Anda di halaman 1dari 13

Sejarah Singkat Kosmetik

8 Mar Sejak berabad abad yang lalu, kosmetik telah digunakan dan dikenal masyarakat. Hasil riset serta penyelidikan antropologi, arkiologi, dan etnologi di Mesir dan India membuktikan adanya pemakaian ramuan seperti bahan pengawet mayat dan salep salep aromatik, yang dianggap sebagai bentuk awal kosmetik yang kita kenal sekarang ini. Hal ini menunjukkan perkembangan kosmetik dimasa itu. Bukti lain misalnya 200 tahun yang lalu, Cleopatra menggunakan susu sebagai rendaman saat mandi. Dia begitu senang karena mendapat manfaat dari laktosa susu untuk kemulusan kulitnya. Sejak saat itu susu digunakan semacam kosmetik dan obat. Alam yang kaya akan tanaman obat, rempah-rempah, dll, oleh masyarakat dahulu digunakan sebagai kosmetik tradisional yang mereka olah secara tradisional pula. Misalnya rempahrempah, ginseng dll, biasanya digunakan sebagai campuran mandi para putri-putri raja dahulu. Hingga sekarang kosmetik tradisional tersebut juga masih diminati oleh kebanyakan masyarakat karena dipercaya lebih alami dan memberikan efek yang lebih sehat. Hippocrates ( 460 370 SM ) dan kawan-kawanya mempunyai peran yang penting dalam sejarah awal pengembangan kosmetik dan kosmetologi modern melalui dasar-dasar dermatologi, diet, dan olahraga sebagai sarana yang baik untuk kesehatan dan kecantikan, Beberapa ahli yang berperan aktif dalam pengembangan kosmetik, antara lain, adalah Comelius Celcus, Discorides, dan Galen, mereka adalah para ahli yang memajukan ilmu kesehatan gigi, bedah plastek, dermitologi, kimia, dan farmasi. Pada jaman Renaissance ( 1300 1600 ), Banyak universitas didirikan di Inggris, Eropa Utara, Eropa Barat, dan Eropa Timur kemudian pada masa itu ilmu kedokteran semakin bertambah luas, hingga kemudian ilmu kosmeti dan kosmetikologi di pisahkan dari ilmu kedokteran ( Henri De Medovile, 1260 1325 ). Kemudian dikenal ilmu kosmetik untuk merias atau decoration yang dipakai untuk pengobatan kelainan patologi kulit, Hingga pada tahun 1700 1900, pembagian tersebut dipertegas lagi dengan Cosmetic treatment yang berhubungan dengan ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan lainya. Misalnya dermatologi, farmakologi, kesehatan gigi, ophthal mology, diet, dan sebagainya. Disinilah konsep kosmetologi mulai diletakkan, yang kemudian dikembangkan di Perancis, Jerman, Belanda, dan Italia. Kosmetik sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani kosmetikos yang berarti ketrampilan menghias, mengatur, namun pada perkembanganya istilah kosmetik telah dipakai oleh banyak kalangan dan profesi yang brbeda, sehingga pengertian kosmetik menjadi begitu luas dan tidak jelas, istilah kosmetologi telah dipakai sejak tahun 1940 di Inggris, Perancis, Jerman. Istilah ini tidak sama bagi tiap profesi yang menggunakanya. Pada tahun 1970 oleh Jellinek, kosmetologi diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum-hukum fisika, Biologi, maupun mikrobiologi tentang pembuatan, penyimpanan, dan penggunaan (aplikasi) kosmetik, Selanjutnya di tahun 1997 Mitsui

