Anda di halaman 1dari 19

PEMERIKSAAN FISIK PENGERTIAN PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik adalah Suatu sistem untuk mengumpulkan data kesehatan klien

yang diatur berdasarkan fungsi dimulai dari kepala sampai dengan ujung kaki (head to toes) hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memperoleh hasil pemeriksaan yang actual. TUJUAN PEMERIKSAAN FISIK 1. Untuk memperoleh data dasar mengenai kemampuan fisiologis 2. Untuk mengetahui factor resiko yang mungkin timbul karena disfungsi organ 3. Untuk mengetahui perubahan actual pada fungsi normal 4. Menggambarkan status kesehatan klien 5. Mengidentifikasi masalah kesehatan 6. Mengetahui hasil dari pengobatan/therapy URUTAN DALAM MELAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK

Secara umum : keadaan umum, TB,BB dan TTV Kepala (rambut,kulit kepala, mata telinga, mulut) Leher Ekstremitas atas Dada Abdomen Genital dan pelvis Ekstremitas bawah Teknik dalam melakukan pemeriksaan fisik Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

INSPEKSI

Adalah proses observasi yang sistematis yang tidak hanya terbatas pada penglihatan tetapi juga indra pendengaran dan penghidu Penglihatan : mengobservasi kulit terhadap warna,laserasi,lesi,pola pernafasan dan simetrisitas, bahasa tubuh pergerakan dan postur, penggunaan eksteremitas, ekspresi wajah, keterbatasan fisik, dsb Pendengaran : mendengarkan sifat batuk, integrasi sendi, nada suara, atau isi interaksi dengan orang lain, dsb Penghidu : mendeteksi adanya bau

PALPASI Palpasi adalah menyentuh atau menekan permukaan luar tubuh dengan jari Jenis palpasi Sentuhan : merasakan suatu pembekalan,mencatat suhu, kelembaban dan tekstur kulit Tekanan : menentukan karakter nadi, mengevaluasi edema, mengetahui posisi janin, pembesaran organ dalam dan batas batas organ dalam, mencubut kulit untuk mengetahui turgor. Pemeriksaan dalam : mengetahui respon nyeri abnormal, mengetaui pembukaan jalan lahir dan adanya masa pada anus. PERKUSI Perkusi adalah melakukan ketukan langsung atau tidak langsung pada permukaan tubuh tertentu untuk memastikan informasi tentang organ atau jaringan yang ada di bawahnya Ada 2 jenis : 1. Menggunakan ujung jari : ketuk dada dengarkan bunyi yang menunjukan ada atau tidaknya cairan atau masa 2. Menggunakan palu( Refleks Hammer ) : ketuk lutut dan amati ada/tidaknya reflex/gerakan pada kaki bawah AUSKULTASI Auskultasi adalah mendengarkan bunyi dalam tubuh dengan bantuan stetoskop untuk menggambarkan dan mengintepretasikan bunyi yang didengar Contoh : bunyi jantung, paru, bising usus, denyut jantung janin, dsb. POSISI DALAM PEMERIKSAAN FISIK

Duduk : kepala & leher, punggung, thorak posterior dan paru, torak anterior dan paru, payudara, ketiak, jantung, TTV, ekstremitas atas Terlentang : kepala & leher, torak anterior dan paru, payudara, ketiak, jantung, abdomen, ekstremitas, denyut nadi. Dorsal recumbent : abdomen dan genetalia Litotomi : genelita wanita dan traktus genelita Tengkurap : otot rangka Posisi lutut-dada (knee-chest) : rectum Rekumben lateral kiri : jantung

PEMERIKSAAN

NORMAL Pemeriksaan Umum

DEVIASI DARI NORMAL

Periksa TTV

nadi 69-100x/mnt (dws) pernapasan 12-20x/mnt (dws) suhu 36-37,5c tekanan darah Berat badan ideal

Diluar nilai batas normal

Observasi

TB&BB

Obesitas atau sangat kurus

dihubungkan dengan usia, gaya hidup & kesehatan Observasi postur klien pada saat berdiri, duduk & berjalan

