Anda di halaman 1dari 110

01/11/2011

PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

3 SKS

Ir. Arya Wirabhuana, M.Sc

Jurusan Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi

KOMPETENSI MATA KULIAH

Menguasai pengetahuan dan menerapkan teknik, ketrampilan dan tools di bidang industri.

Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya dan terbiasa dengan penggunaan prinsip matematik, fisika, sains, ekonomi teknik dan rekayasa untuk memecahkan persoalan industri.

Memiliki kemampuan merancang, menanalisis, memperbaiki, mengoperasikan dan menginstalasi sistem integral yang terdiri dari manusia, material, peralatan, informasi dan sumber daya lain.

Memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasi, memecahkan persoalan dan keputusan sistem integral menggunakan alat alat analitik, komputasional, dan atau eksperimental.

Memiliki kemampuan untuk memahami tanggung jawab profesi, etika, dan sosial.

01/11/2011

KONTRAK PERKULIAHAN

Diskripsi Perkuliahan

Kuliah pengantar teknik industri terdiri dari 7 pokok bahasan meliputi :

pengantar, perancangan sistem produksi, perancangan dan pengawasan operasi, perencanaan dan perancangan fasilitas, optimasi, analisis ekonomi teknik, pengendalian kualitas statistik.

Strategi Perkuliahan

Kuliah tatap muka mengantarkan pokok bahasan dan menjelaskan isi dari sub pokok bahasan, pendalaman berupa diskusi, studi kasus, latihan mengerjakan soalsoal secara perorangan dan kelompok.

Kriteria Penilaian

Ujian tengah semester (UTS) 20%

Ujian akhir semester (UAS)

20%

Tugastugas

50%

Presensi

10%

RENCANA PEMBELAJARAN

Minggu 1 : Penjelasan GBPP dan Kontrak perkuliahan, pengantar sejarah perkembangan disiplin teknik industri.

Minggu 2, 3 : Perancangan sistem produksi.

Minggu 4, 5 : Perancangan dan pengawasan operasi.

Minggu 6, 7 : Perencanaan dan perancangan fasilitas,

Minggu 8, 9 : UTS

Minggu 10, 11 : optimasi,

Minggu 12, 13 : Analisis ekonomi teknik,

Minggu 14, 15 : Ppengendalian kualitas statistik.

01/11/2011

BAHAN BACAAN

1. Hilk, Philip E., 1977, Introduction to Industrial Engineering And Management Science , Mc GrawHill Kogukusha, Tokyo.

2. Hari Purnomo, 2004, Pengantar Teknik Industri, Graha Ilmu, Yogyakarta.

3. I Nyoman Pujawan, 1995, Ekonomi Teknik, Guna Widya, Jakarta

4. P. Siagian, 1987, Penelitian Operasional, Universitas

Indonesia

Press, Jakarta.

5. Sritomo Wignjosoebroto,

1995,

Pengantar Teknik

Industri,

And

Systems Engineering , Prentice Hall, Inc, New Jersey.

Guna Widya, Jakarta.

6. Wayne C. Turner, 1993, Introduction to Industrial

MODUL I

MODUL I
MODUL I

01/11/2011

Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami permasalahan dalam ruang lingkup teknik industri yang melibatkan manusia, mesin, energi dan informasi secara efisien dan efektif.

Sub Pokok bahasan :

1.Definisi

2. Perkembangan teknik industri

3. Peranan disiplin teknik industri

4. Ilmu dasar disiplin teknik industri

Definisi Teknik Industri

Menurut Engineering Council for Professional Development (ECPD) :

Profesi dimana suatu pengetahuan (Mat & IPA) melalui studi, pengalaman & praktek diaplikasikan dengan tujuan untuk mengembangkan cara cara mendayagunakan, material dan kekuatan alam secara ekonomis untuk kemanfatan bagi manusia.

01/11/2011

Menurut

Blanchard

Aplikasi sistematis dari kombinasi sumberdaya fisik dan alam dengan suatu cara tertentu untuk menciptakan, mengembangkan, memproduksi dan mendukung suatu produk atau suatu proses dimana secara ekonomis mencakup beberapa bentuk kegunaan

manusia.

bagi

Menurut Institute of Industrial Engineering (IIE) :

Disiplin ilmu teknik/engineering yang menangani pekerjaan pekerjaan perancangan ( design ), perbaikan ( improvement), penginstalasian ( installation ), dan menangani masalah manusia, peralatan, bahan/material, informasi, energi secara efektif dan efisien.

Aktifitas-aktivitas yg dpt dilakukan disiplin Teknil Industri (menurut American Institute of Industrial Engineering = AIIE) adalah :

1. Perencanaan

dan

pemilihan

dalam proses produksi

metode

kerja

2. Pemilihan dan perancangan perkakas kerja serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi

3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak asilitas produksi, peralatan pemindahan material.

01/11/2011

4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan pengendalian untuk distribusi barang/jasa, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas 5. Pengembangan system pengendalian ongkos produksi (pengendalian budget, analisa biaya standar produksi, dll).

6. Perancangan dan pengembangan produk.

7. Desain

system

dan

pengembangan

pengukuran

performans serta standar kerja.

8. Pengembangan dan penerapan system

pengupahan

dan pemberian insentif.

9. Perencanaan dan pengembangan

organisasi,

prosedur kerja.

10. Analisa lokasi dengan mempertimbangkan

pemasaran,

bahan baku, suplai TK.

11. Aktivitas penyelidikan operasional dengan

analisa

matematik, simulasi, program

linier, teori pengambilan

keputusan dll.

