Anda di halaman 1dari 22

SHAMPO

REZKY AYU ANDIRA


FARMASI A KELOMPOK III

Rancangan Formula
Nama produk : DIERASILK shampo Jumlah produk : 1 botol@ 90 ml Tanggal produksi : 27 Desember 2012 No.Reg : DepKes RI. No. POM CD 011020004150 No. Batch : CD 271211 Tiap 90 ml mengandung : Na Lauryl Sulfat 20% Trietanolamin 3% Asam stearat 6% Propilenglikol 5% Cetil alkohol 1 % Metil Paraben 0,08% Propil Paraben 0,05% Jasmin Oil 0,3% Propil Gallat 0,1 % PEG-400 Distearat 2% Mg stearat 1% Aquadest to 90 ml

Master Formula
DIPRODUKSI OLEH TANGGAL FORMULA TANGGAL PRODUKSI 27 DESEMBER 2012 KEGUNAAN
Pembersih Emulgator Emulgator Humektan Emolien/Pengstabil Pengawet Pengawet Antioksidan Pengaroma Pengopak Pengopak Pewarna Pencukup volume

DIBUAT OLEH REZKY AYU ANDIRA PER DOSIS


18 g 2,7 g 5,4 g 4,5 g 0,9 g 0,072 g 0,045 g 0,09 g 0,27 g 1,8 g 0,9 g 0,0009 g Ad 100 ml

DISETUJUI OLEH MUH.IKHLAS ARSUL, S.Farm PER BATCH


18 g 2,7 g 5,4 g 4,5 g 0,9 g 0,072 g 0,045 g 0,09 g 0,27 g 1,8 g 0,9 g 0,0009 g Ad 100 ml

REZKY AYU 27 DESEMBER ANDIRA 2011 LABORATORIES KODE BAHAN


NLS-01 TEA-02 AST-03 PG-04 CAL-05 MPR-06 PPR-07 PGT-08 JOL-09 PGS-10 MGS-11 FDC-12 AQ-13

NAMA BAHAN
Na Lauril Sulfat Trietanolamin Asam Stearat Propilenglikol Cetil Alkohol Metil Paraben Propil Paraben Propil Gallat Jasmin Oil PEG-400 distearat MG Stearat FD & C no.2 Aquadest

ALASAN PEMILIHAN BAHAN


Na Lauril Sulfat Deterjen sintetik secara normal diklasifikasikan berdasarkan kealamiahan gugus hidrofiliknya, adalah anionic yang paling luas digunakan. Bagian hidrofilik dari surfaktan anionic membawa muatan negatif dalam larutan. Deterjen umumnya lebih bagus daripada kelas lain dalam hal pembusaan, pembersihan, dan hasil akhir (BalsamII;88) Asam laurat sebagai contoh sabun yang kehilangan aktivitasnya dalam air sadah. Akan tetapi, dengan mereduksi asam laurat menjadi lauril alkohol dan selanjutnya tersulfat. Mengandung Na lauril sulfat deterjen yang paling unggul dalam bahan shampoo, secara lengkap efektif dengan air sadah. Banyak shampoo tergantung popularitasnya pada kondisi alkil sulfat, mudah diberi parfum, bebas dari ketengikan/mudah dibilas dari rambut yang membantu penjualannya di pasaran shampoo (Balsam II;89-90)

Konsentrasi Na Lauril sulfat deterjen dalam shampoo pengobatan 9-45% (Exp;272) Konsentrasi Na lauril sulfat shampo krim cair 50% & 49% dalam contoh formula (Keithler;201) Konsentrasi Na lauril Sulfat 10% dalam contoh formula (Mod. Cosmet;303) Deterjen yang paling umum digunakan pada shampoo krim adalah Na lauril sulfat pada bentuk yang sangat berat pada aturan umum shampoo yang dibuat dengan Na lauril sulfat kadang-kadang mengandung 40% pasta dan paling umum hingga 50% (Keithler;195)

Trietanolamin & Asam stearat (TEA Stearat) TEA membentuk sabun dengan asam lemak bebas. Sabun ini mempunyai sifat sebagai deterjen dan emulsi sabun ini TEA dengan asam lemak bebas adalah netral (pH kira-kira 8,0) dan kemudian membentuk efek iritasi pada kulit. Sabun membentuk emulsi yang sangat stabil dari kebanyakan minyak,lemak atau lilin untuk pengunaan luar. Konsentrasi biasanya digunakan untuk pengemulsi 2-5% dari TEA dan 2-5 kali banyaknya asam lemak. Sediaan dibuat dengan sabun TEA cenderung menjadi gelap pada penyimpanan. Hindari dari cahaya dan kontak dengan logam dapat menghilangkan warna (EXP;335)