Relaks Koordinasi sesuai Tegak panggul lurus dan dgn bahu gerakan

Postur yang abnormal Gerakan tidak terkoordinasi & tremor

berada dlm keselarasan

Kepala tertahan tegak

Observasikebersihan diri Inspeksi keadaan umum

Bersih, rapi & tidak bau Tampak sehat

Kotor,tidak rapi, bau Lemah, sakit berat

Inspeksi kulit ( sebaiknya gunakan penchayaan yang cukup): warna, tempratur, lesi

Warna

kulit

(coklat, kuning

Pucat, sianosis, hipertensi, atau hipopigmentasi

kemerahan, langsat)

Ada lesi

Area pigmentasi ringan (tangan, bibir, & dasar kuku)

Tidak ada lesi Kepala

Inpeksi rambut & kulit kepala

Rambut

terdistribusi

Kepala

merata, tebal, bercahaya

Tidak ada lesi pda kulit kepala, bersih

Inspeksi mata & tes pengelihatan

Sejajar, simetris, tdk ada edema

Mata tidak sejajar, tidak simetris

Warna

pupil

hitam,

Pupil anisokor, nystagmus Pergerakan mata tdk terkoordinasi

isokor (3-7mm), reflex thp cahaya positif


Tdk ada nystagmus Konjungtiva muda merah

Kongjungtiva pucat

Inspeksi dan palpasi telinga dan tes pendengaran

Warna

kulit

sama

sianosis, merah

pucat,

sangat

dengan kulit wajah

Posisi simetris

tidak simetris

Bersih,

tidak

ada

serumen (pengeluaran

berlebih cairan

penumpukan tidak berbau


serumen,

bernanah atau darah) dan bau inflamasi,


Tidak ada lesi Tidak ada

ada lesi ada inflamasi liang telinga, mastoid nyeri dan terdapat

mastoid tidak nyeri, dan tanpa nodul

Dapat

mendengar

nodul test weber, rinne, dan

jamberdetak 1 2 inci

Test weber, rinne dan schwabach positif

schwabach negative

Inspeksi mulut, gigi & mukosa

Sinus tidak nyeri Mukosa lembab, warna merah muda

Mukosa kering & pecah pecah

Warna merah, pucat atau sanosis

Gigi & gusi (tdk ada karies, lengkap, putih, tdk ada inflamasi), tidak bau

Gigi & gusi ( karies gigi, kuning tidak inflamasi) atau kehitaman, ada

lengkap,

Tidak ada lesi Lidah dapar Bergerak bebas, uvula dan


Bau Stomatis Lidah bergerak terbatas, uvula dan palatum gagal terangkat.

palatum lunak, terangakt saat kilen berkata ah

Leher Inspeksi leher

Leher sistematis, tidak ada massa, kekakuan dan fleksi

Tidak kekakuan

simetris, dan

ada massa,

rentang gerak terbatas

kepala 450, ekstensi 500 , fleksi lateral kepala 400 ,rotasi lateral kepala 700 Palpasi & auskultasi kelenjar parotis

Kelenjar

tiroid

terliahat

saat menelan

Tidak

teraba,

jika

Menyimpang ke satu sisi, pembesaran tiroid dan

terpalpasi teraba kecil, lembut, di tengah & tidak nyeri


nyeri tekan, teraba nodus limfe

Auskultasi suara bruit

tidak

ada

Ada suara bruit

Inspeksi vena leher & kelenjar getah bening

Tidak

ada

pembesaran

Distensi

vena

jugularis,

(distensi) vena jugularis & pemebesaran nodus limfe pada leher Ektremitas Atas

pembesaran nodus limfatik

Inspeksi kulit & kuku

Kuku

halus,

warna

Kuku sangat tebal / tipis, warna kuku pucat / sianosis

merah muda

Jaringan

kulit

utuh

Jaringan kulit tidak utuh Pengisian kapiler > 3 dtk Terdapat lekukan lekukan (krn injury) Kuku cendrung spoon nail

pengisian kapiler < 3 dtk

Cembung sekitar 1600

dan

sudut

antara kuku dasar

Sudut antara kuku dan dasar 1800 lebih kuku sekitar

Evaluasi Range of Motion

Bergerak

bebas

tanpa

Bergerak terbatas bisa karena

(ROM)

nyeri/spasme

otot/sendi

nyeri, spasme otot

bengkak/kontraktur Kekuatan otot


Terdapat kontraksi otot Rentang gerak pemnuh dengan melawan gaya gravitasi

Tidak ada gerakan tubuh Tidak ada kontraksi otot Tidak dapat melawan gaya gravitasi

