Anda di halaman 1dari 12

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Memenuhi tugas makalah agama yang diberikan.

1.2

RUMUSAN MASALAH
Kita hidup di linkungan beragama. Pernahkah kita menyadari akan pentingnya agama bagi kamanusiaan? Tidakkah selama ini kita tahu bahwa atas nama agama manusia sering melakukan tindakan yang tidak semestinya. Selalu merasa dirinyalah yang paling benar dan paling tahu tentang agama. Tidak sedikit orang yang memaksakan fahamnya terhadap orang lain, dan main hakim sendiri. Dari sinilah kemudian timbul pertanyaan: Masihkah agama digunakan untuk menilai moral?

1.3

TUJUAN UMUM

1.4

MANFAAT

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pengertian Agama
Agama atau bahasa arabnya ad-Din berasal dari asal kata da ya na. Dalam kamus arab

tradisional ia memberikan banyak arti, dari berbagai makna dayana ada 4 pengertian yang mempunyai hubung kait dengan agama menurut persepsi Islam:

1.

Dain/ qardh bermakna hutang. Dalam hal ini ia berkaitan rapat dengan kewujudan

manusia yang merupakan suatu hutang yang perlu dibayar(lihat surah al-Baqarah:245), manusia yang berasal dari tiada kemudian dicipta dan dihidupkan lalu diberi berbagai nikmat yang tak terhingga (wain tauddu). Sebagai peminjam kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa, akan tetapi Pemilik sebenar adalah Allah S.W.T manusia hanyalah diamanahkan untuk dipergunakan dalam ibadah. Oleh kerana tidak memiliki apa-apa, manusia tidak dapat membayar hutangnya maka satu-satunya jalan untuk membalas budi adalah dengan beribadah, dan menjadi hamba Allah yang mana adalah tujuan daripada penciptaan manusia(al-Dhariyat:56).

2.

Maddana juga berasal dari kata dana, dari kata ini lahirlah istilah madinah dan madani,

maddana yang bermakna membangun dan bertamaddun, oleh itu madinah dan madani hanya boleh digunakan untuk masyarakat yang beragama dan bukan sekular. Dari pengertian ini juga kita lihat ianya berhubung kait dengan konsep khilafah dimana manusia telah diamanahkan oleh Allah sebagai khalifahNya di muka bumi untuk memakmurkan bumi dan membangun tamadun yang sesuai dengan keinginan Allah(al-Qasas:5, al-Nur:55).

3.

Perkataan dana juga mempunyai arti kerajaan (judicious power). Konsep ini sangat

berkaitan dengan tauhid uluhiyyah yang merupakan perkara paling penting dalam aqidah Muslim. Seseorang itu tidak diterima imannya dengan hanya percaya kepada Allah sebagai Rabb akan tetapi ia hendaklah iman kepada Allah sebagai Ilah. Ini bermakna Allah adalah satu-satunya tuhan yang disembah, ditaati, dialah penguasa dan Raja. Tauhid uluhiyyah ini yang

membezakan musyrikin dengan muminin. Dari sinilah lahirnya Istilah al-hakimiyyah dimana seoarang muslim harus menerima Syariat Allah dan tidak boleh tunduk kepada undang-undang buatan manusia. Kerana Allah Yang maha bijaksana dan maha mengetahui telah menetapkan hukum syariah yang sesuai untuk manusia untuk ditegakkan dan dipatuhi(Yusuf:40,alNisa:65).

4.

Pengertian yang lain ialah kecendrungan (inclination). Sudah menjadi fitrah manusia

diciptakan mempunyai kecendrungan untuk percaya kepada perkara yang supernatural, percaya adanya tuhan yang mengatur alam semesta dan kuasa ghaib disebalik apa yang dicerna oleh indera manusia. Inilah yang dinamakan dienul fitrah (al-Zukhruf:9, al-Rum:30) Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia dan seorang bayi itu lahir sebagai seorang Muslim.

Dari beberapa definisi / maksud ad-Din menurut Islam seperti yang telah diterangkan diatas, maka jelaslah agama menurut sudut pandangan Islam sangat berbeza dengan persepsi Barat, agama dalam Islam adalah cara hidup, cara berfikir, berideologi, dan bertindak. Agama meliputi sistem-sistem politik, ekonomi, sosial, undang-undang dan ketata-negaraan. Agama berperan dalam membentuk pribadi insan kamil disamping juga membentuk masyarakat yang ideal, agama menitik beratkan pembentukan moral dan spiritual sesebuah masyarakat tetapi tidak lupa juga membangun tamadun dan membina empayar yang kukuh dan berwibawa dimata dunia.

