PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG DALAM BERBAGAI BENTUK TIANG PADA GEDUNG RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA DEPOK

Erni Jurusan Teknik Sipil Fakultas Tekik Sipil dan Perencanaan, Universitas Gunadarma ABSTRAKSI

Proyek Pembangunan Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok terdiri dari 1 semibasement dan 5 lantai. Pada perencanaan pondasi tiang pancang digunakan berbagai bentuk tiang yaitu bulat dengan diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm, tiang persegi dengan menggunakan dimensi 35x35 cm, 40x40 cm, 45x45 cm dan 50x50 cm, sedangkan untuk bentuk tiang segitiga menggunakan dimensi 26x26x26 cm, 28x28x28 cm, 30x30x30 cm dan 32x32x32 cm. Tujuan perencanaan ini adalah untuk mendapatkan pondasi tiang pancang yang aman, ekonomis dan efisien. Pada perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang digunakan metode yang sesuai dengan jenis tanah setiap lapisan tanah. Untuk perhitungan daya dukung ujung tiang digunakan metode Mayerhoff dan Janbu sedangkan perhitungan daya dukung selimut digunakan metode Reese & Wright dan Thomlinson (α). Perhitungan penurunan tiang tunggal digunakan metode semi empiris dan penurunan kelompok tiang menggunakan metode Vesic. Dari hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang yang ekonomis dan efisien dapat dipilih tiang dengan bentuk bulat diameter 60 cm. Hal ini dilihat berdasarkan hasil penurunan tanahnya sebesar 0,0226 m dengan daya dukung ultimate sebesar 2476,283 kN, dengan jumlah tiang sebanyak 215 tiang dan estimasi biaya pondasi sebesar Rp. 1.121.229.816 Kata kunci : Tiang pancang, penurunan, biaya pondasi. PENDAHULUAN Proyek pembangunan Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok terdiri dari 1 semibasement dan 5 lantai. Dalam pembangunan Rumah Sakit tersebut maka diperlukan perencanaan struktur atas (up structure) dan struktur bawah (sub structure). Pada penulisan ini dibahas tentang perencanaan pondasi tiang pancang dalam berbagai bentuk tiang dan diameter tiang yang ada dipabrikasi. Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung pembebanan pada gedung Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok, menentukan dimensi dan kedalaman pondasi, menghitung daya dukung aksial dan lateral pondasi, menghitung penurunan pondasi, menghitung dan menentukan dimensi pile cap dan menghitung biaya pondasi tiang pancang. Dalam penulisan ini, penulis membatasi masalah tentang menghitung pembebanan struktur atas berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung tahun 1983, menghitung perencanaan pondasi tiang pancang dengan menggunakan bentuk tiang bulat dengan diameter 30 cm, 40 cm, 50 cm dan 60 cm. Untuk bentuk tiang persegi menggunakan dimensi 35x35 cm, 40x40 cm, 45x45 cm dan 50x50 cm. Dan untuk tiang segitiga menggunakan dimensi 26x26x26 cm, 28x28x28 cm, 30x30x30 cm, dan

32x32x32 cm dan tidak merencanakan penulangan pondasi tiang pancang, karena tiang pancang merupakan pabrikasi. Lokasi perencanaan berada di Jalan Margonda Raya no 54 Depok. Batas lokasi proyek tersebut adalah sebelah utara kantor FORKABI Depok, sebelah selatan Polres Depok, sebelah timur Ruko ITC Depok dan sebelah barat pemukiman Warga Sukmajaya. LANDASAN TEORI Pembebanan Beban yang bekerja pada struktur bangunan dapat dikelompokkan berdasarkan arah kerjanya, beban yang bekerja pada struktur suatu bangunan dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu : 1. Beban Vertikal (Gravitasi) a. Beban Mati atau Dead Load (DL) Beban mati adalah berat dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala unsur tambahan, penyelesaian-penyelesaian, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gedung itu. Beban mati merupakan berat sendiri dari bahan-bahan bangunan penting dan dari beberapa komponen gedung yang harus ditinjau didalam menentukan beban mati dari suatu gedung. b. Beban Hidup atau Live Load (LL) Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung dan kedalamnya termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peralatan yang tidak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup dari gedung itu, sehingga mengakibatkan perubahan dalam pembebanan lantai dan atap tersebut. 2. Beban Horisontal (Lateral) a. Beban Gempa atau Earthquake (E) Beban gempa adalah semua beban statik ekwivalen yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang menirukan pengaruh dari gerakan tanah akibat gempa itu. Perhitungan beban gempa berdasarkan Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah3 dan Gedung 1987 adalah : T 0,060 H 4 V = C . I . K . Wt Wi hi V F i hi Wi Dimana : T = Waktu getar alami H = Tinggi bangunan (m) V = Gaya geser dasar bangunan rencana (kN) Wt = Kombinasi dari beban mati dan beban hidup vertikal yang direduksi (kN) C = Koefisien gempa dasar I = Faktor keutamaan struktur K= Faktorjenis struktur Fi = Beban gempa horisontal (kN) Wi = Berat total dengan kombinasi (kN)
= ⋅ ⋅ ∑ ⋅ = __________________________

