P. 1
jurnal koreksi fiskal

jurnal koreksi fiskal

|Views: 7|Likes:
Dipublikasikan oleh Ricky

More info:

Published by: Ricky on Jan 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2015

pdf

text

original

http://www.ortax.org/ortax/?mod=forum&page=show&idtopik=21774 Hari sabtu 29 des’12 jam 16.

30

25 Mar 2011 12:54 Dear All,

Apakah koreksi fiskal harus dijurnal pada lap keu perusahaan agar laporan pajak dan perusahaan sesuai? Jika ya maka biaya maupun pendapatan yg dikeluarkan harus dijurnal pada akun apa ? krn ga mungkin lg dijurnal pd kas . Jika tidak bagaimana ketentuannya ? apakah perbedaan laporan yg ditimbulkan karena koreksi fiskal tidak masalah? dan nanti untuk saldo awal periode berikutnya kita mengikuti saldo laporan fiskal atau yg komersil ? Maaf banyak pertanyaan , ditunggu pencerahannya...terima kasih banyak..

25 Mar 2011 13:40

Klo menurut saya tidak perlu dibuatkan jurnal..Lap.Fiskal kan hanya utk kepentingan perhitungan Pajak terutang..klo nanti dijurnal,berarti lap keu (komersil) yg anda buat tidak mencerminkan yg sesungguhnya..jadi menurut sy kita mengikuti saldo komersil. salam..

25 Mar 2011 13:50 NB:

koreksi fiskal sebenarnya kan disebabkan oleh Beda Tetap (Permanen) & Beda Waktu (Temporer)..klo beda waktu mgkn perlu dijurnal, sbg contoh Perbedaan perhitungan Biaya Penyusutan menurut komersil vs fiskal..beda tersebut dlm akuntansi pajak disebut Akuntansi Pajak Tangguhan.. mgkn ada yg mau nambahin..txs

25 Mar 2011 17:00

kalo perbedaan by depresiasi, maka perlu dijurnal. malah haruz disajikan dalam neraca, jika by depresiasi prush lbh kecil drpd by depresiasi fiskal, maka selisihnya dimasukkan sbg aset pajak tangguhan, jk sbaliknya mk disajikan sebagai kwajiban pajak tangguhan. untuk koreksi fiskal, yang perlu dijurnal adalah hasil dr perhitungan utang pajak ps 29 nya. tidak masalah bg perusahaan mengenai laporan keuangan fiskal yg berbeda dg komersial, karena perbedaannya hanya berpengaruh pada perhitungan pajak penghasilan badan saja yg oleh perusahaan sendiri selisih perhitungan pajak itu dikoreksi melalu jurnal.

ni contoh penghitungannya: Taksiran Pajak Penghasilan Tahun 2009:

279 Pasal 29 Tahun 2009 jurnalnya: Pajak kini 1.633.548 (K) Pjk dby dmk-PPh ps 23 243.000 Jumlah Taksiran Pajak Penghasilan Badan 28 % X 5.644.365.062.141.751.279 (K) Bukankah jurnal ini memang sdh mjd rutinitas setiap akhir periode??? 26 Mar 2011 09:51 • Originaly posted by zeeget: Klo menurut saya tidak perlu dibuatkan jurnal..533 (K) Utang PPh ps 29 24.633.Fiskal kan hanya utk kepentingan perhitungan Pajak terutang.537.633.279 (K) untuk saldo pd awal periode qt ikuti laporan keuangan komersial 26 Mar 2011 09:12 • Originaly posted by maesayu: jurnalnya: Pajak kini 1.644.360 Pajak Dibayar Dimuka : Pajak Penghasilan Pasal 22 (1.141.751.141.Penghasilan Kena Pajak/ Laba koreksi fiskal 5.834.360 (D) Pjk dby dmk-PPh ps 22 1.062.537.644.365.365.533) Taksiran Hutang Pajak Penghasilan 24.533 (K) Utang PPh ps 29 24.834.751.000 = 1.360 (D) Pjk dby dmk-PPh ps 22 1.537.548 (K) Pjk dby dmk-PPh ps 23 243.548 ) Pajak Penghasilan Pasal 23 (243. Sangat sependapat Salam .Lap.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->