Inilah yang dinamakan agama menurut Islam, jadi apa yang dianggap agama oleh barat adalah bukan agama(tidak lengkap) menurut Islam, ataupun Islam bukan hanya sekadar agama dalam pengertian Barat yang sempit.

Islam berasal dari kata as la ma yang dari segi bahasa bermakna berserah diri. Ini tidak berarti setiap orang yang berserah diri dan percaya adanya tuhan termasuk dalam Islam, oleh kerana berserah diri sahaja tidak cukup untuk masuk Islam. Al-Quran menerangkan bahwa ada dua jenis berserah diri/tunduk (ali Imran:83): (a). seluruh ciptaan Allah tunduk kepada hukum Allah dengan terpaksa. (b) Ada juga yang berserah diri dengan keinginan sendiri (tauan) mereka adalah orang mukmin(al-Anam:162,163). Agama selain islam tidak diterima oleh Allah (Ali Imran:19,85)

Keislaman seseorang itu bergantung kepada kefahamannya terhadap kalimah Lailaha illallah Muhammadarrasulullah, Lailaha illallah merumuskan konsep tauhid uluhiyyah yang mana orang musyrikin terkeluar daripada Islam, demikian juga orang yang menuhankan hawa nafsu dan tidak mahu tunduk kepada hukum Allah. Adapun dengan kalimah Muhammadarrasulullah terkeluarlah orang-orang yang tidak mengakui Muhammad sebagai nabi dan Rasul, tunduk dan Iman kepada Allah tidak diterima apabila mengingkari Nabi . Sunnah yang dibawanya adalah wajib dipegang , ibadah seorang Muslim tidak diterima apabila sesuatu itu tidak disyariatkan dan disunnahkan.

Kemudian menurut arti istilah (terminologi), sebuah rumusan tentang pengertian agama menyebutka, bahwa agama itu mengandung tiga unsur pokok:

1. Satu sistem CREDO (tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia; 2. Satu sistem RETUS (tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya yang mutlak itu; dan 3. Satu sistem NORMA (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan termaksud di atas (Anshari, 1979: 110-111). Drs. Hasbullah Bakry, dalam sebuah artikelnya Bicara tentang Definisi Agama Surat Kabar Kedaulatan Rakyat terbitan 10 Mei 1961 menyebutkan bahwa: Agama adalah jalan hidup dengan kepercayaan kepada Tuhan YME serta berpedoman kitab suci dan dipimpin oleh seorang Nabi.

Dengan definisi itu dapat diketahui, bahwa yang disebut agama itu mengandung empat unsur:

1. Agama itu merupakan jalan hidup atau way of life. Suatu jalan muamalah yang konkret. Dia memiliki aturan-aturan tertentu guna pedoman bagi amal kehidupan penganutpenganutnya. 2. Agama itu mengajarkan kepercayaan (keimanan) adanya Tuhan YME. Tuhan itu mustahil tidak ada, dan mustahil jumlahnya berbilangan. 3. Agama itu memiliki kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu yang diterima oleh Nabinya dari Tuhan YME itu, dengan melalui bisikan Roh Suci (Malaikat Jibril). 4. Agama itu dipimpin oleh seorang Nabi. Kalau Nabi itu masih hidup, beliau tidak tersembunyi di lingkungan orang-orang awam yang bodoh, tetapi menyebarkan ajarannya dengan terbuka, dan sanggup berdiskusi di tengah orang-orang pandai. Dan kalau Nabi

itu sudah wafat, maka ada bukti-bukti yang terang bahwa beliau pernah hidup, mengatakan ini dan itu guna petunjuk bagi umatnya (hafidy, 1982:123-124).

2.2

Fungsi Agama
Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh

fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang diuraikan di bawah:

* Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia. Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberi penerangan kepada dunia(secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah(s.w.t) dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t). begitu juga untuk yang beragama lain dengan kepercayaan kepada Tuhan yg di miliki.

* Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup, soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab soalan-soalan ini.

* Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia. Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistem agama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.

* Memainkan fungsi peranan sosial. Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.

2.3

Pentingnya Agama dalam Kehidupan


Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam

kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah membutuhkan agama. Dan sangatlah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja di masa primitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang, tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah sedemikian maju.

Berikut ini adalah sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia.