dan beban angin dihitung dengan bantuan program SAP 2000 dan memasukkan kombinasi beban sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. 5Nq’. Nq’ BB L . Beban Angin atau Wind Load (W) Beban angin adalah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian gedung yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan udara. beban gempa. maka nilai Qp = Ap . tan φ Bila Le BB Dimana : Ap = Luas penampang ujung tiang (m2) Nq’ = Faktor daya dukung yang sudah disesuaikan berdasarkan tabel Mayerhoff q’ = Tegangan vertikal efektif (kN/m2) φ = Sudut geser dalam (o) L = Panjang tiang (m) B = Lebar tiang (m) Le B = Diketahui dari grafik dengan mengetahui nilai φ 〈 〉 Gambar 1. q’ . maka nilai Qp > Qp syarat = Ap . q’ . Nq’ > Ap .hi = Tinggi lantai (m) b. untuk tanah berbutir kasar : Le Qp = Ap x q’ x Nq’ Bila L . Nilai Le Dengan Sudut Geser Dalam B . Daya Dukung Ujung Tiang (Qp) 1. beban hidup. Metode Mayerhoff. Analisa Struktur Hasil perhitungan pembebanan yang meliputi perhitungan beban mati. Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Daya Dukung Aksial Pada dasarnya pondasi tiang harus mampu menahan beban struktur atas dan meneruskan beban tersebut ke tanah dengan 2 (dua) mekanisme yaitu gesekan selimut tiang dan tahanan ujung tiang.

Nq’ = Faktor daya dukung ujung tiang berdasarkan tabel Janbu Gambar 3. Metode Janbu. Faktor Daya Dukung Ijin Dengan Sudut Geser Dalam .Gambar 2. untuk tanah berbutir kasar : Qp = Ap (c · Nc’+ q’· Nq’) Dimana : c = Kohesi tanah (kN/m2) Nc’. Faktor Daya Dukung Ijin Dengan Sudut Geser Dalam 2.

f Dimana : As = Luas selimut tiang (m2) a = Konstanta (dari grafik harga a terhadap harga c) K = Ko = Koefisien dari tekanan lateral a’ = Tegangan efektif (kN/m2) y = Berat isi tanah (kN/m3) H = Kedalaman tanah (m) ϕ . tan ö K = 1 – sin (p a’ = Σ ( y . H ) ö = 3 4 Qs = As .c Qs = f x L x p Dimana : f = Gesekan selimut tiang (kN/m2) a = Faktor koreksi (hasil penelitian Reese faktor koreksi dapat diambil sebesar 0. Gesekan Selimut Tiang Dengan NSPT 2. Metode Reese & Wright Untuk tanah berbutir kasar gesekan selimut tiang dapat diambil dari grafik berdasarkan nilai NSPT sedangkan untuk tanah berbutir halus dapat dihitung dengan menggunakan rumus : f=a.c Untuk tanah berbutir kasar nilai gesekan selimut tiang (f) adalah : f = K . a’ .55) L = Panjang tiang (m) p = Keliling penampang tiang (m) Gambar 4.Daya Dukung Selimut Tiang (Qs) 1. Metode Thomlinson (α) Untuk tanah berbutir halus nilai gesekan selimut tiang (f) adalah : f=a.

Faktor Daya Dukung Ijin Dengan Sudut Geser Dalam .(p = Sudut geser dalam (o) Gambar 3.

Hubungan nilai α dan c Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal (Qu) Daya dukung ultimate tiang tunggal merupakan gabungan antara kapasitas ujung tiang tunggal (Qp) dan kapasitas selimut tiang tunggal (Qs).Gambar 5. P n = ____ Qijin Daya Dukung Ultimate Tiang Kelompok (ΣQu) Daya dukung kelompok tiang Σ Qu = m. Qu Qijin = FK Jumlah Tiang Pondasi (n) Jumlah tiang pondasi merupakan banyaknya tiang dalam memikul beban per kolom. Qu = Qp + Σ Qs Daya Dukung Ijin (Qijin) Daya dukung ijin tiang diperoleh dari daya dukung ultimit dibagi dengan faktor aman (FK).n(Qp + Qs) Daya dukung blok tiang berukuran L x Bg x D Σ Qu = Lg x Bg x c x Nc + [Σ 2(Lg + Bg) x c x ∆L] Dimana : m = Jumlah tiang pada deretan baris n = Jumlah tiang pada deretan kolom Lg = Panjang kelompok tiang (m) B = Lebar kelompok tiang (m) Bg . Banyaknya tiang pondasi dapat diperoleh dari beban yang dipikul pondasi (P) dibagi dengan daya dukung ijin pondasi.

