Anda di halaman 1dari 27

DAFTAR ISI I. II. Daftar isi ....................................................................................................... Data Hasil Asessment Geriatri ..................................................................... 1.

Identitas dan Skrining 10 menit .................................................................. 2. Riwayat Medik ............................................................................................ 3. Evaluasi fisik dan Data penunjang ............................................................. 4. Daftar Masalah Awal .................................................................................. 5. Kuesioner Usila .......................................................................................... 6. MMSE ........................................................................................................ 7. Skala Depresi............................................................................................. 8. Asessment Nutrisi ...................................................................................... 9. Asessmet Oral ........................................................................................... 10. Rekapitulasi Asessment Geriatri ................................................................ III. Pembahasan ................................................................................................ 1. Daftar Masalah ........................................................................................... 2. Diagnosis Banding ..................................................................................... 3. Diagnosis Kerja .......................................................................................... 4. Perencanaan dan Tatalaksana (Farmako dan Non-Farmako) .................... IV. V. VI. Kesimpulan .................................................................................................. Daftar Pustaka ............................................................................................ Lampiran Foto .............................................................................................. 1 2 2 5 8 9 10 11 13 14 15 16 18 18 20 20 21 25 26 27

DAFTAR HASIL ASESSMENT GERIATRI 1. IDENTITAS Nama pasien : Mbah P. Jenis kelamin : pria Umur Agama Pendidikan Alamat No . Tlp. Pekerjaan : 75 tahun : Islam : SD : Giyaran, Mukirsari, Cangkringan : (-) : buruh bangunan : Tani : Mbah . S

Kegiatan sekarang Nama orang terdekat

Orang yang tinggal serumah : Istri Jumlah anak : laki-laki 4 orang Jumlah cucu : laki-laki 4 orang, perempuan 3 orang Jumlah cicit : (-) : 14 JUNI 2012 :

Assesmen dibuat pada tanggal Pengirim pasien

10 MENIT PEMERIKSAAN PENYARING TERHADAP KONDISI GERIATRI PROBLEM CARA PEMERIKSAAN penglihatan 2 pertanyaan: 1. apakah Terdapat ada ketidakmampuan dalam dalam dalam TV, >20/40 aktifitas karena melihat jarak (-) /tidak HASIL POSITIF HASIL

kesulitan berkendara, menonton membaca, sehari-hari

penglihatan anda? 2. jika ya: lakukan tes membaca koran Pendengaran Tes berbisik pada Ketidakmampuan (-)/ tidak

masing telinga pasien untuk mendengar dengan jarak sekitar pada 1,5 m (posisi telinga kedua kontraleteral ditutup) Mobilitas dengan TUG kaki Catat waktu tes bisik telinga

atau satu telinga. mampu (-)/ tidak

yang Tidak

metode dipergunakan pasien melakukan untuk melakukan instruksi dalam instruksi : berdiri dari 15 detik kursi, jalan cepat 3 meter ke depan,

kembali ke kursi, dan duduk Inkontinensia urin 2 bagian : 6 hari (-) / tidak 1. pertanyaan: tahun mengompol lalu apakah mbah pernah mengompol 2. jika ya, : pernahkah mengompol ini? Nutrisi dan 2 bagian: 1. apakah Jika terdapat (-) / tidak BB mbah dalam

selang 6 hari terakhir

penurunan BB

terjadi penurunan

penurunan BB 10% 10% dalam 6 bulan

terakhir tanpa usaha untuk menurunkan? 2. timbanglah BB

pasien Memori Menyebutkan benda (pada 3 Tidak dapat (+) / ya

awal menyebutkan pasien kembali setelah

pemeriksaan

diberi perintah untuk lebih dari 1 menit

mengingat 3 benda yang pemeriksa diucapkan untuk

diingat kembali jika ditanyakan pemeriksa) Depresi Pertanyaan : kira- Ya untuk (-)/ tidak oleh

kira dalam 2 minggu pertanyaan terakhir apakah mbah tersebut. merasa depresi? Keterbatasan fisik Ada 6 pertanyaan : 1. Tidak untuk (+)/ ya yaitu melakukan salah satu atau pada dari pertanyaan no. 4 saja. sedih atau

aktifitas berat seperti lebih jalan bersepeda? 2. dirumah menyapu membersihkan halaman rumah? 3. pergi belanja grosir/ pekerjaan seperti rumah, cepat/ pertanyaan tersebut.

ketempat pasar?

4. pergi ke suatu tempat jauh berjalan? 5. mandi, spon baik atau yang agak

dengan

dengan 6.

bak mandi, shower berpakaian memakai

seperti

kaos, mengancingkan dan menarik resleting?

