2 : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar

: 5.1. Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Indikator

: -

Menghitung hambatan total yan disusun seri dan yang disusun paralel.

Alokasi Waktu

Menghitung hambatan total yang disusun gabungan seri paralel

: 2 x 45 menit

B. Materi Pembelajaran Rangkaian Hambatan Listrik

C. Metode Pembelajaran Metode Model : Diskusi dan informasi : Think Talk Write

D. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. Guru menginformasikan mengenai model pembelajaran yang di gunakan adalah model pembelajaran Think Talk Write. Guru melakukan apersepsi

o Ada berapakah rangkaian hambatan listrik? Sebutkan!


Guru mengurutkan tempat duduk siswa berdasarkan nomor absen Guru membagikan soal kepada siswa Guru membagi siswa kedalam kelompok setelah kegiatan think selesai.

2. Kegiatan Inti Kegiatan think 68

69 Siswa mencari jawaban dari soal yang diberikan. Kegiatan talk Setelah diperoleh jawaban, siswa saling menukar ide (siswa yang ditunjuk maju ke depan kelas). Kegiatan write Siswa menuliskan hasil dari pekerjaan mereka. 3. Kegiatan Penutup Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika belum paham.

E. Media dan Sumber Belajar Media : Soal buatan guru

Sumber : Buku Fisika kelas X yang relevan

F. Penilaian Siswa mengerjakan soal yang di berikan

Soal 1. Empat buah resistor R1 = 2 ohm, R2 = 3 ohm, R3 = 4 ohm, R4 = 3 ohm disusun seri dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan baterai 120 volt. Hitunglah: a. hambatan pengganti b. kuat arus yang mengalir melalui tiap-tiap resistor c. tegangan masing-masing resistor 2. Perhatikan gambar berikut:

Hitunglah: a. Hambatan pengganti b. Kuat arus yang mengalir pada rangkaian c. Beda potensial dari ujung setiap hambatan

69

70 3. Tiga buah resistor masing-masing 6 ohm, 9 ohm, 18 ohm dirangkai secara paralel dan ujungujungnya dihubungkan dengan baterai 36 volt. Hitunglah: a. hambatan pengganti b. arus total c. arus masing-masing resistor 4. Mengacu pada gambar, hitunglah: a. RAC b. I c. I1 dan I2 d. VBC Jawaban Soal 1. Diketahui: R1 = 2 ; Ditanya: a. RS = .... b. I yang mengalir melalui tiap-tiap resistor = .... c. V masing-masing resistor = ... Jawab: a. RS = R1 + R2 + R3 + R4 RS = 2 + 3 + 4 + 3 RS = 12 b. I =
V 120V = 10 A = R 12

R2 = 3 ;

R3 = 4 ;

R4 = 3 ;

V = 120 V

c. V1 = I.R1 = 10 A x 2 = 20 V V2 = I.R2 = 10 A x 3 = 30 V V3 = I.R3 = 10 A x 4 = 40 V V4 = I.R4 = 10 A x 3 = 30 V 2. Diketahui: R1 = 2 ; Ditanya: a. RS = .... b. I yang mengalir = .... c. V dari ujung hambatan = .... Jawab: a. RS = R1 + R2 + R3 RS = 2 + 3 + 4 RS = 9 R2 = 3 ; R3 = 4 ; rv = 1 ; V = 18 V

70

71 b. I =
V 18V 18V = = = 1,8 A R S + r 9 + 1 10

c. V1 = I.R1 = 1,8 A x 2 = 3,6 V V2 = I.R2 = 1,8 A x 3 = 5,4 V V3 = I.R3 = 1,8 A x 4 = 7,2 V 3. Diketahui: R1 = 6 ; Ditanya: a. RP = .... b. I total = .... c. I masing-masing resistor = .... Jawab: a. 1 1 1 1 1 1 1 3 + 2 + 1 6 = + + = + + = = R P R1 R2 R3 6 9 18 18 18 Rp = 3 b. I Total = c. I 1 =
V 36V = = 12 A RP 3

R2 = 9 ;

R3 = 18 ;

V = 36 V

V 36V V 36V V 36V = = 6A I2 = = = 4A I3 = = = 2A R1 6 R2 9 R3 18

4. Diketahui: R1 = 2 ; R2 = 5 ; R3 = 5 ; R4 = 10 ; R5 = 5 ; R6 = 2 ; V = 22 V Ditanya: a. RAC = .... b. I = .... c. I1 dan I2 = .... d. VBC = .... Jawab: a. RAC = R1 + R2 + RParalal + R6 1 1 1 1 1 1 1 2 + 1 + 2 5 = + + = + + = = R P R3 R4 R5 5 10 5 10 10 RP = 2 RAC = R1 + R2 + RP + R6 RAC = 2 + 5 + 2 + 2 RAC = 11

b. I =

V V 22V = = = 2A R R AC 11

71

72

c. I 1 =

RP 2 xI = x 2 A = 0,8 A R3 5 RP 2 xI = x 2 A = 0,4 A R4 10

I2 =

d. VBC = I x RBC = 2 A x (R2 + RP + R6) = 2 A x 9 = 18 V

72

73

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Kelas Kontrol

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar kompetensi

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika : X/2 : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar

: 5.1. Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop).

Indikator

- Menemukan hubungan antara tegangan, hambatan dan kuat arus - Menghitung arus listrik, hambatan, dan beda potensial. - Menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hambatan listrik. - Dapat membaca nilai hambatan resistor berdasarkan warna cincin pada resistor. - Menghitung hambatan total yan disusun seri dan yang disusun paralel. - Menghitung hambatan total yang disusun gabungan seri paralel

Alokasi Waktu

: 6 x 45 menit

A. Materi Pembelajaran Hukum Ohm tentang Kuat Arus dan Hambatan

B. Metode Pembelajaran Metode : Tanya jawab, Diskusi C. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan kesatu: 2 x 45 menit


1. Kegiatan Awal a. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. b. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. c. Guru memberikan apersepsi Mengapa bola lampu yang dihubungkan dengan baterai dapat menyala?

73

74 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan dengan metode tanya jawab tentang hambatan listrik dan hukum ohm. b. Guru memberi contoh penyelesaian soal yaitu contoh soal c. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika kurang paham. d. Guru memberikan latihan soal. 3. Kegiatan Penutup Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang di sampaikan pada hari ini.

Pertemuan kedua: 2 x 45 menit


1. Kegiatan Awal 1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. 2. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. 3. Guru memberikan apersepsi Besarnya hambatan pada resistor dapat di ketahui dari kode warna nya. Coba sebukan kode warna dari resistor! Bagaimana cara membaca kode warna pada resistor? 2. Kegiatan Inti 1. Guru membagikan resistor kepada siswa 2. Guru memberi contoh cara membaca hambatan pada resistor berdasarkan warna cincin pada resistor 3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika kurang paham. 4. Guru memberikan latihan soal. 3. Kegiatan Penutup Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang di sampaikan pada hari ini.

Pertemuan ketiga: 2 x 45 menit


1. Kegiatan Awal a. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam, memeriksa absensi siswa. b. Guru menyampaikan indikator yang akan dicapai pada pertemuan ini. c. Guru memberikan apersepsi

o Ada berapakah rangkaian hambatan listrik? Sebutkan!


2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan dengan metode tanya jawab tentang rangkaian hambatan listrik. b. Guru membagi siswa dalam kelompok. 74

75 c. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya menjawab soal-soal yang diberikan. d. Kelompok yang ditunjuk maju kedepan kelas menyampaikan hasil jawabannya. e. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika kurang paham. 4. Kegiatan Penutup Guru dan siswa menarik kesimpulan dari materi yang di sampaikan pada hari ini.