maka penyelesaian untuk perhitungan penurunan hanya bersifat pendekatan. Bg Sg = S D .3 5 LD Dimana : Ss = Penurunan akibat deformasi axial tiang tunggal (m) Sp = Penurunan akibat beban pada ujung tiang (m) Sps = Penurunan akibat beban pada sepanjang tiang (m) L = Panjang tiang (m) Ap = Luas penampang (m) Ep = Modolus elastis tiang (kN/m2) Cp = Koefisien empiris Vesic qP = Daya dukung berat ujung tiang (kN/m2) D = Diameter tiang pancang (m) Qws = Kapasitas selimut tiang (kN) P = Keliling tiang (m) vs = Angka poisson tanah Es = Modulus elastis tanah (kN/m2) Iws = Faktor pengaruh + α ( ) ⎛ ⎞ ⎜ ⎝ ⎠ ⎟ − + Penurunan Pondasi Tiang Kelompok (Sg). untuk tanah berbutir kasar : Metode Semi Empiris Karena penurunan dipengaruhi mekanisme pengalihan beban. S = Ss + Sp + Sps ( ) Ss = Qp . Qu Eg = nxQu Penurunan Penurunan Pondasi Tiang Tunggal (S). untuk tanah berbutir kasar : Metode Vesic Metode vesic pada penurunan pondasi tiang kelompok digunakan pada tanah pasir dengan perhitungan penurunan tiang tunggal yang dikali dengan akar lebar kelompok tiang dibagi dengan diameter pondasi. Qs xL ApxEp CpxQp Sp = Dxq p Sps = x v Iws Qws D 2 1 s x PxL Es Iws = 2 0.Efisiensi Kelompok Tiang (Eg) Efisiensi kelompok tiang untuk tanah pasir atau granuler adalah kurang dari 1.

d 21 V fcbo 3 c '. Hal ini ditujukan agar tegangan yang terjadi pada pelat beton tidak terlalu besar.Daya Dukung Lateral Daya Dukung Lateral Tiang Tunggal Pada perhitungan daya dukung lateral menggunakan metode Poulus. Defleksi tersebut diakibatkan adanya beban horisontal dan momen yang terjadi pada kepala tiang. d < V c 1 f ' c. defleksi maksimum terjadi pada permukaan tanah. b o . ExI KN = _____ 5 pp xL 4 n h Ip 1 x xD 64 H ρ = ________ F 2 xI 'ñ n hxL = ð Mf HL=K . Dimana : KN = Faktor fleksibilitas tiang Ip = Momen inersia tiang nh = Modulus variasi (kN/m3) ρ = Faktor fleksibilitas tiang H = Beban lateral pada kepala tiang (kN) I’ρF = Faktor pengaruuh elastis yang mempengaruhi defleksi akibat beban horisontal dan momen MF = Momen yang terjadi untuk kondisi kepala tiang terjepit (kNm) K = Konstanta yang terdapat dari grafik Daya Dukung Lateral Kelompok Tiang n HG = Hj ∑ j= 1 Dimana : HG = Beban lateral kelompok tiang (kN) Hj = Beban lateral tiang tunggal (kN) HG = Beban lateral pada kepala tiang (kN) n = Jumlah tiang Dimensi Dan Penulangan Pile Cap Perencanaan jumlah tiang dalam kelompok sebaiknya disusun secara sistematis atau bentuk geometrinya tertata baik. Perencanaan pile cap harus dibuat cukup besar dan aman. yaitu : Vu . Tebal pile cap harus ditentukan sedemikian rupa agar dapat memenuhi ketentuan SKSNI T-15-1991-03. 1 6 ≤ φ = = ⎜ ⎛ + β ⎞ ⎟ ⎝ c⎠ .Vc . Berdasarkan hasil penelitian Poulus.

bo 2x b h 2xd = ( ( ) + ( ) ) + .