01/11/2011

Perkembangan dan Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri :

a. American Society of Mechanical Engineering (ASME). Organisasi ini pertama kali mendiskusikan konsep-konsep teknik industri dan merupakan persemaian dari timbulnya konsep teknik industri.

b. Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. The Efficiency Society dan The Society to Promote the Science of Management yang kemudian pada tahun 1915 keduanya bergabung menjadi The Taylor Society. Org ini bertujuan mengembangkan konsep- konsep manajemen umum yang yang diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor.

c. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.

d. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sbg pembanding thd filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor. e. Tahun 1932 berdiri The Society of Manufacturing Engineer (SME) untuk mengembangkan pengetahuan di bidang manufaktur.

01/11/2011

f. Tahun 1936 The taylor Society dan The Society of Industrial Engineering bergabung menjadi The Society for Advancement Management(SAM). g. Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka pada tahun 1908 di Pennsylvania State University h. Tahun 1948 berdiri The American Society of Industrial Engineering dengan didukung sekitar 70 negara AIIE berkembang menjadi organisasi internasional dengan nama Institute of Industrial Engineering (IIE).

i. Pendidikan Teknik Industri di Indonesia diperkenalkan oleh Bapak Matthias Aroef pada tahun 1958 setelah menyelesaikan studi di Cornell University.

j. Tahun 1960 membuka sub jurusan Teknik Produksi di Jurusan Teknik Mesin, sebagai embrio berdirinya Teknik Industri. k.Tahun 1971 berdiri Jurusan Teknik Industri yang terpisah dengan Teknik Mesin yang kemudian mengawali pendidikan Teknik Industri di Indonesia.

pendidikan Teknik

Industri baik di PTN maupu PTS. M. Tahun 1967 berdiri Persatuan Ahli Teknik Industri (Persati), kemudian pada tahun 1987 berdiri Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) sampai saat ini.

l.

Pada

saat

ini

telah

berkembang

01/11/2011

Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu lain :

MilitaryMilitary EngineeringEngineering Military Engineering Civil Engineering CivilCivil EngineeringEngineering
MilitaryMilitary EngineeringEngineering
Military Engineering
Civil Engineering
CivilCivil EngineeringEngineering
Mathematica And
Mathematica And
Mathematica And
MechanicalMechanical EngineeringEngineering
Mechanical Engineering
Physica
Physica
Physica
Chemistry
ChemistryChemistry
Electrical
Electrical
Electrical
Engineering
Engineering
Engineering
Chemical
Chemical
Chemical
Engineering
Engineering
Engineering
INDUSTRIAL
INDUSTRIAL
INDUSTRIAL
ENGINEERING
ENGINEERING
ENGINEERING
Computer
Computer
Computer
Early Managemen
Early Managemen
Early Managemen
Science
Science
Science
Philosophy
Philosophy
Philosophy
StatisticStatistic
Statistic
Operation
Operation
Operation
Researtch
Researtch
Researtch
INDUSTRIAL
INDUSTRIAL
INDUSTRIAL
SYSTEM ENGINEERING
SYSTEM ENGINEERING
SYSTEM ENGINEERING
Soscial
Soscial
Soscial
Science
Science
Science

ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI

Ilmu-ilmu operasional yang meliputu :

• Analisis dan perancangan kerja.

• Pengawasan operasi.

• Manajemen operasi

Tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi TI dapat berhasil yaitu :

Kualitas.

Waktu.

Biaya

01/11/2011

Tujuan TI ~ menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan dengan biaya yang sesuai.

Ilmu yang termasuk dalam analisis dan perancangan operasi adalah :

Analisis Perancangan Kerja ( Method engineering )

Merupakan studi yang mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung & tdk langsung unt mendapatkan perbaikanperbaikan sistem kerja.

Dalam ME dibahas studi kerja (work study) & pengukuran kerja (work measurement).

Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur pelaksanaan kerja.

Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar yang digunakan dalam melaksanaan kegiatan kerja.

01/11/2011

Ergonomi (Human factor)

Ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang dengan lingkungan kerjanya.

Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan kerja dirancang tdk sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungannya.

Empat dasar subkategori utama dlm ergonomi, yaitu :

skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory (alat indera); environmental (lingkungan) dan mental.

Perencanaan dan Perancangan Fasilitas

Meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan biaya yang minimaum.

Material Handling

Tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC, karena seringkali Mh menimbulkan biaya yang tdk sedikit.

01/11/2011

Riset Operasional

Meliputi penentuan pola pola distribusi barang, pola pola jaringan yang efisien dan optimalitas.

Sistem Produksi

Aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dlm memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi. Termasuk dalam aktivitas proses produksi al : pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan, sistem produksi tepat waktu (just in time), pengawasan persedian, pengendalian kualitas, dll.

Manajemen

Merupakan karya seni dan ilmu dalam memerintah, mengatur orang dengan menggunakan fungsi fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan

(controlling ).

pengawasan

Simulasi

Suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri di proses produksi dll.

01/11/2011

Modul II : Perancangan dan Pengukuran Kerja

Kompetensi Pokok Bahasan :

Mampu melakukan pengukuran kerja, prosedur pengukuran kerja dengan beberapa metode pengukuran kerja (Stop Watch dan sampling Kerja).

perbaikan

Mampu

melakukan

evaluasi

dan

metode kerja.

Mampu melaksanakan perancangan fasilitas dan alat kerja.

ANALISIS PERANCANGAN KERJA (METHOD ENGINEERING)

Tujuan dari method engineering adalah melakukan perbaikan metode kerja disetiap bagian untuk meningkatkan fleksibilitas sistem kerja, kepuasan pelanggan dan meningkatkan produktivitas kerja.

STUDI KERJA (WORK STUDY)

Perbaikan proses, prosedur dan tata cara pelaksanaan penyelesaian pekerjaan. Perbaikan dan penghematan penggunaan material, mesin/fasilitas kerja serta tenaga kerja.