menyebut kosmetologi sebagai ilmu kosmetik yang baru, yang lebih mendalam dan menyeluruh. Dari mulai abad ke 19, kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu kosmetik tidak hanya untuk kencantikan saja, melainkan juga untuk kesehatan, Perkembangan ilmu kosmetik serta industri secara besar-besaran baru dimaulai pada abad ke-20 ( Wall, Jellinek, 1970 ). Kosmetik menjadi sebuah alat usaha, Bahkan sekarang dengan kemajuan teknologi , kosmetik menjadi sebuah perpaduan antara kosmetik dan obat ( Pharmaceutical ), atau yang sering desebut kosmetik medis (cosmeticals). Sejak 40 tahun terakhir, industri kosmetik semakin meningkat , Industri kimia memberi banyak bahan dasar dan bahan aktif kosmetik, Kualitas dan kuantitas bahan biologis untuk digunakan pada kulit terus meningkat, Banyak para dokter yang terjun langsung dan meningkatkan perhatian terhadap ilmu kecantikan kulit ( cosmetodermatology ), serta membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan para ahli kosmetik dan ahli kecanikan, Misalnya dalam hal pengetesan bahan baku atau bahan jadi, dan penyusunan formula berdasarkan konsepsi dermatologi atau kesehatan. sumber : Waspada Bahaya Kosmetik // diterbitkan oleh : Flashbooks //

Setiap bahan yang ditempelkan pada kulit dapat menyebabkan kelainan kulit. Bahan yang dapat memberi kelainan kulit pada aplikasi pertama disebut iritan, sedangkan bahan yang dapat menimbulkan kelainan setelah pemakaian berulang disebut sensitizer. Istilah intoleransi dipakai bila pemakai kosmetika mengeluh rasa kurang nyaman misalnya rasa pusing atau rasa mual setelah memakai kosmetik tertentu sedang pada kulit tidak dijumpai kelainan. Meskipun kosmetika umumnya dipakai pada kulit, tidak tertutup kemungkinan efek sampingnya mengenai daerah lain, misalnya :

iritasi pada mata pada pemakaian shampo dan rias mata gangguan pernafasan pada pemakaian sprai rambut efek toksik jangka panjang seperti kelainan darah dan organ tubuh, walaupun sukar dibuktikan tetapi patut mendapat perhatian.

Penggunaan kosmetika akan menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan karena pengaruh faktor - faktor antara lain :

Intensitas/lamanya kontak dengan kulit, dengan demikian maka pelembab, dasar bedak akan lebih banyak mengakibatkan efek samping dibandingkan dengan kosmetika yang sebentar menempel di kulit misalnya shampo. Lokasi pemakaian. Daerah sekitar mata kulitnya lebih tipis dan lebih sensitif, oleh karena itu tata rias mata diharapkan lebih banyak memberikan reaksi daripada kosmetika untuk daerah kulit lainnya. pH kosmetika. Kosmetika dcngan pH alkali misalnya pelurus atau perontok rambut akan lebih mudah memberikan efek samping. Kandungan bahan yang mudah menguap misalnya alkohol, bila bahan tersebut sudah menguap akan mempertinggi konsentrasi bahan aktif sehingga dapat menimbulkan efek samping.

Bentuk-bentuk 1. Reaksi iritasi

Kelainan

pada

kulit

akibat

pemakaian

kosmetika

antara

lain

Reaksi ini dapat disebabkan oleh kosmetika yang mengandung asam atau basa. Pada umumnya kelainan berbatas tegas dan dapat berupa eritematodeskuamasi sampai vesikobulosa. Sebagai contoh adalah tioglikolat dengan pH 12,5 yang terdapat pada perontok rambut. 2. Reaksi alergi Reaksi ini pada umumnya berupa dermatitis eksematosa. Kelainan yang terjadi tidak selalu pada lokasi aplikasi kosmetika; hal ini terlihat pada dermatitis kelopak mata yang lebih sering disebabkan karena kosmetika rambut, muka atau kuku daripada karena rias mata sendiri. 3. Reaksi foto sensitivitas