2. RIWAYAT MEDIK a. keluhan utama pasien: adanya rasa sesak yang sudah lama dirasakan Mbah P yaitu sejak 10 tahun terakhir ini. Rasa sesak ini awalnya keluhan yang ringan muncul pada saat beraktifitas berat saja namun sekarang keluhan kadang juga muncul pada saat beraktivitas ringan di rumah . Serangan sesak ini kadang muncul tiba-tiba dan tidak menentu waktunya yaitu terutama pagi,siang hari, malam hari (sangat jarang). Keluhan ini menurut Mbah P menggangu aktivitasnya namun beliau belum pernah memeriksakan ke dokter untuk keluhan ini dengan alasan rasa sesak ini karena kelelahan akibat terlalu lama bekerja di sawah dan dampak karena usia yang sudah tua.

b. riwayat opname di RS dan pembedahan/operasi: 1 bulan yang lalu mondok di rumah sakit karena menderita gejala demam tipoid.

c. riwayat kesehatan lain : pemeriksaan tekanan darah beberapa bulan lalu dengan hasil (+) hipertensi, pemasangan gigi tiruan 5 tahun yang lalu.

d. riwayat alergi : tidak ada keluhana alergi baik dari riwayat makanan, obat-obatan, ataupun kontak.

e. kebiasaan dan lingkungan: kebiasaan sehari-hari yang sekarang adalah bertani dan suka

membersihkan rumah dan lingkungan sekitar . Sehari-hari Mbah P ke sawah pada pagi hari dan kembali ke rumah menjelang sore. Namun sejak setahun terakhir Mbah P mulai mengurangi aktivitas sehari-hari karena takut keluhan

seperti pegal, linu, dan sesak akan muncul jika pasien banyak beraktivitas. Pasien jarang melakukan olahraga karena lebih sibuk beraktivitas di sawah, dan dahulu Mbah P adalah seorang perokok aktif sejak usia muda dan sudah berhenti dalam 5 tahun terakhir sejak mengetahui mengalami hipertensi. Lingkungan sekitar cukup bersih, sirkulasi udara baik, pencahayaan baik dan aman (lantai tidak licin/ banyak tangga).

f. riwayat obat-obatan yang diminum saat ini : saat ini tidak sedang mengkonsumsi obat apapun. Namun dahulu Mbah P. Mengkonsumsi obat anti biotik, obat anti hipertensi ,obat sakit kepala dan

beberapa suplemen makanan. Adapun cara meminum obat diingatkan oleh keluarga yaitu istri Mbah P.

g. ringkasan gejala: anoreksia (A)keluhan ini terjadi sekitar 6 bulan ini, namun keluhan tersebut jarang terjadi, keluhan hanya muncul terutama saat terjadi sesak atau saat batuk berdahak. Lelah / capek BB turun insomnia Nyeri kepala (K) terutama setelah beraktifitas berat dan lama (-) (-) (K) sudah sejak lama, dirasakan adanya nyeri daerah tengkuk. Gangguan penglihatan Gangguan pendengaran Gangguan gigi tiruan Batuk/ mengi (-) (-) (-) (K) sering mengeluhkan batuk kering/ berdahak agak kental (tidak telalu banyak) yang sudah sejak lama dialami pasien. Pasien dahulu sering mengalami ISPA (keluhan: demam,

flu/pilek/batuk dahak) Sesak napas (K) keluhan awalnya saat beraktifitas berat saja namun sekarang keluhan kadang muncul saat

pasien aktivitas ringan dirumah. Tidak enak pada dada saat (-) kerja Sesak saat waktu tidur (A) baru dirasakan saat terdapat keluhan batuk / pilek, keluhan ini jarang terjadi. Sembab di kaki Jatuh pingsan Nyeri telan, nyeri perut Gangguan BAB Gangguan BAK Gangguan (-) (-) (-) (-) (-) (-) kaki/ (K) adanya nyeri, linu , pegal, kaku pada kedua lutut dan kaki yang sudah sejak lama dirasakan.

lemah/lumpuh/gangguan rasa Gangguan sementara Sering lupa Depresi Mengembara/kelakuan aneh

penglihatan (-)

(K) terutama ingatan yang sudah lama (-) (-)

h. penapisan depresi: beberapa pertanyaan mengenai perasaan yang dialami dalam 1 bulan terakhir 1. mengalami gangguan kesehatan Kadang yang menghalangi kegiatan anda 2. merasa gugup 3. merasa tenang dan damai 4. bahagia Jarang sekali Sering sekali Selalu

5. sangat sedih dan tidak ada satupun Jarang sekali yang dapat menghibur 6. merasa tidak ada yang diharapkan Tidak pernah

i. keterbatasan fungsional: pertanyaan mengenai sudah berapa lamakah (< 3 bulan, > 3 bulan , atau tidak ada keterbatasan) yang membatasi kegiatan. Pekerjaan berat (angkat barang / lari) > 3 bulan

Pekerjaan sedang ( angkat belanjaan, > 3 bulan menggeser meja) Pekerjaan rumah yang ringan Membungkuk, sujud, berlutut > 3 bulan > 3 bulan

j. apa yang diharapkan dalam asessmen ini : Harapan Mbah P terhadap kesehatannya yang dialami sekarang ini adalah semoga keluhan yang menggangu aktivitas beliau seperti sesak , pegal, linu pada kaki dapat sembuh karena Mbah P masih sangat ingin melanjutkan aktivitas yang sering beliau lakukan dahulu seperti bertani atau bersih-bersih rumah.