01/11/2011

Perbaikan tata ruang kerja yang mampu memberikan suasana kerja/lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman. Pendayagunaan usaha manusia dan pengurangan gerakangerakan ( motion ) kerja yang tidak perlu ataupun penyederhanaan kerja ( work simplification ).

Tujuan penyederhanaan kerja : Mencari cara kerja yang terbaik (lebih mudah, lebih cepat, efisien, efektif, dan menghindari pemborosan material, waktu, tenaga dll).

Lima langkah penyederhanaan kerja :

1. Memilih kegiatan kerja : yaitu kegiatan yang tdk efisien atau kegiatan yang penyelesaiannya lambat dan ingin diperbaiki.

2. Pengumpulan dan pencatatan data / fakta Yang berkaitan dengan metode kerja yang selama ini dilaksanakan : informasi yang berkaitan dg urutan kegiatan, gerakan-gerakan kerja, layout dll.

3. Analisa terhadap langkah-langkah kerja. Langkah2 yg tdk efisien dicari sebab-sebabnya.

4. Usulan altrnatif metode kerja yang lebih baik Diusulkan MK yg dianggap efisien dan efektif, sebelum usulan diputuskan terlebih dahulu di uji coba.

5. Aplikasi dan evaluasi metode kerja baru.

untuk

Mengaplikasikan alternatif MK yang menggantikan metode yang lama, evaluasi.

lebih

baik

01/11/2011

PETA PETA KERJA PETA PROSES (PROCESS CHART)

Pendekatan tradisional yang digunakan untuk menganalisis metode kerja. Merupakan alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dari tahap awal sampai akhir. Lambang yang digunakan :

= Operasi

= Transportasi

= Pemeriksaan

= Penyimpanan

= Menunggu

MACAM PETA KERJA

Peta Proses Operasi

Peta Proses Operasi

Diagram Aliran

Peta Pekerja dan Mesin

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Peta Proses Operasi

Diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan

dialami bahan baku mengenai urut-urutan operasi dan pemeriksaan. Kegunan peta aliran proses

1. Mengetahui aliran bahan mulai masuk proses sampai aktivitas berakhir.

2. Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan selama proses berlangsung.

3. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan proses atau metode kerja

4. Memberikan informasi waktu penyelesaian suatu proses.

01/11/2011

Perbedaan

Peta

Aliran

Proses

dan

Peta

Proses

Operasi.

1. Peta aliran proses memperlihatkan semua aktivitas- aktivitas dasar termasuk transportasi, menunggu dan penyimpanan. Sedangkan peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.

2. Peta aliran proses menganalisa setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibandingkan peta proses operasi.

3. Peta

menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan.

untuk

aliran

proses

tidak

bisa

digunakan

4. Peta aliran proses hanya menggambarkan dan digunakan untuk menganalisa salah satu komponen dari produk yang dirakit.

Tugas 1 :

Pembuatan Peta Kerja (OPC dab FPC)

Tugas 2 :

Pengukuran kerja ( mencari Waktu siklus, Waktu normal dan Waktu baku).

01/11/2011

PENGUKURAN KERJA ( WORK MEASUREMENT)

1.Suatu aktivitas untuk menentukan waktu rata- rata yang dibutuhkan oleh seorang operator (yg memiliki skill rata-rata dan terlatih) dalam melaksanakan kegiatan kerja dalam kondisi dan tempo kerja yang normal.

2.Kriteria pengukuran kerja adalah pengukuran waktu (time study), yaitu waktu standar atau waktu baku.

Pengukuran waktu :

1.

Pengukuran waktu secara langsung :

Pengukuran dengan stop watch

Sampling kerja

2.

Pengukuran waktu secara tidak langsung

Data waktu baku

Data waktu gerakan, dll.

01/11/2011

Pengukuran Waktu dengan Stop Watch  Prosedur/urutan Pengukuran Waktu Kerja Pengujian Kecukupan Faktor data
Pengukuran Waktu dengan Stop Watch
 Prosedur/urutan Pengukuran Waktu Kerja
Pengujian
Kecukupan
Faktor
data
Penyesuaian
Waktu
Waktu Siklus
Waktu
Waktu Standar
Normal
Siklus
Rata-rata
(Baku)
Pengujian
Faktor
keseragaman
Kelonggaran
data

PENGUJIAN DATA

Uji kecukupan data. Untuk memastikan bahwa data yang telah dikumpulkantelah cukup secara obyektif. Pengujian kecukupan data dilakukan dengan berpedoman pada konsep statistik, yaitu derajat ketelitian dan tingkat keyakinan/ kepercayaan. Derajat ketelitian dan tingkat keyakinan adalah mencerminkan tingkat kepastian yang diinginkan oleh pengukur setelah memutuskan tidak akan melakukan pengukuran dalam jumlah yang banyak (populasi).

01/11/2011

Derajat ketelitian (degree of accuracy)

Menunjukkan penyimpangan maksimum hasil pengukuran dari waktu penyelesaian

sebenarnya.

Tingkat keyakinan (convidence level)

Menunjukkan besarnya keyakinan

pengukur akan ketelitian data waktu yang

telah diamati dan dikumpulkan.

Uji kecukupan data digunakan rumus sbb. : 2   2   2 k
Uji kecukupan data digunakan rumus sbb. :
2
2
 2
k s N
/
X
X
N’ =
X
Dengan :
k
= Tingkat keyakinan
k
= 99% = 3
k
= 95% = 2
s
= Derajat ketelitian
N
= Jumlah data pengamatan
N’
= Jumlah data teoritis
Jika N’ ≤ N, maka data dianggap cukup, jika N’ > N data
dianggap tidak cukup (kurang) dan perlu dilakukan
penambahan data.

