Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan YME, atas segala kebesaran dan limpahan

nikmat yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan percobaan berjudul Laporan Enzim Katalase . Adapun penulisan laporan percobaan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ada atau tidaknya faktor-faktor yang mempengaruhi enzim katalase melalui percobaan ini. Dalam penulisan percobaan ini, berbagai hambatan telah dialami. Oleh karena itu, terselesaikannya laporan percobaan ini tentu saja bukan karena kemampuan penulis semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada Ibu Juriah, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Biologi, yang telah membimbing kami dalam menyelsaikan laporan percobaan ini. Dalam penyusunan laporan percobaan ini, Penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan bermanfaaat. Serta akhir kata penulis ucapkan semoga Tuhan YME selalu membalas budi baik anda semua.

BSD, Oktober 2012

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tempat dan Waktu Penelitian 1.3 Rumusan Masalah 1.4 Hipotesis 1.5 Tujuan Penelitian 1.6 Pembatasan Masalah BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Metabolisme 2.2 Pengertian Enzim 2.3 Enzim Katalase BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat 3.2 Bahan 3.3 Langkah Kerja BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan 4.2 Analisa Data 4.3 Pembahasan 4.4 Jawaban Soal BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 1 2 3 3 3 4 4 4 4 5 5 6 8 10 10 10 10 12 12 13 14 14 17 17 17 18 19

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Manusia mengalami proses metabolisme, yaitu proses yang berkaitan dengan beribu-ribu proses kimia serta enzim. Dalam suatu reaksi kimia terdapat senyawa senyawa yang bersifat menghambat atau mempercepat reaksi. Senyawa - senyawa yang mempercepat suatu reaksi dikenal dengan sebutan katalisator. Katalisator berfungsi untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan. Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut dengan enzim. Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Oleh karena itu, kami sebagai siswa, mempelajari materi tersebut serta melakukan praktikum. Penulisan laporan biologi ini kami buat berdasarkan praktikum enzim katalase pada ekstrak daun papaya dan ekstrak ubi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi uji enzim katalase. Untuk mengetahui
faktor luar yang mempengaruhi cara kerja enzim, kami melakukan praktikum sederhana dengan mengggunakan enzim katalase sebagai contoh nya.

1.2.

Tempat dan Waktu Penelitian Tempat : Labolatorium Biology SMA Negeri 3 Tangerang Selatan Waktu : Kamis, 13 September 2012

1.3.

Rumsan Masalah 1. Bagaimanakah cara kerja enzim katalase dengan perlakuan berbeda pada substract H2O2? 2. Perlakuan manakah yang paling banyak menghasilkan gelembung gas dan nyala bara api? 3. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase?

1.4.

Hipotesis 1. Menurut kami, senyawa H2O2 berperan dalam penguraian enzim katalase. 2. Pada suhu yang tinggi enzim katalase tidak akan bekerja dengan baik, karena enzin katalase bekerja pada suhu optimum 400C 3. Enzim katalase akan bekerja secara optimum pada pH netral. 4. Fakto-faktor yang mempengaruhi enzim katalase adalah pH dan suhu.

1.5.

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase.

1.6.

Pembatasan Masalah Berdasarkan judul yang telah dipaparkan oleh kami sebelumnya, maka penulis hanya

membatasi pembahasan pada ruang lingkup penulisan faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase. Agar tidak timbul kesalahpahaman dalam makalah ini.

BAB II KAJIAN TEORI


2.1 Metabolisme Makhluk multiseluler, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan tersusun atas jutaan sel. Tiap sel memiliki fungsi tertentu untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Untuk menjalankan fungsinya, sel melakukan proses metabolisme. Metabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri oleh produk akhir, yang terjadi di dalam sel. Setiap produk suatu reaksi kimia ini akan mengubah reaktan bagi reaksi berikutnya, sampai produk akhir dari suatu jalur metabolisme terbentuk. Metabolisme terdiri atas dua proses sebagai berikut : 1. Anabolisme Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa organik. Contoh : fotosintesis. 2. Katabolisme Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh reaksi yang sederhana maupun reaksi yang rumit. Contoh : respirasi.

2.2.