3. EVALUASI FISIK DAN DATA PENUNJANG Pemeriksaan Fisik a. keadaan umum b. antropometri : baik, kesadaran kompos mentis : TB: 155 cm BB: 50 kg IMT: 20,83 Kesimpulan : normal yaitu nilai IMT kisaran antara (18, 5 - 22,9) c. tanda vital : tekanan darah : Berdiri : 170/100 mmhg Duduk : 170/100 mmhg Berbaring (jarak 2 menit) : 170/100 mmhg Nadi : 71 x/ menit Respirasi : 19x / menit d. kulit : kulit menipis, kering, elastisitas kulit menurun, terjadi pigmentasi yang tidak merata. e. pendengaran f. penglihatan : tidak terdapat adanya akumulasi serumen berlebih. : arkus senilis (+) pada kedua mata, presbiopia, mata

tampak cekung, kelopak mata melengkung.

g. mulut, gigi,sendi rahang : karies dentis (+), tidak terdapat gangguan menelan atau menggigit. h. leher : tidak terdapat pembesaran leher, tidak teraba masa/ benjolan, tidak terdapat pembesaran limfanodi. i. dada paru-paru bersedia. kardiovaskuler : pemeriksaan ini tidak dilakukan karena pasien tidak bersedia. j. abdomen bersedia. h. muskuloskeletal : Inspeksi: tidak didapatkan edema ekstermitas, atrofi otot : pemeriksaan ini tidak dilakukan karena pasien tidak : pemeriksaan ini tidak dilakukan karena pasien tidak

tungkai kaki , kelemahan otot, kekakuan pada sendi disertai nyeri jika beraktivitas berlebihan.

Data pemeriksaan penunjang: pasien belum pernah melakukan pemeriksaan laboratorium , radiologi, EKG, dan yang lainnya.

4. DAFTAR MASALAH a. sesak napas b. nyeri tengkuk c. anoreksia d. mudah kecapekan/ kelelahan e. nyeri, kaku, pegal pada kedua kaki dan lutut f. sering lupa terutama pada ingatan yang sudah lampau. g. tekanan darah tinggi sejak 5 tahun terakhir. h. batuk kering / berdahak (kental)

5. KUESIONER USILA I. Kesehatan umum : a. secara umum anda menggambarkan kesehatan anda saat ini: CUKUP b. seberapa parah nyeri pada tubuh anda rasakan selama 4 minggu terakhir : SEDANG II. Kemampuan melakukan kegiatan (I) melakukan sendiri, (A) bantuan orang lain, (D) tidak dapat melakukan sama sekali. a. kemampuan melakukan aktivitas hidup sehari-hari (AHS/ADL): Berjalan Memakai baju Mandi Makan BAB/BAK Berdandan :I :I :I :I :I :A

b. kemampuan melakukan kegiatan harian instumental (AHS instrumental/IADL) Menggunakan telepon Berbelanja Menyiapkan makanan Mengerjakan pekerjaan rumah Meminum obat Mengatur keuangan Mencuci Bepergian :I :I :A :A :A :A :A :A

III.

Review sistem organ pada usia lanjut

a. Apakah anda kesulitan dalam menyetir kendaraan, menonton, membaca karena alasan kurang jelas penglihatan anda? TIDAK

10

b. Dapatkah anda mendengarkan suara percakapan biasa ? YA c. Apakah anda merasa mudah lupa ? YA d. Apakah anda mengalami penurunan berat badan selama 6 bulan terakhir? TIDAK e. Apakah anda dapat mengontrol BAK/BAB? YA f. Berapa kali anda jatuh dalam setahun terakhir ? TIDAK PERNAH g. Apakah anda meminum alkohol ? TIDAK

IV.

Apakah anda tinggal dengan seseorang? YA, jika ya, siapa? ISTRI dan ANAK. Siapa yang membantu anda dalam keadaan darurat? ANAK. Siapakah yang memutuskan perawatan kesehatan jika anda dalamkeadaan yang tidak mampu berkomunikasi? ANAK.