Berikut ini diagram alir . penentuan dimensi dan penulangan pile cap. Tahapan perhitungan dimulai dengan perhitungan pembebanan.75. f f y y 600 Pmaks = 0. Pb Menentukan rasio tulangan minimum. penentuan dimensi tiang. . yaitu : V Mu u grmaks w Ap V u M gr min u w Ap σ = + σ − Menentukan momen pondasi : Mu = 1 .Memilih tegangan tanah terbesar yang terjadi akibat Vu dan Mu.b. yaitu 1. perhitungan jumlah tiang pondasi.8 5 .d Dimana : Vu = Gaya geser terfaktor pada penampang (kN) Vc = Tegangan geser ijin beton (kN) βc = Rasio sisi panjang terhadap sisi pendek penampang kolom f’c = Kuat tekan beton yang disyaratkan (Mpa) bo = Perimeter. perhitungan daya dukung tiang. 2 d = Tebal efektif pile cap METODE PERENCANAAN Tahapan perencanaan pondasi tiang pancang merupakan tahapan perhitungan secara manual dengan menggunakan beberapa metode sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. . . yaitu keliling penampang yang terdapat tegangan geser sedemikian hingga penampang dianggap terletak pada jarak d terhadap sisi kolom. yaitu : f ' Pb = 600 c 0. 2 wu l 2 Menentukan rasio tulangan balance dan rasio tulangan maksimum sesuai dengan.4 Pmin = fy ⎛ ⎞ ⎛ ⎟⎟ ⎞ â1 ⎜⎜ ⎟ ⎟ + ⎜ ⎜ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Menentukan luas tulangan : As = P.

perencanaan pondasi tiang pancang dan perencanaan pile cap : .

Pengumpulan data tanah (lapangan dan laboratotium) 2. Pengumpulan data teknis struktur Perhitungan dan Analisa Pembebanan Beban Mati Beban Hidup Beban Gempa Beban Angin Kombinasi Beban Terbesar dari output Program SAP 2000 Perencanaan Dimensi Pondasi Perhitungan Daya Dukung Tiang Daya Dukung Ujung Tiang Daya Dukung Selimut Tiang Metode Mayerhoff Metode Janbu Metode Reese & Wright Metode Thomlinson (α) Perhitungan Daya Dukung Ultimit Tiang Tunggal Perhitungan Daya Dukung Ijin A .Diagram alir (flowchart) perencanaan pondasi : Mulai Persiapan Perencanaan : 1.

A Perhitungan Jumlah Tiang Perhitungan Efisiensi Kelompok Tiang Perhitungan Daya Dukung Kelompok Tiang Perhitungan Penurunan Perhitungan Penurunan Tiang Tunggal Metode Semi Empiris Perhitungan Penurunan Tiang Kelompok Metode Vesic Perhitungan Daya Dukung Lateral Jenis Tiang Daya Dukung Lateral Tiang Tunggal Daya Dukung Lateral Tiang Kelompok Perhitungan Perencanaan Pile Cap Perhitungan Biaya Pondasi Tiang Pancang Selesai .

Gambar 6. Diagram Perencanaan Pondasi .

dan p Tidak p m in p : p m ak s : Tidak p : pmin Ya Gunakan pmin Gunakan pmaks B . pmin.Vc ö Tebal Pile Cap Diperbesar Ya Tebal Pile Cap Dapat Digunakan Menghitung Tegangan Tanah Yang Terjadi akibat Vu dan Mu Menghitung Momen Pondasi Menghitung pmaks.Diagram alir perencanaan pile cap : Mulai Menghitung Vu Mengasumsikan Tebal Pile Cap Menghitung Vc Tidak Vu < .

40x40 cm. Lantai 3 :4m d.5 m . Semi basement : 3.B Menghitung Luas Tulangan Menghitung Lengan Momen Tidak Menghitung Momen Nominal Mu < Mn Ya Selesai Gambar 7. 45x45 cm dan 50x50 cm. Pondasi yang digunakan : Bulat dengan diameter 30 cm. Lantai 2 :4m e. Lantai 4 :4m c. 28x28x28 cm. Lantai 1 :5m f. dan 32x32x32 cm. 40 cm. Data Struktur Atas : Fungsi bangunan : Rumah Sakit Jumlah lantai : 5 lantai dan 1 semi basement. 50 cm dan 60 cm. 30x30x30 cm. Segitiga menggunakan dimensi 26x26x26 cm. Persegi menggunakan dimensi 35x35 cm. Tinggi bangunan a. sedangkan data hasil penyelidikan tanah yang digunakan adalah pengujian tanah di lapangan dan pengujian di laboratorium. Data struktur atas bangunan yang digunakan adalah denah dan detail struktur atas dan data pembebanan bangunan. Roof :4m b. Diagram Perencanaan Dimensi dan Tulangan Pile Cap DATA PERENCANAAN Pada perencanaan pondasi data-data yang diperlukan adalah data struktur atas bangunan dan data hasil penyelidikan tanah.

