Anda di halaman 1dari 15

SMF/LAB ILMU PENYAKIT MATA RSD dr.

SOEBANDI JEMBER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER

Oleh Bela Mayvani Rachman, S.Ked 082011101005

Nama

: Tn. H Umur : 26 th Alamat : Umbulsari Pekerjaan : wiraswasta

KU : nyeri pada mata kanan Riwayat Penyakit Sekarang Pasien mengeluhkan, 3 bulan mata kananya kelilipan. Oleh pasien kemudian matanya di kucek-kucek, setelah itu pasien merasakan mata kanannya nya terasa nyeri. Mata pasien juga menjadi merah dan gatal. Mata kanan juga dirasakan terus berair. Pasien berusaha mengobati dengan tetes mata biasa namun keluhan tidak membaik. Pasien kemudian merasa menyadari adanya bercak keputihan di tengah bola mata. Bercak tersebut muncul disertai pandangan yang semakin kabur.

Lama kelamaan bercak tersebut membesar dan pasien menjadi kesulitan untuk melihat. Pasien juga mengeluhkan silau ketika melihat cahaya. Pasien tidak memiliki keluhan seperti melihat pelangi di sekitar lampu yang menyala. Pasien mengeluhkan pusing tapi tidak ada mual dan muntah. Karena kondisi tidak memburuk pasien kemudian berobat ke RSD dr Soebandi Riwayat pengobatan : Obat tetes insto Riwayat Penyakit Dahulu: Belum pernah sakit mata seperti ini sebelumnya, Hipertesi (-) , DM (-) Riwayat Penyakit keluarga Disangkal

KU

: Cukup Kesadaran : Composmentis TD : 130/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Rr : 20 x/menit T: 368 C

OD Visus Palpebra Konjungtiva 1/300 Edema Hiperemi

OS 1/60 Dbn Dbn

Kornea
BMD Pupil Iris Lensa Sklera

Keruh, leukokorea
Hipopion sde Sde Sde Sekret (+)

Jernih
Dalam Regular, RP (+), 3mm coklat Jernih Putih

Tes

Fluoresin +

Ulkus

Kornea cum Hipopion

Antibiotik :
-

Parenteral levofloksacin 1x 500 mg

Siklopegik Atropin 1% eye drop 2 dd gtt I (OD) Anti inflamasi :


-

Sistemik metylprednisolon 3 x 1 tablet

Analgetik Elfagon 3 x 1 tablet

Diagnosis Slit lamp ODS Pengecatan gram, KOH Kultur kuman


Terapi Bila pada pengecatan gram didapatkan morfologi bakteri yang spesifik maka diterapi sesuai dengan penyebab Jika didapatkan komplikasi berupa ulkus kornea, desematokel maka dilakukan flap konjungtiva Jika pada perjalanan penyakit ditemukan iridosiklitis maka diberikan atropin

Terapi

Bila pada pengecatan gram didapatkan morfologi bakteri yang spesifik maka diterapi sesuai dengan penyebab Bila pada pembiakan kuman ditemukan organisme penyebab (seperti : bakteri, virus, jamur) maka terapi disesuaikan Terapi jika terjadi komplikasi ulkus : - Uveitis anterior diberikan AB, kortikosteroid, sikloplegik - Endoftalmitis diberikan AB parenteral broad kortikosteroid tidak membaik eviserasi spectrum enukleasi dan / dosis

- Panoftalmitis diberikan AB parenteral broad spectrum tinggi, kortikosteroid tidak membaik eviserasi

Edukasi Menjelaskan pada pasien bahwa: Pada mata kanan terjadi infeksi pada bagian jernih yang berwarna hitam (kornea) yang telah timbul komplikasi dengan adanya timbunan nanah pada belakangnya Perlu pemeriksaan tambahan untuk menentukan kuman penyebab dan menentukan obat yang sesuai Harus hati-hati dalam penggunaan obat tetes mata seperti karena jika diterapi tidak sesuai dengan penyakitnya maka akan memperberat penyakitnya.

Bila terjadi komplikasi yang berat (endoftalmitis,panoftalmitis) medikamentosa tidak berhasil dilakukan operasi pengangkatan bola mata Menjaga kebersihan mata dan rutin kontrol

Rehabilitasi Jika setelah ulkus sembuh terdapat gejala sisa seperti jaringan parut/sikatrik berupa leukoma sentral maka bisa dilakukan keratoplasti