D. Media dan Sumber Belajar Media : Resistor

Sumber Belajar : Buku Fisika kelas X yang relevan

E. Penilaian Siswa mengerjakan latihan soal.

Latihan Soal 1. Dalam waktu 30 menit mengalir muatan sebesar 450 C. Berapa besar kuat arusnya? 2. Sebuah baterai 3 V dirangkai dengan sebuah bola lampu. Kuat arus listrik yang terukur adalah 40 mA. Berapakah hambatan listrik bola lampu tersebut? 3. Hitunglah hambatan sebuah kawat aluminium yang panjangnya 20 cm dan luas penampangnya 1,0 x 10-3 m2. = 2,65 x 10-8 .m.! 4. Seutas kawat panjangnya 2 meter dialiri arus 1 A ketika diberi beda potensial 2 V pada ujung-ujungnya. Hitung hambat jenis bahan kawat jika luas penampangnya 4 x 10-7 m2! 5. Perhatikan gambar berikut:

Hitunglah: a. Hambatan pengganti b. Kuat arus yang mengalir pada rangkaian c. Beda potensial dari ujung hambatan 6. Tiga buah resistor masing-masing 6 ohm, 9 ohm, 18 ohm dirangkai secara paralel dan ujungujungnya dihubungkan dengan baterai 36 volt. Hitunglah: a. hambatan pengganti b. arus total 75

76 c. arus masing-masing resistor

7. Mengacu pada gambar, hitunglah: a. RAC b. I c. I1 dan I2 d. VBC

Jawaban Latihan Soal 1. Diketahui: t = 30 menit = 1800 detik; Q = 450 C Ditanya: I = . Jawab: I =
Q 450 C = = 0,25 A t 1800 sekon

2. Diketahui: V = 3 V; I = 40 mA = 4 x 10-3 A Ditanya: R = . Jawab: R =


V 3V = = 0,75 x10 3 = 450 3 I 4 x10 A

3. Diketahui: l = 20 cm = 0,2 m; A = 1 x 10-3 m2; = 2,65 x 10-8 m Ditanya: R = .... Jawab: R = 20 x10 2 m 53 x10 10 m 2 l = 2,65 x10 8 m = = 53x10 7 A 1x10 3 m 2 1x10 3 m 2

4. Diketahui: l = 2 m; I = 1 A; V = 2 V; A = 4 x 10-7 m2 Ditanya: = .... Jawab: =


RA l

R=

V 2V = = 2 I 1A

2( 4 x10 7 m 2 ) = 4 x10 7 m 2m R2 = 3 ; R3 = 4 ; rv = 1 ; V = 18 V

5. Diketahui: R1 = 2 ; Ditanya: a. RS = ....

b. I yang mengalir = .... c. V dari ujung hambatan = .... Jawab: a. RS = R1 + R2 + R3 RS = 2 + 3 + 4 RS = 9 76

77 b. I =
V 18V 18V = = = 1,8 A R S + r 9 + 1 10

c. V1 = I.R1 = 1,8 A x 2 = 3,6 V V2 = I.R2 = 1,8 A x 3 = 5,4 V V3 = I.R3 = 1,8 A x 4 = 7,2 V 6. Diketahui: R1 = 6 ; Ditanya: a. RP = .... b. I total = .... c. I masing-masing resistor = .... Jawab: a. 1 1 1 1 1 1 1 3 + 2 + 1 6 = + + = + + = = R P R1 R2 R3 6 9 18 18 18 Rp = 3 b. I Total = c. I 1 =
V 36V = = 12 A RP 3

R2 = 9 ;

R3 = 18 ;

V = 36 V

V 36V V 36V V 36V = = 6A I2 = = = 4A I3 = = = 2A R1 6 R2 9 R3 18

7. Diketahui: R1 = 2 ; R2 = 5 ; R3 = 5 ; R4 = 10 ; R5 = 5 ; R6 = 2 ; V = 22 V Ditanya: a. RAC = .... b. I = .... c. I1 dan I2 = .... d. VBC = .... Jawab: e. RAC = R1 + R2 + RParalal + R6 1 1 1 1 1 1 1 2 + 1 + 2 5 = + + = + + = = R P R3 R4 R5 5 10 5 10 10 RP = 2 RAC = R1 + R2 + RP + R6 RAC = 2 + 5 + 2 + 2 RAC = 11

f.

I=

V V 22V = = = 2A R R AC 11

77

78

g. I 1 =

RP 2 xI = x 2 A = 0,8 A R3 5 RP 2 xI = x 2 A = 0,4 A R4 10

I2 =

h. VBC = I x RBC = 2 A x (R2 + RP + R6) = 2 A x 9 = 18 V

78

79

KISI-KISI SOAL TES UJI COBA

Nama Sekolah Mata Pelajaran

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika

Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep kelistrikan produk teknologi Kompetensi Dasar : 5.1. Memformulasikan sederhana (satu loop) besaran-besaran listrik rangkaian tertutup

Materi Pelajaran Hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan

Indikator Soal
Dapat menuliskan satuan arus listrik Dapat menghitung muatan yang mengalir pada suatu penghantar Dapat menuliskan alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik, beda potensial dan hambatan Dapat menuliskan rumus dari hukum Ohm Dapat menghitung hambatan listrik jika diketahui beda potensial dan kuat arus listrik Dapat menghitung hambatan pada penghantar jika diketahui diameter penghantar, panjang penghantar, dan hambatan jenis penghantar Dapat menggambarkan simbol dari resistor Dapat menghitung nilai hambatan pada resistor berdasarkan warna cincin yang ada pada resistor Dapat menggambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara seri Dapat menghitung hambatan, kuat arus dan tegangan pada resistor yang dirangkai secara seri Dapat menggambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara parallel Dapat menghitung hambatan dan kuat arus yang mengalir pada resistor yang dirangkai secara paralel Dapat menghitung hambatan pada resistor yang dirangkai secara seri paralel Jumlah Skor Soal

Nomor Soal 1a 1b 2a 2b 2c 3

Aspek Soal C2 C3 C2 C2 C3 C3

Skor Soal 1 4 3 1 4 5

4a 4b

C1 C3

1 4

Hambatan seri

5a 5b

C1 C3

1 8

6a 6b

C1 C3

1 7

C3

5 45

79

80

SOAL TES UJI COBA

A. Petunjuk Mengerjakan Soal 1. Tulislah nama dan kelas pada lembar jawaban yang disediakan 2. Bacalah soal dengan teliti sebelum menjawab 3. Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu

B. Soal 1. a. Tuliskan satuan SI untuk arus listrik! b. Arus listrik sebesar 2,5 A mengalir pada kawat penghantar selama 4 menit. Berapakah besarnya muatan yang mengalir pada kawat tersebut? 2. a. Tuliskan alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik, beda potensial dan hambatan listrik! b. Tuliskan rumus dari hukum Ohm! c. Sebuah aki mobil 12 V memberikan kuat arus sebesar 2,5 mA pada rangkaian yang di dalamnya terdapat sebuah resistor. Berapakah hambatan resistor tersebut? 3. Suatu penghantar mempunyai diameter 4 mm dan panjang 3 m. Hambatan jenis penghantar 3,14 x 10-6 .m. Berapakah besar hambatan penghantar tersebut? 4. a. Gambarkan simbol dari resistor! b. Hitunglah nilai hambatan dan toleransi dari resistor yang mempunyai cincin berwarna kuning, abu-abu, merah dan emas! 5. a Gambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara seri! b. Empat buah resistor masing-masing 8, 2, 6, 4 disusun secara seri dan ujungujungnya dihubungkan dengan baterai 120 V. Hitunglah hambatan pengganti resistoe tersebut, kuat arus yang mengalir melalui tiap-tiap resistor dan tegangan masing-masing resistor tersebut! 6. a. Gambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara parallel! b. Tiga buah resistor 6, 9, 18 dirangkai secara parallel dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan baterai 36 V. Hitunglah hambatan pengganti dan arus masingmasing pada resistor tersebut! 7. Hitunglah hambatan total dari rangkaian hambatan pada gambar di bawah ini! R1 = 2 A R3 = 6 R2 = 3 R4 = 5 R5 = 3 B

80

81

KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA

1. a. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A) b. Diketahui: I = 2,5 A t = 4 menit = 240 detik

(Skor 1)

(Skor 1) (Skor 1)

Ditanya: Q = . Jawab: Q = I x t = 2,5 A x 240 detik = 600 C 2. a. Alat yang digunakan untuk mengukur: Kuat arus listrik adalah Amperemeter Beda potensial adalah Voltmeter Hambatan adalah Ohmmeter b. Rumus dari hukum Ohm adalah

(Skor 2)

(Skor 1) (Skor 1) (Skor 1)

R=

V atau V = IR I
I = 2,5 mA = 2,5 x 10-3 A

(Skor 1)

c. Diketahui: V = 12 V

Ditanya: R = . Jawab:
R= V 12V = = 4,8 x10 3 I 2,5 x10 3 A

(Skor 4)

3. Diketahui: d = 4 mm = 4 x 10-3 m
l =3m

= 3,14 x 10-6 .m
Ditanya: R = . Jawab:

(Skor 1) (Skor 1)

R=

l A

1 A = d2 4

A= A=

1 (3,14)(4 x10 3 m) 2 4 1 (3,14)(16 x10 6 m 2 ) 4

A=

50,24 x10 6 m 2 4

A = 12,56 x10 6 m 2

81

82

R = 3,14 x10 6 m

3m 9,42 x10 6 m 2 = = 0,75 12,56 x10 6 m 2 12,56 x10 6 m 2

(Skor 3)

4. a. Gambar simbol dari resistor adalah: (Skor 1)

b. Diketahui warna cincin dari resistor Kuning = 4 Abu-abu = 8 Merah = 102 Emas = 5% Nilai hambatan dari resistor tersebut adalah 48 x 102 = 4800 Toleransi resistor tersebut = 4800 x

5 = 240 100
(Skor 4)

Jadi resistor tersebut memiliki hambatan 4800 dengan toleransi 240 5. a. R1 R2 R3 (Skor 1)

b. Diketahui: R1 = 8 ; R2 = 2 ; R3 = 6 ; R4 = 4 V = 120 V Ditanya:


(Skor 1)

(Skor 1)

R = . I = . V = . R = R1 + R2 + R3 + R4 = 8 + 2 + 6 + 4 = 20
I= V 120 V = =6A R 20

Jawab: (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1)

V1 = I.R1 = 6 A x 8 = 48 V V2 = I.R2 = 6 A x 2 = 12 V V3 = I.R3 = 6 A x 6 = 36 V V4 = I.R4 = 6 A x 4 = 24 V

82

83 6. a.