4 m m 30 20 m Tanah Keras c = 0.63 t/m3 c = 0.68 t/m3 c = 0 p = 0 yt = 1.18 Kg/cm2 p = 10 yt = 1.12 Kg/cm2 p = 22 yt = 1.64 / 3 S3 DB2 DB3 Clayey Silt 5m7 Clayey Silt c = 0 p = 0 yt = 1.5 m 60 m Gambar 8.5 m Tanah Keras 22 m Sand m 0 30m 37.45 t/m3 18.14 Kg/cm2 p = 26 yt = 1.Data Penyelidikan Tanah : Data penyelidikan tanah di lapangan DB1 0 Silt 2m 3m c = 0 p = 0 yt = 1.48 t/m3 m 9 Silty Clay m 11 Clayey Silt m 19 Sand 18. Penampang Tanah .55 t/m3 c = 0.

588 496.599 1818.64 1.345 1499.144 2761.5 2.7.178 1590.799 1266.352 676.1.038 302.51 99.60 2 3.03 - 7.994 1607.5 2.24 1.984 2317.0 .642 176.58 62.17 1.043 2336.262 2599.57 50.091 1644.28 0.007 496.12 22 11.5 2.558 801.816 2730. Tabel 2. Beban Per Kolom No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Kolom 1C 1D 1E 1F 1G 1H 2B 2C 2D 2E 2F 2G 2H 3B 3C 3D 3E 3F 3G 3H 4B Beban Total Kolom (kN) 49.5 2.0 .11.567 1591.400 82.968 535.935 2742.84 0.48 2.0 .911 Kolom 8B 8C 8D 8E 8F 8G 8H 9A 9B 9C 9D 9E 9F 9G 9H 10B 10C 10D 10E 10F 10G Beban Total Kolom (kN) 2593.63 86.033 986.171 2089.61 1.5.23 - 5.14 26 - PERHITUNGAN PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG 1.516 2087.5 2.53 52.682 1094. beban gempa.0 .529 800.699 2454.70 94.368 1648.5 2.710 1615.61 57.54 1.63 1.09 0.36 97.0 .55 1. Ringkasan Hasil Laboratorium BORING NUMBER Kedalaman Keterangan Specific Gravity Water Content Wet Density Void Ratio Degree Saturation Cohesion Angle of Internal Friction Simbol Gs ωn γt e Sr C ø Satuan % t/m3 % Kg/cm o DB3 1.68 1.676 825.182 463.16 1.197 2282. dan beban angin.39 1.182 .860 2730.734 1698.31 98.Data penyelidikan tanah di laboratorium Tabel 1.18 10 9. Perhitungan pembebanan.45 1.552 2720.9.3.98 85. beban hidup.474 2351.329 848.62 64.793 1700.636 2698.31 99. dengan menghitung beban mati.0 .003 1677.

No 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Kolom 4C 4D 4E 4F 4G 4H 5B 5C 5D 5E 5F 5G 5H 6A 6B 6C 6D 6E 6F 6G 6H 7A 7B 7C 7D 7E 7F 7G 7H 8A Beban Total Kolom (kN) 2062.832 675.191 1262.124 2817.814 447.803 Kolom 10H 11B 11C 11D 11E 11F 11G 11H 12B 12C 12D 12E 12F 12G 12H 13B 13C 13D 13E 13F 13G 13H 14B 14C 14D 14E 14F 14G 14H Beban Total Kolom (kN) 802.316 2503.930 2140.482 3263.647 1901.659 2056.436 3323.078 270.567 458.342 2566.162 2809.551 1890.655 1805.397 1755.505 2794.472 879.212 2623.323 3220.288 599.986 1579.109 1508.845 1312.241 797.738 1052.900 1329.568 2554.515 Sumber: Perhitungan .980 815.683 1829.292 2007.786 3264.981 333.584 2931.403 2784.810 3542.640 2062.754 1642.407 3649.095 2372.353 1211.490 1734.476 2786.185 2018.093 3056.642 251.126 2888.751 1463.677 2980.349 1045.322 1146.616 829.029 879.399 147.344 2286.070 1802.