Reaksi ini terjadi oleh karena aplikasi kosmetika yang mengandung fotosensitizer dan terpapar cahaya. Kelainan dapat berupa eritem, eksematosa atau hiperpigmentasi yang biasanya disebabkan oleh parfum. Dapat bersifat foto toksik maupun foto alergik. 4. Kelainan pigmentasi Suatu bentuk kelainan pigmentasi pada kulit dikenal sebagai Pigmented cosmetic dermatitis; kelainan ini sebenarnya merupakan akibat dermatitis kontak alergik atau foto alergik karena bahan pewangi atau zat warna yang terdapat dalam kosmetika. Manifestasi kulit berupa bercak / difus / retikuler kecoklatan, kadang-kadang hitam atau biru hitam. 4. Akne Lesi terutama berbentuk komedo yang ditemukan pada wanita dewasa yang terutama disebabkan oleh kosmetika krem muka. Bahan-bahan yang bersifat komedogenik antara lain: lanolin, petrolatum, butil stearat, lauril alkohol, asam oleat dan zat warna D & C Red-eyes yang terdapat dalam pemerah pipi. sumber: cdk

http://www.smallcrab.com/kulit/514-bentuk-reaksi-kulit-akibat-pemakaian-kosmetika

Ada beberapa bahan kosmetik yang diduga bisa mengganggu perkembangan janin. Meski sedang hamil, tentu wanita tetap ingin tampil cantik dan menarik. Namun, tidak banyak yang tahu jika bahan atau alat yang digunakan dapat membahayakan sang jabang bayi. Tubuh kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk melindungi janin dengan menyaring bakteri dan kuman melalui plasenta tetapi ada bahan-bahan di beberapa produk yang dapat masuk ke janin yang sedang berkembang. Sekarang adalah saatnya untuk membuat beberapa perubahan pada perawatan kulit dan kosmetik pilihan. Kendati masih sedikit penelitian mengenai ini, tetapi ada beberapa bahan yang biasanya ditemukan di dalam produk perawatan kulit dan kosmetik yang diduga bisa mengganggu perkembangan janin. Bahan yang harus dihindari selama kehamilan: - Salicylic acid (BHA atau beta hydroxy acid) Bahan ini dapat ditemukan dalam produk yang digunakan untuk mengobati jerawat, dan mencegah antipenuaan. Sebab, komplikasi pada kehamilan muncul pada wanita yang meminum aspirin, dan karena asam salisilat merupakan bagian dari keluarga aspirin maka ini sebaiknya dihindari. - Retinol A Bahan ini merupakan bentuk vitamin A yang digunakan untuk mengobati jerawat dan digunakan untuk pengelupasan kulit mati. Dosis tinggi vitamin A telah terbukti dapat mengganggu perkembangan bayi. - Parabns Ini adalah bahan pengawet yang sangat umum digunakan dalam banyak produk perawatan kulit. Penelitian klinis mulai menunjukkan adanya hubungan bahan ini dengan efek buruk pada sistem reproduksi bayi laki-laki. - Phathalates Bisa terdaftar sebagai DBP (dibutyl phathalate) dalam produk seperti cat kuku. Lebih sering di sebagian besar produk dalam tidak akan terdaftar. Phathalates dapat ditemukan dalam produk perawatan kulit dengan aroma yang tercantum pada label. Hal ini dapat ditemukan dalam jumlah perawatan kulit atau produk kosmetik termasuk cat kuku, deodoran, hair spray atau parfum. Dalam buku Not Just a Pretty Face The Ugly Side of the Beauty Industry, karangan Shanna Swan, Professor of Obstetrics and Gynecology at the University of Rochester menunjukkan hubungan signifikan terhadap kehadiran lebih tinggi jumlah phathalates dalam tubuh wanita hamil dan perubahan dalam alat kelamin bayi laki-laki. Meski diperlukan studi untuk memeperkuatnya, tetapi mengapa harus mengambil risiko ketika ada produk efektif yang tersedia tidak mengandung phathalates. Hindari produk dengan aroma pada label dan menemukan salah satu phathalate. - Cream Hair Removers Ada kemungkinan bahan kimia dalam produk ini dapat diserap ke dalam kulit yang harus dihindari selama kehamilan. Selain itu, banyak daftar merek aroma yang mungkin berisi phathalates. Lebih aman untuk menghindari penggunaannya.