(Skor 1)

b. Diketahui: R1 = 6 ; R2 = 9 ; R3 = 18 V = 36 V Ditanya:

(Skor 1)

R = . I = . 1 1 1 1 1 1 1 3 + 2 +1 6 = + + = + + = = R R1 R2 R3 6 9 18 18 18 (Skor 1)

Jawab:

R=

18 = 3 6
V 36 V = =6A R1 6 V 36 V = =4A R2 9 V 36 V = =2A R3 18

(Skor 2) (Skor 1)

I1 = I3 = I3 =

(Skor 1)

(Skor 1) (Skor 1) (Skor 1)

7. Diketahui : R1 = 2 ; R2 = 3 ; R3 = 6 ; R4 = 5 ; R5 = 3 Ditanya : RAB = . Jawab:

1 1 1 1 1 2 +1 3 = + = + = = R P R2 R3 3 6 6 6
RP =

6 = 2 3

(Skor 2) (Skor 1)

RAB = R1 + RP + R4 + R5 = 2 + 2 + 5 + 3 = 12

83

84

KISI-KISI SOAL PRETES DAN POSTTEST

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semeter

: MA Al-Muhajirin Tugumulyo : Fisika : X/2

Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep kelistrikan produk teknologi Kompetensi Dasar : 5.1. Memformulasikan sederhana (satu loop) besaran-besaran listrik rangkaian tertutup

Materi Pelajaran Hukum Ohm tentang kuat arus dan hambatan

Indikator Soal
Dapat menuliskan satuan arus listrik Dapat menghitung muatan yang mengalir pada suatu penghantar Dapat menghitung hambatan pada penghantar jika diketahui diameter penghantar, panjang penghantar, dan hambatan jenis penghantar Dapat menggambarkan simbol dari resistor Dapat menghitung nilai hambatan pada resistor berdasarkan warna cincin yang ada pada resistor Dapat menggambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara seri Dapat menghitung hambatan, kuat arus dan tegangan pada resistor yang dirangkai secara seri Dapat menghitung hambatan pada resistor yang dirangkai secara seri paralel Jumlah Skor Soal

Nomor Soal 1a 1b 2 3a 3b

Aspek Soal C2 C3 C3 C1 C3

Skor Soal 1 4 5 1 4

Hambatan seri

4a 4b

C1 C3

1 8

C3

5 29

84

85

SOAL PRETES DAN POSTTEST

A. Petunjuk Mengerjakan Soal 1. Tulislah nama dan kelas pada lembar jawaban yang disediakan 2. Bacalah soal dengan teliti sebelum menjawab 3. Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu

B. Soal 1. a. Tuliskan satuan SI untuk arus listrik! c. Arus listrik sebesar 2,5 A mengalir pada kawat penghantar selama 4 menit. Berapakah besarnya muatan yang mengalir pada kawat tersebut? 2. Suatu penghantar mempunyai diameter 4 mm dan panjang 3 m. Hambatan jenis penghantar 3,14 x 10-6 .m. Berapakah besar hambatan penghantar tersebut? 3. a. Gambarkan simbol dari resistor! b. Hitunglah nilai hambatan dan toleransi dari resistor yang mempunyai cincin berwarna kuning, abu-abu, merah dan emas! 4. a Gambarkan tiga buah resistor yang dirangkai secara seri! b. Empat buah resistor masing-masing 8, 2, 6, 4 disusun secara seri dan ujungujungnya dihubungkan dengan baterai 120 V. Hitunglah hambatan pengganti resistoe tersebut, kuat arus yang mengalir melalui tiap-tiap resistor dan tegangan masing-masing resistor tersebut! 5. Hitunglah hambatan total dari rangkaian hambatan pada gambar di bawah ini! R1 = 2 A R3 = 6 R2 = 3 R4 = 5 R5 = 3 B

85

86

KUNCI JAWABAN SOAL PRETES DAN POSTTEST

1. a. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A) b. Diketahui: I = 2,5 A t = 4 menit = 240 detik

(Skor 1)

(Skor 1) (Skor 1)

Ditanya: Q = . Jawab: Q = I x t = 2,5 A x 240 detik = 600 C 2. Diketahui: d = 4 mm = 4 x 10-3 m


l =3m

(Skor 2)

= 3,14 x 10-6 .m
Ditanya: R = . Jawab:

(Skor 1) (Skor 1)

R=

l A

1 A = d2 4

A= A=

1 (3,14)(4 x10 3 m) 2 4 1 (3,14)(16 x10 6 m 2 ) 4

A=

50,24 x10 6 m 2 4

A = 12,56 x10 6 m 2 R = 3,14 x10 6 m

3m 9,42 x10 6 m 2 = = 0,75 12,56 x10 6 m 2 12,56 x10 6 m 2

(Skor 3)

3. a. Gambar simbol dari resistor adalah: (Skor 1)

b. Diketahui warna cincin dari resistor Kuning = 4 Abu-abu = 8 Merah = 102 Emas = 5% Nilai hambatan dari resistor tersebut adalah 48 x 102 = 4800 Toleransi resistor tersebut = 4800 x 5 = 240 100 86

87 Jadi resistor tersebut memiliki hambatan 4800 dengan toleransi 240 4. a. R1 R2 R3 (Skor 1) (Skor 4)

b. Diketahui: R1 = 8 ; R2 = 2 ; R3 = 6 ; R4 = 4 V = 120 V Ditanya:


(Skor 1)

(Skor 1)

R = . I = . V = . R = R1 + R2 + R3 + R4 = 8 + 2 + 6 + 4 = 20

Jawab: (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1) (Skor 1)

I=

V 120 V = =6A R 20

V1 = I.R1 = 6 A x 8 = 48 V V2 = I.R2 = 6 A x 2 = 12 V V3 = I.R3 = 6 A x 6 = 36 V V4 = I.R4 = 6 A x 4 = 24 V

5. Diketahui : R1 = 2 ; R2 = 3 ; R3 = 6 ; R4 = 5 ; R5 = 3 Ditanya : RAB = . Jawab:

1 1 1 1 1 2 +1 3 = + = + = = R P R2 R3 3 6 6 6

RP =

6 = 2 3

(Skor 2) (Skor 1)

RAB = R1 + RP + R4 + R5 = 2 + 2 + 5 + 3 = 12

87

88

88

LAMPIRAN B UJI COBA SOAL FISIKA MATERI HUKUM OHM TENTANG KUAT ARUS DAN HAMBATAN
No Kode Siswa Skor Tiap Soal X1 5 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 2 2 2 1 3 2 2 3 3 1 3 3 2 3 56 X2 8 5 3 5 3 3 2 2 3 3 2 2 5 4 5 2 3 5 5 3 3 3 3 5 4 5 5 5 4 3 2 107 X3 5 0 5 0 0 0 4 0 0 0 4 5 0 0 3 5 1 1 0 0 2 2 1 3 2 2 2 4 4 0 5 55 X4 5 1 1 1 5 0 4 2 0 0 0 0 5 1 5 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 2 5 5 1 5 50 X5 9 5 5 3 3 1 1 0 1 1 2 3 0 1 3 0 1 1 1 2 2 3 2 0 6 2 2 3 8 1 1 64 X6 8 2 1 3 3 2 4 4 2 2 3 3 2 3 0 0 2 2 0 3 3 1 3 0 4 0 4 4 7 0 0 67 X7 5 2 2 2 3 3 3 1 1 1 2 4 1 1 1 0 2 2 2 1 2 1 2 0 5 3 1 4 5 1 1 59 Skor Total Xt = Y 45 16 18 15 18 11 19 10 8 8 14 19 15 12 19 10 12 14 11 11 13 14 13 11 25 16 17 28 36 8 17 458 Skor Tiap Soal Y
2

