Anda di halaman 1dari 7

EKSPERIMEN FRANK HERTZ

I. TUJUAN 1. Merekam kurva Frank Hertz pada merkuri. 2. Mengukur emisi energi tak kontinu dari elektron bebas pada tumbukan tak elastis. 3. Menginterpretasikan hasil pengukuran dalam bentuk penyerapan energi diskrit oleh atom merkuri. II. TEORI Pada tahun 1914, James Frank dan Gustav Hertz mempublikasikan bahwa kehilangan energi yang terjadi secara bertahap pada sebuah elektron yang melalui gas merkuri menghasilkan emisi pada daerah ultraviolet ( = 254 nm). Tidak lama berselang, Niels Bohr menerima hal ini sebagai suatu yang informasi untuk membuktikan model atomnya. Eksperimen Frank-Hertz merupakan eksperimen klasik untuk membuktikan teori kuantum.

Gambar 1. Arus elektron I pada kolektor sebagai fungsi tegangan pemercepat U2 pada eksperimen Frank Hertz.

Pada eksperimen ini diteliti bagaimana proses kehilangan energi pada elektron bebas karena mengalami tumbukan tak elastis untuk mengeksitasi atom merkuri. Elektron dihasilkan oleh elektroda panas dan membentuk awan bermuatan. Elektron ini ditarik dengan potensial pengatur U1 antara katoda dan kisi G1. Arus emisi yang dihasilkan tidak tergantung pada tegangan pemercepat U2 antara kisi G1 dan G2 apabila elektron yang tidak sampai diabaikan. Tegangan penahan U3 berada antara kisi G2 dan kolektor A. Hanya elektron yang memiliki energi kinetik yang cukup yang yang dapat mencapai elektroda kolektor dan memberikan arus pada kolektor.

III. ALAT-ALAT 1 Frank-Hertz tube, Hg. 1 Socket for Frank-Hertz tube, Hg with multi-pin plug. 1 Electric oven, 220 V 1 Frank-Hertz supply unit 1 Temperatur sensor, NiCr-Ni Recommended for optimizing 1 Two channel oscilloscope 2 Screened cables BNC/4 mm IV. METODE EKSPERIMEN Pada eksperimen ini, pengambilan data berupa pengukuran arus kolektor dilakukan dengan menaikan tegangan pemercepat U2 dari 0 sampai 30 V dengan potensial penggerak U1 dan tegangan penahan U3 pada keadaan konstan. Pada awalnya arus akan meningkat, yang besarnya sebanding dalam tetrode konvensional kemudian akan mencapai titik maksimum pada saat energi kinetik elektron yang dekat dengan kisi G2 hanya cukup untuk mentransfer energi untuk mengeksitasi atom merkuri (EHg = 4,9 eV) melalui tumbukan.

Gambar 2. Skema tabung Frank-Hertz merkuri

Dengan kenaikan tegangan pemercepat U2, elektron-elektron dapat mencapai tingkat energi yang diperlukan untuk mengeksitasi atom merkuri dengan jarak kisi G2 yang lebih jauh. Setelah tumbukan, elektron tersebut akan dipercepat kembali. Apabila tegangan pemercepat yang diberikan cukup besar, maka akan terjadi proses penyerapan energi kembali

sehingga elektron dapat mengeksitasi atom merkuri. Hasilnya adalah maksimum kedua dan tegangan U2 yang lebih besar dan maksimum kedua pada arus kolektor IA.