6. MMSE (MINI MENTAL STATE EXAMINTION) Nama Pasien : Mbah. P Umur No 1 ORIENTASI 1. Tanggal 2. Hari 3. Bulan 4. Tahun 5. Musim 6. Ruangan 7. RS 8. Kota 9. Propinsi 10. Negara 2 REGISTRASI (mengingat 3 11. Bola : 75 tahun Nilai 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

kata) pasien diminta menirukan 12. Melati 3 kata yang disebutkan 13. Kursi pemeriksa

11

ATENSI/

KALKULASI

(serial 14. 93 atau U

1 1 1 1 1 1 1 0 1 1

100-7 atau urutan huruf dari 15. 86 atau Y belakang kata/ WAHYU) 16. 79 atau H 17. 72 atau A 18. 65 atau W 4 REKOL( MEMORI) (mengingat 19. Bola kembali 11-13) BAHASA penyebutan Pasien diperintahkan untuk 20. Melati 21. Kursi 5 22. Jam tangan 23. pensil

menyebut benda yang ditunjuk pemeriksa Pengulangan 24. namun, tanpa , bila , dan 1

Pengertian verbal (perintahkan 25. ambil kertas dengan tangan 1 kalimat 25-27) mengetahui kanan suatu 26. lipatlah menjadi 2 27. letakkan di lantai 1 1 1

pengertian

terhadap

permintaan pada pasien Membaca dan

pengertian 28. tutuplah mata anda

terhadap bahasa menulis (kalimat yang dapat 29. (Tulis kalimat lengkap) dimengerti) 6 Konstruksi ANDA NILAI MMSE 27 TUTUP MATA Tiru gambar ini 1 1

PENILAIAN Kriteria fungsi kognitif, berdasarkan status mental mini (MMSE) adalah: Normal Dugaan MCI (Mild Cognitif Impairment) Probabilitas kognitif terganggu/dugaan demensia Gangguan kognitif definit = >28 = 24 28 (hasil pasien P) = 17-23

12

7. SKALA DEPRESI Nama pasien Tanggal : Mbah P. : 14 JUNI 2012

Instruksi : pilihlah jawaban yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan anda No 1. 2. Pertanyaan Apakah anda merasa puas dengan hidup ini? Jawaban Ya Skor 0 1

Pernahkah anda meninggalkan aktivitas dan Ya hobby anda?

3. 4. 5.

Apakah anda merasa hidup anda kosong? Apakah anda sering merasa bosan?

Tidak Ya

0 1 1

Apakah anda dalam keadaan semangat hampir Tidak setiap waktu

6.

Apakah anda takut akan ada hal buruk yang menimpa anda?

Tidak

7.

Apakah anda merasa gembira hampir setiap waktu

Tidak

8. 9.

Apakah anda sering merasa terbantu?

Ya

1 1

Apakah anda lebih senang tinggal dirumah Ya daripada keluar dan melakukan hal baru?

10. Apakah

anda

merasa

mempunyai

masalah Ya

dengan daya ingat/ konsentrasi? 11. Menurut anda apakah hidup ini indah? 12. Apakah anda merasa tidak berharga dengan kondisi sekarang? 13. Apakah anda merasa penuh dengan energi? 14. Apakah anda merasa tidak ada harapan dengan kondisi sekarang? 15. Apakah anda berpikir sebagian besar orang lebih Ya baik daripada anda? TOTAL 9 1 Tidak Tidak 1 0 Ya Tidak 0 0

13

Interpretasi : Skor > 5 : mengarah pada depresi (nilai pasien P) Skor 0 5 : normal

8. ASESSMEN NUTRISI a). NUTRISI SUBYEKTIF 1. apakah 1-2 bulan terakhir ada perubahan berat badan? TETAP 2. apakah ada perubahan nafsu makan? TETAP 3. apakah ada perubahan pembauan? TIDAK. Pengecapan lidah? TIDAK 4. apakah ada masalah mengunyah dan menelan? TIDAK 5. apakah ada masalah dengan gigi? TIDAK 6. apakah ada gangguan pencernaan: Mencret : TIDAK Sembelit : YA (jika terlalu makan pedas) Mual : TIDAK Muntah : TIDAK b). POLA MAKAN 1. kebiasaan makan pagi : Ya 2. kebiasaan makan siang : Ya 3. kebiasaan makan sore : Ya 4. kebiasaan selingan/mengemil : Ya, Tela Goreng 5. alergi makanan: Tidak 6. sebutkan bahan makanan yang biasa dikonsumsi : a. makanan pokok : nasi b. lauk hewani: telur, ikan c. lauk nabati : tempe tahu d. sayuran : sawi, kangkung e. buah-buahan : apel, semangka, mangga f. minuman : kopi, teh, air putih, susu jahe.

14

9. ASESSMEN ORAL UNTUK USILA

a. Apakah anda dapat membedakan jenis-jenis makanan? YA (1) b. Apakah saat ini memakai gigi tiruan ? YA (1) jika ya sudah berapa lama? 5 tahun c. Apakah mengalami kesulitan waktu mengunyah makanan? TIDAK d. Apakah merasakan ada gangguan waktu membuka mulut yang lebar? TIDAK e. Apakah menu makanan sehari-hari dalam bentuk lembek ? TIDAK f. Apakah merasakan sakit atau gangguan didaerah telinga setelah makan? TIDAK g. Apakah ada rasa sakit atau gangguan saat menelan? TIDAK h. Apakah mulut terasa kering atau air ludah berkurang ? TIDAK i. Apakah saat ini sedang mengkonsumsi obat tertentu? TIDAK j. Apakah merasakan adanya sisa makanan yang tertinggal di mulut setelah makan ? Ya (1) Jika ya, apa yang dilakukan? Berkumur-kumur dengan air setelah makan.