- Essential Oils Belum ada kepastian apakah minyak esensial masuk dalam daftar bahan yang harus dihindari selama kehamilan. Pasalnya, ada beberapa minyak esensial yang sangat berguna untuk perawatan kulit saat hamil. Pastikan untuk mengecek produk perawatan kulit saat hamil. -Benzoil peroksida Benzoil peroksida yang ditemukan dalam banyak produk yang digunakan untuk mengobati jerawat memiliki kategori C yang bermakna bahwa: Kalau studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenic atau embryocidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat-obatan harus diberikan hanya jika manfaat potensial membenarkan potensi risiko pada janin. - Accutane Ini pengobatan oral untuk jerawat sebaiknya tidak digunakan sama sekali selama kehamilan. Sebab berisiko janin cacat lahir yang serius dan kemungkinan kehilangan janin. -Hidrokortison Krim topikal ini digunakan untuk mengobati jerawat diyakini berisiko mengakibatkan cacat lahir dan janin keracunan. - Lipstik Kampanye untuk Kosmetika Aman mengatakan bahwa wanita hamil dan anak-anak muda sangat rentan terhadap paparan karena dengan mudah melintasi plasenta dan dapat masuk ke otak janin di tempat yang mengganggu perkembangan janin. Pilihlah lipstik dari yang terbuat dari bahan alam yang akan membuat Anda terlihat cantik dan merasa aman. - 1,4 Dioksana Ini bukan bahan yang tercantum pada setiap produk perawatan kulit karena merupakan bahan sintetis lain berbasis minyak bumi. Telah ditemukan menyebabkan kanker dan sedikit yang diketahui apakah itu berefek buruk pada janin yang sedang berkembang. Bahan ini hadir dalam banyak jenis pembersihan produk yakni produk rambut dan pelembab. Sayangnya, hal itu juga telah ditemukan dalam produk alam atau organik. Cari perusahaan dan produk Anda dapat percaya. Menggunakan produk yang telah disertifikasi pihak ketiga seperti bersertifikat organik atau BDIH bersertifikat untuk memastikan Anda menggunakan yang paling aman.
https://babyorchestra.wordpress.com/tag/pengaruh-kosmetik-terhadap-janin/

Pengaruh Kosmetika Pada Kulit Kandungan zat-zat kimia dalam kosmetika dapat menyebabkan pengaruh yang buruk bagi kulit. Di daerah kulit muka dan kepala sering dijumpai reaksi kulit yang disebabkan oleh pemakaian kosmetika. Penggunaan kosmetika yang berlebihan juga dapat dapat mempengaruhi atau bahkan merusak fungsi kulit sebagaimana mestinya. Zat kimia dalam kosmetika dapat menimbulkan : a. Reaksi alergi Bila seseorang menggunakan suatu jenis kosmetika, kemudian mengalami reaksi hipertensivitas terhadap kosmetik tersebut, kulit menjadi merah, gatal sampai bengkakbengkak. Daerah kulit yang terkena umumnya muka (terutama kelopak mata dan telinga) dan leher atau ketiak ketika menggunakan deodorant. b. Reaksi iritasi primer Kulit mengalami iritasi segera sesudah pemakaian kosmetika di tempat tersebut dan kulit menjadi gatal dan merah sampai berair, misalnya karena penggunaan bleaching cream untuk memutihkan kulit, atau depilatori untuk menghilangkan rambut. c. Reaksi fotosensitivitas Reaksi kulit yang terjadi pada tempat yang menggunakan kosmetik setelah kontak langsung dengan sinar matahari dengan panjang gelombang tertentu. Kulit di bagian tersebut menjadi merah, gatal kemudian menjadi hitam (hiperpigmentasi), misalnya reaksi kulit terhadap penggunaan parfum dan reaksinya berupa bintil-bintil atau gelembunggelembung berwarna merah kehitaman. d. Kerusakan rambut Zat kimia yang dipakai pada pengeritingan, pelurusan dan pewarnaan rambut, dapat menyebabkan rambut menjadi rontok atau rambut patah bahkan dapat timbul kebotakan sementara (alopecia temporer). e. Kebotakan Pengeritingan rambut secara mekanis dapat menyebabkan kebotakan karena tarikan alat pengeritingan (traction alopecia). f. Kerusakan kuku Kuku dapat rusak, tumbuh bergelombang, berwarna kusam, tidak tumbuh atau menjadi radang karena zat kimia yang terkandung dalam kosmetik kuku. g. Sensitisasi silang atau cross sensitization Pada peristiwa ini terjadi sensitisasi tidak saja terhadap satu alergen yang telah menimbulkan zat anti terhadapnya, tetapi reaksi alergi juga berlangsung pada kontak dengan zat-zat yang