Pengertian Enzim Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam-asam amino. Kebanyakan enzim berukuran

lebih besar dari substratnya. Akan tetapi, hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substart, yaitu di bagian yang disebut sisi aktif (active site). Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein yang disebut gugus prostetik agar dapat bekerja dalam suatu reaksi. Enzim yang lengkap tersebut disebut holoezim. Secara kimia, enzim yang langkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagian bukan protein :Bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman. Contoh : NAD+ Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa organik kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), niasin (asam nikotinat), piridoksin (vitamin B6), biotin, asam folat dan kobalamin (vitamin B12). Koenzim merupakan kofaktor yang terdiri dari molekul organic non-protein kompleks yan terikat renggang dengan enzim. Koenzim bergungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau electron dari satu enzim ke enzim yang lain. Cara Kerja Enzim Kerja enzim dapat diterangkan oleh dua teori, yaitu : 1. Teori Kunci dan Gembok Sesuai dengan namanya, cara kerja enzim menurut teori ini mirip dengan mekanisme kunci dan anak kunci. Dalam hal ini, enzim diibaratkan sebagai kunci gembok yang bersifat aktif, sedangkan substrat diibaratkan sebagai anak kuncinya. Substrat akan memasuki enzim seperti layaknya anak kunci yang memasuki kunci gembok. Pada proses selanjutnya, substrat akan diubah menjadi produk. Pada tahap selanjutnya, sisi aktif enzim akan melepaskan produk dan siap menerima substrat baru yang lain.

Sisi aktif enzim pada dasarnya mengandung sejumlah kecil asam amino sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentulah yang bisa menjadi substrat bagi enzim. 2. Teori Kecocokan yang Terinduksi Pada teori ini, cara kerja enzim adalah dengan cara melakukan penyesuaian bentuk supaya bisa berikatan dengan substrat. Tujuan dari penyesuaian bentuk ini adalah untuk meningkatkan kecocokan dengan substrat sehingga membuat ikatan enzim dan substrat menjadi lebih reaktif. Sisi aktif molekul enzim akan menjadi tempat melekatnya substrat sehingga bisa membentuk molekul kompleks enzim - substrat. Molekul enzim akan berubah ke bentuk semula setelah produk dihasilkan dan siap untuk menerima substrat baru yang lain lagi Sifat-sifat Enzim Sebagai Biokatalisator 1. Enzim bekerja secara spesifik/khusus 2. Enzim berfungsi sebagai katalis 3. Enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit 4. Enzim dapat bekerja secara bolak-balik

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim a. Suhu 00 C : tidak beaktivitas 380C-400C : aktivitas enzim meningkat Diatas 380C : aktivitas enzim menurun 600C : aktifitas enzim akan terhenti. b. Air c. pH : pH tergantung pada lokasi enzim yang bersangkutan d. Konsentrasi enzim kecepatan proses pembentukan atau penguraian molekul subtract mengikuti konsentrasi enzim. e. Inhibitor Inhibitor kompetitif menghambat kerja enzim dengan cara menempati sisi aktif enzim

sehingga substrat tidak dapat berikatan dengan enzim. Inihibitor ini dapat dihilangkan dengan penambahan konsentrasi sustrat. Adapun inhibitor non-kompettif bekerja dengan cara menempati bagian lain dari permukaan enzim sehingga dapat mengubah sisi aktifnya. Inhibitor ini dapat dihilangkan dengan penambahankonsentrasi substrat.