01/11/2011

Contoh : Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15 kali dengan menggunakan stop watch. Bila
Contoh :
Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15
kali dengan menggunakan stop watch. Bila tingkat
keyakinan 95% dan derajat ketelitian 10%, apakah
jumlah pengamatan cukup?
Pengamatan (menit)
Pengamatan ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Data Pengamt.
877686989685596
X
= 107
(X)2 = 11449
X2
= 791
k
= 95% = 2
s
= 10%

N’

=

2  2  2 k s N /  X   X 
2
2
2
k s N
/
X
X
X

s N /  X   X     X   

107

2

14,53

s N /  X   X     X   

2 / 0,1

15

x

791

11449

Karena N’ < N , maka data dianggap cukup.

Uji Keseragaman data

Untuk memastikan bahwa data yang terkumpul berasal dari system yang sama dan untuk memisahkan data yang memiliki karakteristik yang berbeda.

BKA = X + k  BKB = X ‐ k  2  (
BKA =
X + k 
BKB = X ‐ k 
2
( X
X )
=
N 
1

01/11/2011

Dengan :

BKA = Batas Kontrol Atas

BKB = Batas Kontrol Bawah

X = Nilai Rata rata

= Standar Deviasi

k = Tingkat Keyakinan

Contoh:

Suatu pengukuran elemen kerja dilakukan sebanyak 15 kali dengan menggunakan stop watch, jika batas kontrol ± 3. Tentukan apakah data seragam atau tidak.

 

Pengamatan (menit)

 

Pengamatan ke

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Data Pengamt.

     

877686989685596

                     

X

= 7,13

(X – X)2

= 27,73

= 1,4

BKA

= 7,13 + 3 (1,4) = 11,33

BKB

= 7,13 – 3 (1,4) = 2,93

Semua data masuk dalam range antara BKA dan BKB, maka data dikatakan seragam

01/11/2011

Penyesuaian (Rating Factor)

Sering terjadi bahwa operator dalam melakukan pekerjaannya tdk selamanya bekerja dlm kondisi wajar, ketidakwajaran dapat terjadi misalanya tanpa kesungguhan, sangat cepat seolah-olah diburu waktu, atau karena terjadi kesulitan-kesulitan sehingga menjadi lamban dalam bekerja.

• Bila terjadi demikian maka pengukur harus mengetahui dan menilai

seberapa jauh ketidakwajaran tersebut dan pengukur harus menormalkannya dengan melakukan penyesuaian.

• Penyesuaian dapat dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata dengan faktor penyesuaian (p).

• Tiga kondisi faktor penyesuaian yaitu :

nya

- Bila operator bekerja diatas normal (terlalu cepat), maka harga p lebih besar dari satu (p > 1).

- Operator bekerja dibawah normal (terlalu lambat), maka harga p nya lebih kecil dari satu (p< 1).

- Operator bekerja dengan wajar, maka harga p nya sama dengan satu (p =

1).

Metode metode untuk menentukan penyesuaian

1. The Westing House System Sistem ini dikembangkan oleh Westing House Electric Corporation dengan mempertimbangkan empat factor al :

ketrampilan, usaha, kondisi dan konsistensi.

2. Synthetic Rating Dikembangkan oleh Morrow, Synthetic Rating mengevaluasi kecepatan operator dari nilai waktu gerakan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

3. Speed Rating/Performance Rating Sistem ini mengevaluasi performansi dengan mempertimbangkan tingkat ketrampilan persatuan waktu saja.

01/11/2011

4. Objective Rating Dikembangkan oleh Munder dan Danner, Metode ini tdk hanya menentukan kecepatan aktivitas, tetapi juga

mempertimbangkan tingkat kesulitan pekerjaan. Faktor faktor

yang mempengaruhi tingkat kesulitan pekerjaan jumlah anggota badan yang digunakan, pedal

adalah :

kaki,

penggunaan kedua tangan, koordinasi mata dengan tangan, penanganan dan bobot.

Kelonggaran (Allowance ) Adalah faktor koreksi yang harus diberikan kepada waktu kerja operator, karena operator dalam melakukan pekerjaannya sering tergangu pada hal hal yang tidak diinginkan namun bersifat alamiah, sehingga waktu penyelesaian menjadi lebih panjang (lama).

Kelonggaran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :

1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi. Kegiatan yang termasuk kebutuhan pribadi : minum untuk menghilangkan rasa haus, pergi ke kamar kecil, bercakap-cakap dengan sesama pekerja, dll.

2. Kelonggaran untuk menghilangkan kelelahan (fatigue). Rasa fatigue tercermin antara lain dari menurunnya hasil produksi, bila rasa fatique ini berlangsung terus maka akan terjadi fatigue total, yaitu anggota badan tdk dapat melakukan gerakan kerja sama sekali. Untuk mengurangi kelelahan si pekerja dapat mengatur kecepatan kerjanya sedemikian rupa sehingga lambatnya gerakan-gerakan kerja ditujukan untuk mengilangkan rasa fatigue tersebut.

01/11/2011

4. Kelonggaran untuk hambatanhambatan yang tidak dapat dihindari. Beberapa kelonggaran untuk hambatan tak terhindarkan :

Menerima atau meminta petunjuk pada pengawas.

Memperbaiki kemacetan-kemacetan singkat seperti mengganti alat potong (komponen) yang patah, memasang kembali komponen yang lepas dll.

Mengambil alat-alat khusus atau bahan-bahan khusus dari gudang.

Mesin berhenti karena aliran listrik mati, dll.

Waktu Baku (Waktun Standar)

Setelah penentuan penyesuaian dan kelonggaran, maka untuk menghitung waktu baku dapat menggunakan formulasi sebagai berikut :

100 100  ALL
100
100  ALL

WB = [ W siklus x RF ] x

berikut : 100 100  ALL WB = [ W siklus x RF ] x Waktu

Waktu Normal

RF

Keterangan :

= waktu baku

= Penyesuaian (Rating Faktor/Performance

Rating) = Kelonggaran (Allowance)

All

WB

01/11/2011

Contoh Suatu pekerjaan pengemasan barang dalam kotak kardus terdiri dari empat elemen kegiatan dengan setiap elemen kegiatan dilakukan 10 kali pengamatan seperti pada table berikut. Apabila kelonggaran adalah 15% Tentukan waktu standar.