Skor Tiap Soal X5


2

X12 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 9 4 4 4 1 9 4 4 9 9 1 9 9 4 9 122

X2

X32 0 25 0 0 0 16 0 0 0 26 25 0 0 9 25 1 1 0 0 4 4 1 9 4 4 4 16 16 0 25 205

X42 1 1 1 25 0 16 4 0 0 0 0 25 1 25 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 4 25 25 1 25 186

X62 4 1 9 9 4 16 16 4 4 9 9 4 9 0 0 4 4 0 9 9 1 9 0 16 0 16 16 49 0 0 231

X7

X1Y 16 18 15 18 22 19 10 8 8 14 38 30 24 38 20 36 28 22 22 13 42 26 22 75 48 17 84 108 16 51 908

X2Y 80 54 75 54 33 38 20 24 24 28 38 75 48 95 20 36 70 55 33 39 42 39 55 100 80 85 140 144 24 34 1682

X3Y 0 90 0 0 0 76 0 0 0 56 95 0 0 57 50 12 14 0 0 26 28 13 33 50 32 34 112 144 0 85 1007

X4Y 16 18 15 90 0 76 20 0 0 0 0 75 12 95 10 0 14 11 0 0 14 0 11 25 16 34 140 180 8 85 965

X5Y 80 90 48 54 11 19 0 8 8 28 57 0 12 57 0 12 14 11 22 26 42 26 0 150 32 34 84 288 8 17 1235

X6Y 4 18 9 54 4 76 16 16 4 42 9 30 9 0 0 24 4 0 9 39 1 39 0 100 0 68 16 252 0 0 843

X7Y 32 36 30 54 33 57 10 8 8 28 76 15 12 19 0 24 28 22 11 26 14 26 0 125 48 17 112 180 8 17 1078

1 S-1 2 S-2 3 S-3 4 S-4 5 S-5 6 S-6 7 S-7 8 S-8 9 S-9 10 S-10 11 S-11 12 S-12 13 S-13 14 S-14 15 S-15 16 S-16 17 S-17 18 S-18 19 S-19 20 S-20 21 S-21 22 S-22 23 S-23 24 S-24 25 S-25 26 S-26 27 S-27 28 S-28 29 S-29 30 S-30 Jumlah

256 324 225 324 121 361 100 64 64 196 361 225 144 361 100 144 196 121 121 169 196 169 121 625 256 289 784 1296 64 289 8066

25 9 25 9 9 4 4 9 9 4 4 25 16 25 4 9 25 25 9 9 9 9 25 16 25 25 25 16 9 4 421

25 25 9 9 1 1 0 1 1 4 9 0 1 9 0 1 1 1 4 4 9 4 0 36 4 4 9 64 1 1 283

4 4 4 9 9 9 1 1 1 4 16 1 1 1 0 4 4 4 1 4 1 4 0 25 9 1 16 25 1 1 165

88

89

PERHITUNGAN VALIDITAS UJI COBA TES

rXY =

{N X

N (XY ) (X )(Y )
2

(X )

}{N Y
2

(Y )

}
2

1. rXY =
rXY = rXY =

{30 (122) (56) }{30 (8066) (458) }


27240 25648 (3660 3136) ( 241980 209764) 1592 (524) (32216)

30 (908) (56) (458)

rXY =

1592 4108,672

rXY = 0,39 (validitas rendah)


30 (1682) (107) (458)
2

2. rXY =
rXY = rXY =

{30 (421) (107) }{30 (8066) (458) }


2

50460 49006 (12630 11449) ( 241980 209764) 1454 (1181) (32216)

rXY =

1454 6168,233

rXY = 0,24 (validitas rendah)


30 (1007) (55) ( 458)
2

3. rXY =
rXY = rXY =

{30 (205) (55) }{30 (8066) (458) }


2

30210 25190 (6150 3025) ( 241980 209764) 5020 (3125) (32216)

rXY =

5020 10033,693

rXY = 0,50 (validitas sedang)

89

90 4. rXY =
rXY = rXY = rXY =

{30 (186) (50) }{30 (8066) (458) }


2 2

30 (965) (50) (458) 28950 22900

(5580 2500) ( 241980 209764) 6050 (3080) (32216) 6050 9961,189

rXY = 0,61 (validitas tinggi)

5. rXY =
rXY = rXY =

{30 (283) (64) }{30 (8066) (458) }


2 2

30 (1235) (64) (458)


37050 29312

(8490 4096) ( 241980 209764) 7738 ( 4394) (32216)

rXY =

7738 11897,778

rXY = 0,65 (validitas tinggi)


30 (843) (67) (458)
2

6. rXY =
rXY = rXY =

{30 (231) (67) }{30 (8066) (458) }


2

25290 30686 (6930 4489) ( 241980 209764)


5396

( 2441) (32216)

rXY =

5396 8867,878

rXY = 0,61 (tidak valid)

90

91 7. rXY =
rXY = rXY = rXY =

{30 (165) (59) }{30 (8066) (458) }


2 2

30 (1078) (59) ( 458) 32340 27022

( 4950 3481) ( 241980 209764) 5318 (1469) (32216) 5318 6879,339

rXY = 0,77 (validitas tinggi)

91

92

MENCARI thitung
t tabel untuk = 0,05 dan dk = 30 2 = 28, dengan uji satu pihak, maka diperoleh t tabel = 2,04

t hitung =

r n2 1 r2

t1 =

0,39 30 2 1 (0,39)
2

t2 =

0,24 30 2 1 (0,24) 2

t1 = t1 =

0,39 (5,292) 1 0,1521 2,064 0,921

t2 = t2 =

0,24 (5,292) 1 0,0576 1,270 0,971

t1 = 2,24

t 2 = 1,31

t3 =

0,50 30 2 1 (0,50) 2

t4 =

0,61 30 2 1 (0,61) 2

t3 = t3 =

0,50 (5,292) 1 0,25 2,646 0,866

t4 = t4 =

0,61 (5,292) 1 0,3721 3,228 0,792

t 3 = 3,05

t 4 = 4,08

t5 =

0,65 30 2 1 (0,65) 2

t6 =

0,61 30 2

1 (-0,61) 2

t5 = t5 =

0,65 (5,292) 1 0,42 25 3,440 0,760

t6 = t6 =

0,61 (5,292) 1 0,3721 3,228 0,792

t 5 = 4,53

t 6 = 4,08

92

93
t7 =

0,77 30 2 1 (0,77) 2

t7 = t7 =

0,77 (5,292) 1 0,5929 4,075 0,638

t 7 = 6,39

93

94

PERHITUNGAN RELIABILITAS UJI COBA TES

s2 =

x 2

(x) 2 N N

s1 =
2

122

(56) 2 3136 122 30 = 30 = 122 104,533 = 0,582 30 30 30

s2 =
2

421

(107) 2 11449 421 30 = 30 = 421 381,633 = 1,312 30 30 30

s3 =
2

205

(55) 2 3025 205 30 = 30 = 205 100,833 = 3,472 30 30 30

s4 =
2

181

(50) 2 2500 181 30 = 30 = 181 83,333 = 0,072 30 30 30

s5 =
2

283

(64) 2 4096 283 30 = 30 = 283 136,533 = 4,882 30 30 30

s6 =
2

231

(67) 2 4489 231 30 = 30 = 231 149,633 = 2,712 30 30 30

s7 =
2

165

(59) 2 3481 165 30 = 30 = 165 116,033 = 1,632 30 30 30

si = s1 + s 2 + s3 + s 4 + s5 + s 6 + s 7
2 2 2 2 2 2 2 2

si = 0,582 + 1,312 + 3,472 + 0,072 + 4,882 + 2,712 + 1,632 s i = 14,664


2

94

95 y 2 ( y ) 2 (458) 2 8066 N = 30 = 8066 6992,133 = 1073,867 = 35,796 N 30 30 30

st =
2

2 n Si r11 = 1 2 St n 1

30 14,664 r11 = 1 29 35,796 r11 = (1,034)(1 0,41) r11 = (1,034)(0,59) r11 = 0,61

Jadi Derajad Reliabilitas Tinggi

95

96

SKOR HASIL UJI COBA YANG TELAH DIURUTKAN MATERI HUKUM OHM TENTANG KUAT ARUS DAN HAMBATAN

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Kode Siswa S-28 S-27 S-24 S-6 S-11 S-14 S-2 S-4 S-26 S-30 S-1 S-25 S-3 S-12 S-10 S-17 S-21 S-20 S-22 S-13 S-16 S-5 S-18 S-19 S-23 S-7 S-15 S-8 S-9 S-29 Jumlah

X1 5 3 3 3 1 2 2 1 1 1 3 1 3 1 2 1 2 3 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 1 2 56