1. Karena agama sumber moral.

2. Karena agama merupakan petunjuk kebenaran. 3. Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika. 4. Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun di kala duka

Peran yang paling pertama dan utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain adalah agama, dengan kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teatur dan terkendali juga sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih kekal yaitu diakhirat kelak.

Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan.

Kenapa hal ini perlu ditegakan ? karma dalam diri manusia terdapat motivasi ( dorongan ) untruk pemuas kebutuhan dasar seperti dikatakan oleh Teori Abraham A Maslow :

a). Kebutuhan fisik b). Kebutuhan rasa aman c). Kebutuhan integrasi sosial d). Kebutuhan harga diri e) ..Kebutuhan untuk mengembangkan diri Setiap manusia yang normal tentunya tidak akan terlepas dari lima kebutuhan tersebut dan selalu berkaitan satu sama lain, seperti :

a) kebutuhan fisik misalnya yaitu kebutuhan untuk makan, minum dan bernapas.

Untuk kesehatannya manusia perlu asupan makanan dengan gizi yang sehat dan seimbang, sehat menurut ilmu kesehatan bahwa makanan yang kita makan adalah makanan yang dibuat , dan disajikan, dari bahan dan penyajian yang sehat.

Sedangkan menurut ilmu agama bahwa makanan yang sehat itu selain yang disebutkan diatas, bahwa makanan atau minuman itu harus baik dan halal. Dasar hokum tentang makanan yang halal sebagai mana firman Alloh yang berbunyi: Artinya : Hai para Rosul, makanlah dari yang baik-baik(QS AL-Muminun ayat 51)

Perintah Allah kepada rasul juga merupakan perintah kepada umatnya bahwa makanan yang kita makan itu betul-betul di buat dari bahan yang halal dan baik, baik disini berarti makanan tersebut bergizi yang dapat menimbulkan kesehatan dan keadaannya tidak menjijikan .

Disamping harus halal dalam ilmu agama ( islam ) makanan itu harus baik artinya cara pembuatannya / prosesnya dengan cara yang baik.

b.). Kebutuhan rasa aman artinya bahwa manusia hidup perllu adanya pelindung sehingga terhindar dari gangguan atau ancaman darimanapun, sehingga tercipta ketenangan hidup dan keamanan dalam dirinya.

c.). Kebutuhan integrasi sosial , sebagai manusia yang normal pasti berintegrasii dengan manusia yang lainnya baik secara lagsung maupun tidak langsung akan saling membantu dan saling membutuhkan satu sama lain jadi artinya tidak ada manusia satupun yang hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.

10

d). Kebutuhan harga diri, bahwa menurut teori Abraham Maslow manusia dalam hidupnya perlu adanya harga diri atau kebanggaan diri atau kata lain rasa ingin dihargai dilingkungannya baik dilingkungan keluaraga , masyarakat ataupun dilingkungan kerjanya.

e). Kebutuhan untuk mengembangkan diri artinya bahwa manusia itu dalam hidupnya ada kebutuhan untuk berapresiasi mengembangkan bakat dan hobinya sehingga menghasilkan karya yang baik dan berguna baik untuk dirinya maupun untuk orang lain sehingga tejadi kepuasan didalam dirinya.

Kembali kepada pengawasan, diatas telah disebutkan bahwa pengawasan interen yang ada pada diri kita itu adalah keiman dan ketakwaan yang diajarkan oleh agam islam keimananpun bisa tipis dan bisa tebal itu tergantung usaha kita bagaimana supaya selalu dekat kepada Allah caranya dengan beribadah dan selalu mempelajari ajarannya.

11

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral. Hukum, adat istiadat dan lainkemampuan-kemapuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan mencakup semuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif. Artinya, mencakup segala cara-cara atau pola berpikir, merasakan, dan bertindak. Kebudayaan dimiliki oleh setiap masyarakat.

3.2 Saran
Saya sebagai penyusun makalah ini, sangat mengharap atas segala saran saran dan kritikan bagi

para pembaca yang saya hormati guna untuk membangun pada masa yang akan datang untuk menjadi yang lebih baik dalam membenarkan alur-alur yang semestinya kurang memuaskan bagi tugas yang saya laksanakan.

12

DAFTAR PUSTAKA

http://wavisetia.wordpress.com/2011/04/26/pentingnya-agama-bagi-kehidupan/ http://katamotivasicinta.blogspot.com/2010/01/manfaat-fungsi-dan-pentingnya-agama.html http://bapusipda.jabarprov.go.id/?action=News&page=12&id=101 http://www.angelfire.com/country/maridjan/agama.htm