Kekuatan bilateral

otot

secara simetris

terhadap tahanan tenaga dorongan Refleks otot bisep

Gerakan respon singkat (tidak berlebihan/sangat lambat)

Tidak ada respon refleks Gerakan hypoaktif (minimal activity) atau hiperaktiv (sangat cepat)

Refleks berupa berupa fleksi

Palpasi brachialis & radial pulpasi

Irama teratur Kekuatan denyut sama dalam setiap denyutan

Irama regular Kekuatan setiap denyutan tidak sama

Denyutan terasa penuh dan mudah dipalpasi

Denyutan lemah Frekuensi melebihi atau kurang dari batas normal

Frekuensi dalam batas normal ( dewasa 100x/mnt ) Ekstermitas Bawah

Evaluasi Range of Motion (ROM)

Bergerak bebas tanpa nyeri / spasme otot / sendi bengkak / kontraktur

Bergerak terbatas bisa karena nyeri, spasme otot

Kekuatan otot

Terdapat kontraksi otot Rentang gerak pemnuh dengan melawan gaya gravitasi

Tidak ada gerakan tubuh Tidak ada kontraksi otot Tidak dapat melawan gaya gravitasi

Kekuatan bilateral

otot

secara simetris

terhadap tahanan tenaga dorongan Test refleks platela dan plantar


Gerakan respon singkat (tidak berlebihan/sangat lamabat) Refleks berupa ekstensi dari tungkai bawah

Tidak ada respon refleks Gerakan hypoaktif ( minimal activity ) atau hiperaktiv ( sangat cepat )

(refleks patella)

Refleks

berupa

penekukan ibu jari kaki kebawah plantar) Dada ( depan & belakang) Inspeksi & palpasi payudara

(refleks

Simetris, tidak ada lesi/retraksi/lekukan, kulit utuh, warna kulit sama dengan daerah sekitarnya, tidak ada edema.

Asimetris, terdapat lekukan/retraksi (akibat tumor), hyperpigmentasi, ada edema.

Putting : inverse/masuk ke dalam (karena adanya pertumbuhan tubuh di bawah kulit)

Aerola : normal berbentuk bundar/oval, warna merah muda

Terdapat lesi kanker (keras,

sampai coklat.

terikat kuat, tidak nyeri, berbentuk tidak teratur)

Putting : keluar, tidak ada drainase (kecuali ibu hamil), berwarna sama dengan aerola.

Inspeksi & palpasi aksila

Tidak ada pembesaran nodus limfe/massa

Terdapat pembesaran nodus limfatik, ada massa, terasa nyeri

Inspeksi, palpasi & auskultasi paru

Dada

simetris,

kulit

Dada asimetris terdapat nyeri Penggunaan otot bantu pernapasan secara

utuh, tidak ada nyeri

Ekspansi dada simetris secara bilateral

Penggunaan aksesoris minimal

otot

maksimal Frekuensi sangat cepat atau lambat


Pernapasan tenang

normal

Irama ireguler Bunyi napas tambahan (ronchi, wheezing)

Frekuensi napas dalam batas normal (12-

20x/menit)

Tidak ada vocal fremitus (pneumotorak)

Irama napas regular Vocal fremitus simetris secara bilateral

Gangguan dalam pengembangan dada

Bunyi napas vesikuler dan bronkovesikuler

Pengembangan dada 3-5 cm

Gerakan dada simetris Tidak ada

Palpasi & auskultasi

Teraba pulsasi pada iga

jantung

vibrasi/pulsasi pada iga kedua, ketiga dan empat Terdengar suara jantung 1&2

kedua, ketiga, dan ke empat (akibat murmur) Terjadi pergeseran letak PMI

Irama jantung regular Frekuensi 60-100 denyut/menit (dewasa)

Bunyi jantung tambahan (murmur, gallop)

Irama irregular Frekuensi datanga meningkat/menurun

Abdomen Inspeksi, auskultasi, palpasi & perkusi abdomen


Warna kulit sama dengan bagian tubuh yang lain Kadang terdapat strie/scar

Kulit terlihat tipis (memegang) pada edema/asites

Bentuk abdomen ditensi (pembengkakan)