Banyak shampoo didasarkan pada kombinasi sabun dan deterjen sintetik. Kerugian dalam air sadah dari shampoo dapat diatasi dan sifat kosmetik yang dihasilkan dari shampoo yang dimodifikasi dengan kombinasi (Balsam II;97) Saat TEA direaksikan dengan asam stearat, sabun yang dibentuk akan bertindak sebagai emulgator o/w yang sangat baik (Presc;220)

TEA stearat umumnya dalam praktek dibentuk selama proses emulsifikasi dengan menggunakan kesetaraan halus dari TEA dan asam stearat kira-kira 2 bagian asam asam stearat digunakan untuk 1 bagian TEA (Balsam I;21) Asam stearat ditambahkan dengan minyak dan TEA dengan air (Balsam I;21)

Cetil Alkohol Emolien adalah bahan yang digunakan untuk mencegah kekeringan permukaan sama baiknya untuk perlindungan bagi kulit (Balsam I;27) Cetil alkohol kadang-kadang ditambahkan p[ada shampoo krim, mempunyai kecenderungan untuk penstabil busa dan mungkin untuk memperlama busa. Cetil alkohol mungkin ditemukan mempunyai kecenderungan untuk mengurangi efek kekeringan dari shampoo alkaline kuat (keithler;198)

Cetil alkohol dalam bagian kira-kira 1% sebagai emolien dan penstabil (Balsam I;8) Konsentrasi cetyl alkohol sebagai emolien 25% (EXP;65) Kekurangan yang paling penting dari Na lauril sulfat adalah efek menghilangkan minyak dan cenderung mengabsorbsi pada batang rambut yang membuat rambut terasa kering dan kaku. Efek ini bagaimanapun dapat dikurangi dengan bahan tambahan yang cocok (Jellineck;243)

Antioksidan (Propil Gallat)) Penyebab ketengikan: Secara kimia, ketengikan adalah degradasai dari asam lemak dengan BM tinggi dengan oksidasi secara umum dihasilkan dengan oksigen atmosfir (Jellineck;125) Mekanisme ketengikan: mekanisme dari efek ini dapat dijelaskan mengapa antioksidan dibutuhkan untuk mencegah oksidasi dari campuran lemak. Secara teoritis kasus oksidasi dari semua asam lemak tak jenuh dalam campuran lemak akan terjadi dalam molekul suatu rantai dari antioksidan yang akan cukup untuk memutuskan rantai (Jellineck;127)

Kadang-kadang dibutuhkan untuk melindungi shampoo dengan penambahan penstabil yang mana adalah antioksidan, sunscreen, bahan pensuspensi dan bahan penontrol pH (Balsam II;101) Ester gallat adalah satu kelas antioksidan yang paling penting. Ester propil adalah hanya satu zat yang diizinkan dalam industri makanan pada kebanyakan negara-negara (Belanda membiarkan penggunaan ester oktil dan dodekil) tetapi metil, etil, propil, oktil dan dodecyl gallat umumnya digunakan dalam kosmetik. Asam gallat sendiri adalah antioksidan yang paling kuat, tetapi cenderung menjadi biru dengan adanya besi (Mod. Cosmet;618)

Konsentrasi propil gallat umumnya dikatakan pada tingkat 0,01-0,1% (Mod. Cosmet;620) Alkil ester dari asam gallat (3,4,5-asam trihidroksibenzoat) mempunyai sifat antioksidan dan juga digunakan sebagai pengawet dalam farmasetik. Alkil gallat juga digunakan sebagai antioksidan dalam makanan dan berguna dalam mengubah keburukan dan ketengikan dari lemak dan minyak. Penggunaannya pada konsentrasi 0,01-0,1% (Mod. Cosmet;620)

Propilenglikol Buku ajar Tehno II : 83 Humektan adalah bahan yang mengontrol perubahan kelembaban antara produk dengan udara, baik dalam wadah ataupun kulit. Yang umum digunakan adalah gliserol, propilenglikol, sorbitol Excipient 6th: 592 Konsentrasi humektan yang digunakan ~ 15%

Metil Paraben dan Propil Paraben Kombinasi pengawet sering digunakan karena hal tersebut berarti meningkatkan efektivitas kerja pengawetbaik dengan penambahan spectrum aktivitas atau dengan beberapa sifat sinergis (Lachman;522) Seringkali kombinasi dari dua atau lebih ester asam parahidrokisbenzoat digunakan untuk mencapai efek antimikroba yang dikehendaki sebagai contoh asam metil dan propil hidroksibenzoat seringkali digunakan bersama dalam perbandingan 10:1. Penggunaan lebih dari 1 ester memungkinkan konsentrasi pengawet total lebih tinggi karena kelarutan bebas masing-masing bertindak memperkuat efek antimikroba (Lachman;962)