X2 8 4 5 4 2 2 5 3 3 5 2 5 5 5 5 2 5 3 3 3 4 3 3 5 3 5 2 2 3 3 3 107

Skor Tiap Soal X3 X5 X5 5 5 9 4 5 8 4 5 3 2 1 6 4 4 1 5 0 3 3 5 3 5 1 5 0 5 3 2 2 2 5 5 1 0 1 5 2 1 2 0 1 3 0 5 0 4 0 2 1 1 1 2 1 3 2 0 2 1 0 2 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 2 3 1 0 0 2 0 5 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 55 50 64

X6 8 7 4 4 4 3 0 1 3 4 0 2 0 3 2 3 2 1 3 3 3 2 2 0 3 0 4 0 2 2 0 67

X7 5 5 4 5 3 4 1 2 3 1 1 2 3 2 1 2 2 1 2 2 1 2 3 2 1 0 1 0 1 1 1 59

Skor Total 36 28 25 19 19 19 18 18 17 17 16 16 15 15 14 14 14 13 13 12 12 11 11 11 11 10 10 8 8 8 458

96

97

SKOR KELOMPOK ATAS DAN KELOMPOK BAWAH UJI COBA TES HASIL BELAJAR MATERI HUKUM OHM TENTANG KUAT ARUS DAN HAMBATAN

A. SKOR KELOMPOK ATAS No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kode Siswa S-28 S-27 S-24 S-6 S-11 S-14 S-2 S-4 S-26 S-30 S-1 S-25 S-3 S-12 S-10 Jumlah X1 5 3 3 3 1 2 2 1 1 1 3 1 3 1 2 1 28 X2 8 4 5 4 2 2 5 3 3 5 2 5 5 5 5 2 57 Skor Tiap Soal X3 X4 X5 5 5 9 4 5 8 4 5 3 2 1 6 4 4 1 5 0 3 3 5 3 5 1 5 0 5 3 2 2 2 5 5 1 0 1 5 2 1 2 0 1 3 0 5 0 4 0 2 40 41 47 X6 8 7 4 4 4 3 0 1 3 4 0 2 0 3 2 3 40 X7 5 5 4 5 3 4 1 2 3 1 1 2 3 2 1 2 39 Skor Total 36 28 25 19 19 19 18 18 17 17 16 16 15 15 14 292

B. SKOR KELOMPOK BAWAH No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Kode Siswa S-17 S-21 S-20 S-22 S-13 S-16 S-5 S-18 S-19 S-23 S-7 S-15 S-8 S-9 S-29 Jumlah X1 5 2 3 1 2 2 3 2 2 2 2 1 2 1 1 2 28 X2 8 5 3 3 3 4 3 3 5 3 5 2 2 3 3 3 50 X3 5 1 2 2 1 0 1 0 0 0 3 0 5 0 0 0 15 Skor Tiap Soal X4 X5 5 9 1 1 1 3 0 2 0 2 1 1 0 1 0 1 1 1 0 2 1 0 2 0 1 0 0 1 0 1 1 1 9 17 97 X6 8 2 1 3 3 3 2 2 0 3 0 4 0 2 2 0 27 X7 5 2 1 2 2 1 2 3 2 1 0 1 0 1 1 1 20 Skor Total 14 14 13 13 12 12 11 11 11 11 10 10 8 8 8 166

98

PERHITUNGAN TINGKAT KESUKARAN DAN DAYA PEMBEDA


Skor Ideal Kelompok Atas dan Kelompok Bawah 1. 5 x 15 = 75 2. 8 x 15 = 120 3. 5 x 15 = 75 4. 5 x 15 = 75 5. 9 x 15 = 135 6. 8 x 15 = 120 7. 5 x 15 = 75

TK =

JS A + JS B SI A + SI B
28 + 28 75 + 75 56 = 0,37 (sedang) 150 57 + 50 120 + 120 107 = 0,44 (sedang) 240 40 + 15 75 + 75 55 = 0,36 (sedang) 150 41 + 9 75 + 75 50 = 0,33 (sedang) 150 47 + 17 135 + 135 64 = 0,23 (sukar) 270 40 + 27 120 + 120 67 = 0,27 (sedang) 240 39 + 20 75 + 75
59 = 0,39 (sedang) 150 98

DP =

JS A JS B
28 28 75 0 = 0 (sangat jelek) 75 57 50 120 7 = 0,05 (jelek) 120 40 15 75 25 = 0,33 (cukup) 75 41 9 75 32 = 0,47 (baik) 75 47 17 135 30 = 0,22 (cukup) 135 40 27 120 13 = 0,11 (jelek) 120 39 20 75
19 = 0,25 (cukup) 75

1. TK =

1. DP =

TK =
2. TK =

DP =
2. DP =

TK =
3. TK =

DP =
3. DP =

TK =
4. TK =

DP =
4. DP =

TK =
5. TK =

DP =
5. DP =

TK =
6. TK =

DP =
6. DP =

TK =
7. TK = TK =

DP =
7. DP = TK =

99

LAMPIRAN C DATA SKOR TES AWAL KELAS EKSPERIMEN

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Kode Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S 10 S 11 S 12 S 13 S 14 S 15 S 16 S 17 S 18 S 19 S 20 S 21 S 22 S 23 S 24 S 25 S 26 S 27 S 28 S 29 S 30 S 31 S 32 S 33 S 34 S 35 S 36 Jumlah

1 2 4 4 3 4 3 1 4 3 4 3 2 3 5 4 3 2 3 2 2 3 3 2 2 2 1 3 2 0 1 2 1 2 1 3 1 90

2 2 2 0 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12

Skor Butir Soal 3 4 1 5 1 4 1 5 1 5 1 5 0 5 0 4 1 5 0 4 1 6 0 5 1 5 1 5 1 3 0 5 0 5 4 8 0 3 0 4 1 3 0 2 0 1 0 4 1 3 0 5 0 4 1 1 1 2 1 1 1 4 0 2 1 2 0 3 0 2 0 3 1 3 22 136

5 2 5 3 2 4 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 1 3 2 2 2 5 2 2 3 3 2 1 2 1 2 2 2 3 2 2 93

Skor Total 12 16 13 11 14 12 10 13 9 14 11 12 12 12 12 11 18 9 8 8 7 11 8 8 10 8 7 6 4 7 6 6 7 6 8 7 353

99

100

DATA SKOR TES AWAL KELAS KONTROL

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Kode Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S 10 S 11 S 12 S 13 S 14 S 15 S 16 S 17 S 18 S 19 S 20 S 21 S 22 S 23 S 24 S 25 S 26 S 27 S 28 S 29 S 30 S 31 S 32 S 33 S 34 S 35 Jumlah

1 3 4 3 4 3 4 2 2 4 3 2 3 4 1 3 2 4 3 3 4 1 4 2 4 3 3 4 1 2 2 2 2 0 0 2 93

2 2 2 2 2 0 2 0 2 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 2 1 1 1 0 1 1 1 1 0 2 0 30

Skor Butir Soal 3 4 1 5 1 6 1 4 1 6 1 4 0 5 1 5 1 4 1 5 1 4 1 5 1 4 1 5 1 4 1 4 1 4 1 5 1 4 1 4 1 6 1 4 1 5 0 4 0 5 0 6 1 3 1 3 0 5 0 6 1 4 1 3 1 4 1 4 1 5 1 2 29 156

5 4 4 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 1 2 2 3 1 1 1 1 2 1 1 0 2 2 2 1 2 1 1 72

Skor Total 15 17 13 16 11 12 11 11 14 11 11 12 13 9 11 9 12 10 10 15 8 12 7 12 12 9 10 6 11 10 9 9 7 9 6 380

100

101

DATA SKOR TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

Kode Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S 10 S 11 S 12 S 13 S 14 S 15 S 16 S 17 S 18 S 19 S 20 S 21 S 22 S 23 S 24 S 25 S 26 S 27 S 28 S 29 S 30 S 31 S 32 S 33 S 34 S 35 S 36 Jumlah

1 5 3 3 3 4 3 3 5 3 5 4 4 3 3 5 4 4 5 4 4 5 3 5 3 3 5 3 3 3 3 2 3 4 4 3 4 133

2 5 1 0 0 4 4 4 5 0 4 4 5 5 0 5 5 5 5 5 0 5 0 4 4 0 0 0 4 4 3 2 0 5 0 0 3 100

Skor Butir Soal 3 4 5 8 5 7 4 4 3 7 5 7 3 7 3 7 5 8 4 4 2 7 4 7 5 9 5 8 4 4 4 9 4 9 5 8 4 8 5 8 3 7 5 9 2 5 5 7 4 8 4 6 3 3 5 6 4 8 4 2 5 3 2 7 5 6 5 7 5 3 4 6 4 8 148 237

5 5 5 3 4 4 4 4 5 3 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 3 4 3 4 2 4 3 3 1 3 3 2 4 5 3 3 2 137

Skor Total 28 21 14 17 24 21 21 28 14 22 24 28 26 15 28 27 27 27 27 17 28 13 25 21 17 14 17 20 16 17 15 18 26 15 16 21 755

101

102

DATA SKOR TES AKHIR KELAS KONTROL

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Kode Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S 10 S 11 S 12 S 13 S 14 S 15 S 16 S 17 S 18 S 19 S 20 S 21 S 22 S 23 S 24 S 25 S 26 S 27 S 28 S 29 S 30 S 31 S 32 S 33 S 34 S 35 Jumlah

1 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 5 4 3 4 3 3 3 4 2 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 126

2 3 4 4 3 2 3 5 3 4 1 4 1 0 4 3 4 3 2 4 4 1 2 3 3 2 4 2 3 3 3 2 2 3 3 2 99

Skor Butir Soal 3 4 4 5 4 8 5 8 4 9 4 8 5 9 5 8 4 8 4 6 4 8 4 9 4 6 4 7 4 5 4 8 5 8 4 8 4 7 4 7 4 9 4 5 4 7 4 9 5 8 5 9 2 6 5 9 4 9 4 7 4 9 4 9 4 8 3 6 3 7 4 6 143 265

5 3 3 3 4 2 5 2 3 4 4 2 4 3 3 2 2 2 3 2 4 3 3 4 5 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 105

Skor Total 19 22 24 24 20 26 24 21 22 21 22 18 19 20 20 23 20 19 20 25 15 19 24 25 22 17 23 22 21 23 22 20 19 18 19 738

102

103

PERHITUNGAN RATA-RATA DAN SIMPANGAN BAKU TES AWAL KELAS EKSPERIMEN


1. Rentang (R) = Skor terbesar Skor terkecil = 18 4 = 14 2. Banyak Kelas (BK) = 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 36 = 1 + 3,3 (1,57) = 1 + 5,181 = 6,181 = 6 3. Panjang Kelas (i) =

R 14 = = 2,33 = 3 BK 6
f 5 13 12 4 2 0 36 Nilai Tengah (Xi) 5 8 11 14 17 20 X i2 25 64 121 196 289 400 f. Xi 25 104 132 56 34 0 351 f . Xi2 125 832 1452 784 578 0 3771

No 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 46 79 10 12 13 15 16 18 19 21 Jumlah


_

Rata-rata x = 9,75 Simpangan Baku s = 3,16 x=


_

fX i 351 = = 9,75 n 36 n.fX i2 (fX i ) 2 = n.(n 1) 36.(3771) (351) 2 135756 123201 = = 9,9643 = 3,16 36.(36 1) 1260

s=

103

104

PERHITUNGAN RATA-RATA DAN SIMPANGAN BAKU TES AWAL KELAS KONTROL


1. Rentang (R) = Skor terbesar Skor terkecil = 17 6 = 11 2. Banyak Kelas (BK) = 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 35 = 1 + 3,3 (1,54) = 1 + 5,082 = 6,082 = 6 3. Panjang Kelas (i) = R 11 = = 1,83 = 2 BK 6 f 4 7 11 8 3 2 35 Nilai Tengah (Xi) 6,5 8,5 10,5 12,5 14,5 16,5 X i2 42,25 72,25 110,25 156,25 210,25 272,25 f. Xi 26 59,5 115,5 100 43,5 33 377,5 f . Xi2 169 505,75 1212,75 1250 630,75 544,5 4312,75

No 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 67 89 10 11 12 13 14 15 16 17 Jumlah


_

Rata-rata x = 9,64 Simpangan Baku s = 2,66 x=


_

fX i 337,5 = = 9,64 n 35

n.fX i2 (fX i ) 2 35.(4312,75) (377,5) 2 150946,25 142506,25 s= = = = 7,0924 n.(n 1) 35.(35 1) 1190 s = 2,66

104

105

PERHITUNGAN RATA-RATA DAN SIMPANGAN BAKU TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN


1. Rentang (R) = Skor terbesar Skor terkecil = 28 13 = 15 2. Banyak Kelas (BK) = 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 36 = 1 + 3,3 (1,57) = 1 + 5,181 = 6,181 = 6 3. Panjang Kelas (i) =

R 15 = = 2,5 = 3 BK 6
f 7 8 6 3 7 5 36 Nilai Tengah (Xi) 14 17 20 23 26 29 X i2 196 289 400 529 676 841 f. Xi 98 136 120 69 182 145 750 f . Xi2 1372 2312 2400 1587 4732 4205 16608

No 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 13 15 16 18 19 21 22 24 25 27 28 30 Jumlah


_

Rata-rata x = 20,83 Simpangan Baku s = 5,30 x=


_

fX i 750 = = 20,83 n 36 n.fX i2 (fX i ) 2 = n.(n 1) 36.(16608) (750) 2 = 36.(36 1) 597888 562500 = 28,086 = 5,30 1260

s=

105

106

PERHITUNGAN RATA-RATA DAN SIMPANGAN BAKU TES AKHIR KELAS KONTROL


1. Rentang (R) = Skor terbesar Skor terkecil = 26 15 = 11 2. Banyak Kelas (BK) = 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 35 = 1 + 3,3 (1,54) = 1 + 5,082 = 6,082 = 6 3. Panjang Kelas (i) =

R 11 = = 1,83 = 2 BK 6
f 1 3 12 9 7 3 35 Nilai Tengah (Xi) 15,5 17,5 19,5 21,5 23,5 25,5 X i2 240,25 306,25 380,25 462,25 552,25 650,25 f. Xi 15,5 52,5 234 193,5 164,5 76,5 736,5 f . Xi2 240,25 918,75 4563 4160,25 3865,25 1950,75 15698,75

No 1 2 3 4 5 6

Kelas Interval 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Jumlah


_

Rata-rata x = 21,04 Simpangan Baku s = 2,43 x=


_

fX i 736,5 = = 21,04 n 35 35.(15698,75) (736,5) 2 = 35.(35 1) 549456,25 542432,25 = 5,903 1190

n.fX i2 (fX i ) 2 = n.(n 1) s = 2,43 s=

106

107

UJI NORMALITAS SKOR TES AWAL KELAS EKSPERIMEN

Rata-rata x = 9,75 Simpangan Baku s = 3,16

Distribusi Frekuensi Skor Tes Awal Kelas Eksperimen


Kelas Interval fo Batas Kelas 3,5 46 5 6,5 79 13 9,5 10 12 12 12,5 13 15 4 15,5 16 18 2 18,5 19 21 0 21,5 Jumlah 36 3,72 0,4999 2,77 0,4972 0,0027 0,0972 0,0972 1,82 0,4656 0,0316 1,1376 0,6538 0,87 0,3078 0,1578 5,6808 0,4973 - 0,08 0,0319 0,3397 12,2292 0,0043 - 1,03 0,3485 0,3166 11,3976 0,2253 - 1,98 0,4761 0,1276 4,5936 0,0360 Z Ztabel L fe ( fo fe )2 fe

2 hitumg = 1,5139

2 tabel untuk = 0,05 dan dk = k 1 = 6 1 = 5, maka dicari pada tabel chi-kuadrat didapat 2 tabel = 11,070 . 2 hitumg = 1,5139 < 2 tabel = 11,070
Karena 2 hitumg < 2 hitumg , maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal

107

108

UJI NORMALITAS SKOR TES AWAL KELAS KONTROL

Rata-rata x = 9,64 Simpangan Baku s = 2,66

Distribusi Frekuensi Skor Tes Awal Kelas Kontrol


Kelas Interval fo Batas Kelas 5,5 67 4 7,5 89 7 9,5 10 11 11 11,5 12 13 8 13,5 14 15 3 15,5 16 17 2 17,5 Jumlah 35 2,95 0,4984 2,20 0,4861 0,0123 0,4305 5,7220 1,45 0,4265 0,0596 2,0860 0,4005 0,70 0,2580 0,1685 5,8975 0,7496 - 0,05 0,0199 0,2779 9,7265 0,1667 - 0,80 0,2881 0,2682 9,3870 0,6070 - 1,56 0,4406 0,1525 5,3375 0,3352 Z Ztabel L fe ( fo fe )2 fe

2 hitumg = 7,981

2 tabel untuk = 0,05 dan dk = k 1 = 6 1 = 5, maka dicari pada tabel chi-kuadrat didapat 2 tabel = 11,070 . 2 hitumg = 7,981 < 2 tabel = 11,070
Karena 2 hitumg < 2 hitumg , maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal

108

109

UJI NORMALITAS SKOR TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN

Rata-rata x = 20,83 Simpangan Baku s = 5,30

Distribusi Frekuensi Skor Tes Akhir Kelas Eksperimen


Kelas Interval fo Batas Kelas 12,5 13 15 7 15,5 16 18 8 18,5 19 21 6 21,5 22 24 3 24,5 25 27 7 27,5 28 30 5 30,5 Jumlah 36 1,82 0,4656 1,26 0,3962 0,0694 2,4984 2,5048 0,69 0,2549 0,1413 5,0868 0,7196 0,13 0,0517 0,2032 7,3152 2,5455 - 0,44 0,1700 0,2217 7,9812 0,4918 - 1,01 0,3438 0,1738 6,2568 0,4857 - 1,57 0,4419 0,0981 3,5316 3,4063 Z Ztabel L fe ( fo fe )2 fe

2 hitumg = 10,1537

2 tabel untuk = 0,05 dan dk = k 1 = 6 1 = 5, maka dicari pada tabel chi-kuadrat didapat 2 tabel = 11,070 . 2 hitumg = 10,1537 < 2 tabel = 11,070
Karena 2 hitumg < 2 hitumg , maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal

109

110

UJI NORMALITAS SKOR TES AKHIR KELAS KONTROL

Rata-rata x = 21,04 Simpangan Baku s = 2,43

Distribusi Frekuensi Skor Tes Akhir Kelas Kontrol


Kelas Interval fo Batas Kelas 14,5 15 16 1 16,5 17 18 3 18,5 19 20 12 20,5 21 22 9 22,5 23 24 7 24,5 25 26 3 26,5 Jumlah 35 2,25 0,4878 1,42 0,4222 0,0656 2,2960 0,2159 0,60 0,2258 0,1964 6,8740 0,0023 - 0,22 0,0871 0,3129 10,9515 0,3477 - 1,05 0,3531 0,2660 9,3100 0,7772 - 1,87 0,4693 0,1162 4,0670 0,2799 - 2,69 0,4964 0,0271 0,9485 0,0028 Z Ztabel L fe ( fo fe )2 fe

2 hitumg = 1,6258

2 tabel untuk = 0,05 dan dk = k 1 = 6 1 = 5, maka dicari pada tabel chi-kuadrat didapat 2 tabel = 11,070 . 2 hitumg = 1,6258 < 2 tabel = 11,070
Karena 2 hitumg < 2 hitumg , maka data dapat disimpulkan berdistribusi normal

110

111

UJI HOMOGENITAS
Untuk uji homogenitas digunakan uji F dengan rumus:

F=

s1 s2

2 2

Varians terbesar Varians terkecil

1. Skor tes awal kelas eksperimen dan kelas kontrol a. Data: s e = 3,16 dan s k = 2,66

s e = Simpangan baku kelas eksperimen s k = Simpangan baku kelas kontrol b. Hipotesis yang akan diuji Ho = Hipotesis pembanding, kedua varians sama/homogen Ha = Hipotesis kerja, kedua varians tidak sama/tidak homogen c. Nilai Fhitung Simpangan baku kelas eksperimen lebih besar daripada simpangan baku kelas kontrol, maka:

F=

se sk

2 2

(3,16) 2 9,9856 = = 1,41 (2,66) 2 7,0756

d. Nilai Ftabel dk pembilang = n 1 = 36 1 = 35 (untuk varians terbesar) dk penyebut = n 1 = 35 1 = 34 (untuk varians terkecil) Nilai F dengan dk pembilang 35 tidak terdapat didalam tabel, maka nilai F dengan dk pembilang 35 ditentukan dengan menggunakan dk pembilang 40 maka nilai Ftabel menggunakan harga F yang ber dk (40;34). Jadi nilai Ftabel dengan taraf signifikan () = 0,05 = 1,74. e. Uji Hipotesis Fhitung = 1,41 dan Ftabel = 1,74, karena Fhitung < Ftabel maka Ho diterima. Dengan demikian kedua varians skor tes awal (kelas eksperimen dan kelas kontrol) adalah homogen.

2. Skor tes akhir kelas eksperimen dan kelas kontrol a. Data: s e = 5,30 dan s k = 2,43

s e = Simpangan baku kelas eksperimen s k = Simpangan baku kelas kontrol

111

112 b. Hipotesis yang akan diuji Ho = Hipotesis pembanding, kedua varians sama/homogen Ha = Hipotesis kerja, kedua varians tidak sama/tidak homogen c. Nilai Fhitung Simpangan baku kelas eksperimen lebih besar daripada simpangan baku kelas kontrol, maka:

F=

se sk

2 2

(5,30) 2 28,09 = = 4,76 2 5,9049 (2,43)

d. Nilai Ftabel dk pembilang = n 1 = 36 1 = 35 (untuk varians terbesar) dk penyebut = n 1 = 35 1 = 34 (untuk varians terkecil) Nilai F dengan dk pembilang 35 tidak terdapat didalam tabel, maka nilai F dengan dk pembilang 35 ditentukan dengan menggunakan dk pembilang 40 maka nilai Ftabel menggunakan harga F yang ber dk (40;34). Jadi nilai Ftabel dengan taraf signifikan () = 0,05 = 1,74. e. Uji Hipotesis Fhitung = 4,76 dan Ftabel = 1,74, karena Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak Ha diterima. Dengan demikian kedua varians skor tes akhir (kelas eksperimen dan kelas kontrol) tidak homogen.

112

113

UJI KESAMAAN DUA RATA-RATA


1. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Awal Hipotesis yang akan diuji adalah: Ho = Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. Ha = Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata skor kelas kontrol. a. Data:
_

xe = 9,75;
_

s e = 3,16; s k = 2,66;

ne = 36 n k = 35

x k = 9,64;

Indeks e untuk kelas eksperimen dan indeks k untuk kelas kontrol. b. Nilai thitung Kedua kelompok data adalah normal dan homogen, maka menggunakan uji-t dengan rumus:

t= s

x1 x 2 1 1 + n1 n 2

dengan s 2 =

(n1 1)s12 + (n2 1)s 22


n1 + n 2 2

Terlebih dahulu dicari simpangan baku gabungan kedua kelompok, yaitu:

s2 = s2 = s2 = s2 = s2 =

(n1 1)s12 + (n2 1)s 22


n1 + n 2 2
(36 1)(3,16) 2 + (35 1)( 2,66) 2 36 + 35 2 (35)(9,9856) + (34)(7,0756) 69 349,496 + 240,5704 69 590,0664 69

s = 8,552
s = 2,92
Setelah didapat nilai simpangan bakunya, maka dicari nilai thitung menggunakan uji-t dengan rumus:

113

114

t hitung = s

x1 x 2
1 1 + n1 n 2

t hitung =

9,75 9,64 2,92 1 1 + 36 35

t hitung = t hitung = t hitung = t hitung =

0,11 2,92 0,03 + 0,03 0,11 2,92 0,06 0,11 2,92(0,24) 0,11 = 0,5 0,22

c. Nilai ttabel Nilai ttabel dengan derajad kebebasan dk = ne + n k - 2 = 36 + 35 2 = 69 dan = 0,05. Nilai ttabel dengan dk = 69 tersebut tidak terdapat di dalam tabel, maka nilai ttabel ditentukan dengan menggunakan harga t yang lain yang ber-dk = 60. Jadi nilai ttabel = 1,67. d. Uji Hipotesis thitung = 0,5 dan ttabel = 1,67 karena thitung < ttabel, maka Ho diterima. Dengan demikian kedua rata-rata skor tes awal (kelas eksperimen dan kelas kontrol) adalah sama. 2. Uji Kesamaan Dua Rata-rata Skor Tes Akhir Hipotesis yang akan diuji adalah: H0 : 1 = 2 : Hipotesis pembanding, rata-rata skor kelas eksperimen kurang dari atau sama dengan rata-rata skor kelas kontrol. Ha : 1 2 : Hipotesis kerja, rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar daripada ratarata skor kelas kontrol. a. Data:
_

xe = 20,83;
_

s e = 5,30; s k = 2,43;

ne = 36 n k = 35

x k = 21,04;

Indeks e untuk kelas eksperimen dan indeks k untuk kelas kontrol. b. Nilai thitung
114

115 Kedua kelompok data adalah normal dan tidak homogen, maka menggunakan uji-t semu (t) dengan rumus: t =
'

x1 x 2 s1 s + 2 n1 n2
2 2

2 dengan w1 = s12 / n1 ; w2 = s 2 / n 2

Terlebih dahulu dicari nilai w1 dan w2 w1 = w2 = s12 (5,30) 2 28,09 = = = 0,78 n1 36 36


2 s 2 (2,43) 2 5,9049 = = = 0,17 n2 35 35

Setelah didapat nilai w1 dan w2, maka dicari nilai thitung dengan menggunakan uji t semu dengan rumus: t' = x1 x 2 s1 s + 2 n1 n2 t' = 0,78 + 0,17
2 2 _ _