Bentuk abdomen simetris : flat, convek (rounded), convace (scapoid)

Umbilicus : keluar cairan, menonjol

Gerakan permukaan abdomen tidak simetris

Umbilicus : Datar/cekung, tidak ada keluar cairan

Bunyi bising usus (hypoavtive/hyperactive)

Kandung kemih teraba (retensi urine)

Gerakan permukaan abdomen simetris (pada saat bernapas)

Hati : ada pembesaran, nyeri tekan

Bising usus terdengar (5-35x/menit)

Ginjal : nyeri saat di perkusi

Hati : tidak ada pembesaran, tidak nyeri

tekan, bunyi pekak/dullness, batas diantara celah interkostal ke 5-7

Kandung kemih : tidak teraba

Ginjal : tidak mengalami nyeri saat di perkusi. Genetalia

Inspeksi, palpasi organ genetal wanita

Pertumbuhan rambut membentuk segitiga diatas perineum dan sepanjang permukaan medial paha

Tidak ada atau sedikit sekali rambut (gangguan hormone )

Kulit perineal terdapat lesi/inflamasi

Kulit perineal sedikit lebih gelap, halus dan bersih

Membran terlihat sangat merah klitoris mengalami inflamasin(tumor)

Membran tampak merah muda dan lembab

Orifisium uretra& introitus vagina : nyeri, inflamasi, lesi.

Labia mayora kering/lembab, simetris


Kelenjar bartolin : teraba Kelenjar skene : mengeluarkan cairan/rabas dan nyeri

Labia minora lebih tipis dan salah satunya berukuran lebih besar

Jaringan lunak tanpa nyeri

Serviks : malposisi ke lateral (dapat mengidentifikasi tumor), ada laserasi, massa

Klitoris : lebar <1 cm dan panjang 2 cm tidak

ada inflamasi, nyeri

Sekresi secret : berbau, keruh

Orifisium uretra : utuh tanpa inflamasi

Meatus uretra : berwarna merah muda, terletak dianterior orifisium

Introitus vagina : tidak ada nyeri, inflasi, edema/lesi

Kelenjar bartholin : tidak teraba

Kelenjar skene : tidak ada pengeluaran (rabas0 dan nyeri

Serviks : berwarna merah muda, halus, bulat, berada pada garis tengah tanpa lesi

Sekresi normal biasanya encer, jernih, dan tidak bau.

Pertumbuhan rambut di daerah pubis sampai ke simpisi pubis

Tidak ada atau sedikit sekali rambut (gangguan hormone)

Kulit penis utuh&bersih Meatus uretra : ujung gland penis

Kulit penis : lesi/ulkus Meatus : hypospadia/epispadia

Gland penis : tidak ada lesi&nyeri

Glan penis : nyeri tekan, ulkus/lesi

Skrotum : tidak ada lesi& edema

Pembesaran salah satu testis (karena kanker) ada benjolan keras terdapat di palpasi di bagian depan atau samping testis.

Testis : tidak nyeri tekan, lembut & kenyal, bebas nodul.

Inspeksi rectum

Kulit perianal utuh, tidak ada benjolan, ruam/inflamasi

Terdapat luka/inflamasi Spingter anus melemah (masalah neurology)

Warna lebih gelap dari jaringan sekitar

Dinding rectum nyeri tekan, terdapat polip/massa/nodul

Spngter anus memiliki tonus otot yang baik

Palpasi prostate : membesar, nyeri

Dinding rectum licin& tidak nyeri

Palpasi serviks : membesar, terasa nyeri, terdapat massa/nodul

Kelenjar prostate (pria) : tidak nyeri, ukuran 2,5-4 cm

Serviks (wanita) Tidak nyeri, licin, ukuran 2-3cm

PEMERIKSAAN EKSTREMITAS Pemeriksaan Ekstremitas: 1. Pemeriksaan Reflek 2. Pemeriksaan keseimbangan 3. Pemeriksaan fungsi koordinasi Pemeriksaan Fisik Pada Ekstremitas 1. Ekstermitas 1.1 Ekstermitas atas