Elemen

1

2

3

4

 

5

 

6

 

7

8

9

10

X

X

RF

WN

Kegiatan

     
 

1 Mengambil

0,06

0,08

0,07

0,05

0,07

 

0,06

 

0,08

0,08

0,07

0,06

0,68

0,07

1,1

0,07

Kotak Kardus

   
 

2 Memasukkan

0,15

0,17

0,14

0,14

0,16

 

0,15

 

0,17

0,15

0,14

0,16

1,53

0,15

0,9

0,13

Barang

 
Barang    
 
 

3 Menutup

0,21

0,23

0,22

 

0,21

100

 

0,24

0,61 menit / unit

0,23

0,26

0,22

0,22

2,29

0,23

1,05

0,24

0,25

 
       

100

15

                 
 

Kotak Kardus

 
 

4 Meletakan

0,08

0,10

0,09

0,12

0,11

 

100

0,08

0,08

0,11

0,61 menit/ unit

0,12

0,08

0,97

0,09

0,95

0,08

Hasil

   

100

15

 

Waktu Normal

=

0,52 menit/unit

 

Waktu Baku

 

= 0,52 x

 

Pengukuran Waktu dengan Sampling Kerja

Melakukan pengamatan dengan mengamati apakah tk dalam kondisi kerja atau menganggur.

Pengamatan tidak dilakukan secara terusmenerus melainkan hanya sesaat pada waktu yang telah ditentukan secara acak/random.

Melakukan kunjungan ke tk yang akan diukur waktunya secara acak, yaitu setiap kali kunjungan dengan selang waktu yang tidak sama dan didasarkan pada bilangan random yang dikonversi ke satuan waktu.

Misal, kunjungan dilakukan sebanyak 100 kali dengan waktu pengamatan secara acak dan 90 kali pengamatan tk dalam kondisi kerja/sibuk, maka prosentase tk dalam kondisi sibuk adalah 90/100 = 0,9. Tk dalam kondisi idle/menganggur adalah 10/100 =0,1

01/11/2011

Pengujian Data

Kecukupan Data SP =

N’ =

k

k

p (1 p ) n 2   1  p
p
(1
p
)
n
2
 1 
p

Dengan :

S

p

k

N’ = Ukuran sample/data

2

S p

= Derajat ketelitian

= Prosentase sibuk/produktif

= Tingkat keyakinan

Keseragaman Data

Batas kontrol untuk p

BKA = p (1 p ) p  k n BKB = p (1 p
BKA
=
p
(1
p
)
p
k
n
BKB
=
p
(1
p
)
p
k
n
Dengan pengertian sbb:
BKA
= Batas kontrol atas
BKB
= Batas kontrol bawah
p
= Prosentase sibuk/produktif
k
= Tingkat keyakinan

Contoh :

Suatu pengamatan sampling kerja dilakukan selama 10 hari kerja dengan waktu pengamatan setiap hari kerja adalah 6 jam. Ukuran sample adalah 50 setiap hari, tingkat keyakinan 99% dan derajat ketelitian 5%. Tentukan kecukupan dan keseragaman data.

01/11/2011

Tgl Pengamatan

1/1

2/1

3/1

4/1

5/1

6/1

7/1

8/1

9/1

10/1

Kondisi idle

5

6

8

10

7

3

4

5

6

4

Kondisi kerja

45

46

42

40

43

47

46

45

44

46

Prosentase idle

0,1

0,12

0,16

0,2

0,16

0,06

0,08

0,1

0,12

0,08

Prosentase kerja

0,9

0,88

0,84

0,8

0,86

0,94

0,92

0,9

0,88

0,92

Prosentase idle = 0,116,

prosentase kerja (p) = 1 –0,016 = 0,884

k

= 99% = 3

N

= 500

S

= 0,05

n

= 50

=

3

2 (1

0 ,884

)

472 ,39

N’

Karena N’ < N, maka data dianggap cukup

BKA =

BKB =

0,884 (1  0,664) 0,884   1,019 3 50
0,884 (1
0,664)
0,884
  1,019
3
50
0,884 (1  0,664) 0,884   1,019 3 50 0,884 (1  0,664) 0,884 
0,884 (1  0,664) 0,884   0,748 3 50
0,884 (1
0,664)
0,884
  0,748
3
50

( 0 , 05 )

2 ( 0 ,884

)

Karena nilai prosentase kerja semuanya masuk dalam range BKA dan BKB, maka data seragam.

Waktu Baku Penentuan waktu baku dengan sampling kerja dihitung dengan menggunakan rumus :

Waktu Normal

=

Waktu Baku =

Total waktu x Pr osentase sibuk x Rating Factor ( RF ) Jumlah produk yang dihasilkan

Waktu Normal

100

x

100 Kelonggara

n All

(

)

01/11/2011

Contoh :

Seorang pekerja kantor pos bekerja delapan jam sehari untuk melakukan penyortiran surat-surat. Dari pengamatan yang dilakukan ternyata 85% pekerja tersebut dalam kondisi bekerja dan 15% dalam kondisi menganggur. Apabila jumlah surat yang disortir sebanyak 2345 surat, maka tentukan waktu bakunya dengan asumsi rating factor adalah 115% dan kelonggaran 20%.