Gambar 3. Susunan peralatan eksperimen Frank Hertz

V. PROSEDUR EKSPERIMEN 1) Persiapan Susunlah peralatan eksperimen Frank-Hertz seperti pada gambar 3. Sambungkan oven pemanas dengan soket di bagian belakang Frank-Hertz supply unit. Sambungkan kabel tembaga dengan plug 4 mm pada soket pengaman hijau-kuning. Hubungkan soket output UA pada Frank-Hertz supply unit dengan channel I pada osiloskop dan output U2 dengan channel II dengan menggunakan kabel BNC/4 mm. Hubungkan pula soket ground di depan Frank-Hertz supply unit dengan soket ground pada bagian belakangnya. Masukan DIN plug sensor suhu ke soket (b) dari power supply dan DIN plug tabung Frank-Hertz ke soket (c). Masukan sensor suhu pada lubang oven pemanas yang tersedia sehingga menyentuh tabung Frank-Hertz dengan tembaga pengaman didalam oven. Setting U1, U2, U3 pada kondisi nol dengan memutar potensio ke kiri secara penuh. Setting saklar mode operasi (d) pada posisi RESET.

2) Pengukuran Nyalakan Frank-Hertz supply unit, kemudian setting suhu operasi pada s = 180 oC. Tunggu beberapa saat sehingga tercapai suhu operasi (led indikator berubah menjadi hijau, suhu tembaga dalam oven sudah mencapai suhu operasi).
3

Nyalakan osiloskop, kemudian operasikan osiloskop pada mode XY. Setelah mencapai suhu operasi, putar saklar operasi (d) pada posisi sinyal gergaji . Setting tegangan penggerak U1 = 1,5 V dan tegangan penahan U3 = 1,5 V. Lakukan pengaturan sehingga layar osiloskop terlihat pola seperti pada gambar 1. Putar saklar operasi (d) pada posisi MANUAL, dan catat pengukuran arus IA setiap kenaikan tegangan pemercepat U2 sebesar 0,5 V dari 0 30 V. Catatlah titik puncak pada layar osiloskop dan jangan lupa mencatat skala yang digunakan untuk pengambilan data sebagai perbandingan.

VI. DATA PERCOBAAN


U2(I) 0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2 2,2 2,4 2,6 2,8 3 3,2 3,4 3,6 V(mV) -1,29 4 -0,82 4,2 -0,74 4,4 -1,22 4,6 0,33 4,8 1,33 5 2,9 5,2 3,64 5,4 4,73 5,6 6,59 5,8 12,63 6 19,41 6,2 29,58 6,4 38,18 6,6 66,38 6,8 92,59 7 141,73 7,2 209,35 7,4 308 231,52 11,2 67,48 15 1310,4 180,39 11 56,93 14,8 1770,9 95,71 10,8 55,72 14,6 2363,3 66,99 10,6 73,35 14,4 3070 44,01 10,4 126,01 14,2 3136 33,37 10,2 199,45 14 3080 24,57 10 537,7 13,8 2842,1 23,11 9,8 1144,3 13,6 2394,2 25,87 9,6 1656,2 13,4 2006,1 30,31 9,4 1836,7 13,2 1656,3 53,07 9,2 1760,7 13 1360,6 131,79 9 1555,2 12,8 1150 300,4 8,8 1351,9 12,6 866,1 545,9 8,6 1225,4 12,4 691,8 686,9 8,4 991,2 12,2 560,5 691,3 8,2 760,5 12 417 570,6 8 616,5 11,8 228,33 482,4 7,8 499,4 11,6 146,3 U2(I) V(mV) U2(I) V(mV) U2(I) V(mV) 3,8 369,2 7,6 340,8 11,4 97,07