241 kN 2476.155 Janbu's 527.782 kN 1311.320 921.599 kN Mayerhoff 253.028 kN Thomlinson (α) 316.193 Janbu's 760.028 kN 1922.246 768.40 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 974. Hasil perhitungan daya dukung ujung tiang dengan menggunakan metode Mayerhoff dan metode Janbu sedangkan untuk daya dukung selimut tiang menggunakan metode Reese & Wright dan metode Thomlinson (α).563 1099.810 kN 984. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Bulat Ø 0.785 kN 1745.912 Sumber: Perhitungan Tabel 6.042 kN Thomlinson (α) 472.016 Janbu's 337.127 kN Mayerhoff 705.953 kN Mayerhoff 1015.524 427. yaitu : Tabel 3 Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Bulat Ø 0.283 1488.010 kN 222 1.60 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1461.521 kN Thomlinson (α) 237.2.50 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1217.331 491.218 kN 1425.003 kN 920.963 Sumber: Perhitungan .535 kN Thomlinson (α) 394.798 kN Mayerhoff 451.409 Janbu's 190. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Bulat Ø 0.580 Sumber: Perhitungan Tabel 5.8 10 654. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Bulat Ø 0.30 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 730.052 1232.601 Sumber: Perhitungan Tabel 4.

Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Persegi 0.781 791.866 kN Mayerhoff 727.35 x 0.40 x 0.658 kN Mayerhoff 574.000 kN Thomlinson (α) 502.481 kN 2 123.296 kN 1671.096 831.458 Janbu's 430.45 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1395.493 996.073 kN Mayerhoff 898.081 kN 1525.700 kN Thomlinson (α) 351. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Persegi 0. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Persegi 0.198 Janbu's 672.800 kN 1815.459 Sumber: Perhitungan Tabel 10.347 Janbu's 544.896 Sumber: Perhitungan Tabel 8. 145 680.125 kN 2449.381 1179.50 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1551. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Persegi 0.900 kN Thomlinson (α) 451.45 x 0.954 Sumber: Perhitungan Tabel 9.600 976.338 1174.445 kN 1415.532 Janbu's 329.50 x 0.800 kN Thomlinson (α) 401.593 kN 1940.40 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1240.451 kN Mayerhoff 440.411 Sumber: Perhitungan .35 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 1085.Tabel 7.125 1400.338 kN 2223.

Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Segitiga 0.690 Sumber: Perhitungan .697 316.995 kN Mayerhoff 183.26 x 0.30 x 0.246 Janbu's 105.Tabel 11.30 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 697.427 kN 726.595 Janbu's 121.900 kN 695.175 378.32 x 0.663 kN 859.294 Sumber: Perhitungan Tabel 13.28 x 0.28 x 0.695 kN 882.808 kN Mayerhoff 121.32 x 0.826 kN 792.416 424.613 387. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Segitiga 0.235 Janbu's 90.420 kN Thomlinson (α) 210.931 Janbu's 137. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Segitiga 0.708 Sumber: Perhitungan Tabel 12.871 kN Mayerhoff 140.954 Sumber: Perhitungan Tabel 14.021 kN 818.28 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 651.950 kN Thomlinson (α) 225.480 kN Thomlinson (α) 240.843 351.890 kN Thomlinson (α) 195.30 x 0.933 kN Mayerhoff 161. Daya Dukung Ultimate Tiang Tunggal Bentuk Tiang Segitiga 0.790 286.317 317.26 x 0.423 kN 756.971 346.936 kN 928.26 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 604.32 m Qp (kN) Qs (kN) Reese & Wright 744.

410 FK 3 3 3 3 3 3 3 3 Qijin (kN) 508.493 996.569 252.50 Qu (kN) 1525.472 141.745 264.595 928.232 286.28 x 0.32 x 0.912 2221.082 117.486 707.431 272.831 332.470 Sumber: Perhitungan Tabel 17.230 Sumber: Perhitungan .790 317.175 378.26 x 0.26 0.60 1488.320 3 3 256.963 3 496.563 0.30 x 0.532 1815.524 FK 3 Qijin (kN) 328.896 1671.235 792.458 2123.331 920.385 825.125 1400.409 1425.304 740.601 1311.082 142.794 393.988 921.32 Qu (kN) 726.930 105.708 756.733 226.773 427.381 1179.318 646.613 387. Perhitungan daya dukung ijin dengan menggunakan faktor keamanan (FK) 3 Tabel 15.064 410.28 x 0.198 309.016 1922.200 325.40 0.844 605.428 307.581 1745.35 0.145 791.40 768.153 741.113 391.351 654.990 115.058 126.45 0.965 557.538 129.116 816.246 0.193 1232.803 475.697 859. Daya Dukung Jjin Bentuk Tiang Bulat Ø (m) 0.281 105.600 976.971 346.106 231.26 x 0.338 1174.45 x 0.283 0.347 2449.931 286.30 x 0.954 1940.32 x 0.781 1415.416 424.005 640.317 695.854 218.155 2476.651 294.50 x 0.644 95.715 263.052 3 3 366.843 316.810 3 3 163.246 351.841 Sumber: Perhitungan Tabel 16.40 x 0.534 437.110 306.50 1099. Daya Dukung Jjin Bentuk Tiang Segitiga Dimensi (m) 0.35 x 0.690 FK 3 3 3 3 3 3 3 3 Qijin (kN) 242. Daya Dukung Jjin Bentuk Tiang Persegi Dimensi (m) 0.459 2223.375 466.198 680.28 0.954 882.30 491.594 471.293 818.032 277.194 581.270 Qu (kN) 984.096 831.3.30 0.