Inspeksi : bagaimana pergerakan tangan,dan kekuatan otot Palpasi : apakah ada nyeri tekan,massa/benjolan Motorik : untuk mengamati besar dan bentuk otot,melakukan pemeriksaan tonus kekuatan otot,dan tes keseimbangan. Reflex : memulai reflex fisiologi seperti biceps dan triceps Sensorik : apakah klien dapat membedakan nyeri, sentuhan,temperature,rasa ,gerak dan tekanan. 1.2. Ekstermitas bawah

Inspeksi : bagaimana pergerakan kaki,dan kekuatan otot Palpasi : apakah ada nyeri tekan,massa/benjolan Motorik : untuk mengamati besar dan bentuk otot,melakukan pemeriksaan tonus kekuatan otot,dan tes keseimbangan. Reflex : memulai reflex fisiologi seperti biceps dan triceps Sensorik : apakah klien dapat membedakan nyeri, sentuhan,temperature,rasa ,gerak dan tekanan. A. PEMERIKSAAN REFLEK FISIOLOGIS Refleks biasanya tidak terlalu singkat terjadinya pada klien yang lebih dewasa. Respon repleks pada ekstremitas bawah berkurang sebelum ekstremitas-ekstremitas atas terpengaruh (Seidel et al., 1991). Menimbulkan reaksi refleks memungkinkan perawat untuk mengkaji integritas jalur-jalur sensori dan gerak dari lengkung repleks dan segmen batang spinal spesifik. Pengujian refleks tidak berarti menentukan pungsi saraf pusat. Saat otot dan tendon di regangkan selama pengujian refleks, implus-implus saraf merambat sepanjang jalur saraf aferen ke bagian dorsal segmen batang spinal. Implus-implus bergerak ke saraf motor eferen dalam batang spinal. Kemudian sebuah saraf motor mengirim implus kembali ke otot dan menyebabkan respon refleks terjadi.

1. PEMERIKSAAN REFLEK OTOT BISEPS Posisi pasien tidur terlentang dan siku kanan yang akan diperiksa, diletakan diatas perut dalam posisi fleksi 60 derajat dan rileks. Pemeriksa berdiri dan menghadap pada sisi kanan pasien Carilah tendon biseps dengan meraba fossa kubiti, maka akan teraba keras bila siku difleksikan Letakan jari telunjuk kiri pemeriksa diatas tendon otot biseps Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan, diatas jari telunjuk kiri pemeriksa Terlihat gerakan fleksi pada siku akibat kontraksi otot biseps dan terasa tarikan tendon otot biseps dibawah telunjuk pemeriksa

2. PEMERIKSAAN REFLEK OTOT TRISEPS Posisi pasien tidur terlentang Bila siku tangan kanan yang akan diperiksa, maka diletakan diatas perut dalam posisi fleksi 90 derajat dan rileks. Pemeriksa berdiri pada sisi kanan pasien Carilah tendon triseps 5 cm diatas siku (proksimal ujung olecranon) Letakan jari telunjuk kiri pemeriksa diatas tendon otot triseps Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan diatas jari telunjuk kiri pemeriksa Terlihat gerakan ektensi pada siku akibat kontraksi otot triseps dan terasa tarikan tendon otot triseps dibawah telunjuk pemeriksa

3. PEMERIKSAAN REFLEK TENDON PATELA Posisi pasien tidur terlentang atau duduk Pemeriksa berdiri pada sisi kanan pasien Bila posisi pasien tidur terlentang, lutut pasien fleksi 60 derajat dan bila duduk lutut fleksi 90 derajat Tangan kiri pemeriksa menahan pada fossa poplitea Carilah 2 cekungan pada lutut dibawah patela inferolateral/ inferomedial

Diantara 2 cekungan tersebut terdapat tendon patela yang terasa keras dan tegang Ayunkan hammer reflek sebatas kekuatan ayunan pergelangan tangan diatas tendon patella Terlihat gerakan ektensi pada lutut akibat kontraksi otot quadriseps femoris