SKOR : untuk setiap jawaban Ya bernilai 1 1-3 = gangguan ringan (skor pasien) 4-6 = gangguan sedang perlu diperhatikan > 7 = gangguan berat perlu perhatian khusus

15

10. REKAPITULASI ASESSMEN GERIATRI

1. IDENTITAS Nama Pasien Umur Alamat Pekerjaan 2. DAFTAR MASALAH a. masalah aktif : rasa sesak saat beraktivitas berat dan ringan, pegal/linu dan kaku pada kedua lutut dan kaki, mudah capek saat aktivitas, gangguan ringan assesmen oral, skala depresimengarah pada depresi, Dugaan MCI (Mild Cognitif Impairment) pada tes MMSE . b. masalah pasif : tekanan darah tinggi sejak 5 tahun lalu, riwayat sering batuk tanpa/dengan dahak kental sejak lama, riwayat sering ISPA. 3. DD Penyakit paru obstruksi kronis : bronkitis kronis, asma bronkhial , emfisema Hipertensi grade 2 Osteoartritis : Mbah. P : 75 tahun : Giyaran, Mukirsari, Cangkringan : Petani

4. DIAGNOSIS Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) disertai Hipertensi grade 2 dan Osteoartritis.

5. TERAPI A. Non Farmakologi : 1. tirah baring yang cukup dan latihan fisik ringan 2. pengaturan diet yang benar dan tepat, berhenti merokok. 3. jaga higienitas baik dari lingkungan sekitar maupun sanitasi

16

4. hindari aktifitas berat dan berlebih 5. mengindari tempat yang kotor, berdebu, banyak terdapat polusi udara. 6. interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar ditingkatkan dan ibadah sehari-hari tetap dijalankan.

B. Farmakologi : 1. SIMTOMATIS Sesak antikolinergik (Ipratropium brom inhaler 40-80 g 4-6 x/hari), agonis (Salbutamol 100-200 g). Nyeri sendi/ Kaku obat penghilang nyeri , namun karena pada pasien usia lanjut maka penggunaan harus hati-hati. Batuk berdahak mukolitik (Bromheksin oral 8-16 mg/6-8 jam) dan ekspektoran (sirup ipekak, OBH) 2. KAUSATIF Bronkitis kronis antibiotik (trimetoprim-sulfamethoksazol 160-180 mg/12 jam, amoksisili klavulanat 500 mg/ 8 jam) selama 5- 10 hari Hipertensi grade 2 kombinasi obat anti hipertensi yaitu diuretik (Tiazid) dan ACE inhibitor (kaptopril) atau, ca-antagonis (amlodipin atau nifedipin). -

6. PLANNING / RENCANA PENATALAKSANAAN a. pemeriksaan fisik dada dan abdomen b. pemeriksaan penunjang: 1. laboratorium : darah rutin, gula darah, profil lipid, faal jantung, spirometri, sputum. 2. radiologi : foto rontgen dada (AP lateral) analisis gas darah, pemeriksaan

3. tes fungsi paru

17

PEMBAHASAN

1. DAFTAR MASALAH a. Sesak napas: Sesak napas yang sudah lama dialami pasien kemungkinan disebabkan karena pasien mengalami penyakit paru obstruksi yang kronis (PPOK). Dimana pada pasien didapatkan faktor risiko terjadinya PPOK(Riyanto 2009) yakni riwayat perokok aktif dan berat pada masa muda , riwayat sering terjadi infeksi saluran napas, riwayat sering terpapar polusi udara karena kerja sebagai buruh bangunan. Adapun terjadinya sesak napas ini dikarenakan adanya iritasi / obstruksi pada lumen bronkus yang menyebabkan terjadinya peningkatan sekret, dan penebalan dinding bronkus yang disertai gangguan otot pernapasan berupa kontraksi dari otot polos pada bronkus dan bronkiolus (Price & Wilson 2006). Hal inilah yang menyebabkan adanya edema, inflamasi , dan penyempitan saluran napas , mengganggu proses ekspirasi (udara yang masuk dan keluar tidak seimbang)yang pada akhirnya menimbulkan manifestasi tersebut. Selain itu

faktor usia pasien yaitu adanya berbagai perubahan anatomik-fisiologi berperan dalam mencetuskan keluhan terjadinya PPOK (Darmojo 2004). Adanya sesak napas yang awalnya muncul pada saat aktivitas berat terjadi karena dalam keadaan aktivitas terjadi peningkatan metabolisme tubuh yang juga diikuti oleh peningkatan konsumsi oksigen jaringan. Disisi lain dalam keadaan tersebut ternyata otot utama pernapasan yang digunakan untuk mensuplai oksigen mengalami gangguan sehingga terjadi peningkatan asupan oksigen (lokal maupun sistemik), sehingga frekuensi respirasi meningkat sebagai usaha kompensasi dan timbul manifestasi sesak napas yang khas terutama saat beraktivitas (Riyanto, 2009). Manifestasi sesak ini bertambah parah secara perlahan-lahan seiring dengan peningkatan usia (Price,2006). b. Nyeri kepala Nyeri kepala terutama bagian tengkuk yang telah lama dikeluhkan pasien ini dikarenakan peningkatan tekanan darah intrakranial akibat penyakit hipertensi yang telah lama diderita oleh pasien (Price, 2006). c. Anoreksia Anoreksia yang terjadi pada pasien dikarenakan oleh perkembangan dari sesak yang makin meningkat pada usia lanjut (Price, 2006) sehingga hal inilah