0030 0.28 x 0.26 x 0.50 0.0019 0.50 x 0.0105 0.0166 0.0066 0.45 x 0.30 0.30 11 Bulat 0.0235 0.0045 0.32 7 6 5 4 15 14 13 12 Segitiga Sumber: Perhitungan 5.0096 0.50 x 0.32 x 0.35 x 0.30 x 0.0077 0.50 0.40 0.0022 0.35 0.0226 Persegi 0.0048 0. Jumlah Tian JumlahTiang Terbanyak Bentuk Tiang Dimensi (m) Dalam Pile Cap (Tiang) 0.45 0.0020 0.0054 0.0059 0.0022 0.40 0.0208 0.0 120 0.26 x 0. Hasil perhitungan jumlah tiang terbanyak dalam pile cap : Tabel 18.26 x 0.28 0. Penurunan Pondasi Tiang Tunggal Bentuk Tiang Dimensi (m) Ss (m) Sp (m) Sps (m) S (m) 0.30 x 0.28 x 0. Hasil perhitungan penurunan tiang tunggal dengan menggunakan metode Semi Empiris Tabel 19.28 x 0.28 x 0.0150 0.32 0.35 0.3000 0.0018 Bulat 0.0039 0.0071 0.0105 0.0042 0.0026 0.40 x 0.32 x 0.0164 0.26 0.4.0135 0.40 0.0094 0.30 x 0.0182 0.0221 0.0059 0.0016 0.0026 0.28 0.32 x 0.0100 0.40 8 0.0062 0.0203 0.60 0.0163 Segitiga Sumber: Perhitungan .40 x 0.0118 0.26 x 0.0017 0.60 4 Persegi 0.0024 0.32 x 0.30 x 0.30 0.50 0.0163 0.0110 0.0066 0.45 x 0.0018 0.50 6 0.0196 0.007 1 0.45 0.26 0.35 x 0.0141 0.30 0.

28 10.163 18.537 12.32 x 0.578 0.043 32.50 16.32 x 0.235 11. Daya Dukung Lateral Tiang Tunggal Bentuk Dimensi Daya Dukung Momen Maksimum Tiang (m) Lateral (kN) (kNm) 0.35 x 0.834 0.30 x 0.967 0.298 35.786 0.28 x 0.040 13.60 13.092 0.28 x 0.625 16.40 11.384 12.35 10.45 x 0.858 15.137 21.30 x 0.276 Sumber: Perhitungan .40 x 0.999 Persegi 0.30 10.6.26 x 0.753 19.50 x 0.26 10.32 11.130 Bulat 0.281 Segi tiga 0.50 12.695 12.663 0.40 11.26 x 0.330 0. Hasil perhitungan daya dukung lateral tiang tunggal dengan menggunakan metode Poulus : Tabel 20.45 11.066 0.30 10.

Hasil Perhitungan Pondasi Tiang Pancan TIANG Bulat DIMENSI (m) 0.297.260. maka didapatkan nilai-nilai sebagai berikut : Tabel 21.0163 0.150.443.556.727.092 1.40 x 0.700 Ø18-100 12.26 x 0.967 1.700 Ø20-150 32.123 928.311.0226 0.630.700 Ø18-100 15.849 2449.587 2476.834 3.700 Ø18-100 12.456.125 219 0.066 1.613 614 0.381 253 0.0208 0.30 0.781 346 0.246 371 0.700 Ø20-100 21.700 Ø16-100 11.0203 0.786 1.355 726.510.28 0.50 0.818.032.686.921.485 1815.45 0.700 Ø19-100 16.676.121.700 Ø16-100 12.441 859.276 2.REKAPITULASI HASIL PERHITUNGAN PONDASI TIANG PANCANG Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang dengan berbagai bentuk tiang dan diameter.700 Ø19-100 19.923 792.0235 0.35 x 0.600 292 0.130 1.300 Persegi Segitiga Sumber: Perhitungan .60 0.563 279 0.404 1922.40 0.0182 0.0164 0.0163 0.723.666 1425.26 0.28 x 0.558.700 Ø18-100 13.32 x 0.30 x 0.795.30 x 0.700 Ø19-100 18.261 2123.283 215 0.0018 0.40 0.26 x 0.0221 0.229.32 DAYA DUKUNG JUMLAH TOTAL PENURUNAN TEBAL TULANGAN MOMEN BIAYA PONDASI ULTIMATE (kN) TIANG (m) PILE CAP (m) PILE CAP (kNm) (Rp) 984.700 Ø20-100 35.816 1525.30 0.416 567 0.50 x 0.35 0.0196 0.663 3.0166 0.330 1.281 3.031.28 x 0.50 0.317 723 0.578 1.45 x 0.32 x 0.246 665 0.060.331 532 0.999 1.828.926.