480 menit x 0 ,85 x 1,15  0,2 menit / surat Waktu Normal (Wn)
480 menit x
0 ,85
x
1,15
0,2
menit
/
surat
Waktu
Normal (Wn)
=
2345
100
Waktu
0 , 2
Baku (Wb)
x
0 , 25 menit
=
/ surat
100
20
Output Standar =
1
1
4
surat
/
menit
Wb
0
, 25

Jadi, pekerja mampu mengerjakan penyortiran surat sebanyak 4 surat per menit.

Tugas 2 : Penentuan Waktu Baku (Stop Watch & sampling Kerja)

Modul III : Perencanaan dan Pengawasan Operasi

Kompetensi Pokok Bahasan :

Mampu melakukan peramalan produksi dengan beberapa metode peramalan.

Mampu

produksi

melakukan

perencanaan

berdasarkan hasil peramalan.

Mampu perencanaan metode.

persediaan

dengan

beberapa

melakukan

pengawasan

dan

01/11/2011

Perencanaan dan Pengawasan Operasi

Aktivitas utama dalam system produksi adalah perencanaan dan pengawasan operasi.

Sistem produksi adalah suatu aktivitas untuk mengatur penggunaan sumber daya ( resources ) yang ada dalam proses pembuatan produk/barang atau jasa yang bermanfaat dengan melakukan optimasi terhadap tujuan perusahaan.

Bahan - TK - Mesin - Fasilitas - Dll.
Bahan
- TK
- Mesin
- Fasilitas
- Dll.
Proses transformasi atau perubahan
Proses transformasi
atau perubahan

Informasi umpan balik hasil untuk pengawasan proses

Produk/

Jasa

01/11/2011

Kegiatan Perencanaan & Pengawasan Operasi al :

1.Peramalan

Perkiraan atau estimasi tingkat permintaan suatu produk untuk periode yang akan datang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisis dengan cara tertentu.

2. Perencanaan Operasi/produksi

• Digunakan untuk mengetahui jumlah barang yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada.

pegangan untuk merancang jadual

• Merupakan

produksi.

3. Pengawasan dan Perencanaan Persediaan

Persediaan : sumber daya menganggur (idle resources) yang menunggu proses lebih lanjut, berupa kegiatan produksi pada system manufaktur, kegiatan pemasaran pada system distribusi atau kegiatan konsumsi pada system rumah tangga .

Persediaan digunakan untuk mempermudah atau memperlancar jalannya opersi perusahaan yang dilakukan berturut turut untuk memproduksi barang untuk dipasarkan pada konsumen.

01/11/2011

4. Material Requirement Planning

Metode Perencanaan Kebutuhan Material adalah prosedur logis, aturan keputusan dan teknik pencatatan terkomputerisasi yang dirancang untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule) menjadi kebutuhan bersih (net requirement) material untuk semua item komponen produk.

5. Line Balancing (Keseimbangan Lintasan)

Upaya untuk meminimumkan ketidakseimbangan diantara mesin-mesin untuk mendapatkan waktu yang sama di setiap stasiun kerja sesuai dengan kecepatan produksi yang diinginkan.

6. Konsep Just In Time.

Memproduksi output yang diperlukan, pada waktu dibutuhkan, dalam jumlah sesuai kebutuhan. Pada setiap tahap proses dalam system produksi. Dengan cara yang paling ekonomis dan efisien.

01/11/2011

Peramalan( Forecast )

Metode Peramalan 1. Peramalan Subyektif.

Menekankan pada keputusan keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi dan institusi. Metode Delphi. peramalan yang didasarkan pada keputusan bersama dari suatu grup yang terdiri dari para ahli yang berbeda.

Metode Penelitian Pasar :

metode ini menganalisa fakta secara sistematis pada bidang yang berhubungan dengan pemasaran. (teknik survei konsumen : kuisioner).

2.Peramalan Obyektif.

Prosedur peramalan yang mengikuti aturan aturan matematis dan statistik.

Metode Intrinsik

Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi permintaan histories tanpa mempertimbangkan faktor faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan.

Untuk peramalan jangka pendek, Analisis deret waktu (Time Series)

Metode Ekstrinsik

Memepertimbangkan faktor faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datang.

01/11/2011

Peramalan jangka panjang, karena dapat menunjukkan hubungan sebab akibat (disebut metode kausal), Metode Regresi.

Regresi Linier

Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara suatu variabel yang mempengaruhinya dapat dinyatakan dengan suatu garis lurus. Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb:

Y = a + bx

This image cannot currently be displayed.
This image cannot currently be displayed.

a =

b =

2

Y

= Besarnya nilai yang diramal

a

= Nilai trend pada periode dasar

b

= Tingkat perkembangan nilai yang diramal

x

= Unit tahun yang dihitung dari periode dasar

y b x

N xy

 x

y

Dengan :

N

N x

2



x

Contoh Data penjualan produk PT “ABC” seperti pada tabel berikut, kemudian perusahaan ingin meramal penjualan pada periode ke 11, 12, 13, 14, 15.

Penjualan (Y)

Periode (X)

X

2

XY

45

 

1 1

45

35

 

2 4

70

30

 

3 9

90

50

 

4 16

200

40

 

5 25

200

60

 

6 36

360

30

 

7 49

210

45

 

8 64

360

55

 

9 81

494

65

 

10 100

650

455

55

385

2680

01/11/2011

10 2680    455 55        
10 2680
   455 55
 
  
 
  
b =
215
,
10 385
 
 
   55
   55
 
  
55
455 
2 15
,
33 675
,
a =
10
10
Persamaan garis regresinya adalah :
Y = 33,675 + 2,15 (X)
Ramalan ke 11 Y = 33,675 + 2,15 (11) = 57,325
Ramalan ke 12
Y = 33,675 + 2,15 (12)
= 59,325
Ramalan ke 13
Y = 33,675 + 2,15 (13)
= 61,325
Ramalan ke 14
Y = 33,675 + 2,15 (14)
= 63,475
Ramalan ke 15
Y = 33,675 + 2,15 (15)
= 65,925
Rata ‐rata Bergerak Tunggal
Tujuan utama dari penggunaan metode rata ‐rata bergerak
adalah untuk menghilangkan atau mengurangi acakan
(randomness) dalam deret waktu.
Rumus yang digunakan : t  X t F(t+1) = t i  1 t
Rumus yang digunakan :
t
 X
t
F(t+1) =
t
i
 1
t
 1
 X t
F(t+2) =
t
i
 2
This image cannot currently be displayed.
t
 2
 X
t
F(t+3) =
t
i  3
dst.
Dengan :
F(t+i)= Peramalan pada periode t+1
Xi = Nilai aktual
t = Periode rata ‐rata bergerak