4. PEMERIKSAAN REFLEK TENDON ACHILES Pasien tidur terlentang atau duduk Bila pasien tidur terlentang pemeriksa berdiri dan bila pasien duduk pemeriksa jongkok disisi kiri pasien Bila pasien tidur terlentang lutut fleksi 90 derajat dan disilangkan diatas kaki berlawanan, bila pasien duduk kaki menggelantung bebas Pergelangan kaki dorsofleksikan dan tangan kiri pemeriksa memegang/ menahan kaki pasien Carilah tendon achiles diantara 2 cekungan pada tumit yang terasa keras dan makin tegang bila posisi kaki dorsofleksi Ayunkan reflek hammer diatas tendon achiles Terasa gerakan plantar fleksi kaki yang mendorong tangan kiri pemeriksa dan tampak kontraksi otot gastrocnemius 5. PEMERIKSAAN REFLEK CREMASTER a. Ujung tumpul palu refleks digoreskan pada paha bagian medial b. Respon: elevasi testis ipsilateral 6. PEMERIKSAAN REFLEK PLANTAR Telapak kaki pasien digores dengan ujung tumpul palu reflex. Respon: plantar fleksi kaki dan fleksi semua jari kaki PEMERIKSAAN REFLEK PATOLOGIS

Hoffmann tromer Tangan pasein ditumpu oleh tangan pemeriksa. Kemudian ujung jari tangan pemeriksa yang lain disentilkan ke ujung jari tengah tangan penderita. Reflek positif jika terjadi fleksi jari yang lain dan adduksi ibu jari

Rasping

Gores palmar penderita dengan telunjuk jari pemeriksa diantara ibujari dan telunjuk penderita. Maka timbul genggaman dari jari penderita, menjepit jari pemeriksa. Jika reflek ini ada maka penderita dapat membebaskan jari pemeriksa. Normal masih terdapat pada anak kecil. Jika positif pada dewasa maka kemungkinan terdapat lesi di area premotorik cortex

Reflek palmomental Garukan pada telapak tangan pasien menyebabkan kontraksi muskulus mentali ipsilateral. Reflek patologis ini timbul akibat kerusakan lesi UMN di atas inti saraf VII kontralateral

Reflek snouting Ketukan hammer pada tendo insertio m. Orbicularis oris maka akan menimbulkan reflek menyusu. Menggaruk bibir dengan tongue spatel akan timbul reflek menyusu. Normal pada bayi, jika positif pada dewasa akan menandakan lesi UMN bilateral

Mayer reflek Fleksikan jari manis di sendi metacarpophalangeal, secara halus normal akan timbul adduksi dan aposisi dari ibu jari. Absennya respon ini menandakan lesi di tractus pyramidalis

Reflek babinski Lakukan goresan pada telapak kaki dari arah tumit ke arah jari melalui sisi lateral. Orang normal akan memberikan resopn fleksi jari-jari dan penarikan tungkai. Pada lesi UMN maka akan timbul respon jempol kaki akan dorsofleksi, sedangkan jari-jari lain akan menyebar atau membuka. Normal pada bayi masih ada.

Reflek oppenheim Lakukan goresan pada sepanjang tepi depan tulang tibia dari atas ke bawah, dengan kedua jari telunjuk dan tengah. Jika positif maka akan timbul reflek seperti babinski

Reflek gordon Lakukan goresan/memencet otot gastrocnemius, jika positif maka akan timbul reflek seperti babinski

Reflek schaefer Lakukan pemencetan pada tendo achiles. Jika positif maka akan timbul refflek seperti babinski

Reflek caddock Lakukan goresan sepanjang tepi lateral punggung kaki di luar telapak kaki, dari tumit ke depan. Jika positif maka akan timbul reflek seperti babinski.

Reflek rossolimo Pukulkan hammer reflek pada dorsal kaki pada tulang cuboid. Reflek akan terjadi fleksi jarijari kaki.

Reflek mendel-bacctrerew Pukulan telapak kaki bagian depan akan memberikan respon fleksi jari-jari kaki.

Table 1.Skala kekuatan otot

Skala 5 Gerakan

Gambaran Aktif, dapat melawan

Presentasi normal 100 75

klasifikasi Normal

tahanan penuh 4 Gerakan aktif, hanya dalam

Kelemahanringan

menahan sebagai tahanan 3 Gerakanaktif, dapat melawan gravitasi 2 1 Rentang gerak (ROM) pasif Hanya terdapat kontraksi otot 25 10 Buruk Sangatburuk (kelemahanberat 0 Tidak dapat kontraksi otot 0 Paraliasis 50 Cukup/kelemahansedang