struktur kimiawinya hampir serupa dengan alergen penyebabnya, misalnya pada hipersensitivitas terhadap cat rambut parafenilendiamida acapkali terjadi pula sensitisasi silang terhadap paratoluendiamina.

Informasi Kosmetik Wanita Yang Dapat Menimbulkan Jerawat di Wajah

Tidak semua krim, kosmetik dan pembersih perawatan wajah untuk kecantikan wanita itu aman, banyak yang berbahaya dan bisa menimbulkan jerawat di muka cantik Anda. Maka hati-hati menggunakan kosmetik murah, bisa menimbulkan bakteri yang mengakibatkan tumbuhnya jerawat. Gunakan pembersih wajah yang cocok untuk jenis kulit wajah Anda. Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang. Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya. Kligmann, seorang penelit masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya." Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit. Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres. Penyumbatan pori-pori seringkali terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori. Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut p.acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya. Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya. Inilah yang menyebabkan jerawatbatu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.

Jerawat belum tentu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh. Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri. Rawatlah kulit wajah Anda dengan rajin membersihkannya dan selalu melakukan cara hidup sehat. Last edited by okha; 17-01-12 at 06:57. http://www.tdwclub.com/f35/informasi-kosmetik-wanita-yang-dapat-menimbulkan-jerawat-diwajah-595/

Gambaran Pengetahuan Dampak Penggunaan Kosmetik Pemutih Terhadap Kesehatan Kulit pada Ibuibu di Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2010

Pemutih kulit merupakan suatu bahan yang digunakan untuk mencerahkan atau merubah warna kulit yang tidak di inginkan. Kesehatan kulit mencerminkan keadaan atau kondisi kulit yang sehat atau terbebas dari penyakit. Kosmetik pemutih wajah dapat memberikan dampak positif pada kulit yaitu kulit menjadi putih bersih dan bersinar, tetapi penggunaannya yang berlebihan juga dapat menyebabkan dampak negatif seperti bercak-bercak/noda-noda hitam, toksisitas yang tinggi terhadap organ tubuh seperti ginjal, syaraf dan alergi, juga kanker kulit, serta kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan responden tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah wanita usia berusia 25-45 tahun yang bertempat tinggal di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. Jumlah sampel minimal adalah sebanyak 90 orang. Penarikan sampel menggunakan non probability sampling, dengan teknik consecutive sampling. Pengetahuan responden tentang kosmetik pemutih diukur melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Pengetahuan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori pengetahuan, yaitu pengetahuan baik, pengetahuan sedang dan pengetahuan kurang. Berdasarkan hasil penelitian dari 90 orang responden, 44 orang memiliki pengetahuan baik dan 46 orang memiliki pengetahuan sedang tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu-ibu (responden) tentang dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan kulit adalah sedang. Hal ini karena tidak diiringinya perkembangan sistem komunikasi dan informasi baik melalui buku, media masa, maupun media elektronik dengan pengetahuan serta pemahaman responden yang baik dan benar secara menyeluruh tentang kosmetik dan kosmetik pemutih, serta dampak penggunaan kosmetik pemutih terhadap kesehatan. Bagi penelitian selanjutnya perlu dinilai sikap dan perilaku.