229.121.022 6 m. SARAN Berdasarkan perencanaan pondasi tiang pancang yang telah dilakukan. Maka direkomendasikan atau dipilih pondasi tiang pancang dengan bentuk tiang bulat diameter 60 cm. 1. persegi dan segitiga. Dari hasil estimasi biaya pondasi tiang pancang dengan berbagai bentuk tiang maka didapatkan biaya pondasi tiang pancang bentuk tiang bulat dengan diameter 60 cm yaitu Rp. Hal ini untuk mengetahui perbandingan daya dukung tiang. hasil ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan tiang persegi dimensi 50x50 cm yaitu 219 tiang dan segitiga dimensi 35x35x35 cm yaitu 567 tiang. tiang persegi dimensi 50x50 cm yaitu 2449. 3. 2. 4.081%. sedangkan persentase tiang bulat 60 cm berdasarkan segitiga diameter 3 5x3 5x3 5 cm sebesar 62. Penurunan ini masih dalam batas aman karena dalam perencanaan pondasi tiang pancang sekecil mungkin didapatkan hasil penurunan.815. yaitu : 1. Berdasarkan perhitungan jumlah tiang maka hasil jumlah tiang bulat diameter 60 cm yaitu 215 tiang. Hal ini dapat dilihat berdasarkan sebagai berikut : 1. Hasil perhitungan penurunan pondasi tiang pancang bentuk bulat diameter 60 cm didapatkan penurunan sebesar 0. . Adapun persentase tiang bulat diameter 60 cm yaitu 1. Hal ini disebabkan oleh semakin besar diameter tiang maka semakin sedikit jumlah tiang yang dihasilkan sehingga lebih efisien dan ekonomis dalam biaya pondasi tiang pancang. 2.416 kN. Untuk melakukan perencanaan pondasi tiang pancang sebaiknya setelah melakukan perhitungan dilakukan test terhadap tiang pancang tersebut untuk mengetahui nilai penurunan. Biaya tiang bulat diameter 60 cm lebih murah bila dibandingkan dengan biaya tiang pancang bentuk tiang lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung ultimate tiang.283 kN. penurunan yang terjadi dan biaya pondasi tiang pancang. apakah sesuai dengan perhitungan dan keadaan yang sebenarnya di lapangan. sehingga dalam perencanaan pondasi dapat mencegah kerusakan yang serius yang dapat mempengaruhi struktur bangunan.125 kN dan untuk tiang segitiga 35x35x35 yaitu 928.639.KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang secara manual dengan menggunakan berbagai macam bentuk pondasi tiang pancang yaitu tiang bulat. Dalam perencanaan pondasi tiang pancang sebaiknya menggunakan beberapa bentuk tiang pancang dengan diameter yang ada di pabrikasi. penulis dapat memberikan saran. untuk tiang bulat diameter 60 cm yaitu 2476.826% dari jumlah tiang persegi diameter 50x50 cm.

. Joetata.. Jilid 1. Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung. Hardiyatmo. Gramedia Pustaka Utama.G dan E. Jakarta. Universitas Gajah Mada. 8.DAFTAR PUSTAKA 1. 1983. Mekanika Tanah. Sosrodarsono Suryono. Manual Pondasi Tiang. Sudarmoko.G. 1994. Pradnya Paramita. 4. Universitas Katholik Parahyangan. 1995. 2000. Bandung. Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi. M. Hadihardaja. Erlangga. Perancangan dan Analisis Kolom Beton Bertulang (mengacu SK SNI-T-15-1991-03). Hardiyatmo. 1996. Yogyakarta. Pile Poundation. 2002. 7.. Teknik Pondasi 1. Jakarta. Jakarta. 1980.. 6. Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. Universitas Gunadarma. Edisi Kedua. Davis. Poulus. Jakarta. Paulus.. Hary Christady. Djajaputra Aziz. 2000. 5. Das Braja. Poulus. H. dan Rahardjo P. H. Yogyakarta. PT. Hary Christady. UGM. 1997. 9. Teknik Pondasi 2. 3. 2. Rekayasa Fundasi II Fundasi Dangkal dan Dalam. H. Bandung. Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful