P. 1
termoregulasi

termoregulasi

|Views: 26|Likes:
Dipublikasikan oleh Agnes Ragil Rosano

More info:

Published by: Agnes Ragil Rosano on Jan 04, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

Dr.

Wahyu Sulistya Affarah

Definisi
 Termo : Panas
 Regulasi : Pengaturan  Termoregulasi adalah proses fisiologis yang merupakan

kegiatan integrasi dan koordinasi antara termoreseptor perifer dan termoreseptor sentral  Termoregulasi adalah suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan

5°C-37.2°C  TERDIRI DARI:  SUHU INTI TUBUH  SUHU KULIT .SUHU TUBUH  NILAI NORMAL: 36.

bila suhu tubuh berkisar antara 36 37. bila suhu tubuh lebih dari 40°C (Tamsuri Anas.0 7 tahun 9 tahun 36.6 Dewasa > 70 tahun 36.5 40°C • Hipertermi. 2007) 11 tahun 13 tahun 36.2 37. bila suhu tubuh kurang dari 36°C • Normal.7 • Hipotermi.5°C • Febris / pireksia.0 .Tabel Perbedaan derajat suhu normal pada berbagai kelompok usia Usia 3 bulan 6 bulan 1 tahun Suhu (oC) 37.7 3 tahun 5 tahun 37.5 37. bila suhu tubuh antara 37.8 36.7 36.4 36.7 37.

SUHU TUBUH  CORE TEMP.  DIPENGARUHI OLEH: * AKTIVITAS TUBUH * SUHU SEKITAR .> SURFACE TEMP.

Demam ( peradangan ) 7. Status gizi 8. Hormon pertumbuhan 4. Hormon tiroid 5. Lingkungan . Gangguan organ 10.Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh 1. Kecepatan metabolisme basal 2. Hormon kelamin 6. Aktivitas 9. Rangsangan saraf simpatis 3.

PRODUKSI PANAS  METABOLISME BASAL  AKTIVITAS OTOT  EFEK HORMON TIROKSIN  EFEK SARAF SIMPATIS  EFEK SUHU TERHADAP SEL .

KEHILANGAN PANAS  RADIASI  KONDUKSI  KONVEKSI  EVAPORASI .

 DIPENGARUHI OLEH: A) SUHU PERMUKAAN TUBUH B) SUHU SEKITARNYA .RADIASI  60% HEAT LOSS MELALUI RADIASI  MELALUI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK.

KONDUKSI  HEAT LOSS MELALUI KONTAK DG PERMUKAAN OBJEK  3% DARI HEAT LOSS  MISALNYA BERSINGGUNGAN DENGAN OBJEK YANG LEBIH DINGIN .

DIMULAI DARI KONDUKSI DARI KULIT KE UDARA SEKITAR  12 % DARI HEAT LOSS.  DIPENGARUHI OLEH ANGIN  DALAM AIR HEAT LOSS MENINGKAT .KONVEKSI  HEAT LOSS MELALUI GERAKAN UDARA.

EVAPORASI  PENGUAPAN TANPA DIRASAKAN MELALUI KULIT DAN PARU-PARU  DIATUR MELALUI PENGELUARAN KERINGAT .

JAR SUBKUTAN (LEMAK)= INSULATOR TUBUH.INSULATOR TUBUH  KULIT.  NILAI INSULASINYA= 3/4 SIFAT PAKAIAN  BERVARIASI INDIVIDUAL .

PENGATURAN SUHU TUBUH  PUSAT PENGATUR SUHU: HIPOTALAMUS  SUHU LUAR TURUN-COLD RECEPTOR -IMPULS KE HIPOTAL-SERAT EFEREN-KE EFEKTOR-TINGKATKAN PRODUKSI PANAS  SUHU LUAR PANAS-IMPULS AFERENT-HIPOTALSERAT EFEREN-TINGKATKAN KEHILANGAN PANAS .

. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat : a. Vasodilatasi : disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior (penyebab vasokontriksi) sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit. b. Penurunan pembentukan panas  Beberapa mekanisme pembentukan panas.Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah 1. yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak. Berkeringat : pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat. c.

. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh  karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. Piloereksi  Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. c. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun : a.Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah 2. pembentukan panas akibat rangsangan simpatis. b. serta peningkatan sekresi tiroksin. Peningkatan pembentukan panas  sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil.

DEMAM • TEMPERATUR TUBUH DIATAS NORMAL • SEBAB: • KELAINAN DALAM OTAK • BAHAN-BAHAN TOKSIK .

MEKANISME DEMAM  PENYEBAB DEMAM – MENINGKATKAN SET POINT PUSAT PENGATURAN SUHU DI HIPOTALAMUS – PENINGKATAN PEMBENTUKAN PANAS – SUHU TUBUH MENINGKAT .

Per oral Per axilla Per rektal Peroftal : mengukur suhu melalui oral : mengukur suhu melalui axilla : mengukur suhu melalui rektum : mengukur suhu melalui telinga .  4.  3.  2.Cara mengukur suhu tubuh  1.

Turkish bath/mandi uap  untuk penyegar.Penggunaan energi panas dalam pengobatan 1. Electric pads  melingkari kawat elemen panas yang dibungkus asbes atau plastik  Untuk pengobatan penyakit neuritis. sprains. relaksasi otot d. Kantong air panas/botol berisi air panas  pengobatan nyeri (mis nyeri perut) b. strain. Handuk panas  pada daerah otot yang sakit (mis spasme otot) c. mencegah kehilangan panas tubuh e. Mud packs/lumpur panas  mengkonduksi panas kedalam jaringan. sinusitis dan low back pain . contusio. Metode Konduksi :  Terjadi apabila terdapat perbedaan temperatur antara kedua benda  panas akan ditransfer dari benda yang lebih panas ke benda yang lebih dingin a. Wax bath/parafin bath  mentransfer panas pada tungkai bawah terutama pada orang tua f.

Metode elektromagnetis : a. Gelombang ultrasonik  gelombang bunyi dengan frekuensi 1 MHz  lebih efektif pada tulang dibanding dengan soft tissue karena tulang lebih banyak menyerap panas . Short wave diathermy (Diatermi gelombang pendek) b.Penggunaan energi panas dalam pengobatan 2. Micro wave diathermy (gelombang radio dengan ossilasi pada frekuensi yang sangat tinggi (frekuensi 900 MHz) 4. Metode Radiasi : a. Electric fire b. Infra merah 3.

Penyimpanan darah (bank darah) 2. Penyimpanan obat-obatan 6. Penyimpanan jaringan tubuh lainnya 5. Operasi jaringan kanker . Penyimpanan sperma (Bank sperma) 3. Pengobatan nyeri dan bengkak lokal  kompres dingin 8.Penggunaan energi dingin dalam pengobatan  Kriogenik : pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan dan menggunakan suhu yang sangat rendah  Kriobiologi : mempelajari efek suhu rendah pada bidang biologi atau kedokteran  Penggunaan temperatur rendah dalam bidang kedokteran : 1. Penyimpanan bone marrow (Sumsum tulang) 4. Pengobatan edema yang diakibatkan trauma akut dan sakit kepala  ice bag/kantong es 7.

tergantung pada faktor fisik luar dan metabolik internal serta proses sirkulasi yang dekat dengan kulit Penggunaan termografi dalam diagnosis : A. Carsinoma mamae B. Vascular disease C. Primary erythemalgia . Patello femoral pain G. Cerebral vascular disease E.Termografi  Pengukuran temperatur permukaan tubuh menunjukkan bahwa temperatur permukaan tubuh berbeda disatu titik dengan titik-titik lain. Artritis acuta F. Follow up penderita post operatif karena DM D.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->