2.3

Enzim Katalase

Katalase adalah enzim yang dapat menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) yang tidak baik bagi tubuh makhluk hidup menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang sama sekali tidak berbahaya. Selain itu, enzim ini di dalam tubuh manusia juga menguraikan zat-zat oksidatif lainnya seperti fenol, asam format, maupun alcohol yang juga berbahaya bagi tubuh manusia. Katalase terdapat hampir di semua makhluk hidup. Enzim ini diproduksi oleh sel di bagian badan mikro, yaitu Perioksisom Bagi sel, enzim ini adalah bodyguard yang melindungi bagian dalam sel dari kondisi oksidatif yang bagi kebanyakan orgnisme ekuivalen dengan kerusakan. Enzim katalase dari mamalia seperti manusia, ataupun sapi, ataupun mikroba moderat (jamur) misalnya, hanya dapat berfungsi di antara suhu 37-40 derajat celcius. Jika suhu terlalu rendah ( < 100 C) , maka enzim ini akan berhenti bekerja, tetapi tidak mengalami kerusakan (Inaktif) dan akan bekerja kembali jika suhu telah normal. Jika suhu terlalu tinggi ( >400 C), enzim ini akan mengalami denaturasi sehingga tidak dapat dipakai kembali. Reaksi-reaksi yang berlangsung didalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 270 C, misalnya pada tumbuhan dan pada tubuh hewan berdarah dingin; atau pada suhu 370 C, misalnya pada tubuh hewan berdarah panas.Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan lambat.Agar reaksi-reaksi
berjalan lebih cepat diperlukan katalisator.Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi tetapi zat tersebut tidak ikut bereaksi. Katalisator didalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. Pada umumnya, pH optimum enzim berkisar antara 6-8. Namun, beberapa pengecualian dapat terjadi. Contonya pada lambung manusia, pepsin akan bekerja optimum pada pH 2. Perubahan pH yang cukup tajam juga dapat menyebabkan enzim mengalami denaturasi.

Fungsi Enzim Katalase Enzim katalase bekerja dengan rangkaian beberapa molekul sehingga keempat gugus tadi akan membantu penyerapan. Adapun didalam tubuh memiliki kandungan hidrogen peroksida atau H202 yang merupakan hasil dari respirasi dan dibuat untuk seluruh sel-sel yang hidup. Kandungan H202 ini sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh untuk itu enzim katalase berfungsi untuk mengkatalis kandungan H202 tersebut. peran enzim ini juga sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi dekomposisi hydrogen peroksida sehingga pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen serta air. Untuk satu molekul hydrogen peroksida, enzim ini mampu mengoksidasinya hingga menjadi oksigen. Lalu proses peredoksidasian yang kedua akan menjadi air. Hydrogen yang berupa ion sebagai penyeimbang terhadap reaksi yang tengah berjalan.

Peran Enzim Katalase

Namun sejauh itu, peran dari enzim katalase memang masih kecil dalam mengkatalis senyawa H202 jika dibandingkan dengan proses kecepatan pembentukannya. Didalam sel-sel tubuh terdapat katalase namun berjumlah sangat sedikit serta sangat rentan dengan adanya peroksida. Untuk itulah dengan kapasitasnya yang kecil, enzim ini akan bekerja lebih cepat untuk menekan terhadap serangan oksidator hydrogen peroksida. Kerja Enzim Katalase Enzim ini banyak terdapat dalam sel-sel pada hati. Adakalanya jumlah enzim ini lebih meningkat dari semula. Dengan begitu reaksinya akan lebih cepat. Untuk itu kita perlu mengkonsumsi bahan makanan seperti hati dengan porsi yang lebih banyak sehingga proses oksidasi yang dilakukan oleh enzim katalase tidak mengecil.

BAB III METODE PENELITIAN


3.1. Alat 8 buah tabung rekasi 1 buah rak tabung reaksi 1 buah gelas kimia ukuran 1 buah lampu spiritus 4 buah pipet tetes 1 buah termometer 2 batang lidi Korek api

3.2. Bahan
Aquades NaOH HCl

H2O2
Ekstrak daun pepaya Ekstrak ubi

3.3. Langkah Kerja 1) Menyiapkan ekstrak daun papaya dan ekstrak ubi 2) Menyiapkan 4 buah tabung reaksi beri label A,B,C, dan D 3) Memasukan 1 ml hidrogen peroksida (H2O2) pada tabung reaksi (A,B,C, dan D) 4) Menyiapkan 4 buah tabung yang lain diberi label 1,2,3, dan 4 5) Memasukan 1 ml ekstrak daun pepaya pada keempat tabung reaksi yang telah disiapkan (1,2,3, dan 4),

