Anda di halaman 1dari 18

Pertemuan Ke- 3 Metode simpleks 3.

2 Metode simpleks

1. Gagasan tentang Metode simpleks.


Pada intinya, apa yang dilakukan metode simpleks adalah menerjemahkan definisi geometris dari titik ekstrim pada metode grafik menjadi definisi aljabar.

Langkah-langkah dalam Metode Simpleks 1. Mengubah bentuk petidaksamaan dari fungsi kendala menjadi persamaan dengan sisi kanan non negatif(bentuk standar). Jika bentuk pertidaksamaan maka ditambahkan dengan variabel slack. Dan jika bentuk pertidaksamaan maka dikurangkan dengan variabel surplus. Contoh : Menggunakan model matematis pabrik sepatu BATA FT : Maks Z = 3x + 5y s/t :2x 8 3y 15 6x + 5y 30 ; x, y 0 Perubahan menjadi bentuk standar FT : Maks Z = 3x + 5y + 0s1 + 0s2 + 0s3 s/t : 2x + 0y + 1s1 + 0s2 + 0s3 = 8 0x + 3y + 0s1 + 1s2 + 0s3 = 15 6x + 5y + 0s1 + 0s2 + 1s3 = 30 2 x, y , s1, s2, s3 0

2. Memasukkan semua koefisien fungsi tujuan dan fungsi kendala ke tabel awal simpleks
Tabel 1. Tabel awal simpleks

Var obj Dasar Q S1 S2 S3 0 0 0

Cj k 8 15 30 Zj Cj-Zj

3 x 2 0 6 0 3

5 y 0 3 5 0 5

0 S1 1 0 0 0 0

0 S2 0 1 0 0 0

0 S3 0 0 1 0 0

ratio quantitas

Keterangan : Variabel dasar pada tabel awal adalah variable semu (slack or surplus), selanjutnya akan terjadi perubahan variabel dasar sesuai dengan variabel baris kunci dan variabel kolom kunci. Nilai objective (obj) pada tabel awal adalah nol. Selanjutnya akan terjadi perubahan nilai objective sesuai dengan nilai koefisien variabel kolom kunci. Nilai kolom Q adalah nilai konstanta sisi kanan fungsi kendala Nilai kolom x, y, S1,S2 dan S3 adalah nilai koefisien masingmasing variabel Nilai Cj adalah nilai koefisien fungsi tujuan Nilai Zj adalah penjumlahan dari perkalian nilai objective dengan unsur-unsur kolom variabel pada baris yg bersesuaian. Pada tabel awal nilai Zj adalah 0 Nilai Cj Zj = (Nilai Cj nilai Zj) pada kolom yang bersesuaian 4

3. Memilih kolom kunci Kolom kunci adalah kolom yang mempunyai nilai Cj-Zj yang paling positif(kasus maksimasi) dan nilai Cj-Zj yang paling negatif(kasus minimasi).
Tabel 1. Tabel awal simpleks

Var obj Dasar Q S1 S2 S3 0 0 0

Cj k 8 15 30 Zj Cj-Zj

3 x 2 0 6 0 3

5 y 0 3 5 0 5

0 S1 1 0 0 0 0

0 S2 0 1 0 0 0

0 S3 0 0 1 0 0

ratio quantitas

Kolom kunci : kolom variabel y

4. Menentukan baris kunci Baris kunci adalah baris dimana nilai ratio kuantitas terkecil(kasus maksimasi dan minimasi)
Ratio _ kuantitas = nilai _ Q nilai _ koef _ var iabel _ kolom _ kunci _ pada _ baris _ yang _ bersesuaian

Var obj Dasar Q S1 S2 S3 0 0 0

Cj k 8 15 30 Zj Cj-Zj

3 x 2 0 6 0 3

5 y 0 3 3 5 0 5

0 S1 1 0 0 0 0

0 S2 0 1 0 0 0

0 S3 0 0 1 0 0

ratio kuantitas 8/0 = ~ 15/3 = 5 30/5 = 6

Baris kunci :baris variabel S2

5. Menentukan nomor kunci (pivot point) Nomer kunci (pivot point) adalah nilai yang merupakan titik potong antara kolom kunci dan baris kunci. Pada Tabel 1, nomor kunci = 3 6. Mengubah nilai-nilai pada baris kunci ; baris S2 Nilai baru = nilai lama / no. kunci Nilai baru untuk baris S2 ; 15 0 3 0 3 3 3 3 5 0 1 0