Pengawet metil paraben dan propil paraben paling terkenal karena melawan bakteri, khamir dan jamur, kombinasi 0,2% metil paraben dan 0,02% propil paraben sebagai pilihan kombinasi (Presc;275) Alasan penggunaan pengawet: Emulsi seringkali mengandung bahan seperti karbohidrat, protein, dan fosfatida dan semua bahan yang menunjang pertumbuhan berbagai mikroorganisme dengan adanya salah satu bahan yang disebutkan berikut. Adanya suatu campuran lemak dan air yang bersentuhan seringkali memungkinkan mikroorganisme meneta, karena itu penggunaan pengawet merupakan hal yang perlu dalam proses pemisahan (Lachman;530)

Substrat yang mudah ditumbuhi mikroba dalam kosmetik (Balsam II;349): 1. Karbohidrat dan glikosida; gom alam, mucilage, pectin, pati 2. Alkohol, gliserol, manitol, dan lemak alkohol 3. Asam lemak dan ester-esternya, lemak hewan, dan tumbuhan, minyak dan lilin 4. Steroid, kolesterol, lanolin 5. Protein, pepton, asam amino 6. Vitamin

7. PEG 400 distearat & Mg Stearat PEG 400 distearat sebagai pengopak bersama dengan logam Mg stearat (Mod. Cosmet;380) Pengopak biasanya ditambahkan untuk mengubah shampoo, kosmetik tipe cair jernih ke dalam shampoo krim cair adalah stearat non ionic, seperti propilenglikol stearat, polietilenglikol 400 distearat atau dietilenglikol stearat, bersama dengan logam stearat yang tidak larut, seerti Mg, Zn, atau Cu stearat; penambahan yang terakhir ini karena ester glikol cenderung larut kembali dalam shampoo pada suhu yang panas (Mod. Cosmet:378) Fungsi pengopak 1. Pengaruh pengopak ketika konsentrasi dikontrol secara hati-hati jadi sebagai saltiong out surfaktan tanpa menyebabkan gelatin atau pemisahan (Balsam II;98) 2. Pengopak ditambahkan untuk memberikan penampakan warna seperti susu pada shampoo (Keithler;96)

Jasmine Oil Bahan pengaroma ditambahkan untuk memperbaiki penerimaan (parrot;365) Digunakan sebagai parfum, juga sebagai bahan tambahan dalam salep dan kosmetik (RPS 18th;1298) Semua shampoo mempunyai parfum dan warna untuk meyakinkan kosmetik untuk diterima dan mengandungn bahan tambahan seperti pewarna dan pigmen penerang untuk memperbaiki penampakan kosmetik (Balsam II;101) Konsentrasi parfum 0,25-0,5% (Balsam II;16)

FD & C red no.2 Parrot : 179 Warna memperbaiki atau sebagai daya tarik dalam kosmetik dan konsumen yang menerima obat. Parrot:180 Konsentrasi dalam emulsi 0,005 sampai 0,001% . Amaranth : sampai 0,3 % Balsam : 101 Semua shampo mempunyai farfum dan warna untuk meyakinkan kosmetik

Perhitungan Bahan
Shampo dibuat 90 ml 1. Na lauril sulfat = 20% x 90 ml = 18 g 2. Trietanolamin = 3% x 90ml = 2,7 g 3. Asam sterat = 6% x 90 ml = 5,4 g 4. Cetyl alkohol = 1% x 90 ml = 0,9 g 5. Propil gallat = 0,1% x 90 ml = 0,09 g 6. Propilenglikol = 5% x 90 ml = 4,5 g 7. Metil paraben = 0,08% x 90 ml = 0,072 g 8. Propil paraben = 0,05% x 90 ml = 0,045 g 9. PEG-400 distearat = 2% x 90 ml = 1,8 g 10. Mg stearat = 1% x 90 ml = 0,9 g 11. FD & C red no.2 = 0,001% x 90 ml = 0,0009 g 12. Jasmin Oil = 0,3 % x 90 ml = 0,27 g

Cara Kerja
1. Alat dan bahan disiapkan 2. Bahan ditimbang sesuai perhitungan 3. Fase minyak dibuat dengan cara melebur: PEG 400 distearat 1,8 g + Mg stearat 0,9 g + cetyl alkohol 0,9 g + asam stearat 5,4 g hingga suhu 70oC lalu + Hp Propil paraben 0,045 g + propil gallat 0,09 g 4. Fase air dibuat dengan cara melarutkan metil paraben 0,072 g air suling 70oC kemudian ditambahkan Na lauril sulfat 18 g + TEA 2,7 g diaduk hingga homogen 5. Fase minyak dituang ke dalm fase air bersamaan lalu dimixer dengan intermittten shaking (dimixer selama 1 menit istirahat selama 20 detk) dilakukan sebanyak 5X 6. Ditambahkan pengaroma jasmine oil 0,27 g dan masukkan pewarna FD & C no.2 pada suhu 450, aduk ad homogen 7. Dimasukkan dalam wadah dan diberi etiket