01/11/2011

Contoh :

Bulan

Data

Rata-rata bergerak

Rata-rata bergerak

Tiga bulanan

Lima bulanan

1

386

-

-

2

340

-

-

3

390

-

-

4

368

372

-

5

425

366

-

6

440

394,3

381,8

7

410

411

392,6

8

466

425

406,6

9

330

438,7

421,8

10

350

402

414,2

11

375

382

399,2

12

380

351,7

386,2

PERENCANAAN OPERASI / PRODUKSI

Digunakan untuk mengetahui jumlah barang/produk yang harus diproduksi dengan didasarkan pada hasil peramalan dan persediaan yang ada, juga merupakan pegangan untuk merancang jadual produksi.

Fungsi lain :

Menjamin rencana penjualan dan rencana produksi konsisten terhadap rencana strategi perusahaan.

Menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi.

Sebagai alat monitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi.

Mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target produksi dan rencana produksi. Mengarahkan penyusunan dan pelaksanaan jadual induk produksi.

01/11/2011

Untuk melakukan perencanaan produksi dapat dilakukan dengan beberapa strategi :

Dengan mengendalikan persediaan, (dilakukan pada saat kapasitas produksi dibawah permintaan dan digunakan pada saat diatas kapasitas produksi)

Dengan mengendaliakan jumlah tenaga kerja sesuai dengan laju produksi yang diinginkan.

Mengadakan subkontrak untuk menaikan kapasitas pada saat perusahaan dalam keadaan sibuk.

Mempengaruhi permintaan (potongan harga, pemberian hadiah, layanan layanan khusus).

Perencanaan Operasi dapat diklasifikasikan menjadi dua metode yaitu :

1. Metode Kualitatif :

Rasio persediaan, konsensus manajemen, grafik dll. 2. Metode Kuantitattif :

Heuristik, model matematik, simulasi dll. Contoh :

Data dari hasil peramalanBulan:

Peramalan

Komulatif

1 103

103

2 117

220

3 115

335

4 121

456

5 123

579

6 109

688

7 89

777

8 74

851

9 71

922

10 73

995

11 81

1.076

12 98

1.174

01/11/2011

Berdasarkan hasil peramalan maka dapat dilakukan rencana produksi untuk 12 periode.

Dimisalkan pada rencana 1 tingkat produksi adalah 70 unit/ bln dengan menganggap persediaan awal adalah 340 unit.

Pada rencana 2 tingkat produksi 120 unit/bln untuk 6 bulan pertama dan 60 unit/bln untuk 6 bulan terakhir, dengan persediaan awal 100 unit, sehingga hasil akhir persediaan seperti pada table berikut :

Tabel Rencana Produksi

Bln

Perama lan

Komu latif

Rencana Produksi 1

 

Rencana Produksi 2

Persediaan

Produksi

Persediaan

Persedia an

Produksi

Persediaan

Awal

Akhir

Awal

Akhir

 

1 103

103

340

70

307

100

120

117

 

2 117

220

307

70

260

117

120

120

 

3 115

335

260

70

215

120

120

125

 

4 121

456

215

70

164

125

120

124

 

5 123

579

164

70

111

124

120

121

 

6 109

688

111

70

72

121

120

132

 

7 89

777

72

70

53

132

60

103

 

8 74

851

53

70

49

103

60

89

 

9 71

922

49

70

48

89

60

78

 

10 73

995

48

70

45

78

60

65

 

11 81

1.076

45

70

34

65

60

44

 

12 98

1.174

34

70

6

44

60

6

01/11/2011

Dari dua rencana produksi tersebut akan dipilih salah satu dari rencana yang ada dengan mempertimbangkan biaya yang terjadi, yaitu biaya terkecil yang akan digunakan sebagai rencana produksi.

PENGAWASAN DAN PERENCANAAN PERSEDIAAN

Fungsi utama persediaan yaitu :

- Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. - Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan.

Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat dibedakan menjadi dua, yaitu masalah kuantitatif dan masalah kualitatif.

1. Masalah kuantitatif : semua hal yang berhubungan dengan penentuan kebijakan persediaan al:

Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan. Kapan pemesanan barang harus dilakukan. Berapa jumlah persediaan pengaman. Metode pengendalian persediaan mana yang paling tepat.

2. Masalah kualitatif : Semua hal yang berhubungan dg system pengoperasian persediaan al:

- Jenis bahan/barang apa yang masih ada

- Dimana barang tersebut ditempatkan

- Berapa banyak barang dalam proses pemesanan

- Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.

01/11/2011

Komponen biaya dlm rangka penentuan persediaan

1. Biaya pembelian (Purchasing Cost = c

- Biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan. - Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli dari harga satuan.

2. Biaya pengadaan (Procurement Cost)

Biaya pengadaan dibedakan atas 2 jenis yaitu :

- Biaya pemesanan (Ordering Cost = k) Semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar. - Biaya penentuan pemasok, administrasi pesanan, pengiriman pesanan, pengangkutan, penerimaan dsb.

Biaya persiapan (Setup Cost = k)

Semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang.

Biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, persiapan gambar kerja dsb.