1 3 1/3

0 3 0

7. Mengubah nilai-nilai pada baris non-kunci; baris S1 dan baris S3


Nilai baru = nilai lama (FR x nilai lama baris kunci) Dengan : FR = (Koef variabel kolom kunci pada baris yg bersesuain)/ no.kunci FR = Fixed Ratio

Baris S1 ; FR = 0/3 = 0, karena nilai FR = 0, maka pada baris S1 nilai baru = nilai lama Baris S3 ; FR = 5/3 30 (5/3)x 15 5 6 0 6 5 3 0 0 0 0 0 1 -5/3 1 0 1
8

8. Mengubah tabel awal menjadi tabel kedua, dengan memasukkan semua nilai baru pada baris kunci dan baris non kunci
Tabel 2. Tabel perbaikan pertama

Var obj Dasar Q S1 y S3 0 5 0

Cj k 8 5 5 Zj Cj-Zj

3 x 2 0 6 0 3

5 Y 0 1 0 5 0

0 S1 1 0 0 0 0

0 S2 0 1/3 -5/3 5/3 -5/3

0 S3 0 0 1 0 0

ratio kuantitas

* Perubahan variabel dasar ; variabel kolom kunci (var.y) menggantikan variabel baris kunci (var S2) dari tabel awal
9

9. Uji Optimalitas Tabel simpleks dikatakan optimal jika nilai Cj- Zj tidak ada nilai yang positif untuk kasus maksimasi dan nilai Cj Zj tidak ada nilai yang negatif untuk kasus minimasi Pada tabel 2 diatas masih terdapat nilai Cj-Zj yang positif sehingga solusi optimal belum tercapai. Kembali ke langkah 3 s.d 9 sampai ditemukan kondisi yang optimal

10

Kembali ke langkah 3 s.d 9 Var obj Cj 3 5 Dasar k x y Q S1 y S3 0 5 0 8 5 5 Zj Cj-Zj 2 0 6 6 0 3 0 1 0 5 0

0 S1 1 0 0 0 0

0 S2 0 1/3 -5/3 5/3 -5/3

0 S3 0 0 1 0 0

ratio kuantitas 8/2 = 4 5/0 = ~ 5/6

Tabel 2. Tabel perbaikan pertama

Kolom kunci : kolom variabel x Baris kunci : baris variabel S3 Nomor kunci (pivot point) = 6
11

Menentukan nilai baru untuk baris kunci; baris S3 5 6 0 0 -5/3 1 6 6 6 6 6 6 5/6 1 0 0 -5/18 1/6 Menentukan nilai baru untuk baris non kunci; baris S1 dan baris y Baris S1 : FR = 2/6 8 (2/6)x 5 38/6 2 6 0 0 0 0 1 0 1 0 -5/9 5/9 0 1 -2/6

12

Baris y : FR = 0/6 = 0 Karena FR = 0 maka pada baris y , nilai baru = nilai lamanya Memasukan nilai-nilai baru pada tabel ketiga
Var Dasar S1 y x obj Q 0 5 3 5 5/6 Zj Cj-Zj Cj k 38/6 3 x 0 0 1 3 0 5 y 0 1 0 0 5 0 S1 1 0 0 0 0 0 S2 5/9 1/3 -5/18 -15/18
15/18

0 S3 -2/6 0 1/6 3/6 -3/6

ratio kuantitas

Tabel 3. tabel perbaikan kedua


13

Pada tabel 3 terlihat nilai (Cj-Zj) tidak ada yang positif lagi. Kondisi optimal telah tercapai. Kesimpulan: Variabel keputusan : x = 5/6 y=5 Dengan nilai Z didapatkan dengan mengalikan nilai objective dengan nilai variabel keputusan Z = (5x5) + (3x5/6) = 27,5

14

3.3 Aplikasi Program Lindo


CONTOH 1. Tentukan solusi optimal dari model LP berikut ini: Maksimum Z = 3X + 5Y Batasan : 1. 2x 8 2. 3Y 15 3. 6X + 5Y 30 X,Y 0
15

Langkah langkah penyelesaian dengan LINDO


1.

2. 3.

Ketik modelnya dengan benar (seperti pada gb. 1a) Tekan Ctrl + S Buka Report Window,

Maka terlihat hasil hitungan Lindo seperti pada gambar 1b

16

Gambar 1a(editor window)

17

Gambar 1b (report window)

18