10

dan tambahkan : 4.1 10 tetes HCl pekat pada tabung 2 4.2 10 tetes NaOH 20% pada tabung 3 Untuk tabung reaksi keempat ekstrak daun pepaya dipanaskan, dengan cara memasukan tabung reaksi tersebut kedalam gelas kimia yang telah diisi air mendidih, biarkan lebih kurang 2 menit. Setelah diangkat langsung diukur dengan menggunakan termometer. 6) Memasukan ekstrak daun pepaya yang ada pada: a) Tabung ke 1 tabung A , tutup dengan ibu jari, amati jumlah gelembung yang dihasilkan, uji dengan lidi yang membara, amati perubahan yang terjadi pada bara api. b) Tabung 2 ke tabung B, tabung ke 3 ke C dan tabung keempat ke D Ulangi langkah berikutnya seperti pada tabung 1 c) Perangakat dalam percobaan
1 ml ekstrak daun pepaya 1 ml ekstrak daun pepaya & 10 tetes HCl 1 ml ekstrak daun pepaya & 10 tetes NaOH (20%) 1 ml ekstrak daun pepaya yang dipanaskan

1ml H2O2

1ml H2O2

1ml H2O2

1ml H2O2

11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1


NO 1 2 3 4

Hasil Pengamatan
Perlakuan 1 Ekstrak daun pepaya + H2O2 Ekstrak daun pepaya + HCL + H2O2 Ekstrak daun pepaya + NaOH + H2O2 Ekstrak daun pepaya + dipanaskan 650C + H2O2 Gelembung gas ++ + ++ + Bara api Nyala Tidak Nyala Tidak Nyala Tidak Nyala

NO 1 2 3 4 Ekstrak ubi + H2O2

Perlakuan 2

Gelembung gas +++ + ++ +

Bara api Nyala Tidak Nyala Nyala Tidak Nyala

Ekstrak ubi + HCL + H2O2 Ekstrak ubi + NaOH + H2O2 Ekstrak ubi + dipanaskan 650C + H2O2

Keterangan :

Kolom gelembung gas : ++++ banyak sekali : +++ : ++ :+ Kolom bara api banyak sedang sedikit

: Nyala atau Tidak

12

4.2
1.

Analisa data
Ekstrak daun papaya Ekstrak daun papaya + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang dihasilkan sedang

dan bara api menyala.


Ekstrak daun papaya + HCl + H2O2 : pada percobaan ini sedikit gelembung yang

dihasilkan dan bara api tidak menyala.


Ekstrak daun papaya + NaOH + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang dihasilkan

sedang dan bara api tidak menyala.


Ekstrak daun papaya + dipanaskan + H2O2 : pada percobaan ini sedikit gelembung

yang dihasilkan dan bara api tidak menyala.


2. Ekstrak ubi Ekstrak ubi + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang dihasilkan banyak dan bara

api menyala.
Ekstrak ubi + HCl + H2O2 : pada percobaan ini sedikit gelembung yang dihasilkan dan

bara api tidak menyala.


Ekstrak ubi + NaOH + H2O2 : pada percobaan ini gelembung yang dihasilkan sedang

dan bara api menyala.


Ekstrak ubi + dipanaskan + H2O2 : pada percobaan ini sedikit gelembung yang

dihasilkan dan bara api tidak menyala.

13

4.3

Pembahasan
Dari hasil pengamatan kami, ekstrak ubi mengandung enzim katalase yang lebih banyak dibandingkan dengan ekstrak pepaya. Karena pada saat keadaan suhu normal (suhu ruangan) dan pH netral kedua ekstrak tersebut sama-sama menghasilkan gelembung dan bara api. Namun, pada ekstrak ubi gelembung yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan pada ekstrak daun papaya. Selain itu dari hasil pengamatan kami, enzim katalase dapat bekerja optimum pada suhu ruangan 400C dan pH netral. Karena pada percobaan yang kami lakukan apabila ekstrak daun papaya dan ubi dicampurkan dengan HCl, NaOH atau dipanaskan dengan suhu 650C, maka gelembung yang dihasilkan sedikit dan bara api tidak menyala atau menyala sedikit.

4.4

Jawaban Soal
Pertanyaan : 1. Jelaskan variable pada eksperimen : a. Variabel bebas (manipulasi) b. Variable terikat (respon) c. Variable control 2. Mengapa dalam percobaan ini digunakan H2O2 sebagai substratnya? 3. Bandingkan antara hasil pengamatanmu menggunakan ekstrak daun papaya dengan ekstrak ubi? Dan beri alasan! 4. Berdasarkan eksperimen, perlakuan manakah yang paling banyak menghasilkan gelembung gas? Jelaskan menurut pendapatmu!