20,83 21,04

0,21 0,95

0,21 = 0,2165 0,97

c. Nilai ttabel Nilai ttabel dalam taraf nyata 0,05

t1 = t (1 12 )( n1 1) = t ( 0,975),35 t 2 = t (1 12 )( n1 1) = t (0,975),34
Nilai t1 dengan dk = 35 tidak terdapat pada tabel, maka nilai ttabel ditentukan dengan menggunakan harga t yang lain yang ber dk = 40. Jadi nilai untuk t1 = 2,02. Nilai t2 dengan dk = 34 tidak terdapat pada tabel, maka nilai ttabel ditentukan dengan menggunakan harga t yang lain yang ber dk = 30. Jadi nilai untuk t1 = 2,04. Sehingga di dapat:

w1t1 + w2 t 2 (0,78)(2,02) + (0,17)(2,04) 1,5756 + 0,3468 = = = 2,0236 w1 + w2 0,78 + 0,17 0,95


d. Uji Hipotesis

w1t1 + w2 t 2 w1t1 + w2 t 2 <t < w1 + w2 w1 + w2

2,0236 > 0,2165 < 2,0236 , maka H0 ditolak. Dengan demikian rata-rata skor kelas eksperimen lebih besar daripada rata-rata skor kelas kontrol. 115

116
Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Think Talk Write

Pertemuan ke-1 Petunjuk: Berilah tanda () pada kolom yang telah tersedia No Nama Siswa 1
36

Indikator 1 2 3 4

Indikator 2 2 3 4

Indikator 3 2 3 4

1 Agus Muksin 2 Agus Susilo 3 Dedeh Rohayati 4 Desi Ratnasari 5 Diana Sari 6 Dina Mustikasari 7 Eko Andriyanto 8 Erlansyah Handoyo 9 Febria Kumala Sari 10 Hikmah Vikadillah 11 Inayatus Saadah 12 Juliyanto 13 Jumitri 14 Kakim 15 Kumala Dewi 16 M. Abdul Rasyid 17 M. Khoir 18 Neneng Kusrini 19 Novi Apriyanti 20 Nurhuda Susi L 21 Opitasari 22 Rendi Wijaya 23 Rian Marendra 24 Riani 25 Riduan Purnama 26 Ririn Juliyani 27 Riski Adi NM 28 Septi Erleni 29 Sevia Pebriana 30 Sri Dewi 31 Susan Septiana 32 Umul Hikmah 33 Wahyu Dirhantoro 34 Wahyuni Siti Rofiah 35 Widya Astuti 36 Yuli Andriana Jumlah Skor Jumlah Total % Rata-rata Kategori

28

29

19

24

14

23 125 70,28 Baik

25

15

26 15 95 54,28 Cukup

14

21

20 15 104 59,43 Cukup

Keterangan:
2. Aktivitas Think 1. Membaca teks/soal yang ada pada lembar kerja. 2. Cara siswa mempersiapkan bahan untuk mencari jawaban. 3. Membuat langkah-langkah menyelesaikan soal. 4. Bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum dipahami. 5. Bertanya dengan siswa lain. Aktivitas Talk 1. Mempresentasikan hasil jawaban. 2. Menanggapi hasil jawaban temannya. 3. Mencari jawaban yang benar. 3. 4. Terjadi interaksi antara siswa dengan siswa. 5. Terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Aktivitas Write 1. Kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dituliskan. 2. Mengerjakan lembar kerja sesuai dengan langkahlangkah. 3. Mengoreksi semua pekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaan atau perhitungan yang tertinggal. 4. Mengerjakan kegiatan dan tugas tepat waktu 5. Membuat kesimpulan hasil belajar.

2.

Tugumulyo, Mei 2010 Observer

Mukalil, S.Si.

116

117
Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Think Talk Write

Pertemuan ke-2 Petunjuk: Berilah tanda () pada kolom yang telah tersedia No Nama Siswa 1
36

Indikator 1 3 4
36 101 57,74 Cukup

1
36

Indikator 2 3 4

Indikator 3 3 4

1 Agus Muksin 2 Agus Susilo 3 Dedeh Rohayati 4 Desi Ratnasari 5 Diana Sari 6 Dina Mustikasari 7 Eko Andriyanto 8 Erlansyah Handoyo 9 Febria Kumala Sari 10 Hikmah Vikadillah 11 Inayatus Saadah 12 Juliyanto 13 Jumitri 14 Kakim 15 Kumala Dewi 16 M. Abdul Rasyid 17 M. Khoir 18 Neneng Kusrini 19 Novi Apriyanti 20 Nurhuda Susi L 21 Opitasari 22 Rendi Wijaya 23 Rian Marendra 24 Riani 25 Riduan Purnama 26 Ririn Juliyani 27 Riski Adi NM 28 Septi Erleni 29 Sevia Pebriana 30 Sri Dewi 31 Susan Septiana 32 Umul Hikmah 33 Wahyu Dirhantoro 34 Wahyuni Siti Rofiah 35 Widya Astuti 36 Yuli Andriana Jumlah Skor Jumlah Total % Rata-rata Kategori Keterangan:

7 13

14 36 120 68,57 Baik

30

26

24

10

18 27 120 68,57 Baik

19

2.Aktivitas Think
1. 2. 3. 4. Membaca teks/soal yang ada pada lembar kerja Cara siswa mempersiapkan bahan untuk mencari jawaban Membuat langkah-langkah menyelesaikan soal Bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum dipahami 5. Bertanya dengan siswa lain i.

d. Terjadi interaksi antara siswa dengan siswa lain e. Terjadi interaksi antara siswa dengan guru

4.Aktivitas Write
ii. iii. iv. v. Kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dituliskan Mengerjakan lembar kerja sesuai dengan langkah-langkah Mengoreksi semua pekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaan atau perhitungan yang tertinggal Mengerjakan kegiatan dan tugas tepat waktu Membuat kesimpulan hasil belajar

3.Aktivitas Talk
a. Mepresentasikan hasil jawaban b. Menanggapi hasil jawaban temannya c. Mencari jawaban yang benar

Tugumulyo, Mei 2010 Observer

Mukalil, S.Si.

117

118
Lembar Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Think Talk Write

Pertemuan ke-3 Petunjuk: Berilah tanda () pada kolom yang telah tersedia No Nama Siswa 1
36

Indikator 1 3 4

Indikator 2 3 4
29

Indikator 3 3 4
36

1 Agus Muksin 2 Agus Susilo 3 Dedeh Rohayati 4 Desi Ratnasari 5 Diana Sari 6 Dina Mustikasari 7 Eko Andriyanto 8 Erlansyah Handoyo 9 Febria Kumala Sari 10 Hikmah Vikadillah 11 Inayatus Saadah 12 Juliyanto 13 Jumitri 14 Kakim 15 Kumala Dewi 16 M. Abdul Rasyid 17 M. Khoir 18 Neneng Kusrini 19 Novi Apriyanti 20 Nurhuda Susi L 21 Opitasari 22 Rendi Wijaya 23 Rian Marendra 24 Riani 25 Riduan Purnama 26 Ririn Juliyani 27 Riski Adi NM 28 Septi Erleni 29 Sevia Pebriana 30 Sri Dewi 31 Susan Septiana 32 Umul Hikmah 33 Wahyu Dirhantoro 34 Wahyuni Siti Rofiah 35 Widya Astuti 36 Yuli Andriana Jumlah Skor Jumlah Total % Rata-rata Kategori

32

32

27 13 120 68,57 Baik

12

24

19

9 90 51,43 Cukup

28

20 123 70,72 Baik

Keterangan:
1. Aktivitas Think 1. Membaca teks/soal yang ada pada lembar kerja 2. Cara siswa mempersiapkan bahan untuk mencari jawaban 3. Membuat langkah-langkah menyelesaikan soal 4. Bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum dipahami 5. Bertanya dengan siswa lain. Aktivitas Talk 1. Mempresentasikan hasil jawaban 2. Menanggapi hasil jawaban temannya. 3. Mencari jawaban yang benar 3. 4. Terjadi interaksi antara siswa dengan siswa 5. Terjadi interaksi antara siswa dengan guru Aktivitas Write 1. Kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dituliskan 2. Mengerjakan lembar kerja sesuai dengan langkahlangkah 3. Mengoreksi semua pekerjaan sehingga yakin tidak ada pekerjaan atau perhitungan yang tertinggal 4. Mengerjakan kegiatan dan tugas tepat waktu 5. Membuat kesimpulan hasil belajar

2.

Tugumulyo, Mei 2010 Observer

Mukalil, S.Si.

118

Anda mungkin juga menyukai