18

yang menyebabkan timbul sesak pada aktivitas ringan (contoh setelah makan) yang akhirnya menimbulkan rasa tidak nafsu makan pada pasien karena takut kemungkinan sesak napas dapat kambuh kembali (Riyanto, 2009). Adapun beberapa penyebab lainnya yang memungkinkan terjadinya anoreksia pada kasus(Darmojo, 2004) yaitu produksi dahak yang makin melimpah pada batuk kronis yang diderita, penurunan kemampuan pencernaan sekunder karena tidak cukup oksigenasi sel dalam system gastrointestinal d. Mudah kecapekan/ kelelahan Mudah lelah dan capek yang dialami pasien dikarenakan oleh akibat dari kelemahan otot yang terjadi baik karena faktor usia maupun dikarenakan oleh efek sistemik seperti Hipoksia jaringan dan inflamasi sistemik yang menetap merupakan faktor penyebab disfungsi otot rangka. Disfungsi otot rangka pasien dengan PPOK menyebabkan kelemahan otot rangka yang mempengaruhi toleransi latihan dan kualitas hidup pasien (Suharjono, 2009). e. Nyeri, Kaku, Pegal pada kedua kaki dan lutut Nyeri, Kaku, Pegal pada kedua kaki dan lulut pasien diduga karena pasien ini mengalami Osteoartritis yaitu penyakit degenerasi tulang dan sendi yang terjadi pada usia lanjut (Soeroso, 2009). f. sering lupa pada ingatan yang sudah lampau. Gangguan ini dikarenakan faktor usia lanjut pada pasien sehingga fungsi kognitif , intelektual, memori mengalami penurunan fungsi akibat proses penuaan (Darmojo, 2004). g. Tekanan darah tinggi sejak 5 tahun terakhir. Hipertensi yang dialami oleh pasien kemungkinan dikarenakan faktor risiko yang didapatkan pada pasien yaitu : perokok aktif dan berat semenjak usia muda, riwayat konsumsi kopi, dan riwayat jarang olahraga secara teratur (Sudoyo, 2009). h. Batuk kering / berdahak (kental) Batuk kering/berdahak yang telah lama dialami pasien diduga karena produksi sekresi mukoid bronkhial yang berlebih dan bertambah secara menetap akibat dari proses iritasi dan obstruksi yang telah lama terjadi (Tierney, 2002). Salah satu faktor predisposisi dari keluhan ini adalah kebiasaan merokok yang lama. Rokok dapat menyebabkan terjadinya hiperplasia kelenjar mukosa bronkus,metaplasia epitel skuamosa saluran pernapasan, serta menyebabkan

19

bronkokonstriksi akut serta inhibisi aktivitas sel rambut, makrofage alveolar (Tierney, 2002). 2. DIAGNOSIS BANDING

a. Bronkitis Kronis disertai Hipertensi dan Osteoartritis Pada pasien ditemukan gejala yaitu riwayat batuk produktif tanpa/disertai pengeluaran dahak (kental) yang telah lama (> 3bulan) dialami pasien, riwayat sering dan berulang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas kronis pada saat aktivitas fisik (berat/ringan), riwayat perokok aktif sejak usia muda (faktor risiko), riwayat sering terpapar polusi udara (faktor risiko) saat masih bekerja sebagai buruh bangunan. b. Emfisema disertai Hipertensi dan Osteoartritis Pada pasien ditemukan keluhan yaitu sesak napas kronis saat beraktivitas, riwayat batuk kronis yang produktif, faktor risiko seperti merokok aktif dan sering terpapar polusi udara. c. Asma bronkhial disertai Hipertensi dan Osteoartritis Pada pasien ditemukan gejala sesak napas kronis, riwayat sering kontak dengan polusi udara (debu), riwayat merokok (predisposisi), riwayat sesak napas pada malam hari (jarang terjadi), usia lanjut (meningkatkan insiden asma), riwayat batuk berdahak yang kronis pada pasien. Gejala lain yang mungkin dapat ditemukan pada pasien asma bronkhial yaitu wheezing, dada terasa berat, serangan terutama pada malam hari/ tidur malam, takikardi, takipnea.