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/21585

DAMPAK PENGGUNA KOSMETIKA PEMUTIH TERHADAP KESEHATAN KULIT PADA IBU-IBU DI RW II DESA LIMPUNG KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH TAHUN 2005 Slamet Budi Asih, 2006. Skripsi Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Berbagai macam merek kosmetika pemutih yang beredar dipasaran telah menarik minat ibuibu untuk menggunakannya. Mereka cenderung mencoba-coba dan berharap kulitnya menjadi putih dan cantik. Tetapi pada kenyataannya tidak semua hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan meraka. Ada kalanya kulit mereka malah menjadi rusak, bahkan seperti terbakar. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang : Dampak Pengguna Kosmetika Pemutih terhadap Kesehatan Kulit pada Ibu-ibu di RW II Desa Limpung Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Jawa Tengah Tahun 2005. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah: 1) Adakah dampak pengguna kosmetik terhadap kesehatan kulit?, dan 2) Bagimana dampak dari penggunaan kosmetika pemutih terhadap kesehatan kulit?. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui ada tidaknya dampak pengguna kosmetika pemutih terhadap kesehatan kulit, 2) untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari penggunaan kosmetika pemutih terhadap kesehatan kulit. Populasi penelitian ini adalah ibu-ibu rumah tangga pengguna kosmetika pemutih di RW. II desa Limpung Kecamatan Limpung Kabupaten Batang sebanyak 59 orang yang terdiri dari 15 orang dari RT 01, 16 orang dari RT. 02, 18 orang dari RT. 03 dan 10 orang dari RT. 04. Sampel penelitian diambil secara total sampling sehingga seluruh populasi sebanyak 59 orang dijadikan sebagai sampel penelitian. Variabel penelitian ini adalah penggunaan kosmetika pemutih dan kesehatan kulit. Pengumpulan data menggunakan metode angket dan metode observasi. Analisis yang digunakan adalah analisis deskrpitif persentase dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kosmetika pemutih oleh ibu-ibu rumah tangga di RW. II desa Limpung Kecamatan Limpung Kabupaten Batang termasuk kategori baik (64,42%) sedangkan kesehatan kulitnya termasuk kategori sehat (63,1%). Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan regesi = 16,572 + 0,602X. hasil uji F diperoleh Fhitung =77,213 > Ftabel = 4,010. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada dampak penggunaan kosmetika pemutih terhadap kesehatan kulit pada ibu-ibu di RW II Desa Limpung Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Saran yang dapat peneliti ajukan berdasarkan hasil penelitian adalah 1) ibu-ibu rumah tangga di RW II hendaknya tetap hati-hati dalam memilih produk kosmetika pemutih sebab banyak produk kosmetika pemutih yang beredar di pasaran dan jangan terpengaruh oleh iklan produk yang menarik, 2) produsen kosmetika pemutih hendaknya memberikan informasi yang lengkap tentang hasil produknya untuk memberikan rasa tenang kepada kosumennya serta menghindari penggunaan mercuri atau hidroquinon yang melebihi batas ambang, dan 3) biro iklan hendaknya menayangkan iklan tentang kosmetika pemutih sewajarnya sesuai dengan fungsi serta kegunaannya tanpa melebih-lebihkan untuk melindungi konsumen dari dampak negatif yang sebenarnya ada pada produk tersebut.
http://www.pustakaskripsi.com/dampak-pengguna-kosmetika-pemutih-terhadap-kesehatan-kulitpada-ibu-ibu-di-rw-ii-desa-limpung-kecamatan-limpung-kabupaten-batang-jawa-tengah-tahun2005-4356.html