14

5. Pada percobaan, dari manakah gelembung gas dihasilkan? 6. Apakah peranan enzim katalase pada eksperimen tersebut? 7. Organel apakah yang berperan dalam percobaan tersebut? 8. Sebutkan faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase pada eksperimen? 9. Berdasarkan eksperimen uji enzim katalase. Menurut pendapatmu buatlah kesimpulan dari eksperimen tersebut ! Jawaban : 1. a. Variabel bebas (manipulasi) b. Variabel terikat (respon) c. Variabel control : NaOH, HCL, Suhu : Gelembung gas dan bara api. : H2O2, ekstrak daun papaya, dan ekstrak ubi.

2. Karena H2O2 merupaka hydrogen peroksida yang berupa senyawa kimia yang bersifat racun, sehinggga H2O2 dapat diuraikan atau dinetralkan menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen) dengan adanya enzim katalase. 3. Dari percobaan yang telah kami lakukan, pada suhu ruangan 350C dan ph netral. Ekstrak ubi menghasilkan gelembung banyak dan bara api yang lebih banyak. Sedangakan dengan ekstrak daun pepaya menghasilkan gelembung sedang dan bara api. Hal ini membuktikan bahwa esktrak ubi memiliki enzim katalase yang lebih banyak dibandingkan daun papaya.. 4. Pada ekstrak ubi + H2O2 Karena H2O2 dapat diuraikan atau dinetralkan menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen) dan

membantu terjadinya pembakaran.

15

5. Gelembung gas dihasilkan dari gas O2 (oksigen). Dimana O2 terbentuk karena adanya

pemecahan reaksi H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Sehingga ketika bara api dimasukkan timbullah nyala api.
6. Berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). 7. Peroksisom, karena bekerja pada peroksida (mengandung enzim katalase). 8. Faktor yang mempengaruhi cara kerja enzim adalah faktor lingkungan. Diantaranya, suhu, derajat keasaman (pH), inhibitor (penghambat),serta konsentrasi enzim dan substrat. pH : Enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal pada pH yang terlalu asam ataupun basa. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Suhu : Enzim katalase juga tidak dapat bekerja optimal pada suhu yang terlalu tinggi maupun rendah. Enzim katalase akan bekerja optimal pada suhu 400C. 9. Dari percobaan yang kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dalam senyawa H2O2 enzimnya dipengaruhi oleh : pH : Enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal pada pH yang terlalu asam ataupun basa. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral. Suhu : Enzim katalase juga tidak dapat bekerja optimal pada suhu yang terlalu tinggi maupun rendah. Enzim katalase akan bekerja optimal pada suhu 400C.

menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Dimana kerja

16

BAB V PENUTUP

5.1.

Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang telah kami lakukan, dapat diambil

kesimpulan bahwa cara kerja enzim katalase berperan dalam penguraian H2O2 menjadi H2O (air) dan O2 (oksigen). Selain itu enzim katalase juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ph dan suhu. Dimana enzim katalase akan bekerja secara optimal pada ph yang netral dan suhu 400C. pada percobaan ini dibuktikan dengan adanya gelembung dan bara api yang menyala.

5.2.

Saran Sebaiknya dalam melakukan praktikum harus berhati-hati karena senyawa-senyawa seperti

HCl, NaOH dan H2O2 apabila terkena tangan atau kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit sebaiknya menggunakan sarung tangan. Dan juga berhati hati saat memasukan bara api pada lidi kedalam tabung reaksi, karena yang dimasukan adalah bara apinya bukan nyala apinya.

17

DAFTAR PUSTAKA
http://carapedia.com/kerja_enzim_info2562.html http://biologi.blogsome.com/2011/08/16/metabolisme/ http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2009674-factor-faktor-yang-mempengaruhikerja/#ixzz27ZWsOZez http://www.kesehatan123.com/3579/peran-dan-kerja-enzim-katalase/

18

LAMPIRAN

Alat & Bahan

Ekstrak Daun Pepaya

Reaksi yang tidak menghasilkan busa

Mencampurkan NaOh ke dalam H2O2

19

Ekstrak Ubi

Menuangkan H2O2 ke dalam ekstrak ubi

Reaksi menghasilkan busa banyak

Reaksi menghasilkan busa sedang

Reaksi tidak menghasilkan busa

20