3. DIAGNOSIS KERJA :

Penyakit Paru Obstruksi Kronis

(e.c. BRONKITIS

KRONIS, EMFISEMA) yang disertai Hipertensi Grade 2 dan Osteoartritis. Hal ini dikarenakan pada pasien terdapat gejala yang mencirikan adanya PPOK yaitu : 1. Riwayat batuk produktif kronis tanpa dengan sekret dahak yang berlebih. 2. Riwayat sesak napas kronis (sejak 10 tahun terakhir) dan progresif saat aktivitas baik berat maupun ringan. 3. Riwayat merokok aktif sejak usia muda.

20

4. Riwayat serangan berulang (batuk, sesak napas) 5. Faktor risiko seperti perokok aktif sejak usia muda, riwayat sering terpapar polusi udara di lingkungan. 6. Riwayat dahulu sering mengalami ISPA berulang.

4. RENCANA PENATALAKSANAAN Sebelum dilakukan terapi maka untuk pasien P dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis dan penyebab terjadinya keluhan tersebut yaitu antara lain: a). Pemeriksaan Fisik Dada (Djojodibroto, 2003): Inspeksi : dada berbentuk seperti tong (barrel chest), penggunaan otot bantu pernafasan, hipertrofi otot bantu nafas, pelebaran sel iga, bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena jugularis dileher, penampilan pink puffer (timbulnya dispnea tanpa disertai batuk dan produksi sputum yang berarti )atau blue bloater (bronchitis tanpa bukti-bukti emfisema obstuktif yang jelas yaitu adanya batuk produktif dan berulang kali mengalami infeksi pernapasan). Palpasi : fremitus melemah,sel iga melebar Perkusi : pada emfisema (hipersonor dan batas jantung mengecil, letak diafragma rendah,hepar terdorong ke bawah), pekak jantung berkurang. Auskultasi : suara nafas vesikuler normal, atau melemah, terdapat ronki dan atau mengi pada waktu bernafas biasa atau ekspirasi paksa, ekspirasi memanjang dan bunyi jantung terdengar jauh (Prasetya, 2011)

b). Pemeriksaan penunjang penegak diagnosis (Lawrence, 2002) Bronkitis Kronis : 1. Pemeriksaan analisa gas darah : hipoksia dengan hiperkapnia. 2. Rontgen dada : pembesaran jantung dengan diafragma

normal/mendatar, tubular shadow berupa bayangan garis-garis yang pararel keluar dari hilus menuju ke apeks paru dan corakan paru meningkat, peningkatan tanda intertisial (paru kotor) terutama daerah basis. 3. Pemeriksaan fungsi paru : Penurunan kapasitas vital (VC) dan volume ekspirasi kuat (FEV), peningkatan volume residual (RV), kapasitas paru total (TLC) normal atau sedikit meningkat, pengembangan fungsi paru statis normal.

21

4. Pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit : meningkat, dapat terjadi polisitemia. Emfisema : 1. Rontgen dada : hiperinflasi,distensi pendataran diafragma, pelebaran interkosta, penciutan pembuluh darah pulmonal, dan penambahan corakan kedistal. 2. Fungsi pulmonari (terutama spirometri) : peningkatan TLC (kapasitas paru total) dan RV(volume residual), penurunan VC (kapasitas vital ) dan FEV(ekspirasi kuat), pengembangan paru statis menurun, . 3. Bronkogram : menunjukkan dilatasi bronkus, kolap bronkhiale pada ekspirasi kuat. 4. Darah rutin : hemoglobin normal

c) Pemeriksaan faal paru untuk menentukan derajat PPOK (Djojodibroto, 2003): 1. Derajat 1/PPOK ringan: VEP1/KVP <70% dan VEP1 80% prediksi 2. Derajat 2/ PPOK sedang : VEP1/KVP < 70% dan VEP1 <50- 80% prediksi 3. Derajat 3/ PPOK berat : VEP1 / KVP < 70% dan VEP1 30% - 50% nilaiprediksi 4. Derajat 4 / PPOK sangat berat : VEP1 / KVP < 70% dan VEP1 < 30% nilai prediksi atau VEP1< 50% nilai prediksi disertai gagal napas kronik

TERAPI : Tujuan penatalaksanaan PPOK pada pasien ini adalah (Alsagaff, 2005) : Mencegah progresivitas penyakit Mengurangi gejala Meningkatkan toleransi latihan Meningkatkan kualitas hidup penderita 1. Farmakologi : Simptomatis Mengurangi gejala sesak nafas yaitu dapat diberikan obat antikolinergik Ipratropium bromida inhalasi 40-80 g 2 kali hirup 4x/ hari (Alsagaff, 2010). Obat ini merupakan salah satu obat dengan bronkodilator yang dapat menyebabkan vasodilatasi pada saluran pernapasan melalui mekanisme memblok

asetilkolin, yang efek selanjutnya adalah pengurangan guanosin

22

monofosfat siklik (cGMP), yang umumnya mengkostriksi otot polos bronchial. Obat antikolinergik ini tidak diserap baik secara sistemik, efek samping (pandangan kabur, retensi urinaria, mual dan takikardi) jarang terjadi. Mengurangi gejala batuk berdahak yaitu dapat diberikan mukolitik Bromheksin oral 8-16 mg /6-8 jam/hari (Katsung, 2008). Obat ini bekerja dalam menurunkan viskositas sputum