Biaya penyimpanan (Holding Cost = h) Semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang,

meliputi :

- Biaya modal

- Biaya gudang

- Biaya asuransi

- Biaya administrasi

- Biaya kadaluarsa

- Biaya kerusakan dan penyusutan

01/11/2011

4. Biaya kekurangan persediaan/kehabisan stock (Shortage Cost = p)

Biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan lebih kecil dari jumlah yang diperlukan.

Metode Pengendalian Persediaan

Metode Tradisional

Metode perencanaan kebutuhan material (MRP)

Metode Kanban

Metode Pengendalian Persediaan Tradisional/EOQ

Dalam metode ini pada dasarnya mencari jawaban optimal dalam menentukan :

- Jumlah ukuran pemesanan ekonomis (EOQ)

- Titik pemesanan kembali (RO)

- Jumlah cadangan pengaman yang diperlukan (SS)

Model EOQ didasarkan pada asumsiasumsi sbb :

» Hanya satu item barang (produk) yang diperhitungkan

» Kebutuhan (permintaan) setiap periode diketahui

» Barang yang dipesan diasumsikan dapat segera tersedia

» Waktu ancang ancang (lead time) bersifat konstan

» Setiap pesanan dikirim dan langsung digunakan

» Tidak ada pesanan ulang (back order)

» Tidak ada diskon

Tujuan model ini adalah menentukan jumlah ekonomis setiap kali pemesanan (EOQ) sehingga total biaya persediaan minimal.

01/11/2011

Biaya Total Persediaan = cost + Purchasing cost.

Ordering cost + Holding

Parameter yang dipakai adalah :

D

: jumlah kebutuhan barang selama satu periode

k

: ordering cost sekali pesan

h

: holding cost persatuan nilai persediaan persatuan waktu

c

: purchasing cost persatuan nilai persediaan

t

: waktu antara satu pesanan ke pesanan berikutnya

Model Persediaan EOQ

Titik saat pemesanan diterima (order point)

Rata-rata persediaan = Q/2 Waktu ( t ) t = Q/D
Rata-rata persediaan = Q/2
Waktu ( t )
t = Q/D

Biaya Total Persediaan = Ordering cost + Holding cost + Purchasing cost.

01/11/2011

a). Biaya pesan =

D

 

k

Q

k

: biaya pesan setiap kali pesan

D

: permintaan per periode

Q

: jumlah pemesanan optimal

b). Biaya simpan =

 

h

 D  k   optimal Q  
 D 
k
optimal
Q

: biaya simpan per unit per periode

Q

: jumlah pemesanan

 

c). Biaya pembelian = c Rumus persediaan model Q (EOQ) adalah sbb :

Q

(EOQ) =

2 Dk h
2 Dk
h
 

t o (waktu antar pemesanan optimal) diperoleh :

EOQ D
EOQ
D

t o =

Contoh :

Permintaan harian suatu jenis barang diperkirakan 100 unit, Biaya pemesanan diketahui Rp 100, setiap kali pesan. Biaya penyimpanan harian setiap unit persediaan Rp 0,02, tentukan jumlah pemesanan yang ekonomis dan waktu antar pemesanan yang optimal.

Diketahui :

D = 100 unit/hari k = Rp 100, /pesan h = Rp 0,02, /unit/hari

01/11/2011

Jumlah pemesanan ekonomis :

2 Dk 2 x 100 x 100   1000 unit h 0,02
2
Dk
2 x 100
x
100
 1000 unit
h
0,02

Waktu antar pemesanan :

EOQ

1000

to =

10 hari

D

100

Modul IV : Perencanaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas

Kompetensi Pokok Bahasan :

Memahami aspek aspek yang berkaitan dengan penetapan lokasi fasilitas/pabrik

Memahami teknik dan mampu melakukan perancangan tata letak fasilitas produksi

Memahami permasalahan yang berkaitan dengan pemindahan bahan ( material handling ).

Memahami macam/type tata letak fasilitas produksi.

01/11/2011

Perencenaan & Perancangan Tata Letak Fasilitas

Perencanaan Fasilitas :

Perancangan dari fasilitasfasilitas industri yang akan dibangun/didirikan, dengan tujuan menempatkan fasilitasfasilitas/pabrik yang sesuai dari segi biaya dan keuntungan.

Dua hal pokok dalam Perancangan Fasilitas :

Perancangan lokasi pabrik

Perancangan fasilitas produksi

Penentuan Lokasi Pabrik/Fasilitas :

Lokasi pabrik yang ideal adalah terletak pada tempat yang akan mampu memberikan total biaya dari proses produksi dan distribusi yang rendah serta harga dan volume penjualan produk yang mampu memberikan keuntungan yang maksimal.

Faktor faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan lokasi pabrik :

1. Market location

2. Raw material location

3. Transportation

4. Power

5. Climate 6. Labor & wage salary

7. Law & taxation

8. Water & waste

Modelmodel Analisa Lokasi Fasilitas Cara yang dapat dipergunakan untuk menganalisis dan mengambil keputusan untuk memilih lokasi pabrik/ perusahaan.

01/11/2011

Metode Pendekatan

Kontinyu (Penentuan satu/lebih lokasi optimal) . Metode Analisa Pusat Gravitasi Gravity

Analisis Kuantitatif (Faktor Obyektifitas)

. Metode Analisis Transportasi Program Linier

Analisis Hibrid (Kombinasi Faktor Obyektif & Subyektif) . Metode Brown Gibson”

Analisa Pusat Gravitasi :

Dalam metode ini ada dua faktor yang dapat mempengaruhi yaitu :

Lokasi sumber bhn baku/material (input produksi).

Lokasi daerah pemasaran (output produksi).

Dalam metode ini diasumsikan bahwa :

Biaya produksi dan distribusi tidak diperhitungkan