U2(I) 15,2 15,4 15,6 15,8 16 16,2 16,4 16,6 16,8 17 17,2 17,4 17,6 17,8 18 18,2 18,4

V(mV) U2(I) V(mV) U2(I) V(mV) U2(I) V(mV) U2(I) V(mV) 859,4 18,6 3920 22 1248,6 25,4 2949 28,8 8362 434,9 268,88 173,28 168,5 208,77 244,57 386,8 581,8 686,1 978 1249,1 1616,5 2055,7 2293,8 2921 3417 18,8 19 19,2 19,4 19,6 19,8 20 20,2 20,4 20,6 20,8 21 21,2 21,4 21,6 21,8 4284 4727 4742 4444 3769 3149 2388 1674 1131 861,5 649,3 561,2 555,7 614,3 705,8 930 22,2 22,4 22,6 22,8 23 23,2 23,4 23,6 23,8 24 24,2 24,4 24,6 24,8 25 25,2 1535,6 1901,6 2255,7 2756,3 3613 4212 4793 5486 6173 6498 6762 6609 5911 5161 4444 3485 25,6 25,8 26 26,2 26,4 26,6 26,8 27 27,2 27,4 27,6 27,8 28 28,2 28,4 28,6 2220 1925 1642 1486 1423 1500 1651 1907 2432 2726 3511 3993 5044 5944 6513 7745 29 29,2 29,4 29,6 29,8 30 9001 9500 9628 9220 8431 7770

VII. HASIL PERCOBAAN

Grafik Frank Hertz


12000 10000 8000

I (mV)

6000 4000 2000 0 -2000 0 5 10 15 U (V) 20 25 30 35

Pengolahan data EO=Ea-Eb E1= 9,4 - 4,4 = 5,0 eV Dimana : Ea = puncak atas Eb = puncak bawah E2= 14,2 9,4 = 4,8 eV E3= 19,2 14,2 = 5,0 eV E4= 24,2 19,2 = 5,0 eV E5= 29,4 24,2 = 5,2 eV Jadi, E rata-rata adalah : = 5,0 + 4,8 + 5,0 + 5,0 + 5,2 = 25,0 eV = 5,0 eV 5 Serta kesalahan literaturnya adalah :
| |

= 0,02 X 100% =2%

VIII. PEMBAHASAN Pada percobaan Frank-Hertz terjadi peristiwa elektron yang dipercepat bertumbukan dengan atom merkuri dan memberikan energinya ke elektron pada atom, sehingga menyebabkan elektron pada atom dapat berpindah ketingkat energi yang lebih tinggi ( mengalami eksitasi elektron ). Adanya eksitasi elektron juga dapat ditunjukan dengan adanya penurunan arus yang nampak pada percobaan Frank-Hertz, hal ini disebabkan karena adanya elektron yang melepaskan energinya, elektron bertumbukan dirinya pada atom-atom dan setelahnya akan bergerak dengan energi yang lebih rendah. Dengan demikian, jika elektron harus melewati kisi dan energi tidak cukup untuk mengatasi tegangan perlambat rendah, dan juga tidak dapat mencapai plat anoda sehingga arus pada ammeter pun akan mengalami penurunan dan inilah yang menyebabkan grafik yang nampak pada percobaan diatas. Karena tumbukan pada elektron dengan plat anoda merupakan tumbukan elastis sempurna ( lenting sempurna ), jadi tidak ada energi yang dilepaskan dan atom merkuri juga tidak dapat bertransisi ke suatu keadaan eksitasi. Oleh karena itu, tegangan perlu diperbesar agar elektron punya energi yang cukup untuk mengeksitasi atom merkuri. Pada hasil percobaan tegangan kisi yang didapat tidak sesuai dengan hasil gambar yang disetting, hal ini disebabkan karena pengamatan kurang teliti dan juga kenaikan tegangan terjadi begitu singkat sehinnga pengamat tidak bisa menentukan nilainya secara tepat, maka dari hasil percobaan didapat nilai kesalahan literaturnya sebesar 2 %.

IX. KESIMPULAN 1. Penurunan arus (I) yang terjadi dalam percobaan Frank-Hertz dikarenakan adanya elektron yang melepaskan energinya setelah bertumbukan dengan atom merkuri, sehingga elektron dari atom-atom merkuri dapat bereksitasi ketingkat energi yang lebih tinggi. 2. Kesalahan literatur pada percobaan didapat nilainya sebesar 2 %

X. REFERENSI Sanjaya, Edi dan Priyambodo . 2012 . Buku Panduan Eksperimen Fisika II . Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Krane, Kenneth . 2008 . Fisika Modern . Jakarta : UI Press