(khususnya saluran napas bagian bawah) dan mengencerkan sekret/ sputum yang kental sehingga dapat mencegah

penumpukkan sekret yang berlebih pada saluran napas(Riyanto , 2006). Kausatif Bronkitis kronis dapat diberikan antibiotik (trimetoprim-

sulfamethoksazol 160-180 mg/12 jam, amoksisili klavulanat 500 mg/ 8 jam) selama 5- 10 hari (Hisyam, 2009). Obat ini diberikan dengan indikasi jika terdapat gejala sesak napas dan batuk yang disertai peningkatan volume dan purulensi sputum (PDPI, 2011). Hipertensi grade 2 kombinasi 2 obat anti hipertensi yaitu diuretik (Tiazid) dan ACE inhibitor (kaptopril) atau, ca-antagonis (amlodipin atau nifedipin).

2. Non-Farmakologi : (PDPI, 2011) 1. rehabilitasiistirahat yang cukup, tidak melakukan aktivitas yang berat, melakukan latihan pernapasan. Hal ini bertujuan untuk

mencegah timbul gejala yang lebih berat dan untuk memperbaiki kualitas hidup. 2. vaksinasi Vaksinasi influenza dan pneumonia dipertimbangkan diberikan pada : Pasien usia di atas 60 tahun dan Pasien PPOK sedang, berat dan sangat berat 3. nutrisi pola makan yang baik dan sesuai asupan yang benar yaitu tinggi protein dalam porsi kecil tapi sering, asupan air cukup, kurangi makanan asin, hindari obesitas, hindari makanan yang

merangsang sekresi mukus seperti coklat, gorengan.

23

4. edukasi

Pengetahuan dasar PPOK , obat-obatan ,

pencegahan

perburukan penyakit ,menghindari pencetus (merokok, udara dingin, polusi udara (gas/debu), tingkatkan higienitas baik dalam rumah maupun lingkungan), Penyesuaian aktivitas

24

KESIMPULAN

Pada pasien P kemungkinan mengalami penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) disertai hipertensi grade 2 dan Osteoartritis. Beberapa kriteria gejala dan risiko PPOK pada pasien yaitu: 1. Adanya keluhan sesak progresif kronis (kira-kira sudah 10 tahun) yang dialami pasien. Sesak dapat terjadi secara tiba-tiba terutama saat mulai beraktivitas baik berat-ringan. 2. Adanya riwayat batuk kering/ batuk berdahak kronis yang sering dikeluhkan pasien. Gejala ini berlangsung > 3 bulan. 3. Adanya riwayat perokok aktif sejak usia muda (faktor risiko) 4. Adanya riwayat terpapar polusi udara (debu) karena pasien adalah buruh bangunan (faktor risiko) 5. Riwayat sering mengalami ISPA sejak dulu. 6. Pasien memiliki riwayat jarang olahraga secara rutin 7. Diet sehari-hari pasien suka mengkonsumsi gorengan (pencetus hipersekresi mukus). Adapun penatalaksanan untuk pasien dalam kasus ini masih bersifat umum dan ringan (derajat ringan-sedang) dikarenakan gejala atau keluhan yang mendasari pasien belum terlalu menggangu aktivitas secara keseluruhan dalam hal ini pasien masih tetap dapat beraktivitas meskipun dalam jumlah yang minimal dikarenakan kekhawatiran kambuh dari penyakit. Untuk keluhan yang lain seperti Hipertensi grade 2 dan Osteoartritis pada kasus ini hanya dibahas secara superfisial saja dikarenakan konsentrasi tema yang diambil adalah mengenai keluhan obstruksi paru kronis pada pasien.

25

DAFTAR PUSTAKA Alsagaff, Hood dan Abdul Mukley (ed). 2005. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru ed/3. Surabaya: Airlangga University Press Anwar, Z. 2006. Kumpulan Kuliah Farmakologi ed/ 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC Darmojo, R.boedhi. 2004. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) ed/3. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Djojodibroto, Darmanto. 2003. Seluk Beluk Pemeriksaan Kesehatan (General Medicine Check Up): Bagaimana Menyikapi Hasilnya. Jakarta: Pustaka Populer Obor Katzung, Bertram G. 2000. Farmakologi Dasar dan Klinik ed/6. Jakarta : EGC Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). 2011. PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) Pedoman Praktis Diagnosis Dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Price, Wilson. 2005. Patofisologi Konsep Klinis dan Proses Proses penyakit. Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta Sudoyo, et.al. 2009. Buku Ajar ILMU PENYAKIT DALAM ed/ 5. Jakarta : Internal Publishing Tierney, L. et.al. 2002. Diagnosis dan Terapi Kedokteran ed/1. Jakarta : Salemba medika

26

LAMPIRAN FOTO

27